cover
Contact Name
Pharmascience
Contact Email
dita.sandi@ulm.ac.id
Phone
+6285189393438
Journal Mail Official
jps@ulm.ac.id
Editorial Address
https://pharmascience.ulm.ac.id/index.php/pharmascience/about
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v13i1
Core Subject :
ournal of Pharmascience accepts scientific articles as original reasearch articles and review articles on pharmacy and health. Journal of Pharmascience publishes various scientific articles covering Pharmacy and Pharmaceutical Sciences in the field but not limited to: Clinical Pharmacy Community Pharmacy Pharmacology Natural Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Technology Pharmaceutical Management Pharmaceutical Education Apart from the topics above, the Journal of Pharmascience also accepts other manuscripts in the health field, such as: Validation and development of analytical methods for a variety of samples, including food Implementation and analysis of a variety of surveys related to medical therapy, disease, health procedures, and other aspects of health
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Review: Penghantaran Nanopartikel Berbasis Lipid Dalam Pemanfaatan Senyawa Bahan Alam Yang Mengandung Antioksidan Untuk Dermatologi Panji Bachrudin; Garnadi Jafar; Yani Mulyani
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.20868

Abstract

Stres oksidatif merupakan faktor penting dalam berbagai penyakit kulit seperti Alopecia areata, dermatitis atopik, dermatitis seboroik, dan jerawat. Penurunan kadar antioksidan enzimatik seperti GPX dan SOD serta antioksidan non-enzimatik seperti vitamin A, C, dan E sering terjadi pada kondisi-kondisi ini, sementara penanda stres oksidatif seperti TBARS dan MDA meningkat. Molekul aktif farmasi yang lipofilik sering menghadapi tantangan dalam pemberian dan penyerapan pada pasien dermatologi. Banyak senyawa aktif alami dari tanaman memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Penelitian ini mengevaluasi peran stres oksidatif dalam penyakit kulit dan mengkaji efektivitas Solid Lipid Nanoparticle (SLN) dan Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dalam meningkatkan pemberian dan penyerapan molekul aktif farmasi lipofilik dalam pengobatan dermatologi. Metode penelitian mencakup pencarian artikel ilmiah dari sumber nasional dan internasional seperti Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct dalam kurun waktu 2004-2024 dengan kata kunci Antioksidan, NLC, Dermatologi, dan Senyawa Alami. Hasil menunjukkan bahwa stres oksidatif berperan signifikan dalam penyakit kulit, menekankan pentingnya strategi antioksidan yang efektif. SLN dan NLC terbukti sebagai solusi efektif untuk meningkatkan pemberian dan penyerapan molekul aktif farmasi lipofilik dalam dermatologi. Kata Kunci: Antioksidan, Nanostructured Lipid Carrier (NLC), Senyawa Alami, Nanoteknologi, Dermatologi Oxidative stressed was a key factor in skin diseases such as alopecia areata, atopic dermatitis, seborrheic dermatitis, and acne.  Patients with these conditions often showed decreased levels of enzymatic antioxidants liked GPX and SOD, and non-enzymatic antioxidants liked vitamins A, C, and E, while oxidative stressed markers such as TBARS and MDA increase.  In dermatology, the administration and absorption of highly lipophilic active pharmaceutical molecules were challenging.  Additionally, many natural plant compounds exhibit significant antioxidant activity.  This studied evaluates the role of oxidative stressed in skin diseases and examines the effectiveness of Solid Lipid Nanoparticles (SLN) and Nanostructured Lipid Carriers (NLC) in improving the delivery and absorption of lipophilic active pharmaceutical molecules for dermatological treatments.  The researched involved a literature review from sources liked PubMed, Google Scholar, and Science Direct over the last 20 years (2004-2024) used keywords such as antioxidants, NLC, dermatology, and natural compounds. Findings highlight the significant role of oxidative stressed in skin diseases, emphasizing the needed for effective antioxidant strategies. SLN and NLC are identified as promising solutions to enhance the delivery and absorption of lipophilic active pharmaceutical molecules in dermatology.
Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) Chaerunnisa Salsabillah; Abulkhair Abdullah; Amran Nur
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21010

