cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Meditasi Sebagai Praktik Self-Healing Dalam Perspektif Psikologi Buddhis: Analisis Tematik Pengalaman Praktisi Meditasi Di Indonesia Jenisya Pricillia; Lauw Acep
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan masalah kesehatan mental pada era modern telah mendorong berkembangnya berbagai pendekatan self-healing yang bertujuan membantu individu mencapai kesejahteraan psikologis. Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan adalah meditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman praktisi meditasi dalam memanfaatkan meditasi sebagai praktik self-healing serta menginterpretasikan pengalaman tersebut melalui perspektif Psikologi Buddhis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tematik terhadap data yang diperoleh dari 14 responden praktisi meditasi di Indonesia. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu pengurangan stres dan kecemasan, peningkatan ketenangan batin, regulasi emosi, peningkatan kesadaran diri, dan perbaikan hubungan sosial. Responden juga mengungkapkan tantangan dalam praktik meditasi, terutama terkait konsistensi latihan dan kemampuan mempertahankan fokus. Dalam perspektif Psikologi Buddhis, manfaat yang dirasakan responden berkaitan dengan pengembangan sati (kesadaran penuh), samādhi (konsentrasi), dan bhāvanā (pengembangan batin) yang mendukung transformasi psikologis secara berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meditasi tidak hanya berfungsi sebagai teknik relaksasi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kualitas mental yang mendukung proses self-healing secara holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Psikologi Buddhis, pendidikan Buddhis, dan kesehatan mental kontemporer
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Discovery Learning di Kelas IV SD IT Insan Mulia Merangin Elza April Lia; Abdulah; Elvima Nofrianni
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the improvement of the learning process and learning outcomes in Pancasila Education through the implementation of the Discovery Learning model among fourth-grade students at SD IT Insan Mulia Merangin. The study employed a Classroom Action Research design conducted in two cycles. Each cycle involved planning, action, observation, and reflection. The participants were 19 fourth-grade students, consisting of 10 boys and 9 girls, in the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through observation, learning achievement tests, and documentation. The achievement test consisted of 15 multiple-choice items and 5 essay questions. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques with a minimum mastery criterion of 68. The findings showed a consistent improvement in the learning process from Cycle I to Cycle II. Teacher implementation increased from 63% in the first meeting of Cycle I to 85% in the second meeting of Cycle II. Student learning activity increased from 37% to 79%. Classical learning mastery also improved from 63% (12 of 19 students) in Cycle I to 79% (15 of 19 students) in Cycle II. Therefore, the Discovery Learning model was effective in improving both the learning process and Pancasila Education learning outcomes of fourth-grade students at SD IT Insan Mulia Merangin.
Upaya Kepala Sekolah dalam Menertibkan Administrasi Pembelajaran Bagi Guru di SD IT Quran Darul Ikhlas Al-Islami Tambang Baru Kabupaten Merangin Melly Nispiarlen; Apdoludin; Megawati
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the incomplete learning administration of several teachers at SD IT Quran Darul Ikhlas Al-Islami Tambang Baru, Merangin Regency. Learning administration is an important part of teacher professionalism because it supports the planning, implementation, and evaluation of instruction. This study aimed to describe the principal’s efforts to improve teachers’ learning administration and to identify supporting and inhibiting factors. A qualitative case-study approach was employed from 1 to 13 September 2025. The principal served as the main informant, while four homeroom teachers from Grades I, II, IV, and VI served as supporting informants. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Data credibility was examined through source and method triangulation, and the data were analyzed through reduction, display, conclusion drawing, and verification. The findings show that the principal’s efforts included classroom supervision, participation in training and workshops, learning communities and teacher working groups (KKG), and motivational seminars. A formal reward-and-consequence policy had not yet been established, although praise and individual coaching were practiced. Supporting factors included the principal’s competence, adequate facilities, and teachers’ motivation and awareness. Inhibiting factors included limited time and workload, fluctuating motivation, and limited understanding of the Merdeka Curriculum. Overall, the principal’s efforts contributed to more orderly learning administration, but continuous monitoring, intensive mentoring, and optimal use of digital technology are still needed.
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Di SD/MI: Studi Pustaka Lusiana Lusiana; Siti Fatimah
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai literatur berupa jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen resmi yang relevan dengan pembelajaran IPAS dan media pembelajaran. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, dan DOAJ dengan rentang publikasi tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai jenis media pembelajaran telah digunakan dalam pembelajaran IPAS, seperti video pembelajaran, media audio visual, multimedia interaktif, animasi, Canva, PowerPoint interaktif, Quizizz, Wordwall, dan media konkret. Media digital dan interaktif menjadi salah satu jenis media yang banyak digunakan karena mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran juga menunjukkan kecenderungan positif terhadap pemahaman konsep, aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar IPAS. Dengan demikian, media pembelajaran dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan hasil belajar IPAS di SD/MI apabila dipilih dan digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, materi, serta kondisi sarana dan prasarana.
Kedudukan Kurikulum Merdeka Belajar dalam Mengoptimalkan Integrasi Teknologi pada Pendidikan Dasar di MINU Metro Lampung Siti fatimah; Lusiana
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam proses integrasi teknologi dalam optimalisasi penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan untuk memahami konteks, pengalaman, serta dinamika yang dialami oleh para pendidik dan peserta didik secara langsung di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan staf TI, observasi partisipatif dalam proses pembelajaran, serta dokumentasi terhadap perangkat ajar digital yang digunakan. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa integrasi teknologi secara nyata mampu memberikan fleksibilitas instruksional, meningkatkan partisipasi aktif siswa, serta membentuk pola pembelajaran mandiri yang lebih kreatif. Kendati demikian, temuan di lapangan mengungkap adanya tantangan signifikan berupa kesenjangan infrastruktur digital, variasi kompetensi literasi digital guru, dan kendala aksesibilitas lokal. Melalui reduksi data dan triangulasi teknik, penelitian ini mengidentifikasi berbagai praktik baik (best practices) terkait strategi adaptasi madrasah yang berhasil. Berdasarkan fenomena tersebut, direkomendasikan perlunya kebijakan strategis mencakup peningkatan infrastruktur, pelatihan literasi digital guru yang terstruktur, dan dukungan regulasi berkelanjutan demi menyukseskan implementasi teknologi dalam ekosistem Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah.