cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Pada Pesan WhatsApp Kepada Dosen Sri Nur Yuliyawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5297

Abstract

Communication between lecturers and students is generally conducted through WhatsApp (WA). Student messages addressed to lecturers through WA apparently sometimes use impolite language. For this reason, an investigation of language politeness student WA messages addressed to lecturers was conducted. The purpose of this study is to investigate and assess language politeness contained in WA messages addressed by students to lecturers. The research method used was a descriptive method in which WA messages from 71 Politeknik Negeri Bandung students with a total of 446 speeches were used as data. Referring to politeness etiquette for students who want to contact lecturers through mobile phones established by Universitas Indonesia (UI) and Universitas Gajah Mada (UGM), it is known that language politeness in Polban student WA messages addressed to lecturers ranges from 51% to 75% or it is considered polite. It means that their WA messages consist of 5 to 6 politeness criteria: time consideration (delivery time does not interfere with breaks or worship), greeting, apology, introduction by name and department/study program, polite language use, and gratitude (saying thank you). Thus, the student WA messages addressed to lecturers have met the politeness etiquette established by UI and UGM.Komunikasi antara dosen dengan mahasiswa pada umumnya dilakukan melalui WA (WhatsApp). Penulisan pesan dari mahasiswa yang ditujukan kepada dosen melalui WA disinyalir kadang menggunakan bahasa yang tidak santun. Untuk itu, dilakukan “Investigasi Kesantunan Berbahasa Pesan Mahasiswa yang Ditujukan Kepada Dosen melalui Whatsapp”. Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi dan  menilai kesantunan yang terdapat pada pesan yang disampaikan mahasiswa kepada dosen melalui WA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan data penelitian yang terdiri atas WA dari 71 mahasiswa Politeknik Negeri Bandung dengan tuturan berjumlah 446. Dengan merujuk kepada kesantunan/tatakrama untuk mahasiswa yang ingin menghubungi dosen melalui telepon genggam atau handphone yang ditetapkan  UI dan UGM diketahui secara umum nilai kesantunan bahasa WA mahasiswa berada di rentang 51%-75%. Artinya,  pada pesan yang disampaikan mahasiswa kepada dosen  melalui WA terdapat/tersurat 5 s.d. 6 kriteria kesantunan: pertimbangan waktu (waktu pengiriman tidak mengganggu istirahat atau ibadah), salam, permintaan maaf, pengungkapkan nama dan departemen/program studi, penggunaan bahasa yang sopan, dan ucapan terima kasih. Dengan demikian, pesan WA mahasiswa yang ditujukan kepada dosen telah memenuhi etika kesopanan seperti yang ditetapkan oleh UI dan UGM.
Nilai Pendidikan Antikorupsi dalam Puisi Karya Ahmad Mustofa Bisri Chafit Ulya; Nugraheni Eko Wardani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5302

Abstract

This research aims at describing and explaining: (1) anti-corruption values in A. Mustofa Bisri’s poetry; (2) the relevance of the anti-corruption values in A. Mustofa Bisri’s poetry as an anti-corruption literacy material in poetry appreciation lesson at the high school level. This research applies a descriptive qualitative method by collecting the data from a poetry collection ‘Aku Manusia’. There are 47 poetries in that book which nine of them are then chosen under thematic and semantic considerations. Based on the data analysis, it shows that (1) there are nine anti-corruption values implied in the poetries, those are honesty, true to self, responsibility, injustice, contemplation, sincerity, modesty, wealth, and self-control. (2) Those values in A. Mustofa Bisri’s poetry can be used as a learning material in enriching anti-corruption literacy in poetry appreciation lesson.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) nilai-nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat dalam puisi karya A. Mustofa Bisri; (2) relevansi nilai antikorupsi dalam puisi karya A. Mustofa Bisri dalam pembelajaran apresiasi puisi di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kumpulan puisi Aku Manusia. Ada 47 puisi dalam buku tersebut yang selanjutnya dipilih sembilan puisi dengan pertimbangan tematik dan makna yang dikandung. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, dapat ditarik simpulan bahwa (1) ada tujuh nilai pendidikan antikorupsi yang dapat dipetik dari puisi A. Mustofa Bisri, yaitu kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, keadilan,  keikhlasan, kesederhanaan, dan pengendalian diri. (2) Nilai-nilai antikorupsi dalam puisi A. Mustofa Bisri dapat dijadikan sebagai materi untuk memperkaya literasi antikorupsi dalam pembelajaran apresiasi puisi.
Deiksis Persona dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat B2 Durrah Nafisah; Liliana Muliastuti; Nuruddin Nuruddin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5336

