cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
SELF MONITORING SEBAGAI STRATEGI BELAJAR METAKOGNITIF Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4744.888 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5425

Abstract

Motivasi Belajar sebagai kemampuan iternal pada diri siswa. Perlu dikelola oleh para guru sebagai bekal awal siswa dalam belajar. Guru berperan secara eksternal untuk mendorong siswa agar tumbuh kesadaran diri tentang kemampuannya. Motivasi juga merupakan kekuatan pada individu yang berperan untuk menata dan menstrukturkan perolehan hasilbelajar. Oleh karena itu penumbuhan  motivosi ini merupakan salah satubidang garapan bimbingan belajar siswa. Kesadaran diri akan muncul jika seseorang dapat mengontrol sendiri tentang kemajuan belajar yang telahdicapai. Terkait dengan hal tersebut, maka self monitoring dipandang sebagai salah satu alternative cara peningkatan motivasi belajar siswa
Permainan Persegi dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Siswa Retnaningsih, Erna
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 12, No 01: Februari 2008
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3569.026 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v12i01.5488

Abstract

Permainan dipilih sebagai teknik dalam bimbingan kelompok ini karena permainan adalah suatu metode yang sesuai untuk belajar keterampilan sosial. Permainan dapat menciptakan suasana belajar yang santai dan menyenangkan, sehingga orang dapat belajar dengan lebih baik. Diharapkan siswa dapat meningkat kepekaan sosialnya terutama sifat kerjasama dan suka memberi, tidak egois dan taat aturan.
PENILAIAN PRESTASI SISWA MELALUI PORTOFOLIO DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Suharsimi Arikunto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4119.153 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5433

Abstract

-
Peningkatan Prestasi Belajar Trigonometri melalui Pengimplementasian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Tumisah Tumisah
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 14, No 01: Mei 2010
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v14i01.5505

Abstract

Pencapaian kompetensi materi trigonometri dalam mapel matematika masih mengalami kesulitan. Motivasi belajar matematika umumnya rendah. hal ini merupakan masalah berat yang perlu dicermati dan ditemukan solusinya. Dalam upaya menemukan solusi inilah penelitian ini dilakukan. Penelitian ini merupakan PTK dengan metode tindakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. PTK ini terdiri dari 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan penguasaan materi pelajaran.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VA SD NEGERI JETIS 1 YOGYAKARTA MELALUI PROBLEM SOLVING SYSTEMATIC Sukemi, Sukemi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2014: COPE, No.1, Tahun XVIII, Mei 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.468 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i1.2930

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaanpembelajaran matematika dan meningkatkan minat belajar siswa kelas VA SD NegeriJetis 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode problemsolving systematic. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siklus I sebesar 64,5% dan siklus II sebesar 89,6%. Setelah penerapan problemsolving systematic, siswa mampu menemukan isi dalam soal cerita yang pentinguntuk menyelesaikan soal cerita; siswa mampu mengetahui cara menganalisis soalcerita sehingga mudah dalam menemukan materi yang diketahui dan materi yangditanyakan dalam soal cerita; siswa juga dapat bekerjasama, lebih berani dan percayadiri. Metode problem solving systematic diharapkan digunakan dalam pembelajaranmatematika di kelas yang lain agar pembelajaran menjadi inovatif, kreatif, interaktif,menantang, dan menyenangkan.Kata kunci: problem solving systematic, minat belajar.
MENGELOLA ORGANISASI INFORMAL DI SEKOLAH Herawati, Reni
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 01: Mei 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10254.303 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v19i01.5642

Abstract

School organization can be viewed from two dimensions: formal and f:zformal. These two kinds of organization have different structures. School principals and teachers are aware of and able to accept the existence of formal structure within a school, but few of them understand that there are informal structures in a school. Informal structure is a kind of 'hidden energy' that must be realized, managed and mobilized in order to provide a positive role in providing good education management. School principals should understand how to manage the informal structures in order to be empowered positively and support the implementation of a f ormal organization.
PEMANFAATAN KEBUN KAKAO (Theobroma cacao)SEBAGAI SUMBER BELAJAR KONSEP HAMA DANPENYAKIT TANAMAN BAGI SISWA SMP Budi Susilo
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2013: COPE, No. 02, Tahun XVII, Nopember 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.989 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i0.3000

Abstract

Belajar IPA berkaitan erat dengan alam sekitar, sehingga lingkungan sekitarmerupakan sumber belajar yang baik di dalam proses pembelajarannya. Salah satucontoh lingkungan sekitar yang dapat digunakan sebagai sumber belajar IPA adalahkebun kakao. Berdasarkan standar isi kurikulum, pemanfaatan kebun kakao sebagaisumber belajar sesuai untuk membelajarkan siswa SMP pada konsep hama danpenyakit tanaman. Strategi pembelajaran yang dipilih untuk memanfaatkan kebunkakao sebagai sumber belajar adalah pembelajaran kooperatif. Melalui kegiatanpengamatan dan diskusi kajian pustaka, siswa diharapkan mampu mengidentifikasigejala serangan hama atau penyakit pada tamanan kakao dan mampu mengambillangkah-langkah pengendaliannya. Harapannya pemanfaatan kebun kakao sebagaisumber belajar dapat meningkatkan prestasi belajar dan memberikan pengalamanyang bermakna bagi siswa untuk menambah pengetahuan life skill bagi masa depansiswa.
PENERAPAN PENDEKATAN PENGALAMAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH Devita Vuri
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.083 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10790

Abstract

Pembelajaran bahasa di SD kelas rendah meliputi aspek membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Aspek membaca dan menulis merupakan halyang sangat penting untuk diajarkan di SD kelas awal. Dengan membaca danmenulis, semua ilmu pengetahuan akan diserap oleh siswa. Akan tetapi, kesulitandalam mengajarkan membaca dan menulis permulaan terletak pada strategi yangdigunakan. Guru cenderung menggunakan panduan buku dengan bahasa yang kakudan sulit dimengerti oleh siswa. Sedangkan bagi siswa kelas rendah, belajar haruslah kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Artinya, kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, strategi yang dapat diterapkan adalah Pendekatan Pengalaman Berbahasa (Language Experience Approach). Pendekatan ini berdasarkan pengalaman siswa yang kemudian diterapkan dalam mengajarkan membaca dan menulis permulaan pada siswa
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN NUMBERED HEADS TOGETHER DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA Agus Margono; Budiyono Budiyono; Imam Sujadi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.628 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20085

Abstract

The purposes of this study were to determine: (1) which has better learning achievement in mathematics, the application of TGT type cooperative learning,NHT type cooperative learning, or direct learning, (2) which has better learningachievement, the students with high emotional intelligence, medium, or low,(3) which has better learning achievement at each level of high, medium, andlow emotional intelligence on cooperative learning model TGT, NHT, or directlearning, (4) which hasbetter learning achievement on students with high, mediumor low intelligence emotional at each learning of TGT, NHT, and direct learning.This research was a quasi experimental with 3 × 3 factorial design. The studypopulation were seventh grade student of Junior High School State of Yogyakarta. Sampling was done by stratified cluster random sampling with sample of the study were the students of SMPN 1, SMPN 12, and SMPN 14. Each of samples consists of three classes as TGT models class, NHT models class, and control class. The number of total members sample were 303 students. The instrument used to collect the data was mathematics achievement test instruments and students emotional intelligence questionnaire instrument. From the analysis it was concluded that: (1) TGT learning model has better achievement than NHT model and direct learning, NHT learning model has better achievement than direct learning, (2) the students with high emotional intelligence has better achievement than the students with medium and low emotional intelligence, while the students with medium emotional intelligence has better achievement than the students with low emotional intelligence, (3) the students with high emotional intelligence hasthe same achievement on TGT, NHT, or Direct Learning model; the students with medium intelligence, TGT model has better performance than NHT model, NHT model has the same achievement as direct learning model, TGT model has the same achievement as direct learning model; the students with low emotional intelligence hasthe same achievement on learning TGT model, NHT model, and direct learning, (4) the students with high, medium and low emotional intelligence has the same performance on TGT and NHT learning; on Direct Learning, the students with high emotional intelligence has better achievement than students with low emotional intelligence, the students with high emotional intelligence has the same achievement as medium emotional intelligence, the students with medium emotional intelligence has the same achievement as low emotional intelligence
ANALISIS BUDI PEKERTI ‘PENDIDIKAN KARAKTER’ DALAM LAGU DOLANAN ANAK Basuki Basuki
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 1: Mei 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.89 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i1.19217

Abstract

Lagu dolanan anak mengandung kristalisasi nilai kearifan lokal budaya Jawa. Dalam hal ini nilai-nilai kerarifan lokal memuat Pendidikan Budi Pekerti (PBP) yang adiluhung. Penanaman PBP perlu dilakukan kepada anak sejak dini. Penanaman nilai-nilai PBP dalam lagu dolanan anak dapat dilakukan dengan baik apabila pembelajarannya menyenangkan (joyful learning) dan pemahamannya secara total. Untuk mencapai dua hal tersebut, perlu dilakukan analisis PBP dalam lagu dolanan anak. Analisis dilakukan dengan metode SAS (Struktur Analisis Sintesis). Untuk pemahaman lagu dolanan anak secara total, diperlukan HOT (High Order Thinking).