cover
Contact Name
ARISTO
Contact Email
arkaaristo46@gmail.com
Phone
+6281250476622
Journal Mail Official
arkaaristo46@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gotong Royong III, No. 02 RT 005 / RW 006 Kel. Mentaos Loktabat Utara, Kec. Banjarbaru Utara, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan 70714
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN
ISSN : -     EISSN : 3047115X     DOI : -
Core Subject :
SARITA BAHALAP : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Adalah merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Kristiani serta menerima artikel dari berbagai sub-disiplin ilmu Teologi dan Pendidikan Kristiani, terutama yang bercirikan dengan teologi Bethel dan tidak bertentangan dengan kebenaran Alkitab. Artikel yang dikirimkan haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut.Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. ISSN ONLINE : 3047-115X . Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam jurnal Sarita Bahalap adalah : Teologi Pendidikan Kristiani (PAK) Misiologi Biblika Dogmatika Historik
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
AGAMA DASAR FILSAFAT TEOLOGIS PLURALISME Purwanto
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 3 No. 3 (2025): April 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Philosophical basis also plays an important role in human understanding to think and provide arguments about what is in the situation where he is. However, people still philosophize and try to achieve success in sharpening their knowledge or to find out what they have been questioning in their life. But this cannot answer his criticism of the Bible or of the existence of God. Because, only God's Word is able to reach absolute understanding and truth in accepting God's existence by faith. Keywords : analitical, philosophy,theolgloy,pluralism Abstrak Dasar filosofis selalu menjadi hal yang penting dalam berpikir dan bahkan dalam berargumentasi. Meskipun banyak filsuf telah berhasil dalam ilmu pengetahuan, namun tidak dapat memberi jawab atas semua hal mengenai kehidupan. Tentu para filsuf tidak sanggup memahami keberadaan Tuhan, karena hanya Firman Tuhan yang dapat menjangkau kemutlakan pemahaman dan kebenaran itu hanya dapat diterima dengan iman. Kata kunci : analisis, filsafat,theology, pluralisme
PERSEMBAHAN JEMAAT Konsep Theologis dan Implementasi Praktis Fiska Natalia; Aristo
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 3 No. 3 (2025): April 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Memberi persembahan merupakan salah satu bentuk ungkapan syukur, tanda penebus salah, dan tanda keselamatan kepada Allah ungkapan syukur umat Kristen kepada Allah  atas segala berkat yang telah diberikan Tuhan sehingga ada pemberian persembahan. Sejak sekolah minggu mereka sudah di ajarkan untuk memberikan persembahan yaitu memberikan sebagian milik mereka yang berbentuk materi atau uang. Persembahan bukan saja tentang uang tetapi juga dengan pelayanan kita di gereja,membantu menolong sesama,mengasihi sebagai mana Tuhan mengasihi kita itu juga bentuk persembahan. Metode yang dipakai dalam penelitiaan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian lapangan dengan cara pengambilan data langsung ke lapangan, terlibat dengan masyarakat dan turut merasakan apa yang kita rasa kan itu harus kita injil kan sepaya banyak jiwa yang di selamatkan Bukan hanya orang Kristen saja tetapi semusa bangsa sehingga misi Yesus dapat mudah  mereka rasakan sekaligus mendapat gambaran yang harus kita tunjukan kasih Allah itu yang lera mati untuk semua umat manusia ini,sering kali Gereja – gereje hanya ingin mengembangkan umat nya saja kalau hanya umat Kristen saja yang di injilkan kasihan mereka yang beragama lain yang masih belum percaya,masih hidup dalm keterikatan kita sebagai jiwa jiwa yang di menangkan. Kata kunci:  Pemahaman Alkitab mengenai  Persembahan  Jemaat ,Doktrin Orang Beriman   Abstract Giving offerings is a form of expression of gratitude, a sign of atonement for wrongdoing, and a sign of salvation to God. Christians express gratitude to God for all the blessings that God has given, so there are offerings. Since Sunday school they have been taught to make offerings, namely giving some of their possessions in the form of material things or money. Offerings are not only about money but also our service in the church, helping others, loving as God loves us are also forms of offering. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. The qualitative research method is field research by collecting data directly in the field, engaging with the community and sharing what we feel, we must evangelize it so that many souls are saved, not just Christians but all nations so that Jesus' mission can be made easier for them. feel and get a picture that we have to show God's love which is irresistible to all mankind, often churches only want to develop their people if only Christians are evangelized, pity those of other religions who still don't believe, still living in our attachments as won souls. Key words : Biblical Understanding of Congregational Offerings, Doctrine of Believers
