cover
Contact Name
Khomarudin, M.Pd
Contact Email
khomarudin@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285603361404
Journal Mail Official
edueksos@gmail.com
Editorial Address
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : 10.24235
Core Subject :
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is open access and peer-reviewed journal, investigating and discussing the dynamics of teaching and learning of social education and social-economic problems occuring in the society context of the primary, senior, and higher education level.In addition, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education E learning in social and economics studies Religious studies perspective on the social and ecomoics subject
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
UPAYA GURU DALAM MENYIKAPI PERGESERAN PERILAKU SISWA DALAM PERSPEKTIF NILAI-NILAI BUDAYA BANGSA DI SMP NEGERI 18 KOTA CIREBON selvia via; yetty nurizzati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3170

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini di latar belakangi karena Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan, Indonesia juga telah dikenal luas di mata dunia dengan budaya yang menjunjung tinggi keramahan, dan sopan santun. Nilai-nilai budaya dan karakteristik masyarakat Indonesia yang sangat kental dengan perilakunya yang santun, menjunjung tinggi gotong- royong, saling menghormati, dan menghargai orang lain terlebih dengan orang yang lebih tua. Namun, seiring berjalannya pengaruh globalisasi dan modernisasi bergeser pula perilaku dalam nilai- nilai budaya kebangsaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita yaitu berupa perilaku dan berbahasa santun pada orang lain terlebih pada orang yang lebih tua. Hal ini dapat terlihat dari siswa yang melawan terhadap bapak dan ibu guru, melanggar peraturan sekolah dan berbahasa yang tidak sopan. Contoh melotot pada saat diberikan perintah dan  berbahasa yang tidak sopan terhadap bapak dan ibu guru. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dalam etnografi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa SMP Negeri 18 Kota Cirebon. Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat pergeseran perilaku siswa dalam perspektif nilai-nilai budaya bangsa di SMP Negeri 18 Kota Cirebon. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran perilaku siswa yaitu faktor keluarga, faktor minim pendidikan orang tua, dan faktor perkembangan teknologi atau media massa. Dalam menyikapi pergeseran perilaku siswa di SMP 18 Kota Cirebon guru melakukan mengawasan, kerjasama dengan orang tua, hukuman/sanksi dan pembinaan mental melalui program-program yang religius. Dari hasil penelitian ini diharapkan para siswa menyadari pentingnya nilai-nilai budaya bangsa dan mengaplikasikanya sehingga diharapkan siswa memiliki perilaku yang lebih baik.   Kata kuci : Perilaku, Bahasa, Budaya Bangsa
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGANTISIPASITINDAKKRIMINALITAS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN)1 SINDANG INDRAMAYU ahmad abdali; aris suherman
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i2.3171

Abstract

ABSTRAK Masalah kenakalan remaja, khususnya remaja usia sekolah atau remaja yang masih duduk dibangku sekolah mulai memasuki tingkat menghawatirkan karena sudah masuk ranah kriminalitas. Masalah ini bukan hanya tanggung jawab orang tua dan masyarakat saja tetapi juga tanggung jawab guru dan sekolah untuk mengatasi masalah tersebut, karena sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang diangap paling bertanggung jawab terhadap hasil pendidikan karakter seorang siswa. Oleh karena itu perlu adanya perhatian dan upaya sekolah untuk menanggulangi masalah tindak kriminalitas siswa secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang bagaimana peran pendidikan karakter dalam mengatasi tindak kriminalitas, serta peran pendidikan karakter dalam membentuk perilaku social siswa yang disiplin dan baik di SMKN I Sindang Indramayu.Dalam proses pendidikan harus bisa memahami fungsi sebuah tanggung jawab yang mesti dijalani dan tidak bisa ditinggalkan untuk orientasi memberikan bimbingan yang maksimal kepada peserta didik serta sesuai dengan makna pendidikan itu sendiri mencerdaskan anak bangsa juga memiliki sebuah etika dan akhlak yang baik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif, sedangkan dalam pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi mengenai masalah yang diteliti. Sedangkan menganalisis data yang digunakan adalah data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing / verification (penarikan kesimpulan).Berdasarkan analisis untuk penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, peran pendidikan karakter dalam mengantisipasi tindak kriminalitas siswa sangat relevan, disebabkan melalui kegiatan proses pendampingan dalam pembelajaran secara etika dan akhlak yang disempurnakan lebih baik. Menanamkan nilai-nilai perilaku sosial dilakukan melalui beberapa unsur pendidikan yang meliputi adanya tahap perencanaan, pelaksanaan, keteladanan, dan kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Sindang Indramayu dengan melalui kegiatan yang rutin, kegiatan yang spontan, dan kegiatan yang terprogram. Hal tersebut bisa dilihat dari sebuah aktifitas keseharian di lingkungan sekolah bertahap memiliki etika dan akhlak yang baik. Kata Kunci : Peran Pendidikan Karakter, Sikap Sosial
KAJIAN GENDER DALAM PENDIDIKAN IPS: STUDI KASUS TENTANG PERAN WOMAN CRISIS CENTRE (WCC) MAWAR BALQIS TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PADA PELAJAR PEREMPUAN DI KABUPATEN CIREBON Rizki Amalia; Yayat Suryatna
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 8 No. 1 (2019): Pedagogik dan Kajian Gender
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v8i1.3181

