cover
Contact Name
Muhammad Faizal Alfian
Contact Email
faizalalfian@live.undip.ac.id
Phone
+6281216362221
Journal Mail Official
faizalalfian@live.undip.ac.id
Editorial Address
jl. dr. Antonius Suroyo, Kampus Tembalang, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of International Relations Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 30632684     EISSN : 30632684     DOI : https://doi.org/10.14710/jirud.v10i2
Core Subject :
Journal of International Relations Diponegoro publishes articles on contemporary transnational crimes from a variety of methodologies and approaches. The journal was originally established to encourage scholarly publications by students from International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro. JIRUD will be pubished twice a year May and November. Journal of International Relations Diponegoro seeks original manuscripts that provide theoretically informed empirical analyses of issues in international relations, as well as original theoretical or conceptual analyses. The journal represents no particular school or approach, nor is it restricted to any particular methodology. Instead, it seeks to foster an awareness of methodological and epistemological questions in the study of International Relations, and to reflect research and developments of a conceptual, normative and empirical nature in all the major sub-areas of the field. Journal of International Relations Diponegoro publishes research, development and review articles in social and political fields with the following scope: 1. Transnational Crime 2. International Crime 3. Security Studies 4. Globalization & Transnationalism 5. Humanitarianism 6. Foreign Policy 7. International Politics
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
Kepentingan Diplomasi Qatar dalam Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 Anindya Karimah Aulia; Gonda Yumitro
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.39278

Abstract

Artikel ini mendiskusikan kepentingan diplomasi Qatar dalam penyelenggaraan Piala Dunia Qatar 2022. Topik ini menarik karena mengaitkan antara olahraga dengan diplomasi karena umumnya diplomasi bersifat formal, sementara Qatar menggunakan media olahraga sebagai media diplomasi. Data ini dikumpulkan dengan melakukan kajian literatur menggunakan google scholar, harzing, published or perished. Analisa data digunakan dengan metode analisis kualitatif. Penulis menemukan bahwa dalam penyelenggaraan Piala Dunia Qatar 2022, Qatar mempunyai kepentingan diplomasi membangun image atau citra Islam, dan kepentingan pariwisata. Dalam kaitannya dengan image atau citra Islam, Qatar menyebarkan ajaran Islam pada orang-orang yang hadir di stadion maupun yang menonton di rumah dan juga agar Islam tidak dipandang sebelah mata lagi oleh sebagian orang non-muslim. Sementara dalam kepentingan diplomasi pariwisata, adanya Piala Dunia Qatar 2022 juga dapat meningkatkan sektor pariwisata Qatar.
Diplomasi kemanusiaan Vanuatu dan kontestasi kedaulatan dalam isu HAM Papua Amalthia Parah Rezky; Miftah Farid Darussalam
Journal of International Relations Diponegoro Vol 11, No 1: (June 2026)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v11i1.58067

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah yang diambil oleh Vanuatu dalam upaya diplomatiknya terkait isu HAM Papua dan menjelaskan respon Indonesia dalam menanggapi upaya Vanuatu. Studi ini mengeksplorasi upaya Vanuatu dalam dalam konteks diplomasi menggunakan instrumen kemanusiaan. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan studi kasus dengan pendekatan studi literatur. Selain itu, tulisan ini menggunakan teori diplomasi kemanusiaan dalam menganalisis upaya-upaya Vanuatu dalam forum internasional. Penulis mengidentifikasi tiga jenis intervensi yang digunakan oleh Vanuatu yakni pengumpulan informasi faktual, penggunaan perjuangan simbolis, dan koalisi diplomatik. Meskipun tujuan strategi ini adalah membantu Indonesia memenuhi komitmen internasional dalam bidang hak asasi manusia, hasilnya menunjukkan bahwa respons Indonesia terhadap upaya tersebut merupakan bentuk ancaman eksternal terhadap integritas Indonesia. Dalam konteks ini, advokasi internasional yang bertujuan memastikan nilai-nilai kemanusaan diimpelemntasikan justru menciptakan tantangan baru bagi masyarakat Papua. Penulis menyoroti bahwa isu hak asasi manusia bersinggungan dengan isu kedaulatan negara dan menunjukkan keterbatasan intervensi internasional dalam mengintervensi isu kemanusiaan yang bersifat domestik.
DIPLOMASI INDONESIA PADA PARIWISATA HALAL MELALUI KERJA SAMA INDONESIA-MALAYSIA-THAILAND GROWTH TRIANGLE (IMT-GT) Muhammad Riandani
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.39418

