cover
Contact Name
Mujib Ubaidillah
Contact Email
mujib_ubaidillah@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285729320217
Journal Mail Official
sceducatia@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Education, Faculty of Education and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan, Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45131
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 23031530     EISSN : 25277596     DOI : https://doi.org/10.24235/sc.educatia
Core Subject :
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains publishes scientific paper the results of the study and review of the literature in the sphere of natural sciences education and natural science. Additionally, this journal also covers the issues of environmental education & environmental science. This journal is published twice a year in June and December. Focus Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains publishes original research articles in the study of science education and natural science. Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains accepts articles related to environmental education and environmental science. Scope This journal specializes in studying the theories and practices of science education and natural science, and is intended to express original research and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics: Teaching and Learning Science Education Science Education Policy Science Teacher Education Biology Chemistry Physics Environmental Education and Environmental Science
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Penerapan Pembelajaran IPA Berbasis Keterampilan Proses Sains untuk Meningkatkan Literasi Sains pada Mata Pelajaran IPA di Kelas VII Materi Pokok Pencemaran Lingkungan di SMPN 1 Cikijing Yuliani Yuliani; Dewi Cahyani; Evi Roviati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.959

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya kemampuan literasi sains siswa dan belum pernah diterapkannya pembelajaran berbasis KPS di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas belajar siswa, peningkatan literasi sains siswa, dan respon siswa penerapan pembelajaran IPA berbasis keterampilan proses sains untuk meningkatkan literasi sains siswa di kelas VII SMPN 1 Cikijing. Penelitian dilaksanakan bulan April-Mei tahun ajaran 2015/2016 di SMPN 1 Cikijing. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Cikijing berjumlah 253 siswa. Sampel diambil secara purposive sampling di kelas VII F jumlah siswa 32 orang kelas eksperimen dan kelas VII G jumlah siswa 32 orang kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukan aktivitas belajar siswa diterapkannya pembelajaran berbasis keterampilan proses sains setiap pertemuannya meningkat, keterampilan literasi sains siswa kelas eksperimen dan kontrol meningkat, rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,3239 dan rata-rata N-Gain kelas kontrol sebesar 0,2322. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. 0,001 < 0,05, artinya Ho ditolak dan Ha diterima, terdapat perbedaan peningkatan literasi sains siswa signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, dan respon siswa pembelajaran berbasis keterampilan proses sains secara keseluruhan mencapai 71,88% dengan kriteria kuat. Kesimpulan penelitian: aktivitas belajar siswa diterapkannya pembelajaran berbasis keterampilan proses sains setiap pertemuannya meningkat, aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen jauh lebih baik dibanding dengan aktivitas belajar siswa kelas kontrol, dan siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran berbasis keterampilan proses sains pada konsep pencemaran lingkungan.Kata kunci: pembelajaran berbasis Keterampilan Proses Sains, literasi sains.
Penerapan Pembelajaran Biologi Berbasis Iman dan Taqwa (IMTAQ) pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ciwaringin Nayla Husna Afila; Nurul Azmi; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.960

Abstract

Kemajuan iptek memiliki dampak negatif dan positif, dimana dampak negatif juga banyak berimbas kepada para siswa. Informasi yang negatife dan sajian yang vulgar dapat diakses kapan saja dan hal tersebut memberikan peluang bagi siswa untuk meniru perbuatan-perbuatan yang negatife terutama dalam masalah seksualitas, free sex, aborsi, narkoba, dan HIV/AIDS. Hal ini disebabkan antara lain karena para siswa yang kurang memiliki pengetahuan reproduksi yang diintegrasikan dengan dengan nilai-nilai agama. Adanya proses pembelajaran biologi berbasis nilai IMTAQ diharapkan siswa akan memiliki keterampilan berfikir kritis yang dapat diukur berdasarkan parameter sikap dan hasil belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktifitas siswa, perbedaan peningkatan hasil belajar serta respon siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Ciwaringin pada kelas XI IPA 1 (Kelas eksperimen) dan kelas XI IPA 3 (kelas kontrol) dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji beda hipotesis dengan software SPSS V.16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa melalui penerapan pembelajaran biologi berbasis IMTAQ mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya. Terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, hasil rata-rata N-Gain sebesar 0,66 (kriteria sedang) pada kelas eksperimen dan 0,52 (kriteria sedang) pada kelas kontrol. Respon siswa secara keseluruhan sebesar 59 % dengan kriteria sangat kuat, artinya siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran biologi berbasis IMTAQ.Kata Kunci : Penerapan Pembelajaran Biologi Berbasis Imtaq, Keterampilan Berfikir Kritis
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS SAINS BUDAYA LOKAL NGASEUP PADA KONSEP SISTEM REPRODUKSI MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMAN 1 MAJA Ade Idrus Hariri; Kartimi Kartimi; Asep Mulyani
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.961

