cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Pembelajaran Menulis Teks Anekdot dengan Menggunakan Metode Discovery Learning Teti Sobari; Mutiara Ramadhan
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.4246

Abstract

One of the texts used in language learning is anecdotal text. This study aims to improve students' knowledge and skills on anecdotal text material. This research was conducted in two cycles, each of which consisted of two meetings. The stages in this research consist of planning, implementing and reflecting. The method in this research is Classroom Action Research. Subjects taken in this study were all students of class X Multimedia 1 SMK TI Garuda Nusantara Cimahi. Based on the research results obtained, it can be concluded that the level of difficulty of the learning material can affect student outcomes. This can be seen from the assessment of students' knowledge skills, which are better than writing skills. Learning using the discovery learning method can increase students 'knowledge of anecdotal texts and improve students' ability to write anecdotal texts.Salah satu teks yang digunakan pada pembelajaran bahasa adalah teks anekdot. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan siswa pada materi teks anekdot. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklusnya terdiri atas dua pertemuan. Tahapan dalam penelitian ini terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Metode dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Multimedia 1 SMK TI Garuda Nusantara Cimahi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan materi pembelajaran dapat memengaruhi hasil siswa. Hal tersebut dilihat dari penilaian kemampuan pengetahuan siswa lebih baik dibandingkan kemampuan menulis. Pembelajaran dengan menggunakan metode discovery learning dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai teks anekdot serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks anekdot.
Tindak Tutur Direktif Humanis Langsung dalam Film “Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” Nurlaili Irias Putri; Ida Zulaeha
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.4942

Abstract

The purpose of this study was to analyze the form of direct speech acts and the function of explicit humanist directive speech acts. The data source in this research is the film “Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” by the director Mirwan Arfah. The data were collected using the observation method, basic tapping techniques, advanced technique of listening to the free to speak competently, and the advanced technique of note-taking. The validity of the data used triangulation: source, technique, and time. Data were analyzed using the practical matching method with the basic technique of sorting the determinants. Based on the mode, it includes: declarative, interrogative, and imperative. The function of direct humanist directive speech acts includes: asking, begging, inviting, asking, ordering, prohibiting, forgiving, and advising.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk tindak tutur langsung dan fungsi tindak tutur direktif humanis langsung. Sumber data dalam penelitian ini adalah film “Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” Sutradara Mirwan Arfah. Data dikumpulkan dengan metode simak, teknik dasar sadap, teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik lanjutan catat.Keabsahan data menggunakan triangulasi: sumber, teknik, dan waktu. Data dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan modusnya, meliputi: deklaratif, interogatif, dan imperatif. Fungsi tindak tutur direktif humanis langsung, meliputi: meminta, memohon, mengajak, bertanya, memerintah, melarang, memaafkan, dan menasihati.
Implementasi Model Pembelajaran Rekreasi-Prokreasi dalam Membaca Kritis Teks Eksplanasi di SMK Bambang Eko Hari Cahyono; Lulus Irawati; Devit Tri Candrawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5032

Abstract

This study aims to describe and explain (1) the conditions of critical reading learning in SMK Negeri 1 Ponorogo students, (2) the implementation of recreation-procreative learning models in learning to read critical explanatory texts, and (3) the constraints faced by teachers and students. This descriptive qualitative research uses data sources in the form of informants, events, and documents. The selected informants were Indonesian Language teachers and class XI students. Data were collected in-depth interview techniques, observation techniques, and documentation studies. Validity through extending the participation of researchers, making observations diligently and carefully, and triangulating data sources. Data analysis was performed using an interactive analysis model. The results showed that: (1) critical reading learning has not been implemented well due to the low student interest in reading, and the inaccuracy of teachers in choosing learning methods, materials, and media, (2) learning to read critical explanatory texts with recreational-procreation models can create an atmosphere new learning that is fun for students, encourages the growth and development of critical thinking skills, encourages students to express their opinions critically, and improves other language skills, (3) the obstacles faced by teachers and students, namely the lack of tools and learning media, students are less active, the teacher has not been able to become a facilitator of critical reading learning well, as well as the limited language skills of students.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) kondisi pembelajaran membaca kritis pada siswa SMK Negeri 1 Ponorogo, (2) implementasi model pembelajaran rekreasi-prokreasi dalam pembelajaran membaca kritis teks eksplanasi, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa. Penelitian dengan metode deskriptif kualitatif ini menggunakan sumber data, berupa: informan, peristiwa, dan dokumen. Informan yang dipilih yaitu guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas XI. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, teknik observasi, dan studi dokumentasi. Validitas melalui memperpanjang keikutsertaan peneliti, mengadakan pengamatan dengan tekun dan saksama, dan melakukan triangulasi sumber data. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran membaca kritis belum terlaksana dengan baik karena rendahnya minat baca siswa, dan kekurangtepatan guru dalam memilih metode, materi, dan media pembelajaran, (2) pembelajaran membaca kritis teks eksplanasi dengan model rekreasi-prokreasi mampu menciptakan suasana pembelajaran baru yang menyenangkan bagi siswa, mendorong tumbuh kembang kemampuan berpikir kritis, mendorong siswa berani mengemukakan pendapat secara kritis, dan meningkatkan kemampuan berbahasa lainnya, (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa, yaitu kurang tersedianya alat dan media pembelajaran, siswa kurang aktif, guru belum mampu menjadi fasilitator pembelajaran membaca kritis secara baik, serta terbatasnya kemampuan berbahasa siswa.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Menulis Teks Eksplanasi di Kelas XI SMA Wagirun Wagirun; Bambang Irawan
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5033