Abstract

AbstrakDewasa ini banyaknya  ketidakadilan gender yang dialami oleh banyak  perempuan.  Gender merupakan konstruksi yang diberikan masyarakat kepada jenis  kelamin laki-laki dan perempuan.  kekerasan seksual saat ini marak terjadi pada pelajar perempuan yang merupakan penerus bangsa dan harapan bagi bangsa. Bahkan pelakunya merupakan orang-orang terdekat korban. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian study kasus tentang  Woman Crisis Centre (WCC) Mawar Balqis  dalam pendampingan korban kekerasan seksual terhadap pelajar perempuan.  Gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara  laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku, semantara itu dalam khazanah ilmu sosial, istilah gender  diperkenalkan umtuk mengacu pada perbedaan-perbedaan antara laki-laki dan perempuan tanpa konotasi yang bersifat biologis.  Sedangkan  kekerasan seksual yang didalamnya termasuk perkosaan adalah tindakan  pseudo-sexual, dalam arti merupakan perilaku seksual yang tidak selalu dimotivasi dorongan seksual sebagai motivasi primer, melainkan berhubungan dengan penguasaan dan dominasi, agresi dan perendahan pada satu pihak (korban) oleh pihak lainnya (pelaku).  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang sering terjadi, serta peran WCC Mawar Balqis dalam pendampingan korban kekerasan seksual terhadap pelajar Perempuan di Kabupaten Cirebon. Selain itu penelitian ini menjelaskan layanan-layanan yang diberikan oleh WCC Mawar Balqis baik pendampingan advokasi maupun pendampingan psikologi. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pemikiran baik tentang gender maupun tentang kekerasan seksual. selain itu penelitian ini juga menjelaskan pentingnya pembahasan gender dalam pendidikan IPS, agar  tidak adanya ketidakadilan gender yang terjadi dalam pendidikan IPS, serta penelitian ini menjelaskan tentang perkembangan sosial psikologi pada pelajar perempuan. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan penelitian kualitatif. Cara pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan cara mewawancarai narasuber-narasumber yang berkaitan dengan penelitian, seperti aktifis gender, staff Mawar Balqis serta psikolog, selain itu pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan penulis dengan pendamping serta analisis dokumen yang berbentuk data kasus yang ditangani oleh WCC Mawar Balqis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dengan langkah setelah data terkumpul baik melalui wawancara, dokumen-dokumen serta pelacakan internet, maka data tersebut kemudian dianalisis dan dijelaskan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan berupa pendampingan advokasi maupun psikologi terhadap korban kekerasan seksual  pada pelajar perempuan yang dilakukan oleh WCC Mawar Balqis sangatla            h diperlukan. Karena pendampingan bertujuan untuk memberikan harapan dan mengembalikan kehidupan sosial secara normal serta bebas dari trauma yang dialami Korban agar cita-cita dan harapan pelajar perempuan dapat diraih dan dicapai kembali layaknya orang dengan kehidupan normal   Kata Kunci : Gender, Pendidikan IPS,  Pelajar Perempuan, kekerasan seksual,
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TARI BAMBU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VII-SHOFA MTS MAFATIHUL HUDA DEPOK CIREBON fanji rosyid; Euis Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2018): Evaluasi Pembelajaran
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i1.3220

