cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PENGGUNAAN MEDIA WORD SQUAREDALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA SMK Eko Puji Dianawati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2013: Cope, No.01, Tahun XVII, Mei 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.817 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i1.2959

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran adalah agar siswa termotivasiuntuk belajar dan membangun rasa ingin tahu dengan gemar membaca. Denganrasa ingin tahunya maka siswa dengan dorongan dari dalam dirinya akan merasabutuh terhadap ilmu yang baru dipelajari. Ada dua keterampilan (skill) yangsetidaknya harus dikuasai oleh guru dalam mengajar dikelas yaitu : keterampilanmembuka dan menutup pelajaran yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaranyang relevan dengan karakteristik siswa. Keterampilan membuka dan menutuppelajaran bertujuan untuk menumbuhkan motivasi instrinsik yang jauh lebih kuatsehingga belajar menjadi kebutuhan demi mewujudkan prestasi belajar. Metodepembelajaran kooperatif dengan media Word Square merupakan pengembangandari metode ceramah yang diperkaya dengan permainan, dimana siswa dilibatkansecara aktif dalam penyajian materi pelajaran dengan media lembar kegiatan siswaberupa susunan huruf acak dalam kotak, sehingga dengan media tersebut mampumemotivasi belajar siswa SMK.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MENULIS PUISI MENGGUNAKAN METODE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS III SD I PALBAPANG BANTUL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Septy Indriyasari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 2: November 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.871 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v19i2.9660

Abstract

Penilaian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangai rendahnya prestasi siswa pada materi menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasibelajar siswa dengan menggunakan dan metode Contextual Teaching Learning pada materi menulis puisi di kelas III SD I Palbapang. Penelitian ini dilaksanakan melalui siklus I dan Siklus II. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah tugas tertulis menulis puisi sesuai dengan kisi-kisi, catatan lapangan mengenai proses pelaksanaan pembelajaran menulis puisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan prestasi belajar dapat ditingkatkan dengan media video pembelajaran dan metode Contextual Teaching Learning pada materi menulis puisi di kelas III SD I Palbapang. Peningkatan prestasi belajar dapat ditunjukkan pada hasil belajar siswa yaitu dari siklus I nilai rata-rata 74, pada siklus II menjadi 81,1 sudah mencapaiKKM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui metodeContextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan prestasi belajar menulis puisi pada siswa kelas III SD I Palbapang
PENINGKATAN BUDI PEKERTI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS IX C SMP NEGERI 4 WATES KULON PROGO Agus Sutik Dwiartanta
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 01 Vol. XVI Mei 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10676.675 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i01.3952

Abstract

Pendidikan budipekerti yang selama ini dilakukan oleh guru belum memperhatikan konsep-konsep atau ide-ide dari anak, yang cenderung mendekte dan memaksakan anak melakukan atau mentaati. Sehingga semakin tnenurunnya pribadi   siswa  dalam  budi pekertinya. Oleh karena itu guru bimbingan dan konseling perlu  melakukan penelitian tindakan kelas melalui layanan bimbingan dan konseling yang melibatkan siswa secara langsung  melalui  dinamika   kelompok, yaitu layanan bimbingan kelompok. Tujuan penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk meningkatkan  budi pekerti  siswa melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian  tindakan  kelas ini dilaksanakan  dengan  menerapkan  salah satu jenis  pemberian  layanan bimbingan dan konseling yaitu jenis layanan bimbingan kelompok, pada proses layanan bimbingan siklus I maupun siklus II. Setiap pelaksanaan dilakukan kolaborasi dengan guru sejenis untuk mengetahui peningkatan pemahaman budi pekerti siswa. Setelah selesai layanan bimbingan  kelompok  dilakukan  rejleksi untuk mengevaluasi  efektifitas penerapan jenis layanan serta untuk menentukan bentuk tindakan yang  akan dilaksanakan dalam proses layanan berikutnya. Teknik pengumpulan data dengan  observasi, angket dan lembar penilaian. Analisis data menggunakan teknik diskripsi kualitatif. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pada siklus I aktivitas siswa dalam layanan bimbingan  kelompok  mencapai rata-rata 56,94%(sedang) dengan ketuntasan pos tes pokok  bahasan  budi pekerti  (Siswa yang mendapat nilai 6,5  atau lebih) mencapai 80,56%. Pada siklus II aktivitas siswa dalam layanan  bimbingan kelompok mencapai rata-rata 66, 90%(baik) dan ketuntasan pos tes materi budi pekerti 88,24%. Dengan demikian layanan  bimbingan kelompok dapat meningkatkan pemahaman  tentang budipekerti siswa IX C SMP Negeri 4 Wates, diperoleh dari hasil nilai pre tes ke post tes sebesar 35,29% menjadi 88,24% atau terjadi peningkatan sebesar 52,95%
PENERAPAN METODE BERCERITA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA DAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Arie Sanjaya
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.841 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10795

Abstract

Kegiatan bercerita pada anak dapat dipandang penting karena memberikan dampak positif pada anak. Dengan bercerita, anak dapat berbagi dan menciptakan pengalaman bersama, mengembangkan kemampuan anak dalam menafsirkan peristiwa yang ada di luar pengalaman langsungnya. Melalui cerita-cerita yang disampaikan, pemahanaan anak tentang dunia dapat diperluas dalam atmosfer yang penuh cinta dengan cara yang aman. Dengan cerita pula anak tidak perlu mengalami sendiri kejadian-kejadian berbahaya untuk memahami adanya bahaya. Anak tidak perlu mengalami penderitaan untuk memahami adanya penderitaan dan tokoh cerita. Bahkan dengan kegiatan bercerita anak dapat memahami apa itu kebahagiaan dan bagaimana mencapainya, lalu memproyeksikan pemahamannya itu ke masa depan dan bergerak mencapainya di kemudian hari. Kegiatan bercerita juga bermanfaat dalam hal menarik minat dan perhatian murid, melatih pemahaman, perluasan perbendaharaan kata dan tatabahasa, serta dapat meningkatkan penguasaan keterampilan murid dalam mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis, dan mengembangkan imajinasi. Bercerita dapat membantu murid untuk melatih imajinasi dan ketreampilan berbahasa melalui aktivitas menceritakan kembali. Murid juga dapat mengembangkan episode-episode atau versi-versi baru dengan gambaran dan imajinasi berdasarkan cerita aslinya
Upaya Meningkatkan Motivasi dan Kompetensi Siswa dalam Mengapresiasi Puisi melalui Pembelajaran Kontekstual Menggunakan Media Video-Klip Lagu-lagu Populer Wardani, Restituta Estin Ami
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 15, No 01: Mei 2011
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8239.081 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v15i01.5037

Abstract

-
OPTIMALISASI SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS EVALUASI DIRI GURU (EDG) SECARA KOLABORATIF MELALUI PEER-OBSERVATION PADA SEKOLAH BINAAN DI KOTA YOGYAKARTA Herawati, Reni
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 1: Mei 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.525 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i1.19216

Abstract

This school action research was aimed at optimizing the implementation of academic supervision based on collaborative self evaluation through peerobservation at SMA Negeri 10 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 6Yogyakarta, dan SMA Sultan Agung Yogyakarta. It was done in two cycles through four steps: (1) planning, (2) acting, (3) observing, and (4) reflecting. The Data collection was conducted through questionnaires, observation, interviews, and documentation. The data was analyzed by using triangulation analysis. To gain the meaning of research success, the success indicator was decided by the level of teacher professionalism in implementing peer-observation from 2 (two) dimensions 1) Teacher’s perception towards supervision and 2) Teacher’s competency. The analysis result gave the proof that peer-observation resulted positive contribution for enhancing teacher’s professionalism measured by the betterment of teacher perception toward supervision (1) Teachers felt comfortable; (2) Teachers were more motivated to decide the steps in improving learning activity; (3) Teachers felt as subjects not objects; (4) Teachers were participated in planning; (5) teachers were participated in analysis the result of supervision; (6) Teachers became open minded and motivated; (7) Learning quality was improved; (8) Collegiality among teacher was well-built. Implementation of peer-observation also gave significant improvement of teacher’s professionalism measured by four indicators: know how to do, can do, will do, and will grow with the result as follows: (1) ‘know how to do’ aspect resulted 33.3% increase from 66.7% became 100%; (2) ‘can do’ aspect resulted 58.3% increase from 33.3% to 92.7%; (3) ‘will do’ aspect gave good contribution as much as 36.1% from 59.7% to 95.8%; (4) Finally, ‘will grow’ aspect showed an 50% increasing from 44.4% to 91.4%. To sum up, the implementation of peer-observation gained significant impact to omptimize the academic supervision
Pengaruh Gaya Belajar BK dan Kedisiplinan Belajar terhadap Kemandirian Siswa Baniyah Baniyah
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 3, No 1: Mei1999
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3570.365 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v3i1.5271

Abstract

-
PEMANFAATAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK TUNA RUNGU KELAS I Sarwiasih, Sarwiasih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 6, No 01: Februari 2002
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4433.742 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v6i01.5414

Abstract

Kemampuan berbahasa dan berkomunikasi anak tuna rungu wicara perlu dikembangkan sejak dini dengan bimbingan khusus untuk bekal hidup di masyarakat luas. Sesuai karakteristik anak yang pemata maka media visual dalam pengaiaran bahasa sangat dibutuhkan untuk menarik perhatian minat dan keingintahuan anak terhadap obyek. Dari obyek tersebut dapat diungkap beberapa kosakata sehingga terjadi peningkatan penguasaan kotakata dan bahasa
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKTR KRITIS SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI PEMBELAJARAN INQUru Bansu Irianto Ansari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 13, No 01: Februari 2009
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6947.978 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v13i01.5445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita. Prosedur penelitian: sampel dari enam kabupaten di NAD, menyusun instrumen penelitian, melatih guru dalam pembelajaran inkuiri, melakukan treatment berupa pembelajaran inkuiri bagi siswa oleh guru, dan melakukan feedback. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi intensitas aktivitas pembelajaran, peningkatan kemampuan berpikir kritis dari setiap tahap evaluasi, dan pada umumnya terdapat pola penyelesaian soal cerita yang keliru oleh siswa, disebabkan kurang memahami soal dan keterampilan berhitung
Peningkatan Minat Belajar IPA di SD melalui Pendekatan Keterampilan Proses Sumarsih, Sumarsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 12, No 01: Februari 2008
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5049.259 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v12i01.5493

Abstract

Pembelajaran materi pelajaran IPA menuntut keterlibatan aktif siswa. Guru harus kreatif menciptakan strategi ataupun pendekatan yang sesuai agar penyajian bahan pelajaran IPA menjadi lebih menarik, mudah diterima siswa dan menimbulkan minat yang mendasari siswa untuk belajar. Pendekatan keterampilan proses memberikan beberapa aktivitas yang melibatkan siswa secara aktif baik fisik maupun mental intelektual siswa. Kegiatan belajar yang aktif dan menarik dalam pendekatan keterampilan proses menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan minat dalam diri siswa untuk belajar IPA.