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas. Kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam daun ungu berperan sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas. Namun, proses pengeringan dalam ekstraksi tanaman obat dapat memengaruhi kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun ungu dan menentukan suhu optimal yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Daun ungu dikeringkan pada berbagai suhu (30℃, 45℃, dan 60℃), lalu diekstraksi menggunakan etanol 96%. Pada ekstraknya dilakukan uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak daun ungu yang dikeringkan pada suhu 30℃, 45℃, dan 60℃ masing-masing 5,69%, 5,82%, dan 5,87%. Pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada suhu 30℃ dan 40℃ masih ditemukan berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, sedangkan pada suhu 60℃ hanya teridentifikasi satu senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 untuk masing-masing suhu pengeringan adalah 32,46 μg/mL, 72,46 μg/mL, dan 193046,68 μg/mL.
Formulation and Optimization of Marigold Flower (Tagetes erecta L.) Extract Emulgel using Response Surface Methodology Dinda Rahmanda Priatna; Yenni Puspita Tanjung; Tubagus Akmal
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.21173

Abstract

Bunga marigold (Tagetes erecta L.) merupakan bahan alami yang memiliki potensi antioksidan untuk mencegah penuaan dini. Dapat digunakan sebagai antioksidan yang diformulasikan ke dalam bentuk sediaan kosmetik, salah satunya adalah sediaan emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula sediaan emulgel ekstrak bunga marigold dengan variasi konsentrasi xanthan gum dan guar gum sebagai pembentuk gel. Optimasi formula dilakukan dengan Central Composite Design menggunakan software Design Expert v.13.0.1 dengan respon uji nilai viskositas, pH, dan daya sebar. Pada pengujian diperoleh 13 formula uji dengan rentang nilai viskositas, pH, dan daya sebar 483,33 ± 40,82 hingga 32333 ± 273,25 cPs, 5,19 ± 0,04 hingga 6,69 ± 0,01, dan 5,43 ± 0,05 hingga 8,6 ± 0,13 cm. Kemudian dilakukan uji stabilitas terhadap formula optimum basis sediaan emulgel dan emulgel ekstrak bunga marigold untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak terhadap basis yang dibuat. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah formula optimum dihasilkan dari konsentrasi xanthan gum dan guar gum masing-masing gelling agent sebesar 0,75%, dengan nilai viskositas 31616,7 ± 116,9 cPs, pH 6,14 ± 0,1, dan daya sebar 5,68 ± 0,12 cm. Uji stabilitas emulsi menghasilkan stabilitas yang baik. Berdasarkan uji normalitas dianalisis menggunakan aplikasi GraphPad Prism versi 10.4.0. Tidak ada pengaruh signifikan penambahan ekstrak pada basa emulgel yang terlihat selama uji stabilitas. Kata Kunci: Central Composite Design, Emulgel, Marigold, Xanthan Gum, Guar Gum Marigold flower (Tagetes erecta L.) is a natural ingredient with potential antioxidant properties to prevent premature aging. It can be used as an antioxidant formulated into cosmetic dosage forms, one of which is preparation emulgel. This research aims to optimize the emulgel preparation formula of marigold flower extract with varying concentrations of xanthan gum and guar gum as gelling agents. Formula optimization was carried out with Central Composite Design using Design software Expert v.13.0.1 with test responses for viscosity, pH, and spreadability values. On testing, 13 test formulas were obtained with a range of viscosity, pH, and spreadability values of 483.33 ± 40.82 to 32333 ± 273.25 cPs, 5.19 ± 0.04 to 6.69 ± 0.01, and 5.43 ± 0.05 to 8.6 ± 0.13 cm. Then a stability test was carried out on the optimum formula of marigold flower extract base and emulsion to determine the effect of adding the extract on the base preparation made. The conclusion obtained from this research is that an optimum formula was produced from the concentration of xanthan gum and guar gum of 0.75% for each gelling agent, with a viscosity value of 31616.7 ± 116.9 cPs, pH of 6.14 ± 0.1, and spreadability of 5.68 ± 0.12 cm. The stability test of the emulgel resulted in good stability. Based on the normality test analyzed using the GraphPad Prism application version 10.4.0. No significant effect on the addition of the extract to the emulgel base was seen during the stability test.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Senyawa Flavonoid dan Fenolik pada Ekstrak Etanol Daun Mangga Kasturi (Mangifera Casturi Kosterm.) Rahmayani Maghfirah; Mochammad Saiful Bachri; Sri Mulyaningsih; Sapto Yuliani; Nur Mahdi
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21350

