cover
Contact Name
Khomarudin, M.Pd
Contact Email
khomarudin@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285603361404
Journal Mail Official
edueksos@gmail.com
Editorial Address
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : 10.24235
Core Subject :
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is open access and peer-reviewed journal, investigating and discussing the dynamics of teaching and learning of social education and social-economic problems occuring in the society context of the primary, senior, and higher education level.In addition, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education E learning in social and economics studies Religious studies perspective on the social and ecomoics subject
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "vol. 11 no. 1 (2022)" : 12 Documents clear
Optimalisasi Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Dalam Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Isah Siti Khodijah; Suniti Suniti; Septiani Resmalasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.8960

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan upaya dalam mengoptimalisasi pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar dalam menumbuhkan kesadaran ekologis. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi fenomenologis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa upaya pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar dilakukan oleh lingkungan pendidikan, yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang mana ketiganya mempengaruhi kesadaran ekologis anak melalui pola pengajaran orang tua, tata tertib sekolah, dan perkembangan kognitif anak sendiri.Kata kunci: lingkungan, sumber belajar, optimalisasiAbstract: The purpose of this study is to explain efforts in optimizing the utilization of the natural environment as a learning resource in fostering ecological awareness. This study, using qualitative approach with phenomenological study research type. The data collection techniques in this study were observations, interviews, and document. Data analysis techniques are carried out through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study show that efforts to use the natural environment as a learning resource are carried out by the educational environment, which includes the family, school, and community environment, all of which affect the child's ecological awareness through parental teaching patterns, school discipline, and the cognitive development of the child himself.Keywords: environment, learning resource, optimalization
Kajian General Education dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Indra Gunawan; Ayu Vinlandari Wahyudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9508

Abstract

Abstrak: Kehidupan sosial di era revolusi industri 4.0 terus mengalami perubahan yang semakin cepat, kompetitif, dan semakin kompleks. Kecepatan perubahan tersebut mengakibatkan lahirnya spesialisasi pendidikan yang berlebihan sehingga pendidikan cenderung melunturkan esensinya sebagai wahana dalam pembentukan jati diri manusia. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk pada pembentukan diri manusia dalam arus globalisasi yang semakin cepat, prinsip dan konsep general education di sistem pendidikan menjadi suatu keharusan. Berdasarkan latarbelakang masalah tersebut, tujuan tulisan ini adalah untuk mendefinisikan general education secara generik. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis konsep dengan desain analisis generik untuk mengidentifikasi makna esensial dari general education. Hasil dari tulisan ini adalah kejelasan konsep dari general education yang berupaya memadukan antara pendidikan umum dan spesialisasi dengan pendekatan inter dan multi disiplin. Konsep-konsep dari general education memiliki visi misi yang sama dengan konsep merdeka belajar sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan sebagai penguatan kebijakan merdeka belajar.Kata Kunci: General Education, Revolusi Industri 4.0, Spesialisasi, Merdeka Belajar Abstract: Social life in the era of the industrial revolution 4.0 continues to experience changes that are increasingly fast, competitive, and increasingly complex. The speed of these changes resulted in the birth of excessive specialization of education so that education tends to fade its essence as a vehicle in the formation of human identity. To anticipate a worse impact on the formation of human beings in the increasingly rapid flow of globalization, the principles and concepts of general education in the education system are a must. Based on the background of the problem, the purpose of this paper is to define general education generically. This research method uses concept analysis method with generic analysis design to identify the essential meaning of general education. The result of this paper is the clarity of the concept of general education which seeks to combine general education and specialization with inter and multi-disciplinary approaches. The concepts of general education have the same vision and mission as the concept of independent learning so that the results of this study can be used as a reference as a strengthening of the independent learning policy.Keywords: General Education, Industrial Revolution 4.0, Specialization, Free Learning
Pola Interaksi Guru Dan Peserta Didik Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Aliyun Ula Walahum Yahzanun; Khofifatu Rohmah Adi; Agung Wiradimadja
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9634

