cover
Contact Name
Khomarudin, M.Pd
Contact Email
khomarudin@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285603361404
Journal Mail Official
edueksos@gmail.com
Editorial Address
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : 10.24235
Core Subject :
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is open access and peer-reviewed journal, investigating and discussing the dynamics of teaching and learning of social education and social-economic problems occuring in the society context of the primary, senior, and higher education level.In addition, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education E learning in social and economics studies Religious studies perspective on the social and ecomoics subject
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF PLANTED QUESTIONS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS jubaedah jubaedah; aris suherman; yeti nurizzati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 5 No. 2 (2016): Inovasi Pembelajaran IPS
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v5i2.1169

Abstract

Dalam suatu proses belajar mengajar, salah satu yang terpenting adalah adanya strategi atau metode pembelajaran. Penggunaan strategi pembelajaran dalam proses belajar mengajar seharusnya dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa. Namun kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa penggunaan metode konvensional masih digunakan seperti halnya metode ceramah dan tanya jawab kurang mampu untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu perlu adanya penggunaan strategi atau metode yang terbaru agar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa tersebut. Sebagai hasil pengkajian, maka dalam penelitian ini digunakanlah strategi pembelajaran aktif Planted Questions. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas.  Subyek pada penelitian ini ialah siswa kelas VIII B MTs Negeri 2 Kota Cirebon dengan jumlah 40 siswa. Adapun pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Pengamatan pada pelaksanaan penelitian menunjukan terjadinya peningkatan. Hasil belajar siswa meningkat dari pra siklus dengan rata-rata kelas 71,12 dengan ketuntasan belajar 47,5% menjadi rata-rata kelas 75,25 dan ketuntasan belajar 67,5% pada siklus I dan siklus II rata-rata kelas menjadi 80,37 dengan ketuntasan belajar 82,5% adapun pada siklus III rata-rata kelas menjadi 86,75 dan ketuntasan belajar 90%. Aktivitas guru meningkat pada siklus I yaitu 52% menjadi 70% pada siklus II dan 94% pada siklus III. Aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I 50% menjadi 70% pada siklus II dan 94% pada siklus III. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelaajaran aktif Planted Questions dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas pembelajaran. Kata Kunci : Hasil Belajar, Planted Questions, Penelitian Tindaan Kelas
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI MTS AL WASHLIYAH TALUN KABUPATEN CIREBON khila liatusyiam; nuryana nuryana; nasehudin nasehudin
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 5 No. 2 (2016): Inovasi Pembelajaran IPS
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v5i2.1170

Abstract

Pendidikan memegang peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan observasi awal penelitian di  MTs Al Washliyah Talun Cirebon, guru mata pelajaran IPS, tidak sesuai dengan bidang keahlianya, cenderung monoton dalam proses pembelajaran siswa hanya ditugaskan menulis di buku dan menghafal apa yang sudah dicatat. Sehingga banyak siswa kurang fokus, merasa jenuh dalam mengikuti kegiatan proses pembelajaran. Hal ini dapat mempengaruhi hasil belajar siswa yang kurang di bawah KKM yang di terapkan di MTs Al Washliyah Talun Cirebon yaitu 70. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi model pembelajaran circuit learning, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam implementasi model pembelajaran circuit learning dan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam implementasi model pembelajaran circuit learning pada pembelajaran IPS di kelas VII A MTs Al Washliyah Talun-Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan dalam penggumpulan data dilaksanakan dengan tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah dengan melaksanakan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi pada tiap siklusnya. Pada pelaksanaan tindakan yang dilakukan secara tiga siklus, terjadi peningkatan hasil belajar. Hasil belajar siswa pada siklus I menunjukan bahwa 9 siswa (25%) dari 36 dinyatakan telah tuntas. Pada pelaksanaan siklus II, diperoleh 17 siswa  (57%) dinyatakan telah tuntas. Dan pada siklus III, di peroleh 34 siswa (94%) dinyatakan tuntas. Sedangkan rata-rata kelas siklus I sebesar 67.11, siklus II sebesar 73.61, dan siklus III sebesar 81,25 dari setiap siklus mengalami peningkatan. Dari hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I memperoleh 56% , siklus II sebesar 72% dan siklus III sebesar 94%. Pada hasil observasi aktivitas guru siklus I diperoleh 58%, siklus II 76%, siklus III 96%.  Kata Kunci: Implementasi, Model Circuit Learning, Hasil Belajar, IPS 
PENERAPAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL KLASIK UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 TALUN KABUPATEN CIREBON S Nurul Janah; tati nurhayati; masdudi masdudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 5 No. 2 (2016): Inovasi Pembelajaran IPS
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v5i2.1172

Abstract

Berdasarkan permasalahan yang ada di SMP Negeri 1 Talun Kabupaten Cirebon di ketahui terkait konsentrasi belajar siswa dalam proses pembelajaran IPS di kelas VIII H guru sudah menggunakan metode pembelajaran yang baik dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan kuis. Akan tetapi kondisi siswa dikelas tersebut masih kurang kondusif meskipun guru sudah mengajak siswa agar memperhatikan pelajarannya tetapi siswa tetap masih belum bisa fokus untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Dengan demikian penulis berupaya untuk mencari solusi agar siswa dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa dengan mencoba menggunakan penerapan terapi musik instrumental klasik  dalam proses pembelajarannya. PTK ini bertujuan untuk memperoleh data tentang penggunaan penerapan terapi musik instrumental klasik, konsentrasi belajar siswa dan peningkatan konsentrasi belajar IPS antar siklus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas dengan penerapan terapi musik instrumental klasik pada mata pelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri 1 Talun Kabupaten Cirebon, yang terdiri dari tiga siklus dengan subjek penelitian siswa kelas VIII H yang berjumlah 33 siswa. Pengumpulan data dilakukan denegan  menggunakan observasi, tes, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Respon Penerapan Terapi Musik Instrumental Klasik Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negri 1 Talun sebesar 44,48 % dengan kreteria cukup. Konsentrasi siswa mengalami peningkatan, pada siklus I diperoleh rata-rata presentase 60,08 % dengan kriteria sedang, pada siklus II di peroleh rata-rata presentase 70,22 % dengan kriteria tinggi dan pada siklus III diperoleh rata-rata presentase 82,14 % dengan kriteria sangat tinggi. Dengan demikian Penerapan Terapi Musik Instrumental Klasik dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII H SMP Negeri 1 Talun Kabupaten Cirebon. Kata Kunci: Terapi Musik Instrumental Klasik, Konsentrasi Belajar Siswa
UPAYA GURU IPS DALAM PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI SMP NEGERI 3 CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN tya setyawati; ahmad fauzi; mahdi mahdi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 5 No. 2 (2016): Inovasi Pembelajaran IPS
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v5i2.1173

Abstract

Kejenuhan dalam pembelajaran IPS akan membuat siswa kurang fokus dalam belajar, ketika siswa jenuh siswa lebih memilih melakukan hal-hal yang menurut mereka lebih menyenangkan seperti mengobrol dengan temannya atau juga asyik dengan imajinasinya sendiri. Siswa tidak menjadi subjek utama dalam pembelajaran, pembelajaran masih berpusat pada guru. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, biasanya guru memberikan penugasan kepada siswa untuk mengerjakan LKS. Dampaknya hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal, ketuntasan yang diterapkan 74 sementara hasil evaluasi ketuntasannya hanya 14,70%  dengan nilai rata-rata 4,4. Tujuan penelitian pada skripsi ini adalah untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis proyek, untuk mengetahui respon serta hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas VIII-A yang berjumlah 34 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Hasil belajar IPS kelas VIII-A menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, berdasarkan hasil tes formatif yang dilakukan hasil belajar siswa dari siklus I-III mengalami peningkatan setiap siklusnya, terlihat dari nilai rata-rata pada siklus I sebesar 64,4.  siklus II sebesar 77,35, dan siklus III sebesar 83,23. presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I 11 (32,35%) siswa yang tuntas dari 34 siswa, presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II 19 (55,89%) siswa yang tuntas dari 34 siswa. presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus III 31 (77,35%) siswa yang tuntas dari 34 siswa.                                                                                               Kata Kunci: Aktivitas Siswa, Belajar Siswa, Model Pembelajaran Berbasis Proyek
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAMI MELALUI TEKNIK HIPNOTERAPI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA masdudi masdudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.1364