Abstract

Mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) merupakan tanaman endemik Kalimantan Selatan yang dikenal dengan buahnya yang memiliki rasa manis dan aroma khas. Tanaman ini tergolong langka dan telah mengalami penurunan populasi di habitat aslinya akibat deforestasi dan kurangnya upaya budidaya. Daun mangga kasturi mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan alami untuk kajian awal pengembangan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan flavonoid dan fenolik dalam ekstrak etanol daun mangga kasturi (EEDMK) melalui uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan menggunakan uji tabung dan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF254. Fase gerak berupa campuran heksana, etil asetat, dan asam format (6:4:0,2) digunakan untuk flavonoid, sementara campuran CHCl3, metanol, dan aquadest (7:3,5:1) digunakan untuk fenolik. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri AlCl₃ menggunakan standar kuersetin, sedangkan senyawa fenolik dianalisis menggunakan metode Folin-Ciocalteau dengan standar asam galat. Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya senyawa flavonoid dengan nilai Rf 0,43 dan 0,63 serta fenolik dengan Rf 0,1. Uji kuantitatif menunjukkan total kandungan flavonoid dalam ekstrak adalah 8,3625±0,05 mg QE/g, sementara kandungan fenolik total mencapai 219,0196±1,80 mg GAE/g. Hasil ini menunjukkan potensi EEDMK sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk sediaan farmasi.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Antihiperpigmentasi Serum Biji Alpukat (Persea americana Mill.) sebagai Inhibitor Enzim Tirosinase Fatimah Zahra; Arini Khaerunnisa; Dhyneu Dwi Jayantie; Eva Vauziah; Irfan Iryana
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.21458

