cover
Contact Name
Pharmascience
Contact Email
dita.sandi@ulm.ac.id
Phone
+6285189393438
Journal Mail Official
jps@ulm.ac.id
Editorial Address
https://pharmascience.ulm.ac.id/index.php/pharmascience/about
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v13i1
Core Subject :
ournal of Pharmascience accepts scientific articles as original reasearch articles and review articles on pharmacy and health. Journal of Pharmascience publishes various scientific articles covering Pharmacy and Pharmaceutical Sciences in the field but not limited to: Clinical Pharmacy Community Pharmacy Pharmacology Natural Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Technology Pharmaceutical Management Pharmaceutical Education Apart from the topics above, the Journal of Pharmascience also accepts other manuscripts in the health field, such as: Validation and development of analytical methods for a variety of samples, including food Implementation and analysis of a variety of surveys related to medical therapy, disease, health procedures, and other aspects of health
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Resep Di Apotek Kabupaten Karanganyar Gita Fatmaningrum; Agnes Prawistya Sari; Hanugrah Arddya Crisdian Saraswati
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20293

Abstract

Pelayanan resep adalah bagian dari layanan apotek yang berkualitas bertujuan untuk mencapai mutu pelayanan yang optimal, yang berarti pelayanan resep yang diberikan juga harus memiliki standar yang baik.Salah satu indikator yang digunakan dalam mengevaluasi kualitas pelayanan resep di apotek adalah dengan mengukur tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien yang diterima dapat dengan metode Service Quality(Servqual) yang membagi kualitas layanan menjadi 5 dimensi meliputi : responsiveness (ketanggapan), reability(kehandalan), assurance (jaminan), emphaty (empati), tangible (bukti fisik). Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan resep di apotek Kabupaten Karanganyar berdasarkan 5 dimensi. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif metode pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024 dengan menggunakan kuesioner. Sebanyak 100 responden memenuhi kriteria penelitian responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan rumus persentase lalu diukumpulkan dan dibuat tabulasi. Hasil penelitian menunjukan dimensi ketanggapan mendapatkan 78,08%, dimensi kehandalan mendapatkan 81,17%, dimensi jaminan mendapatkan 79,58%, dimensi empati mendapatkan 79,25% dan dimensi bukti fisik mendapatkan 83,91%. Dari 5 dimensi tersebut dapat disimpulkan tingkat kepuasan pelayanan resep di Apotek Kabupaten Karanganyar di kategorikan Sangat Puas.
Aktivitas Formulasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana Linn.) sebagai Pelembab Bibir Destria Usha Widya Risantie; Joko Santoso; Evi Nurul Hidayati
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.20294

Abstract

Bibir kering merupakan kondisi ketika bibir terasa kering, pecah-pecah dan mengelupas. Tanaman yang digunakan adalah kulit manggis (Garcinia mangostana L.) yang mengandung sumber antioksidan seperti xanton, antosianin dan tanin berfungsi untuk melembutkan, melembabkan dan mengurangi kekeringan pada bibir. Kandungan xanton sebagai antioksidan yang berkhasiat melawan radikal bebas, antiaging dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lip balm merupakan sediaan yang digunakan pada bibir bertujuan sebagai pelembab bibir yang berbentuk semi padat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas formulasi sediaan lip balmekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai pelembab bibir dengan konsentrasi 0,4%, 0,7%, 1%. Metode penelitian ini eksperimental dengan pre experimental yaitu one group pretest posttest design. Hasil penelitian pada FI (0,4%) memiliki aktivitas lembab, tekstur padat, warna putih kecoklatan, aroma khas ekstrak, homogen, titik lebur 51,87oC, pH 5,53. Pada FII (0,7%) memiliki aktivitas lebih lembab, tekstur padat, warna putih kecoklatan, aroma khas ekstrak, homogen, titik lebur 51,34 oC, pH 5,70. Pada FIII (1%) memiliki aktivitas sangat lembab, tekstur padat, warna putih kecoklatan, aroma khas ekstrak, homogen, titik lebur 52,6oC, pH 6,13. Hasil dari uji hedonik responden menyukai FIII (1%) dengan nilai tekstur sangat suka (86%), aroma suka (78%), warna sangat suka (83%), kelembaban sangat suka (90%) dan uji iritasi tidak menimbulkan adanya iritasi saat sediaan digunakan. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan lip balm ekstrak kulit manggis (Garcinia Mangostana Linn.) mempunyai aktivitas sebagai pelembab bibir, evaluasi fisik dan uji hedonik dari sediaan lip balm yang paling baik adalah FIII (1%).
Potensi Ekstrak Etanol Daun Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Terapi Penyembuh Luka Bakar pada Tikus Putih Jantan Fathnur Sani K; Andinni Putri; Diah Riski Gusti
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20326