Abstract

IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KONSELINGISLAMI MELALUI TEKNIK HIPNOTERAPIDALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Oleh:MasdudiIAIN Syekh Nurjati Cirebonmasdudi.bandung@gmail.com   Guru dan guru BK harus peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Banyaknya siswa yang berprilaku tidak normatif yang dipengaruhi oleh kreativitas guru dalam mengembangkan pendekatan dan teknik pembelajaran, sehingga memunculkan masalah psikologis dan gejala psikosomatis. Masih banyak guru BK yang belum mampu mengembangkan pendekatan dan teknik yang sesuai. Untuk mencari solusi  menyelesaikan masalah khususnya masalah psikhis dan dalam membentuk karakter siswa, penulis menawarkan sebuah solusi yaitu penelitian tentang pendekatan hypno therapy dalam proses bimbingan konseling. Masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan implementasi teknik hypno therapy dalam proses bimbingan konseling islami di sekolah dalam pembentukan karakter siswa di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah terapis yang terlibat langsung yaitu peneliti dibantu oleh guru BK untuk menjadi mediasi dalam proses konseling melalui teknik hipnoterapi. Sedangkan objek penelitiannya adalah sebagian siswa yang mempunyai masalah psikologis dengan penerapan konseling kelompok dan konseling individu. Hasil temuan penelitian, bahwa penerapan teknik layanan bimbingan konseling islami di sekolah sangat membantu mengidentifikasi, merumuskan dan menemukan secara cepat solusi masalah bagi siswa. Teknik hipnoterapi dalam bimbingan konseling islami sangat berdampak terhadap karakter siswa karena banyak siswa yang merasakan suatu perubahan. Faktor yang menjadi pendukung penerapan teknik ini adalah ketersediaan pihak sekolah dan siswa untuk melakukan proses konseling secara inten karena sangat membantu dalam menyelesaikan masalah-masalah siswa. Faktor penghambatnya adalah kedua orangtuanya, ayah dan ibu, tidak bersedia bertemu terapis untuk menjalani sesi wawancara mendalam dan konseling. Saran untuk lembaga sekolah adalah perlunya pihak sekolah untuk memfasilitasi guru BK atau konselor dalam pengembangan dan pelatihan teknik hipnoterapi atau mendatangkan ahli, sehingga guru BK mempunyai kemampuan dalam menangani masalah-masalah siswa. Pihak sekolah harus melakukan kerjasama yang intensif dan kontinu dengan orang tua dalam penanganan siswa yang bermasalah, sehingga penerapan teknik hipnoterapi bisa membantu menangani masalah-masalah belajar yang dihadapi anaknya. Kata Kunci: Bimbingan, Konseling, Hipnoterapi, Karakter.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KKNI DI PERGURUAN TINGGI (Perubahan dari Teacher Centered Learning ke Arah Student Centered Learning) jaja suteja
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2017): Motivasi dalam Pembelajaran
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i1.1412

Abstract

ABSTRAKSI Perkembangan ilmu pengetahuan,  teknologi informasi dan komunikasi yang sedemikian pesat, menyebabkan berubahnya berbagai kebutuhan SDM di berbagai bidang keilmuan, termasuk di dalamnya pengembangan program studi di perguruan tinggi. Pada saat suatu program studi mengembangkan tujuan pembelajaran yang merupakan titik akhir proses, didasarkan pada standar isi, maka prodi tersebut akan cepat tertinggal oleh pasar kerja. Hal ini disebabkan bahwa peran SDM di suatu perkerjaan pun mengalami perubahan, teknologi dan cara pengerjaannya mengalami perubahan yang sangat drastis. Hal inilah yang memperpanjang kesenjangan antara penyedia SDM dalam hal ini perguruan tinggi dengan pasar kerja yang memerlukan SDM.  Untuk menyiapkan SDM yang profesional dan dapat diserap oleh dunia kerja dibutuhkan pengembangan kurikulum yang dinamis dan kekinian, dengan tidak menyimpang dari tujuan pendidikan itu sendiri yaitu dalam rangka memanusiakan manusia yang diwujudkan dalam pendidikan sepanjang hayat (long live education). Salah satu pengembangan kurikulum yang dapat dilakukan diperguruan tinggi adalah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, yaitu suatu konsep kurikulum yang menekankan pada aspek pengembangan kemampuan kompetensi tugas-tugas dengan standar tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta kuliah berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi antara lain pengetahuan, kemampuan, sikap dan minat peserta kuliah agar dapat melakukan sesuatu  dalam bentuk kemahiran dalam belajar dengan penuh tanggung jawab. Kata Kunci : Model, Pembelajaran, KKNI
PENGARUH KONDISI EKONOMI KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI nurul senja wiraning fury
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2017): Motivasi dalam Pembelajaran
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i1.1557