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang pola interaksi guru dan peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 di SMPN 15 Malang. Implementasi pembelajaran jarak jauh mata pelajaran IPS dilakukan secara sinkronus dan asinkronus dengan beragam aplikasi penunjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di SMPN 15 Malang dan mendeskripsikan pola interaksi  beserta gambaran pelaksanaan interaksi edukatif saat pembelajaran jarak jauh di SMPN 15 Malang. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melalui beberapa teknik pengumpulan data diantaranya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan daring sinkronus dilaksanakan dengan cara tatap maya secara langsung menggunakan aplikasi gabungan Google Meet dan Zoom dengan pemberian tugas melalui aplikasi Quipper School.Penggunaan aplikasi Quipper School juga ditujukan untuk pelaksanaan daring asinkronus dengan kegiatan berupa pemberian tugas membaca dan mengerjakan soal secara terstruktur.Dalam proses pembelajaran jarak jauh ini tetap mengakomodir interaksi guru dengan peserta didik. Pola interaksi yang terjadi ada dua pola ialah interaksi satu arah dan dua arah antar guru dengan peserta didik. Pada pelaksanaannya ternyata ditemukan beberapa kelemahan interaksi dalam proses pembelajaran, diantaranya: tidak ada diskusi antar peserta didik selama belajar sinkronus karena keterbatasan aplikasi yang digunakan dan waktu pembelajaran terlalu singkat sehingga tidak memungkinkan aktifitas diskusi antar peserta didik. Kata Kunci: IPS, Pembelajaran Jarak Jauh, Pola Interaksi  Abstract: This article discusses the interaction patterns of teachers and students in distance learning during the Covid-19 pandemic at SMPN 15 Malang. The implementation of distance learning for social studies subjects is carried out synchronously and asynchronously with various supporting applications. The purpose of this study is to explain the implementation of distance learning at SMPN 15 Malang and describe the pattern of interaction along with a description of the implementation of educative interactions during distance learning at SMPN 15 Malang. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach, through several data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results showed that the synchronous online implementation was carried out in a virtual face-to-face manner using a combined application of Google Meet and Zoom by giving assignments through the Quipper School application. In this distance learning process, it still accommodates teacher-student interactions. There are two patterns of interaction, namely one-way and two-way interactions between teachers and students. In its implementation, it turned out that several interactions were found in the learning process, including: there was no discussion between students during synchronous learning because of the limitations of the application used and the learning time was too short so that it did not allow discussion activities between students.Keywords: Distance Learning, Interaction Pattern, Social Science
Kontribusi Kepemimpinan Dalam Menunjang Literasi Digital Bidang Pendidikan Di Daerah Junaidin Basri; Dindin Nurdin; Irma Indriyani; Arif Bakhtiar
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9834

Abstract

Abstrak: Penelitian ini di dasari oleh dua masalah pokok yakni berkembangnya teknologi literasi digital dan pemanfaatannya serta kontribusi kepemimpinan daerah dalam menyediakan komponen teknis dan non teknis dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan untuk mengungkapkan gambaran yang sesungguhnya tentang kontribusi kepemimpinan dalam mewujudkan literasi digital bidang pendidikan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; Pertama, Literasi Digital menjadi instrumen baru dalam memajukan masyarakat melalui pendidikan sebagai kunci dalam pembangunan indeks manusia. Kedua, Kepemimpinan daerah memiiki kewajiban untuk menyediakan fasilitas literasi digital baik aspek teknis maupun non teknis agar masyarakat pendidikan dapat menggunakan dengan murah, mudah, cepat, efektif, efisen dan berkelanjutan Ketiga, Kepemimpinan daerah diwajibkan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen untuk mendukung penyediaan dan pengembangan fasilitas teknis maupun non teknis pendidikan.Kata kunci: Kepemimpinan, Literasi, Digital, Pendidikan Abstract: This research is based on two main problems, namely the development of digital literacy technology and its use as well as the contribution of regional leadership in providing technical and non-technical components in the field of education. The method used to reveal the true picture of the contribution of leadership in realizing digital literacy in education is qualitative with a phenomenological approach. The results of the study concluded that; First, Digital Literacy is a new instrument in advancing society through education as the key in building the human index. Second, regional leadership has an obligation to provide digital literacy facilities, both technical and non-technical aspects so that the educational community can use it cheaply, easily, quickly, effectively, efficiently and sustainably. Third, regional leadership is required to allocate an education budget of 20 percent to support the provision and development technical and non-technical educational facilities.Keywords: Leadership, Literacy, Digital, Education
Peran LKP Topi Bambu Foundation Tanggerang dalam Melestarikan Budaya Menganyam Topi Bambu Melalui Pendidikan Kewirausahaan Rahayu Permana; Yeni Handayani; Nur Fajar Absor
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9930

