cover
Contact Name
Taufiq Karma
Contact Email
taufiqkarma_fkm@abulyatama.ac.id
Phone
+6282464914234
Journal Mail Official
taufiqkarma94@gmail.com
Editorial Address
Jln. K Adnan No 227 DSN II, Desa lampoeh Daya, Kecamatan. Jaya Baru
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31243061     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan karya asli di bidang ilmu kesehatan dengan fokus pada isu-isu strategis untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Jurnal ini menerima naskah dari peneliti, akademisi, praktisi kesehatan, dan pembuat kebijakan dalam bentuk penelitian, tinjauan ilmiah, laporan kasus, serta komunikasi singkat. Fokus & Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Epidemiologi dan Surveilans Gizi dan Kesehatan Komunitas Keperawatan dan Praktik Klinis Administrasi Kesehatan dan Kebijakan Publik Teknologi Laboratorium Medis dan Diagnostik
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
ANALISIS HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR nada nur KAMARIA
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya riwayat penyakit infeksi. Penyakit infeksi seperti ISPA, diare, tuberkulosis, campak, pneumonia, dan kecacingan dapat mengganggu asupan dan penyerapan zat gizi serta menghambat pertumbuhan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, serta mengidentifikasi proporsi balita stunting, riwayat penyakit infeksi, dan jenis penyakit infeksi yang paling banyak dialami. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 0–59 bulan yang stunting sebanyak 342 balita, dengan sampel sebanyak 77 balita yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada 05–17 Juni 2026. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Riwayat penyakit infeksi yang paling banyak dialami adalah ISPA sebanyak 57 balita (74,0%), sedangkan yang paling sedikit adalah tuberkulosis sebanyak 9 balita (11,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara ISPA dengan stunting (p-value=0,000) dan diare dengan stunting (p-value=0,001). Sementara itu, TB (p-value=0,053), campak (p-value=0,255), pneumonia (p-value=0,279), dan kecacingan (p-value=0,690) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan stunting.
PERENCANAAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGGIRAN KABUPATEN SIMEULUE Wada Islami Wada; Wildan Seni; Ully Fitria
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Simeulue merupakan salah satu daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tsunami sehingga diperlukan perencanaan kesiapsiagaan yang baik pada fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan kesiapsiagaan bencana tsunami di Puskesmas Sanggiran Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah delapan orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Sanggiran telah memiliki kebijakan dan perencanaan sebagai pedoman pelayanan kesehatan dan penanganan kondisi darurat, namun SOP yang tersedia masih bersifat umum dan belum mengatur kesiapsiagaan maupun penanganan bencana tsunami secara khusus. Kesiapan sumber daya manusia telah diupayakan melalui sosialisasi, pelatihan, simulasi kebencanaan, serta pembagian tugas dalam kondisi darurat, tetapi pelatihan dan simulasi khusus tsunami belum pernah dilaksanakan. Sarana dan prasarana pendukung juga masih belum memadai, terutama perlengkapan medis, obat-obatan, alat evakuasi, dan logistik kesehatan. Disimpulkan bahwa perencanaan kesiapsiagaan bencana tsunami di Puskesmas Sanggiran Kabupaten Simeulue masih perlu ditingkatkan melalui penyusunan SOP khusus tsunami, pemenuhan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi secara berkala.
ANALISIS KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM TUBERKULOSIS (TB) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Elmida wati; Srie Wahyuni; Ellianufara
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat berkontribusi terhadap terjadinya Stunting pada anak melalui gangguan status gizi dan pertumbuhan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan implementasi program TB yang efektif sebagai bagian dari upaya pencegahan Stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan implementasi program Tuberkulosis dalam upaya pencegahan Stunting di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metodologi Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada pihak pemangku kebijakan di Puskesmas Darul Imarah. Informan penelitian terdiri atas Kepala Puskesmas, penanggung jawab program Tuberkulosis, penanggung jawab program gizi dan Keluarga pasien TB pada anak. Data penelitian ini terdiri dari Data perimer maupun sekunder, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Tuberkulosis dan Stunting, di mana infeksi TB dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, gangguan penyerapan zat gizi, serta penurunan berat badan yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi program Tuberkulosis di Puskesmas Darul Imarah telah berjalan dengan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan integrasi dengan program pencegahan Stunting, peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan kerja sama lintas program dan lintas sektor, serta optimalisasi pemantauan dan evaluasi program agar upaya pencegahan Tuberkulosis dan Stunting dapat terlaksana secara lebih efektif.