Abstract

Melanin merupakan pigmen utama yang memiliki fungsi melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet. Sintesis melanin berlebih dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi. Kandungan utama dalam biji alpukat (Persea americana Mill) adalah katekin yang berpotensi sebagai inhibitor enzim tirosinase. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan serum ekstrak biji P.americana Mill dan mengetahui bagaimana aktivitas penghambat enzim tirosinase. Sampel Biji P.americana di maserasi dengan etanol 70%. Diformulasi dengan tiga formula yaitu F0 sebagai basis, F1 formula dengan 50x nilai antioksidan, dan F2 formula dengan 100x nilai antioksidan. Uji stabilitas sediaan dilakukan selama 28 hari uji stabilitas sediaan meliputi uji organoleptis, viskositas, pH, daya sebar, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan %rendemen ekstrak sebesar 13,168%. Hasil skrining fitokimia ekstrak Biji P. americana mengandung flavonoid, tanin, saponin, steroid dan alkaloid. Ekstrak biji P. americana memiliki nilai IC50 sebesar 22,26 ppm. Pengujian stabilitas sediaan serum ekstrak biji P. americana memiliki stabilitas yang baik. Aktivitas inhibisi enzim tirosinase F0, F1, F2 dan serum komersial memiliki nilai IC50 masing-masing sebesar 3274, 3585, 2809 dan 2165 ppm. Aktivitas inhibisi enzim tirosinase sediaan serum ekstrak biji P. americana mempunyai nilai IC50 yang paling baik berada pada sediaan serum dengan formula 100x nilai antioksidan. Kata Kunci: Alpukat, Antioksidan, Hiperpigmentasi, Serum, Tirosinase  Melanin is the main pigment that has the main function of protecting the skin from damage due to ultraviolet exposure, excess melanin synthesis can lead to the occurrence of hyperpigmentation. The main ingredients in Avocado Seeds (Persea americana Mill) are catechins which have potential as tyrosinase enzyme inhibitors. The aim in this study was to create a formulation of P. americana Mill seed extract serum preparation and to find out how tyrosinase enzyme inhibitor activity in P. americana seed extract serum preparations. A sample of P. americana seed was macerated with 70% ethanol. It is then formulated with three formulas namely F0 as the base, F1 formula with 50x the antioxidant value, and F2 formula with 100x the antioxidant value. A preparation stability test was performed over a 28-day preparation stability test covering organoleptic, viscosity, pH, dispersibility, and homogeneity assays. The tyrosinase enzyme inhibition assay was analyzed in vitro. Results of phytochemical screening of P. americana seed extract contain flavonoid group compounds, tannins, saponins, steroids and alkaloids. P. americana Seed Extract has an IC50 value of 22.26 ppm. Stability testing of serum preparation P. americana Seed extract has good stability. The inhibitory activity of tyrosinase enzyme F0, F1, F2 and commercial serum had IC50 values of 3274, 3585, 2809 and 2165 ppm respectively. The inhibitory activity of tyrosinase enzyme of serum preparation of P. americana seed extract had the best IC50 value in serum preparation with formula 100x antioxidant value.
Tinjauan Sistematik terhadap Penerapan HOT-Fit sebagai Framework Evaluasi Keberhasilan Sistem Informasi Rumah Sakit Fathur Rahman; Lutfan Lazuardi; Anna Wahyuni Widayanti
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.21542

Abstract

Framework HOT-Fit merupakan salah satu model evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan implementasi sistem informasi kesehatan melalui tiga dimensi utama yaitu manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penerapan framework HOT-Fit dalam evaluasi keberhasilan sistem informasi di rumah sakit. Tinjauan sistematik dilakukan menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA) dengan pencarian artikel terbitan 2014-2023 pada database PubMed, Scopus, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci “Hospital” AND “HOT-Fit” AND “Human Organization Technology-Fit”. Sebanyak sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil menunjukkan bahwa framework HOT-Fit telah diterapkan dalam berbagai jenis sistem informasi seperti EMR, HRIS, CDSS, dan sistem cloud, serta di berbagai negara dengan kondisi geografis dan institusional yang berbeda. Ketiga dimensi HOT-Fit tetap relevan digunakan, meskipun tingkat penekanannya bervariasi tergantung pada konteks lokal dan tujuan evaluasi. Beberapa studi juga mengombinasikan HOT-Fit dengan framework lain seperti TOE, TAM, dan FITT untuk memperluas cakupan analisis. Kesimpulannya, HOT-Fit merupakan framework yang fleksibel, dapat berdiri sendiri maupun dikombinasikan, serta tetap relevan dalam mengevaluasi sistem informasi kesehatan di berbagai konteks pelayanan. Kata Kunci : Teknologi, Pelayanan Kesehatan, Sistem Informasi Kesehatan, Data, Evaluasi Sistem The HOT-Fit framework is one of the evaluation models used to assess the success of health information system implementation through three key dimensions: human, organization, and technology. This study aims to review the application of the HOT-Fit framework in evaluating the success of hospital information systems. A systematic review was conducted using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) method, with articles published between 2014 and 2023 retrieved from the PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases using the keywords “Hospital” AND “HOT-Fit” AND “Human Organization Technology-Fit.” This review includes nine articles that met the inclusion and exclusion criteria. The results show that the HOT-Fit framework has been applied to various types of information systems, including EMR, HRIS, CDSS, and cloud-based systems, across countries with diverse geographical and institutional contexts. All three dimensions remain relevant, although their emphasis varies depending on local context and evaluation objectives. Several studies also integrated HOT-Fit with other frameworks such as TOE, TAM, and FITT to broaden the scope of analysis. In conclusion, HOT-Fit is a flexible framework that can be applied independently or in combination, and remains relevant in evaluating health information systems across diverse healthcare settings.
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol 96% Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa) Secara In Vivo Ega Rezkyan Khalid; Aditya Maulana Perdana Putra; Dita Ayulia Dwi Sandi; Nabila Hadiah Akbar; Khoirunnisa Muslimawati; Okta Muthia Sari
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21737

