cover
Contact Name
Sheila Ayu Pratama
Contact Email
sheilapratama@unesa.ac.id
Phone
+6282336424221
Journal Mail Official
jkptbunesa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : 31090893     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan (JKPTB) promotes research in the broad field of Education Research and Technology (including such disciplines as Building Engineering Education, Vocational Education, etc.) with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from senior researchers, project managers, research administrators and undergraduate/postgraduate students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal“s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Vocational and Building Engineering Educational field. Teaching and learning in building engineering and civil engineering education Evaluation, assessment, and certification in building engineering and civil engineering education, human resources management in civil engineering and building engineering education Vocational resources in building engineering and civil engineering education Policy and contemporary issues in building engineering and civil engineering education Other things related to Building Engineering and Civil Engineering Education
Articles 548 Documents
PENGARUH HASIL BELAJAR MATA KULIAH MEKANIKA REKAYASA, STRUKTUR BETON, TEKNIK GEMPA,DAN REKAYASA PONDASI TERHADAP MATA KULIAH MERENCANA KONSTRUKSI BETON (Studi Kasus Mahasiswa S-1 PTB 2014 Jurusan Teknik Sipil) HENDRA SETIYABUDI; BAMBANG SABARIMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.25253

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mata kuliah Merencana Konstruksi Beton sebagai salah satu mata kuliah wajib, yang harus diprogram pada kurikulum S-1 pendidikan konstruksi bangunan. Pada mata kuliah ini mahasiswa harus dapat merencanakan bangunan konstruksi beton 3 lantai. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar pada mata kuliah Merencana Konstruksi Beton adalah (1) hasil belajar mata kuliah Struktur beton, (2) Mekanika Rekayasa, (3) Teknik Gempa dan (4) Rekayasa Pondasi yang sangat berperan dalam penyelesaian tugas Merencana Konstruksi Beton, oleh karena itu peneliti ini akan mencari seberapa pengaruh dari mata kuliah Struktur Beton, Mekanika Rekayasa, Teknik Gempa dan Rekayasa Pondasi terhadap Mata Kuliah Merencana Konstruksi Beton. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat assosiatif, yaitu penelitian dengan pendekatan data berbentuk angka. Analisis yang sesuai dengan penelitian ini adalah analisis regersi linier berganda, untuk mencari besarnya pengaruh hasil belajar mata kuliah Mekanika Rekayasa I, Mekanika Rekayasa II, Mekanika Rekayasa III, Struktur Beton I, Struktur Beton II, Teknik Gempa dan Rekayasa Pondasi terhadap Mata Kuliah Merencana Konstruksi Beton S1 PTB 2014 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unesa. Penelitian ini didapatkan berdasarkan tes Uji Normalitas Variabel dengan Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov- Z diperoleh nilai 1.202 dan Asymp Sig (2- tailed) sebesar 0.111 lebih besar dari 0.05 maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Berdasarkan dari hasil uji linieritas dapat disimpulkan mata kuliah yang diteliti tergolong linear dikarenakan semua hasil variabel independen signifikansinya lebih besar dari 0.05. Dari hasil uji regresi korelasi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang sangat rendah antara mata kuliah yang diteliti terhadap Merencana Konstruksi Beton. Persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 37.2% sedangkan 62.8% ditentukan oleh variabel lainnya. Mata kuliah penunjang yang mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar Merencana Konstruksi Beton berturut-turut mulai yang paling besar adalah Struktur Beton I sebesar -0.672, Mekanika Rekayasa III sebesar 0.562, Mekanika