cover
Contact Name
Sheila Ayu Pratama
Contact Email
sheilapratama@unesa.ac.id
Phone
+6282336424221
Journal Mail Official
jkptbunesa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : 31090893     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan (JKPTB) promotes research in the broad field of Education Research and Technology (including such disciplines as Building Engineering Education, Vocational Education, etc.) with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from senior researchers, project managers, research administrators and undergraduate/postgraduate students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal´s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Vocational and Building Engineering Educational field. Teaching and learning in building engineering and civil engineering education Evaluation, assessment, and certification in building engineering and civil engineering education, human resources management in civil engineering and building engineering education Vocational resources in building engineering and civil engineering education Policy and contemporary issues in building engineering and civil engineering education Other things related to Building Engineering and Civil Engineering Education
Articles 548 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAKET KONSTRUKSI ATAP PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS XI TGB 2 SMK NEGERI 2 PROBOLINGGO SITI QONIAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.21384

Abstract

PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF INDEX CARD MATCH BERBANTU PAPAN PUTAR (SPIN THE WHEEL) PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN PUTRI ARUM AMBARWATI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.21385

Abstract

Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran papan putar yang dikombinasikan dengan pembelajaran aktif Index Card Match. Penelitian ini bertujuan untuk; (1)Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan metode pembelajaran aktif tipe Index Card Match, (2)Mengetahui kelayakan media papan putar, (3)Mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran aktif tipe Index Card Match berbantu media papan putar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and Development). Tahapan dalam penelitian R&D di antaranya yaitu (1) Potensi masalah, (2) Mengumpulkan data, (3) Mendesain produk, (4) Validasi desain (5) Revisi desain, dan (6) Uji coba produk. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa, (1)Hasil rating rata-rata keterlaksanaan pembelajaran guru sebesar 83,3% pada pertemuan pertama dan 83,94% pada pertemuan kedua. Sedangkan hasil rating keterlaksanaan peserta didik sebesar 82% pada pertemuan pertama dan 86% pada pertemuan kedua. Hasil tersebut masuk dalam kategori sangat layak, (2)Hasil rata-rata rating kelayakan media yang mencapai nilai sebesar 85,83% dengan kategori sangat layak, (3)Rata-rata hasil belajar siswa adalah 80. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa sudah mencapai nilai yang dihoptesiskan. Kata Kunci: Pembelajaran Aktif , Media, Hasil Belajar Abstract The product developed in this research is Spin The Wheel learning media combined with active learning Index Card Match. The purpose of this research among others; (1) To know the implementation of active learning Index Card Match, (2) To know feasibility of Spin The Wheel learning media, (3) To know learning outcomes after the application of active learning Index Card Match with Spin The Wheel learning media. The method used in this research is R&D. Stages in R&D research are; (1) Potential problems, (2) Collecting data, (3) Designing product, (4) Design validation, (5) Design Revisions, and (6) Trial product. This research found result that; (1) Average rating results of learning implementation by teacher was 83,3% at the first meeting and 83,94% at the second meeting. While the average rating results of learning implementation by students was 82% at the first meeting and 86% at the second meeting. The value is included in the very feasible category, (2) The average value of the media feasibility result is 85,83% and included in the very feasible category, (3) The average learning outcomes of students is 80. These result indicate that the average of student learning outcomes has reached a hypothesized value. Keywords: Active learning , Media, Learning outcomes
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT DAN AUDIO PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X DI SMKN 3 SURABAYA BARON ALBAROKA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.21443

