cover
Contact Name
Sheila Ayu Pratama
Contact Email
sheilapratama@unesa.ac.id
Phone
+6282336424221
Journal Mail Official
jkptbunesa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : 31090893     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan (JKPTB) promotes research in the broad field of Education Research and Technology (including such disciplines as Building Engineering Education, Vocational Education, etc.) with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from senior researchers, project managers, research administrators and undergraduate/postgraduate students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal“s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Vocational and Building Engineering Educational field. Teaching and learning in building engineering and civil engineering education Evaluation, assessment, and certification in building engineering and civil engineering education, human resources management in civil engineering and building engineering education Vocational resources in building engineering and civil engineering education Policy and contemporary issues in building engineering and civil engineering education Other things related to Building Engineering and Civil Engineering Education
Articles 548 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY MENGGUNAKAN JOBSHEET PADA MATA PELAJARAN SURVEY DAN PEMETAAN DI SMKN 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG RETNO FITRIA RACHMANIAR; DIDIEK PURWADI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24394

Abstract

Abstrak Mata pelajaran survey dan pemetaan terdiri atas materi teori dan praktik. Kegiatan pembelajaran diharapkan berpusat pada siswa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran guided discovery dan media pembelajaran jobsheet. Guided discovery adalah satu pendekatan mengajar yang melibatkan siswa untuk mencari serta mengalami secara langsung, sehingga dapat menemukan sesuatu (dalam hal ini konsep materi) secara logis. Jobsheet merupakan lembar kegiatan yang berisi petunjuk belajar, materi pembelajaran, langkah kerja, tugas dan penilaiannya. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui layak atau tidaknya perangkat pembelajaran berdasarkan model pembelajaran guided discovery, (2) Mengetahui respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran setelah diberi model pembelajaran berbantu jobsheet, (3) Mengetahui hasil belajar siswa setelah diberi model pembelajaran guided discovery berbantu jobsheet, (4) Mengetahui minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-eksperimental jenis One-Shot Case Study. Penelitian dilaksanakan di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung pada waktu semester genap tahun ajaran 2016/2017. Subyek penelitian menggunakan kelas X Teknik Konstruksi Kayu (TKK). Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran, angket respon, lembar tes hasil belajar, dan angket minat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelayakan perangkat pembelajaran sebesar 81,16% termasuk kategori sangat layak. (2) Respon siswa terhadap pembelajaran tersebut termasuk dalam kategori baik yaitu sebesar 79,42%. (3) Hasil belajar siswa ranah kognitif didapatkan rata-rata nilai sebesar 79,5 termasuk dalam kategori tuntas. Pada materi pengukuran sipat datar memanjang keliling 8 siswa tidak tuntas sedangkan pada materi pengukuran sipat datar memanjang pergi pulang 9 siswa tidak tuntas. Hasil belajar siswa ranah psikomotorik didapatkan rata-rata nilai sebesar 73,5. Seluruh siswa tidak tuntas. (4) Minat siswa terhadap mata pelajaran survey dan pemetaan sebesar 79,76% termasuk dalam kategori sangat setuju. Kata Kunci : Guided Discovery, Jobsheet, Respon Siswa, Hasil Belajar, Minat Siswa. Abstract Survey and mapping subjects consist of theoretical and practical materials. Learning activities are expected to be student-centered. One way that can be done is to apply the guided discovery learning model and the learning medium of the worksheet. Guided discovery is a teaching approach involving students to seek and experience directly, so they can find something (in this case the concept of matter) logically. Jobsheet is an activity sheet that contains instructional instructions, learning materials, work steps, tasks and assessment. The objectives of this research are: (1) To know whether or not the learning device is based on the guided discovery learning model, (2) to know the students response to the learning activity after they have been given the learning model assisted the jobsheet, (3) to know the learning result after given the guided discovery assisted jobsheet, (4) Knowing the students interest in the subject. The research design used was Pre-experimental type One-Shot Case Study. The research was implemented in SMKN 3 Boyolangu Tulungagung at the end of the academic year 2016/2017. The subjects of research use X Teknik Konstruksi Kayu (TKK) class. The instruments used learning device validation sheets, response questionnaires, test result sheets, and interest questionnaires. The results showed that: (1) The feasibility of learning tools amounted to 81.16% including very decent category. (2) Student response to the learning included in good category that is equal to 79,42%. (3) The students learning achievement of cognitive domain obtained by average value equal to 79,5 included in complete category. On the measurement material of flat plates stretching around 8 students is not complete while in the measurement material plates flat to go home 9 students is not complete. Psychomotor student learning result obtained average value equal to 73,5. All students are not complete. (4) Student interest on survey and mapping subjects of 79.76% are included in the category strongly agree. Keywords: Guided Discovery, Jobsheet, Student Response, Learning Outcomes, Student Interest.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN METODE EKSPOSITORI PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS GAYA DALAM PADA STRUKTUR BANGUNAN DI SMKN NISA INGGIL SUPRIYANTO; BAMBANG SABARIMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24402