Rekayasa II sebesar 0.210, Rekayasa Pondasi Sebesar -0.210, Struktur Beton II sebesar -0.116, Teknik Gempa Sebesar -0.009 dan Mekanika Rekayasa I sebesar 0,004. Dari uji F yang dilakukan diperoleh F hitung = 2.626 > F tabel = 2.32, artinya ada pengaruh hasil belajar mata kuliah Mekanika Rekayasa I, Mekanika Rekayasa II, Mekanika Rekayasa III, Struktur Beton I, Struktur Beton II, Teknik Gempa dan Rekayasa Pondasi terhadap Merencana Beton mahasiswa S1 PTB 2014 Jurusan Teknik Sipil Unesa. Kata Kunci: Pengaruh Hasil Belajar, Merencana Konstruksi Beton. Abstract The research is in background by the Concrete Construction Planning course as one of the compulsory subjects, which must be programmed into the S-1 curriculum of building construction education. In this course students should be able to plan a complete 3-storey concrete construction building. Factors affecting the learning outcomes in the course Concrete Construction Planning is (1) the learning result of the concrete of Structure, (2) Mechanics Engineering, (3) Earthquake Engineering and (4) The foundation engineering that is very instrumental in the completion of the task of Concrete Construction Planning, by therefore this researcher will find out how the influence of the subject of Concrete of Structure, Mechanics Engineering, Earthquake Engineering and Foundation Engineering Against Planning Concrete Construction Course. The research used is quantitative research which is associative, that is research with approach of data in the form of number. The analysis according to this research is multiple linear regression analysis, to find out the effect of the learning result of the subjects of Mechanical Engineering I, Mechanical Engineering II, Mechanics Engineering III, Concrete of Structure I, Concrete of Structure II, Earthquake Engineering and Foundation Engineering on Construction Planning Course Beton S1 PTB 2014 Department of Civil Engineering Faculty of Engineering Unesa. This research was obtained based on the test of Variable Normality Test with One Sample Test Kolmogorov-Smirnov-Z obtained the value of 1.202 and Asymp Sig (2- tailed) of 0.111 greater than 0.05, it can be concluded that the data is normally distributed. Based on the results of the linearity test it can be concluded that the subjects studied were classified as linear because all the results of the significance of the independent variables were greater than 0.05. From the results of the simple correlation regression test shows a very low relationship between the subjects studied on Concrete Construction Planning. The percentage of the contribution of the influence of the independent variable to the dependent variable is 37.2% while 62.8% is determined by other variables. Supporting courses that have an influence on learning outcomes Planning consecutive Concrete Construction starts the largest is Concrete of Structure I of -0.672, Engineering Mechanics III of 0.562, Engineering Mechanics II of 0.210, Engineering Foundation of -0.210, Concrete of Structure II of - 0.116, Earthquake Technique of -0.009 and Engineering Mechanics I of 0.004. From the F test conducted, it was obtained that Fcount = 2.626 > Ftable = 2.32, meaning that there was an effect of the learning outcomes of the, Engineering Mechanics I, Engineering Mechanics II, Engineering Mechanics III, Concrete of Structure I, Concrete of Structure II, Earthquake Engineering and Foundation Engineering for Concrete Planning for S1 PTB 2014 students in the Department of Civil Engineering Unesa. Keywords: Effect of Learning Outcomes, Concrete Construction Planning.
HUBUNGAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ANALISIS STRUKTUR STATIS TERTENTU, KALKULUS DIFFERENSIAL, DAN MATA KULIAH STRUKTUR BETON MOHAMMAT HAMZAH; BAMBANG SABARIMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.25254