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (a) rerata hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran problem based learning menggunakan media power point dan audio pada kelas X. TGB di SMKN 3 Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre experimental design dengan bentuk one case study. Pengambilan sampel satu kelas, yaitu kelas X sejumlah 34 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar keterlaksanaan, dan tes tulis. Instrumen divalidasi oleh validator, analisis keterlaksanaan pembelajaran, dan analisis uji-t untuk mengetahui signifikansi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (a) rerata hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran problem based learning menggunakan media power point dan audio pada kelas X TGB 2 sebesar 77,74 dengan t hitung sebesar 2,202 > ttabel 1,700 pada taraf kesalahan α = 5%, maka pelaksanaan model pembelajaran problem based learning menggunakan media power point dan audio dapat memberikan rerata hasil belajar mencapai > 75. Kata Kunci: Problem Based Learning, Keterlaksanaan Pembelajaran, Hasil Belajar. Abstract Purpose about this research was to determine know (a) student learning outcomes after using learning problem based learning model using powerpoint and audio media in TGB X class at SMKN 3 Surabaya. The kind of research is pre experimental design with shapes One Shot Case Study. The sampling is one class, X TGB 2 totaled 34 students. The instruments collection data used sheets validation, observation sheets, and testing of learning outcomes. The instruments were validated by validators , analysis implementation of learning, analysis responses of student, and T-test analysis to know the significance of learning outcomes. The results showed that (a) Student’s study results after applied by problem based learning using the media power point and audio to the grade X TGB 2 is 77,74 with result of t test equal is 2,202 bigger than ttable 1,700. The means, the implementation of problem-based learning model using power point and audio media can provide good results on result of student’s study. Keywords: problem based learning, implementation of learning, result of student’s study.
PENGEMBANGAN MODUL ANALISIS STRUKTUR SEDERHANA DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO TERRA RAMA DHINI PUTRI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.21529

Abstract

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BUZZ GROUP DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FLASH PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK SISWA KELAS X TGB DI SMK NEGERI KUDU JOMBANG DISTA SELVI KURNIA DEWI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v3i2.21610

