cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Analisis Makna Kontekstual Pada Iklan Televisi Tri Pujiatna; Jaja Jaja; Anggi Krisma Diana
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.3578

Abstract

Human life today is inseparable from the influence of television. Various information can be obtained quickly. To meet the entertainment needs of humans/television viewers, television always inserts advertisements. Besides having commercial purposes, advertising also has the value of the information contained in it. Advertisers, both private and government, try to introduce and invite the public to do what the advertiser wants. Advertisers try to convey messages to consumers or the public in the form of meaningful symbols through mass media which are usually in the form of television, radio, and newspapers. The symbol of meaning is language. Language is used as a communication tool in advertising even though there are many other communication tools, such as images and sounds. The shape of the symbol, namely the language used as a communication tool in advertising has its own meaning. Kehidupan manusia saat ini tidak terlepas dari pengaruh televisi. Berbagai informasi dapat diperoleh dengan cepat. Untuk memenuhi kebutuhan hiburan manusia/pemirsa televisi, televisi selalu menyisipkan tayangan iklan. Di samping memiliki tujuan komersil, iklan juga memiliki nilai informasi yang terkandung di dalamnya. Para pengiklan baik swasta maupun pemerintah berusaha untuk memperkenalkan serta mengajak masyarakat dapat melakukan apa yang diharapkan oleh pembuat iklan. Pembuat iklan berusaha untuk menyampaikan pesan kepada konsumen atau masyarakat dalam bentuk lambang bermakna melalui media massa yang biasanya berupa televisi, radio dan surat kabar. Lambang makna yang dimaksud adalah bahasa. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi dalam periklanan walaupun masih banyak lagi alat komunikasi yang lain, seperti gambar, dan bunyi. Bentuk lambang yaitu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi dalam periklanan memiliki makna tersendiri.
Character Values Represented in Tembang Sunda Cianjuran Aprilla Adawiyah; Mia Fatimatul Munsi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.3590

Abstract

This study is aimed at describing character values in five Cianjuran Sundanese songs (Tembang Sunda Cianjuran) comprising Laut Kidul, Mairan ti Dapur Yayasan Wargi Cianjur, Itu Gunung Naon Raden, Pamoyanan, and Kidung Wiwitan, taken from a book entitled Ngauguar Mamaos Cianjuran. These songs were chosen due to their lyrics which are easily understandable, full of character values and highly related to the locality of Cianjur. This article is based upon the analytic Descriptive method with a literature review used to examine and describe character values in Tembang Sunda Cianjuran. From eighteen character values, only thirteen character values are found in the songs. They are religiosity, honesty, discipline, hard work, creativity, curiosity, national spirit, patriotism, appreciation of achievement, communication, reading habits, environmental care, and responsibility values. In the current songs, the most frequently occurring value is patriotism, which is contained in the second song (TSC-02). It has nine character values. Cianjuran Sundanese songs function as the guiding norm of life, related to religion, and contains advice so that humans could behave in compliance with religion, the human and Creator relationship, as well as the human and environment relationship. Studi ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam lima tembang Sunda Cianjuran yang terdiri atas Laut Kidul, Mairan ti Dapur Yayasan Wargi Cianjur, Itu Gunung Naon Raden, Pamoyanan, dan Kidung Wiwitan, yang diambil dari buku Ngaguar Mamaos Cianjuran. Tembang-tembang tersebut dipilih karena liriknya lebih mudah dipahami, mengandung nilai karakter, dan berkaitan erat kaitannya dengan lokalitas Cianjur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan teknik telaah pustaka untuk menelaah dan mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam tembang Sunda Cianjuran. Dari 18 nilai karakter, hanya 13 nilai karakter yang terdapat dalam tembang tersebut, berupa nilai religius, nilai jujur, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai rasa ingin tahu, nilai semangat kebangsaan, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai komunikatif, nilai gemar membaca, nilai peduli lingkungan, dan nilai tanggung jawab. Nilai karakter yang paling sering muncul adalah nilai cinta tanah air. Tembang Sunda Cianjuran memiliki fungsi bagi masyarakat sebagai salah satu acuan dalam kehidupan di dunia, berkaitan dengan agama, dan berisi nasihat agar manusia berperilaku sesuai dengan ajaran agama, berkaitan dengan hubungan manusia dengan sang Maha Pencipta, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam/lingkungan.
Eksploitasi Perempuan dalam Dwilogi Novel Kelir Slindet dan Telembuk Karya Kedung Darma Romansha Novi Ermawati; Nurhadi Nurhadi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.3699

