cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Upaya Menumbuhkan Kemandiran Guru dalam Profesinya Kasiyanto Kasiyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 5, No 02: Desember 2001
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4315.964 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v5i02.5362

Abstract

Guru mempunyai oeranan penting dalam mendidik siswa, artinya bahwa keberhasilan siswa sedikit banyak tergantung kepada guru. oleh karena itu, sangat diperlukan guru yang profesional. untuk itu guru (1) harus mempunyai kemampuan akademik yang memadai dan keterampilan kependidikan yang cukup; (2) diberi peluang untuk melaksanakan ide-idenya demi memajukan pendidikan anak didiknya; (3) diperhatikan kesejahteraannya.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERAITF MODEL TEAM ASSISTED INDIWDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Tri Raharjo
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 13, No 01: Februari 2009
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7502.441 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v13i01.5444

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam menggunakan konsep himpunan dan diagram venn untuk pemecahan masalah dan  pengaruh motivasi belajar siswa, setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model team assisted individualization. Penelitian ini menggunakan penelitian AR. DAta yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan proses pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Metode team assisted individualization berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V Seridin Seridin
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 12, No 01: Februari 2008
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7405.245 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v12i01.5492

Abstract

Rendahnya motivasi belajar matematika siswa SD disebabkan guru dalam mengajar, menganggap siswa sebagai objek belajar bukan subjek belajar. Rendahnya motivasi siswa terhadap pelajaran matematika mengakibatkan rendahnya prestasi pelajaran matematika. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pembelajaran berpusat pada siswa, guru sebagai fasilitator. Alternatif yang dapat digunakan dengan metode belajar kelompok.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA Titik Krisnawati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2014: COPE, No.2, Tahun XVIII, November 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.429 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i2.2906

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan multimedia pembelajaranyang layak untuk mata pelajaran biologi, (2) mengetahui efektivitas dan daya tarikmultimedia pembelajaran yang dikembangkan untuk mata pelajaran biologi.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (RD) dilakukandengan tiga tahapan, yaitu perencanaan, desain, dan pengembangan. Prosesperencanaan dilakukan dengan mendefiisikan ruang lingkup yang diambil darisilabus dan RPP mata pelajaran biologi, mengidentifiasi karakteristik siswa,membuat dokumen perencanaan, mengumpulkan sumber, dan melakukanbrainstorming. Proses desain dengan cara menganalisis konsep materi, membuatflwcharts dan storyboards. Proses pengembangan dilakukan dengan menyiapkanteks, menggabungkan bagian-bagian dan memadukan berbagai bahan, membuatprogram, melakukan uji alpha, uji beta, revisi akhir, dan melakukan evaluasi sumatifdengan ujicoba produk multimedia pada pembelajaran dikelas. Subjek penelitianadalah siswa kelas XI IPA di SMA N 1 Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Respondendalam penelitian ini sebanyak 42 orang, yang terdiri dari 3 orang validator, 6 siswauntuk uji beta dan 33 siswa untuk validasi uji coba lapangan. Aspek yang dinilaimeliputi aspek media, aspek materi dan aspek pembelajaran. Data hasil penilaiantersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Produk multimedia pembelajaran untuk matapelajaran biologi di SMA. (2) Produk yang dihasilkan layak dimanfaatkan berdasarkan:(a) validasi ahli media skor rata-rata 4,61 atau sangat baik (b) validasi ahli materiskor rata-rata 4,70 atau sangat baik, (c) berdasarkan uji beta skor rata-rata 4,04atau baik. (3) Produk multimedia pembelajaran biologi yang dikembangkan efektifuntuk pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA berdasarkanuji coba pembelajaran di kelas dengan persentase kenaikan dari pre-test ke post-testsebesar 40,27%.Kata kunci: pengembangan, multimedia, pembelajaran biologi
AKTUALISASI DAN APRESIASI NILAI-NILAI SERAT WEDATAMA DALAM PENANAMAN KARAKTER BUDI PEKERTI PADA SISWA SMP Hidratmoko Andritamtomo
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 15, No 02: November 2011
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v15i02.5509

Abstract

Apresiasi nilai-nilai Serat Wedatama karya KGPAA Mangkunegoro Ke-IV bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan karakter budi pekerti yang selanjutnya diaaktualisasikan oleh guru pada siswa di bangku SMP Nilai-nilai pendidikan karalcter budi pekerti dalam Serat Wedatama yang berwujud tembang macapat digali dengan diterjemahkan secara bebas agar mudah dipahami oleh pembaca yang selanjutnya diambil bait-bait yang mengandung pendidikan karakter budi pekerti. Aktualisasi nilai-nilai Serat Wedatama yang mengandungbudipekertidapat ditanamkan pada siswa di lingkungan sekolah dengan cara dibiasakan, diterapkan dan dipaksakan atau diwajibakan pada siswa. Perangurusebagai pembimbing dan pengawas keberhasilan penenaman karakter budi pekerti tersebut. Bagi siswa yang melanggar mendapat teguran dan jika berhasil menanamkan nilai-nilai tersebut guru akan memberikan sanjungan pada siswa
PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA SD MELALUI BERMAIN PERAN Henny Sri Rantauwati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2014: COPE, No.1, Tahun XVIII, Mei 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.365 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i1.2934

Abstract

Pendidikan karakter perlu dikembangkan kepada peserta didik. Suatu bangsaakan baik jika karakter generasi mudanya baik. Pendidikan nasional berfungsimengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsayang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.Kemampuan yang harus dikembangkan pada peserta didik melalui persekolahanadalah berbagai kemampuan yang akan menjadikan manusia sebagai makhlukberketuhanan dan mengemban amanah sebagai pemimpin dunia. Kemampuan yangperlu dikembangkan pada peserta didik Indonesia adalah kemampuan mengabdikepada Tuhan yang menciptakannya,kemampuan untuk menjadikan dirinya sendiri,kemampuan untuk hidup harmoni dengan manusia dan makhluk hidup lainnya,dan kemampuan untuk menjadikan dunia ini sebagai wahana kemakmuran dankesejahteraan bersama.Masa kanak-kanak akhir atau masa anak usia sekolah SD mulai menunjukkanperkembangan moral yang ditandai dengan kemampuan anak untuk memahamiaturan, norma dan etika yang berlaku di masyarakat. Peranan guru sangat pentingdalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah yaitu dengan mengenalkankepada peserta didik nilai-nilai agama dan memberikan pengarahan terhadap anaktentang hal-hal yang terpuji dan tercela. Bermain secara kelompok memberikanpeluang dan pelajaran kepada anak untuk berinteraksi, bertenggang rasa dengansesama teman. Untuk itu sebagai usaha menanamkan dan mengembangkan karakterpeserta didik di sekolah dapat dikembangkan melalui metode pembelajaran bermainperan.Kata Kunci : pendidikan karakter, bermain kelompok, bermain peran
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KEWIRASWASTAAN DAN DUKUNGAN ORANGTUA DENGAN MINAT BERWIRASWASTA 2 PADA SISWA SMK NEGERI 2 WONOSARI Siti Mubassaroh; Triana Noor Edwina Dewayani
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 1: Mei 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.972 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i1.19202

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hubungan antara pengetahuan tentang kewiraswastaan dengan minat berwiraswasta pada siswa SMK Negeri 2 Wonosari, (2) hubungan antara dukungan orangtua dengan minat berwiraswasta pada siswa SMK Negeri 2 Wonosari, dan (3) hubungan secara bersama-sama antara pengetahuan tentang kewiraswastaan dan dukungan orangtua dengan minat berwiraswasta pada siswa SMK Negeri 2 Wonosari. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMK Negeri 2 Wonosari. Sampel penelitian ditentukan dengan metode cluster sampling dan banyaknya jumlah sampel yang diteliti adalah 128 siswa. Dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan terdiri atas tes pengetahuan tentang berwiraswasta, skala dukungan orang tua, dan skalaminat berwiraswasta. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada hubungan positif antara pengetahuan tentang kewiraswastaan dengan minat berwiraswasta pada siswa SMK Negeri 2 Wonosari, (2) ada hubungan positif antara dukungan orangtua dengan minat berwiraswasta pada siswa SMK Negeri 2 Wonosari, dan (3) ada hubungan antara pengetahuan tentang kewiraswastaan dan dukungan orang tua secara bersama-sama dengan minat berwiraswasta pada siswa SMK Negeri 2 Wonosari.
PEMANFAATAN FILM AN INCONVENIENT TRUTHDALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMK Agus Manaji
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2013: COPE, No. 02, Tahun XVII, Nopember 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.264 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i0.3004

Abstract

Pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) di sekolah menengah kejuruanmenghadapi tantangan keterbatasan jam mengajar. Selain itu sikap tidak atau kurangmenganggap penting mata pelajaran IPA dibandingkan dengan mata pelajaranproduktif dan mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional menyebabkan parasiswa kurang berminat dalam mengikuti pelajaran IPA. Mata pelajaran IPA pentingbagi siswa sekolah menengah kejuruan, sebab mata pelajaran akan membekali siswadengan pengetahuan terkait bagaimana manusia memandang alam, tempat ia hidupsekaligus ia menjadi komponen di dalamnya. Sebagai manusia yang disiapkanuntuk terjun dalam dunia kerja seperti bengkel, perusahaan, dan industri, makapengetahuan IPA penting dalam menciptakan dunia kerja dan produk yang ramahlingkungan. Salah satu materi pembelajaran IPA di sekolah menengah kejuruanadalah pemanasan global. Pemanasan global terjadi sebagai dampak dari polusiudara yang didukung setidaknya oleh tiga faktor pendukung utama, yaitu (1)kegiatan transportasi, (2) kegiatan industri, (3) kerusakan dan penggundulan hutan.Berdasarkan hal-hal tersebut, siswa SMK perlu memahami masalah pemanasanglobal dengan baik agar dapat turut serta menanggulangi pemanasan global.Pemanfaatan film An Inconvenient Truth dalam pembelajaran IPA di SMK kelasXI materi pemanasan global dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran IPAyang menarik dan efektif.
PENINGKATAN HASIl BElAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN TEORI BRUNER PADA SISWA KElAS IV SD N CEPIT PENDOWOHARJO, SEWON KABUPATEN BANTUL Tutut Umi Wulansari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8602.677 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD N Cepit denganpenerapan Teori Bruner, dengan keberadaan benda konkret sebagai media menuju rangsangan pembentukan konsep pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti bersama guru kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB SD N Cepit yang berjumlah 24 siswa, sedangkan objek penelitiannya adalah hasil belajar siswa melalui teori Bruner. Pengumpulan data diperoleh melalui tes, observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Validitas instrument yang digunakan adalah validitas isi (content validity). Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teori Bruner dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVB SD N Cepit. Teori Bruner yang terdiri tiga tahap yaitu enactive (adanya benda konkret), iconic (menggambar benda konkret) serta symbolic (menyatakan dalam simbol matematika) dengan menekankan keberadaan benda konkret, telah membantu siswa untuk memahami konsep matematika, khususnya dalam penelitian ini adalah pokok bahasan pecahan. Peningkatan hasil belajar dapa dilihat dari dua hal yaitu keberhasilan proses dan keberhasilan produk. Berdasarkan catatan lapangan dan pedoman observasi menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan pembelajaran matematika melalui teori Bruner terjadi perubahan aktivitas belajar siswa serta aktivitas mengajar guru ke arah yang positij. Siswa semakin aktif dalam pembelajaran, demikian pula guru semakin kreatif dalam pembelajaran. Penilaian hasil belajar dilakukan melalui tes pada setiap akhir pembelajaran dan dilakukan tes akhir (post tes) di setiap akhir siklus. Nilai siswa sebelum dilakukan tindakan skor rata-rata kelas 5,4 dengan nilai tertinggi 7, terendah 4, dan belum ada siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diterapkan sekolah, yaitu 7,5 atau sebanyak 75% dari jumlah siswa yang hadir mencapai KKM. Setelah dilakukan tindakan selama dua siklus, hasil belajar siswa mengalami peningkatan, yang dapat dilihat dari hasil post-test yaitu rata-rata kelas 8,72, nilai tertinggi 10, nilai terendah 5, dan sebanyak 21 siswa mencapai KKM atau sebesar 91,3% dari seluruh siswa yang hadir
ACTIVE SHARING KNOWLEDGE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU-GURU MATEMATIKA SMA/SMK BINAAN MELALUI PENDAMPINGAN DI KULON PROGO - Giyarsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.057 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13047

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan upaya pemecahan masalah yang ditemukan dalam supervisi akademik terhadap guru-guru Matematika disekolah binaan, menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah yang ditempuh pengawas disekolah binaan, dan menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran guru-guru Matematika di sekolah Binaan.Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah binaan dengan objek guru-guru Matematika SMA/SMK di Kabupaten Kulon Progo sejumlah sepuluh orang. Strategi peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran Matematikaadalah melalui treatmen pendampingan pembelajaran Active Sharing Knowledge antara lain tahap perencanaan,tahap treatmen pembelajaran Active Sharing Knowledge,prosedur pembelajaran Active Sharing Knowledge, danpengelolaan kelas.Berdasar hasil pendampingan terhadap sepuluh orang guru matematika binaan, penulis menyimpulkan bahwa guru-guru Matematika di Kabupaten Kulon Progo ternyata masih sangat memerlukan pendampingan dari pengawas khususnya mengenai pelaksanaan proses pembelajaran inovatif, masih perlu adanya motivasi pengawas terhadap guru Matematika, metode Active Sharing Knowledge dapat mengoptimalkan keaktifan guru dan siswa dari awal hingga akhir pembelajaran, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, aktivitas siswa, penguasaan konsep, dan keterampilan guru dalam proses pembelajaran. Adapun besaran peningkatan tersebut sebagai berikut ini. Kualitas pembelajaran guru-guru Matematika dengan Active Sharing Knowledge sebesar 5%.Besarnya peningkatankeaktifan siswa mencapai 46%, sedangkan peningkatan penguasaan konsepMatematika mencapai 14%. Diperoleh refleksi positif dari hasil pendampinganpelaksanaan pembelajaran guru-guru Matematika dengan Active Sharing Knowledge sebesar 84% menyatakan setuju dan sangat setuju

Page 10 of 21 | Total Record : 208