PENGAKUAN DOSA DALAM LITURGI KRISTEN Mikhael Chalvin Aldy Laoh; Mentari Ruthma Putri
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 3 No. 3 (2025): April 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dosa merupakan tindakan sadar yang tidak taat kepada perintah Tuhan dalam arti tertentu menolak kebaikan dan cinta ilahi. Dosa tidak bermula pada tindakan yang terang terangan tetapi dosa timbul dari hati dan pikiran manusia (Markus 7:21-23). Agama Kristen mengajarkan bahwa Adam dan Hawa sudah berdosa. Oleh kerena itu anak dan cucunya menjadi orang berdosa karena mereka menjdai keturuna orang berdosa. Tiap-tiap anak kandung  dan dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan dosa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh sikap dalam Pengakuan dosa. Kejatuhan manusia tidak disebabkan oleh Tuhan Allah, iblis, atau Adam dan Hawa, melainkan bersumber dari hati manusia yang dipenuhi keegoisan untuk menjadi manusia yang bebas tanpa ingin terikat dengan aturan Allah. Dalam perspektif Alkitab, pengakuan dosa melibatakan pengakuan secara lisan atau batin kepada Allah, serta penyesalan yang lulus. Inisitif Allah untuk menemui manusia pun turut dinyatakan di dalam liturgi karena liturgi dipandang sebagai sebuah undangan dari Allah untuk merayakan iman. Kata-kata kunci: Pengakuan Dosa, Liturgi Abstract             Sin is a conscious act of disobeying God's commands in a sense rejecting divine goodness and love. Sin does not originate from overt actions but sin arises from the human heart and mind (Mark 7:21-23). Christianity teaches that Adam and Eve sinned. Therefore, his children and grandchildren become sinners because they are the descendants of sinners. Every biological child is born to its mother in a state of sin. This research aims to explain the influence of attitude in confession. The fall of humans was not caused by God, the devil, or Adam and Eve, but rather came from the human heart which was filled with selfishness to become a free human being without wanting to be bound by God's rules. In a Biblical perspective, confession of sin involves verbal or mental confession to God, as well as passing regret. God's initiative to meet humans is also expressed in the liturgy because the liturgy is seen as an invitation from God to celebrate faith.   Key words: Confession of sin, Liturgi
GAY DAN LESBI HUKUMNYA DALAM AL-Quran Irmaliani
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 3 No. 3 (2025): April 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gay dan lesbian yang dibahas dalam makalah ini dikaji dari dua perspektif, yaitu pandangan hukum Islam terhadap penyimpangan seksual dalam bentuk gay dan lesbian, dan sanksi yang diberikan bagi gay dan lesbian. Dengan menggunakan pendekatan normatif, disimpulkan bahwa para ulama sepakat bahwa perbuatan homoseksual dan lesbian hukumnya haram. Akan tetapi, para ulama masih berbeda pendapat dalam menentukan hukuman bagi para pelakunya. Sebagian ulama berpendapat bahwa pelakunya harus dibunuh atau dirajam baik muhsan maupun ghairu muhsan. Sebagian ulama menetapkan hukuman ta’zir dengan alasan bahwa perbuatan tersebut hanya salah satu bentuk kemaksiatan. Yaitu tidak ditentukan bentuknya dan hanya sekedar suka pada tempat hukuman yang tidak dikehendaki oleh naluri yang wajar. Oleh karena itu, para pelaku tidak mendapatkan hukuman yang setimpal. Kata kunci: LGBT, homoseksualitas, al-sahaq, heteroseksual, biseksual Abstract: Gay and lesbian issued in this paper analyzed from two perspectives, namely the views of Islamic law against sexual perversion in the form of gay and lesbian, and the sanctions given for gay and lesbian. By using a normative approach, it was concluded that the scholars agreed that homosexual and lesbian acts are haram/ prohibited. However, scholars are still different opinions in determining punishment for the perpetrators. Some scholars argue that the perpetrators should be killed or stoned both muhsan and ghairu muhsan. Some scholars assign ta’zir penalty on the grounds that this action is only one form of immorality. That is not specified shape and just love on the penalty spot unwanted by normal instincts. Because of that, perpetrators don’t not gain had punishment.   Key words LGBT, homosexuality, al-sahaq, heterosexual, bisexual
KOMPETENSI SOSIAL GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI SD BOPKRI 3 BONDO Sri Handayani
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 3 No. 3 (2025): April 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Kristen dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di SD BOPKRI 3 Bondo, Jepara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter anak. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode survei terhadap 30 orang tua dari 7 siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan sekolah serta 1 guru Pendidikan Agama Kristen. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner skala Likert untuk mengukur persepsi terhadap kompetensi sosial guru dan tingkat keterlibatan orang tua dalam pembelajaran. Analisis data menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kompetensi sosial guru dan keterlibatan orang tua, dengan koefisien korelasi r = 0.68 dan signifikansi p < 0.01. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi sosial guru, semakin tinggi pula keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Temuan ini memperkuat pentingnya pengembangan kemampuan interpersonal guru, seperti komunikasi, empati, dan kolaborasi, untuk membangun kemitraan yang efektif dengan orang tua. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan kompetensi sosial bagi guru PAK sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan orang tua secara aktif dalam mendukung proses pendidikan dan karakter anak. Kata-kata kunci: Kompetensi Sosial, Guru PAK, Keterlibatan Orang Tua, Pendidikan Anak, SD BOPKRI 3 Bondo                  This study aims to analyze the relationship between the social competence of Christian Religious Education (CRE) teachers and parental involvement in children's education at SD BOPKRI 3 Bondo, Jepara. The background of this research is rooted in the importance of synergy between teachers and parents in supporting educational success, particularly in character formation. A quantitative approach was employed using a survey method involving 30 parents of 7 students actively engaged in school activities, as well as 1 Christian Religious Education teachers. The instruments used were Likert-scale questionnaires designed to measure perceptions of teachers’ social competence and the level of parental involvement in learning. Data analysis revealed a significant positive correlation between teachers’ social competence and parental involvement, with a correlation coefficient of r = 0.68 and a significance level of p < 0.01. These results indicate that the higher the teacher’s social competence, the greater the parental involvement in their children’s education. The findings emphasize the importance of developing teachers’ interpersonal skills—such as communication, empathy, and collaboration—in order to build effective partnerships with parents. This study recommends the implementation of social competence training for CRE teachers as a strategic effort to enhance active parental involvement in supporting children's educational and character development.  Key words: Social Competence, Christian Religious Education Teachers, Parental Involvement, Children's Education, SD BOPKRI 3 Bondo
PENEBUSAN KRISTUS DALAM TULISAN PAULUS DAN EVALUASI TERHADAP PENEBUSAN DALAM PLURALITAS AGAMA DI ASIA Herry Purwantoro; Fonny Elvira Ester Laoh
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Theology is taught by God, teaches about God, and must lead humanity back to God. Every effort to understand and formulate theology must be studied and tested within the framework outlined above. The Bible is God's revelation given to humanity through a written process inspired by the Holy Spirit. The Bible was given primarily so that humanity might believe that Jesus is the Messiah, the Son of God, and that through faith, humanity might have life in His name (John 20:31). Hermeneutics, as an interpretive system for understanding the Bible, will determine the resulting understanding. The presupposition that the Bible is the revealed word of God will produce a different understanding than the presupposition that the Bible is ancient literature that must be understood through a critical sociological-anthropological approach. To study and initiate Redemption within religious pluralism in Asia, researchers base their research on a hermeneutical system