Abstract

In the BIPA Sahabatku Indonesia textbook, competency mapping about personal deixis has been taught at the A1 level. However, in reality, BIPA level B2 learners still use person deixis incorrectly. In fact, persona deixis is closely used in daily life. This study aims to: (1) find out how person deixis in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook level B2 and (2) find out how the deixis rhetoric in the BIPA Sahabatku Indonesia B2 level textbook. This research uses content analysis with a qualitative approach. The number of types of person deixis in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook level B2 is 102 data. The data consists of 55 data (53.92%) first-person deixis, 4 data (3.92%) plural first person deixis, 29 data (28.43%) second persona single deixis, 0 (0%) person deixis second plural, 8 data (7.84%) third single person deixis, and 6 data (5.88%) plural third-person deixis. Meanwhile, deixis rhetoric in the B2 level Sahabatku textbooks has 71 data.Dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia, pemetaan kompetensi tentang deiksis persona sudah diajarkan pada tingkat A1. Namun, kenyataannya pemelajar BIPA tingkat B2 masih salah menggunakan deiksis persona. Padahal, deiksis persona erat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana deiksis persona dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2 dan (2) mengetahui bagaimana retorika deiksis dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2. Penelitian ini menggunakan analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Jumlah jenis-jenis deiksis persona dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2 adalah 102 data. Data tersebut terdiri atas 55 data (53,92%) deiksis persona pertama tunggal, 4 data (3,92%) deiksis persona pertama jamak, 29 data (28,43%) deiksis persona kedua tunggal, 0 (0%) deiksis persona kedua jamak, 8 data (7,84%) deiksis persona ketiga tunggal, dan 6 data (5,88%) deiksis persona ketiga jamak. Sementara itu, retorika deiksis dalam buku ajar Sahabatku Indonesia tingkat B2 ada 71 data.
Perempuan dalam Novel “Bidadari Bermata Bening” Karya Habiburrahman El Shirazy Anita Anita; Zainal Rafli; Siti Ansoriyah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.5363

Abstract

Women are considered weak and are considered inferior to men. This is widely used in novels as a form of literary work that can provide changes in thinking. The purpose of this research is to examine the value of women "Ayna" in the novel "Bidadari Bermata Bening" in terms of the theme. This qualitative research uses content analysis methods. The data sources are in the form of words, phrases and sentences in the novel. Based on the first theme, women experience family conflicts and are used for political purposes. Ayna is depicted as a figure of a woman who is acted on from a human rights perspective. The second theme is Ayna's struggle to achieve her dreams and love. Ayna is a smart woman who always carries out religious orders. The love that Ayna has is well guarded and finally, Ayna finds happiness.Perempuan dianggap kaum lemah dan dianggap lebih rendah dari laki-laki. Hal tersebut banyak diangkat dalam novel sebagai bentuk karya sastra yang mampu memberikan perubahan pemikiran. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji nilai perempuan “Ayna” dalam novel “Bidadari Bermata Bening” ditinjau dari tema. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis isi. Sumber data berupa kata, frasa, dan kalimat dalam novel. Berdasarkan tema pertama, perempuan mengalami konflik keluarga, dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Ayna digambarkan sebagai sosok perempuan yang tertindak dari segi hak kemanusiaan. Tema kedua adalah perjuangan Ayna dalam meraih cita-cita dan cintanya. Ayna menjadi sosok perempuan cerdas dan selalu menjalankan perintah agama. Cinta yang dimiliki Ayna dijaga dengan baik dan akhirnya Ayna mendapatkan kebahagiaan.
Improving Students’ Narrative Text Writing Ability Through The Picture and Picture Learning Model Azmy Ali Muchtar; Aceng Rahmat; Herlina Herlina
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.5427

Abstract

Menulis merupakan kegiatan mengungkapkan isi pikiran atau perasaan. Salah satu jenis teks yang biasa digunakan dalam belajar menulis adalah teks atau esai naratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks naratif menggunakan model pembelajaran picture and picture. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes menulis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran picture and picture memberikan pengaruh terhadap kemampuan menulis teks naratif. Rerata nilai keterampilan menulis teks naratif pada tahap observasi sebesar 64.9 pada siklus pertama mencapai 70.1 dan pada siklus kedua sebesar 75.2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis teks naratif siswa dan memberikan nuansa pembelajaran yang menyenangkan serta menjadikan siswa aktif dan antusias dalam belajar.Writing is an activity to express thoughts or feelings. A type of text commonly used in learning to write is a narrative text or essay. The objective of this study is to improve the ability to write narrative texts using the Picture and Picture Learning Model (PPLM). The research method is categorized as classroom action research, which was conducted in two cycles. The data collection techniques include writing tests, interviews, and observations. The results showed that the implementation of the Picture and Picture Learning Model (PPLM) influenced the ability to write narrative texts. The average score of writing narrative text skills at the observation stage was 64.9, and in the first cycle, it reached 70.1, while in the second cycle it reached 75.2. These results indicate that the Picture and Picture Learning Model (PPLM) can improve students' ability to write narrative texts and provide fun learning nuances that make students active and enthusiastic about learning.
Keterbacaan Wacana Buku Teks BIPA "Sahabatku Indonesia" Tingkat Madya Dwi Endah Septyani; Zainal Rafli; Liliana Muliastuti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.5448

