cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 534 Documents
Analisis Butir Soal Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VIII di SMP Islam Al Musthofa Berdasarkan Level Kognitif Taksonomi Bloom Revisi Millati Qanitatin; Jihan Nayla Atikah; Rara Anis Sabila
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Kualitas instrumen evaluasi sangat dipengaruhi oleh kesesuaian tingkat kognitif soal dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan distribusi level kognitif pada instrumen soal pilihan ganda Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) materi Sejarah Bani Umayyah kelas VIII di SMP Islam Al Musthofa berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek penelitian berupa 20 butir soal yang telah disusun dan diujikan secara terbatas kepada 20 peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dan hasil pengerjaan soal peserta didik. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan setiap butir soal ke dalam level kognitif C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi instrumen evaluasi masih didominasi oleh kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) pada aspek mengingat dan memahami, sedangkan aspek berpikir tingkat tinggi (HOTS) belum terpenuhi. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen evaluasi yang dikembangkan telah mencakup variasi level kognitif, namun masih memerlukan penguatan pada aspek HOTS agar mampu mendorong kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik. Berdasarkan uji coba empiris, peserta didik mampu menyelesaikan soal kategori ingatan dengan sangat baik, namun mengalami penurunan drastis pada aspek pemahaman konseptual.  Ranah aplikasi (C3), ditemukan adanya bias konstruksi dimana seluruh siswa 100% mampu menjawab dengan benar akibat opsi pengecoh (distraktor) yang kurang homogen dan terlalu mudah ditebak, sehingga jawaban dapat diidentifikasi hanya menggunakan logika umum, tanpa menuntut penalaran yang mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi calon pendidik dalam meningkatkan kompetensi profesionalitas penyusunan variasi tingkat kognitif soal serta merancang distraktor yang lebih kompetitif sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Kesadaran Pendidikan Islam Generasi Z: Telaah Konseptual Al-Qur'an dan Hadits Tarbawi di Tengah Krisis Moral Digital Rosalina Zulhijjah; Rahendra Maya
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis kesadaran pendidikan dan dekadensi moral yang melanda Generasi Z di Indonesia, ditandai dengan tingginya angka cyberbullying, penyebaran hoaks, normalisasi cancel culture, serta plagiarisme digital sebagai akibat dari budaya scroll culture dan shallow thinking yang muncul di tengah derasnya arus informasi digital. Kesenjangan antara pemahaman teoritis nilai-nilai agama dan praktik perilaku nyata semakin diperparah oleh sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih bersifat konvensional, monoton, dan berorientasi pada hafalan kognitif semata, sehingga kurang menyentuh dimensi afektif dan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menggali landasan konseptual kesadaran pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits Tarbawi, serta merumuskan model pendidikan yang relevan dan kontekstual bagi karakteristik Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research), dengan data dihimpun dari artikel jurnal, buku akademik, dan prosiding yang relevan melalui penelusuran sistematis pada Google Scholar, Garuda, dan basis data jurnal nasional maupun internasional, kemudian dianalisis melalui identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran pendidikan Islam dibangun atas pemahaman manusia sebagai hamba Allah (‘abdullah) dan khalifah fi al-ardh, yang diwujudkan melalui integrasi tiga konsep utama: al-Tarbiyah (pengembangan potensi diri), al-Ta'lim (transfer ilmu pengetahuan), dan al-Ta'dib (penanaman adab dan karakter mulia) sebagai fondasi epistemologis utama. Nilai-nilai dalam Surah Luqman ayat 13–19 dan Hadits Tarbawi terbukti relevan dalam membentuk keimanan, tanggung jawab, kemandirian, serta etika bermedia digital. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan Model PAI Adaptif-Reflektif, yang memadukan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran dengan proses internalisasi nilai melalui muhasabah dan tadabbur, sebagai solusi paradigmatik untuk mencetak generasi Muslim yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan beradab di ruang digital.
