cover
Contact Name
Khomarudin, M.Pd
Contact Email
khomarudin@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285603361404
Journal Mail Official
edueksos@gmail.com
Editorial Address
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : 10.24235
Core Subject :
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is open access and peer-reviewed journal, investigating and discussing the dynamics of teaching and learning of social education and social-economic problems occuring in the society context of the primary, senior, and higher education level.In addition, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education E learning in social and economics studies Religious studies perspective on the social and ecomoics subject
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PERAN GURU ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DALAM MEMBANGUN KARAKTER DEMOKRATIS PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMP NEGERI 1 GEMPOL KABUPATEN CIREBON Tantri Rahmawati; Suniti Hj
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3159

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter demokratis peserta didik,  mengetahui usaha guru IPS untuk mengatasi kendala dalam membangun karakter demokratis peserta didik dan mengetahui peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis kelas IX di SMP N 1 Gempol Kabupaten Cirebon. Pembangunan karakter peserta didik merupakan tanggung jawab semua guru, terutama profesionalisme guru IPS sangat penting dalam menerapkan pendidikan karakter baik di dalam kelas maupun di luar kelas sehingga peserta didik memiliki karakter demokratis dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbentuk deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini mendeskripsikan tentang peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis peserta didik kelas IX di SMP N 1 Gempol Kabupaten Cirebon. Responden dalam penelitian ini  adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru IPS dan peseerta didik kelas IX. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap karakter demokratis adalah sebagai sistem pemerintahan. Karakter demokratis peserta didik dapat terlihat pada saat pembelajaran di kelas, pemilihan ketua OSIS dan dalam pergaulan dengan teman sebaya. Usaha guru dalam mengatasi kendala tersebut dengan memberikan bimbingan kepada peserta didik serta konsisten menerapkan peraturan sekolah. Peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis peserta didik adalah guru sebagai teladan, pendidik, pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar, mediator dan fasilitator, administrator, serta evaluator. Kesimpulan, guru IPS telah optimal dalam melaksanakan perannya sebagai seorang guru dalam membangun karakter demokratis peserta didik. Kata Kunci: Peran, guru IPS, demokratis
PERAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUN SOSIALDALAM MEMBENTUK KARAKTER PLURALIS SISWA DI MTs N 11 CIREBON lani rofiqoh; Aris Suherman
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3160

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran pendidikan IPS, karakter pluralis siswa dengan adanya pendidikan IPS, dan Faktor yang mendukung dan menghambat dalam membentuk karakter pluralis siswa di MTs N 11 Cirebon. Sebagai kerangka pemikir, Peran Pendidikan IPS merupakan pengupayaan pembentukan karakter pluralis siswa dalam dunia pendidikan sehingga menghasilkan keberhasilan dalam belajar dan mempunyai rasa toleransi atau, saling menghargai, saling percaya, dan gotong royong. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi patsisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi dan triangulai.Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data teoritik dan data empirik, sumber data teoritik diambil dari referensi buku-buku dan referensi lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi yang dilakukan peneliti. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 1) proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs N 11 Cirebon sudah maksimal, terbukti dengan proses perencanaa, pelaksanaa, dan tindak lanjut yang baik dilakukakn oleh guru mata pelajaran IPS kepada siswa-siswinya. 2) karakter pluralis siswa sudah mulai ditanamkan melalui proses pendidikan IPS Fakta-fakta yang menjadi upaya penanaman nilai pluralis pada siswa yaitu menghargai pendapat orang lain, toleransi, kebebasan yang  bertanggung  jawab. Sehingga mampu  menghasilkan siswa yang kreatif, inovatif, berguna bagi nusa dan bangsa, memiliki masa depan yang cerah dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.  Kata Kunci: Peran Pendidikan IPS, Karakter Pluralis
PERANAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUN SOSIALDALAM UPAYA MENCEGAH PERILAKU BULLYING SISWA (Studi Kasus di MTs Negeri 1 Kota Cirebon) nur alifah; cecep sumarna
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3161