that believes the Gospel (Bible) is inspired by the Holy Spirit. Because only the Holy Spirit enabled the disciples to understand Jesus of Nazareth in a proportional way. It was also the Holy Spirit who guided the writing of the Gospels and who opened the hearts of believers today to understanding. Therefore, through the Holy Spirit, the knowledge of Jesus of Nazareth by the Gospel writers and by Christians today is the same. There is no need for a separation between the Jesus of history and the Jesus of faith, because knowing the Jesus of history is identical to knowing the Jesus of faith. The evaluation results indicate that the atonement within Asia's religious plurality is based on a theological hermeneutical system that rejects the inspiration of the Holy Spirit in the writing of the Bible and employs a sociological-anthropological approach to its interpretation. Nevertheless, this approach represents a careful contextualization effort that should be viewed positively, even though it involves a dismantling of fundamental Christian doctrines. Keywords: Atonement, Evaluation. ABSTRAK             Teologi adalah diajar oleh Allah, mengajar tentang Allah, dan harus membawa manusia kembali kepada Allah. Setiap upaya memahami dan merumuskan teologi, harus dikaji dan diuji dengan  frame-work di atas. Alkitab adalah penyataan Allah yang diberikan kepada manusia melalui proses penulisan dalam inspirasi Roh Kudus. Alkitab diberikan terutama supaya melaluinya manusia percaya bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah, dan supaya oleh imannya, manusia memperoleh hidup dalam nama-Nya (Yohanes 20:31). Hermeneutika sebagai sistem penafsiran untuk memahami Alkitab, dalam penggunaannya akan menentukan bentuk pemahaman yang dihasilkan. Presuposisi bahwa Alkitab adalah firman Allah yang diwahyukan, akan menghasilkan pemahaman yang berbeda dengan presuposisi bahwa Alkitab adalah sastra kuno yang perlu dipahami melalui pendekatan kritis sosiologis-anthropologis.             Untuk mengaji dan mengevaluasi Penebusan dalam pluralitas agama di Asia, peneliti mendasarkannya pada sistem hermeneutika yang meyakini bahwa Injil (Alkitab) diinspirasi Roh Kudus. Karena hanya Roh Kuduslah yang menjadikan para murid dapat memahami secara proporsional, Yesus dari Nazareth. Roh Kudus pula yang membimbing dalam proses penulisan Injil, dan yang membuka hati orang percaya pada masa kini untuk mengerti. Oleh karena itu, melalui Roh Kudus, pengenalan akan Yesus dari Nazareth oleh para penulis Injil dan orang Kristen masa kini adalah sama. Tidak perlu ada pemisahan antara Yesus sejarah dan Yesus iman, karena pengenalan akan Yesus sejarah identik dengan pengenalan akan Yesus iman.             Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penebusan dalam pluralitas agama di Asia didasarkan pada sistem hermeneutika teologi yang menolak inspirasi Roh Kudus dalam proses penulisan Alkitab, dan menggunakan pendekatan sosiologis-anthropologis dalam penafsirannya. Kendati demikian, pendekatan yang dilakukan merupakan upaya kontekstualisasi yang cermat, yang perlu disikapi secara positif, kendati dilakukan dengan meleburkan doktrin dasar Kekristenan. Kata kunci: Penebusan, Evaluasi.
Dampak Perceraian Terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi Keluarga Kristen Setiawati; Like Pris Dian Cahyaningtyas
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perceraian merupakan fenomena sosial yang semakin meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji dampak perceraian terhadap kehidupan sosial dan ekonomi keluarga, khususnya bagi anak-anak dan mantan pasangan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, jurnal ini menganalisis bagaimana perceraian dapat menyebabkan perubahan status sosial, tekanan psikologis, serta penurunan stabilitas ekonomi dalam rumah tangga pasca perceraian. Hasil kajian menunjukkan bahwa perceraian tidak hanya berdampak pada aspek emosional, tetapi juga mengubah struktur dan daya tahan ekonomi keluarga secara signifikan. Kata Kunci: Perceraian, Sosial, Ekonomi, Keluarga kristen, Anak, ABSTRACT Divorce is a social phenomenon that is increasing in various countries, including Indonesia. This journal aims to examine the impact of divorce on the social and economic life of families, especially for children and ex-spouses. Using a descriptive qualitative approach, this journal analyzes how divorce can cause changes in social status, psychological stress, and decreased economic stability in post-divorce households. The results of the study show that divorce not only has an impact on the emotional aspect, but also significantly changes the structure and economic resilience of the family. Keywords: Divorce, Social Life, Economy, Family, Children
