cover
Contact Name
Pharmascience
Contact Email
dita.sandi@ulm.ac.id
Phone
+6285189393438
Journal Mail Official
jps@ulm.ac.id
Editorial Address
https://pharmascience.ulm.ac.id/index.php/pharmascience/about
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v13i1
Core Subject :
ournal of Pharmascience accepts scientific articles as original reasearch articles and review articles on pharmacy and health. Journal of Pharmascience publishes various scientific articles covering Pharmacy and Pharmaceutical Sciences in the field but not limited to: Clinical Pharmacy Community Pharmacy Pharmacology Natural Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Technology Pharmaceutical Management Pharmaceutical Education Apart from the topics above, the Journal of Pharmascience also accepts other manuscripts in the health field, such as: Validation and development of analytical methods for a variety of samples, including food Implementation and analysis of a variety of surveys related to medical therapy, disease, health procedures, and other aspects of health
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Analisis Kuantitatif dan Kualitatif Senyawa Obat : Inovasi Dalam Preparasi Sampel Biologis [Review] Mutia Desvi Putri
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.19569

Abstract

Analisis senyawa obat dalam sampel biologis sangat penting dalam farmakologi dan kesehatan. Oleh karena itu, review ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode ekstraksi terbaik untuk analisis senyawa obat dalam sampel biologis seperti darah, urin, serum, plasma, dan rambut. Review ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji 15 artikel jurnal nasional dan internasional yang terbit dalam 10 tahun terakhir. Strategi pencarian melibatkan pencarian artikel penelitian melalui Google Scholar, Web of Science, dan Pubmeddengan memasukkan kata kunci yang relevan. Hasil review menunjukkan bahwa metode Solid Phase Extraction(SPE) dan presipitasi protein merupakan metode ekstraksi terbaik untuk analisis senyawa obat dalam sampel biologis. Kesimpulan review ini dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan metode analisis senyawa obat yang lebih efektif dan efisien, serta dapat membantu dalam pengembangan obat, monitoring pengobatan, dan deteksi penyalahgunaan obat.
Gambaran Penyakit Komorbid dan Pola Terapi pada Pasien Skizofrenia Nurma Suri; Lyansaputri Salsabila
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.19835

Abstract

Di Indonesia, skizofrenia merupakan penyakit gangguan mental ketiga terbanyak setelah depresi dan gangguan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penyakit komorbid dan pola terapi pada pasien skizofrenia yang dirawat inap di RSJ Daerah Provinsi Lampung. Metode penelitian dilakukan secara crosssectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospective dengan menggunakan data rekam medis pasien yang memperoleh rawat inap selama tahun 2022. Sampel penelitian dipilih dengan metode total sampling. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif, ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil yang diperoleh ada 281 sampel dengan karakteritik 77,9% laki-laki, 77,6% berada pada rentang usia produktif (18-45 tahun), 94,66% didiagnosa skizofrenia paranoid, rerata obat yang diperoleh pasien selama rawat inap 4-5 jenis obat dan 61,6% pasien didiagnosa penyakit komorbid. Risperidone adalah jenis antipiskotik tipikal terbanyak yang digunakan secara tunggal (5,69%) dan penggunaan 2 kombinasi terbanyak yaitu risperidone-chlorpromazine (62,63%) dan risperidone-haloperidol (8,19%). Tifoid (44,07%), leukositosis (16,95%) serta penggunaan zat psikoaktif/alkohol (6,78%) menjadi tiga penyakit komorbid yang paling banyak diderita pasien skizofrenia. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah 66% pasien memiliki diagnosa komorbid dengan infeksi dan penggunaan zat psikoaktif sebagai komorbid utama dan memperoleh terapi polifarmasi (penggunaan 4-5 jenis obat) yaitu kombinasi 2 antipsikotik dan terapi adjuvant. Kata Kunci: Infeksi, Skizofrenia, Penyakit Komorbid, Polifarmasi, Rawat Inap In Indonesia, schizophrenia represents the third most prevalent mental health condition, following depression and anxiety disorders. The objective of this study is to identify the prevalence of comorbid diseases and the patterns of therapeutic intervention among inpatients with schizophrenia at the Mental Health Hospital of Lampung Province. The research method employed a cross-sectional study utilising medical record data from patients who were hospitalised during 2022. The sample was selected using total sampling. The data were subjected to descriptive analysis. The study yielded a total of 281 samples, with the majority (77.9%) comprising male and belonging to the productive age range (18-45 years), 77.6%. The majority (94.66%) of the subjects were diagnosed with paranoid schizophrenia. The average number of drugs received by patients was 4-5 types of drugs. Additionally, 61.6% of patients were diagnosed with comorbid. The most commonly prescribed typical antipsychotic was risperidone, which was used in monotherapy (5.69%) and in two combinations: risperidone-chlorpromazine (62.63%) and risperidone-haloperidol (8.19%). The comorbid diseases most commonly suffered are typhoid (44.07%), leukocytosis (16.95%), and the use of psychoactive substances (6.78%). The findings of the study indicated that patients with schizophrenia 66% patient had comorbidity, with the primary comorbidity an infection and received polypharmacy therapy.
Kajian Literatur : Tinjauan Terapi Kardioprotektan untuk Penanganan Kardiotoksisitas Kemoterapi Antrasiklin Cinantya Meyta Sari; Budi Suprapti; Nurmainah Nurmainah
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.19910