Abstract

Not a few literary works that contain the relationship between men and women. Women are exploited from various sides. This study aims to describe: (1) the form of female exploitation, (2) the causes of female exploitation, and (3) feminist ideas in the Kelir Slindet and Telembuk novels by Kedung Darma Romansha. This research is descriptive qualitative research. Data analysis is performed by classifying data, interpreting, discussing, and summarizing data. The results of this study indicate that: first, there are seven forms of female exploitation in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely prostitution, child labor, forced marriage, migrant workers, sexual harassment, rape, and premarital sex. Second, four factors causing the exploitation of women in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely poverty, living environment, divorce, and lifestyle. Third, there are four feminist ideas as a struggle against the exploitation of women in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely rejecting applications, defending self-esteem, severing relationships, and leaving the work of prostitutes.Tak sedikit karya sastra yang memuat hubungan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan dieksploitasi dari berbagai sisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud eksploitasi perempuan, (2) faktor penyebab eksploitasi perempuan, dan (3) ide-ide feminis dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk karya Kedung Darma Romansha. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasi data, menginterpretasi, membahas, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, ada tujuh wujud eksploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk, yaitu prostitusi, pekerja anak, paksaan menikah, TKW, pelecehan seksual, perkosaan, dan hubungan seks pranikah. Kedua, faktor penyebab terjadinya eksploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk ada empat, yaitu kemiskinan, lingkungan tempat tinggal, perceraian, dan gaya hidup. Ketiga, ide-ide feminis sebagai perjuangan melawan ekploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk ada empat, yaitu menolak lamaran, membela harga diri, memutuskan hubungan, dan meninggalkan pekerjaan pelacur.
Nilai Perjuangan dalam Novel Arus Balik Karya Pramoedya Ananta Toer Sabjan Badio; Burhan Nurgiyantoro; Hartono Hartono
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.3723

Abstract

This study aims to describe the struggle of the character in the novel Arus Balik. The method used is the content analysis method. Data is obtained by reading and recording techniques. Data were analyzed with qualitative descriptive analysis techniques through data comparison, categorization, data presentation, and inference. The results showed that the struggle of the character in the Arus Balik novel by Pramoedya Ananta Toer consisted of heroism (28%), nationalism (33%), never giving up (25%), kinship (9%), and selflessness (5%). The value of the struggle for heroism consists of being wary of the enemy, defending the people, defending the truth, selflessness, daring to die, being responsible, and commanding authority. The value of nationalism consists of love for the flag itself, loyal to the leader, thinking about the safety of the country, supporting the struggle to defend the country, and participating in defending the country. The value of the unyielding struggle consists of fighting to the death and believing in your abilities. Meanwhile, the value of selfless struggle consists in overcoming not expecting respect and not expecting office.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perjuangan tokoh dalam novel Arus Balik dengan metode analisis isi. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui perbandingan antardata, kategorisasi, penyajian data, dan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan perjuangan tokoh dalam novel Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer terdiri atas heroisme (28%), nasionalisme (33%), pantang menyerah (25%), kekeluargaan (9%), dan tanpa pamrih (5%). Nilai perjuangan heroisme terdiri atas waspada terhadap musuh, membela rakyat, membela kebenaran, tidak mementingkan diri sendiri, berani mati, bertanggung jawab, serta berwibawa memimpin pasukan. Nilai nasionalisme terdiri atas cinta pada bendera sendiri, setia pada pemimpin, memikirkan keselamatan negara, mendukung perjuangan bela negara, serta ikut serta membela negara. Nilai perjuangan pantang menyerah terdiri atas melawan sampai mati dan percaya kepada kemampuan sendiri. Sementara itu, nilai perjuangan tanpa pamrih terdiri atas tidak mengharapkan penghormatan dan tidak mengharapkan jabatan.
Status Sosial Unsur Penokohan Pada Cerita Pendek “Sang Guru Juki” Karya Ahmad Tohari Ardhian Nurhadi; Nova Daniar Adriyanti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.3816