Abstract

Luka bakar muncul akibat adanya cidera kontak lanngsung dengan sumber panas. Kondisi ini menjadi penyebab utama cidera dan kematian. Daun enceng gondok memiliki kandungan metabolit sekunder yang memiliki banyak efek farmakologi. Tujuan penelitian adalah menganalisis hasil potensi ekstrak enceng gondok secara in vivo sebagai terapi penyembuh luka bakar. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 5 kolompok yaitu kontrol positif (Bioplacenton), kontrol negatif (Vaselin), konsentrasi ekstrak 2,5%, konsentrasi ekstrak 5%, dan konsentrasi ekstrak 7,5%. Parameter pengamatan yang digunakan adalah diameter luka bakar selama 14 hari dan hasil deskriptif histologi yang dikorbankan pada hari ke-15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna dengan konsentrasi terbaik adalah 7,5%, kemudian diikuti konsentrasi 5% dan 2,5%. Penelitian ini menjadi dasar pengembangan penelitian berikutnya dalam proses pengembangan produk penyembuh luka berbahan dasar ekstrak enceng gondok. Kata Kunci: Daun Enceng Gondok, Ekstrak, Histologi, Luka Bakar  Burns occur due to direct contact injury with a heat source. This condition is the leading cause of injury and death. Water hyacinth leaves contain secondary metabolites that have many pharmacological effects. This study aimed to analyze the potential results of water hyacinth extract in vivo as a burn healing therapy. The treatment group was divided into 5 groups: positive control (Bioplacenton), negative control (Vaseline), extract concentration of 2.5%; 5%; and 7.5%. The observation parameters used were the diameter of the burn wound for 14 days and the descriptive results of histology sacrificed on the 15th day. The results showed that all treatments showed significant differences, with the best activity concentration being 7.5%, followed by 5% and 2.5%. This study is the basis for developing subsequent research in developing wound healing products based on water hyacinth extract.
Uji Aktivitas Antioksidan, Fenolik Total, dan Flavonoid Total dari Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius) dan Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Ika Ayu Mentari; Jundy Eko Wahyudi
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.20426

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil diakibatkan elektron yang berpasangan dan dapat menyebabkan kerukan molekul disekitarnya. Akumulatif dari radikal bebas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, neurodegeneratif dan penyakit kronis lainnya.Radikal bebas dapat dinetralkan dengan menggunakan sumber antiokasidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari Aktivitas antioksidan, total phenolic content (TPC) dan total flavonoid content (TFC) dari kombinasi ekstrak etanol daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dan daun jeruk purut (Citrus hystrix). Metode uji pada aktivitas antioksidan (DPPH), TPC, dan TFC dari kombinasi ekstrak etanol daun pandan (P. amaryllifolius) dan daun jeruk purut (C. hystrix) dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun pandan dan daun jeruk purut dengan kombinasi perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 47,67; 111,63; dan 28,34 µg/mL, serta dengan nilai dari TPC masing-masing sebesar 106,377; 561,449; dan 561,449 mg GAE/g ekstrak, serta 20.833, 279,166 dan 270.833 mg CE/ g ekstrak untuk nilai TFC. Kata Kunci : Antioksidan, Citrus hystrix, Pandanus amaryllifolius, TPC, TFC Free radicals are unstable molecules due to paired electrons and can cause damage to the surrounding molecules. Accumulative free radicals can cause various diseases such as cardiovascular disease, neurodegenerative and other chronic diseases. Free radicals can be neutralized by using antioxidant sources. This study aims to determine the value of antioxidant activity, total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC) from a combination of ethanol extracts of pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) and kaffir lime leaves (Citrus hystrix). The test method for antioxidant activity (DPPH), TPC, and TFC from a combination of ethanol extracts of pandan leaves (P. amaryllifolius) and kaffir lime leaves (C. hystrix) was carried out using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the combination of ethanol extracts of pandan leaves and kaffir lime leaves with a combination ratio of 1: 1, 1: 2, and 2: 1 had antioxidant activity with an IC50 value of 47.67; 111.63; and 28.34 µg/mL, and with TPC values of 106.377; 561.449; and 561.449 mg GAE/g extract, respectively, and 20.833, 279.166 and 270.833 mg CE/g extract for TFC values.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Propolis Lebah Kelulut Tetrigona apicalis dan Homotrigona fimbriata terhadap Mencit (Mus musculus L.) Syahrul Ramadhan; Paula Mariana Kustiawan
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20428