Abstract

Abstrak Dalam mempelajari dan mengembangkan program keahlian Desain pemodelan dan informasi bangunan (DPIB) proses pembelajaran di SMK harus mencakup ketiga aspek pendidikan, yaitu: afekif, kognitif dan psikomotorik. Untuk mencapai ketiga hal tersebut, proses pembelajaran harus bersifat informatif dan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi. Dalam mata pelajaran mekanika teknik, siswa mengalami kesulitan untuk menentukan Ra, Rb, arah gaya lintang dan momen gaya. Siswa seringkali luput dalam menentukan nilai arah gaya sehingga akan mempengaruhi pada perhitungan setelahnya. Oleh karena itu, model dan metode pembelajaran yang baru diperlukan guna meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan jenis Pre-Experimental design menggunakan bentuk One-Shot Case Study. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran langsung dengan metode Ekspositori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan perangkat pembelajaran yang dibuat dan hasil belajar siswa dengan model dan metode yang diterapkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 3 Surabaya dikelas X DPIB 1 dan X DPIB 2 dimana masing-masing kelas terdiri atas 35 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan beberapa instrumen penelitian yang terdiri atas lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan lembar tes hasil belajar. Terdapat dua hasil yang diperoleh dari peelitian yang dilaksanakan, yakni (1) keterlaksanaan model dan metode pembelajaran menunjukkan persentase sebesar 76.39% yang berarti pembelajaran berjalan dengan baik; (2) nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas X DPIB 1 adalah 70.08 dan pada kelas X DPIB 2 sebesar 83. Analisis uji hipotesis pada taraf kesalahan (?) = 5% pada kelas X DPIB 1 menghasilkan > = 3.99 > 1,67 sedangkan pada kelas X-DPIB 2 menghasilkan > = 4.09 > 1,67. Artinya hasil belajar siswa setelah model pembelajaran langsung dengan metode ekspositori lebih baik daripada menggunakan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: model pembelajaran langsung, metode ekspositori, Mekanika Teknik Abstract In observing and developing learning process of Desain pemodelan dan informasi bangunan (DPIB) vocational program in SMK, there must be three educational aspects. These aspects are affection, cognition, and psychomotor development. To achieve these, the learning process has to be informative and also can facilitate the students understanding the knowledge given. In mechanical structure subject, the students experience difficulties in determining Ra, Rb,diametral force line. Students often make mistakes when calculating the value of force line. This will affect the calculation afterwards. Thus, a new learning model and method are needed to enhance the learning outcomes.This study is a descriptive study with quantitative approach and Pre-Experimental design, One-Shot Case Study. The method used in this study is direct instructional model with expository method. This study is aimed to find out the learning outcomes that can be achieved while using this model and method. Tis study was conducted in X DPIB 1 and X DPIB 2 class of SMKN 3 Surabaya, where each class consist of 35 students. The data was collected by using test method with some instruments, they are learning validation sheets, observation sheets, and learning outcomes sheets.There are two results gotten from this study, they are (1) the implementation of the learning model and method lay on 76,39% which means the learning process was good; (2) the mean test score of students in X PDIB 1 class was 70.08 while students of X PDIB 2 class was 83. The hypothesis test analysis with an error rate (?) of 5% on students of X PDIB 1 class delivers > = 3.99 > 1,67 whereas on X PDIB 2 delivers > = 4.09 > 1,67. This means civil-engineering subject using direct instruction model with expository method is better than using conventional learning model. Keyword: Direct teaching, Expoitory method, Engineering Mechanics
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DRILLS BERBASIS KOMPUTER PADA MATERI KONSTRUKSI ATAP DI SMK NEGERI 1 KEMLAGI MUSTOFAINAL AKHYAR; KRISNA DWI HANDAYANI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24617