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan mengenai peran LKP Topi Bambu Foundation Tangerang dalam melestarikan budaya menganyam topi bambu melalui pendidikan kewirausahaan, yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Tangerang yang menghasilkan suatu kerajinan bambu untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan datanya menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan dengan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa latar belakang lahirnya LKP Topi Bambu Foundation Tangerang adalah sebagai wadah untuk memberikan solusi bagi para perajin dalam melestarikan budaya menganyam topi bambu. Selain itu, dalam merealisasikan perannya dalam bidang wirausaha, LKP Topi Bambu Foundation Tangerang memberikan berbagai pendidikan kepada para perajin yang ada di Kabupaten Tangerang, mengenai kerajinan topi bambu. Hal ini dapat membantu para perajin untuk terus menganyam topi bambu berdasarkan permintaan pasar. Diharapkan LKP Topi Bambu Foundation Tangerang terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan membantu memasarkan kerajinan topi bambu secara kontinu agar dapat meningkatkan omzet pendapatan para perajin dalam wirausaha ini, sehingga topi bambu bisa lebih digandrungi oleh masyarakat luas.Kata Kunci: Topi Bambu, melstarikan budaya, pendidikan kewirausahaan Abstract: This study aims to explain the role of LKP Topi Bambu Foundation Tangerang in the culture of weaving bamboo hats through entrepreneurship education, which is an activity carried out by the people of Tangerang which produces a bamboo craft to increase people's economic income. The researcher used an qualitative approach with data collection techniques using purposive sampling techniques which were carried out with interview, observation, and documentation instruments. This research reveals that the background of the birth of LKP Topi Bambu Foundation Tangerang is as a forum to provide solutions for craftsmen in the culture of weaving bamboo hats. In addition, in utilizing it in the field of entrepreneurship, LKP Topi Bambu Foundation Tangerang provides various educations to craftsmen in Tangerang Regency regarding bamboo hat crafts. This can help the craftsmen to continue weaving bamboo hats based on market demand. Hopefully LKP Bambu Foundation Tangerang will continue to receive support from various parties, one of which is the Tangerang Regency Government by helping to develop bamboo handicrafts continuously in order to increase the income turnover of the craftsmen in this entrepreneurship, so that bamboo hats can be more loved by the wider community.Keywords: Bamboo Hat, preserving culture, entrepreneurship education
Konsep Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi Rijal Assidiq Mulyana; Aulia Solichah Iman Nurchotimah; Zaenal Mutaqin
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9933

Abstract

Entrepreneurship has become an important discourse in the economic development of the nation and state, many academic works that study entrepreneurship and its development in universities. This paper offers the concept of entrepreneurship education in universities which contains material substance and entrepreneurial competence, consists of 5 theme learning; 1. entrepreneurial potential of students. 2. Entrepreneurial character and attitude, 3. Leadership and communication, 4. Business management, 5. Marketing, these 5 subjects are arranged in sub-topics are set out in 14 learning sessions. The models and method teaching and learning that are; 1. Internships, 2. Cooperative learning, 3. Discussion methods, 4. Problem-based learning, 5. Project-based learning, 6. Contextual and teaching learning, 7. Discovery learning, 8. Simulation. This research was conducted with in-depth literature study with entrepreneurship education.
Aktualisasi Pembelajaran Real Learning Dalam Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan Andriyana Andriyana; Muhammad Idris
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9967