Abstract

Saat ini telah banyak diteliti mengenai beberapa agen farmakologi untuk terapi penanganan kardiotoksisitas antrasiklin. Namun, dibutuhkan kajian lebih lanjut terhadap strategi terapi kardiotoksisitas antrasiklin tersebut dari segi kefarmasian untuk memperkaya referensi sebagai dasar praktek klinis untuk tatalaksana kardiotoksisitas, terutama di negara berkembang. Kajian literatur ini bertujuan mengkaji lebih mendalam terkait kardioprotektan dari aspek mekanisme kerja, karakteristik farmakokinetik, serta dari evidence based medicine yang ada. Kajian literatur secara komprehensif dilakukan berdasarkan penelusuran jurnal ilmiah melalui penelusuran elektronik dengan kata kunci kombinasi “cardioprotective”, “anthracycline”, dan “cardiotoxicity”. Dari seluruh artikel yang diperoleh, didapatkan 39 artikel yang dapat dikaji lebih lanjut, yakni artikel mengenai kardiotoksisitas antrasiklin, serta penelitian dan bukti ilmiah mengenai agen-agen farmakologi yang diteliti bersifat kardioprotektif. Kesimpulan dari tinjauan ini adalah beberapa agen farmakologis telah menunjukkan luaran yang baik pada beberapa parameter kardiotoksisitas, namun penelitian tingkat lanjut dengan skala lebih besar dan waktu  follow up yang lebih lama masih diperlukan terutama dengan sampel domestik agar dapat diperoleh konklusi yang dapat diaplikasikan secara klinis pada masyarakat Indonesia.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) Pada Pasien Dewasa Di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta Periode Tahun 2020-2023 Delviana Puspita Sari; Rolando Rahardjoputro; Adhi Wardhana Amrullah
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20125