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan belajar peserta didik di SMKN 1 Kemlagi kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru pada mata pelajaran Menggambar Konstruksi Bangunan. Selama ini pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah. Untuk memperbaiki hasil belajar maka diterapkan model pembelajaran Drills berbasis komputer. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hasil belajar, dan respon siswa terhadap model pembelajaran Drills berbasis komputer. Penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design, bentuk one shot case study, dilaksanakan di SMKN 1 Kemlagi semester genap tahun ajaran 2017/2018. Subyek penelitian menggunakan kelas XI TGB 1. Teknik analisis data berupa hasil belajar, dan respon siswa. Penelitian model pembelajaran Drills berbasis komputer didapatkan dua hasil. (1) Hasil belajar siswa yang berjumlah 29 siswa pertemuan pertama mendapatkan persentase 85,33, pertemuan kedua mendapat persentase 93,1% dengan nilai KKM yang diterapkan oleh sekolah sebesar 75, (2) Respon siswa mendapatkan persentase 81,77% termasuk dalam kategori sangat setuju atau mendapat respon positif. Kata Kunci: Drills berbasis komputer, Konstruksi Atap, Hasil Belajar, Respon Siswa. Abstract This research is based on the learning situation of learners in SMKN 1 Kemlagi not understand yet the material presented by the teacher on the subject of Drawing Building Construction. During this learning only use lecture method. To improve learning outcomes, a computer-based Drills learning model is applied. This study aims to find the learning outcomes, and student responses to computer-based Drills learning the model. The research used is pre-experimental design, one shot case study form, implemented in SMKN 1 Kemlagi even semester of academic year 2017/2018. The subjects of research using class XI TGB 1. Data analysis techniques in the form of learning outcomes, and student responses. The study of computer-based Drills learning model obtained four results. (1) result of student learning amounted to 29 student first meeting get percentage 85,33, second meeting got percentage 93,1% with value of KKM applied by the school of 75, (2) Student response get the percentage of 81.77% included in the category strongly agree or get a positive response. Keywords: Computer-based Drills, Roof Construction, Learning Outcomes, Student Response
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN COURSELAB PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN SISWA KELAS X TKBB DI SMKN 3 SURABAYA AINUR RIZKA; MACHFUD RIDWAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24618

Abstract

PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X GEOMATIKA SMKN 1 NGANJUK DALAM MEMAHAMI STANDAR KOMPETENSI TEKNIK PENGUKURAN POSISI VERTIKAL WAHYU AFELINA; DIDIEK PURWADI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24724

Abstract

VALIDASI HANDOUT PENGUKURAN POLIGON TERTUTUP MENGGUNAKAN ALAT TOTAL STATION DI JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TONI TRIYO SANTOSO; DIDIEK PURWADI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24833

Abstract

PEMBELAJARAN AKTIF BERBASIS SAINTIFIK MENGGUNAKAN PROGRAM SKETCHUP PADA MATERI MENGGAMBAR KONSTRUKSI ATAP SISWA DI SMK NEGERI 3 SURABAYA Imam Busrol Karim; SUPARJI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24897

