cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MELALUI METODE PEER TUTORING PADA SISWA KELAS V SDN 1 PANDOWAN, KULON PROGO Siti Sugiarti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.058 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10789

Abstract

Keterampilan dalam menyelesaikan soal cerita Matematika siswa kelas V yang rendah mengakibatkan rendahnya keberhasilan belajar siswa. Kondisi ini dikarenakan masih ditemui pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru kurang mempercayakan kepada siswanya yang pandai untuk membelajarkan kepada temannya yang kurang mampu. Akibatnya siswa kurang terampil dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Penelitian tindakan ini menggunakan metode peer tutoring dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya. Guru bertindak sebagai narasumber utama. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Pandowan, Brosot, Galur, Kulon Progo. Siswa kelas V sebanyak 24 siswa terdiri 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan dalam menyelesaikan soal cerita Matematika siswa kelas V meningkat dengan menggunakan metode peer tutoring. Dari data yang diperoleh pada siklus I, 5 siswa (20,83%) mendapat kriteria baik sekali, 7 siswa (29,17%) mendapat kriteria baik, 10 siswa (41,67%) mendapat kriteria cukup, dan 2 siswa (8,33%) mendapat kriteria perlu bimbingan. Pada siklus II terdapat peningkatan keterampilan dalam menyelesaikan soal cerita Matematika yaitu 9 siswa (37,50%) mendapat kriteria baik, dan 15 siswa (62,50%) mendapat kriteria baik sekali. Hasil belajar siswa dapat meningkat dengan menggunakan metode peer tutoring. Pada siklus I hasil rata-rata test akhir diperoleh nilai rata-rata 68,75. Pada siklus II tes akhir diperoleh nilai rata-rata 96,75
MENUMBUHKAN BUDAYA MENULIS MELALUI JURNAL DENGAN PENDEKATAN PETA PIKIRAN BAGI SISWA SD Henni Sofie Astuti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.854 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13042

Abstract

Sekolah diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia dengan kualitas tinggi yang memiliki kemampuan bekerja sama, berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif), terampil, memahami berbagai budaya, kemampuan komunikasi yang tinggi, dan mampu belajar sepanjang hayat. Berpikir tingkat tinggi, khususnya berpikir kreatif (creative thinking) merupakan kecakapan yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Namun kecakapan berpikir ini belum pernah dipelajari khususnya bagi siswa di sekolah. Salah satu strategi untuk melatih kecakapan berpikir kreatifsiswa di sekolah adalah dengan membuat peta pikiran (mind map) terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Dengan membuat peta pikiran siswa dilatih untuk berimajinasi, berkreasi, mengorgasisasikan materi pelajaran, dan memicu ide-ide orisinil atau baru yang berbeda dari yang telah ada. Dari peta pikiran tersebut, siswa dapat mengembangkan tema yang sudah ada menjadi sebuah tulisan. Menulis yang dianggap oleh sebagian siswa hal yang sulit akan menjadi mudah dengan jurnal. Jurnal yang ditulis ada enam macam yaitu jurnal pribadi, jurnal dialog, jurnal catatan, reading logs, learning logs, dan simulated journal. Dengan penggunaan peta pikiran dalam menulis jurnal, budaya menulis pada siswa sekolah dasar diharapkan meningkat
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation dan Number Head Together tergadap Penguasaan Konsep Geografi pada Siswa Kelas VII SMP N 1 Pandak Bantul Tri Heriyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 15, No 01: Mei 2011
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8472.532 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v15i01.5042

Abstract

-
PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN INDUSTRI PERHOTELAN KELAS X SMKN 4 YOGYAKARTA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) Agus Tita Wijayanti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.649 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20067

Abstract

Kondisi awal dalam pembelajaran Industri Perhotelan, motivasi siswa rendah. Hal ini terbukti dari hasil observasi yang menunjukan lebih dari 25 siswa yang ramai sendiri, sibuk dengan dengan aktivitas main bolpoint, melamun sendiri, dan kurangya antusias atau motivasi siswa di kelas ketika proses pembelajaran berlangsung. Rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru sangat kurang. Untuk itu, peneliti menerapkan model pembelajaran contextual teaching learning. Subjek penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X Usaha Perjalanan Wisata SMK Negeri 4 Yogyakarta. Waktu penelitiannya selama 6 bulan,dimulai dari Januari sampai dengan Juni 2016. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus dengan meliputi: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan pembelajaran dengan menggunakan contextual teaching learning, 3) pengamatan/observasi dengan mengumpulkan data hasil motivasi belajar siswa dan angket, dan 4) evaluasi hasil tindakan dilanjutkan dengan refleksi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas X Usaha Perjalanan Wisata 1 SMK Negeri 4 Yogyakarta padaSiklus I mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil angket yang diberikan ke siswa 76,38 dengan konversi baik. Hasil motivasi belajar siswa kelas X Usaha Perjalanan Wisata 1 SMK Negeri 4 Yogyakarta pada Siklus II juga mengalami peningkatan. Hasil Siklus II yakni 77,22 dengan konversi baik. Hal ini menadakan bahwa ada peningkatan motivasi dari antara siklus I dan siklus 2 sekitar 0,84.
Kultur Jaringan Slamet Suyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 4, No 01: Februari 2000
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.714 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v4i01.5310

Abstract

-
RANCANGAN PEMBEJARAN MEMBACA PERMULAAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR Siswanti Ribudini
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 6, No 01: Februari 2002
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5077.401 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v6i01.5419

Abstract

Membaca adalah kegiatan yang dapat dilakukan dalam pembelajaran. Ini salah satu kegiatan yang diarahkan dalam rangka mewujudkan manusia Indonesia yang berpikiran cerdas. Dalam kurikulum 1994 Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD mencakup empat kemampuan berbahasa yaitu: menyimak,membaca,berbicara dan menulis, yang tekanannya di kelas I adalah baca dan tulis. PembelajaranBahasa Indonesia khususnya kelas I terdapat pembelajaran membaca kata-kata sederhana dengan menggunakan huruf yang sudah dikenal, kemudian menjadi kata baru yang bermakna. Dalam pembelajaran membaca permulaan sebaiknya menggunakan berbagai macam metode. Dengan penggabungan beberapa metode memungkinkan siswa lebih efektif dan cepat lancar membaca, termasuk di dalamnya sarana BABA. Melalui sarana BABA disusunlah rancangan pembelajaran membaca permulaan dengan lebih memperhatikan aktivitas dan kreativitas siswa
Pendidikan Indonesia dalam Perspektif Kritis Sugito Sugito
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 11, No 01: Mei 2007
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2851.436 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v11i01.5450

Abstract

Pendidikan  bukanlah sekedar mencetak manusia mekanik yang tidak memanusiakan manusia. Pendidikan berusaha untuk tidak sekedar transfer ilmu pengetahuan, namun juga membangun kesadaran, mengapa mereka membutuhkan pendidikan. Realita di Indonesia saat ini, model pendidikan bertumpu pada ideologi kapitalisme yang cenderung elitis, dan tidak mampu menyadarkan potensi dan keinginan tahu peserta didik terhadap lingkungannya
Meningkatkan Profesionalisme Guru dengan PTK Suyanto Suyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 10, No 01: Februari 2006
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4553.201 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v10i01.5498

Abstract

Kompetensi guru mencakup kepribadian, pedagogik, profesi dan sosial. Salah satu upaya meningkatkan kompetensi profesi guru dengan melalui PTK. PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran dilakukan. Memecahkan permasalahan pembelajaran adalah suatu profesionalismen guru
PENGEMBANGAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA DINI MELALUI AKTIVITAS BERMAIN Aris Priyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2014: COPE, No.2, Tahun XVIII, November 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.968 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i2.2913

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu potensi anak yang harus dikembangkansejak dini. Setiap anak memiliki bakat kreatif, bila ditinjau dari segi pendidikan,bakat kreatif dapat dikembangkan, oleh karena itu perlu dipupuk sejak usia dini.Melalui aktivitas bermain yang sistematis dan disesuaikan dengan kelompok usiapertumbuhan dan perkembangan maka potensi kreativitas anak akan berkembangsecara optimal. Bermain sangat penting bagi anak. Penting bagi pertumbuhan danperkembangannya. Herbert Spencer (Catron Allen, 1999) menyatakan bahwaanak bermain karena mereka punya energi berlebih. Anak bermain karena merekaberinteraksi guna belajar mengkreasikan pengetahuan. Jadi bermain sangat besarsumbangannya terhadap daya kreativitas anak usia dini.Kata kunci: Anak usia dini, kreativitas, aktivitas bermain
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF QSH (QUESTION STUDENT HAVE) PADA MAPEL SOSIOLOGI TENTANG MASYARAKAT MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR Lilik Suharmaji
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 01: Mei 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13174.308 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v19i01.5626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar sosiologi tentang masyarakat multikultural melalui PembelajaranAktif QSH (Question Student Have) tahun ajaran 2012-2013. Penelitian ini muncul karena siswa SMA negeri 8 kelas XI MIA 7 dalam mempelajari sosiologi kurang aktif dan kurang termotivasi. Kurangnya aktif dan motivasi peserta didik berimbas pada pasifnya siswa mengikuti pelajaran sosiologi dan hasil belajarnya belajar sosiologi yang belum memuaskan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan alur dua siklus masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan dengan menerapkan tahap (1) merumuskan masalah dan merencanakan tindakan, (2) melaksanakan tindakan dan pengamatan monitoring (3) refieksi hasil pengamatan, (4) perubahan revisi perencanaan untuk pengembangan selanjutnya. Cara pengambilan data menggunakan angket dan observasi serta sumber datanya dari kolaborator dan siswa. Analisa data menggunakan deskriptif untuk menjabarkan hasil observasi dan menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisa motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil angket dan penilaian dapat diketahui proses pembelajaran pada siklus I sebesar 80% atau dengan kategori pembelajaran yang berkualitas, pada siklus II sebesar 90,76% atau kategori sangat berkualitas. Artinya, ada perbaikan proses pembelajaran secara bermakna pada bagian kegiatan pembelajaran saat guru melakukan penelitian tindakan kelas. Ketuntasan hasil belajar dari prapenelitian sebesar 0%, Siklus I sebesar 100% dengan rata-rata nilai 86,16 dan siklus II sebesar 100% dengan rata-rata nilai 87,88. Artinya terjadi perbaikan hasil belajar yang sangat signifikan. Perbaikan motivasi belajar dari siklus I sebesar 80,8 % atau kategori baik, siklus II sebesar 79,40% atau kategori baik, dan siklus III sebesar 83,5 % atau Sangat Baik. Artinya motivasinya semakin meningkat saat guru menerapkan pembelajaran aktif model QSH (Question Student Have).