cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Matematika di Era Digital: Antara Kecanggihan Teknologi dan Penurunan Kemampuan Dasar Siti Maftuhah; Imam Sujarwo
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has changed the way students access and process information in mathematics learning. Although technology provides efficiency in completing tasks, the tendency for over-reliance has resulted in a weakening of basic mathematical skills, particularly numeracy skills and conceptual understanding. This study aims to analyze this phenomenon through a descriptive qualitative approach. The research subjects included 25 eighth-grade students and a mathematics teacher at MTs Nurul Huda Singosari. Data were obtained through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that the use of digital calculators, problem-solving applications, and search engines led to a decline in students' ability to solve problems manually and construct logical solution steps. These findings emphasize the need for pedagogical strategies that balance the use of technology with strengthening fundamental mathematical skills.
Peran Pendidikan Islam dalam Mendorong Perubahan Sosial di Masyarakat Modern Erni Dina; Nur Khasanah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education plays a crucial role in shaping personality, morals, and the direction of societal development, particularly amidst the rapid pace of modernization. In today's era of technological advancement, globalization, and social change, Islamic values ​​are often neglected due to the influence of a materialistic lifestyle and instant convenience. Islamic education serves as a source of moral and spiritual strength that can maintain a balance between worldly progress and religious values. With a learning process based on the Quran and Hadith, Islamic education not only teaches knowledge but also fosters character that is faithful, virtuous, and responsible towards the surrounding environment. By instilling values ​​such as honesty, justice, social awareness, and responsibility, Islamic education is an effective way to build a harmonious and civilized society amidst the challenges of the modern era.
Implementasi Governansi Digital Di Kementerian Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga: Analisis Transformasi Kebijakan Menuju Optimalisasi Bonus Demografi Indonesia Alfa Rehan Oktori Rahmadana
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia tengah memasuki fase krusial bonus demografi yang diproyeksikan berlangsung hingga 2040, menghadirkan peluang besar sekaligus risiko apabila tidak dikelola secara strategis. Transformasi governansi digital di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menjadi fondasi utama dalam memperkuat kualitas kebijakan kependudukan melalui modernisasi pendataan, peningkatan akurasi informasi keluarga, serta integrasi sistem lintas program dan lembaga. Sistem Informasi Keluarga (SIGA) dan aplikasi-aplikasi digital terkait memungkinkan proses pengambilan keputusan bergerak dari model manual yang lambat menuju mekanisme berbasis bukti yang real-time dan responsif. Namun, implementasi digital governance masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan infrastruktur, rendahnya literasi digital aparatur desa, fragmentasi sistem birokrasi, dan persoalan keamanan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus instrumental di BKKBN untuk menganalisis arsitektur governansi digital, tantangan struktural implementasinya, dan kontribusinya terhadap optimalisasi bonus demografi melalui refocusing Program Bangga Kencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa governansi digital tidak hanya memperkuat efektivitas pendataan dan monitoring, tetapi juga meningkatkan ketepatan intervensi stunting, kualitas ketahanan keluarga, serta efisiensi kebijakan reproduksi dan pembangunan keluarga. Dengan tata kelola digital yang matang dan kolaboratif, Program Bangga Kencana berpotensi menjadi katalis utama dalam memanfaatkan bonus demografi secara optimal menuju visi Indonesia Emas 2045.
Conceptual Integration between General Leadership and Political Leadership in the Electoral Context: A Systematic Review of National and International Research Trends Alfa Rehan Oktori Rahmadana
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This systematic review explores the conceptual intersection between general leadership theories and political leadership practices in electoral contexts. By synthesizing national and international literature from the past two decades, the study examines how leadership concepts such as transformational, transactional, servant, and pragmatic leadership inform political leadership during elections. The findings highlight key themes including the growing relevance of pragmatic leadership in polarized societies, the influence of gender expectations on political leadership, and the role of communication strategies during electoral crises, such as the COVID-19 pandemic. The review concludes that integrating these leadership paradigms enriches theoretical understanding and enhances the practice of political leadership in electoral settings.
Analisis Bibliometrik Keyword Mapping” “Evolusi Konsep Problem Based Learning dalam Pembelajaran PAI di Madrasah Aliyah Publikasi 2010-2025” Sumiati Gusri; Martin Kustati; Bashori
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Problem-Based Learning (PBL) in Islamic Religious Education (PAI) at Madrasah Aliyah (MA) faces challenges due to limited mapping of thematic trends and research gaps, leaving educators and researchers uncertain about its evolution. This study aims to systematically analyze the evolution of PBL concepts in PAI, identify key thematic clusters, and reveal emerging research trends. Data were collected from 2010 to 2025 through indexed journal publications, focusing on titles, abstracts, and keywords. Keyword mapping was conducted using VOSviewer to visualize relationships among research themes. The results indicate a clear shift from traditional cognitive-focused PBL to approaches integrating digital learning, critical religious literacy, character education, and collaborative problem-solving. Key clusters include “PBL,” “PAI,” “critical thinking,” “student engagement,” and “digital learning.” The novelty of this study lies in providing the first comprehensive bibliometric keyword mapping of PBL in PAI at the MA level, offering insights for curriculum development, pedagogical innovation, and future research directions in Islamic education.
Modernisasi Dan Tantangan Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Perubahan Sosial Di Indonesia Maulana Dziroshofar Putra Suliwa; Nur Khasanah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education plays a crucial role in shaping personality, morals, and the direction of societal development, particularly amidst the rapid pace of modernization. In today's era of technological advancement, globalization, and social change, Islamic values ​​are often neglected due to the influence of a materialistic lifestyle and instant convenience. Islamic education serves as a source of moral and spiritual strength that can maintain a balance between worldly progress and religious values. With a learning process based on the Quran and Hadith, Islamic education not only teaches knowledge but also fosters character that is faithful, virtuous, and responsible towards the surrounding environment. By instilling values ​​such as honesty, justice, social awareness, and responsibility, Islamic education is an effective way to build a harmonious and civilized society amidst the challenges of the modern era.
Penerapan permainan mengenal warna bola untuk Mengatasi anak hiperaktif Di SLB C Autis negeri tuban Athiyyah Tiya; Nurma Tazkiyatul Fikriyyah; Siti Khoiriyah3; Dwi Aminatus Sa’adah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanpa disadari, anak dengan kondisi hiperaktif umumnya mengalami kesulitan dalam mengendalikan impuls dan mempertahankan fokus, yang mempengaruhi proses belajar dan interaksi sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan permainan mengenal warna bola dalam mengatasi perilaku hiperaktif pada anak-anak di SLB C Autis Negeri Tuban. Permainan mengenal warna bola dirancang sebagai sarana stimulasi multisensori yang menggabungkan aspek visual dan motorik untuk menstimulasi kemampuan kognitif dan emosional anak. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest pada sejumlah anak yang memiliki diagnosis autisme dan hiperaktivitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan pengendalian diri, fokus perhatian, dan pengurangan frekuensi perilaku hiperaktif. Selain itu, metode ini mendukung peningkatan motivasi belajar dan interaksi positif antara anak dan guru maupun teman sebaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan mengenal warna bola tidak hanya bermanfaat sebagai alat terapi namun juga sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, khususnya yang mengalami hiperaktivitas.
Fiqih Media Sosial: Studi Pemahaman dan Perilaku Dalam Interaksi Dengan Lawan Jenis Mahasiswa PAI FISH UNJ Angkatan 2023 Muhammad Ryja Baihaqi; Farhan Fahreza; Sofia Zaeti Nur Siregar; Aura; Muhammad Syafiurrahman
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa Muslim terhadap fikih media sosial serta mengkaji bagaimana pemahaman tersebut berpengaruh pada perilaku mereka di ruang digital. Dalam konteks perkembangan teknologi komunikasi, media sosial menjadi bagian penting dari aktivitas mu‘āmalah modern yang menuntut penerapan nilai-nilai syariat dan etika Islam dalam setiap bentuk interaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  deskriptif dengan memadukan kerangka teori Fikih (Fiqh al-Mu‘āmalah dan akhlak), Teori Perilaku Sosial, dan Teori Komunikasi Etis. Melalui integrasi teori-teori tersebut, penelitian menganalisis hubungan antara pemahaman fikih, sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku dalam menentukan tindakan mahasiswa di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan pemahaman fikih yang baik cenderung memiliki sikap lebih positif terhadap penggunaan media sosial secara etis, lebih peka terhadap norma sosial Islam, serta menunjukkan kontrol diri yang lebih kuat dalam menghindari perilaku digital negatif seperti ghibah, fitnah, dan penyebaran informasi tidak valid. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai fikih dan etika komunikasi dapat membentuk perilaku digital yang lebih bertanggung jawab, beradab, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Transformasi dari Hafalan ke Pemahaman Nilai-Nilai Qur'ani: Strategi Pembelajaran Bermakna Berbasis Deep Learning Rizki Maulana; Nabilah Nurjannah; Aura Nurjannah; Muhammad Chepy Revy Revy; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Qur’anic learning in many educational institutions remains dominated by memorization-oriented approaches, enabling students to master the textual form of verses but not necessarily understand their moral meanings and embedded values. This study aims to describe the characteristics of memorization-based learning, analyze deep learning–based meaningful learning strategies for strengthening Qur’anic values, and assess their impact on students’ understanding and value internalization. Using a qualitative approach with a descriptive-analytical method, this research employs library study supported by a systematic literature review (SLR) as well as content analysis of books, journal articles, curricula, and learning materials related to meaningful learning theory and Qur’anic value education. The findings indicate that memorization-based learning tends to be textual, mechanical, and limited in fostering reflective understanding. In contrast, deep learning strategies— including tadabbur, Qur’anic project-based learning, case studies, collaborative learning, reflective journals, and experiential learning— effectively transform memorization into value comprehension through analysis, reflection, and contextual application. These findings underscore the need for an integrative Qur’anic learning design that harmonizes memorization, understanding, and value internalization to strengthen the orientation of meaningful Qur’anic education.  
Fomo Di Era Digital : Analisis Deskriptif Penggunaan Media Sosial Dan Akhlak Mahasiswa PAI Hanina Najma Adzkia; Nabila Ramadhani; Aflahul Anam El Khatami; Muhammad Chepy Revy; Muhammad Fakhri Hibatillah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan pola komunikasi mahasiswa dan memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) akibat penggunaan media sosial yang intensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara tingkat FOMO, penggunaan media sosial, dan akhlak mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FISH UNJ. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori FOMO sedang hingga tinggi, ditandai oleh kecemasan ketika tidak mengakses media sosial, dorongan mengikuti tren, dan kecenderungan membandingkan diri. Kondisi ini berdampak pada melemahnya disiplin belajar, pengelolaan waktu yang kurang baik, serta rendahnya kontrol diri terhadap etika bermedia sesuai nilai Islam. Namun, media sosial juga memberikan manfaat seperti akses informasi keislaman dan dukungan pembelajaran. Temuan ini menegaskan perlunya literasi digital Islami agar mahasiswa mampu memanfaatkan media sosial secara seimbang dan tetap berakhlak.