Abstract

Propolis merupakan campuran senyawa resin, minyak esensial, dan lilin yang didapatkan dari tunas, daun dan eksudat pohon yang kemudian disekresikan oleh lebah kelulut jenis Trigona sp. Pemanfaatan propolis telah dilakukan secara luas untuk kosmetik dan farmasi, namun penelitian terkait toksisitasnya masih sedikit dieksplorasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji toksisitas dalam mengamankan mutu sediaan. Propolis dari dua jenis lebah kelulut asal Kalimantan Timur, yaitu Tetrigona apicalis dan Homotrigona fimbriata masih belum ada penelitian terkait uji toksisitasnya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut dua propolis tersebut terhadap mencit (Mus musculus L.). Metode yang digunakan untuk uji toksisitas akut berdasarkan pedoman Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) 425: Acute Oral Toxicity Up and Down Prosedure. Dosis yang diberikan yaitu 2000–5000 mg/kgBB ekstrak propolis lebah kelulut T. apicalisdan H. fimbriata dan untuk nilai LD50 didapatkan dari data kuantitatif yang didapatkan pada pengujian toksisitas akut yang dilakukan. Semua kelompok hewan uji sampai hari ke-14 tidak memperlihatkan ada kematian karena faktor toksisitas dari kontrol. Hasil penelitian menunjukan ekstrak propolis lebah kelulut T. apicalis dan H. fimbriata mempunyai toksisitas akut (LD50) > 5000 mg/kg BB. Kedua propolis tersebut menunjukan aktivitas tidak toksik terhadap hewan uji.
Efektifitas Edukasi Video Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kesadaran Penggunaan Antibiotik: Sebuah Studi Kuasi Eksperimental Ni Putu Rina Adriani; I Gusti Ayu Rai Widowati; I Putu Riska Ardinata; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.20454

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk meningkatnya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi video terhadap pengetahuan dan kesadaran penggunaan antibiotik pada pasien di Puskesmas II Denpasar Utara. Pendekatan kuantitatif ini menggunakan  metode quasi-experimental The Static Group Comparison, dengan melibatkan 140 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok uji terdiri dari 70 pasien yang diberikan edukasi video dan kelompok kontrol terdiri dari 70 pasien yang diberikan pelayanan sesuai standar puskesmas. Pengumpulan data menggunakan kuisioner tervalidasi. Data dianalisis dengan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok pada variabel pengetahuan (p<0.001) dan kesadaran (p=0.028). Edukasi video memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, terutama dalam penggunaan antibiotik yang lebih bijak dan rasional.
Narrative Literature Review: Implementasi Five Moments for Medication Safety di Negara ASEAN I Gusti Ayu Rai Widowati; Hernita Paulina Dau Belalawe; Ni Putu Aryati Suryaningsih; Putu Yudhistira Budhi Setiawan
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20456

