cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
Ahlal.pkl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.39 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31237037     DOI : https://doi.org/10.66914/an-naba
Core Subject :
An Naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun, didedikasikan untuk mempublikasikan hasil penelitian empiris, studi kasus, dan kajian teoretis di bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada integrasi strategi pendidikan dalam upaya pengembangan masyarakat di dunia nyata, dengan tujuan mendorong kemajuan yang berkelanjutan melalui berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan sosial. Secara harfiah An Naba berasal dari bahasa Arab yang berarti berita besar atau informasi penting. Sejalan dengan makna tersebut, jurnal ini hadir sebagai wadah diseminasi gagasan inovatif, metodologi, dan praktik terbaik. An Naba bertujuan menyebarkan informasi berdampak besar yang mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan berbagai lapisan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Hijau : Budidaya Tanaman Kangkung Dan Ikan Lele Dengan Metode Akuaponik Sederhana Pini konisah; Alvina Maza Zahwa; Sofi Nur Azizah; Fiolinsa pema yolica; Yatna mahendra mahendra; Apria Rinaldi; Fitri Windari
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/ptyprr98

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat Lingkungan 3, Kelurahan Kuripan melalui budidaya kangkung dan ikan lele menggunakan metode akuaponik sederhana berbasis ekonomi hijau. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 dengan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan dan praktik, serta evaluasi. Sebanyak 30 peserta terlibat, terdiri atas 13 peserta dari RT 1 dan 17 peserta dari RT 2. Media akuaponik dibuat dengan memanfaatkan galon bekas, bagian bawah digunakan sebagai wadah ikan lele dan bagian atas sebagai tempat menanam kangkung menggunakan tanah gembur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai ekonomi hijau dan prinsip dasar akuaponik. Peserta juga mampu mengikuti proses perakitan media secara langsung dan menunjukkan minat untuk menerapkannya di rumah. Pemanfaatan galon bekas memberikan fungsi baru pada barang yang tidak terpakai sekaligus mendukung pengurangan limbah rumah tangga. Akuaponik sederhana dapat menjadi alternatif budidaya yang mudah diterapkan pada lahan terbatas serta berpotensi mendukung ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Implementasi Edukasi Cyberbullying Berbasis Media Audiovisual dalam Meningkatkan Kesadaran Digital Santri TPQ Ash-Shadiqul Wa’di Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten Nisa Putri Alifia; Rahmiati; Sasabella Dwi Friskayanti
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/z7ezpn22

Abstract

Peningkatan penggunaan internet di kalangan generasi muda yang tidak diimbangi dengan literasi digital memadai memicu maraknya kasus perundungan siber (cyberbullying). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan edukasi cyberbullying dalam meningkatkan kesadaran digital para santri di TPQ Ash-Shadiqul Wa’di. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pelaksanaan program, wawancara mendalam dengan beberapa santri, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi edukasi cyberbullying berbasis nilai akhlak Islam berhasil meningkatkan kesadaran digital santri, yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman bentuk dan dampak perundungan, pemahaman etika bermedia, kemampuan menjaga keamanan data pribadi, serta tumbuhnya tanggung jawab bermedia sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model penguatan literasi digital dan pembentukan karakter anak di lembaga pendidikan nonformal keagamaan.
Penguatan Literasi Anak Melalui Bimbingan Belajar di KP Lebak Lame Desa Malingping Selatan Muhammad Yusuf Anwar; Nadia Fitri Yani; Syifa Salsabila; Syukur Ramadhani; Siti Nur Padilah; Nina Chairina
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/x8v04a08