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of the use of project-based learning models. The stages of this research development include: (1) literature and field studies; (2) analysis of learning models, initial product design; and (3) evaluation. The instruments used were nontest and test. Non-test instruments use a questionnaire and test instruments use pre-test and post-test. The pre-test and post-test results show that the project-based learning model can effectively improve the ability to write explanatory texts in class XI MIA-1 students at SMA Negeri 1 Labuhan Deli in 2018/2019.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan model pembelajaran berbasis proyek. Tahapan penelitian pengembangan ini, meliputi: (1) studi literatur dan lapangan; (2) analisis model pembelajaran, desain produk awal; dan (3) evaluasi. Instrumen yang digunakan adalah nontes dan tes. Instrumen nontes menggunakan angket dan instrumen tes menggunakan pre-tes dan pos-tes. Hasil pre-tes dan pos-tes menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek efektif dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI MIA-1 SMA Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2018/2019.
Contexts as The Determining Roles of Javanese Phatic ‘Monggo’: Culture-Specific Pragmatics Perspective Kunjana Rahardi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5035

Abstract

Context is a very important aspect to determine speech intentions. Failure to describe contexts potentially causes misunderstanding. In a Javanese society, there is a phatic communion ‘monggo’ which has varied pragmatic meanings depending on contexts. The variety of meanings poses a potential problem for language learners. Considering this, a research is conducted to investigate how contexts become determining factors of pragmatic meanings of ‘monggo.’ The research data are excerpts of utterances containing phatic ‘monggo’. The data sources are the excerpts of utterance between the speaker and hearer having Javanese cultural backgrounds. The data are gathered using the observation method, by recording and note-taking as the basic and advanced techniques. The gathered data are classified carefully to be analyzed using the contextual identity analysis method. The research result shows the roles of contexts as follows: (a) determine the phatic meaning of ‘monggo’, (b) provide a background of the phatic meaning of ‘monggo’, (c) confirm the phatic meaning of ‘monggo’, and (d) describe the phatic meaning of ‘monggo.’ The pragmatic meanings of the phatic ‘monggo’ include: (a) inviting sincerely, (b) inviting hesitantly, (c) prohibition, (d) doubt, (e) excuse me, and (f) invitation.Konteks sangat penting dalam menentukan maksud pembicaraan. Kegagalan untuk menggambarkan konteks berpotensi menyebabkan kesalahpahaman. Dalam masyarakat Jawa, ada kata 'monggo' yang memiliki beragam makna pragmatis tergantung pada konteksnya. Keragaman makna menimbulkan masalah bagi pemelajar bahasa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki konteks yang menjadi faktor penentu terhadap makna pragmatis dari 'monggo'. Data penelitian adalah kutipan dari ujaran yang mengandung kata ‘monggo'. Sumber data adalah kutipan dari ujaran antara pembicara dan pendengar yang memiliki latar belakang budaya Jawa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, dengan mencatat yang juga digunakan sebagai teknik dasar dan lanjutan. Data yang terkumpul diklasifikasikan dengan cermat untuk dianalisis menggunakan metode analisis identitas kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan peran konteks, meliputi: (a) menentukan makna kata 'monggo', (b) memberikan latar belakang makna kata 'monggo', (c) mengonfirmasi makna kata 'monggo', dan (d) menguraikan makna kata 'monggo'. Adapun arti pragmatis kata 'monggo', yaitu: (a) mengundang dengan tulus, (b) mengundang ragu-ragu, (c) melarang, (d) keragu-raguan, (e) permohonan maaf, dan (f) undangan.
Kemampuan Penerapan Struktur Esai Pada Tulisan Mahasiswa Universitas Katolik Musi Charitas Katarina Retno Triwidayati; Tresiana Sari Diah Utami
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5101