Abstract

Peran orang tua dalam pendidikan anak di sekolah sangat penting, terutama orang tua yang berasal dari kondisi ekonomi keluarganya mencukupi akan lebih mudah memenuhi segaala kebutuhan sekolah. Tingkat ekonomi keluarga mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap motivasi belajar siswa.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi ekonomi keluarga pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri Kota Cirebon, gambaran motivasi belajar pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri Kota Cirebon, adakah pengaruh kondisi ekonomi keluarga terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri Kota Cirebon.Penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Negeri Kota Cirebon Tahun Ajaran 2016/2017 dengan jumlah 288 siswa. Besarnya sampel ditentukan oleh rumus taro yamane dan teknik simple random sampling di peroleh 75 siswa sebagai sampel yang di tentukan dari sekolah SMA Negeri 8 dan 9 kota Cirebon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Uji prasyarat data dilakukan dengan uji normalitas, uji korelasi, uji koefisien determinasi, uji regresi, linier regresi, koefisien regresi, dan pengujian nilai t.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi ekonomi keluarga termasuk dalam kategori sedang (60,63%). Motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kota Cirebon termasuk kategori tinggi (75,70). ada pengaruh yang signifikan kondisi ekonomi keluarga terhadap motivasi belajar siswa. hal ini menunjukan bahwa kondisi ekonomi orang tua turut mempengaruhi motivasi belajar anak, hasil perhitungan pada penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara kondisi ekonomi keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri Kota Cirebon. dari hasil analisis menggunakan uji regresi sederhana dieroleh hasil koefesien korelasi sebesar 0,702 dan hasil koefesien determinasi sebesar 0,492 atau (49,2%). setelah dilakukan uji t diperoleh t hitung sebesar 8,413 > t tabel 1,67  pada taraf signifikansi 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kondisi ekonomi keluarga  terhadap motivasi belajar siswa. Kata Kunci          : Kondisi Ekonomi Keluarga Terhadap Motivasi Belajar Siswa 
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SOSIOLOGI DENGAN BAHAN AJAR MODUL MELALUI METODE QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS X MAN 2 MAJALENGKA euis noeraini; Ahmad Fauzi; Masdudi Masdudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2017): Motivasi dalam Pembelajaran
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i1.1940