Abstract

Not many readability studies have been carried out on Indonesian language textbooks for foreign speakers (BIPA). This study analyzes BIPA Sahabatku Indonesia textbooks' readability at B1 and B2 levels through fog index. The research method used is the descriptive qualitative method. Data collection was carried out using documentation techniques on discourses in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook published by the Ministry of Education and Culture in 2016. According to the fog index criteria, this research is used as teaching materials for reading skills, namely eight lessons in textbooks B1 and eleven lessons on B2. Data were analyzed using measurement techniques through the fog index formula developed by Gunning. Based on the fog index, level B1 textbooks had a mean score of 2.98 with elementary criteria, while B2 level textbooks had a mean score of 4.02 with easy standards. Thus, as a representation of the existing BIPA textbooks, the intermediate level Sahabatku Indonesia book, both B1 and B2, shows less ideal criteria.Belum banyak dilakukan kajian keterbacaan terhadap buku teks Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbacaan wacana buku teks BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B1 dan B2 melalui fog index. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi terhadap wacana-wacana yang terdapat dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia terbitan Kemendikbud tahun 2016. Sampel penelitian ini adalah wacana-wacana yang digunakan sebagai bahan ajar keterampilan membaca dan sesuai dengan kriteria fog index, yakni delapan wacana pada buku teks tingkat B1 dan sebelas wacana pada buku teks tingkat B2. Data dianalisis dengan teknik pengukuran melalui formula fog index yang dikembangkan oleh Gunning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan fog index, buku teks tingkat B1 memiliki skor rerata 2,98 dengan kriteria sangat mudah, sedangkan buku teks tingkat B2 memiliki skor rerata 4,02 dengan kriteria mudah. Dengan demikian, sebagai representasi buku teks BIPA yang ada, buku Sahabatku Indonesia tingkat madya, baik tingkat B1 maupun B2 menunjukkan kriteria kurang ideal.
Penerapan Karakter Sosial dalam Buku Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 untuk Siswa SMP Desy Rufaidah; Siti Rochmiyati; Die Bhakti Wardoyo Putro
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i1.5464

Abstract

The purpose of this study is to describe social character education in Indonesian Junior High School Curriculum 2013. This research is a qualitative descriptive study with data in the form of words, phrases, clauses, sentences, and discourses that contain the planting of social character education in Indonesian textbooks. The results of the study show that one of the attitude values contained in the Indonesian language book for junior high school students in the 2013 Curriculum is social attitudes which include caring and polite attitudes. Caring and polite attitudes are found in textbooks for grades VII, VIII, and IX. The value of social attitudes in Indonesian junior high school students' textbooks is reflected in the introduction to chapters and sub-chapters, materials, discourses, introduction to activities and exercises, exercises, and activities.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendidikan karakter sosial dalam buku teks Bahasa Indonesia SMP Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan data berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana yang memuat penanaman pendidikan karakter sosial dalam buku teks Bahasa Indonesia. Hasil penelitan menunjukkan bahwa salah satu nilai sikap yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia untuk siswa SMP Kurikulum 2013, yaitu sikap sosial yang meliputi sikap peduli dan santun. Sikap peduli dan santun terdapat dalam buku teks kelas VII, VIII, dan IX. Nilai sikap sosial dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia SMP tercermin dalam pengantar bab dan subbab, materi, wacana, pengantar kegiatan dan latihan, latihan, dan kegiatan.
English Loanwords in the Destinasi Indonesia Magazine (Kata Serapan Bahasa Inggris dalam Majalah Destinasi Indonesia) Apriana Nugraeni; Teguh Setiawan
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.5971