Abstract

Model pembelajaran buzz group dapat membawa kemandirian, kerjasama, dan tanggung jawab siswa terhadap apa yang dikerjakan secara kelompok. Selain itu, guru juga harus menyiapkan media pembelajaran yang mudah di pahami oleh siswa yaitu dengan menggunakan media flash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, keterlaksanaan dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Mekanika Teknik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian One Shot Case Study dengan bentuk Pre-Experimental Design. Subyek penelitian adalah kelas X TGB 1 SMK Negeri Kudu Jombang dengan jumlah 36 siswa. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2016-2017. Berdasarkan hasil validasi, silabus mendapatkan 82.30%, RPP mendapatkan 84.50%, media mendapatkan 89.30%, lembar soal belajar siswa mendapatkan 82.90%. Artinya, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria kelayakan. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada pertemuan I mendapatkan 80.00%, pada pertemuan II mendapatkan 81.11%, sedangkan pada pertemuan III mendapatkan 80.37%. Artinya nilai prosentase kegiatan belajar siswa setiap pertemuan termasuk dalam kriteria baik. Hasil perhitungan Uji-t pada nilai post-test pada taraf signifikan ? = 0.05. Pada pertemuan pertama, thitung =1.978 > ttabel =1.68957. Pada pertemuan kedua, thitung =2.763 > ttabel =1.68957. Pada pertemuan ketiga, thitung =5.725 > ttabel =1.68957. Dapat diartikan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Mekanika Teknik di kelas X TGB 1 SMKN Kudu Jombang penerapan model pembelajaran Buzz Group dengan menggunakan media Flash pada setiap pertemuan lebih besar dari KKM (76). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Buzz Group dengan menggunakan media Flash dapat mengembangkan pemahaman siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Buzz Group, media Flash. Abstract Buzz group learning model can bring independence, cooperation, and student responsibility to what is done in groups. Besides, the teacher also must prepare learning media which is easy to understand by student that is by using flash media. This study aims to determine the feasibility, the enforceability and student learning outcomes in the subjects of Mechanics Engineering. This type of research is the study of One Shot Case Study whit Pre-Experimental Design. Subjects were class X TGB 1 SMK Negeri Kudu Jombang with the number of 36 students. Research was conducted in the first semester of the academic year 2016-2017. Based on the validation results, the syllabus get 82.30%, RPP get 84.50%, media get 89.30%, student learning questions gets 82.90%. That is, the learning device meets the eligibility criteria. The result of observation of student learning activity at meeting I get 80.00%, at meeting II get 81.11%, while at meeting III get 80.37%. This means that the percentage of student learning activities per meeting included in either criterion. Result of t-Test calculation on post-test value at significant level ? = 0.05. At the first meeting, t count = 1.978 > t table = 1.68957. At the second meeting, t count = 2.763 > t table = 1.68957. At the third meeting, t count = 5.725 > t table = 1.68957. Can be interpreted that the students' learning outcomes in the subjects of Mechanics Mechanics in class X TGB 1 SMKN Kudu Jombang application of learning model Buzz Group by using Flash media at each meeting is greater than KKM (76). Based on these results it can be concluded that the application of Buzz Group learning model by using Flash media can develop students' understanding. Keywords: Buzz Group Learning Model, Flash media.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROUND TABLE MENGGUNAKAN MEDIA MAKET PADA KOMPETENSI DASAR MENGGAMBAR DENAH RENCANA PENULANGAN PELAT LANTAI DI KELAS XI TGB SMK NEGERI 1 KEMLAGI ASMARANING RATIH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keterlaksanaan kegiatan mengajar guru dalam menerapkan model pembelajaran round table menggunakan media maket (2) hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran round table menggunakan media maket, dan jenis penelitian ini adalah one shot case study dengan sampelnya adalah siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Kemlagi tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan kegiatan mengajar guru, dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis keterlaksanaan kegiatan mengajar guru dan hasil belajar, serta uji t pihak kiri. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase rata-rata hasil pengamatan keterlaksanaan kegiatan mengajar guru adalah 86,32% dengan kategori sangat baik; (2) nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,90. Hasil uji t adalah thitung = 4,648 > ttabel = 1,699 (signifikan, α = 5%). Artinya, Ha diterima dengan nilai rata-rata lebih besar dari 75 setelah diterapkan model pembelajaran round table menggunakan media maket. Kata Kunci: Model pemebelajaran round table, media maket, hasil belajar, pelat lantai. Abstract The purpose of this research are to know (1) the implementation of teacher activities in applying the round table learning model using media maket (2) the learning outcomes after applied the round table learning model using media maket, and the type of this research is one shot case study. The samples were 30 students from class XI TGB State Vocational Schools 1 Kemlagi academic year 2016/2017. The research instrument used is validation sheet of device learning, observation sheet of teacher activity, and test sheets. Data analysis techniques used was implementation analysis of teacher activities and learning outcomes, as well as right side t test. The results of this research are (1) the average percentage of observations on the implementation of teacher activities is 86,32% with very good category; (2) the average score of learning outcomes is 79,90. The result of t test is thitung = 4,648 > ttable = 1,699 (significant, α = 5%). It is mean, Ha accepted with an average score greather than 75 after applied a round table learning model using media maket. Keywords: Round table learning model, media maket, study results, floor plate.
