cover
Contact Name
Moh Riswandha Imawan
Contact Email
p3i@um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3i@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Proceeding Universitas Muhammadiyah Surabaya ini merupakan kumpulan Jurnal kegiatan hasil konferensi atau seminar yang diadakan oleh Masing - Masing program studi yang ada di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Proceeding UMSurabaya
ISSN : -     EISSN : 29627656     DOI : https://doi.org/10.30651/pc.v1i1
Core Subject :
Proceeding Universitas Muhammadiyah Surabaya ini merupakan kumpulan Jurnal kegiatan hasil konferensi atau seminar yang diadakan oleh Masing - Masing program studi yang ada di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 645 Documents
Pengaruh Pendekatan TaRL terhadap Hasil Belajar Menginferensi Cerita Fiksi Siswa SMP Muhammadiyah 4 Gadung Rizky Novita Sari; R Panji Hermoyo
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menginferensi informasi dari cerita fiksi melalui pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian dilakukan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan desain spiral Kemmis dan McTaggart yang melibatkan dua siklus. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VII-B SMP Muhammadiyah 4 Gadung yang dikelompokkan ke dalam tiga tingkat kemampuan: rendah, sedang, dan tinggi. Setiap kelompok mendapatkan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat penguasaannya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Rata-rata nilai meningkat dari 63,2 (pra-tindakan) menjadi 71,8 (siklus I) dan 77,9 (siklus II). Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 46,15% menjadi 84,62%. Selain itu, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat, terutama pada kelompok rendah. Dengan demikian, pendekatan TaRL terbukti efektif dalam mengatasi perbedaan kemampuan siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi cerita fiksi.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi melalui Media Gambar Berseri pada Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Surabaya Nur Aziza; Pheni Cahya Kartika; Luluk Fatmawati
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Surabaya dengan memanfaatkan media gambar berseri. Keterampilan menulis sebagai salah satu elemen penting dalam pengajaran Bahasa Indonesia harus ditingkatkan secara terencana agar siswa dapat menyampaikan ide dengan logis dan terstruktur. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 23 siswa kelas IX. Instrumen pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes tulis. Temuan penelitian menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam kemampuan menulis teks eksplanasi. Persentase siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mengalami peningkatan dari 30,43% di pra siklus, menjadi 52,17% di siklus I, dan mencapai 73,91% di siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan media gambar berseri efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi secara teratur dan saling terkait.
PENGEMBANGAN MODEL PROJEK SEDERHANA TERINTEGRASI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Jero Budi Darmayasa; Jhoni Eppendi
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v2i1.28790

Abstract

Transformasi kebijakan kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Projek Sederhana Terintegrasi (PST) yang memosisikan mata pelajaran kejuruan sebagai inti projek, dengan mata pelajaran adaptif seperti Matematika dan Bahasa Inggris sebagai pendukung. Model ini dirancang untuk menjawab kebutuhan integrasi capaian pembelajaran lintas mata pelajaran secara aplikatif dan realistis. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, melibatkan guru-guru SMK negeri dan swasta di Kalimantan Utara sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi kelompok terarah (FGD), microteaching, dan refleksi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PST layak diterapkan dan dapat memperkuat kolaborasi antarguru dalam merancang projek mikro yang kontekstual. Projek yang dikembangkan seperti poster, video pendek, dan proposal usaha sederhana—mampu menjembatani pelajaran adaptif dan kejuruan secara terpadu. Evaluasi juga menunjukkan bahwa pembelajaran menjadi lebih bermakna, terukur, dan relevan dengan program keahlian siswa. Temuan ini didukung oleh asesmen autentik dan rubrik kolaboratif yang dikembangkan bersama guru. Model PST juga terbukti melengkapi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan fokus pada capaian kognitif dan psikomotorik. Dengan demikian, PST dapat menjadi alternatif model pembelajaran projek yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam kerangka implementasi Kurikulum Merdeka di SMK.
Fahr Disease Presenting with Progressive Generalized Rigidity Symptomp: A Case Report in a 58 Year-Old Female Annisa Yustin; Nikmatul Choiriyah
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.32022