Analisis Pengelolaan Persediaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai Berbasis Studi Kasus di Puskesmas Melur Adrian Samosir; Ridiani Maulia; Siti Aisyah; Tiara Restiana; Wan Nasywa Amanda; Yulia Darsih; Mira Febrina
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian berbasis kasus yang dilakukan di Puskesmas Melur berfokus pada pengelolaan stok obat dan BMHP. Silkus logistic obat di fasilitas tersebut meliputi beberapa tahapan, mulai dari penyusunan kebutuhan, pengajuan barang, pemeriksaan saat barang diterma, penataan stok, penyaluran ke unit pelayanan, pengembalian atau pemusnahan, pengendalian persediaan, pencatatan, hingga evluasi secara berkala. Berdasarkan hasil observasi, seluruh tahapan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pelayaran kefarmasian. Penerapan system FEFO dan FIFO, serta adanya penanganan khusus untuk obat-obatan tertentu, menunjukkan upaya puskesmas dalam menjaga mutu, keamanan, dan ketersediaan obat agar tetap terjamin. Namun, pada beberapa item masih ditemukan perbedaan antara jumlah obat fisik dengan jumlah yang tercatat pada kartu stok. Perbedaan tersebut terutama terjadi karena pencatatan yang terkadang terlewat setelah obat dipindahkan dari gudang ke apotek, serta pembaruan kartu stok yang dilakukan berdasarkan pergantian shift. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan melakukan pencatatan secara langsung setiap kali terjadi obat masuk maupun keluar, meningkatkan frekuensi pemeriksaan fisik terutama pada item fast moving, menggunakan formulir serah-terima saat pergantian petugas, serta melakukan peninjauan rutin terhadap hasil stock opname. Oleh karena itu, keteliltian dalam pencatatan dan pengawasan persediaan perlu terus ditingkatkan agar pengelolaan obat dan BMHP dapat berjalan lebih tertib, efisien, tepat guna, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peran Paritas Terhadap Status Gizi Ibu Hamil : Studi Kejadian Kekurangan Energi Kronik di Puskesmas Lhoknga Kabuparen Aceh Besar Cut Rahmi Muharrina; Saufa Yarah; Muliani
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Paritas menjadi salah satu karakteristik obstetri yang penting dikaji karena kehamilan dan persalinan berulang dapat memengaruhi pemulihan cadangan energi dan zat gizi ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran paritas terhadap status gizi ibu hamil berdasarkan kejadian KEK di Puskesmas Lhoknga Aceh Besar. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 35 ibu hamil trimester I–III pada Juli–Agustus 2024 yang dipilih dengan total sampling. Status KEK ditentukan melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA), dengan batas <23,5 cm. Paritas dikategorikan menjadi primipara, multipara, dan grandemultipara. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 7 responden (20,0%) mengalami KEK. Proporsi KEK pada primipara sebesar 50,0%, multipara 4,2%, dan grandemultipara 66,7%. Uji Chi-Square menghasilkan p=0,002. Dengan demikian, paritas memiliki keterkaitan bermakna dengan status gizi ibu hamil berdasarkan kejadian KEK. Skrining LILA, konseling gizi, perencanaan kehamilan, dan pemantauan ibu dengan riwayat persalinan berulang perlu diperkuat
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PUSKESMAS PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Wahyuni Wahyuni; Srie Wahyuni; Noeroel Arham
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada. Terdapat 17 kasus DBD pada tahun 2024 dan 12 kasus pada tahun 2025, sedangkan capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 87% masih di bawah target 95%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada, meliputi perencanaan, pelaksanaan, peran kader jumantik, perilaku masyarakat, monitoring dan evaluasi, serta kendala program. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan berjumlah 7 orang, terdiri dari Kepala Puskesmas, pemegang Program Demam Berdarah Dengue (DBD), 2 kader jumantik, dan 3 masyarakat yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) telah dilaksanakan melalui penyuluhan, pemeriksaan jentik, pembagian larvasida, kunjungan rumah, dan gotong royong, namun belum optimal karena partisipasi masyarakat belum merata. Kendala meliputi keterbatasan SDM, anggaran, luas wilayah, kesadaran masyarakat, dan kondisi cuaca. Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan penyuluhan, koordinasi lintas sektor, peran kader, partisipasi masyarakat, serta monitoring secara berkelanjutan. Dengan demikian dapat disimpulkan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) telah berjalan namun masih memerlukan penguatan. Disarankan Puskesmas meningkatkan penyuluhan berkelanjutan, pembinaan kader, serta monitoring dan evaluasi rutin.

Page 4 of 4 | Total Record : 36