Abstract

Indonesia dewasa ini sedang melakukan pengembangan industri pariwisata halal. pengembangan ini didasari oleh potensi pariwisata halal yang menjanjikan secara faktor ekonomi. Dalam mengembangkan pariwisata halal, Indonesia melakukan kerjasama dengan Malaysia dan Thailand dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle. Tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat daerah perbatasan, membangun konektivitas ketiga negara dan mengembangkan industri pariwisata dan halal bersama. melalui IMT-GT, kerjasama yang dilakukan bersifat saling melengkapi atau komplementaritas ekonomi yang didasari oleh komitmen bersama dan koordinasi kebijakan. Tujuan riset ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia untuk mengembangkan pariwisata halal dalam forum kerjasama IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle). Riset ini menggunakan konsep regionalisme, diplomasi, dan growth triangle. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui Teknik riset secara daring melalui internet, studi Pustaka, dan observasi. Hasil riset menunjukkan bahwa pengembangan industri pariwisata halal Indonesia dilakukan melalui akselerasi pembangunan infrastruktur untuk menopang aktivitas pariwisata, serta meningkatkan kapasitas halal melalui pertukaran ahli, informasi, dan efektivitas sertifikasi. Indonesia dalam melakukan pengembangan pariwisata halal melakukan upaya diplomasi dalam IMT-GT melalui track-one diplomacy dimana aktor pemerintah berperan lebih dominan dalam melakukan upaya diplomasi dan menentukan kebijakan.
Dilema Anarki: Strategi Intervensi Tidak Langsung NATO dalam Konflik Rusia-Ukraina Annisa Khaira; Keisya Imani Murad; Suyani Marth; Fatoumata Sonko
Journal of International Relations Diponegoro Vol 11, No 1: (June 2026)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v11i1.58952

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika konflik Rusia–Ukraina dalam kaitannya dengan ekspansi NATO serta implikasinya terhadap arsitektur keamanan internasional pasca-2022. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan 1 memanfaatkan data sekunder yang berasal dari jurnal ilmiah, dokumen resmi NATO, laporan lembaga internasional, serta berbagai literatur strategis dan hubungan internasional. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Neorealisme Struktural Kenneth Waltz, konsep security dilemma Robert Jervis, dan teori deterrence strategy dari Thomas Schelling serta Bernard Brodie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi NATO ke kawasan Eropa Timur dipersepsikan Rusia sebagai ancaman strategis terhadap keamanan nasional dan keseimbangan kekuatan regional. Kondisi tersebut memunculkan security dilemma antara Rusia dan NATO yang kemudian mendorong eskalasi konflik di Ukraina. Di sisi lain, NATO menerapkan strategi intervensi tidak langsung melalui bantuan militer, intelijen, dan logistik kepada Ukraina guna memperkuat deterrence tanpa terlibat dalam konfrontasi langsung dengan Rusia. Sebagai respons, Rusia mengembangkan doktrin militer modern yang menekankan perang hibrida, strategi anti-access/area denial (A2/AD), modernisasi militer, serta penggunaan ancaman nuklir sebagai instrumen penangkalan. Penelitian ini juga menemukan bahwa perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan perubahan besar dalam tatanan keamanan internasional, termasuk remilitarisasi Eropa, perluasan NATO, dan munculnya polarisasi geopolitik baru antara blok Barat dan kekuatan revisionis seperti Rusia dan Tiongkok. Dengan demikian, konflik Rusia-Ukraina mencerminkan kembalinya kompetisi kekuatan besar dalam sistem internasional yang anarkis dan semakin kompleks.
Peran Greenpeace Dalam Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat Tahun 2022-2023 Milleno Matahari Fakhriy Ramdhana
Journal of International Relations Diponegoro Vol 11, No 1: (June 2026)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v11i1.52719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat peran Greenpeace terhadap adanya fenomena kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Barat pada periode tahun 2022 hingga 2023. Pada periode tersebut fenomena karhutla yang terjadi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Banyak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat merupakan masalah lingkungan yang kompleks dengan dampak signifikan. Greenpeace, sebagai salah satu organisasi lingkungan internasional, memiliki peran penting dalam mengatasi karhutla melalui advokasi, kampanye, dan kerjasama dengan berbagai pihak. Penelitian ini menggunakan teori peran organisasi dan konsep aktivisme lingkungan transnasional. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif penulis menjelaskan fenomena yang dibahas menggunakan bantuan twori dan konsep yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Greenpeace memiliki peran seperti mengirimkan relawan Tim Cegah Api ke wilayah karhutla, kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya karhutla, advokasi hukum pemerintah dan perusahaan, serta pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan edukasi.
DIGITAL NEXUS OF POWER: ANALISIS GEOPOLITIK EKONOMI ATAS PERAN JALUR SUTRA DIGITAL (DSR) DALAM MEMBENTUK KEDAULATAN DATA PAKISTAN DI BAWAH KORIDOR EKONOMI TIONGKOK-PAKISTAN (CPEC). Ilmi Ulil Ridhani
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.54460

Abstract

Persaingan kekuatan global abad ke-21 semakin didefinisikan oleh kontrol atas infrastruktur dan arus data digital. Dalam konteks ini, Tiongkok meluncurkan Jalur Sutra Digital (DSR) sebagai komponen integral dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), yang secara fundamental mengubah lanskap geopolitik teknologi di negara-negara mitra. Artikel ini secara spesifik menganalisis bagaimana implementasi DSR di Pakistan, melalui kerangka Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC), berfungsi sebagai instrumen geopolitik ekonomi yang memengaruhi otonomi dan kedaulatan data nasional Pakistan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini meninjau investasi Tiongkok dalam jaringan kabel serat optik, infrastruktur 5G, dan proyek kota pintar (smart city) di Pakistan. Ditemukan bahwa sementara DSR menawarkan peluang ekonomi dan konektivitas yang signifikan, ia secara bersamaan menciptakan ketergantungan teknologi (technological dependency) yang mendalam. Ketergantungan ini berpotensi mengekspos data strategis Pakistan kepada kontrol eksternal, sehingga menimbulkan tantangan serius terhadap kedaulatan datanya. Artikel ini menyimpulkan bahwa melalui DSR, Tiongkok berhasil mengintegrasikan Pakistan ke dalam lingkup pengaruh teknologinya, sebuah langkah yang menantang tatanan liberal dan memerlukan respons kebijakan yang hati-hati dari Islamabad.
Aktivitas Ofensif Rusia dalam Konflik Ukraina Tahun 2022 Ni Nyoman Dinda Ayudya Putri Kirana; Syaakirah Nur Airin; Rania Asweta Hirra; Anak Ayu Nindya Rastyrania; Najmi Aulia Haritzmi Putri
Journal of International Relations Diponegoro Vol 11, No 1: (June 2026)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v11i1.58468