Abstract

Abstrak: Kualitas Pendidikan di suatu negara erat kaitannya dengan sistem kurikulum yang diterapkan, terutama mengenai metode pendidik dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan oleh pendidik sangat berpengaruh terhadap daya tangkap dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, khususnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang mempunyai tujuan utama menjadikan peserta didik sebagai warga negara yang yang baik dan cerdas. Tentunya untuk menjalankan tujuan tersebut sangatlah sulit apabila tidak diterapkannya metode yang tepat, karena Pendidikan Kewarganegaraan merupakan ilmu mengenai kecakapan hidup mendasar untuk seorang warga negara. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan pengambilan data melalui studi pustaka. Dari hasil pembahasan yang dikemukakan, beberapa aspek penting manajemen pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diperlukan dalam memperkuat implementasi kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di satuan Pendidikan yakni: (1) kemampuan dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik dalam perumusan tujuan, penentuan materi dan bahan ajar, model dan strategi pembelajaran, serta sistem penilaian. (2) kemampuan dalam mengorganisasi proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik pengorganisasian kelas, kegiatan pembelajaran, maupun sumber daya dan lingkungan bagi kepentingan belajar. (3) kemampuan mengaktualisasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga terjadi proses real learning oleh siswa dalam proses pembentukan nilai, sikap, dan perilaku. (4) kemampuan mengembangkan sistem evaluasi sebagai bagian dari proses untuk menilai sejauhmana telah terjadi perubahan dalam sikap dan perilaku siswa. Kata kunci: Aktualisasi Pembelajaran, Real Learning, Kurikulum PKn. Abstract: The quality of education in a country is closely related to the curriculum system that is applied, especially regarding the methods used by educators in the learning process. The method applied by educators greatly affects the comprehension and motivation of students in participating in learning, especially Civic Education learning which has the main goal of making students good and intelligent citizens. Of course, to carry out this goal is very difficult if the right method is not applied, because Citizenship Education is the science of basic life skills for a citizen. This study uses a qualitative research design with a descriptive method with data collection through literature study. From the results of the discussion presented, several important aspects of Civic Education learning management are needed in strengthening the implementation of the Citizenship Education curriculum in the Education unit, namely: (1) the ability to prepare Civic Education learning plans both in the formulation of objectives, determining teaching materials and subject, models and strategies learning, as well as the assessment system. (2) the ability to organize the learning process for Citizenship Education, both in organizing classes, learning activities, as well as resources and the environment for learning purposes. (3) the ability to actualize Citizenship Education learning so that a real learning process occurs by students in the process of forming values, attitudes, and behaviors. (4) the ability to develop an evaluation system as part of the process to assess the extent to which there has been a change in student attitudes and behavior.Keywords: Actualization of Learning, Real Learning, Civics Curriculum.
Pengaruh Kepribadian Dan Efikasi Diri Terhadap Intensi Berwirausaha Pada Masa Covid 19 Fernando Saragih
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10023

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berfokus pada rendahnya minat berwirausaha dalam diri mahasiswa serta faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis bagaimana kontribusi kepribadian (Personality) dan efikasi diri (self-efficacy) terhadap niat berwirausaha baik secara langsung maupun dengan niat variabel intervening. Penelitian ini didasarkan pada metode survey dengan pemberian kuisioner kepada 40 mahaiswa sebagai respondennya dimana analisis datanya menggunakan analisis regresi berganda, dan diolah dengan SPSS 21. Adapun hasil analisis ditemukan bahwa kepribadian (Personality) berpengaruh terhadap efikasi diri (self-efficacy) yaitu Y= - 9.855 + 0.418 X1. Penelitian ini juga menjelaskan pengaruh kepribadian (Personality) dan efikasi diri (self-efficacy) berpengaruh terhadap niat berwirausaha, dimana hasilnya menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan yakni Y = 2,589 + 0,070 X1+ 0,64 X2. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan pengaruh dari variabel intervening yakni efikasi diri dengan nilai 0,26752. Terakhir, penelitian ini juga menjelaskan uji f dan uji t dimana terdapat pengaruh yang yang positif signifikan.Kata kunci: Kepribadian, berwirausaha, covid 19. Abstrack: This research focuses on students' low interest in entrepreneurship and the factors that influence their development. This study analyzes how personality and self-efficacy affect entrepreneurial intentions, both directly and indirectly, through intervening variables. The method used is a survey method to distribute questionnaires to 40 respondents (students), data analysis using multiple regression analysis, and processed using SPSS 21. The analysis results found that personality affects self-efficacy, namely Y = - 9,855 + 0.418 X1. This study also explains the influence of personality and self-efficacy on entrepreneurial intentions, where the results show a positive and significant influence, namely Y = 2.589 + 0.070 X1 + 0.64 X2. In addition, this study also explains the influence of the intervening variable, namely self-efficacy, with a value of 0.26752. Finally, this study also explains the f-test and t-test with a significant positive effect.Keywords: Personality, entrepeneurship, covid 19.
Perilaku Bermedia Sosial Di Era Pandemi Covid 19 Theguh Saumantri
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10116

