cover
Contact Name
Mujib Ubaidillah
Contact Email
mujib_ubaidillah@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285729320217
Journal Mail Official
sceducatia@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Education, Faculty of Education and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan, Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45131
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 23031530     EISSN : 25277596     DOI : https://doi.org/10.24235/sc.educatia
Core Subject :
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains publishes scientific paper the results of the study and review of the literature in the sphere of natural sciences education and natural science. Additionally, this journal also covers the issues of environmental education & environmental science. This journal is published twice a year in June and December. Focus Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains publishes original research articles in the study of science education and natural science. Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains accepts articles related to environmental education and environmental science. Scope This journal specializes in studying the theories and practices of science education and natural science, and is intended to express original research and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics: Teaching and Learning Science Education Science Education Policy Science Teacher Education Biology Chemistry Physics Environmental Education and Environmental Science
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
PENGARUH PADAT TEBAR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH UDANG WINDU (PENAEUS MONODON FABRICIUS, 1798) YANG DIPELIHARA PADA MEDIA BIOFLOK Ilham Zulfahmi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1297

Abstract

This study aims to determine the optimal stocking density of tiger shrimp seed (Penaeus monodon) were maintained in media biofloc. This study uses a randomized complete design with four treatments and three replications ie, treatment A control (10 tiger shrimp seed / container without the addition bioflok), treatment B (10 tiger shrimp seed / container with the addition bioflok), treatment C (15 tiger shrimp seed / container with the addition bioflok) , treatment D (tiger shrimp seed / container with the addition bioflok). The observed parameters include the specific growth rate (SGR), a daily increase of the absolute length and survival rate (SR) and feed efficiency. The results showed that the stocking density gives significantly effect to increase the daily increase of the absolute length, SGR and feed efficiency value of tiger prawn seed. Values length and SGR growth are highest in treatment C respectively, 3.1 ± 0.06 cm and 1.48 ± 0.041%/day, meanwhile, the value of feed efficiency is highest in treatment D amounted to 47,43 ± 7,26%. There is no significant effect between the stocking density differences of each treatment on the survival of tiger shrimp juvenile Optimal maintenance toward stocking density for tiger shrimp seed using bioflok system is 15 tiger shrimp seed / 10 liters of water.Penelitian ini bertujuan menentukan padat tebar optimal benih udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara dalam media bioflok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu, perlakuan A kontrol (10 ekor/wadah tanpa penambahan bioflok), perlakuan B (10 ekor/wadah dengan penambahan bioflok), perlakuan C (15 ekor/wadah dengan penambahan bioflok), perlakuan D (20 ekor/wadah dengan penambahan bioflok). Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup (SR), Pertambahan Panjang Mutlak, Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR) dan Efisiensi Pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan padat tebar berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan panjang, SGR dan nilai efisiensi pakan benih udang windu. Nilai pertumbuhan panjang dan SGR tertinggi terdapat pada perlakuan C masing masing sebesar 3,1±0,06 cm dan 1,48±0,041%/hari, sedangkan nilai efesiensi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan D sebesar 47,43±7,62%. Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara perbedaaan padat tebar tiap perlakuan terhadap kelangsungan hidup benih udah windu. Padat tebar optimal pemeliharaan benih udang windu dengan menggunakan sistem bioflok adalah 15 ekor/ 10 liter air.
KAJIAN ETNOBOTANI BAMBU MAYAN (Gigantochloa robusta Kurz.) DI KECAMATAN SOBANG PANDEGLANG BANTEN Riki Rikardo
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1298