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease merupakan kondisi di mana cairan lambung/isi perut kembali ke kerongkongan. Rasionalitas penggunaan obat merupakan proses penjaminan mutu resmi dan terstruktur, dilakukan secara konsisten untuk menjamin kelayakan, keamanan, dan kemanjuran obat. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat GERD pada pasien dewasa di instalasi rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2020-2023. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif yang menggunakan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh secara retrospektif. Sampel yang digunakan rekam medik pasien dewasa yang terdiagnosis GERD tahun 2020-2023 berdasarkan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 sampel pasien dewasa yang menderita GERD, mayoritas perempuan sebanyak 61%, dengan usia rata-rata 56-65 tahun sebanyak 33%. Profil penggunaan obat pada pasien GERD paling banyak menggunakan variasi terapi obat monoterapi mencapai 83%, dengan golongan obat PPI (Proton Pump Inhibitor)sebanyak 80% dan jenis obat yang paling sering digunakan adalah omeprazole 40 mg iv sebanyak 55%. Penggunaan terapi obat GERD berdasarkan tepat diagnosis diperoleh persentase sebesar 100%, tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 97%, tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, tepat interval waktu pemberian 100%, tepat lama pemberian 100%, dan tepat penilaian kondisi pasien 100%.
Review: Pengembangan Sistem Penghantaran Berbasis NLC (Nanostructur Lipid Carier) sebagai Skin Anti-Aging Ahmad Bagus Mindiarto; Garnadi Jafar; Al-fira Putriyanti
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.20136

Abstract

 Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata 25°C hingga 30°C dan dua musim utama, yaitu hujan dan kemarau. Keindahan dan kesehatan kulit sangat penting bagi masyarakat Indonesia, yang baru-baru ini diakui dalam peringkat kecantikan global. Penuaan kulit, yang ditandai dengan penurunan produksi kolagen dan elastisitas, serta munculnya keriput, dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti sinar matahari dan polusi. Anti-aging mengacu pada metode dan produk untuk memperlambat tanda-tanda penuaan. Pengembangan sistem penghantaran berbasis NLC (Nanostructured Lipid Carrier) adalah pendekatan terbaru dalam meningkatkan efektivitas produk anti-aging, dengan partikel lipid nano yang mampu menembus lapisan kulit lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kinerja NLC dengan berbagai sistem penghantaran sehingga dapat diketahui sejauh mana NLC lebih unggul dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan penetrasi bahan aktif anti-aging. Metode yang digunakan yaitu Artikel ilmiah dikumpulkan dari sumber nasional dan internasional 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC meningkatkan penetrasi bahan aktif ke lapisan kulit yang lebih dalam, memperbaiki hidrasi kulit, dan mengurangi tanda-tanda penuaan. Kesimpulannya, sistem penghantaran berbasis NLC menawarkan pendekatan efektif dalam terapi anti-aging dan memiliki potensi besar untuk aplikasi dalam produk kosmetik dan perawatan kulit.
Nanopartikel Sebagai Sistem Penghantaran Oral untuk Low Molecular Weight Heparin (LMWH) dalam Pengobatan Kolitis Ulseratif Nadhira Zakiyah; Garnadi Jafar; Patonah Patonah
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20144

Abstract

Kolitis ulseratif (UC) adalah suatu penyakit radang usus kronis yang mempengaruhi mukosa kolon dan rektum. UC memiliki etiologi kompleks melibatkan faktor genetik, imunologis, lingkungan, mikrobiota usus, psikososial, dan autoimun. Penggunaan heparin berat molekul rendah (LMWH) dalam terapi UC terbatas karena stabilitas dan bioavailabilitasnya yang rendah ketika diberikan secara oral. Nanopartikel dirancang untuk melindungi LMWH dari degradasi, meningkatkan penargetan ke jaringan yang meradang, dan meningkatkan efisiensi terapeutik obat. Metode yang digunakan merupakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai database dengan fokus pada artikel yang dipublikasikan antara tahun 2014 hingga 2024. Hasil menunjukkan bahwa nanopartikel berbasis LMWH efektif dalam mengurangi pelepasan sitokin pro-inflamasi dan menargetkan penghantaran obat ke lokasi spesifik dalam saluran pencernaan. Penghantaran oral dengan nanopartikel memberikan stabilitas selama transit gastrointestinal dan melepaskan obat di area usus besar yang meradang, sehingga meningkatkan kepatuhan pasien dan efikasi pengobatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem penghantaran obat berbasis nanopartikel menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan terapi UC, terutama dalam mengatasi keterbatasan pengobatan konvensional. 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Pada Remaja Putri Dalam Penanganan Dismenore Di Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri Dwi Kurniawati; agnes prawitya sari; hanugrah ardya crisdian saraswati
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20156

Abstract

Dismenore merupakan sensasi sakit, kram di perut bagian bawah yang sering disertai dengan berkeringat, sakit kepala, mual, muntah, diare, dan gemetaran. Menurut WHO jumlah penderita dismenore cukup tinggi. Diketahui bahwa penanganan dismenore non farmakologi lebih dominan dilakukan remaja putri dimana salah satunya dengan mengoleskan minyak kayu putih dan mengonsumsi jahe dan kunyit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan obat tradisional dalam menangani dismenore pada remaja putri di Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 100 responden. Berdasarkan studi yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat  hubungan secara signifikan mengenai pengetahuan dengan penggunaan obat tradisional dan juga terdapat hubungan yang signifikan mengenai sikap dengan penggunaan obat tradisional dalam menangani dismenore pada remaja putri di Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri dengan nilai p value (sig< 0,05).
Kajian Literatur: Terapi Cairan Pada Sepsis Diyna Rusayliya Purwanto; Suharjono Suharjono; Nurmainah Nurmainah
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20168

Abstract

Sepsis merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan perlu penanganan tepat waktu untuk mengurangi angka kematian. Terapi cairan merupakan salah satu landasan manajemen sepsis. Terapi cairan atau resusitasi bertujuan untuk memperbaiki kekurangan volume darah untuk memastikan curah jantung dan perfusi darah organ normal serta untuk melindungi fungsi organ. Namun, panduan terapi cairan yang benar dan optimal pada pasien dengan sepsis masih menjadi masalah yang sulit karena tanda-tanda klinis dari respon cairan yang sulit, terutama pada pasien anak. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemilihan jenis terapi cairan pada pasien sepsis. Jenis terapi cairan yang sering digunakan pada pasien sepsis adalah kristaloid dan koloid. Balanced kristaloid direkomendasikan sebagai cairan resusitasi lini pertama pada pasien dengan sepsis karena murah, tersedia secara luas, dan menyebabkan lebih sedikit efek samping serius. Namun, pertimbangan dalam memilih jenis terapi cairan pada sepsis lebih disarankan agar dilakukan pendekatan secara individu, menyesuaikan dengan kondisi klinis pasien sepsis.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Ira Rachmawati; Galih Samodra; Desy Nawangsari
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20260