Abstract

Penyakit Fahr, yang juga dikenal sebagai Primary Familial Brain Calcification (PFBC), merupakan kelainan neurodegeneratif langka yang ditandai dengan kalsifikasi intrakranial bilateral, yang paling sering memengaruhi ganglia basalis. Manifestasi klinisnya bersifat heterogen, sehingga sering kali menimbulkan tantangan diagnostik. Kami melaporkan kasus seorang wanita berusia 58 tahun yang datang dengan rigiditas umum yang progresif, disfagia, disartria, dan ketidakstabilan emosional selama satu tahun terakhir. Pemeriksaan fisik menunjukkan kekuatan motorik dan sensorik yang masih baik, dengan hiporefleksia pada penilaian refleks tendon dalam. Hasil laboratorium sebagian besar berada dalam batas normal, kecuali hipokalemia ringan dan sedikit peningkatan transaminase hati. Pemindaian computed tomography (CT) kepala tanpa kontras menunjukkan kalsifikasi yang luas, bilateral, dan simetris yang melibatkan ganglia basalis, talamus, nukleus dentatus, serebelum, dan korteks oksipital bilateral, yang konsisten dengan penyakit Fahr. Tidak ditemukan adanya penyebab metabolik, infeksi, maupun penyebab sekunder lainnya dari kalsifikasi intrakranial, sehingga mendukung diagnosis kalsifikasi ganglia basalis idiopatik. Penatalaksanaan yang diberikan bersifat suportif, meliputi pemasangan pipa nasogastrik, koreksi elektrolit, benzodiazepine, fisioterapi, dan terapi wicara. Kasus ini menekankan pentingnya mengenali temuan radiologis yang khas pada pasien dengan gejala neurologis dan neuropsikiatri yang progresif guna memfasilitasi diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat.
Keterlambatan Bicara pada Anak: Pendekatan Evidence-Based dalam Evaluasi dan Penatalaksanaan (Laporan Kasus) Aty Firsiyanti; Gina Noor Djalilah; Yusian Eri Fitria; Mufidah Hariani; Adristy Anneira Vanka Meisya; Nabilah Isyraq Syahirah; Farida Kholifah; Salsabila Rayhani; Zetty Fortune Ananta Mulia
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.32021

Abstract

Speech delay is one of the most common developmental disorders in children and may affect communication, social interaction, and overall development. This case report describes a 33-month-old boy with delayed speech development. His parents reported that the child was unable to speak according to his age and could only say one meaningful word. The delay was first noticed at 16 months of age. Despite delayed expressive language, the patient still demonstrated relatively good receptive language abilities, including understanding simple commands, responding when called, and communicating through gestures with good eye contact. Developmental history revealed delayed motor milestones, including sitting independently at 11-12 months, crawling at 13-15 months, and walking independently at 17-18 months. Several risk factors were identified, including neonatal asphyxia requiring NICU admission, formula feeding since birth, excessive screen time exposure, limited verbal stimulation, minimal interaction with peers, and a family history of delayed speech. The patient underwent speech therapy and occupational therapy for approximately eight months. Early identification and multidisciplinary intervention are important to improve communication and developmental outcomes in children with speech delay.
Progresi Weight Faltering Menjadi Severely Underweight akibat Pola Makan Maladaptif: Case Report Aty Firsiyanti; Gina Noor Djalilah; Yusian Eri Fitria; Mufidah Hariani; Salsabila Rayhani; Farida Kholifah; Adristy Anneira Vanka Meisya; Nabilah Isyraq Syahirah; Zetty Fortune Ananta Mulia
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.32020