Abstract

Bamboo is a plant that grows in clump scattering in the tropical, subtropical and temperate region. Bamboo can grow in dry to wet tropical climate, fertile soil conditions or less fertile, and from the 0 m to 4000 m above sea level, and from flat to mountain slopes or cliffs of the river. Bamboo is widely available around Pandeglang regency, Banten. The aims of this study to understand the interaction and utilization of bamboo by communities around the District Sobang with the ethnobotanical approach. Ethnobotany deepens the relationship between human culture and nature around it. This research focuses on the perceptions and concepts of cultural groups in society, including the knowledge system of its members to face their life scope. This study used a survey method, direct exploration and interviews on community Sobang District of Pandeglang Banten by age group using a questionnaire to determine the level of public knowledge about the utilization of Gigantochloa robusta Kurz.Based on this research that has been done that the District Public Sobang have relationships and interactions of the Gigantochloa robusta Kurz. The Community uses it as material traditional technology, craft/commercial, heavy construction, foods, customs, light construction, traditional medicine and other benefits. Utilization of traditional technology is the most widely utilized.Bambu merupakan tanaman berumpun. Tanaman ini tumbuh tersebar di daerah tropis, sub tropis dan daerah beriklim sedang. Bambu dapat tumbuh pada iklim kering sampai tropika basah, pada kondisi tanah subur atau kurang subur dari dataran 0m sampai 4000 m diatas permukaan laut. Mulai dari tempat datar sampai lereng-lereng gunung atau tebing-tebing sungai. Bambu banyak terdapat di sekitar Kecamatan Sobang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan bambu oleh masyarakat di sekitar Kecamatan Sobang yang dikaji secara etnobotani. Penelitian ini lebih mengutamakan  pada persepsi dan konsepsi budaya kelompok masyarakat, yang dipelajari adalah sistem pengetahuan anggotanya dalam menghadapi lingkup hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode survei, eksplorasi langsung dan wawancara pada masyarakat Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang Banten. Berdasarkan kelompok umur menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan Gigantochloa robusta Kurz. Hasil  penelitian yang telah dilakukan bahwa Masyarakat Kecamatan Sobang memiliki hubungan dan interaksi terhadap Bambu Mayan. Masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan teknologi tradisional, kerajinan/komersil, konstruksi berat, makanan, adat-istiadat, konstruksi ringan, obat tradisional dan manfaat lainnya. Pemanfaatan sebagai teknologi tradisional paling banyak di manfaatkan.
PENENTUAN BESAR PERCEPATAN GRAVITASI BUMI MENGGUNAKAN AYUNAN MATEMATIS DENGAN BERBAGAI METODE PENGUKURAN Muhammad Minan Chusni
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1346

Abstract

Research has been done on the determination of the acceleration of gravity of the earth using mathematical swings by various methods of measurement. Data retrieval is done by removing the pendulum attached to a string that is hanging and then time. Data processing is done by single measurement method, repeatable measurement, measurement with weighted mean and measurement with linear regression without weight. From the experimental data, the results of the Earth's gravity measured using a single measurement method (9.689 ± 0.009) m/s2, repeated measurements of (9,832 ± 0.001) m/s2, repeated measurements with weighted average of (9,835 ± 0.004) m/s2 and measurement by linear regression without weight as big as (9,71 ± 0.43) m/s2.Telah dilakukan penelitian tentang penentuan besar percepatan gravitasi bumi menggunakan ayunan matematis dengan berbagai metode pengukuran.Pengambilan data dilakukan dengan cara melepaskan bandul yang diikatkan pada tali yang tergantung kemudian dicatat waktunya. Pengolahan data dilakukan dengan metode pekukuran tunggal, pengukuran berulang, pengukuran dengan rata-rata berbobot dan pengukuran dengan regresi linier tanpa bobot. Dari data eksperimen diperoleh hasil besar gravitasi bumi menggunakan metode pengukuran tunggal sebesar (9.689 ± 0.009) m/s2, pengukuran berulang sebesar (9.832 ± 0.001) m/s2, pengukuran berulang dengan rata-rata berbobot sebesar (9.835 ± 0.004) m/s2 dan pengukuran dengan regresi linier tanpa bobot sebesar (9,71 ±  0.43) m/s2. 
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KAPITA SELEKTA BIOLOGI BERBASIS MASALAH UNTUK MEMBENTUK HABITS OF MIND MAHASISWA CALON GURU Ria Yulia Gloria
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1372