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di MTs Negeri 1 Kota Cirebon bertempat di Jalan Pilang Raya Nomor 38 Kota Cirebon diidentifikasi terdapat masalah yakni siswa-siswi di kelas VIII tersebut terindikasi sering melakukan salah satu gejala penyimpangan sosial yaitu bullying, karena peran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial belum secara optimal membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran pendidikan IPS, fenomena perilaku bullying siswa di kelas, Faktor penyebab dari perilaku bullying siswa, dan Peranan dari pendidikan IPS dalam mencegah perilaku bullying siswa. Kerangka pikir dalam penelitian ini adalah perilaku bullying siswa yang terjadi saat pembelajaran IPS merupakan salah satu indikasi bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan IPS belum terlaksana dengan sempurna. Sehingga perlu dikaji lebih lanjut bagaimana proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs Negeri 1 Kota Cirebon yang mampu mencegah perilaku bullying siswa, supaya dapat menghasilkan karakter siswa yang berbudi baik seperti Menghargai perbedaan yang ada; Dapat bekerjasama dengan semua siswa; dan Memiliki  sikap yang bertanggung jawab, peduli, dan empati.Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi patsisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi.Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data teoritik dan data empirik, sumber data teoritik diambil dari referensi buku-buku dan referensi lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi yang dilakukan peneliti. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs Negeri 1 Kota Cirebon sudah maksimal, terbukti dengan proses perencanaa, pelaksanaan, dan tindak lanjut yang baik dilakukan oleh guru mata pelajaran IPS kepada siswa-siswinya; Perilaku bullying yang terjadi saat pembelajaran adalah bullying verbal; Faktor penyebab terjadinya bullying berasal dari faktor internal dan eksternal; Peranan nilai-nilai pendidikan IPS dalam mencegah perilaku bullying masih kurang terlaksana karena makna nilai-nilai pendidikan IPS dalam setiap sub bab materi belum dipahami oleh siswa. Kata Kunci: Pendidikan, IPS, Bullying
PENERAPAN MODEL KLARIFIKASI NILAI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TENTANG KONFLIK SOSIAL PADA PEMBELAJARAN IPS DI MTsN 2 CIREBON devi slamet; ratna puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3162

Abstract

ABSTRAK Model klarifikasi nilai adalah pendekatan pendidikan nilai yang membuat peserta didik dilatih untuk menemukan, memilih, menganalisis, memutuskan, mengambil sikap   sendiri   nilai-nilai   hidup   yang   ingin   diperjuangkan.   Namun   dalam pengamatan peneliti menemukan penerapan model yang ada di sekolah hanya model konvensional yang kurang penanaman nilai, sehingga siswa kurang memiliki  keterampilan  pengambilan  keputusan.  Tujuan  umum  penelitian  ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan tentang konflik pada  mata  pelajaran  IPS  l  kelas  VIII  H pada  pembelajaran  IPS  di  MTsN  2Cirebon.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII H di MTsN 2 Cirebon.  Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, wawancara dan dokumentasi dan analisis datanya menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif.Hasil penerapan model klarifikasi nilai dilihat dari aktivitas guru pada siklus 1 72%, siklus 2 84%, siklus 3 90%. Keterampilan pengambilan keputusan tentang konflik sosial dilihat dari aktivitas siswa pada siklus 1 55%, siklus 2 74%, dan siklus 3 80%. Peningkatan tes keterampilan pengambilan keputusan tentang konflik rata-rata kelas pada pra siklus 67 menjadi 73 pada siklus 1 ke siklus 2 77 kemudian siklus 3 81. Ketuntasan pada pra siklus 20% kategori kurang terampil ke siklus I menjadi 45% kategori cukup terampil, kemudian dari siklus II 75% kategori terampil ke siklus III menjadi 87,5% kategori sangat terampil. Simpulan model klarifikasi nilai meningkatkan keterampilan pengambilan keputusn tentang konflik sosial pada pelajaran IPS. Kata Kunci: Model Klarifikasi Nilai, Keterampilan Pengambilan Keputusan, Konflik Sosial
IMPLEMENTASI KONSEP RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU SOSIAL SANTRI DI DESA PANGURAGAN KECAMATAN PANGURAGAN KABUPATEN CIREBON Studi Kasus (Pondok Pesantrn Al-Mansyuriah) agung wahyudi; ahmad fauzi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i2.3163