Kelayakan Media Pembelajaran Smart Box Berbasis QR Codepada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Sita Ilma; Ina Agustin; Sri Cacik
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPAS kelas IV sekolah dasar disebabkan oleh terbatasnya variasi media pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kelayakan media pembelajaran Smart Box berbasis QR Code yang dikembangkan sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran IPAS kelas IV. Pendekatan deskriptif kuantitatif diterapkan dengan data yang diperoleh melalui lembar validasi dari ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi. Aspek penilaian mencakup desain dan tampilan visual, kepraktisan, kebahasaan, serta kelayakan isi dan relevansi materi. Hasil validasi menunjukkan bahwa dua dari tiga aspek penilaian memperoleh persentase di atas 75% dan masuk dalam kategori sangat layak, yaitu validasi media sebesar 86% dan validasi materi sebesar 91%. Sementara itu, validasi ahli bahasa memperoleh skor 72% yang tergolong dalam kategori layak. Meskipun skor kebahasaan berada di bawah dua aspek lainnya, nilai tersebut tetap memenuhi ambang batas kelayakan yang ditetapkan. Rata-rata keseluruhan dari ketiga aspek validasi mencapai 83%, yang mengkonfirmasi bahwa media Smart Box berbasis QR Code yang dikembangkan telah memenuhi standar kelayakan. Dengan demikian, media ini dinyatakan layak dan siap untuk diimplementasikan dalam pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.
Budaya Konten Instan dan Karakteristik Belajar Generasi Alpha: Telaah terhadap Narasi Lost Generation di Era Digital Dina Awaliyah Nurrohmah; Sofia Zaeti Nur Siregar; M Daffa Isnan Effendi; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between instant-content culture and the learning characteristics of Alpha Generation in the digital era, as well as its relevance to the emerging lost generation narrative. This research employed a qualitative literature review method by analyzing relevant national and international scholarly publications on Alpha Generation, digital media, social media use, digital literacy, and learning processes. The findings indicate that the widespread consumption of short-form content through digital platforms encourages fast, visual, and practical learning habits among Alpha Generation students. However, excessive exposure may reduce attention span, learning concentration, and critical and reflective thinking skills. The study also reveals that the lost generation narrative cannot be accepted uncritically, as Alpha Generation possesses strong technological adaptability and digital creativity. Therefore, digital literacy development, parental supervision, and critical-thinking-oriented learning are essential to maximize the benefits of technology while minimizing its educational risks.
Pengaruh Kepatuhan Berhijab Terhadap Perilaku Keagamaan Siswi di SMA Al Falah Cibinong Bogor Hilda Nurahmah; Alek Maulana; Nana Mulyana
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    This research aims to analyze the influence of hijab adherence on the religious     behavior of female students at SMA Al Falah Cibinong Bogor. The     phenomenon underlying this research is the importance of examining whether     the obligation to wear the hijab at school has been internalized as a spiritual     value or is merely a formality of adhering to school regulations. The method     used in this research is correlational quantitative with 94 female students as     respondents, utilizing a questionnaire as the main instrument and statistical     analysis techniques to test the validity and reliability of the data. Data on hijab     adherence  is  measured  thru  indicators of  understanding,  consistency,     compliance with rules, and internal motivation in its practice. Meanwhile,     religious behavior is measured thru indicators of worship practices, personal     morals, social morals, obedience, norms, religious commitment, enthusiasm for     religious knowledge, respect for religious symbols, and interaction with the     Qur'an. The results of this study indicate that the level of hijab adherence and     religious behavior among the female students falls into a high category. Data     analysis proves the existence of a positive and significant influence between     hijab adherence and religious behavior. This indicates that the higher the level     of adherence among female students in wearing the hijab, the better their     religious behavior will be, which will be reflected in their daily lives. This result     serves as a foundation for the school to continue strengthening spiritual guidance so that wearing the hijab becomes a personal awareness for the students, not just a rule in the code of conduct.
Pengaruh Pembelajaran PAI Terhadap Kedisiplinan Beribadah Shalat Berjamaah Siswa Kelas VIII di SMPN 1 Sukamakmur Bogor Mila Aprilia; Puad Hasan; Rendra Fahrurrozie
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lack of student initiative in performing congregational prayers has become the main issue in this research. This research is a quantitative study of an associative descriptive nature aimed at determining the influence of Islamic Religious Education learning on the discipline of congregational prayer among eighth-grade students at SMPN 1 Sukamakmur. From a total population of 144 eighth-grade students, a sample of 106 students was taken using the Slovin formula with a simple random sampling technique. Data collection techniques were carried out through Likert scale questionnaires, observations, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using classical assumption tests and simple linear regression. The research results indicate a positive influence of PAI learning on the discipline of congregational prayer with a significance value of 0.000 < 0.05. PAI learning contributes 21.6% to students' prayer discipline. Thus, this research emphasizes that the effectiveness of religious education in the classroom is a crucial factor in shaping the religious character of students.
