cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournament (TGT) Berbantuan Media Game Online Sebagai Media Pembelajaran Fisika Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMKN 6 KOLAKA Ahmad Irawan
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media game online sebagai media pembelajaran fisika terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas X TKR 1 SMK Negeri 6 Kolaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental jenis one-group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas, yaitu kelas X TKR 1, yang berjumlah 22 siswa, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial. Uji prasyarat normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan minat dan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran TGT berbantuan media game online. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2- tailed) sebesar 0,000 < 0,05 baik untuk minat maupun hasil belajar, yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran TGT berbantuan media game online dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan dalam meningkatkan minat dan hasil belajar fisika siswa. Guru disarankan untuk memanfaatkan teknologi, khususnya media game edukasi, dalam proses pembelajaran guna menciptakan suasana belajar yang interaktif dan bermakna
Belajar Coding Sejak SD: Seberapa Penting untuk Karakter dan Keterampilan Masa Depan? Heri Fadraneldi; Martin Kustati; Nana Sepriyanti
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of digital technology has transformed many aspects of life, including education. One essential competency for the 21st century is programming or coding. This study explores the importance of learning coding from the elementary school level, its influence on character development, and its contribution to future skills. Using a literature review method that examines various research findings and global educational policies, this paper concludes that coding not only builds technical abilities but also enhances critical thinking, creativity, perseverance, and problem-solving skills. The results indicate that integrating coding into the elementary school curriculum is highly relevant and strategic in preparing the young generation for the challenges of the digital era.
Penerapan Deep learning untuk Menanamkan Nilai Ikhlas dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Siswa SMP di Era Digital Nafisah Azka Sabila; Ahmad Bludan Vija; Putri Salma; Ammar; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the declining understanding of the value of sincerity among junior high school students, a phenomenon significantly exacerbated by digital culture and the increasing need for external validation. This research aims to formulate a conceptual model for applying a Deep Learning approach to instill the value of sincerity in Aqidah Akhlak instruction, ensuring pedagogical relevance to contemporary students. Employing a literature review method, data were synthesized from academic books, research articles, and credible digital sources. The results indicate that Deep Learning facilitated through critical reflection, experiential analysis, and problem-solving enables students to comprehend sincerity comprehensively while providing teachers with valuable insights into student motivational patterns. This approach makes a positive contribution to the development of a sincere, stable, and contextual religious character. The study concludes that the implementation of Deep Learning is most effective when supported by adequate pedagogical readiness and digital literacy among teachers, offering a viable solution for modern religious education.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Mewariskan Nilai-Nilai Akhlak KH. Hasyim Asy‘ari di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Putri Salma; Syifa Fajriyah; Fikron Yunus; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores how social media is used to transmit the moral teachings of KH. Hasyim Asy‘ari among students of Islamic Religious Education. The research aims to analyze the relevance, forms of internalization, and impact of digital platforms in strengthening classical Islamic ethics in contemporary academic settings. Using a qualitative library research method, data were collected from primary texts of KH. Hasyim Asy‘ari, journal articles, and digital content produced. The findings show that social media enables wider dissemination of moral values, encourages creative forms of da’wah, and supports character formation through everyday digital practices. However, challenges arise from misinformation, digital distractions, and inconsistencies in content production. The study concludes that social media can effectively sustain KH. Hasyim Asy‘ari’s ethical teachings when supported by strong digital literacy and values-based communication strategies.
Efektivitas Penyuluhan Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja Berbasis Hak Asasi Manusia terhadap Pemahaman Siswa SMPN 50 Bandung Rafael Ahmad Eryasafli; Wardatul Azizah; Siti Ulfah Awaliyah; Muhammad Faiz Zakwan
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine how a Human Rights–based Anti-Bullying outreach program can improve students’ understanding of bullying and juvenile misconduct at SMPN 50 Bandung. The activity involved delivering materials and conducting focus group discussions with 33 student representatives from all classes. The outreach covered various forms of bullying commonly found at school, with verbal bullying identified as the most frequent. The discussion also included types of juvenile misconduct such as skipping class, speaking disrespectfully, fighting and other behaviors that disturb the learning environment. The results show that students gained a clearer understanding of the impact of their actions on their peers and the school environment. Through the FGD sessions, students were able to analyze real cases and connect them with human rights principles, demonstrating that the program not only increased knowledge but also encouraged changes in students’ perspectives and attitudes.