Abstract

This study aims to examine and determine the function of social status and role of the behaviour and character of figures in the community system. The data source in this study is a short story entitled "Sang Guru Juki" by Ahmad Tohari. The resulting data is in the form of quotes that contain aspects of social values and status in the short stories. Researchers' data collection techniques used the observation and note technique. The results of the short story analysis contain vital social elements and values, especially in the characterization elements. Some of the intrinsic aspects conveyed in the story have a strong comparison in giving the message through the characters, especially the Juki character. The social element developed in the report include moral aspects, ethical aspects, and educational aspects. The Juki character depicted in the story has a profession as a teacher. However, the behaviours and attitudes that are built into the story do not show Juki's character as a teacher who must be emulated by his students. Juki tends to take advantage of their social status and role to fulfil their desires and desires.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengetahui fungsi status sosial dan peran dalam hubungannya dengan perilaku dan watak tokoh dalam sistem masyarakat. Sumber data pada penelitian ini adalah cerpen berjudul Sang Guru Juki karya Ahmad Tohari. Data yang dihasilkan berupa kutipan-kutipan yang memuat aspek-aspek nilai sosial dan status dalam cerpen. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik simak dan catat. Hasil analisis cerpen memuat unsur dan nilai sosial yang kental terutama pada unsur penokohannya. Beberapa unsur intrinsik yang disampaikan dalam cerita memiliki komparasi kuat dalam penyampaian amanat melalui tokoh-tokohnya terutama tokoh Juki. Aspek sosial yang dikembangkan dalam cerita meliputi aspek moral, aspek etika, dan aspek pendidikan. Tokoh Juki digambarkan dalam cerita memiliki profesi sebagai seorang guru. Namun perilaku dan sikap yang dibangun dalam cerita tidak menunjukkan watak Juki sebagai seorang guru yang harus diteladani oleh muridnya. Juki cenderung memanfaatkan status dan peran sosialnya untuk memenuhi nafsu dan keinginannya sendiri.
Analisis Kesalahan Morfosemantik Pada Teks Terjemahan Siswa Madrasah Aliyah Darussalam Bogor Deni Maulana; Anwar Sanusi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.3837

Abstract

This study aims to uncover morphosemantic errors in Indonesian-Arabic language text translations conducted by Bogor Darussalam Madrasah Aliyah (MA) students. This research uses descriptive qualitative method with a content analysis model. The data source in this study is the result of text translation from Indonesian to Arabic. Research shows that there are student errors in translating texts using past verbs (fi'il māḍi) 14 (11%), while non-pastoral verbs (fi'il muḍāri ') amounted to 111 (89%). Likewise, students are weak in choosing the appropriate meaning when translating from Indonesian to Arabic. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesalahan morfosemantik pada teks terjemahan bahasa Indonesia-bahasa Arab yang dilakukan oleh siswa Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis isi (content analysis). Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil teks terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan siswa dalam menerjemahkan teks menggunakan verba lampau (fi’il māḍi) 14 (11%), sedangkan kesalahan verba nonlampau (fi'il muḍāri') yang berjumlah 111 (89%). Begitu juga siswa lemah dalam memilih makna yang sesuai ketika menerjemahkan dari bahasa Indonesa ke bahasa Arab.
Integritas Diri Tokoh Utama Pada Film “The Ron Clark Story” Karya Randa Haines Tuti Apriani; Zainal Rafli; Zuriyati Zuriyati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.3898

Abstract

This research examines and analyzes the integrity of the main characters in the film The Ron Clark Story by Randa Haines through the depiction of the basic dimensions of man. The film Ron Clark Story tells of a teacher named Ron Clark, he is a teacher who excels. However, because he wanted to have new experiences he moved to the big city of New York. Clark is a figure who has self-integrity, despite many obstacles and obstacles in realizing self-integrity. The self-integrity of Ron Clark's character is examined through the depiction of basic human dimensions which consist of: physical dimensions, psychological dimensions, and social dimensions. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis integritas diri tokoh utama pada film The Ron Clark Story Karya Randa Haines melalui penggambaran dimensi dasar manusia. Film The Ron Clark Story menceritakan tentang seorang guru bernama Ron Clark, dia merupakan guru yang berprestasi. Akan tetapi, karena ingin mempunyai pengalaman baru dia pindah ke kota besar New York. Clark merupakan tokoh yang mempunyai integritas diri, walaupun banyak halangan dan hambatan dalam mewujudkan integritas diri. Integritas diri tokoh Ron Clark dikaji melalui penggambaran dimensi dasar manusia yang terdiri atas: dimensi fisik, dimensi psikis, dan dimensi sosial.
Feminisme dalam Cerpen Rambutnya Juminten Karya Ratna Indaswari Ibrahim Dewi Kusuma; Tato Nuryanto
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.4162