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran IPS di MTs Mafatihul Huda Depok Cirebon masih kurang adanya media dan fasilitas pembelajaran untuk menunjang guru dalam memberikan materi, sehingga strategi dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru IPS masih mengunakan media konvensional yaitu berorientasi pada materi dan buku paket saja, sehingga aktivitas belajar siswa rendah dan menyebabkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran, malas untuk mencari pengetahuan sendiri, siswa cenderung pasif, kurang disiplin, dan lebih banyak mengobrol dengan siswa lainya di saat proses KBM. Akibatnya, output proses pembelajaran IPS rata-rata nilainya dibawah standar KKM yang telah ditetapkan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SHOFA MTs Mafatihul Huda Depok Cirebon dengan menggunakan model pembelajaran tari bambu.Upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran tari bambu, karena pembelajaran tari bambu  merupakan pengembangan dan modifikasi dari teknik lingkaran kecil lingkaran besar. Sehingga strategi ini cocok untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman dan informasi antar siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Aktivitas guru pada setiap siklus mengalami peningkatan, pra siklus diperoleh jumlah 47 dengan prosentase 58%, siklus I diperoleh jumlah 52 prosentase 65%, siklus II diperoleh jumlah 60 prosentase 75%, dan siklus III diperoleh jumlah 70 prosentase 87,5%. Aktivitas siswa pada setiap siklus mengalami peningkatan, pra siklus 45 prosentase 56%, siklus I diperoleh jumlah 52 prosentase 65%, siklus II diperoleh jumlah 61 prosentase 76%, dan siklus III diperoleh jumlah 72 prosentase 90%. Hasil belajar siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran tari bambu diperoleh nilai rata-rata 73.3 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 39.4%. Siklus I diperoleh nilai rata-rata 78.6 dengan persentase ketuntasan klasikal 52.6%. Siklus II diperoleh nilai rata-rata 82.6 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 73.6%. Siklus III diperoleh nilai rata-rata 87.6 dengan persentase ketuntasan  klasikal sebesar 92.1%.Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tari bambu dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: Pembelajaran Tari Bambu, Hasil Belajar Siswa, IPS.
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA DI MAN 2 KUNINGAN khodijah siti; Yeti Nurizzati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2018): Perilaku Sosial
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i2.3370

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di MAN 2 Kuningan yang terletak di Jl. Siliwangi Desa Ciawigebang Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan yang diindentifikasi merupakan masalah diantaranya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi khususnya handphone smartphone di kalangan siswa kelas XII IPS yang dipergunakan tidak menyesuaikan tempat dan waktu penggunaanya. Penggunaan handphone di lingkungan sekolah berimbas kepada perubahan perilaku sosial siswa kepada guru maupun siswa lainnya.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi siswa kelas XII IPS, mendeskripsikan perilaku sosial siswa terhadap guru, siswa dengan siswa di lingkungan sekolah, dan menganalisis dampak dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi khususnya handphone smartphone terhadap perilaku sosial siswa di MAN 2 Kuningan.Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi khususnya handphone smartphone di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh para siswa tanpa sepengetahuan para guru diperlukan adanya pengawasan yang lebih ketat lagi dan penerapan sanksi yang lebih memberikan efek jera kepada para siswa yang melanggar peraturan yang ada di sekolah, agar siswa tidak lagi melanggar aturan tersebut.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan beberapa siswa kelas XII IPS.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) penggunaan teknologi informasi dan komunikasi khususnya handphone smartphone digunakan di waktu dan tempat yang kurang tepat 2) terjadi perubahan perilaku sosial siswa ketika mereka memainkan handphone smartphone, interaksi sosial diantara siswa menjadi terganggu. 3) dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi handphone smartphone  di lingkungan sekolah yaitu: siswa tidak fokus saat belajar, siswa menjadi individualis, dan menghiraukan lingkungan sekitar mereka. Sedangkan dampak positif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi handphone smartphone di lingkungan sekolah yaitu: membantu siswa mencari bahan materi tambahan, membantu siswa mengerjakan tugas sekolah, dipergunakan siswa untuk berwirausaha dengan berjualan online melalui handphone smartphone.   Kata kunci: Teknologi informasi dan komunikasi, handphone smartphone, perilaku sosial.
ANALISA KURIKULUM BERMUATAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI MTS/SMP SE KOTA CIREBON Ratna Puspitasari; Aris Suherman
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 8 No. 1 (2019): Pedagogik dan Kajian Gender
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v8i1.3801