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini  berangkat dari studi awal pondok Pesantren Al-Mansyuriah di Desa Panguragan Kecamatan Panguragan kabupaten Cirebon, Bahwa pondok pesantren yang santrinya kurang adanya interaksi sosial dengan masyarakat sekitar, sehingga santri itu kurang mengetahui dunia luar pesantren. Merekahanya interkasi dengan teman satu kamar pesantrenya saja, mereka bisa di anggap apatis terhadap lingkungan   masyarakat contohnya dalam acara maulid Nabiyang diselengarakan di masjid-masjid mereka kurang berpartisipasi, dalam acara tahlilan mereka juga tidak terlalu andil di dalamnya.          Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui konsep kematangan beragama santri Pondok Pesantren Al-Mansyuriah di desa Panguragan Kec.Panguragan Kab.Cirebon.(2) Untuk mengetahui perilaku sosial santri Pondok Pesantren Al-Mansyuriah di desa Panguragan Kec.Panguragan Kab.Cirebon. (3) Untukmengetahuiimplentasikonsep religiusitas dengan perilaku sosial santrisantri Pondok Pesantren Al-Mansyuriah di desa Panguragan Kec.Panguragan Kab.Cirebon.Untuk menjawab pertanyaan yang ada, peneliti menggunakanpendekatan kualitatif subjek yang digunakan adalah para santri pondokpesantren Al-Mansyuriah, data diambil melalui Wawancara, Dokumentasi dan Observasi.Hasil pengamatan daripenelitian ini adalahkonsep kematanganberagama/religiusitas pada pondok pesantren Al-Mansyuriah terlihatcukup baik sebagaimana perilaku mereka dan keta’atan beragamanya. Para santri memiliki dan menjaga hubungan yang sangat baik dengan Allah SWT, mereka belajar dengan sangat tekun tentang ilmu agama di pondok pesantrenya, selalu mematuhi anjuran-anjuran dari pemimpin pondok untuk meningkatkan kualitas ibadahnya, sedangkan hubunganya dengan manusia disekitar pondok pesantren terbilang cukup baik, para santri terkadang membantu masyarakat sekitar jika ada masyarakat yang mengalami musibah.                                                                                                .Kata Kunci: Konsep Religiusitas, Peranan Pondok Pesantren dan Implementasi Sosial Santri.
PERAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN DAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA SMP DI WILAYAH PESISIR MUNDU KABUPATEN CIREBON indri wardiani; H.D Suryatman
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i2.3165

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi karena minimnya pendidikan orangtua dan masyarakat dalam mendidik anak serta orangtua yang kurang memberi perhatian kepada  anaknya  dikarenakan  sibuk  bekerja  dan  kurang  menanamkan  aqidah akhlak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lingkungan keluarga dalam membentuk kepribadian dan perilaku sosial anak usia SMP di wilayah pesisir Mundu Kabupaten Cirebon, dan untuk mengetahui lingkungan masyarakat dalam membentuk kepribadian dan perilaku sosial anak usia SMP di wilayah pesisir Mundu Kabupaten Cirebon serta untuk mengetahui peran lingkungan keluarga dan masyarakat dalam membentuk kepribadian dan perilaku sosial anak usia  SMP  di  wilayah  pesisir  Mundu  Kabupaten  Cirebon.Peran  lingkungan keluarga dan masyarakat sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku sosial anak karena keluarga merupakan lingkungan pertama anak dalam memperoleh pendidikan dan lingkungan masyarakat dimana anak tersebut bersosialisasi dengan teman sebaya, tetangga serta masyarakat lainnya sehingga peran lingkungan keluarga dan masyarakat sangat berperan dalam membentuk kepribadian dan perilaku sosial anak sehingga dapat menghasilkan kepribadian dan perilaku sosial anak yang baik.Penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologi dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini  berupa  data  teoritik  dan  data  empirik.  Teknik analisis  data  melalui  tahap reduksi  data,  penyajian  data,  dan  penarikan  kesimpulan.Hasil  Penelitian  : (1) Lingkungan keluarga di Desa Mundupesisir adalah kurang adanya komunikasi antara anak dan orangtua. Di lingkungan keluarga tersebut terlihat bahwa orangtua menggunakan pola asuh situasional yaitu keluarga tidak menetapkan salah satu tipe saja dalam mendidik anak.(2) Lingkungan masyarakat di Desa Mundupesisir selalu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan memberikan pengaruh yang baik terhadap anak serta memiliki rasa solidaritas yang tinggi saling tolong menolong. (3) Peran lingkungan keluarga dan masyarakat sudah lebih baik dari sebelumnya, ditunjukan dengan adanya sosialisasi terhadap anak. Orangtua memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap anaknya serta masyarakat yang ikut serta dalam mengajak anak untuk mengikuti organisasi kegiatan yang positif. Kata   Kunci:   Lingkungan   Keluarga,Masyarakat,   Kepribadian,   PerilakuSosial Anak.
POLA ASUH SINGLE PARENTDALAM UPAYA MEMBINA PERILAKU SOSIAL REMAJA DI DESA JATISEENG KECAMATAN CILEDUG KABUPATEN CIREBON silvi sintia; ratna puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i2.3166