Abstract

AbstrakBuku Pedoman Unesa Fakultas Teknik tahun akademik 2016-2017 Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, dijelaskan bahwa mahasiswa angkatan 2016 dapat memprogram mata kuliah Struktur Beton dengan persyaratan, telah menempuh mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu pada semester 2 (3SKS) dan mata kuliah Kalkulus Differensial pada semester 1 (3SKS). Pemahaman mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan Kalkulus Differensial dapat menunjang mahasiswa dalam menguasai mata kuliah Konstruksi Beton, karena materi Struktur Beton mempunyai hubungan dengan materi yang ada pada mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala yang mana terdapat hubungan kausal yang bersifat sebab akibat, jadi penelitian ini menggunakan tiga variabel. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian.Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 67.80, dengan nilai minimum 60.20, nilai maksimumnya 74.90, dan standar deviasinya (SD) sebesar 3.67. Mata kuliah Kalkulus Differensial memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 72.50, dengan nilai minimum 57.50, nilai maksimumnya 88.00, dan standar deviasinya sebesar 7.00. Sedangkan mata kuliah Struktur Beton memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 73.50, dengan nilai minimum 62.00, nilai maksimumnya 83.60, dan standar deviasinya sebesar 5.39. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan hasil belajar Mata Kuliah Struktur Beton yaitu sebesar 0.276. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Kalkulus Differensial dan hasil belajar Mata Kuliah Struktur Beton yaitu sebesar 0.282. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan hasil belajar Mata Kuliah Kalkulus Differensial yaitu sebesar 0.207. Hubungan yang rendah ini disebabkan adanya variabel-variabel hasil belajar lainnya yang hubungannya lebih baik yang belum diteliti. Kata Kunci : Hubungan, Hasil Belajar, Mata Kuliah, Analisis Struktur Statis Tertentu, Kalkulus Differensial, Struktur Beton. AbstractUnesa Faculty of Engineering Guidebook 2016-2017 academic year Building Engineering Education S1 Program, explained that the 2016 students can program Concrete Structure courses with requirements, have taken the course of Certain Static Structure Analysis in semester 2 (3SKS) and Differential Calculus courses in semester 1 (3SKS). Understanding of courses on Analysis of Certain Static Structures and Differential Calculus can support students in mastering Concrete Construction courses, because the material of Concrete Structures has a relationship with the material in the course of Analysis of Certain Static Structures.The research approach used is associative research is research that aims to determine the relationship of two or more variables. In this research, a theory can be built that can function to explain, predict and control a phenomenon where there is a causal relationship that is causal, so this study uses three variables. The pattern of relations between the variables to be studied is then referred to as the research paradigm.Based on the data obtained from the results of the analysis and discussion, the conclusions that can be expressed in this study is that the learning outcomes of the Analysis of Certain Static Structure subjects have an average value of 67.80, with a minimum value of 60.20, the maximum value 74.90, and standard deviation (SD) of 3.67. The Differential Calculus subject has an average value (Mean) of 72.50, with a minimum value of 57.50, a maximum value of 88.00, and a standard deviation of 7.00. While the Concrete Structure subject has an average value (Mean) is 73.50, with a minimum value of 62.00, the maximum value is 83.60, and the standard deviation is 5.39. A low relationship between Course Learning Outcomes Analysis of Specific Static Structures and Learning Outcomes of Concrete Structure Courses is equal to 0.276. Low relationship between Learning Outcomes of Differential Calculus and Learning Outcomes of Concrete Structure Courses is 0.282. Low relationship between Course Learning Outcomes Analysis of Certain Static Structures and Learning Outcomes of Differential Calculus Courses is equal to 0.207. This low relationship is due to the existence of other learning outcomes variables that have better relationships that have not been studied. Keywords: Relationships, Learning Outcomes, Courses, Analysis of Specific Static Structures, Differential Calculus, Concrete Structures.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN LKS PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TGB DI SMK NEGERI 7 SURABAYA SANTRI HARDIANTRI; INDIAH KUSTINI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.25258

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model belajar dan ketuntasan hasil belajar siswa kelas X TGB menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan LKS. Model PBL dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang diajarkan yaitu konsep kesetimbangan dengan bidang gaya normal, gaya lintang dan momen. Penelitian menggunakan metode design one-shot case study. Waktu penelitian dilaksanakan pada Semester 2 (genap) Tahun Ajaran 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X TGB SMK Negeri 7 Surabaya dengan jumlah 38 siswa. Teknik observasi digunakan untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran dan pemberian soal essay untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan LKS. Hasil pengamatan keterlaksanaan kegiatan mengajar guru dinilai oleh 2 pengamat mencapai 76,98% dan diinterprestasikan masuk dalam kategori baik. Keterlaksanaan kegiatan belajar siswa yang dinilai oleh 2 pengamat mencapai 73,16% dan diinterprestasikan masuk dalam kategori baik. Hasil belajar siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ? 75 berjumlah 20 siswa (52,63%) dan siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) < 75 berjumlah 18 siswa (47,37%). Beberapa siswa yang tidak tuntas disebabkan siswa kurang memperhatikan penjelasan guru dan pada saat tes diberikan ada beberapa siswa hanya menulis kembali soal yang diberikan kemudian dikumpulkan tanpa jawaban. Kata kunci : Model pembelajaran problem base learning, hasil belajar. Abstract This study aims to determine the implementation of learning models and mastery of students learning achievement of class X TGB using Problem Based Learning (PBL) learning model with LKS. PBL model can facilitate students in understanding the material used is the concept of equilibrium with the conditions of normal force, latitude and moment. The research used the design of one-shot case study method. The research time is conducted in Semester 2 (even) of the academic year 2017. The sample in this research is class X TGB SMK Negeri 7 Surabaya with the number of 38 students. Technical for learning and learning problems to study student learning result using Problem Based Learning model with LKS. The observation of the implementation of teacher teaching activities by 2 observers reached 76.98% and interpreted into the good category. Implementation of student learning activities designated by 2 observers reached 73.16% and interpreted into the good category. Results of students who meet the Minimum Exhaustiveness Criteria (KKM) ? 75 people 20 students (52.63%) and students who do not meet the criteria of Minimum Completion (KKM) <75 alone 18 students (47.37%). Some students who do not finish dealing with students pay less attention to the teacher and at the time of the test given some students just write a given problem later without an answer. Keywords: Learning problem base learning model, the result of study
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) Dengan Jobsheet Pada Mata Pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan Kelas XI SMK Negeri 7 Surabaya RIDWAN EFENDI; KRISNA DWI HANDAYANI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.25339