Abstract

Diabetes Melitus (DM) telah menjadi permasalahan global dan termasuk ke dalam penyakit yang paling umum di dunia. Pengobatan menggunakan herbal merupakan salah satu solusi untuk mengatasi diabetes dan tumbuhan bungur (Lagerstroemia speciosa) merupakan herbal yang dapat mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya aktivitas antidiabetes dan menentukan dosis yang memiliki efek antidiabetes terbesar pada ekstrak etanol 96% L. speciosa secara in vivo menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Mencit diambil darahnya pada menit ke-0 dan diberikan larutan uji sesuai kelompoknya, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (metformin), dan kelompok dosis terpilih (75 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 125 mg/kgBB). Setelah 30 menit, diberikan larutan dekstrosa dan diambil darah mencit untuk diuji menggunakan pada menit ke-10, 20, 30, 45, 60, 90, dan 120 setelah pemberian dekstrosa. Hasil menunjukkan penurunan glukosa darah pada menit ke-20-30 pada seluruh kelompok perlakuan ekstrak dan kontrol positif, dimana kelompok dosis 125 mg/kgBB ekstrak L. Speciosa (159 ± 35,46) menghasilkan penurunan kadar glukosa yang tidak jauh berbeda dengan penurunan yang terjadi pada kelompok metformin (150,4 ± 46,42). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kadar glukosa darah kelompok perlakuan pada menit ke-30 terdapat perbedaan bermakna dengan kontrol negatif (Sig. <0,05) dan tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (Sig. ≥0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah Hasil uji Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) menunjukkan adanya aktivitas antidiabetes oleh ekstrak etanol 96% daun L. speciosa yang ditandai dengan adanya penurunan kadar glukosa darah pada mencit, efek antidiabetes terbesar pada ekstrak etanol 96% daun L. speciosa dengan dosis 125 mg/kgBB.
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Kalangkala (Litsea garciae Vidal) Muddatstsir Idris; Kholifatu Rosyidah; Kamilia Mustikasari; Fahrina Kasumawati
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21785

Abstract

Kalangkala (Litsea garciae Vidal) dikenal sebagai tumbuhan dengan berbagai bioaktivitas, menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk aplikasi farmasi dan pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri pada ekstrak metanol daun tumbuhan tersebut. Metode skrining fitokimia dilakukan  untuk menganalisis  kandungan alkaloid, triterpenoid, flavonoid, dan fenolik dalam ekstrak metanol. Aktivitas antibakteri dievaluasi secara in vitro terhadap bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus) dan Gram negatif (Salmonella typhimurium). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung senyawa triterpenoid, fenolik, dan flavonoid. Pengujian antibakteri menunjukkan bahwa S. aureus menunjukkan zona penghambatan sebesar 12,00±0,08 mm, 16,00±0,12 mm, dan 19,00±0,22 mm pada konsentrasi ekstrak masing-masing 25%, 50%, dan 100%. Demikian pula, S. typhimurium menunjukkan zona penghambatan sebesar 18,00±0,23 mm, 20,00±0,11 mm, dan 22,00±0,07 mm pada konsentrasi yang sama. Hasil ini mengindikasikan potensi L. garciae Vidal sebagai agen antibakteri.
Tinjauan : Antielastase dari Berbagai Tumbuhan untuk Kosmetik Retty Handayani; Delin Arlina; Syifa Nurisma Ekaputri; Siti Nurajijah; Siti Nurmulyanti Sopiana; Farisha Rahma Fadilla; Aghna Urfa
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.21963