Relevansi Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dalam Membentuk Karakter Siswa Di Era Digital Nur Rohimah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia pendidikan yang berdampak pada degradasi karakter generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep pendidikan karakter menurut Ki Hadjar Dewantara serta menganalisis implementasinya di sekolah dasar pada era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui pengkajian sumber literatur berupa jurnal, buku, artikel ilmiah, dan dokumen relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan usaha sistematis dalam membangun kebudayaan melalui pengajaran yang selaras dengan kodrat alam dan kodrat zaman anak. Tujuannya adalah mencapai keseimbangan lahir dan batin menuju kesempurnaan hidup atau adab kemanusiaan. Di sekolah dasar, yang menjadi pilar pembentuk karakter, literasi, numerasi, dan keterampilan sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi pendidikan, konsep ini tetap relevan di tengah arus digitalisasi yang serba terkoneksi. Implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara pada era digital dapat diwujudkan melalui integrasi Teori Trikon, Teori Kepemimpinan, dan Sistem Among. Kesimpulannya, nilai-nilai kearifan lokal ini berfungsi sebagai filter dan kompas moral bagi siswa dalam menghadapi kompleksitas teknologi digital.  
Perubahan Pola Belajar Siswa akibat Dominasi Teknologi Digital: Kajian Literatur Nabilah Nurjannah; Rizki Maulana; Muhammad Chepy Revy; Hana Kamilah; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly changed students' learning patterns through the widespread use of the internet, Artificial Intelligence (AI), social media, and digital learning platforms. This study aims to analyze these changes, identify their impacts, and examine strategies for optimizing technology in learning. A literature review method was employed by analyzing relevant journal articles and other academic sources. The results indicate that digital technology has shifted learning from teacher-centered to student-centered approaches, increasing students' independence, flexibility, and access to diverse learning resources. However, excessive reliance on digital technology may lead to gadget addiction, learning distractions, misuse of AI, and reduced face-to-face social interaction. The study concludes that strengthening digital literacy, enhancing the roles of teachers and parents, and implementing adaptive learning strategies are essential to maximize the benefits of digital technology while minimizing its negative impacts on students' learning.
Ketergantungan pada Konten Dakwah Singkat dan Dampaknya terhadap Pemahaman Mendalam Keislaman Pada Gen Z Hanina Najma Adzkia; Farhan Fahreza; Syahla Salsabila; Aura; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The widespread use of short-form Islamic preaching content on social media has transformed the religious learning patterns of Generation Z. Although brief and engaging digital preaching provides easy access to Islamic knowledge, it may also foster dependence on instant religious information. This study aims to analyze Generation Z's dependence on short-form da'wah content and its impact on developing a deeper understanding of Islam. The research employed a qualitative library research method by collecting and analyzing relevant books, journal articles, and scientific publications concerning digital da'wah, Generation Z, and Islamic learning. The findings indicate that short-form da'wah effectively attracts attention and broadens access to religious information. However, excessive reliance on such content without further systematic learning may result in fragmented, superficial, and less critical religious understanding. Therefore, short-form da'wah should function as an entry point that encourages more comprehensive and in-depth Islamic learning.
Stigma Jurusan Pendidikan : Analisis Sosiologis Terhadap Rendahnya Minat Menjadi Guru Zhafira Ramadhani; Putri Salma; Fikron Yunus; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low interest of the younger generation in becoming teachers is one of the challenges in the regeneration of the teaching workforce in Indonesia. This phenomenon is influenced by various factors, including the growing stigma against education majors as a result of social construction in society. This study aims to analyze the stigma against education majors and its influence on the low interest in becoming teachers from the perspective of educational sociology. The study used a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from journals, books, and relevant scientific documents, then analyzed using content analysis. The results show that the stigma against education majors is formed through a process of social construction, reinforced by social interactions, and influenced by economic, sociocultural, family factors, professional prestige, developments, and government policies. Therefore, increasing interest in becoming teachers requires improvements in welfare as well as changes in public perception of the teaching profession.