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari efektivitas pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah terhadap pembentukan Habits of Mind. Penelitian dilakukan dengan latar belakang ingin meningkatkan kualitas berpikir, salah satunya adalah kemampuan individu untuk berperilaku cerdas, atau disebut Habits of Mind. Oleh karena itu perlu suatu pembelajaran yang memberikan ruang dan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun pengetahuannya secara nyata melalui pengalaman konkrit, atau pembelajaran yang bersifat konstuktivisme. Contoh pembelajaran seperti itu adalah pembelajaran yang berbasis masalah. Untuk mengimplementasikannya dibutuhkan mata kuliah yang memiliki konsep yang kompleks salah satunya adalah mata kuliah Kapita Selekta Biologi. Kapita Selekta Biologi termasuk salah satu mata kuliah yang mempelajari berbagai topik biologi yang lengkap dan komprehensif. Konsep-konsep pada mata kuliah Kapita Selekta Biologi memerlukan kemampuan berfikir tingkat tinggi karena banyak terdapat konsep-konsep yang abstrak dan perlu daya imajinasi yang kuat. Maka penelitian ini bertujuan untuk mencari efektivitas pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah terhadap pembentukan Habits of Mind. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-experimental design yang menggunakan one-group Pretest-postest Design. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah efektif dalam membentuk Habits of Mind mahasiswa calon guru, terutama efektif terhadap pembentukan indikator critical thinking dari Habits of Mind. Respon mahasiswa terhadap pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah termasuk kedalam kriteria kuat. Hal ini menujukkan bahwa pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah dapat diterima secara positif oleh mahasiswa. Keywords: Habits of Mind, Pembelajaran Berbasis Masalah, Kapita Selekta Biologi.
PENGUASAAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI TERHADAP REPRESENTASI VISUAL DALAM BOTANI PHANEROGAMAE Asep Mulyani
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1376

Abstract

This study aims to determine the mastery of biology teacher candidate students to visual representation in phanerogamae botanical courses. Teachers must have the ability in the mastery of visual representation that is used as a tool to clarify the material to be delivered on learning activities. Therefore, the ability of prospective biology teacher students to visual representation should be good so that by the time it becomes a teacher can provide quality biology learning. The research method used is descriptive quantitative research method. The population is a biology teacher candidate who has attended phanerogamae botany lecture in 2016 in four classes. The sample is taken, one class. The instrument used is a multiple choice test. The results showed that the ability of biology teacher candidates to master visual representation in phanerogamae botanical course is the average score of 45.31. It was concluded that the mastery of biology teacher candidates in the mastery of visual representation is low. The mastery of visual representation is influenced by visual literacy, the scope of matter, the level of material representation, and the type of visual representation.Keywords: biology teacher candidate, visual representation, botani phanerogamae.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan mahasiswa calon guru biologi terhadap representasi visual dalam mata kuliah botani phanerogamae. Guru harus mempunyai kemampuan dalam penguasaan representasi visual yang digunakan sebagai alat untuk memperjelas materi yang akan disampaikan pada kegiatan belajar pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan mahasiswa calon guru biologi terhadap representasi visual harus baik agar pada saat sudah menjadi guru dapat memberikan pembelajaran biologi yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah mahasiswa calon guru biologi yang telah mengikuti perkuliahan botani phanerogamae di tahun 2016 sebanyak empat kelas. Sampel yang diambil satu kelas. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukan jika kemampuan mahasiswa calon guru biologi dalam menguasai representasi visual dalam mata kuliah botani phanerogamae yaitu nilai rata-ratanya 45,31. Disimpulkan bahwa penguasaan mahasiswa calon guru biologi dalam penguasaan representasi visualnya rendah. Penguasaan representasi visual dipengaruhi oleh literasi visual, ruang lingkup materi, tingkat representasi materi, dan tipe representasi visual.Kata kunci: Calon guru biologi, representasi visual, Botani phanerogamae.
Tinjauan Kepraktisan Model Pembelajaran Fisika “PRODUKSI” Terhadap Keterlaksanaan Pembelajaran dan Aktivitas Belajar Siswa Wirawan Fadly
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2017): December (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i2.1510