Abstract

This research to describe English loanwords in the Destinasi Indonesia printed magazine, which focuses on travel, tourism destination guidance, and culinary. It focuses on several types, strategies, and equivalences of form, pronunciation, and meaning of those languages. The research used qualitative content analysis on a written document. The results show that types of English loanwords in Indonesian are in the form of words and phrases. The strategies are adoption, adaptation, translation, and creation. In the adoption strategy, the researchers invented partial and full adoption. They also discovered terms with the same form and meaning but distinct pronunciation in equivalences of form, pronunciation, and meaning. The pronunciation and meaning are the same, but the form is different. The concept is the same, but the form and pronunciation are different, or the points are the same as a whole. These English loanwords have profoundly modernized Indonesian lexicons.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata serapan Bahasa Inggris dalam majalah Destinasi Indonesia yang membahas perjalanan, panduan destinasi wisata, dan kuliner. Penelitian berfokus pada tipe unsur serapan, strategi, serta kesejajaran bentuk, lafal, dan makna antara kedua bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif analisis isi pada dokumen tertulis. Hasil penelitian menunjukkan tipe unsur serapan Bahasa Inggris dalam Bahasa Indonesia adalah kata dan frasa. Strateginya adalah adopsi, adaptasi, terjemahan, dan kreasi. Dalam strategi adopsi, ditemukan adopsi sebagian dan penuh. Pada kesejajaran bentuk, lafal, dan makna, ditemukan kata yang memiliki bentuk dan makna sejajar, lafal berbeda. Lafal dan makna sejajar, bentuk berbeda. Makna sejajar, bentuk dan lafal berbeda atau sejajar secara keseluruhan. Kata serapan Bahasa Inggris memodernisasi leksikon dalam Bahasa Indonesia.
Kecakapan Pengungsi dalam Berbahasa Indonesia Sri Hapsari Wijayanti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5983

Abstract

The problem of refugees is not just an international problem, but also a national problem. Especially temporary countries, such as Indonesia. One of the main needs of refugees is being able to communicate with local people. However, due to language barriers, they often cannot communicate verbally with residents, even miscommunication occurs. This study aims to describe the Indonesian conditions pre-course learning, find out BIPA learning outcomes for refugees, and evaluate post-course learning. The respondents were 34 people who have been lived in more than two years in Indonesia. This study used a descriptive qualitative and quantitative approach. Data collection techniques are carried out through online questionnaires (g-form), direct observation, and interviews. The results of this study indicate that 100% of refugees cannot speak Indonesian when the first time arrived in Indonesia. They rely on English and non-verbal language skills. After taking of basic BIPA course, the tests show that the average refugees have good spoken and written Indonesian competency and can be further improved because they have higher learning motivation.Masalah pengungsi bukan masalah internasional saja, melainkan juga masalah nasional. Khususnya negara tempat tinggal sementara, seperti Indonesia. Salah satu kebutuhan utama pengungsi adalah berkomunikasi dengan masyarakat lokal. Namun, karena kendala bahasa, sering kali mereka tidak dapat berkomunikasi secara verbal dengan warga lokal, bahkan terjadi miskomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi berbahasa Indonesia pengungsi prakursus BIPA, mengetahui hasil belajar BIPA bagi pengungsi, serta mengevaluasi pembelajaran pascakursus BIPA. Responden penelitian ini adalah 34 pengungsi yang telah tinggal lebih dari dua tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner secara daring (g-form), observasi langsung, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 100% pengungsi tidak dapat berbicara dalam bahasa Indonesia saat kali pertama datang di Indonesia. Mereka mengandalkan kemampuan berbahasa Inggris dan berbahasa nonverbal. Setelah mengikuti kursus BIPA dasar, hasil tes memperlihatkan rata-rata pengungsi memiliki kompetensi bahasa Indonesia lisan dan tertulis yang tergolong baik dan dapat lebih ditingkatkan mengingat motivasi belajar mereka cukup tinggi. 
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Taman Pendidikan Al-Qur`an (TPA) Menggunakan Pop Up (Learning Indonesian at Al-Qur`an Learning Center Using Pop Up) Syihaabul Hudaa; Nuryani Nuryani; Elen Inderasari
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.6012

Abstract

The lack of teacher competence in making creative and informative learning media makes the learning atmosphere less pleasant. This study aims to describe the use of pop-ups in Indonesian language learning at the Al-Qur`an Learning Center (TPA). This research belongs to the type of descriptive qualitative using a classroom action research (PTK) approach. This research was conducted in August-November 2019. The stages of the research include: 1) introducing pop-ups and their manufacturing techniques, 2) the teacher applies them in Indonesian language learning activities at the TPA, and 3) describes the effectiveness of pop-up media in learning activities. The results showed that pop-up media was very effective to be applied in learning activities at the TPA. The increase in students' reading and writing skills occurs because pop-ups make students enthusiastic in learning activities.Kurangnya kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran yang kreatif dan informatif membuat suasana pembelajaran menjadi kurang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pop up pada pembelajaran bahasa Indonesia di Taman Pendidikan Al-Qur`an (TPA). Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan Agustus—November 2019. Tahapan penelitian, meliputi: 1) mengenalkan pop up dan teknik pembuatannya, 2) guru menerapkan dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di TPA, dan 3) mendeskripsikan keefektifan media pop up dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pop up sangat efektif diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di TPA. Peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis terjadi karena pop up membuat siswa antusias dalam kegiatan belajar.

Page 10 of 29 | Total Record : 281