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengasah kemampuan siswa dalam  menganalisis,  mengkritisi dan  mengaitkan  konsep  yang dipelajari di sekolah dengan  kebudayaan  lokal  yang  berkembang  di masyarakat agar siswa memperoleh pemahaman mendalam terhadap konsep yang dipelajarinya. Tujuan penelitian ini mengkaji 1) aktivitas belajar siswa, 2) peningkatan keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa, dan 3) respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis sains budaya lokal ngaseup. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Mei 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Maja. Sampel terdiri dari 30 siswa kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukan 1) aktivitas belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol; 2) KBK siswa kelas eksperimen dan kontrol meningkat, rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,56 dan rata-rata N-Gain kelas kontrol sebesar 0,47. Hasil uji statistik mnghasilkan sig. 0,001 < 0,05, artinya Ho ditolak dan Ha diterima; 3) respon siswa terhadap pembelajaran berbasis sains budaya lokal ngaseup termasuk dalam kriteria sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 1) terdapat perbedaan peningkatan KBK siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, 2) aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen jauh lebih baik dari kelas kontrol, 3) siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran berbasis sains budaya lokal ngaseup.  Kata kunci : Sains Budaya Lokal, Ngaseup, Keterampilan Berpikir Kritis.
PENERAPAN MEDIA ULAR TANGGA BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI MTS AL-MUATAWALLY KUNINGAN Elan Jaelani; Wahidin Wahidin; Evi Roviati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.962

Abstract

Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas tidak hanya didukung oleh metode mengajar seorang guru tetapi juga didukung oleh media pembelajaran yang digunakan. Media pembelajaran mempunyai peran penting untuk membantu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar aktivitas siswa dalam penerapan media ular tangga bercerita, sejauh mana perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa dan bagaimana respon siswa dalam penerapan media Ular tangga bercerita. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tekhnik pengumpulan data melalui observasi, angket dan tes keterampilan berpikir kritis siswa. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII MTS Al-Mutawally, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik random sampling, yakni kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan VII B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi peningkatannya dibandingkan kelas kontrol dengan indikator mengajukan pertanyaan, keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan N-Gain rata-rata (0,5) lebih besar dibandingkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas kontrol (0,43), serta terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis siswa dengan menerapkan media ular tangga bercerita dan yang tidak pada konsep pencemaran lingkungan. Respon siswa terhadap penerapan media ular tangga bercerita (81,5%) terhadap keterampilan berpikir kritis pada konsep pencemaran lingkungan termasuk ke dalam kategori sangat kuat.  Kata kunci : Media ular tangga bercerita, keterampilan berpikir kritis, pencemaran lingkungan. 
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS KONSERVASI PADA MATERI KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 1 GEMPOL Yuni Asriyani Mansyur; Kartimi Kartimi; Evi Roviati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.963

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi siswa SMPN 1 Gempol yang dalam proses pembelajarannya masih belum menunjukkan partisipasi aktif sehingga siswa beranggapan biologi merupakan pelajaran yang sulit difahami dan harus dihafal, serta penggunaan pendekatan pembelajaran yang kurang bervariasi yang menyebabkan hasil belajar masih di bawah KKM yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengkaji aktivitas siswa (2) untuk mengkaji perbedaan hasil belajar siswa (3) untuk mengkaji respon siswa terhadap penerapan pendekatan saintifik berbasis Konservasi.Pendekatan Saintifik berbasis Konservasi merupakan suatu rancangan pembelajaran yang memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa dan berusaha menjadikan isi pelajaran menjadi nyata dan bermakna. Siswa diberikan kebebasan dalam belajar dan berpartisipasi aktif dalam mencari dan menemukan jawaban atas pertanyaan sendiri. Siswa diarahkan agar mampu mempunyai karakter konservasi moral, budaya, lingkungan dan humanis.Metode eksperimen, desain penelitian menggunakan pertest-posttest control group desaign. Sampel penelitian siswa kelas VII A dan VII C sebanyak 30 Siswa, pada tahun ajaran 2016/ 2017. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda untuk mengetahui hasil kognitif siswa, lembar obsevasi untuk mengetahui afektif dan psikomotor siswa dan angket untuk mengetahui respons siswa terhadap penerapan pendekatan Saintifik berbasis Konservasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sofware SPSS 21, melalui uji normalitas, uji hoogenitas dan uji t (uji hipotesis).Hasil penelitian menunjukkan (1) prosentase rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen lebih baik yaitu mendapatkan prosentase nilai rata-rata sebesar 87,50% sedangkan kelas kontrol lebih kecil yaitu 80%. (2) hasil belajar menunjukan adanya peningkatan baik kelas eksperimen ataupun kontrol akan tetapi kelas eksperimen lebih baik. Hasil uji statistik menunjukan bahwa nilai Sig (2-tailed) 0.000<0.05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen. (3) Prosentase rata-rata angket respon siswa keseluruhan sebesar 83% dengan kriteria sangat kuat.                                                                                              Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Konservasi, Hasil Belajar 
PENERAPAN BAHAN AJAR BIOLOGI BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN DAUR ULANG LIMBAH (STUDI EKSPERIMEN KELAS X MIPA DI SMAN 1 PLUMBON) Shintawati Sofiatin; Nurul Azmi; Evi Roviati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.971