Abstract

Kesalahan pengobatan merupakan insiden yang berkaitan dengan keselamatan pasien. Insiden ini masih terjadi di negara-negara ASEAN. Five Moments for Medication Safety dirancang oleh World Health Organization (WHO) untuk mendorong pasien berpartisipasi dalam perawatan mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasinya di Negara ASEAN. Literature review menggunakan basis data dari Google Scholar, Pubmed, Science Direct, dan Scopus dengan kata kunci “Knowledge” AND “Five Moments” AND “Medication Safety” AND “Hospital” AND nama dari masing-masing negara ASEAN. Jurnal yang dikumpulkan berasal dari 10 negara ASEAN (Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam) dan dianalisis 19 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi  dari setiap momen, di antaranya: memulai pengobatan (Starting a Medication) sebanyak 84.0%, mengkonsumsi obat (Taking My Medication) 58.0%, menambah obat (Adding a Medication) 5.0%, mereviu pengobatan (Reviewing a Medication) 10.0%, dan menghentikan pengobatan (Stopping a Medication) 16.0%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi Five Moments for Medication Safety masih belum diterapkan secara optimal di negara-negara ASEAN, meskipun beberapa momen diterapkan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya tambahan untuk meningkatkan pelaksanaan dan kepatuhan demi keselamatan pasien. Kata Kunci: ASEAN, Kesalahan Pengobatan, Keselamatan Pasien, Perawatan Diri Medication errors are a critical concern for patient safety and continue to be a prevalent issue in ASEAN countries. Five moments for medication safety is designed by World Health Organization (WHO) to encourage patients to participate in their care. This research aims to determine its implementation in hospitals in ASEAN countries. A comprehensive literature review was performed using databases such as Google Scholar, Pubmed, Science Direct, and Scopus, with search terms including (“Knowledge” AND “Five Moments” AND “Medication Safety” AND “Hospital” AND the name of ASEAN countries. The review encompassed data from 10 ASEAN countries (Brunei Darussalam, the Philippines, Indonesia, Cambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapore, Thailand, and Vietnam), resulting in the analysis of 19 relevant journals. The results indicate the following implementation rates for the five moments for medication safety: Starting a Medication at 84.0%, Taking My Medication at 58.0%, Adding a Medication at 5.0%, Reviewing a Medication at 10.0%, and Stopping a Medication at 16.0%.  The findings of this study indicate that while some of the five key moments for medication safety have been executed effectively, their overall implementation remains suboptimal in ASEAN countries. Consequently, further efforts are required to enhance both implementation and compliance to ensure patient safety.
Analisis Sibutramin Hcl Dalam Jamu Pelangsing Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri Uv - Vis Sintya Maulidiyah; Fajar Nugraha; Hadi Kurniawan
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20478

Abstract

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam PERMENKES No 07 tahun 2012 melarang penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) di dalam jamu. Namun, sibutramin HCl sering ditemukan dalam jamu diet dan pelangsing, obat ini mampu menekan nafsu makan sehingga dapat melangsingkan badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan sibutramin HCl di dalam jamu dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil pembacaan KLT dengan fase gerak etil : kloroform (3 : 7) dan silica gel GF254  memberikan hasil sampel C positif mengandung Sibutramin HCl dengan Rf 0,826. Validasi metode analisis yang dilakukan meliputi Linieritas, LOD dan LOQ, Akurasi serta Presisi. Linieritas menghasilkan persaman regresi y = 0,0648x + 0,0583 sehingga r = 0,9989, LOD dan LOQ hasil 0,6228 dan 1,8873 ppm, akurasi dan presisi menghasilkan %recovery dalam rentang 106,65% - 110,59% serta %RSD 1,473%, 5,196% dan 1,533%. Hasil uji kadar sampel jamu C menghasilkan rata-rata kadar (mg) sebesar 2,662 mg dan %kadar 1,331% per 200 mg. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat Sibutramin HCl di dalam jamu pelangsing sampel C dengan kadar 5,95 mg per kemasan. Kata Kunci: Jamu Pelangsing; Kromatografi Lapis Tipis; Sibutramin HCl; Spektrofotometri UV-Vis The Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) in PERMENKES No. 07 of 2012 prohibits the addition of Chemical Drugs (BKO) in herbal medicine. However, Sibutramine HCl is often found in diet and slimming herbal medicine, this drug is able to suppress appetite so that it can slim the body. This study aims to identify the content of Sibutramine HCl in herbal medicine using the Thin Layer Chromatography (TLC) and UV-Vis Spectrophotometry methods. The results of TLC readings with a mobile phase of ethyl: chloroform (3: 7) and silica gel GF254 gave positive sample C results containing Sibutramine HCl with Rf 0.826. Validation of the analysis method carried out included Linearity, LOD and LOQ, Accuracy and Precision. Linearity produces a regression equation of y = 0.0648x + 0.0583 so that r = 0.9989, LOD and LOQ results of 0.6228 and 1.8873 ppm, accuracy and precision produce % recovery in the range of 106.65% - 110.59% and % RSD of 1.473%, 5.196% and 1.533%. The results of the test of the content of herbal medicine sample C produced an average content (mg) of 2.662 mg and a% content of 1.331% per 200 mg. The conclusion of this study is that there is Sibutramine HCl in the slimming herbal medicine sample C with a content of 5.95 mg per package.
Pemanfaatan Tumbuhan Berkhasiat Obat Oleh Masyarakat Desa Ujung Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan Melalui Studi Etnobotani NUR AINA FADHILAH; Sutomo Sutomo; Arnida Arnida
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.20852