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Jobsheet pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan kelas XI SMK Negeri 7 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan desain penelitian one shot case study dengan subjek penelitian siswa kelas XI TGB SMK Negeri 7 Surabaya tahun ajaran 2017/2018. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes, dan angket. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis keterlaksanaan pembelajaran dan analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Jobsheet didapatkan hasil rata-rata total dari semua aspek yaitu sebesar 84,5% oleh guru dan 87,3% oleh siswa. Keduanya termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Jobsheet memperoleh rata-rata nilai kelas sebesar 86,03. Dari perhitungan didapat nilai thitung sebesar 10,58 dan ttabel sebesar 1,697. Jadi, dapat disimpulkan rata-rata hasil belajar menggambar pondasi siswa kelas XI TGB setelah pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Jobsheet lebih besar atau sama dengan 75 (dapat diterima).Kata kunci: Model Pembelajaran PBI, Media Jobsheet, Hasil Belajar, Gambar Konstruksi BangunanAbstract This study aims to determine the implementation of learning and student learning outcomes by using Problem Based Instruction learning model with the jobsheet on the subject of Building Construction Drawing at class XI SMKN 7 Surabaya. Research method used is pre experimental design with one shoot case study design. The subjects of the study were students of class XI TGB SMKN 7 Surabaya of the 2017/2018. The instruments data collection use tests, and questionnaires. Data analysis in this study is the analysis of the implementation of learning and analysis of the students learning outcomes. The result showed the implementation of learning by using Problem Based Instruction learning model with the jobsheet obtained the result of the total average of all aspects of 84,5% by teachers and 87,3% by students. Both fall into very good category. Student learning outcomes using Problem Based Instruction learning modelwith the jobsheet obtained an average grade value of 86,03. From calculationgot value from tarch equal to 10,58 and ttable equal to 1,697. So, it can be concluded that the average of learning result of drawing the foundation of students class XI TGB after the implementation of Problem Based Instruction learning model with the jobsheet is greater than or equal to 75 (can be accepted).Keywords: PBI Learning Model, Jobsheet, Learning Outcomes, Building Construction Drawing
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT MENGGUNAKAN LKS SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN YANG SESUAI PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN SPESIFIKASI DAN KARAKTERISTIK KAYU (Studi Kasus di Kelas X Bisnis Konstruksi dan Properti di SMK Negeri 1 Sidoarjo) AHMAD AVANDRI; ELIZABETH TITIEK WINANTI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.25380

Abstract

PENERAPAN PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK (AUTOCAD) KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 3 JOMBANG PRASETIO UTOMO; KRISNA DWI HANDAYANI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.25396