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya mempersiapkan bahan ajar yang baik untuk menunjang keberhasilan dalam pembelajaran. Namun mayoritas proses pembelajaran hanya menggunakan bahan ajar berupa buku dan lembar kerja siswa tanpa dikembangkan menjadi bahan ajar yang inovatif. Selain itu juga pendidik hanya mengukur kemampuan siswa dari hasil belajar saja.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan  bahan ajar biologi berbasis kontekstual meliputi aktivitas siswa, perbedaan hasil keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa pada kelas yang menggunakan bahan ajar berbasis kontekstual dan kelas yang menggunakan buku teks, dan respon siswa terhadap bahan ajar kontekstual.Metode penelitian penelitian ini adalah metode eksperimen. Popolasi dalam penelitian yaitu siswa kelas X MIPA. Sampel yang digunakan yaitu kelas eksperimen X-MIPA 1 dengan jumlah 40 siswa dan kelas kontrol X-MIPA 2 dengan jumlah 40 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, tes dan angket. Desain penelitian menggunakan pretest-posttest control group design.Hasil penelitian ini menunjukan (1)  Aktivitas belajar siswa yang menggunakan bahan ajar modul biologi berbasis kontekstual lebih baik dibandingkan dengan menggunakan buku teks. (2) presentase rata-rata angket respon siswa secara keseluruhan sebesar 77,4 % dengan kriteria kuat. (3) keterampilan berpikir kritis (KBK) kelas eksperimen dan kelas kontrol keduanya menunjukan adanya peningkatan, dengan rata-rata nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,41 sedangkan rata-rata nilai N-Gain kelas kontrol sebesar 0,23. Hasi uji beda menunjukan bahwa nilai Sig 0.000 < 0.05 (Ho ditolak) artinya, terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen meningkat lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol. Aktivitas siswa dan respon siswa dalam kategori baik terhadap penerapan bahan ajar biologi berbasis kontekstual.Kata Kunci : Bahan Ajar Biologi Berbasis Kontekstual, Keterampilan Berpikir Kritis (KBK).  
Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS) Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Pada Konsep Kingdom Plantae Kelas X di SMAN 3 Kuningan Rika Ikramatul Atiyah; Wahidin Wahidin; Evi Roviati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.972

Abstract

Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis keterampilan proses sains (KPS) , siswa dapat mengerjakan sendiri suatu kegiatan belajar melalui praktek ataupun non praktek serta dapat mengerjakan tugas dan latihan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) aktifitas pembelajaran siswa, (2) perbedaan peningkatan literasi sains siswa, dan (3) respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa (LKS) berbasis keterampilan proses sains (KPS). Penelitian ini dilakukan di SMA N 3 Kuningan dengan menggunakan lembar kerja siswa berbasis keterampilan proses sains untuk meningkatkan literasi sains siswa, dengan desain penelitian menggunakan Control Group Pretest and Postest Desigen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, lembar kerja siswa, tes, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik meliputi uji normalitas dan uji t (hipotesis). Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan kemampuan literasi sains yang signifikan antara kelas yang menggunakan lembar kerja siswa berbasis keterampilan proses sains dengan yang tidak menggunakan lembar kerja siswa berbasis keterampilan proses sains, dilihat dari hasil lembar kerja siswa dan tes. Kemampuan literasi sains siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Peningkatan kemampuan literasi sains siswa dengan menggunakan lembar kerja siswa berbasis keterampilan proses sains dibuktikan dengan hasil respon angket siswa yang menunjukan kriteria sangat kuat. Aktivitas peneliti selama menggunakan lembar kerja siswa berbasis keterampilan proses sains siswa sanagat baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) aktifitas belajar siswa dikelas eksperimen lebih meningkat jauh lebih baik disbanding aktfitas bbelajar kelas kontrol, (2) terdapat perbedaan peningkatan literasi sains siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol , (3) siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran menggunakan lembar kerja siswa berbasis KPS pada Konsep Kingdom Plantae.Kata kunci : LKS berbasis KPS, Literasi Sains, Kingdom Plantae.
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG Suci Rakhmawati; Nurul Azmi; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.973

