cover
Contact Name
Taufiq Karma
Contact Email
taufiqkarma_fkm@abulyatama.ac.id
Phone
+6282464914234
Journal Mail Official
taufiqkarma94@gmail.com
Editorial Address
Jln. K Adnan No 227 DSN II, Desa lampoeh Daya, Kecamatan. Jaya Baru
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31243061     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan karya asli di bidang ilmu kesehatan dengan fokus pada isu-isu strategis untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Jurnal ini menerima naskah dari peneliti, akademisi, praktisi kesehatan, dan pembuat kebijakan dalam bentuk penelitian, tinjauan ilmiah, laporan kasus, serta komunikasi singkat. Fokus & Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Epidemiologi dan Surveilans Gizi dan Kesehatan Komunitas Keperawatan dan Praktik Klinis Administrasi Kesehatan dan Kebijakan Publik Teknologi Laboratorium Medis dan Diagnostik
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Gambaran Perilaku Cuci Tangan Sebagai Salah Satu Indikator PHBS Rumah Tangga Di Gampong Lam Blang Manyang Kabupaten Aceh Besar Ricky Dear Fitria; Ambia Nurdin; Zoel Helmi; Bukhari; Muhammad Yusuf
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penerapan perilaku kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu indikator PHBS rumah tangga adalah perilaku mencuci tangan yang benar, terutama setelah melakukan aktivitas tertentu dan sebelum makan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku cuci tangan sebagai salah satu indikator PHBS rumah tangga di Gampong Lam Blang Manyang Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepada responden rumah tangga. Dari 314 responden yang teridentifikasi, sebanyak 312 responden memiliki data lengkap dan digunakan dalam analisis, sedangkan 2 responden tidak dianalisis karena data yang tersedia tidak lengkap. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi perilaku cuci tangan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 312 data yang dapat dianalisis, seluruh responden (100%) memberikan jawaban yang menunjukkan penerapan perilaku cuci tangan. Temuan tersebut menggambarkan bahwa perilaku cuci tangan pada responden yang memiliki data lengkap berada pada tingkat yang sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa cuci tangan telah menjadi salah satu perilaku kesehatan yang diterapkan dalam kehidupan rumah tangga di Desa Gampong Lam Blang Manyang Kabupaten Aceh Besar. Namun, hasil tersebut perlu dipahami berdasarkan data yang valid dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan dengan faktor lain karena penelitian ini bersifat deskriptif. Hasil penelitian dapat menjadi gambaran awal bagi upaya pemeliharaan dan penguatan PHBS rumah tangga di masyarakat.
Perilaku Tidak Merokok sebagai Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Rumah Tangga di Desa Meunasah Baet Kecamatan Krueng Barona Jaya Ellianufara; Ambia Nurdin; Ricky Dear Fitria; Zoel Helmi; Fardilla Aisya
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku tidak merokok merupakan salah satu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga yang berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular maupun penyakit akibat paparan asap rokok. Penerapan perilaku tidak merokok di lingkungan rumah tangga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, meningkatkan kualitas hidup keluarga, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anggota keluarga, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku tidak merokok sebagai indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada rumah tangga di Desa Meunasah Baet, Kecamatan Krueng Barona Jaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 312 responden yang dipilih sesuai dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner PHBS rumah tangga, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 255 rumah tangga (81,7%) tidak memiliki kebiasaan merokok, sedangkan 57 rumah tangga (18,3%) masih memiliki anggota keluarga yang merokok. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di Desa Meunasah Baet telah menerapkan perilaku tidak merokok sebagai salah satu indikator PHBS, meskipun masih terdapat sebagian masyarakat yang merokok sehingga memerlukan perhatian dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku tidak merokok pada rumah tangga di Desa Meunasah Baet telah tergolong baik, namun diperlukan penguatan promosi kesehatan, edukasi mengenai bahaya rokok, serta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Gambaran Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga di Desa Meunasah Baet Kabupaten Aceh Besar Muhammad Yusuf