Abstract

The purpose of this study is to determine the practicality of learning model "PRODUKSI" to the process of learning execution and student learning activities. The research method used is experiment with one-shot case study design. The location of the research is at SMAN 2 Bojonegoro and the research sample is chosen by purposive sampling. Data were collected through observation and then analyzed based on data characteristic with descriptive qualitative and quantitative descriptive. The results showed that: 1) PRODUKSI learning model can be implemented and successfully support communicative project-based physics learning, and 2) learning activities during the implementation of PRODUKSI model involves project activity and communicative learning, where each learning activity emphasizes on the realization: student-centered learning, social interaction and collaboration among students, creative freedom and independence to students, as well as an active and interactive learning environment.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepraktisan model pembelajaran “PRODUKSI” terhadap keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one-shot case study. Lokasi penelitian adalah di SMAN 2 Bojonegoro dan sampel penelitian dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kemudian dianalisis berdasarkan karakteristik data dengan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran PRODUKSI dapat dilaksanakan dan berhasil mendukung pembelajaran fisika komunikatif berbasis proyek, dan (2) aktivitas belajar selama penerapan model pembelajaran PRODUKSI melibatkan aktivitas proyek dan pembelajaran komunikatif, di mana setiap aktivitas belajarnya menekankan pada terwujudnya: pembelajaran berpusat pada siswa, interaksi sosial dan kolaborasi antar siswa, kebebasan dan kemandirian berkreasi pada siswa, serta suasana belajar aktif dan interaktif.
Pitarah Manusia Nusa Tenggara Timur Berdasarkan Ceritera Kromosom Y Meti OFI Tefu; Ferry Fredy Karwur
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2017): December (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i2.1622

Abstract

STUDY OF HUMAN ANCESTORS NUSA TENGGARA TIMUR INDONESIA BASED ON Y CHROMOSOME.Genetic studies conducted in NTT region focused on four islands namely Flores, Sumba, Alor, and Timor. The islands of NTT are a transition zone between Papuan and Austronesian speakers. Genetically there is also an intensive mixing. The dominant genetic of tribes in Alor island is Papua / Melanesia, but on the other islands there is almost uniform mixing. In the western part of Sumba Island there is a majority area of the Papuan/ Melanesian genetic type, while the tribes in eastern Sumba, Sabu and Rote are Austronesian. Genetic mixing is also seen on Timor Island. West Timor is the more dominantly Austronesian type, while central and eastern Timor are a mixture of Papua/ Melanesia with Austronesian. On such Flores islands, the tribes in the eastern and central regions have the Papua/ Melanesian type, while the western part is almost entirely of Austronesian type. The tribes on Solor, Lembata and Adonara Islands also have mixed types between Austronesia and Papua/ Melanesia. Based on paternal lineage, the blood flowing in NTT people consists of seven line ages of East Asia, Taiwan, Southeast Asia, Arab, Japan, Europe and Papua/ Melanesia, characterized by the detection of thirty-two Y-DNA markers: C-M130/ RPS4Y, F-P14/F-M89 (East Asia), NO-M214, O-M175, O-M119, O-M95, O-P203, O-M110, O-M122, O-M134, O-P201, O-JST3002611 (Taiwan), K-M526, K-P397, K-P405, K-P79, K-P336, P-P295, Q-M242, Q-P36 (Southeast Asia), J-M172 (Arab), C-P343, D-M116 (Japan), E-P1 (Europe),C-M38, C-M208, C-P355, M-P256, M-M4, M-P34, S-M230, S-M254, S-P377 (Melanesia).Studi genetik yang dilakukan di daerah NTT difokuskan pada empat pulau yakni Flores, Sumba, Alor, dan Timor. Pulau-pulau di NTT menjadi zona transisi antara penutur Papua dan Austronesia. Secara genetika juga terjadi pembauran yang intensif. Suku di pulau Alor, genetiknya dominan Papua/ Melanesia, namun di pulau-pulau lain terjadi pembauran hampir merata. Di Pulau Sumba bagian barat ada kawasan yang genetikanya mayoritas bertipe Papua/ Melanesia, sedangkan suku di Sumba bagian timur, Sabu dan Rote bertipe Austronesia. Pembauran genetika juga terlihat di Pulau Timor. Timor barat lebih dominan bertipe Austronesia sedangkan Timor bagian tengah dan timur merupakan campuran Papua/ Melanesia dengan Austronesia. Di pulau florespun demikian, yakni suku-suku di bagian timur dan tengah memiliki tipe Papua/ Melanesia, sedangkan bagian barat hampir seluruhnya memiliki tipe Austronesia. Suku-suku di pulau Solor, Lembata dan Adonara juga memiliki tipe campuran antara Austronesia dan Papua/ Melanesia. Berdasarkan garis keturunan ayah, darah yang mengalir dalam orang NTT terdiri atas tujuh garis keturunan yaitu Asia Timur, Taiwan, Asia Tenggara, Arab, Jepang, Eropa dan Papua/ Melanesia, yang ditandai dengan terdeteksinya tiga puluh tiga penanda Y-DNA yakni: C-M130/ RPS4Y, F-P14/F-M89 (Asia Timur), NO-M214, O-M175, O-M119, O-M95, O-P203, O-M110, O-M122, O-M134, O-P201, O-JST3002611 (Taiwan), K-M526, K-P397, K-P405, K-P79, K-P336, P-P295, Q-M242, Q-P36 (Asa Tenggara), J-M172 (Arab), C-P343, D-M116 (Jepang), E-P1 (Eropa),C-M38, C-M208, C-P355, M-P256, M-M4, M-P34, S-M230, S-M254, S-P377. (Melanesia) 
Identifikasi Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa Andrianto Kusumoarto; Kristiyanto Kristiyanto; Hermantyo Hermantyo
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2017): December (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i2.1743