Abstract

ABSTRAKBahan ajar merupakan sumber belajar yang paling dasar, memiliki bahan ajar akan memudahkan siswa dan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Menggunakan bahan ajar diperlukan kreativitas, yaitu menggunakan model pembelajaran namun yang terjadi di lapangan bahan ajar yang digunakan terbatas dan sangat minim ditambah belum maksimalnya guru dalam menerapkan model pembelajaran yang kooperatif sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa rendah dengan demikian dalam penelitian ini akan diterapkan bahan ajar modul menggunakan metode Quantum Teaching.Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Sosiologi.Kerangka pemikiran ini bertolak bahwa proses belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran, sedangkan hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah melalui pengalaman belajar..Proses kegiatan belajar menggunakan modul merupakan salah satu alternatif jenis sumber belajar yang dapat membantu guru membelajarkan pembelajaran mandiri kepada siswa. Di dalam mengggunakan modul, guru hanya sebagai fasilitator. Kata Kunci: Metode, Motivasi belajar, Quantum Teaching ABSTRACTMaterials Teaching represent source learn most elementary, owning teaching materials will facilitate teacher and student to reach the target of study better. Using teaching materials needed [by] creativity, that is using study model but that happened [in] limited used teaching materials field and very minim added [by] not yet is maximal [of] him learn in applying study model which [is] co-operative so that result and activity learn low student thereby in this research will be applied [by] materials teach module use method of Quantum Teaching. Target of this research public is to improve result and activity learn student [at] subject of IPS Sociology while peculiarly this research aim to for the mendeskripsikan of applying of materials teach module use method of Quantum  Teaching. this Framework Idea leave for that process learn to represent activity [done/conducted] by educative participant in reaching the target of study, while result learn to represent abilitys had by student after passing experience learn. Assessment of result learn used educative to be participant also to know domination of interest taught by teacher, progress and growth of result learn educative participant as according to potency had, at the same time as feed back to teacher utilize to complete study process and planning.Process activity learn to use module represent one of [the] type alternative of[is source of learning able to assist teacher learn self-supporting study to student. In module mengggunakan, learn only as fasilitatorKeyword :Method, Motivation to study, Quantum Teaching
PENERAPAN MODEL COOPRATIVE LEARNING TIPE TEBAK KATA DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII B DI MTsN 1 LOSARI KABUPATEN CIREBON windari windari; suniti suniti; D Suryatman
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2017): Motivasi dalam Pembelajaran
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i1.1941

Abstract

ABSTRAK Proses kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran IPS Kelas VII di MTsN 1 Losari Cirebon masih belum terlaksana dengan baik, hal tersebut dilihat dari keaktifan siswa yang kurang pada saat proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pembelajaran Cooprative Learning Tipe Tebak Kata, keaktifann  siswa dan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model Cooprative Learning Tipe Tebak Kata pada mata pelajaran IPS kelas VII B d i MTsN 1 Losari Cirebon. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang telah dilaksanakan selama tiga siklus. Berdasarkan hasil pengelolaan data, hasil penerapan model Cooprative Learning Tipe Tebak Kata menunjukan bahwa pada siklus I kinerja guru sebesar 75%, keaktifan belajar siswa sebesar 75%, hasil belajar siswa sebesar 63,15. Pada siklus II kinerja guru sebesar 90%, keaktifan belajar siswa sebesar 85,71%, hasil belajar siswa sebesar 86,84. dan Pada siklus III kinerja guru sebesar 93,33%, keaktifan belajar siswa sebesar 92,85%, hasil belajar siswa sebesar 92,10.hal ini membuktikan bahwa dengan diterapkannya model Cooprative Learning Tipe Tebak Kata mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VII B MTsN 1 Losari Cirebon tiap siklusnya.  Kata Kunci: Model, Cooprative Learning, hasil belajar.  ABSTRACT  Process school activity [at] subject of IPS Class of VII [in] MTSN 1 Losari Cirebon still uncommitt better, [the] mentioned seen from livelines of less student at the (time) of study process. Target of this research to know applying of study of Cooprative Learning Type Guess Word, student keaktifann and improvement of result learn student [pass/through] applying of model of Cooprative Learning Type Guess Word [at] subject of IPS class of VII B MTSN i d 1 Losari Cirebon. This Research use Research Of Action Class ( PTK) model Kemmis and of Mc Taggart which have been executed [by] during three cycle. Pursuant to result of management of data, result of applying of model of Cooprative Learning Type Guess Word of menunjukan that [at] cycle of I performance learn equal to 75%, livelines learn student equal to 75%, result learn student equal to 63,15. [At] cycle of II performance learn equal to 90%, livelines learn student equal to 85,71%, result learn student equal to 86,84. and [At] cycle of III performance learn equal to 93,33%, livelines learn student equal to 92,85%, result learn student equal to 92,10.hal this prove that applied of model of Cooprative Learning Type Guess Word can improve livelines learn student [at] subject of IPS [in] class of VII B MTSN 1 Losari Cirebon every its cycle  Keyword: Model, Cooprative Learning, result of learning
PENERAPAN SELF-ASSESSMENT UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN SISWA TENTANG MAKNA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI MTs. SABILUL CHALIM, KEC.LEUWIMUNDING KAB.MAJALENGKA Nyai Ika Purmanah; Nuryana Nuryana; Euis Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2017): Motivasi dalam Pembelajaran
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i1.1942