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran aktif berbasis saintifik menggunakan sketchup adalah strategi pembelajaran yang menitik beratkan pada keterlibatan siswa secara aktif dengan bantuan media sketchup untuk menampilkan objek tiga dimensi. Pembelajaran ini juga dapat menciptakan suasana belajar yang efektif dan efisien agar terwujud tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar menggunakan pembelajaran aktif berbasis saintifik menggunakan program sketchup. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-shot case study. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 3 Surabaya, jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB) dan waktu penelitian dilakukan pada semester genap 2017/2018. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI TGB 2 dengan jumlah 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan menganalisa kelayakan perangkat, keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar, dan uji hipotesis dengan uji-t pihak kiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan perangkat pembelajaran memperoleh rata-rata rating sebesar 80%, termasuk dalam kategori layak. Keterlaksanaan pembelajaran aktif berbasis saintifik menggunakan program sketchup memperoleh prosentase keterlaksanaan sebesar 84%, termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siswa menunjukkan nilai rata-rata 82,5 dengan t hitung sebesar dan 8,26, nilai t tabel 1,7 dan derajat kebebasan sebesar 5%, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Kata kunci: Gambar Konstruksi Bangunan, Pembelajaran Aktif berbasis Saintifik, Sketchup. Hasil Belajar ABSTRACT Active Learning scientific-based using sketchup is a learning strategy that focuses on active student involvement with the help of sketchup media to display three-dimensional objects. This learning can also create an effective and efficient learning atmosphere in order to realize the predetermined learning objectives. This study aims to determine the feasibility of learning tools, learning implementation, and learning outcomes using scientific-based active learning using sketchup program. The research design used in this study was one-shot case study. The study was conducted in State Vocational High School 3 of Surabaya of Drawing Engineering Building (TGB) during the even semester in 2017/2018. The samples used are the students of XI class in TGB 2 as 30 students. The research instrument used consists of the validation sheet of learning tools, the observation sheet of learning process, and the test of result study. Data analysis technique used was descriptive analysis which analyzes the feasibility of the tools, learning process, learning outcomes, and hypothesis test using ttest of left side. The results of the study shows that the eligibility of learning tools acquires an average rating of 80%, and it includes in the category of decent. Active Learning scientific-based using sketchup acquires process percentage of 84%, and it includes in the excellent category. Student learning outcomes shows that an average value of 82,5 with t calculation of 8,26, and the table of t value is 1,7, and the freedom degrees of 5%. Therefore, H0 is accepted and Ha is rejected Keywords: Learning Medium of Roof Construction Mock-up, Implementation of Learning, Student Learning Outcomes
PENERAPAN MEDIA 3D SKETCHUP PADA MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK DI SMK NEGERI 1 BENDO MAGETAN RENDY KRISDIANTO; SUPARJI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24922

Abstract

Abstrak Salah satu aspek terpenting dalam keberhasilan proses belajar mengajar adalah media pembelajaran. Penggunaan media tidak lain adalah untuk mengurangi verbalisme agar siswa mudah memahami bahan pelajaran yang disajikan. Selain dengan perangkat 2D menggambar dengan perangkat lunak juga membutuhkan media visualisasi 3D yang dapat memperjelas pandangan akan obyek pekerjaan. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah media 3D SketchUp dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media 3D SketchUp, mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dan mengetahui hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental designs dengan desain penelitian yang digunakan one-shot case study. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Bendo Magetan. Kemudian untuk menganalisis data digunakan uji-t satu pihak kiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil analisis validasi kelayakan media pembelajaran yang digunakan mendapat prosentase sebesar 93,33% dan dinyatakan sangat layak untuk digunkana dalam pembelajaran, (2) hasil analisis data hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran didapatkan prosentase sebesar 81% dan dinyatakan terlakasana dengan sangat baik, (3) hasil analisis data uji-t, diperoleh thitung = 3,75, sedangkan ttabel = 1,684. Maka dalam ujin t tersebut nilai thitung > ttabel. Dengan demikian maka Ho diterima dan Ha ditolak. Kata kunci: Media 3D SketchUp, Model pembelajaran langsung, Menggambar dengan perangkat lunak Abstract One of the most important aspects of the learning process is learning media. The use of media is none other than to reduce verbalism so that students can easily distinguish the lesson materials presented. Also with 2D drawing tools with software and requires 3D visualization media that can clarify the view of the work object. Learning media used in this learning is SketchUp 3D media by using direct learning model. This study aims to determine the feasibility of 3D SketchUp media, know the implementation of learning and student learning outcomes. The research method is a pre-experimental design with a research design that is a one-shot case study. Subjects in this study were students of class XI TGB SMK Negeri 1 Bendo Magetan. Then to analyze the data one side left. The result of the research showed that (1) the validation feasibility study of learning media conducted on the amount of 93.33% and very feasible to use in the learning, (2) the result of the data analysis of the observation result of the learning activity percentage of 81% good, (3) result of t-test data analysis, obtained t-count = 4,07, while t-table = 1,684. So in the t-test the value t-count > t-table. Thus Ho accepted and Ha is rejected. Keywords: SketchUp 3D Media, Direct learning model, Drawing with software
STUDI KELAYAKAN SARANA PRASARANA LABORATORIUM DI JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMKN SE SURABAYA DITINJAU DARI PERMENDIKNAS NO. 40 TAHUN 2008 ANDRIANTO; HENDRA WAHYU CAHYAKA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24992