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah dinamika konflik internasional, dengan ruang siber muncul sebagai domain strategis kelima di samping darat, laut, udara, dan antariksa. Meskipun berbagai aktivitas ofensif di ruang siber sering dikategorikan sebagai "perang siber," Thomas Rid (2012) berargumen bahwa perang siber belum pernah terjadi di masa lalu, tidak sedang terjadi saat ini, dan kecil kemungkinannya akan terjadi di masa depan karena seluruh serangan siber bermotif politik hanyalah versi canggih dari tiga bentuk aktivitas ofensif, yaitu sabotage, espionage, dan subversion. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk aktivitas ofensif yang dilakukan Rusia dalam konflik dengan Ukraina pada tahun 2022 menggunakan kerangka konseptual Thomas Rid. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data sekunder dari literatur akademik, laporan pemerintah, dan publikasi intelijen keamanan siber. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas ofensif Rusia termanifestasi dalam tiga bentuk: sabotage melalui penyebaran wiper malware destruktif yang menargetkan sistem pemerintahan dan teknis Ukraina; espionage melalui kampanye pencurian kredensial dan pengintaian digital oleh kelompok yang berafiliasi dengan GRU; serta subversion melalui kampanye disinformasi sistematis, amplifikasi bot farm, dan teknologi deepfake. Temuan ini mengkonfirmasi argumen Rid bahwa aktivitas ofensif lebih tepat dipahami sebagai sabotage, espionage, dan subversion daripada perang dalam pengertian Clausewitzian.
Ancaman Deepfake: Potensi Degradasi Identitas Nasional Indonesia Natasha Priadi; Marten Hanura; Muhammad Faiq Adi Pratomo
Journal of International Relations Diponegoro Vol 11, No 1: (June 2026)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v11i1.52975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi ancaman deepfake terhadap proses politik dan demokrasi yang dapat mendegradasi identitas nasional Indonesia sebagai negara demokrasi. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan descriptive analysis untuk menguraikan ancaman bahaya deepfake terhadap keberlangsungan politik dan demokrasi Indonesia. Analisis penelitian ini menggunakan kerangka konstruktivisme dan konsep liar’s dividend untuk menunjukkan ancaman maupun efek lanjutan dari penyalahgunaan deepfake, terkhususnya potensi degradasi identitas nasional Indonesia. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menemukan berbagai kerentanan yang ada dalam proses demokrasi di Indonesia yang dapat diperburuk dengan penyalahgunaan deepfake. Kerentanan ini kemudian dianalisis untuk menunjukkan berbagai potensi ancaman yang dipengaruhi oleh penyalahgunaan deepfake. Dari berbagai potensi ancaman yang telah dipaparkan, penelitian ini mengidentifikasi efek lanjut dari hadirnya deepfake dengan melihat potensi terjadinya fenomena democratic backsliding dan liar’s dividend yang dapat terjadi di Indonesia pada jangka panjang.
the implementation of cooperation between Indonesia and Malaysia in handling money laundering in Indonesia Tiurma Debora Simamora
Journal of International Relations Diponegoro Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v9i2.47050

Abstract

Cooperation of handling money laundering in Indonesia
The Struggle For The Emergence of The Creative Industry Movement In Indonesia Through Citayam Fashion Week: What Mass Media Says Asra Virgianita; Darynaufal Mulyaman; Gibraltar Andibya Muhammaad; Dewi Aulia Maharani
Journal of International Relations Diponegoro Vol 11, No 1: (June 2026)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v11i1.42891

Abstract

This article aims to map the mass media's framing of the CFW phenomenon, from its inception in mid-2022 to August 2023. This article uses a discourse analysis method, using news coverage data related to CFW. The CFW phenomenon has attracted attention from the general public, business people, social media influencers, and the government. This phenomenon began with young people who came from the buffer areas of Jakarta to the Sudirman district—the city center—to gather and wear identical and ‘eccentric’ clothes. The mass media play a vital role in constructing and framing CFW and disseminating it which brought more people every day. It also made many parties participate in commodifying CFW. In this regard, many people consider CFW to be synonymous with the Harajuku phenomenon, in terms of the fashion displayed and the role of the mass media. In addition, the emphasis on the element of 'creativity' in fashion used in CFW can be considered as a potential form of the government's creative economy policy, but it is not. This study found that the CFW's framing in mass media is dominated by three main discourses; (1) freedom of expression, (2) creative economy potential, and (3) class conflict and politicization.