Abstract

Literacy must not only be mastered by school children, but also by students. This study aims to determine the level of student literacy. This article aims to describe the ability to apply essay writing, specifically the application of the structure of essays to the writings of students from the conversion of the Catholic University of Musi Charitas. This research This study uses a mixed-method (qualitative and quantitative). Also, this study refers to a descriptive approach. Data collection techniques used in this study are pen and paper-based text. This technique is done by giving written text to the students being studied. The research sample of 180 writings randomly. The data obtained were validated using the researcher triangulation mode. The results showed that categorized as low writings obtained scores ranging from 1.67-30 as many as 58 writings or 32.2%, categorized writings received a score of 50 as many as 100 writings or 55.5%, and capable categories were as many as 22 writings or 12.2% who received scores ranging from 88.3-100.Literasi tidak hanya harus dikuasai oleh anak sekolah, tetapi juga oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat literasi menulis mahasiswa. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan penerapan penulisan esai, terkhusus penerapan struktur esai pada tulisan  hasil konversi mahasiswa Universitas Katolik Musi Charitas. Penelitian ini Penelitian ini menggunakan mix method (kualitatif dan kuantitatif). Selain itu, penelitian ini juga mengacu pada pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah pen and paper based teks. Teknik ini dilakukan dengan cara memberikan teks menulis pada mahasiswa yang diteliti. Sampel penelitian sebanyak 180 tulisan secara acak. Data yang diperoleh divalidasi dengan menggunakan modus triangulasi peneliti. Hasil penelitian menunjukkan tulisan yang dikategorikan rendah memperoleh skor bekisar 1.67—30 sebanyak 58 tulisan atau 32.2%, tulisan yang dikategorikan mendapatkan skor 50 sebanyak 100 tulisan atau 55.5%, dan kategori mampu sebanyak 22 tulisan atau 12.2% yang mendapatkan skor berkisar 88.3—100.
Women’s Life in Indonesian Contemporary Short Stories: A Study of Ecofeminism Transformative Aji Septiaji; Zuriyati Zuriyati; Aceng Rahmat
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5195

Abstract

Different characteristics between men and women in solving problems in their life become the background of this study. Men are guided by logic in solving the problems. On the other hand, women are guided by feelings, rely on communication, or have a communicative attitude to get other people's responses and find solutions through actions that can decrease hurt feelings. The study aims are to investigate the lives of women from various cases such as discrimination, natural exploitation, and gender stereotypes.The objects of this study are Indonesian contemporary short stories published in Kompas from 2010 until 2015. The technique of collecting data through selective stages includes data reduction, data presentation, and conclusion or verification. Dealing with a large number of data sources, only the most adequate and relevant data are analyzed. The results of this study indicate that women in the stories not only tell about the role of women in general but also emphasizes morality. Women as the characters who are categorized as gentle, loving, and caring can be antagonistic figures caused by the treatment of others (men). Meanwhile, denial from women as a form of resistance to something that dangerous to express what has become the right.Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa perempuan memiliki karakteristik yang berbeda dengan laki-laki dalam menghadapi berbagai problematika kehidupan. Laki-laki dipandu oleh logika dalam memecahkan persoalan. Sementara itu, perempuan lebih dipandu oleh perasaan, mengandalkan komunikasi atau memiliki sikap komunikatif untuk memperoleh respons orang lain. Tujuan penelitian ialah mengungkap kehidupan perempuan-perempuan dari berbagai kasus seperti diskriminasi, eksploitasi alam, dan stereotip gender. Objek penelitian ialah cerpen-cerpen kontemporer Indonesia Kompas kurun waktu 2010-2015. Teknik pengumpulan data, meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam cerita tidak hanya menceritakan tentang peran perempuan pada umumnya, tetapi juga menekankan moralitas. Perempuan sebagai karakter yang dikategorikan lembut, penuh kasih, dan peduli bisa menjadi tokoh antagonis yang disebabkan oleh perlakuan orang lain (laki-laki). Sementara itu, penyangkalan dari perempuan sebagai bentuk perlawanan terhadap sesuatu yang berbahaya untuk mengekspresikan apa yang telah menjadi haknya.
Kesalahan Morfologi Pada Teks Eksplanasi Siswa SMA Negeri 7 Cirebon Rina Maulindah; Tati Sri Uswati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5210