Pemikiran Pendidikan Rahmah El Yunusiyyah: Nilai Keislaman dan Emansipasi Perempuan serta Relevansinya bagi Pendidikan Islam Kontemporer Hanina Najma Adzkia; Farhan Fahreza; Afifa Nurhaliza; Muhammad Fakhri Hibatillah; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji pemikiran pendidikan Rahmah El Yunusiyyah, khususnya nilai-nilai keislaman dan visi emansipatorisnya bagi pendidikan perempuan, serta mengeksplorasi relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi konseptual Rahmah mengenai kesetaraan akses pendidikan serta integrasi nilai-nilai agama, moral, dan sosial dalam perkembangan intelektual perempuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, data dikumpulkan dari sumber primer, termasuk dokumen terkait pendirian Madrasah Diniyyah Putri, dan sumber sekunder seperti buku serta artikel akademik.Temuan penelitian menunjukkan bahwa visi pendidikan Rahmah berakar pada prinsip-prinsip Islam tentang pengetahuan, kesetaraan, dan pembentukan moral, yang memposisikan perempuan sebagai kontributor aktif dalam masyarakat. Perspektifnya menunjukkan signifikansi teoretis sekaligus implikasi praktis, menawarkan kerangka emansipatoris bagi pendidikan Islam masa kini, khususnya dalam memperkuat peran pendidikan perempuan. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran Rahmah tetap sangat relevan dalam diskursus berkelanjutan mengenai gender dan pendidikan Islam.
Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dinda putri andina; Nur Khasanah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi orang tua dan masyarakat dalam pendidikan telah berevolusi dari bentuk formal menuju partisipasi bermakna yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk partisipasi bermakna berdasarkan teori Epstein dan mengusulkan model kemitraan INTEGRASI (Inklusif, Terstruktur, dan Berjejaring) yang menyinergikan tripusat pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan analisis konten terhadap penelitian-penelitian terbaru di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi bermakna melalui learning at home dan collaborating with community terbukti meningkatkan hasil belajar kognitif dan non-kognitif siswa. Implementasi model INTEGRASI pada level mikro, meso, dan makro berhasil mengoptimalkan potensi masing-masing pihak, meskipun tantangan utama masih terkait mindset, koordinasi, dan keberlanjutan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan sinergis yang terstruktur dan berkelanjutan merupakan kunci peningkatan kualitas pendidikan secara holistik.
Analisis Pengembangan Materi Fiqih Berbasis IPTEK dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Jenjang SMP Kelas VII Farhan Fahreza; Afifa Nurhaliza; Hanina Najma Adzkia; Fikron Yunus; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menganalisis pengembangan materi pembelajaran Fiqih berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk siswa kelas VII. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini berkaitan dengan keterbatasan ketersediaan sumber belajar interaktif yang secara efektif dapat mendukung pemahaman kognitif peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas dan kelayakan materi Fiqih berbasis TIK dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta tanggapan guru dan siswa terhadap materi yang dikembangkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis TIK mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep Fiqih yang bersifat abstrak, mendorong pembelajaran mandiri, dan meningkatkan partisipasi di kelas. Selain itu, guru melaporkan bahwa materi yang dikembangkan memudahkan penyampaian konten dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa materi pembelajaran Fiqih berbasis TIK layak dan bermanfaat untuk memperkuat capaian kognitif serta kualitas pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah menengah pertama.
Etika Gaya Hidup Remaja SMA: Relevansi Fiqih Pakaian dan Aurat di Era Digital Awaliyah Azzahrah Ridwan; Nabila Ramadhani; Sofia Zaeti Nur Siregar; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana etika Fiqih pakaian perlu diinterpretasikan untuk menghadapi tantangan gaya hidup generasi muda khususnya anak SMA. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis kontekstual-kritis. Dalam konteks ini, konsep tradisional Libas Syuhrah yang mengacu pada pakaian mencolok yang telah mengalami perubahan menjadi narsisme digital. Fiqih klasik melarang Syuhrah karena dianggap memiliki Ghuluw dan Isrāf, dengan tujuan untuk menjaga Maqāṣid Al-Syarī‘ah. Tetapi, di era digital, Syuhrah sudah berubah menjadi sarana flexing untuk mendapatkan pengakuan di media sosial. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa fungsi pakaian telah berubah dari alat ketaatan menjadi alat performatif yang terdapat Tabarruj secara digital, menyebabkan ketidakselarasan dalam praktik busana muslimah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relevansi Fiqih pakaian terletak pada kemampuannya menjadi kompas etika yang berfokus pada pengendalian niat narsistik. Implikasi utama dari penelitian ini adalah kebutuhan untuk memperkuat dua pilar akhlak, yaitu Iffah (menjaga diri) dan Haya (malu), sebagai pertahanan internal bagi remaja
Revitalisasi Nilai Ukhuwah Islamiyah dalam Pendidikan Islam di Era Modernisasi Indonesia: Perspektif Pemikiran Ulama Nusantara Rizki Maulana; Fadhila Najah Annisa; Adinda Sabrina Salsabila; Muhammad Syafiurrahman; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the application of Ukhuwah Islamiyyah values in Islamic education in Indonesia, referring to the thoughts of Nusantara scholars. Ukhuwah Islamiyyah is considered crucial to strengthen solidarity, tolerance, and brotherhood, particularly in the face of modernization and social pluralism. The study investigates how the concept of Ukhuwah Islamiyyah is integrated into the Islamic education curriculum and its impact on character building and social relations among students. It is expected that this research will contribute to the development of curricula that integrate ukhuwah values, ensuring that Islamic education in Indonesia focuses not only on academic aspects but also on the formation of moral and social character. The findings are hoped to offer new perspectives in strengthening the integration of ukhuwah values in the era of globalization.