Abstract

ABSTRAKBeberapa hal tentang belajar yang kita pahami pada umumnya yaitu Pertama,  belajar bukanlah pekerjaan yang menyenangkan ; Kedua, belajar seringkali dilakukan karena terpaksa, baik itu terpaksa lulus, atau terpaksa agar mendapatkan ijazah dll. Sehingga pada akhirnya belajar menjadi kehilangan maknanya. Sebagaimana pengamatan yang telah dilakukan diketahui bahwa siswa secara umumnya belum memahami makna belajar sebenarnya. Hal tersebut dapat terbukti dari respon siswa dalam pembelajaran di sekolah. Banyak siswa yang langsung antipati jika disuruh belajar dengan berbagai alasan. Oleh karena itu peneliti terinspirasi dan termotivasi untuk mengatasi kondisi tersebut dengan mencoba menerapkan Self-Assessment  untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang makna belajar, dimana self-assessment ini melibatkan siswa dalam menilai dirinya. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang makna belajar pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode Research and development (R&D) model Borg and Gall. Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Sabilul Chalim Kec.Leuwimunding, Kab.Majalengka. Teknik pnegumpulan datanya dilakukan dengan studi dokumentasi, observasi, angket, expert judgment, dan rubrik penilaian. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa instrumen yang siap pakai.Instrumen ini ada 15 indikator yang memiliki validitas yang baik. Indikator-indikator tersebut adalah  6 indikator pada aspek kognitif 80,2%, 5 indikator pada aspek afektif 80,8% dan 4 indikator pada aspek psikomotorik 73,8 %. Dapat menumbuhkan kesadaran siswa tentang makna belajar dengan persentase hasil penerapan penilaian self-assessment pada aspek kognitif sebesar 78,25% termasuk kedalam kategori kuat, pada aspek afektif sebesar 72,75% termasuk kedalam kategori kuat dan pada aspek psikomotorik sebesar 63% termasuk juga kedalam kategori kuat. Respon siswa terhadap penerapan self-assessment untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang makna belajar pada mata pelajaran IPS di MTs. Sabilul Chalim Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka berdasarkan interpretasi skor angket tergolong kuat dengan sebagian besar responden (siswa) menyatakan setuju (70,27%). Kata kunci: self-assessment, kesadaran, dan makna belajar   ABSTRACT Some things about learning that we understand in general are First, learning is not a fun job; Second, learning is often done because of forced, either forced to pass, or forced to get a diploma, etc.. So in the end learn to lose its meaning. As observations have been made it is known that students generally have not understood the true meaning of learning. This can be evident from the students' responses to school learning. Many students are immediately antipathy if told to learn for various reasons. Therefore, researchers are inspired and motivated to overcome these conditions by trying to apply Self-Assessment to raise student awareness about the meaning of learning, which self-assessment involves students in assessing themselves. The general purpose of this study is to foster students' awareness of the meaning of learning in social studies subjects. This research uses Research and development (R & D) model of Borg and Gall model. Subjects in this study were students of class VII MTs. Sabilul Chalim Kec.Leuwimunding, Kab.Majalengka. Technique pnegumpulan data is done by documentation study, observation, questionnaire, expert judgment, and rubric assessment. Based on the results of research, that the instrument is ready to use.This instrument there are 15 indicators that have good validity. These indicators are 6 indicators on the cognitive aspect 80.2%, 5 indicators on the affective aspect 80.8% and 4 indicators on the psychomotor aspect 73.8%. Can raise the awareness of students about the meaning of learning with the percentage of the results of the application of self-assessment assessment on the cognitive aspect of 78.25% including into the strong category, the affective aspects of 72.75% including into the strong category and the psychomotor aspects of 63% Strong category. Student response to self-assessment implementation to raise student awareness about the meaning of learning on social studies subjects in MTs. Sabilul Chalim Leuwimunding District Majalengka Regency based on the interpretation of the questionnaire score is quite strong with most respondents (students) agree (70.27%). Keywords: self-assessment, awareness, and meaning of learning

Page 8 of 29 | Total Record : 281