Abstract

Antielastase adalah senyawa yang menghambat aktivitas enzim elastase, yang berperan dalam mencegah kerusakan jaringan elastin di dalam tubuh. Tujuan review jurnal ini yaitu merangkum berbagai jenis senyawa bioaktif dari tumbuhan yang berkhasiat sebagai antielastase. Metode review yang digunakan mencakup berbagai pendekatan literatur yang dilakukan melalui tahapan pencarian artikel, seleksi, penentuan artikel, dan ekstraksi data. Proses pencarian artikel dilakukan pada database bereputasi seperti Google Scholar, OpenAlex, Pubmed, Sciendirect, Sinta, dan Scopus. Hasil dari 50 literatur menunjukkan bahwa semua tanaman yang diteliti mempunyai senyawa yang berpengaruh besar sebagai inhibitor enzim elastase alami dengan nilai IC50 kurang dari 50ppm. Senyawa dari tanaman tersebut yaitu golongan polifenol, flavonoid, α-tocopherol, biflavonoid, fenol, epigallocatechin gallate (EGCG), epicatechin gallate (ECG), antosianin, katekin, α-pinene, limonene, likopen, quercetin, dan safranal. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak literatur yang mendukung pemanfaatan tanaman sebagai agen antielastase. Kata Kunci: Anti-Aging, Fitokimia, IC50, Inhibitor Elastase, Senyawa Bioaktif Antielastase is a compound that inhibits the activity of the elastase enzyme, which plays a role in preventing damage to elastin tissue in the body. The purpose of this journal review is to summarize various types of bioactive compounds from plants that are efficacious as antielastase. The review method used includes various literature approaches carried out through the stages of article search, selection, article determination, and data extraction. The article search process was carried out on reputable databases such as Google Scholar, OpenAlex, Pubmed, Sciendirect, Sinta, and Scopus. The results of 50 literatures showed that all plants studied had compounds that had a major effect as natural elastase enzyme inhibitors with IC50 values of less than 50 ppm. The compounds from these plants are polyphenols, flavonoids, α-tocopherol, biflavonoids, phenols, Epigallocatechin Gallate (EGCG), Epicatechin Gallate (ECG), anthocyanins, catechins, α-pinene, limonene, lycopene, quercetin, and safranal. This study shows that there is a lot of literature supporting the use of plants as antielastase agents.
Antibiotics Without Prescription: Factors Affecting Sales and Purchases in the South Banjarbaru District Rahmayanti Fitriah; Ramilah Audini Miftahul Jannah; Rahmi Hidayati
Journal of Pharmascience Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.22237

Abstract

Antibiotics are drugs used to treat bacterial infections and should only be obtained with a doctor’s prescription. However, many people in Indonesia acquire them without one, and regulations are not fully enforced across regions. This study aimed to identify factors influencing the sale and purchase of non-prescription antibiotics. A quantitative approach was used, employing purposive sampling for sales factors and proportional random sampling for purchase factors, with data collected via questionnaires. Data were analyzed using univariate (frequency distribution), bivariate (Kendall’s tau test), and factor analysis methods. Results showed that antibiotic sales without prescriptions were at a moderate level (50%), while purchases were at a low level (65.3%). There was no significant relationship between antibiotic sales and purchases without prescriptions in South Banjarbaru District. The factors that most influence sales are integrity, financial, legal and critical sense, as well as external pressure, while the factors that influence purchasing are integrity, financial,  ease of access, knowledge, and recommendations/information from others.