Abstract

“Pendidikan menjadi bentuk kegiatan bersinergi antara guru, murid, masyarakat dan pemegang kebijakan pendidikan. Sebagai bentuk kegiatan terpadu, pendidikan membutuhkan keterlibatan terpadu dari berbagai pihak yang terlibat yang terdiri dari pihak pemegang kebijakan di sekolah, para pendidik, karyawan atau tenaga administrasi, para siswa, wali muris atau orang tua, pihak komite sekolah, dan tentu pemerintah. Jika semuanya fungsional sesuai tugas dan peran masing-masing, maka pendidikan akan berjalan baik dengan hasil yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Hampir bisa dipastikan bahwa lembaga pendidikan setingkat SMP/ MTs di Kota Cirebon yang maju dan berkualitas unggul disebabkan oleh adanya modal sosial yang kokoh di semua pihak yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas pendidikan itu. Selama kurun waktu sekarang ini hanya pendidik yang sering dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab dan paling bersalah jika hasil pendidikan mengecewakan masyarakat.  Padahal, sebagai salah satu bagian dalam lembaga pendidikan formal, banyak sekolah yang memiliki keunggulan modal sosial yang mampu menggerakkan majunya pendidikan. Di saat efek globalisasi melanda semua dimensi dari manusia pendidikan sebagaimana yang terjadi pada masyarakat pembelajar di Cirebon, sikap acuh tak acuh dan individualisme semakin mengental, terabaikannya hak-hak komunal, longgarnya ikatan-ikatan yang ada di masyarakat ,tergerusnya modal sosialsehingga diperlukan strategi yang adaptif dan sesuai agar kondisi bangsadan masyarakat Indonesia makin terangkat sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dengan penuh percaya diri. Salah satu upaya yang ditempuh adalah bagaimana menumbuhkembangkan penguatan modal sosial.  Kata Kunci: kurikulum, modal, sosial
Pembelajaran IPS Berbasis Literasi Geografi Dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik Qurrotul Aini Agustina
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2019): Pendidikan Karakter
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v8i2.4372

Abstract

AIyatrakSeiring dengan perkembangan zaman, banyak sekali perubahan alam yang terjadi. Perubahan alam tersebut seperti munculnya berbagai macam permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh faktor alam maupun tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, karakter kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan pada setiap individu. Untuk mewujudkan karakter tersebut bisa dilakukan memalui pengelolaan lingkungan yang merupakan bagian dari literasi geografi yang biasanya disampaikan pada pembelajaran IPS yang berbasis literasi geografi. Pembelajaran IPS merupakan salah satu cara tepat untuk menumbuhkan karakter kepedulian lingkungan kepada para siswa. Dimana mata pelajaran IPS tidak hanya menekankan pada masalah-masalah sosial di masyarakat melainkan bersifat terpadu yang juga membahas mengenai pengelolaan lingkungan alam yang mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan, yang nantinya akan menjadi perilaku pada diri setiap peserta didik disetiap harinya. Karya tulis ini dibuat untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan karakter peduli lingkungan diterapkan. Karya tulis ini menggunakan metode penggunaan data dengan melalui teknik studi pustaka yang diperoleh melalui berbagai sumber dan jurnal. AbstractAlong with the times, a lot of natural changes that happened. Changes in nature such as the emergence of various kinds environmental problems caused by natural factors or human actions that do not to be responsible. Therefore, the character of concern for the environment must be instilled in each individual. For realizing this character can be done through management environment which is part of the usual geographical literacy delivered on social studies learning based on geography literacy. Social studies learning is one of the right ways to foster the character of environmental care for students. Where Social studies subjects not only emphasize social problems at the community is integrated but also discusses about management of the natural environment that is able to foster caring characters environment, which will later become behavior in each student everyday. This paper was made to find out how the process of forming the character caring for the environment is applied. This paper uses methods of data usage through library study techniques obtained through various sources and journals.
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN PANGANDARAN DALAM MEMBERDAYAKAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT Etty Ratnawati; Nasehudin Nasehudin
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 8 No. 1 (2019): Pedagogik dan Kajian Gender
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v8i1.4841