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga merupakan upaya untuk meningkatkan perilaku kesehatan dan mencegah masalah kesehatan di masyarakat. Penerapan setiap indikator PHBS perlu diketahui untuk melihat perilaku yang telah diterapkan dan yang masih memerlukan perhatian. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penerapan PHBS pada tatanan rumah tangga di Desa Meunasah Baet, Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2026 di Desa Meunasah Baet. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PHBS kepada 314 responden. Sebanyak 312 responden memiliki data yang dapat dianalisis dan 2 data tidak lengkap. Data diolah menggunakan SPSS dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Proporsi penerapan PHBS berbeda pada setiap indikator. Persalinan yang ditolong tenaga kesehatan dan ASI eksklusif masing-masing sebesar 37,2%. Berat badan ideal sebesar 79,2%, aktivitas fisik 75,6%, dan tidak merokok 81,7%. Berdasarkan jawaban kuesioner, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, dan mengonsumsi sayur dan buah masing-masing sebesar 100%. Penerapan PHBS menunjukkan capaian yang bervariasi antarindikator. Sebagian besar indikator memiliki proporsi penerapan yang tinggi, sedangkan persalinan oleh tenaga kesehatan dan ASI eksklusif masih rendah. Indikator tersebut perlu menjadi perhatian dalam upaya promosi kesehatan. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan definisi operasional yang lebih jelas dan metode verifikasi pada indikator tertentu.
Analisis  Sanitasi Lingkungan dan Status Gizi Balita Dengan Kejadian Penyakit ISPA di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Banda Raya ahmad fausi
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISPA masih memberikan beban kesehatan yang besar pada kelompok balita, terutama karena frekuensi kemunculannya yang tinggi serta konsekuensinya bagi proses tumbuh kembang anak. Kerentanan terhadap gangguan tersebut dapat berkaitan dengan keadaan tempat tinggal yang tidak memenuhi standar sanitasi maupun kondisi gizi balita yang kurang optimal. Kajian di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banda Raya, Banda Aceh, diarahkan untuk menelaah keterkaitan kedua aspek tersebut dengan kemunculan ISPA pada balita. Pendekatan kuantitatif secara cross-sectional diterapkan kepada 92 responden yang ditetapkan melalui purposive sampling. Informasi diperoleh menggunakan kuesioner, pengamatan langsung, serta dokumentasi, kemudian diolah memakai Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Dari keseluruhan balita, 78,3% tercatat mengalami ISPA, 52,2% responden berada pada kondisi sanitasi lingkungan kurang baik, sedangkan 77,2% balita tergolong memiliki gizi kurang. Perhitungan bivariat memperoleh p=0,010 dan OR=0,51 pada keterkaitan sanitasi lingkungan dengan ISPA, sementara status gizi memperoleh p=0,039 dan OR=3,03. Balita dengan keadaan gizi kurang mempunyai risiko lebih tinggi mengalami ISPA dibandingkan kelompok bergizi normal. Gambaran tersebut menempatkan kualitas sanitasi tempat tinggal dan kecukupan gizi sebagai dua unsur penting yang berkaitan dengan kemunculan ISPA. Pencegahan secara berkesinambungan karena itu perlu mencakup pembenahan sanitasi rumah sekaligus pemenuhan kebutuhan gizi balita.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS PULAU BANYAK DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR ROB DI KECAMATAN PULAU BANYAK KABUPATEN ACEH SINGKIL Nuri Yastri Nuri
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut telah meningkatkan risiko terjadinya banjir rob di wilayah pesisir, termasuk Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Wilayah ini pernah mengalami banjir rob besar pada tahun 2005 setelah tsunami yang menggenangi Desa Pulau Baguk, Desa Pulau Balai, dan Desa Teluk Nibung. Hingga saat ini, banjir rob masih terjadi secara berulang sehingga kesiapsiagaan tenaga kesehatan menjadi aspek penting dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapsiagaan tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Banyak dalam penanggulangan bencana banjir rob, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengetahui strategi yang telah dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian berjumlah delapan orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas satu dokter, tiga perawat, dua bidan, satu petugas rekam medis, dan satu petugas promosi kesehatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan memiliki kesiapsiagaan yang cukup baik, ditunjukkan oleh tingginya rasa tanggung jawab, kesiapan memberikan pelayanan di luar jam kerja, serta kemampuan melakukan pelayanan kesehatan dan evakuasi melalui Tim Gerak Cepat (TGC). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapsiagaan tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Banyak dalam penanggulangan bencana banjir rob telah berjalan dengan cukup baik, namun belum optimal. Penguatan kesiapsiagaan perlu dilakukan melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan simulasi kebencanaan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengembangan sistem peringatan dini yang terintegrasi.
PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN PEMANFAATAN BUAH NAGA MERAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA BARO ACEH BESAR NURUL ULA
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan fisiologis yang dapat memengaruhi kadar hemoglobin (Hb). Pemenuhan zat gizi selama kehamilan penting untuk mempertahankan kadar Hb. Buah naga merah mengandung vitamin C dan zat gizi lain yang berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian buah naga merah pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 15 ibu hamil dengan teknik total sampling. Intervensi berupa konsumsi buah naga merah ±200 gram atau ½ buah ukuran sedang setiap hari selama 10 hari berturut-turut. Kadar Hb diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan EasyTouch. Analisis dilakukan menggunakan Paired Sample t-Test dengan α=0,05. Rata-rata kadar Hb sebelum intervensi sebesar 12,57 g/dL dan sesudah intervensi 13,15 g/dL, dengan peningkatan rata-rata 0,57 g/dL. Sebanyak 12 responden (80,0%) mengalami peningkatan Hb dan 3 responden (20,0%) mengalami penurunan. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p=0,005 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan kadar Hb yang signifikan secara statistik sebelum dan sesudah intervensiTerdapat perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian buah naga merah selama 10 hari. Buah naga merah dapat dipertimbangkan sebagai makanan pendukung pemenuhan gizi ibu hamil.
Analisis Implementasi Manajemen Bencana di Wilayah Kerja Puskesmas Lhok Kruet Kabupaten Aceh Jaya dengan Pendekatan Mixed Methods Risna Maulita
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat sehingga puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama perlu memiliki sistem manajemen bencana yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen bencana di wilayah kerja Puskesmas Lhok Kruet Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2026 menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Convergent Parallel Design. Data kuantitatif diperoleh dari 35 responden yang dipilih secara purposive sampling dari populasi 61 tenaga kesehatan dan tenaga penunjang, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan utama. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, pedoman wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen bencana secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan capaian 80,1%. Domain kebijakan dan perencanaan, organisasi dan kelembagaan, sarana dan prasarana, serta koordinasi dan pelaksanaan berada pada kategori baik. Sementara itu, kesiapsiagaan sumber daya manusia berada pada kategori kurang (52,0%) dan monitoring dan evaluasi pada kategori cukup (68,6%). Integrasi hasil kuantitatif dan kualitatif menunjukkan perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan simulasi kebencanaan serta peningkatan sistem monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Implementasi manajemen bencana di Puskesmas Lhok Kruet telah berjalan baik, namun penguatan kesiapsiagaan SDM dan monitoring-evaluasi menjadi prioritas peningkatan.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PASCA BENCANA BANJIR DI KECAMATAN INDRA MAKMUR KABUPATEN ACEH TIMUR rafindra Farona
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat melalui perubahan kondisi lingkungan, kerusakan sarana sanitasi, pencemaran sumber air, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas dasar. Kecamatan Indra Makmur Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir pada 25 November 2025, dengan 143 kepala keluarga terdampak yang tersebar di lima gampong. Kondisi pascabanjir dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, termasuk diare. Berdasarkan Laporan SRATA UPT Puskesmas Alue Ie Mirah, pada November 2025 terdapat 1.018 kunjungan rawat jalan, termasuk 9 kasus Gastroenteritis Akut (GEA)/diare yang menjalani rawat inap. Personal hygiene merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah penularan diare melalui jalur fekal-oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian diare pasca bencana banjir di Kecamatan Indra Makmur Kabupaten Aceh Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 91 responden yang merupakan kepala keluarga terdampak banjir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70 responden (76,9%) memiliki personal hygiene kurang baik dan 21 responden (23,1%) memiliki personal hygiene baik. Sebanyak 30 responden (33,0%) berada pada kategori mengalami diare dan 61 responden (67,0%) tidak mengalami  diare. Seluruh responden dengan personal hygiene baik tidak mengalami diare, sedangkan pada kelompok personal hygiene kurang baik terdapat 30 responden (42,9%) yang mengalami diare. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan χ² = 13,426 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian diare pasca bencana banjir. Peningkatan personal hygiene, sanitasi, dan akses terhadap air bersih perlu diperkuat sebagai upaya promotif dan preventif pada masyarakat pascabencana.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Orang Tua Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat, Kabupaten Pidie Frisa Mahnizar
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie masih rendah, sehingga diperlukan penelitian mengenai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan orang tua dalam pemberian imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jumlah anak, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan orang tua dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada baduta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 87 responden. Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan kepatuhan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 75 orang (86,2%), jumlah anak kategori keluarga kecil sebanyak 38 orang (43,7%), dan memperoleh dukungan keluarga kurang baik sebanyak 53 orang (60,9%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan (p-value=0,006), jumlah anak dengan kepatuhan (p-value=0,005), dan dukungan keluarga dengan kepatuhan (p-value=0,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, jumlah anak, dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan orang tua dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie. Peningkatan edukasi kesehatan dan penguatan dukungan keluarga diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan orang tua dalam melengkapi imunisasi anak.
Pelayanan Imunisasi Baduta Di Tinjau Dari Aspek Kesehatan Lingkungan Di Wilayah  UPTD Pukesmas Simpang Teritit Kabupaten Bener Meriah Ayurike Mahtuah; Khairuman Khairuman; Mansura Feby Amanda
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit pada bayi dan anak di bawah dua tahun (baduta). Pelayanan imunisasi yang baik perlu didukung oleh kondisi kesehatan lingkungan yang memenuhi persyaratan, seperti pencahayaan, kebersihan ruangan, dan kualitas udara. Kondisi lingkungan yang kurang baik dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan dalam pelaksanaan pelayanan imunisasi. Di wilayah UPTD   Puskesmas Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, kondisi lingkungan ruang pelayanan perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aspek kesehatan lingkungan, khususnya pencahayaan ruangan, kebersihan ruangan, dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square serta perhitungan Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan imunisasi baduta dalam kategori baik sebanyak 56 responden (74,7%), pencahayaan ruangan dalam kategori baik sebanyak 45 responden (62,7%), kebersihan ruangan dalam kategori bersih sebanyak 58 responden (77,3%), dan kondisi udara dalam kategori tidak tercemar sebanyak 50 responden (66,7%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pencahayaan ruangan dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,012; OR = 4,286; CI 95% = 1,430–12,846), kebersihan ruangan dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,028; OR = 3,798; CI 95% = 1,195–12,075), dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,012; OR = 4,125; CI 95% = 1,382–12,309). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pencahayaan ruangan, kebersihan ruangan, dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta di wilayah UPTD  Puskesmas Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Puskesmas diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan ruang pelayanan imunisasi melalui pemantauan pencahayaan, kebersihan ruangan, dan kualitas udara secara berkala agar pelayanan imunisasi baduta dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan optimal.    

Page 3 of 4 | Total Record : 36