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya mengacu pada (Permendikbud) Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses. Banyak sekali problematika yang dihadapi oleh guru Biologi saat pelaksanaan pembelajaran di kelas. Salah satu elemen perubahan yang penting dalam kurikulum 2013 adalah standar proses yang berisi standar minimal mengenai proses pembelajaran yang harus dilakukan. Sehubungan dengan masalah tersebut diatas maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi apakah pembelajaran Biologi mengacu pada Standar Proses. Peneliti melakukan penelitian mengenai analisis pelaksanaan kurikulum 2013 ditinjau dari standar proses dalam pembelajaran Biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) perencanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng serta (3) mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Krangkeng pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru Biologi kelas X serta pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X-4 MIPA dan X-5 MIPA. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) secara umum RPP yang disusun guru telah memenuhi sebagian besar indikator dalam Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang standar proses. RPP yang disusun guru Biologi SMA Negeri 1 Krangkeng telah memenuhi ketercapaian dengan kriteria baik. (2) secara umum pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 1 Krangkeng sudah terlaksana dengan baik. Pelaksanaannya sesuai dengan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang standar proses. (3) siswa memberikan respon kuat terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Kata Kunci: Standar Proses, Pelaksanaan Pembelajaran Biologi, Kurikulum 2013
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU BIOLOGI DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 SUSUKAN Usfatul Aeni; Edy Chandra; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.975

Abstract

Identifikasi bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai landasan dalam menyusun program intervensi yang diharapkan dapat mencegah masalah di sekolah. Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 harus mencapai 5 ranah pembelajaran diantaranya mengamati, menanya, mengumpulkan, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) kesulitan guru biologi dalam tahapan perencanaan, (2) kesulitan guru biologi dalam tahapan pelaksanaan proses pembelajaran, (3) respon siswa terhadap proses pembelajaran biologi yang diterapkan oleh guru biologi di SMA Negeri 1 Susukan.Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Susukan dengan objek penelitian Guru Biologi dikelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, observasi, wawancara dan angket, adapun teknik analisis data diantaranya transkripsi, organisasi data, tahapan interprestasi, temuan, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, ada beberapa beberapa kesulitan diantaranya: 1) kesulitan pada tahap perencanaan yaitu guru biologi, kesulitan yang terdapat pada penyusunan RPP yaitu apek Perangkat awal, alokasi waktu, metode, sumber belajar, dan penilaian (Rubrik), 2) Kesulitan pada tahap proses pembelajaran, pada aspek kegiatan pendahuluan Guru sulit membuat peserta didik untuk berkonsentrasi dalam proses pembelajaran, Guru sulit untuk menyampaikan tujuan pembelajaran. Aspek kegiatan inti diantaranya guru sulit untuk menerapan pendekatan scientific, Guru masih mengalami kesulitan dalam pendekatan berbasis sainstifik (5M), Guru masih kesulitan menggunakan metode pembelajaran, Guru kurang aktif dalam proses pembelajaran. Aspek kegiatan penutup meliputi Guru sulit untuk membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran, Guru jarang memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, Guru sulit untuk menilai proses pembelajaran. 3) Respon siswa terhadap proses pembelajaran, hasil yang menjawab sering merupakan hasil yang paling tinggi dengan persentase 85%.Keywords: Identifikasi, Kesulitan Guru, Pelaksanaan Pembelajaran Biologi Kurikulum 2013
PENETRASI AGAMA DAN ILMU SAINS BERBASIS MODEL KURIKULUM GRASS ROOTS DI PERGURUAN TINGGI Anda Juanda
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.977

Abstract

Pada hakikatnya kurikulum terintegrasi atau tidak dikenal istilah dikhotomi (pemisahan) antara agama (Islam) dan Ilmu Alam (sains). Setelah muncul abad renaisans menimbulkan pemisahan terutama agama dan sains. Kewenangan melakukan penetasi (pencegahan) terjadinya dikhotomi di atas terletak pada model kurikulum yang dimplementasikan oleh guru khususnya. Suatu kurikulum sebagai alat penetrasi relasi agama dan sains adalah “model kurikulum grass roots”. Model kurikulum ini memberi kewenagan penuh kepada guru bahwa pembelajaran agama dan sains disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang dikehendaki guru dengan tetap mengembangkan kompetensi peserta didik. 

Page 9 of 26 | Total Record : 252