Abstract

ABSTRAKPengasuhan yang dilakukan oleh single parent merupakan satu fenomena di zaman kontemporer saat ini. Pola pengasuhan yang diterapkan single parent acapkali membutuhkan konsep tersendiri untuk mendidikdan mengasuh anak-anaknya. Langkah ini tentu berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lain. Kurangnya intensitas pengasuhan anak akibat terjadinya single parent menjadikan perhatian orang tua berkurang dan teralihkan. Dampak dari ketidakperhatian orang tua memberi peluang bagi anak untuk membentuk perilaku di luar nila-nilai yang diajarkan oleh orang tua. Latar belakang permasalah ini yaitufenomena remajayang ditinggal pergi oleh orang tuanya karena meninggal. remaja tersebut meresponnya dengan sikap dan berperilaku yang kurang wajar dan bahkan amoral, seperti membolos sekolah, merokok, dan tawuran. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data pola asuh single parent dalam upaya membina perilaku sosial remaja, bagaimana perilaku sosial remaja dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat perilaku sosial remaja yang dilakukan oleh ibu single parent. Data pola pengasuhan yang diperoleh yakni, pola pengasuhan demokratis dan pola pengasuhan otoriter. Data perilaku sosial remaja terbagi menjadi dua bentuk yakni, remaja yang mampu menyesuaikan diri dan remaja yang belum mampu menyesuaikan diri. Faktor pendukung yakni, Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan faktor penghambat diantaranya dari segi ekonomi, pengasuhan, dan pendidikan. Kata kunci: pola asuh, single parent, perilaku sosial remaja
PERAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH PADA PROGRAM MAPAG SURYA TERHADAP MINAT MEMBACA DAN MOTIFASI BELAJAR IPS SISWA (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Dukupuntang) rukh oyah; Drs Mahdi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i2.3167

Abstract

ABSTRAK Rendahnya minat membaca dan motivasi belajar IPS siswa di  SMP Negeri 1Dukupuntang merupakan suatu problem bahwa kualitas literasinya masih rendah. Berdasarkan hal tersebut, SMP Negeri 1 Dukupuntang menjadi sekolah pelaksana Gerakan Literasi Sekolah di Kabupaten Cirebon yang diaplikasikan pada Program Mapag  Surya  dengan  harapan  mampu berperan  penting dalam menumbuhkan minat membaca dan motivasi belajar IPS siswa. Sehingga siswa siswa -siswi SMP Negeri 1 Dukupuntang menjadi warga sekolah yang literat dan pembelajar sepanjang   hayat.   Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mendapatkan   deskripsi pelaksanaan Gerakan  Literasi Sekoah  pada Program Mapag Surya, dan peran Gerakan Literasi Sekolah pada program Mapag Surya terhadap minat membaca dan motivasi belajar IPS siswa di SMP Negeri 1 Dukupuntang, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 1 Dukupuntang. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dan teknik   pengumpulan   data   dalam   penelitian   ini   menggunakan   observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini  berupa  data  teoritik  dan  data  empirik,  sumber  data  teoritik  diambil  dari referensi buku-buku dan referensi lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi yang dilakukan peneliti. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian  data,  dan  verifikasi  data.  Hasil  Penelitian  menunjukan  bahwa  1) Gerakan Literasi Sekolah pada Program Mapag Surya berjalan secara continue, namun belum maksimal 2) keadaan minat membaca dan motivasi belajar IPS sebelum diterapkannya Gerakan Literasi Sekolah di nilai masih rendah 3) Gerakan Literasi Sekolah cukup berperan terhadap minat membaca dan motivasi belajar IPS siswa terbukti dengan adanya peningkatan, namun belum signifikan karena masih ada beberapa faktor penghambat kegiatan.   Kata Kunci: Literasi, Minat, Motivasi.
PERAN DINAS SOSIAL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PEMBINAAN ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH DUKUH SEMAR KOTA CIREBON Siti Naelu Saadah; Asep Mulyana
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i2.3168