PENGEMBANGAN MEDIA LKS (LEMBAR KERJA SISWA) BERBASIS MIND MAPPING MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN SMK NEGERI 3 SURABAYA   NURIANA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-91 Periode 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) TERHADAP KOMPETENSI SISWA SMKN 1 SIDOARJO AVIDA ARISANDI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-78 Periode 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PANJANG PENYALURAN BAJA TULANGAN PADA BETON TERHADAP KUAT LEKATNYA NAHDIA BAYU PAMUNGKAS
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-78 Periode 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah faktor dalam perencanaan pembuatan beton bertulang yang harus diperhatikan adalah panjang penyaluran baja tulangan. Panjang penyaluran adalah panjang penanaman baja tulangan yang diperlukan untuk mengembangkan tegangan leleh pada baja tulangan yang merupakan fungsi dari tegangan luluh baja,diameter tulangan dan tegangan lekat. Panjang penyaluran menentukan tahanan terhadap tercabutnya baja tulangan dari penanamannya kedalam beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang penyaluran terhadap kuat lekat baja tulangan terhadap beton. Pada penelitian ini digunakan 24 buahbenda uji kuat lekat yang berupa beton T dengan dimensi atas 100 mm x 100 mm, tinggi 350 mm dan dimensi bawah 100 mm x 300, tinggi 150 mm. Pada bagian tengah penampang benda uji ditanam baja tulangan ulir berdiameter 9,29 mm dan baja tulangan polos berdiameter 8,5 mm, dengan variasi panjang penyaluran baja tulangan. Variasi panjang penyaluran yang digunakan adalah: 100 mm, 150 mm, 200 mm, dan 250 mm. Jumlah benda uji untuk masing-masing variasi panjang penyaluran sebanyak tiga buah. Pengujian kuat lekat dilakukan dengan cara menempatkan benda uji beton T pada alat UTM (Universal Testing Machine), batang tulangan yangtertanam pada beton ditarik sampai tercabut. Hasil pengujian yang berupa data beban lekat maksimum. Dari hasil penelitian ini didapat kuat tekan rata-rata silinder beton sebesar 21,24 MPa. Tegangan luluh rata-rata tulangan D10 sebesar 430,66 MPa, dan tegangan luluh rata-rata tulangan polos Ø 10 mm sebesar 404,06 MPa. Peningkatan panjang penyaluran dari 100 mm, 150 mm, 200 mm, hingga 250 mm, meningkatkan kemampuan benda uji untuk menahan beban lekat. Nilai beban lekat serta tegangan lekat rata-rata yang dihasilkan baja tulangan ulir, nilainya lebih besar jika dibandingkan dengan nilai beban lekat rata-rata yang dihasilkan oleh baja tulangan polos. Tegangan lekat yang dihasilkan baja tulangan sejenis, besarnya relatif sama meski dengan panjang penyaluran yang berbeda, karena besar beban lekat berbanding lurus dengan luas permukaan baja yang tertanam dalam beton.Kegagalan pada uji kuat lekat dapat berupa baja tulangan tercabut dan beton utuh, atau tulangan tercabut dan beton terbelah. Kata kunci : panjang penyaluran, kuat lekat. Abstract One of the factors in planning the manufacture of reinforced concrete that must be considered is the length distribution of reinforcing steel. Long-term investment portfolio is reinforcing steel required to develop the yield stress in the steel reinforcement is a function of the yield stress of steel, reinforcement diameter and voltage closely. Length distribution to determine custody of the dispossession of planting rebars into concrete. The purpose of this study was to determine the effect of the length distribution of bond strengh to concrete reinforcing steel. In this study used 24 buahbenda adhesion strength test in the form of concrete T with dimensions of 100 mm x 100 mm, 350 mm and a height dimension less than 100 mm x 300, height 150 mm. At the center of the cross section of the specimen implanted steel screw diameter and 9.29 mm diameter plain steel 8.5 mm, with a variation in the length distribution of reinforcing steel. Variation in the length distribution used is: 100 mm, 150 mm, 200 mm, and 250 mm. Number of specimens for each variation in the length distribution of three pieces. Bond strengh testing is done by placing the specimen on a concrete T UTM appliance (Universal Testing Machine), reinforcing rods in the concrete pulled up yangtertanam uprooted. The test results were obtained in the form of the data load is then calculated maximum adhesion bond strengh. From the results of this study obtained an average compressive strength of concrete cylinders of 21.24 MPa. Average yield stress of 430.66 MPa reinforcement D10, and the average yield stress of reinforcing plain Ø 10 mm at 404.06 MPa. Increasing the length distribution of 100 mm, 150 mm, 200 mm, and 250 mm, improve the ability to withstand the test object attached load. Rated load voltage is closely attached and the resulting average steel screw, its value is greater than the value of the average sticky load generated by the plain steel. The resulting tension rebars closely similar, although the magnitude is relatively equal distribution of different length, because of the burden attached directly proportional to the surface area of the steel embedded in concrete.Failure in adhesion strength test can be uprooted and concrete reinforcing steel intact, or reinforced concrete uprooted and split. Keywords: length distribution, bond strengh.
PENGARUH DIAMETER BAJA TULANGAN ULIR TERHADAP KUAT LEKAT ANTARA BETON DAN BAJA TULANGAN   SOFIANTO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 1/JKPTB/14 (2014): Wisuda ke-80 Periode 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract