cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA GURU, DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP/MTS DI KECAMATAN GALUR KABUPATEN KULON PROGO Sri Wahyu Triwarti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2014: COPE, No.2, Tahun XVIII, November 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.174 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i2.2919

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah kepemimpinankepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru, (2) apakah motivasi kerja guruberpengaruh terhadap kinerja guru, dan (3) apakah budaya sekolah mempengaruhikinerja guru, dan (4 apakah di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo?Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatifkorelasional. Populasi penelitian ini adalah 160 guru SMP/MTs di KecamatanGalur Kabupaten Kulonprogo. Sampel ditentukan dengan teknik random samplingproportional technique sehingga diperoleh 119. Teknik pengumpulan dan penelitianini adalah angket. Sebelum digunakan instrument angket diuji validitasnya denganmenggunakan corrected item-total correction correlation. Selain itu, instrumentpenelitian diuji reliablititasnya dengan teknik Cronbach’s Alpha. Data dianalisisdengan menggunakan partial correlation analysis dan hipotesis diuji denganmenggunakan double regression analysis.Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat pengaruhpositif dan signifian kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja guru, danbudaya sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP/MTs di KecamatanGalur, Kabupaten Kulon Progo. Kedua, terdapat pengaruh positif dan signifiankepemimpinan kepala sekolah secara parsial terhadap kinerja guru SMP/MTs diKecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Tiga, terdapat pengaruh postif dansignifian motivasi kerja guru secara parsial terhadap kinerja guru SMP/MTs diKecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, dan keempat terdapat pengaruh yangpostif dan signifian budaya sekolah secara parsial terhadap kinerja guru SMP/MTsdi Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo.Kata kunci: Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Kerja Guru, Kultur Sekolah,Kinerja Guru
PENDAMPINGAN PENGAWAS SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN SILABUS Kendarti Setiti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 15, No 02: November 2011
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6228.876 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v15i02.5510

Abstract

Diberlakukannya KTSP menuntut guru mampu menyusundan mengembangkan silabus secara mandiri. Dengan maksud agar silabus tersebut sesuai dengan kondisi sekolah,karakteristik siswa, dan keadaan masyarakat setempat. Harapannyapembelajaran menjadi lebih interaktif,inspiratif,menyenangkan dan menantang. Kenyataannya masih banyak guru menggunakan silabus yang diadopsi dari internet dan buku-buku mata pelajaran dari berbagai penerbit akibatnya pembelajaran menjadi monoton. Oleh karena itu peran pengawas sekolah sangat diperlukan untuk mendampingi guru dalam menyusun dan mengembangkan silabus yang sesuai dengan prinsip dan acuan operasional KTSP. yang dilakukan pengawas sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun silabus dilakukan melalui pendampingan dan tutor sebaya di sekolah serta melalui workshop pada kegiatan di MGMP. Dengan harapan guru memahami cara menyusun silabus yang sesuai dengan meningkat dan guru mampu menyusun sendiri silabi yang akan digunakan dalam pembelajaran
KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA SMK DITINJAU DARI FASILITAS BELAJAR Wahono, Wahono
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2014: COPE, No.1, Tahun XVIII, Mei 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.95 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i1.2935

Abstract

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan siswa untukbekerja dalam pekerjaan tertentu. Lulusan sekolah kejuruan diharapkan akan siapuntuk bekerja sebagai tenaga kerja dan keterampilan di bidang ini, dan dapatmenciptakan lapangan kerja. Sehingga siswa SMK lebih memahami dan menguasaiketerampilan, fasilitas kejuruan harus lebih mendukung proses pembelajaran, alatalat praktek, dan media pembelajaran lainnya yang dapat mendukung proses belajarmengajar. Karena tanpa fasilitas seperti alat-alat yang mendukung praktek siswaSMK tidak akan dapat belajar secara maksimal sesuai dengan kurikulum pendidikankejuruan belajar. Oleh karena itu, sekolah kejuruan harus difasalitasi oleh praktektempat kerja yang tepat sehingga siswa mereka dapat belajar dan dilatih untukmempersiapkan mental kreativitas dalam pekerjaan industri.Kata kunci: SMK, fasilitas belajar, pembelajaran
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN NILAI RELIGIUSITAS SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPA DI SMPN 4 YOGYAKARTA Karyono, Tusidi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 2: November 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.578 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v19i2.9639

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (a) menentukan indikator-indikator untuk menjadi dasar pengembangan instrumen pengukuran nilai religiusitas siswa dalam prosespembelajaran IPA di SMPN 4 Yogyakarta, (b) menyusun butir pernyataan-pernyataan pada pengembangan instrumen pengukuran nilai religiusitas siswa dalam proses pembelajaran IPA di SMPN 4 Yogyakarta, (c) membakukan instrumen berdasarkan validitas dan reliabiltas hasil pengembangan instrumen pengukuran nilai religiusitas siswa dalam proses pembelajaran IPA di SMPN 4 Yogyakarta, dan (d) mengetahui hasil yang diperoleh pada pengukuran nilai religiusitas siswa dalam proses pembelajaran IPA di SMPN 4 Yogyakarta dengan menggunakan instrumen yang disusun.Penelitian dilakukan di SMPN 4 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015. Modelpenelitian yang dilakukan adalah pengembangan instrumen pengukuran nilaireligiusitas siswa dalam proses pembelajaran IPA dengan Skala Likert 4 (empat)degradasi pilihan jawaban. Tahap-tahap pengembangan instrumen meliputi: (a)menyusun indikator-indikator, (b) menyusun kisi-kisi (blue print) spesifikasiskala, (c) menyusun item-item pernyataan, (d) review praktisi, (e) revisi – 1, (f) uji coba terbatas, (g) revisi – 2, (h) uji coba luas ((field test), (i) analisis instrumen dengan uji validitas dan reliabilitas, (j) revisi final dan seleksi item, dan (k) desiminasi. Analisis statistik menggunakan program SPSS dengan analisis faktor, validitas, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) indikator-indikator yang dijadikan dasar pengembangan instrumen yaitu keyakinan, peribadatan, penghayatan, dan pengamalan; (b) butir-butir pernyataan instrumen pengukuran nilai religiusitas siswa yang berhasil dibuat bermodel Skala Likert dengan empat degradasi dan telah memenuhi validitas dan reliabilitas, mencakup materi “Sistem Pencernaan pada Manusia” = 22 pernyataan, “Sistem Gerak pada Manusia”= 30 pernyataan, “Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan” = 40 pernyataan, “Gaya dan Penerapannya” = 52 pernyataan, serta “Energi dan Perubahannya” = 39 pernyataan; (c) hasil pengembangan instrumen pengukuran nilai religiusitas siswa dibakukan dengan memenuhi validitas konstruk dan reliabilitas berdasarkan nilai faktor loading dan Cronbach’s Alpha. Selain itu, hasil pengukuran nilai religiusitas siswa dalam proses pembelajaran IPA menggunakan instrumen yang disusun, yaitu skor rata-rata nilai religiusitas Kelas VIII B, kriteria sangat baik = 85 % ; kriteria baik = 15 % dan Kelas VIII C, kriteria sangat baik = 79 % ; kriteria baik = 21 %. Hasil pengukuran menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan skor nilai religiusitas siswa 
GURU BERKUALITAS KUNCI MUTU PENDIDIKAN Warih Jatirahayu
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2013: COPE, No. 02, Tahun XVII, Nopember 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.181 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i0.3005

Abstract

Pada millenium ketiga, arus globalisasi akan semakin jelas. Pada era ini segalaaspek kehidupan di dunia akan semakin transparan. Persaingan hidup antarbangsadi duniapun semakin ketat, ditandai dengan adanya persaingan kualitas ataumutu yang menuntut berbagai pihak dalam berbagai bidang untuk meningkatkankualitasnya. Untuk itu, bangsa Indonesia harus segera meningkatkan SDM-nya,yaitu manusia Indonesia yang berkualitas, berkepribadian, demokratis, dan terbuka.Hal ini sesuai dengan tuntutan sifat masyarakat madani yang memerlukan reformasipendidikan. Secara konseptual pendidikan yang bermutu tertuang di dalam UUNo. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun secara operasionalmutu pendidikan diukur dari akuntabilitas, akreditasi, otonomi, evaluasi, danmanajemen. Untuk mencapai mutu pendidikan, peran guru sangat penting, karenaterkait dengan komponen dalam sistem pendidikan. Guru memiliki posisi strategisuntuk meningkatkan mutu pendidikan, sebagai ujung tombak dan pelaksanasecara langsung proses pendidikan dan pembelajaran. Guru sangat menentukankeberhasilan peserta didik dan terciptanya proses dan hasil pendidikan yangberkualitas. Oleh karena itu, diperlukan guru yang bekualitas, yaitu guru yangmempunyai karakteristik, (1) mengembangkan sumber belajar, (2) menciptakankelas kondusif, (3) menciptakan kelas interaktif, (4) teknik kuis, (5) memanfaatkanmedia belajar, (6) pengembangan media belajar, (7) pemanfaatan sumber belajar,(8) memanfaatkan potensi lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, (9) strategimotivasi, (10) membimbing siswa untuk berkarya, (11) menciptakan suasana kelasyang komptetitif, (12) Diskusi dan kolaborasi antarteman sejawat, (13) diskusi dankolaborasi dalam organisasi profesi, (14) aktif dan produktif, (15) mengembangkanmateri, dan (16) melakukan penelitian. Untuk mencapai guru yang berkualitas,guru perlu dibekali berbagai ilmu, ketrampilan dan keahlian sesuai dengankompetensinya
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS 8 SMP IT MASJID SYUHADA' YOGYAKARTA Winahyu, Ririn Rekno
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5035.741 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3960

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk meningkatkanmutupembelqjaranmatematika di SMP IT Masjid Syuhada Yogyakartayang ditunjukan dalam meningkatnya prestasi belajar siswa. Diharapkan 60% darijumlah siswa kelas 8 SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta telah menguasai, memahami dan mampu menerapkan konsep matematika sehingga mendapatkan nilai ulanganharian lebih dari atau sama dengan 50. Metode penelitian  menggunakan metode tutor sebaya. Jenis penelitian menggunakan prinsip dasar penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 silkus. Subyek penelitian adalah kelas 8 dengan jumlah siswa 16 orang SMP IT Masjid Syuhada. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, catatan lapangan dan tes. Instrumen penelitian ini menggunakan 2 buah instrumen yaitu instrumen observasi yang dipergunakan lembar observasi siswa, guru, balikandan instrumenpenilaianyang digunakan lembar kerja siswa(LKS), tes. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis diskriptif kualitatif dimana lembar observasi siswa, guru, balikan menggunakan angket dan instrumen penilian menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah (55%). Partisipasi siswa dalam aktivitas kurang dengan dilihat dari peran siswa dalam menjawab pertanyaan guru (56,25%), peran siswa dalam membantu teman yang tidak bisa menjawab pertanyaan guru juga kurang (50%). Aktivitas pada saat mengerjakan LKS, peran siswa dalam membantu siswa yang belum bisa masuk kategori kurang (50%). Pada siklus 1 nilai rata-rata tes 30,38. Pada siklus 2 rata-rata 46,67 dan siklus 3 rata-rata 37,81. Dari 3 siklus yang berhasil siklus 2 dengan tingkat ketuntasan 60%. Sedangkan dari rata-rata nilai siswa belum berhasil untuk semua siklus. Pelaksanaan model tutor sebaya guru membentuk kelompok dengan kemampuan heterogen, memberikan informasi tentang materi yang diajarkan, guru memberikan permasalahan  kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan,anggota kelompok yang sudah jelas memberi penjelasan pada anggota kelompok yang belum jelas. Siswa diminta menjelaskan hasil jawaban didepan kelas, siswa lain menanggapi, guru memberikan motivasi pada setiap kelompok
PENGGUNAAN METODE MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN IPS TENTANG LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN Utami, Risa Adilah
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.886 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13048

Abstract

Guru harus kreatif menggunakan berbagai metode belajar yang dapat menggairahkan siswa untuk belajar. Sejak sekolah dasar siswa harus mulaidigemarkan untuk belajar pengetahuan sosial, termasuk tentang lingkungan alam dan buatan. Salah satu metode yang tepat adalah make a match. Metode ini dapat dapat meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa. Mtode ini menyenangkan karena ada unsur permainan dan efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk mengkomunikasikan kepada siswa lain. Metode ini juga melatih kedisiplinan siswa untuk menyelesaikan tugas pada waktu yang tepat, dan melatih kerjasama antarsiswa untuk tidak membeda-bedakan lawan jenis, dan dapat diterapkan disemua mata pelajaran dan semua kelas
REALITAS DAN IDEALITAS DALAM REFORMASI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Arif Rohman
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6853.02 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5436

Abstract

Penyelenggaraan program studi S-l Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sejak tahun 2002 di beberapa perguruan tinggi Indonesia merupakan hasil trobosan baru. Melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 827/D/T/2002 tanggal 3 April 2002 pemerintah mengijinkan penyelenggaraan program ini di sepuluh perguruan tinggi eks IKIP dan FKIP. Hal tersebut dilakukan dalam rangka terwujudnya kualifikasi guru Sekolah Dasar (SD) yang lebih baik yakni meniadi sarjana. Namun realitasnya, penyelenggaraan prodi tersebut masih mengalami banyak kendala antara lain: tidak adanya dosen tetap,minimnya sarana dan prasarana pembelajaran dan laboratorium termasuk sanggar praktek ketrampilan dan perpustakaan, enrolment input terbatas hanya lulusan D-2 PGSD yang telah berstatus mengajar di SD, sebagian masyarakat masih memandang sebelah mata,banyaknya kendala birokrasi dari instansi para mahasiswa berasal, dukungan dari pemerintah daerah rendah. Oleh karenanya, beberapa terobosan strategis perlu dilakukan antara lain dengan membangun kemitraan kepada semua pihak
PENINGKATAN KEBERANIAN SISWA BERKOMUNIKASI LANGSUNG DENGAN TAMU MELALUI ROLEPLAY PADA PEMBELAJARAN RESTAURANT SERVICE SMKN 1 SEWON Suwantini Suwantini
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.87 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20097

Abstract

This reportaims to foster self-confidence, independent, honest, and responsible, build interest in the subjects of restaurant service, in still character building andculture to optimize the learning process of restaurant service, provide students with knowledge and skills in areas of food and beverage services at the restaurant which are the task of the restaurants officers. They are expected to have competence in their field.This report was organized based on the method of classroom action researchwhich was conducted in the second semester of learning class XII student restaurant service catering in SMK 1 Sewon at academic year 2014/2015. The data collection techniques which are used in this study are questionnaires, and documentation study. Technical analysis of the data using the identification, data classification, description, and validation. The results show that: 1) the implementation of role play method in restaurant service process learning can make students to be more courageous to communicate directly with the guests. it can be seen in the attitudes and behavior of the student during the learning process. Students appear to be more confident incommunicating, independent, disciplined in doing the task and more responsible to them selves andthe group. 2) The courage to communicate directly with guests has increased after the implementation of role play learning method. It can be shown from the result, 7% of the student had no difficulty in communicating with guests on the first cycle, and it has incerased to 23% in on the second cycle. And there are significant increase on the third and fourth cycle, 52% and 72% respectively. 3) With having confidence, the student will be skilled in communicating directly with guests. It will successfully deliver the studentinto the world ofbusiness / industry and can also createt heir own jobs according to the field
PENGEMBANGAN KREATIVTTAS SISWA SD MELALUI KEGIATAN BERCERITA Murtiningsih, Murtiningsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 5, No 02: Desember 2001
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4961.268 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v5i02.5357

Abstract

Potensi siswa perlu mendapat perhatian dan pencermatan yang mendalam, serta dikembangkan sedini mungkin. Potensi tersebut antara lain adalah daya kreativitas yang juga memerlukan penanganan serius. Pengembangan kreativitas siswa SD harus dilakukan secara intensif terutama data kegiatan pembelajaran di kelas atau sekolah. Untuk mengembangkan kreativitas siswa SD dalam pembelajaran di kelas, antara lain melalui kegiatan bercerita. Kegiatan bercerita dapat mengembangkan kreativitas siswa dan melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif, bertanggung jawab, serta sikap menghargai. Melalui cerita siswa dapat berkomunikasi secara langsung, tumbuh daya imajinasi, dan kreasi siswa terbina serta terarah. Berbagai alat untuk mengembangkan keativitas bercerita pada siswa SD antara lain, (1) bercerita menggunakan gambar,(2) siswa membaca langsung dari buku cerita, dan (3) bercerita dengan menggunakan papan planel.