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran Advance Organizer, dan hasil belajar menggunakan model pembelajaran Advance Organizer, pada mata pelajaran menggambar dengan perangkat lunak (AutoCad) kelas XI Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 3 Jombang. Penelitian Pre-Experimental Designs tipe One-Shot Case Study, dilaksanakan pada kelas XI-TGB 2. Hasil keterlaksanaan diperoleh dari pengamatan menggunakan lembar keterlaksanaan oleh observer saat proses belajar mengajar menggunakan Advance Organizer berlangsung. Hasil belajar diperoleh dari lembar tes setelah proses belajar mengajar selesai. Sampel yang digunakan adalah kelas XI-TGB 2 sejumlah 32 siswa. Keterlaksanaan model pembelajaan Advance Organizer menunjukan hasil sangat baik untuk kegiatan guru dan menunjukan hasil baik untuk kegiatan siswa. Rata- rata hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Advance Organizer menunjukan nilai 83,28 dengan 96,88% siswa memiliki nilai melebihi KKM (75) pada mata pelajaran menggambar dengan perangkat lunak (Autocad). Kata Kunci : Advance Organizer, AutoCad, Hasil Belajar, Keterlaksanaan pembelajaran. Abstract The aim of this research is to know the implementation of Advance Organizer learning model, and to known the study result of using Advance Organizer learning model, on the subjects of drawing with software (Autocad) a class XI Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 3 Jombang. Pre-experimental designs research type one-shot case study, was conducted on class XI-TGB 2. The results of implementation obtained from observation using implementation sheet by an observer at Advance Organizer learning process. Study result was getting from test sheets that administered after the teaching and learning process be finished. The Sample used a class XI TGB 2 as many 32 students. Implementation data showed the result is very good for activities teachers and indicated the result are good for students activity. Average study results students use Advance Organizer model learning showed score 83,28 with 96,88% students have score more than KKM (75) Password: Advance Organizer, Autocad, Study Result,Implementation of learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MENGGUNAKAN E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TGB SMK NEGERI 2 KRAKSAAN BENY KOKOH IBRAHIM; NURMI FRIDA DORINTAN BERTUA P
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.25442

Abstract

Abstrak Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisio (STAD) merupakan model pembelajaran kooperatif dengan cara membentuk kelompok-kelompok kecil secara heterogen agar memacu siswa untuk saling mendorong dan membantu satu sama lain. E-modul merupakan suatu unit lengkap program pengajaran yang disajikan melalui perangkat elektronik dan software pembuka khusus, yang berisi komponen-komponen kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang khusus dan jelas secara mandiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, kegiatan mengajar guru, dan kegiatan belajar siswa di kelas dengan menerapkan model pembelajaran STAD menggunakan e-modul pada mata pelajaran mekanika teknik. Penelitian difokuskan pada aspek kognitif menganalisis gaya batang pada konstruksi rangka batang sederhana. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan menggunakan siklus dalam proses pembelajaran sampai nilai hasil belajar siswa mencapai kriteria ketuntasan minimum. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TGB2 SMKN 2 Kraksaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan metode observasi. Hasil penelitian pada siklus 1 didapatkan nilai hasil belajar siswa 76,43 dengan persentase 58,33% siswa tuntas, meningkat pada siklus 2 nilai hasil belajar siswa 80,17 dengan persentase 86,11% siswa tuntas. Hasil kegiatan mengajar guru pada siklus 1 memperoleh skor rerata 3,35 (cukup baik), meningkat pada siklus 2 memperoleh skor rerata 3,70 (baik). Hasil kegiatan belajar siswa pada siklus 1 memperoleh skor rerata 3,23 (cukup baik), meningkat pada siklus 2 memperoleh skor rerata 3,69 (baik). Kesimpulan penelitian yaitu terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa, kegiatan mengajar guru, dan kegiatan belajar siswa. Kata Kunci: STAD, e-modul, hasil belajar siswa, kegiatan mengajar guru, kegiatan belajar siswa. Abstract Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning is a cooperative learning model by forming heterogeneous small groups in order to encourage students to encourage and help one another. E-module is a complete unit of teaching program that is presented through electronic devices and special opening software, which contains components of learning activities that are arranged to help students achieve a number of specific and clear objectives independently. The research objective is to determine the improvement of student learning outcomes, teacher teaching activities, and student learning activities in the classroom by applying the STAD learning model using e-modules in engineering mechanics subjects. The study focused on the cognitive aspects of analyzing rod style in simple truss construction. The research method uses Classroom Action Research (CAR), by using cycles in the learning process until the students learning outcomes reach the minimum completeness criteria. The research subjects were students of class X TGB2 of SMK 2 Kraksaan. Data collection techniques used are learning outcomes tests and observation methods. The results of the study in cycle 1 obtained the value of 76.43 student learning outcomes with a percentage of 58.33% of students completed, increasing in cycle 2 the value of student learning outcomes 80.17 with a percentage of 86.11% of students completed. The results of teacher teaching activities in cycle 1 gained a mean score of 3.35 (good enough), increasing in cycle 2 to obtain a mean score of 3.70 (good). The results of student learning activities in cycle 1 obtained a mean score of 3.23 (good enough), increasing in cycle 2 to obtain a mean score of 3.69 (good). The conclusion of the study is an increase in student learning outcomes, teacher teaching activities, and student learning activities. Keywords: STAD, e-module, student learning outcomes, teacher teaching activities, student learning activities
PENERAPAN PENILAIAN PEER ASSESSMENT DENGAN MEDIA MAKET PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI KAYU KELAS XI TKY DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO OLIVIRA ISMI ALIM; NANIK ESTIDARSANI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.25443