Abstract

Explanatory texts are new subjects that are important for students to master, including the language system. This study aims to describe the forms of morphological errors in the writing of explanatory essays in class XI students of SMAN 7 Cirebon in the academic year 2019/2020. The subject of this qualitative research was in the form of an explanatory text essay from class XI students of SMA Negeri 7 Cirebon. Data collected through a literature study. Data analysis uses document analysis by identifying, analyzing, and describing morphological errors in explanatory texts written by students. The results of this study indicate that of 58 explanatory texts, there were 296 cases, including 198 or 67% affixation writing errors, 12 or 4% writing reduplication errors and 86 or 29% writing composition/compounding errors. Teks eksplanasi merupakan mata pelajaran baru yang penting untuk dikuasai siswa, termasuk sistem kebahasaannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan morfologi pada penulisan karangan eksplanasi siswa kelas XI SMAN 7 Cirebon tahun pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian kualitatif ini berupa karangan teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 7 Cirebon. Data dikumpulkan melalui studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis dokumen dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan kesalahan morfologi pada teks eksplanasi yang ditulis oleh siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 58 teks eksplanasi, terdapat 296 kasus, meliputi: 198 atau 67% kesalahan penulisan afiksasi, 12 atau 4% kesalahan penulisan reduplikasi, dan 86 atau 29% kesalahan penulisan komposisi/pemajemukan.
Representasi Kearifan Lokal Jawara dalam Novel Kelomang (The Representation of the Champion's Local Wisdom in the Kelomang Novel) Asep Muhyidin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.5230

Abstract

The aim of this study is to examine how the champion's local wisdom is depicted in Qizink La Aziva's novel entitled Kelomang. The method used in this study is descriptive qualitative. The data sources are represented in the novel as words that describe the champion's local wisdom. The data were analyzed using qualitative descriptive techniques in three stages: categorization, tabulation, and inference. The study's findings show that the champion's figure in the novel's characters is good at self-defence, courage, leadership, armed with machetes and agate, speaking candidly, and a culture of violence. In this novel, a black champion is depicted in the form of Sakib, who is always willing to justify any means to achieve his goal. The idea of a white champion, on the other hand, is portrayed in the character of Saija, who battles for the betterment of society. This study's findings may have implications for learning Indonesian in senior high schools. This is because there are learning components connected to character education in the 2013 Curriculum. The novel's good characters can serve as role models for students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi kearifan lokal jawara dalam novel Kelomang karya Qizink La Aziva. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskriptif kualitatif. Data berupa kalimat-kalimat dalam novel yang menggambarkan kearifan lokal jawara. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif melalui beberapa tahapan, yaitu 1) kategorisasi, 2) tabulasi, dan 3) inferensi. Hasil penelitian menunjukkan representasi sosok jawara yang terdapat pada tokoh-tokoh yang ada pada novel tersebut bersifat jago bela diri,  pemberani, berjiwa pemimpin, bersenjatakan golok dan memakai batu akik, berbicara ceplas-ceplos, dan budaya kekerasan. Dalam novel ini muncul sosok jawara hitam yang tergambar pada sosok Sakib yang selalu menghalalkan segala cara demi mendapatkan tujuannya. Sebaliknya, sosok jawara putih tergambar pada sosok tokoh Saija yang berjuang demi kepentingan masyarakat. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Hal demikian disebabkan karena di dalam Kurikulum 2013 terdapat komponen-komponen pembelajaran yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter. Siswa dapat meneladani karakter baik pada tokoh-tokoh yang ada pada novel tersebut.
Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Surat Resmi di Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon Lilik Herawati; Indrya Mulyaningsih
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5239

Abstract

An official letter created and issued by an institution can be one indicator, whether or not the institution. This study aims to describe the language used in the official letter of the Cirebon City Religious Office. This descriptive qualitative research takes data in the form of letters issued from January to March 2019. Based on the analysis it can be concluded that the writing of the address, writing the name, writing the day, writing the affix, greeting, closing greeting, describing the description of time, lacking letters or words, particles, and pre-bound forms. The factors causing language errors, among others: copy-paste, do not know, not careful, and do not care. Therefore, it is recommended that socialization of PUEBI and KBBI V be implemented, Law No. 24 of 2009, training in writing official letters, and preparing guidelines for writing official letters.Surat resmi yang dibuat dan diterbitkan oleh suatu lembaga dapat menjadi salah satu indikator, baik tidaknya lembaga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa yang digunakan pada surat resmi Kantor Agama Kota Cirebon. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengambil data berupa surat yang diterbitkan dari Januari sampai Maret 2019. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa penulisan alamat, penulisan nama, penulisan hari, penulisan imbuhan, salam pembuka, salam penutup, pemerian keterangan waktu, kurang huruf atau kata, partikel, dan bentuk terikat pra-. Adapun faktor penyebab kesalahan bahasa, antara lain: salin tempel, tidak tahu, kurang teliti, serta tidak peduli. Oleh karena itu, disarankan agar dilakukan sosialisasi PUEBI dan KBBI V, penerapan UU No. 24 Tahun 2009, pelatihan penulisan surat dinas, serta penyusunan pedoman penulisan surat dinas.

Page 9 of 29 | Total Record : 281