Abstract

ABSTRAKDinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak melakukan pembinaan untuk memajukan generasi bangsa salah satunya  pembinaan anak jalanan di Rumah singgah Dukuh semar Kota Cirebon, akan tetapi menurut pengetahuan dan tanggapan dari penulis, implementasi dari program pembinaan anak jalanan di Dukuh semar kurang berjalan maksimal sehingga sangat dikhawatirkan anak jalanan bertingkah diluar kendali mereka karna anak jalanan sangat rentan dalam permasalahan sosial seperti terkena obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, atupun melakukan tindakan kriminal. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui program, proses dan peran pembinaan anak jalanan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Rumah singgah Dukuh semar Kota Cirebon. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif menggunakan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penilitian ini yaitu programnya sangat bagus untuk memajukan generasi anak dan bangsa, proses dari implementasi program tersebut masih kurang berjalan secara maksimal karena Dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tidak rutin setiap minggu dalam  pembinaan anak jalanan di Rumah singgah Dukuh semar Kota Cirebon, sehingga secara keseluruhan peran Dinas sosial dalam pembinaan anak jalanan di Dukuh semar masih kurang maksimal.            Kata Kunci: Peran, Pembinaan, Anak Jalanan.
AKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL PADA TRADISI BONGKAR BUMI DI DESA CUPANG KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN CIREBON endah maryamah; etty ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i2.3169

Abstract

ABSTRAKDi dalam keberagamaan masyarakat muslim tidak bisa lepas dari tradisi lokal yang hidup dan berkembang sesuai dengan keadaan masyarakat setempat, dimana mereka hidup, berkomunikasi dan beradaptasi sesuai dengan lingkungan yang ada. Proses penyebaran agama Islam yang ada di Nusantara  tidak pernah terlepas dari proses akulturasi budaya, Seperi tradisi Bongkar Bumi yang berakulturasi dengan kebudayaan Islam yang sampai sekarang masih tetap eksis dilaksanakan dan sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi masyarakat Cupang pada setiap tahunnya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana acara budaya lokal tradisi bongkar bumi di desa Cupang, apa bentuk dan wujud akulturasi Islam yang terdapat pada tradisi bongkar bumi di desa Cupang, dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap budaya lokal tradisi bongkar bumi di desa Cupang.Sebagai kerangka pemikir akulturasi budaya Islam digunakan pendekatan antropologi yang merupakan salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktek yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Wujud praktek keagamaan yang dimaksudkan di sini adalah tentang tradisi-tradisi atau upacara-upacara yang dijalankan oleh masyarakat muslim di desa Cupang pada upacara Bongkar Bumi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori akulturasi.Penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi secara menyeluruh, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi mengenai masalah yang diteliti.Hasil penelitian menujukan bahwa dalam tradisi bongkar bumi menunjukan adanya bentuk akulturasi budaya Islam yang terdapat pada rangkaian upacara tradisi bongkar bumi tersebut dimana dalam rangkaian upacara bongkar bumi tersebut terdapat perpaduan antara budaya Hindu dan budaya Islam. Seperti yang dapat dilihat dari bentuk do’a yang dikolaborasikan dengan kalimat- kalimat jawa dan dipadukan dengan kalimat-kalimat do’a yang bernuansa Islami, Kemudian hiburan yang ada dalam tradisi bongkar bumi adalah wayang kulit, yang merupakan salah satu bentuk akulturasi antara buday Hindu-Budha dengan Islam. Kata Kunci: Akulturasi, Islam, Budaya Lokal

Page 10 of 29 | Total Record : 281