KRITIK NABI AMOS TERHADAP KETIDAKADILAN SOSIAL KEAGAMAAN PERIBADATAN : RELEVANSINYA BAGI KEKRISTENAN MASA KINI Rosita Hartati
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kritik nabi Amos terhadap ketidakadilan sosial yang terjadi pada abad ke-8 sM, termasuk di antaranya adalah kejahatan di lembaga keagamaan, memberikan informasi penting dalam era perjuangan menegakkan keadilan di masa kini. bahwa ketidakadilan sosial keagamaan, peribadatan yang terjadi pada bangsa Israel Utara juga terjadi pada kehidupan masa kini di rumah Ibadah yang dilakukan oleh pelayan keimaman, dan umat. Metode Penelitian dalam makalah ini, Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif . Peneliti menjadi instrument penelitian sekaligus menjadi pengumpul data. Sumber data yang digunakan adalah Peneliti sebagai instrument penelitian, berfungsi untuk menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisa  data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan dari apa yang ditemukan di lapangan. Peneliti melakukan kajian literatur. Melalui studi literatur, peneliti melacak referensi literatur, makalah, maupun jurnal ilmiah yang relevan dengan kajian. Nabi Amos menghendaki terjadinya keadilan sosial keagamaan, peribadatan di dalam Bait Allah, baik umat maupun para pelayan keimaman mengupayakan keadilan sosial. Kegagalan umat dan para imam dalam mengupayakan keadilan sosial dapat dilihat dalam bentuk: Akar kejahatan, umat menolak hukum Tuhan, Ketidakadilan Sosial Keagamaan,  Ibadah Israel, Ibadah jahat. Hasil dari kajian kitab Amos membangun pemikiran dan pemahaman untuk menegakkan keadilan sosial keagamaan, peribadatan di Bait Allah. Sehingga Bait Allah dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan tujuan dan panggilan gereja masa kini.
Filsafat Pendidikan Agama Kristen Membetuk Pola Pikir Yang Benar Pada Peserta Didik Aristo
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Pendidikan Agama Kristen membentuk pola pikir yang benar pada peserta didik dengan dasar Alkitab Roma 12:2 menekankan pembaharuan akal budi sehingga tujuan akhirnya adalah dapat membedakan manakah Kehendak Allah yang di bagi menjadi tiga bagian. Pertama, apa yang baik. Kedua, yang berkenan kepada Allah. Ketiga, yang sempurna. Untuk bisa mengubah pola pikir diperlukan logika yang logis sehingga Filsafatlah salah satu cara yang paling tepat untuk dapat memberikan padangan yang logis bagi peserta didik.   Tujuan Penelitian ini adalah bahwa untuk membentuk pola pikir peserta didik harus dimulai dari pembaharuan akal budi, karena setiap manusia pasti sudah dibekali dengan pemahaman-pemahaman yang natural bawaan yang mereka dapatkan dari keluarga, lingkungan masyarakat. Sehingga untuk bisa membaharui akal budi perlu dibantu oleh Filsafat Pendidikan Agama Kristen sehingga dapat membetuk pola pikir yang benar pada peserta didik.
PERJANJIAN BARU MENJAWAB: TANTANGAN GEREJA MASA KINI TERHADAP SPIRITUALITAS INSTAN DAN KONSUMTIF Imanuel Umbu Zawila Deke
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 5 No. 5 (2026): April 2026
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di era postmodern yang semakin maju membuat gereja mengalami tantangan spiritualitas instan dan konsumtif. Tujuan dari penelitian ini memberikan gambaran yang jelas melalui jawaban Perjanjian Baru untuk gereja tidak terjebak dalam keadaan spiritualitas instan dan konsumtif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur kepustakan (library research) yang berkaitan dengan tinjuan terhadap Perjanjian Baru menjawab tantangan gereja menghadapi spiritualitas instan dan konsumtif. Dari berbagai sumber buku, artikel, website, yang relevan sebagai bahan untuk menyajikan data. Sumber-sumber tersebut di peroleh melalui google book, goole scholar, dan kepustakaan fisik. Dan sumber utama sebagai bahan atau dasar tinjaun teologis adalah sumber Alkitab. Hasil penelitian penunjukkan bahwa gereja harus menolak kebiasaan spiritualitas instan dan perilaku konsumtif dengan berpusat kepada Tuhan Yesus Kristus, berakar dalam Yesus Kristus, dan berbuah di dalam Yesus Kristus, sehingga melahirkan spiritualitas yang sejati dan tidak adanya perilaku konsumtif. Gereja harus kembali fokus pada panggilan untuk memberikan pengajaran yang absolut agar jemaat mengalami spiritualitas yang sejati dan menolak tegas tindakan konsumtif. Dengan melihat Yesus sebagai gambaran yang memberikan teladan bagi gereja maupun orang percaya masa kini.

Page 2 of 3 | Total Record : 23