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat. Sementara itu, tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui kebijakan pemerintah Kabupaten Pangandaran tentang pengelolaan ekonomi kreatif masyarakat di kawasan wisata. 2) mengetahui pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat di kawasan wisata Pangandaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hal tersebut dikarenakan penelitian ini bersifat kasuistik yang menyangkut sebuah kawasan wisata yang sudah cukup lama berkembang dan telah menjadi kabupaten baru yaitu Pangandaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dan studi dokumentasiSecara umum penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat sudah dilakukan baik secara konseptual dalam kebijakan maupun secara taktis dengan melibatkan komponen masyarakat lain. Sedangkan kesimpulan khususnya adalah: 1) Peran pemerintah tentang pengelolaan ekonomi kreatif di kawasan wisata Kabupaten Pangandaran dilakukan melalui sinergitas dengan elemen masyarakat seperti kelompok penggerak pariwisata (Kompepar) dan Bidang UMKM Rumah Kreatif BUMN Pangandaran. 2) Pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat di Kawasan Wisata Pangandaran dilaksanakan oleh pemerintah dalam hal ini Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebupaten Pangandaran. Hal tersebut guna mengembangkan tiga potensi unggulan dalam bidang ekonomi kreatif diantaranya kuliner, pakaian, dan kerajinan tangan. Pengelolaan ekonomi kreatif di Kabupaten Pangandaran juga menjadi fokus garapan yang penting dalam rangka mendukung ambisi daerah ini sebagai menuju “Wisata Kelas Dunia”.
MEMBANGUN RELASI KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBENTUK SIKAP SOSIAL REMAJA Mahdi Mahdi; Masdudi Masdudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2019): Pendidikan Karakter
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v8i2.4844

Abstract

Hubungan yang baik dalam sebuah keluarga adalah hubungan yang penuh pengertian dan kasih sayang, disertai dengan bimbingan dan dorongan dari orang tua. Setiap anggota keluarga harus saling menghormati, saling memperhatikan dan saling memberi tanpa harus diminta, dan juga setiap masalah harus dihadapi dan diupayakan untuk kemudian dipecahkan bersama, serta memberi kebebasan kepada anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaanya. Atas dasar sikap saling mempercayai, saling membantu, membimbing anak dan berkomunikasi dalam keluarga, anak akan merasa memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta mampu mengembangkan dirinya, sehingga dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. semua pengalaman yang dilalui oleh anak sejak lahir merupakan unsur-unsur dalam membentuk sikap serta pribadi anak. Dengan dilatar belakangi situasi keluarga yang beragam, serta lingkungan yang berbeda maka akan menghasilkan sikap dan perilaku yang beragam dan berbeda pula. Dalam rangka mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak, diperlukan figur seorang pendidik yang mampu berperan dalam pembentukan sikap sosial anak, termasuk anggota keluarga dalam hal ini yang paling dominan adalah orang tua. Kenyataan ini patut menjadi perhatian bagi orang tua sebab, apabila menginginkan anaknya tumbuh dengan mencontoh kebiasan-kebiasan yang baik dan etika mulia semuanya harus dimulai dalam lingkungan keluarga.
MODEL PEMBELAJARAN IPS BERBASIS LINGKUNGAN HIDUP di MTs NEGERI I KOTA CIREBON Suniti Suniti; Mahdi Mahdi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 8 No. 1 (2019): Pedagogik dan Kajian Gender
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v8i1.4845

Abstract

Untuk mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat dibutuhkan di dalamnnya, dan diharapkan guru dapat memiliki model pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran yang akan disampaikan. Proses pembelajaran berbasis lingkungan hidup memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan pemahaman dan kompetensi yang diharapkan; dengan cara siswa melakukan  pengamatan, wawancara dan melakukan secara langsung apa-apa yang ada dan berlangsung di lingkungan sekitar, baik di lingkungan rumah  maupun lingkungan sekolah. Dengan model pembelajaran ini peserta didik dapat melakukan wawancara kepada masyarakat di lingkungan rumah di mana peserta didik tingal, sehingga peserta didik  mendapatkan sesuatu yang ingin diketahui dari orang lain yang dianggap dapat memberikan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan materi atau topik yang sedang dipelajari.

Page 11 of 29 | Total Record : 281