Abstract

Kalimantan Selatan memiliki keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. Kajian etnobotani meliputi pengetahuan masyarakat setempat dengan pemanfaatan sumber daya alam berupa tumbuhan di lingkungan sekitarnya, salah satunya sebagai bahan obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara kuantitatif tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, serta mengetahui cara pengolahan dan cara pemanfaatannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan fenomenologi. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara terbuka terencana dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode penelitian yang digunakan dalam menentukan informan adalah metode Purposive Sampling. Informan dalam penelitian berjumlah 5 orang yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Desa Ujung Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan telah memanfaatkan 43 jenis tumbuhan obat. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah daun 54,17%; kemudian secara berurutan adalah buah (8,33%), batang (6,25%), getah (6,25%), akar (4,17%), kulit pohon (4,17%), dan umbi(2,08%). Cara pengolahan tanaman obat yang paling banyak adalah dengan merebus sebanyak 42%, kemudian berturut-turut tanpa pengolahan (14%), diremas (10%), ditumbuk dan ditambah bahan lain (10%), dimasak(8%), direbus dan ditambah bahan lain (4%), diseduh dan ditambah bahan lain (4%), ditumbuk (2%), diseduh(2%), direndam (2%). Cara pemanfaatan tanaman obat yang paling banyak adalah dengan meminum sebanyak 55,10%; kemudian berturut-turut ditempel (16,3%), dioles (14,3%), dimakan (12,24%), dan diteteskan (2,04%). Dari 43 jenis tanaman obat, bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daunnya, dengan cara pengolahan direbus dan digunakan dengan cara diminum.
Standarisasi dan Uji Aktivitas Penangkapan Radikal Bebas Fraksi Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Sri Wahdaningsih; Robby Najini
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.20860

Abstract

Penangkapan radikal bebas memiliki peran utama dalam melindungi sel dari radikal bebas yang berbahaya. Penelitian terus dikembangkan untuk menemukan sumber penangkapan radikal bebas alami, hal ini dikarenakan penangkapan radikal bebas alami memiliki toksisitas yang rendah. Tanaman ketapang merupakan salah satu contoh tanaman yang memiliki sifat penangkapan radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa daun ketapang mengandung berbagai komponen, termasuk alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif fraksi n-heksan, etil asetat dan metanol daun ketapang sebagai penangkapan radikal bebas. Nilai IC50 penangkapan radikal bebas dari  daun ketapang digunakan untuk mengevaluasi aktivitas penangkapan radikal bebas. Pelarut yang digunakan dalam fraksinasi meliputi metanol, n-heksana, dan etil asetat. Setelah memastikan data fraksinasi konsisten (kadar air dan susut pengeringan), teknik DPPH digunakan untuk menguji aktivitas penangkapan radikal bebas. Sebanyak tiga fraksi digunakan dalam penelitian ini yaitu n-heksan (6,38% air, 5% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 163,47 µg/ml), etil asetat (1,14% air, 1,76% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 15,5 µg/ml), dan metanol (3,14% air, 5,67% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 15,72 µg/ml). Etil asetat dan metanol menunjukkan tingkat aktivitas penangkapan radikal bebas yang sangat kuat, dan semua fraksi daun ketapang memenuhi kriteria kadar air dan susut pengeringan. Kata Kunci: Fraksinasi, Fitokimia, DPPH, Antioksidan, IC50 Free radical scavenging plays a key role in protecting cells from harmful free radicals. Research continues to explore natural sources of free radical scavenging, as natural free radical scavenging agents have low toxicity. The ketapang plant is one example of a plant with free radical scavenging properties. Research shows that ketapang leaves contain various components, including alkaloids, terpenoids, tannins, saponins, and flavonoids. The purpose of this study was to determine the effectiveness of n-hexane, ethyl acetate, and methanol fractions of ketapang leaves as free radical scavenging agents. The IC50 value of free radical scavenging from the percentage of ketapang leaves was used to evaluate free radical scavenging activity. The solvents used in the fractionation included methanol, n-hexane, and ethyl acetate. After ensuring consistent fractionation data (water content and drying loss), the DPPH technique was used to test free radical scavenging activity. A total of three fractions were used in this study, namely n-hexane (6.38% water, 5% drying loss, and IC50 value of 163.47 µg/ml), ethyl acetate (1.14% water, 1.76% drying loss, and IC50 value of 15.5 µg/ml), and methanol (3.14% water, 5.67% drying loss, and IC50 value of 15.72 µg/ml). Ethyl acetate and methanol showed very strong levels of free radical scavenging activity, and all ketapang leaf fractions met the criteria for water content and drying loss.