Abstract

This research aims to describe the form of gender injustice in the short story of Rambutya Juminten by Ratna Indaswari Ibrahim in the form of oppression of women, people's views on women, and men's views on feminism. This qualitative descriptive study uses a feminist approach. Research shows that short stories of Rambut Juminten can be a real picture of how people perceive gender differences. Gender differences are always a barrier wall that tends to curb women's freedom to work and move. Gender differences also give rise to violence and oppression of women's rights. Existing culture makes women always in second grade after men. Men are of the view that women overestimate feminism. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender dalam cerpen Rambutya Juminten karya Ratna Indaswari Ibrahim yang berupa: penindasan terhadap perempuan, pandangan masyarakat terhadap perempuan, dan pandangan laki-laki terhadap feminisme. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan feminisme. Penelitian menunjukkan bahwa cerpen Rambutnya Juminten dapat menjadi gambaran nyata cara masyarakat memandang perbedaan gender. Perbedaan gender selalu menjadi dinding pembatas yang cenderung mengekang kebebasan perempuan dalam berkarya dan beraktivitas. Perbedaan gender juga melahirkan kekerasan dan penindasan terhadap hak-hak perempuan. Budaya yang ada menjadikan perempuan selalu berada di kelas dua setelah laki-laki. Laki-laki berpandangan bahwa kaum perempuan terlalu berlebihan mengartikan feminisme.
Nilai-Nilai Religius Dalam Kumpulan Puisi Tadarus Karya KH. Ahmad Mustofa Bisri Ade Rufaida Awalia; Yumna Rasyid; Zuriyati Zuriyati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.4164

Abstract

Poetry as a literary work has an aesthetic value in it. However, in practice often the reader does not understand the implicit meaning in it. For example, the aspect of religiosity that is often overlooked in a poem that is trying to be communicated using a semiotic element. This study aims to describe the values of religiosity in the collection of Tadarus poetry (1) through the depiction of icons, (2) through the depiction of indices, and (3) through the depiction of symbols. This study uses a qualitative research design, the method used is descriptive, while the approach used is semiotic. From the analysis of semiotics it was found that Tadarus's poetry often included semiotic elements in his stanzas.Puisi sebagai suatu karya sastra memiliki nilai estetik di dalamnya. Akan tetapi, dalam praktiknya sering kali pembaca tidak memahami makna tersirat di dalamnya. Misalnya saja aspek religiusitas yang sering kali diabaikan di dalam suatu puisi yang coba dikomunikasikan menggunakan unsur semiotik. Penelitian ini bertujuan untuk, mendeskripsikan nilai-nilai religiusitas dalam kumpulan puisi Tadarus (1) melalui penggambaran ikon, (2) melalui penggambaran indeks, dan (3) melalui penggambaran simbol. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif, metode yang digunakan deskriptif, sedangkan pendekatan yang digunakan semiotik. Dari analisis semiotika ditemukan bahwa puisi Tadarus banyak menyisipkan unsur semiotika di dalam bait-baitnya.
Pengembangan Bahan Ajar Teks Fabel dan Cerpen Berorientasi Soft Skill Emah Khuzaemah; Hikmah Uswatun Ummi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.4214

Abstract

The low level of soft skills among employees, many complained by various companies and agencies. This study aims to develop fable and short story text teaching materials oriented to soft skills. Based on the results of the identification of 91% of informants agree that there are a fable and short story teaching materials that are oriented towards soft skills. Teaching materials developed titled Mari Menulis Fabel yang Inspiratif. Activities carried out include: develop your imagination, determine ideas and themes, draw characters and characters, arrange events and develop stories, complete stories meaningfully, and develop your inspiration. Masih rendahnya soft skill di kalangan karyawan, banyak dikeluhkan oleh berbagai perusahaan dan instansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar teks fabel dan cerpen berorientasi soft skill. Berdasarkan hasil identifikasi 91% informan setuju adanya bahan ajar fabel dan cerpen yang berorientasi soft skill. Bahan ajar yang dikembangkan berjudul Mari Menulis Fabel yang Inspiratif. Kegiatan yang dilakukan, meliputi: kembangkan imajinasimu, tentukan ide dan tema, gambarkan tokoh dan karakternya, rangkai peristiwa dan kembangkan cerita, selesaikan cerita dengan penuh makna, dan kembangkan inspirasimu.

Page 8 of 29 | Total Record : 281