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keterlaksanaan proses penilaian peer assessment dengan media maket pada mata pelajaran teknologi konstruksi kayu kelas XI TKY di SMKN 1 Sidoarjo; (2) hasil belajar dari proses pelaksanaan penilaian peer assessment dengan media maket pada mata pelajaran teknologi konstruksi kayu kelas XI TKY di SMKN 1 Sidoarjo. Desain penelitian ini adalah one shot case study. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, dan lembar tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisa keterlaksanaan pembelajaran peer assessment dalam kelompok dan antar kelompok menggunakan media maket. Penyekoran peer assessment dalam kelompok dilakukan dengan cara membagi siswa menjadi beberapa kelompk kecil yang terdiri dari 4 siswa dalam satu kelompok, kemudian siswa tersebut saling menilai. Penyekoran peer assessment antar kelompok dilakukan dengan cara memberikan penilaian pada kelompok yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas berupa skor. Uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pihak kanan. Hasil penelitian ini adalah (1) pengamatan keterlaksanaan pembelajaran meningkat dilihat dari persentase rata-rata hasil pengamatan selama 3 (tiga) pertemuan adalah sebesar 81,85% dengan kategori sangat baik untuk pertemuan pertama, sebesar 82,22% dengan kategori sangat baik untuk pertemuan kedua dan 85,26% dengan kategori sangat baik untuk pertemuan ketiga. ; (2) nilai rata-rata hasil belajar 31 siswa sebesar 77,90 untuk XI TKY 1. Hasil uji t adalah thitung = 2,466 > ttabel = 1,679 (signifikan, ? = 5%). Artinya, hasil belajar siswa kelas XI TKY SMKN 1 Sidoarjo pada mata pelajaran Teknologi Konstruksi Kayu melalui pelaksanaan model pembelajaran peer assessment menggunakan media maket dinyatakan tuntas dan berkriteria sangat baik. Kata kunci : Peer Assessment, Media Maket, Hasil Belajar. Abstract The purpose of this study was to determine (1) the practicability of the peer assessment process by using mock-up media on wood construction technology subjects in class XI TKY at SMKN 1 Sidoarjo; (2) learning outcomes of the peer assessment process by using mock-up media on wood construction technology subjects in class XI TKY at SMKN 1 Sidoarjo. The design of this study is one shot case study. The research instrument used was the validation sheet of learning device, observation sheet on the implementation of learning, and the test sheet of learning outcomes. The data analysis technique used was analyzing peer assessment learning implementation in groups and between groups using mock-up media. Group peer assessment is done by dividing students into several small groups consisting of 4 students in one group, then the students assess each other. Peer assessment evaluation between the group was done by giving an assessment to the group presenting the results of the discussion in front of the class in the form of score. Hypothesis testing was done by using the right-party t-test. The results of this study are (1) from the observation of the learning achievement, can be obtained the percentage of observations during 3 (three) meetings which is 81.85% achieved very good categories for the first meeting, amounting to 82.22% obtained very good categories for the second meeting and 85.26% with very good categories for the third meeting, then there is an increase in each peer assessment learning implementation meeting; (2) the average value of 31 students learning outcomes is 77.90 for XI TKY 1. The result of the t test is t count = 2.466> t table = 1.679 (significant, ? = 5%). Which means, the learning outcomes of XI TKY class of SMKN 1 Sidoarjo in the subject of Wood Construction Technology through the implementation of peer assessment learning model using a mock-up is declare complete and in very good criteria. Keyword: Peer Assessment, Mock-up, Learning Outcomes.
Pengembangan Instrumen Penilaian Kompetensi Membuat Daun Pintu Kayu Siswa Jurusan Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri Kudu Jombang PASCAL HIDAYATULLAH; SUPARJI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.25671

Abstract

Abstrak Masalah yang ditemui di sekolah adalah belum adanya instrumen penilaian yang spesifik, penilaian yang dilakukan selama ini berupa pengumpulan produk yang dalam proses penilaiannya masih bersifat keseluruhan atau global, oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas instrumen penilaian unjuk kerja yang digunakan untuk menilai kompetensi siswa kelas XI Teknik Konstruksi Kayu (TKK) dalam praktik unjuk kerja membuat daun pintu kayu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian research and development (R&D) yang terbatas pada 6 tahap yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 35 siswa di SMKN Kudu Jombang dan unit analisisnya meliputi lembar penilaian dan instrumen penilaian unjuk kerja yang dikembangkan. Hasil validasi instrumen penilaian unjuk kerja mendapat persentase 88,62%. Hasil validitas butir/item nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, dan 18 berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan untuk butir/item nomor 13 termasuk dalam kategori sangat rendah. Hasil reliabilitas Instrumen penilaian unjuk termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil nilai keterampilan siswa termasuk dalam (1) kategori tinggi berjumlah 12 siswa, (2) kategori sedang berjumlah 11 siswa, (3) kategori rendah berjumlah 12 siswa. Sedangkan hasil rata-rata nilai keterampilan siswa kelas XI TGB-1 yaitu: 80. Kata kunci: Instrumen Penilaian Unjuk Kerja, Keterampilan siswa, Praktik daun pintu kayu. Abstract The problems encountered in schools are the lack of specific assessment instruments. The assessment conducted by collecting product is global or specific assessment. Therefore the purpose of the research is to acknowledge the instrument quality to assess the students of XI TKK competency in practice by making wooden door. This research adopts research and development (R&D) including 6 steps; potential and problem, data collection, product design, design validation, design revision, product trial. The subjects in this study are 35 students of SMKN Kudu Jombang and the analysis unit includes sheet assessment and performance assessment instruments developed. The result of appraisal instrument validation reached percentage of 88,62%. While the results of the validity of the items 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, and 18 are categorized very high. While for item number 13 is categorized into the low category. Reliability results of the Performance assessment instruments is included into very high categories. Keywords: Performance Assessment, practice of making wooden door.
Penerapan Maket Pondasi Batu Kali Dengan Model Pembelajaan Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Pelajaran Gambar Kontruksi Bangunan Kelas XI SMK Negeri 1 Kalianget AGATHA MAULANA MUHAMMAD; NANIK ESTIDARSANI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.25892

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) keterlaksanaan proses belajar mengajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan media maket; (2) hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan media maket. Jenis penelitian ini adalah pra-exsperimental dengan sampelnya adalah siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Kalianget tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 30 orang untuk kelas XI TGB 1 dan 30 orang untuk kelas XI TGB 2. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran dan media, lembar pengamatan keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar, serta uji t pihak kanan. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase rata-rata hasil pengamatan keterlaksanaan guru adalah 89% dan keterlaksanaan siswa 93% dengan kategori sangat baik; (2) hasil uji t dua pihak untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan thitung = 3,42 > ttabel = 2,002 (signifikan, ? = 5%). Artinya, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mendapatkan perlakuan menggunakan media maket pondasi batu kali, dengan siswa yang tidak mendapatkan perlakuan hanya, dan kedua kelas mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah. Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah, media maket. Abstract The purpose of this study was to determine (1) the implementation of the teaching and learning process using problem based learning models with media maket; (2) student learning outcomes after using problem-based learning models with media maket. This type of research is pre-experimental with the sample is TGB grade XI students of SMK Negeri 1 Kalianget 2017/2018 school year, totaling 30 people for class XI TGB 1 and 30 people for class XI TGB 2. The research instrument used is the learning device validation sheet and media, observation sheets for teaching and learning activities, and test sheets. Data analysis techniques used are the implementation of teaching and learning activities and learning outcomes, as well as right-hand t-test. The results of this study were (1) the average percentage of observations of teachers implementation was 89% and 93% of students were in very good categories; (2) the results of the two-party t test to determine differences in learning outcomes with t count = 3.42> t table = 2.002 (significant, ? = 5%). That is, there are significant differences in learning outcomes between students who received treatment using a stone foundation media model, with students who did not get treatment only, and both classes got a problem based learning model. Keywords: Problem based learning, media maket.