Abstract

Background: Weight faltering in early childhood may develop gradually and be difficult to recognize early. It is not always caused by organic disease, but may reflect an imbalance between nutritional needs and intake, especially during the complementary feeding period. Case presentation: A 2-year-30-day-old girl was brought by her mother because of no significant weight gain since 7 months of age. She was exclusively breastfed for 6 months and started complementary feeding at 6 months. Since then, she had poor appetite, was difficult to feed, and consumed only 3 small spoonfuls @5 grams/spoon per meal. At 7 months, her mother noticed poor weight gain, but no specific growth monitoring was provided until around 1 year of age. The child was cared for daily by her grandmother while her mother worked as a teacher. Complementary foods were usually prepared by the mother before work and often consisted of vegetables and fruits, while animal and plant protein were rarely given. After 1 year of age, her intake became by UHT milk and formula. She also frequently consumed snack foods and tea. High-calorie milk was poorly accepted, and vitamin sprinkle supplementation reportedly reduced her appetite. At presentation, her weight was 8.5 kg and height was 78 cm. WHO growth chart interpretation showed underweight, stunted, and normal weight-for-height. No significant prenatal, perinatal, developmental, past medical, or family history directly explained the growth problem. Conclusion: This case illustrates chronic weight faltering beginning during complementary feeding, most likely related to prolonged inadequate intake and maladaptive feeding patterns. Early anthropometric monitoring, exclusion of organic causes, and caregiver-based feeding intervention are essential to support catch-up growth.
Peran Digital Health Literacy Dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular Di Indonesia Fanny ayu Rahmawan; Nur Syahul Yusuf; Afifah Nabila Ramadhani; Reyvan Rafirzha Gibran; Amelia Mardiyana; Domenica Esa Cecilia M; Abidah Ramiza Alya; Maulida Syifaur Rahmah; Farrel hafiz Fahlevi; Izza Khafidlotul Husna; Annisa Nurida
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.31823

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi penyebab utama beban kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Pengendalian PTM memerlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga menekankan pencegahan, deteksi dini, dan perubahan perilaku kesehatan. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji peran literasi kesehatan digital (digital health literacy) dalam mendukung pengendalian PTM melalui integrasi program berbasis komunitas dan teknologi kesehatan digital. Metode yang digunakan adalah penelaahan literatur dari berbagai studi nasional dan internasional yang membahas Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), intervensi kesehatan digital, serta literasi kesehatan pada pengendalian hipertensi dan diabetes. Hasil kajian menunjukkan bahwa program berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan dan cakupan skrining PTM, sementara pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi kesehatan, media sosial, dan telemedicine mampu memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, peningkatan pengetahuan belum secara konsisten diikuti oleh perubahan perilaku jangka panjang, terutama pada kelompok dengan literasi kesehatan digital yang rendah. Oleh karena itu, pengendalian PTM yang efektif memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan pemberdayaan komunitas, peningkatan literasi kesehatan digital, dukungan sistem kesehatan, dan kebijakan yang inklusif.
Dari Dapur ke Terapi, Bawang Putih sebagai Antibakteri Nasya Faradilla Yusuf; Gusti Putri Meiliana Rahman; Dwi Royandika Syaifullah; Raihan Adji; Nayla Ayu Dian Marantica; Alfina Fatussunnah; Nurwinda Allysia Anggraini; Adlan Fathoni Bahresy; Abel Zeva Alberta; Dwi Citra Nur Fitriya; Agil Fitra Ramadhan; Nenny Triastuti
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.31821