Abstract

IDENTIFICATION OF LAND DAMAGE FOR BIOMASS PRODUCTION. The soil has limited resources and always has human pressured led to damage or disturbance, as accumulate processes of chronic anthropogenic pressures or it activities has more unfriendly. Therefore restoration processes soil ecological function develop, in increasing of biomass production has very important for wellbeing. Aim this research to identification and analysis of soil conditions of vulnerabilities, and it used to methods based to SK Dirjen RRL No. 041/Kpts/V/1998 or law of government RI No. 150, 2000 of year, and used or applied to geography system information (SIG) approach. This research result of showed has potentially of damage or disturbance of soil in Kramatmulya subdistrict, Kuningan, West Java, Indonesia has examples in Pejambon villages of 1, 2, and 3 area, which is differences of the potential soil of damage (Low, medium, and high). it has based on permeability aspect, which in Pejambon 1 area has high damage categories by 12,76 value cm/hours, then Ph (H20) Pejambon 2 (4,23) and 3 (4,19) value, which has of high damage categories, and DHL in Pejambon 1 (16,00), 2 (19,00), and 3 (47,00) value has high damage to categories. Processing of evaluation and monitoring of soil management is very important, besides of more increasing of human population number, of course, the need of space for fulfilling the wellbeing human aspects. Tanah maupun lahan merupakan sumber daya yang terbatas dan senantiasa mendapatkan tekanan, yang mengarah pada kerusakan, akibat akumulasi aktivitas masyarakat, yang semakin tidak ramah lingkungan. Mengembalikan maupun merestorasi fungsi ekologi tanah (lahan), dalam rangka meningkatkan produksi biomassa menjadi penting, dalam memenuhi hajat hidup masyarakat banyak. Tujuan penelitian ini, mengidentifikasi dan menganalisis kondisi lahan, yang rentan dengan kerusakan. Metode yang digunakan untuk penilaian tingkat kekritisan lahan. Berdasarkan pada SK Dirjen RRL No. 041/Kpts/V/1998 atau Perpem RI No. 150 tahun 2000 (Kriteria baku kerusakan tanah), serta pendekatannya dengan menggunakan sistem informasi geografi (SIG). Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa, potensi kerusakan lahan yang terjadi di Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, tepatnya di area Desa Pajambon 1, 2, dan 3, memiliki tingkatan kerusakan lahan yang berbeda-beda (ringan, sedang,  dan berat), hal ini berdasarkan pada aspek Permeabilitas, yaitu Pejambon 1 mengalami kerusakan dengan nilai 12,76 cm/jam, kemudian berdasarkan pH (H20), Pejambon 2 dan 3 dalam kategori rusak berat dengan pH 4,23 dan 4,19, dan berdasar pada DHL Pejambon 1, 2, 3 dalam ketegori rusak berat, sehingga memonitoring dan mengevaluasi penggunaan lahan menjadi penting, seiring dengan makin meningkatnya jumlah populasi manusia, yang tentunya membutuhkan ruang untuk memenuhi atau mencukupi hidup secara layak.
Desain Eksperimen Karakterisasi Perilaku Udara Sekitar dalam Tinjauan Sebagai Gas Ideal atau Gas Nyata Nur Aji Wibowo; Wachid Susilo; Albertus Sigit Pradipta; Anisa Setiyani; Elfira Josmin Fillimditty
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2017): December (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i2.1823

Abstract

The aim of this study is to characterize the behavior of the environmental air using a simple method which can be implemented as a learning media in senior high school or undergraduate students. The method used is experimental which combined with curve fitting. From the curve fitting step, the behavior of the air can be explained. Otherwise, the quantitative data such as Van der Waals constants can also be obtained. From this study obtained that the Van der Waals constants, a and b, of the chosen air samples as large as (11.23 ± 0.84) J.m3/mol2 and (2.04 ± 0.15) × 10-3 m3/mol respectively. These results can be used to predict that the chosen air samples will act as an ideal gas at 636.5 K and 105 Pa in temperature and pressure respectively.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perilaku udara sekitar dalam tinjauan sebagai gas ideal atau gas nyata dengan metode sederhana yang dapat diterapkan sebagai media pembelajaran baik di tingkat perguruan tinggi maupun sekolah menengah atas. Metode yang digunakan adalah eksperimen yang dipadukan dengan pencocokan kurva. Informasi terkait kecenderungan perilaku udara sekitar diperoleh dari tahapan pencocokan kurva. Nilai kuantitatif yang berupa konstanta Van der Waals dari sampel udara sekitar juga dapat diperoleh dari persamaan hasil pencocokan kurva yaitu a dan b secara berturut-turut sebesar (11.23 ± 0.84) J.m3/mol2 dan (2.04 ± 0.15) × 10-3 m3/mol. Nilai konstanta yang diperoleh dapat digunakan untuk memprediksi bahwa sampel udara yang diamati akan berperilaku sebagai gas ideal ketika bersuhu 636.5 K dengan tekanan 105 Pa.
The Benefit of Purple Aruk Rice (Siangu) in Lowering Body Mass Index (BMI) and Body Fat Percentage Rini Arianti; Oktarina Oktarina
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2018): June (2018)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v7i1.1885

Abstract

Aruk rice is an iconic rice from Province of Bangka Belitung which is made from cassava while purple aruk rice (PAR)e is made from sweet potato (Ipomea batatas). Ipomea batatas is a high nutritional food that possesses several medicinal value including anti-cancer, antidiabetic, and anti-inflammatory activities. This research aimed to assest the organoleptic features of PAR and analyze the effect of PAR consumption in lowering the BMI and bofódy fat percentage. The design of this research was randomized crossover design with quasi experimental research within subjects single-factor two-level design. This experiment consist of three phases, phase 1 (plain rice consumption), wash out phase, and phase 3 (PAR consumption). The only different between two phases was the source of the carbohydrate. The data of decreasing BMI and body fat percentage betweern plain rice diet and purple aruk rice was analyzed by using paired t test. Organoleptic assessment showed that the aroma of PAR is dislikeable but the natural purple colour is likeable. The decreasing of BMI and body fat percentage was found higher in phase 2 (2,05±0,10) than phase 1 (0,4±0,14), p=0,002. The decreasing of body fat percentage was also found higher in phase 2 or purple aruk rice diet (2,55±0,25) compared to phase 1 plain rice diet (0,5±0,20), p=0,003. Consumption of aruk purple rice lower BMI and body fat percentage more effective than consumption of plain rice. 

Page 11 of 26 | Total Record : 252