Abstract

Abstrak: Perilaku bermedia sosial pada masa bencana kesehatan ini menjadi berkembang. Mulai dari aspek konten media sosial, khususnya selama pandemi Covid-19 informasi dan misinformasi terus menyebar dengan mudah. Dalam penggunaan media sosial masyarakat lebih sering untuk mendapatkan informasi terkini. Meskipun banyak informasi faktual dan manfaat yang diperoleh, namun dari beberapa diantaranya tidak benar atau bahkan berbahaya. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan virtual etnografi.  Etnografi virtual bertujuan suatu keadaan fenomena dalam hal ini perilaku bermedia sosial selama masa pandemi Covid-19. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perilaku bermedia sosial sebagai upaya pencarian informasi dalam menghadapi bahaya pandemi Covid-19 merupakan perilaku adaptif sekaligus menjadi perilaku panik bagi semua orang di dunia. Kebiasaan yang dilakukan ini sejatinya memang diperluas oleh media sosial.Kata kunci: Perilaku, Media Sosial, Pandemi Covid-19. Abstract: Social media behavior during this health disaster was growing. From the aspect of social media content, especially during the Covid-19 pandemic, information and misinformation continued to spread easily. People use social media more often to get the latest information. Although there was a lot of factual information and benefits, some were not true or even dangerous. This research design was qualitative with a virtual ethnographic approach. Virtual ethnography was aimed at a state of phenomena, in this case, the behavior of social media during the Covid-19 pandemic. Based on the research results, it was concluded that social media behavior to find information in dealing with the dangers of the Covid-19 pandemic became adaptive and panic behavior for everyone in the world. Social media have expanded this practice.Keywords: Behavior, Social Media, Covid-19 Pandemic.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Multikulturalisme Dan Revolusi Indutri 4.0 Di Iain Syekh Nurjati Cirebon Nasehudin Nasehudin; Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10141

Abstract

AbstrakAbstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kultur mahasiswa terdaftar S1 Fakultas.. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon yang tidak begitu beragam karena dalam satu budaya dan agama yang sama, namun hidup di tengah negara Indonesia yang multikultural. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang pesat sebagai hasil dari revulusi industri 4.0 memaksa mahasiswa untuk selalu siap. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) mengetahui persepsi mahasiswa terhadap Multikulturalisme di  IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2) mengetahui  persepsi dalam menghadapi Revolusi Indutri 4.0 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada mahasiswa terdaftar S1 Fakultas.. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Penentuan populasi dan sampel dilakukan dengan terbuka yakni mahasiwa angkatan 2O20/2021 diberikan angket dalam bentuk google form dan yang mengisi angket sebanyak 98, sehingga jumlah respondennya sebanyak 98 orang mahasiswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap Multikulturalisme di IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki pandangan yang beragam namun sebagian besar sudah sangat terbuka akan pentingnya multikulturalisme dengan mencapai 85% setuju. Walaupun mereka dalam satu lingkungan budaya dan agama yang sama namun  pemikirannya sudah sangat luas. Sementara itu, bahwa persepsi dalam menghadapi Revolusi Indutri 4.0 sebesar 78.33%, artinya bahwa dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi mahasiswa IAIN Cirebon sudah siap dan menyambut baik, walau sekali lagi mereka hidup dan berada pada satu daerah dengan budaya yang belum begitu beragam serta lingkungan Perguruan Tinggi di bawah Kementrian Agama RI.Kata Kunci : Persepsi, Multikulturalisme dan Revolusi Industri 4.0.Abstract: This research is motivated by the culture of students enrolled in the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FITK) State Islamic Institute (IAIN) Sheikh Nurjati Cirebon who are not very diverse because they are in the same culture and religion, but live in the middle of a multicultural Indonesian country. In addition, the rapid development of information technology as a result of the industrial revolution 4.0 forces students to always be ready. From this background, the objectives of this study are: 1) to determine student perceptions of multiculturalism at IAIN Sheikh Nurjati Cirebon, 2) to determine perceptions in dealing with the Industrial Revolution 4.0 at IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. The method used in this research is a survey method on registered students of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FITK) Syekh Nurjati State Islamic Institute (IAIN) Cirebon. The determination of the population and sample was carried out openly, namely students of the class of 2021 were given a questionnaire in the form of a google form and who filled out the questionnaire were 98, so that the number of respondents was 98 students. The results of the study concluded that students' perceptions of multiculturalism at IAIN Syekh Nurjati Cirebon had diverse views, but most of them were very open about the importance of multiculturalism by reaching 85% agree. Even though they are in the same cultural and religious environment, their thoughts are very broad. Meanwhile, the perception of facing the Industrial Revolution 4.0 was 78.33%, meaning that in dealing with advances in information technology, IAIN Cirebon students were ready and welcoming, even though once again they lived and were in an area with a less diverse culture and higher education environment. under the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia.Keywords : Perception, Multiculturalism, Revolution Industry 4.0 

Page 1 of 2 | Total Record : 12