Abstract

Rempah-rempah telah lama digunakan tidak hanya sebagai bahan penyedap makanan, tetapi juga sebagai obat tradisional yang memiliki potensi terapeutik. Salah satu rempah yang banyak diteliti adalah bawang putih (Allium sativum), yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama allicin, dengan sifat antimikroba dan farmakologis. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji peran senyawa yang berasal dari bawang putih sebagai agen terapeutik, dengan fokus utama pada aktivitas antimikrobanya serta mekanisme fitokimia yang mendasarinya. Metode yang digunakan dalam tinjauan ini adalah penelusuran dan analisis artikel ilmiah dari jurnal bereputasi, buku teks, dan laporan resmi yang membahas sifat medis, kandungan fitokimia, serta efek antimikroba Allium sativum. Hasil kajian menunjukkan bahwa bawang putih memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas terhadap bakteri dan jamur, yang terutama disebabkan oleh senyawa sulfur seperti allicin, ajoene, dan diallyl sulfide. Senyawa-senyawa tersebut bekerja melalui interaksi dengan gugus tiol protein, induksi stres oksidatif, dan penghambatan pertumbuhan mikroba. Kesimpulannya, bawang putih memiliki potensi besar sebagai agen terapeutik alami, khususnya dalam aplikasi antimikroba, meskipun penelitian klinis lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
Resiliensi dan Pengembangan Identitas Profesional Mahasiswa Vika Syabina Fitria Putri; Shabrina Alifia Rahmadani; Raina Putri Baydowi; Ahmad Kafabi Alaul Ila; Helida Auliya’un Nadhifah; Aqiilah Zambaqah Kurniawan; Averrous Sani; Nurul Fitrianing Dewi Wulandari; Hafizhah Naurah Alyaa Khaalishah; Muhamad Reza Utama
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.31812

Abstract

Identitas profesional merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa sebagai calon profesional, khususnya dalam menghadapi tuntutan akademik dan dunia kerja. Salah satu faktor psikologis yang berperan dalam proses tersebut adalah resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk bertahan dan menyesuaikan diri ketika menghadapi tekanan. Literatur review ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan pengembangan identitas profesional mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah penelusuran dan kajian literatur dari jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi berperan penting dalam memperkuat identitas profesional mahasiswa dengan membantu mereka mengelola stres akademik, mempertahankan motivasi belajar, serta memahami peran dan nilai profesi yang dijalani. Selain itu, lingkungan belajar yang mendukung, dukungan sosial, kurikulum yang reflektif, dan peran dosen sebagai teladan turut berkontribusi dalam pengembangan resiliensi dan identitas profesional.
Kesejahteraan Mahasiswa Kedokteran di Pendidikan Tinggi Amin Rusdy Mattugengkeng; Zaskia Mutia Rosa; Wulan Sri Rahayu; Nurul Atika Susliana P; Moh. Reza Alfian Hidayat; Harumi Aisyah; Haifa Ishaq; Ghea Athifiyah Salove; Edelweis Saphire Noor S; Muhamad Reza Utama
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.31763

Abstract

Kesejahteraan mahasiswa kedokteran merupakan kondisi multidimensional yang krusial dalam pembentukan profesionalisme calon tenaga medis. Pendidikan kedokteran dengan beban kurikulum yang padat dan tuntutan emosional tinggi menempatkan mahasiswa pada risiko besar mengalami burnout akademik, yang ditandai dengan kelelahan emosional, ketidakpedulian, dan penurunan pencapaian pribadi. Metode yang digunakan untuk membuat studi ini adalah tinjauan literasi. Tinjauan literasi ini bertujuan untuk menggabungkan berbagai literatur mengenai konsep burnout, faktor risiko, peran strategi koping dan dukungan lingkungan pada fase preklinik dan klinik yang kemudian dihubungkan dengan kesejahteraan mahasiswa kedokteran. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental mempunyai tingkat kejadian yang tinggi, terutama dipicu oleh beban akademik dan kurangnya dukungan sosial. Meskipun intervensi modern seperti teknologi digital dan coaching memberikan dampak positif, integrasi sistemik dalam kurikulum masih terbatas. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa diperlukan model intervensi berkelanjutan yang bersifat preventif dan promotif serta sensitif terhadap konteks lokal guna mendukung kesejahteraan dan profesionalisme mahasiswa secara holistik.