Abstract

Abstrak Sarana Prasarana merupakan elemen penting bagi terlaksananya pembelajaran di sekolah. Penelelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan dan kelayakan sarana prasarana serta untuk mengetahui klasifikisai sarana prasarana laboratorium yang ada di SMKN se Surabaya jurusan teknik gambar bangunan. Penelitian mengenai studi kelayakan sarana prasarana laboratorium ini merupakan penelitian dengan jenis penelitian evaluatif. Sampel dalam penelitian ini adalah laboratorium gambar manual, laboratorium gambar komputer, laboratorium plambing dan sanitasi, dan laboratorium survai pemetaan. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk mengetahui ketersediaan laboratorium yang ada di sekolah. Observasi digunakan mengetahui keaadan dilapangan secara langsung. Dokumentasi didapat dari pengamataan pada saat melakukan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif.Sakala pengukuran yang digunakan adalah rating scale. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa klasifikasi rata-rata untuk kelengkapan prasarana SMKN 2 Surabaya 73% baik, SMKN 3 Surabaya 79% baik, SMKN 5 Surabaya 92% sangat baik, SMKN 7 Surabaya 70% baik. Sarana utama, SMKN 2 Surabaya 58% cukup baik, SMKN 3 Surabaya 53% cukup baik, SMKN 5 Surabaya 59% cukup baik, SMKN 7 Surabaya 43% cukup baik. Sarana pendukung, SMKN 2 Surabaya 59% cukup baik, SMKN 3 Surabaya 51% cukup baik, SMKN 5 Surabaya 48% cukup baik, dan SMKN 7 Surabaya 30% buruk. Kata Kunci : Sarana, Prasarana, Kelengkapan, Kelayakan, Laboratorium, SMKN Se Surabaya, Teknik Gambar Bangunan. Abstract Infrastructure means an important element for the implementation of learning in school. This study aims to determine the completeness and feasibility of infrastructure facilities and to determine the classification of laboratory infrastructure facilities in Surabayas SMKN majoring in building engineering. Research on the feasibility study of laboratory infrastructure facilities is a research with evaluative research types. The samples in this study were manual drawing laboratories, computer image laboratories, plumbing and sanitation laboratories, and mapping survey laboratories. This research instrument is a research observation sheet. Data collection techniques use interview, observation and documentation techniques. Interviews were used to determine the availability of laboratories in schools. Observation used to know keaadan in the field directly. Documentation is obtained from observations when conducting research. The data analysis technique used is quantitative descriptive. When the measurement used is rating scale. The results of this study indicate that the average classification for the completeness of SMKN 2 Surabaya infrastructure 73% good, SMKN 3 Surabaya 79% good, SMKN 5 Surabaya 92% very good, SMKN 7 Surabaya 70% good. The main means, SMKN 2 Surabaya is 58% good enough, SMK 3 Surabaya is 53% good enough, SMK 5 Surabaya is 59% good enough, SMKN 7 Surabaya is 43% good enough. Supporting facilities, SMKN 2 Surabaya 59% is quite good, SMK 3 Surabaya 51% is quite good, SMK 5 Surabaya is 48% good enough, and SMKN 7 Surabaya is 30% bad. Keywords: facilities, infrastructure, completeness, feasibility, laboratory, all SMKN Surabaya, building drawing techniques.
ANALISIS PENGHAMBAT STUDI PRAKTIK INDUSTRI MAHASISWA PTB TAHUN 2016 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA YOGI AKSIMA PRADANA; INDIAH KUSTINI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.25028