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut ialah bagian penting dari kesehatan keseluruhan dan dapat mempengaruhi kualitas hidup. Kurangnya perawatan gigi dapat menyebabkan karies , penyakit yang umumnya disebabkan oleh Streptococcus mutans. Bakteri ini memainkan peran utama dalam pembentukan karies gigi karena kemampuannya memproduksi asam melalui fermentasi karbohidrat yang mengakibatkan demineralisasi enamel gigi.  Daun alpukat yang mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, memiliki potensi sebagai bahan alami dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun alpukat dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% menggunakan metode sumuran. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak daun alpukat menghambat bakteri konsentrasi 25% dengan rata-rata zona hambat sebesar 9,11 mm (respon hambatan sedang), konsentrasi 50% dengan rata rata zona hambat 8,11 mm (respon hambatan sedang), konsentrasi 75% dengan rata rata 10,81 mm (respon hambatan kuat). Pada konsentrasi 50% mengalami penurunan diameter zona hambat. Hal ini kemungkinan disebabkan karena konsentrasi 50% tidak meresap secara sempurna ke dalam paper diam dan sulit berdifusi dalam media sehingga daya hambat yang terbentuk lebih kecil dari pada konsentrasi 25%. Berdasarkan uji One Way ANOVA, nilai signifikansi 0,000 (<0,05) menunjukkan perbedaan signifikan antara berbagai konsentrasi ekstrak dalam menghambat Streptococcus mutans. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun alpukat efektif sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Kata Kunci: Kesehatan Gigi, Ekstrak Daun Alpukat, Zona Hambat, Streptococcus mutans Dental and oral health is an important part of overall health and can affect quality of life. The lack of dental care can lead to caries, a disease commonly caused by Streptococcus mutans. This bacterium plays a major role in the development of dental caries due to its ability to produce acid through carbohydrate fermentation, resulting in enamel demineralization. Avocado leaves, which contain alkaloids, flavonoids, saponins and tannins, have potential as a natural ingredient with antibacterial activity. This research aims to determine whether avocado leaf extract inhibits the growth of Streptococcus mutans with concentrations of 25%, 50% and 75% using the well method. The antibacterial test results showed that avocado leaf extract inhibited bacteria at a concentration of 25% with an average inhibitory zone of 9.11 mm (medium inhibitory response), a concentration of 50% with an average inhibitory zone of 8.11 mm (medium inhibitory response), a concentration of 75 % with an average of 10.81 mm (strong resistance response). Based on the One Way ANOVA test, a significance value of 0.000 (<0.05) indicates a significant difference between various extract concentrations in inhibiting Streptococcus mutans. In conclusion, ethanol extract of avocado leaves is effective as an antibacterial against Streptococcus mutans. 
Formulasi dan Penilaian Fisik Sediaan Spray Minyak Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild) dan Seledri (Apium graveolens) sebagai Pertumbuhan Rambut Fahmi Alief Maulana; Anita Sukmawati; Ahmad Fauzi; Arifah Sri Wahyuni
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.20283

Abstract

Ekstrak seledri (Apium graveolens Linn) yang mengandung apigenin dan kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild) dengan kandungan asam oleat berpotensi dikembangkan sebagai pertumbuhan rambut. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak seledri (Apium graveolens Linn) dan ekstrak kemiri (Aleurites moluccana (L.) Wild) menjadi sediaan spray penumbuh rambut. Ekstrak seledri diperoleh melalui maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut, sementara ekstrak kemiri dibuat menggunakan mesin Hot Press. Kedua ekstrak diformulasikan dengan konsentrasi bervariasi terdiri dari 0,1; 0,5; dan 1%. Evaluasi sediaan spray menunjukkan produk berbentuk cair berwarna hijau kekuningan dengan konsistensi yang homogen. Hasil uji  kualitas fisik sebagai berikut: pH 5,79; keseragaman bobot 1,692%; daya sebar 5,93 cm; daya lekat 12,32 detik; viskositas 505 cP; waktu mengering 81,67 detik; dan pola penyemprotan spray menghasilkan semprotan yang menyebar secara merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak seledri serta kemiri memenuhi syarat sebagai sediaan spray untuk pertumbuhan rambut. Kata Kunci: Daun Seledri, Kemiri, Pertumbuhan Rambut, Kualitas Fisik, Spray Celery (Apium Graveolens Linn) extract containing apigenin and candlenut (Aleurites moluccana (L.) Wild) containing oleic acid have the potential to be developed for hair growth The aim of this research is to formulate celery extract (Apium graveolens Linn) and candlenut extract (Aleurites moluccana (L.) Wild) into a hair growth spray preparation. Celery extract was obtained through maceration with 96% ethanol as a solvent, while candlenut extract was made using the Hot Press machine. The second extract was formulated with varying concentrations consisting of 0.1; 0.5; and 1%. Evaluation of the spray preparation shows that the product is a green liquid with a homogeneous consistency. The physical quality test results are as follows: pH 5.79; weight uniformity 1.692%; spreadability 5.93 cm; sticking power 12.32 seconds; viscosity 505 cP; drying time 81.67 seconds; and the spray spray pattern produces a spray that spreads evenly. This research concludes that celery and candlenut extracts meet the requirements as spray preparations for hair growth.