Abstract

Abstrak Penyelesaian pelaksanaan Praktik Industri sampai dengan pelaporan selesai di Pendidikan Teknik Bangunan, Teknik Sipil membutuhkan waktu lebih dari satu semester atau lebih dari 120 hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil Analisis Penghambat Studi Praktik Industri Mahasiswa PTB Tahun 2016 Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2017/2018 di Universitas Negeri Surabaya. Subjek penelitian ini Mahasiswa PTB yang sudah menyelesaikan mata kuliah Praktik Industri pada tahun 2016. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Hasil analisis data yaitu (1) Pada tahap persiapan yang mencakup proses surat menyurat dengan perusahaan terkait membutuhkan 17 hari. Terdapat 12 mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih dari 17 hari. Hal yang menghambat pada tahap ini adalah yaitu mahasiswa membuat kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang berbeda satu sama lain sehingga sangat bergantung pada perusahaan terkait. (2) Pada tahap pelaksanaan yakni waktu rata-rata yang dibutuhkan mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Industri yaitu selama 66 hari. Terdapat 12 mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih dari 66 hari. Hal ini bergantung pada jadwal pelaksanaan PI dilapangan. (3) Pada tahap pelaporan yakni rata-rata waktu yang dibutuhkan mahasiswa untuk melakukan asistensi awal PI sampai dengan laporan PI siap diseminarkan yaitu 132 hari dengan rata-rata setiap asistensinya membutuhkan waktu 17 hari. Terdapat 12 mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih dari 17 hari. Hal yang menghambat yaitu mahasiswa kurang aktif dalam melakukan setiap asistensi. (4) Pada tahap revisi yakni rata-rata waktu seminar PI sampai dengan selesai revisi yaitu 43 hari. Terdapat 8 mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih dari 43 hari. Hal yang menghambat yaitu mahasiswa kurang aktif dalam melakukan revisi dengan dosen. Jumlah waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa yaitu 258 hari atau dapat dikatakan lebih dari satu semester. Kata kunci: Penghambat, Praktik Industri. Abstract Completion of the implementation of Industrial Practice up to completed reporting in Building Engineering Education, Civil Engineering takes more than a semester or more than 120 days The purpose of this study to determine the results of Industrial Engineering Practice Inhibition Analyst PTB Year 2016 Surabaya State University.This research uses quantitative descriptive research type. This research was conducted on even semester of academic year 2017/2018 at Universitas Negeri Surabaya. The subjects of this study are PTB students who have completed the Industrial Practice course in 2016 Methods of data collection using documentation. The results of data analysis are (1) In the preparation stage which includes the correspondence process with related companies takes 17 days. There are 12 students who need more than 17 days. The thing that hampers at this stage is that students make cooperation with companies that are different from each other so it is very dependent on related companies. (2) At the implementation stage is the average time required by students to implement the Industrial Practice that is for 66 days. There are 12 students who need more than 66 days. This depends on the schedule of the PI implementation in the field. (3) At the reporting stage ie the average time required by the students to perform the initial assistance of the PI until the PI report is ready to be disseminated ie 132 days with the average of each assistance takes 17 days. There are 12 students who need more than 17 days. The thing that prevents the students are less active in doing every assistance. (4) At the revision stage ie the average time of the PI seminar until the revised finish is 43 days. There are 8 students who need more than 43 days. It hampers the students are less active in doing revisions with lecturers. The amount of time required by students is 258 days or can be said more than one semester. Keywords: Inhibitors, Industrial Practices.