Abstract

Kemampuan literasi dasar anak, khususnya membaca, dan memahami teks. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar sebagai bentuk penguatan literasi anak di Kampung Lebak Lame, Desa Malingping Selatan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskripstif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan dilakukan terhadap kemampuan membaca, menulis, memahami, keatifan, keberanian, serta kesulitan belajar anak selama kegiatan berlangsung. Hasil pengamatan terhadap 48 anak menunjukkan adanya perbedaan kemampuan literasi yang cukup beragam. Sebanyak 22 anak telah memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi masih memerlukan penguatan dalam memahami kalimat dan berhitung, sedangkan 26 anak masih mengalami kesulitan dalam membaca, menulis dan mengenal huruf. Berdasarkan kondisi tersebut pendampingan dilakukan dengan membagi anak sesuai tingkat kemampuan dan memberikan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan masingg-masing. Kegiatan meliputi pengenalan huruf, latihan mengeja, membaca cerita, menulis kalimat, serta Latihan berhitung dasar. Hasil pendampingan menunjukkan adanya perkembangan secara bertahap dalam kemampuan calistung, keaktifan, dan rasa percaya diri anak selama mengikuti kegiatan bimbingan belajar. Kata kunci : Literasi Anak; Bimbingan Belajar; Pendampingan
Pemanfaatan Lubang Resapan Biopori sebagai Inovasi Ramah Lingkungan dalam Mengatasi Sampah Organik di Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten Ainun Yudhistira'; Waidah Puji Astuti; Liana Rahmawati; Sabrina Handayani; Ahmad Khafidzul Aqmal; Isro Ibnu Ridho; Qinanthi; Septiana Nuridhayanti; Rani Tri Anggraini; Anisa Kayla Iriani; Muhammad Shofiyyul Marom; Adidya Dwi Purnomo
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/zn8n0b07

Abstract

Sampah organik rumah tangga masih menjadi permasalahan lingkungan di Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, karena sebagian masyarakat masih mengelolanya dengan cara dibakar secara terbuka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan resapan air dan kesuburan tanah. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UIN Raden Mas Said Surakarta pada 22 Juni–31 Juli 2026 di RW 06–RW 10 Desa Bawak dengan sasaran ibu-ibu PKK. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, tanya jawab, dan praktik pembuatan biopori menggunakan pipa PVC berdiameter 10 cm dengan kedalaman sekitar 100 cm. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif dan antusias, ditandai dengan keaktifan bertanya mengenai manfaat, cara pembuatan, dan perawatan biopori. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dari membakar sampah menjadi mengolahnya secara mandiri, sehingga berkontribusi pada terciptanya lingkungan Desa Bawak yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penguatan Digitalisasi UMKM melalui Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS dan Geotagging Google Maps dalam Pengabdian KKN Tematik Kelompok 275 Desa Karangtalun Anny Mumtaazah; Poppy Rolanda; Mutia Risma Ma'rufi; Siti Nur Hanifah; Fauzan Ainunnajib Mulyana; Muhammad Ilham Fadhilah; Muhammad Budi Santoso; Imam Mahmudi; Aisyah Qurrata A`yun; Yusika Misel Pramunika; Viola Zharifah Putri; Elly Wulandari; Qoriyah Azizzah Rahmawati
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/takq8p32

Abstract

Digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan bagi UMKM dalam menghadapi perubahan pola pemasaran, transaksi, dan interaksi dengan konsumen. Namun, sebagian pelaku UMKM di wilayah perdesaan masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi awal UMKM, mendeskripsikan pelaksanaan program penguatan digitalisasi, serta menggambarkan partisipasi pelaku usaha pada setiap tahapan kegiatan di Desa Karangtalun. Kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok KKN 275 dengan mengadaptasi pendekatan Participatory Action Research melalui tahapan identifikasi, perencanaan, tindakan, dan refleksi. Program meliputi pemetaan UMKM, workshop digitalisasi, pendampingan QRIS dan Google Maps, serta EXPO UMKM. Hasil pemetaan mengidentifikasi 18 UMKM dengan mayoritas bergerak pada sektor makanan dan minuman. Workshop diikuti oleh 9 pelaku UMKM, sedangkan pendampingan menghasilkan 5 QRIS dan 3 titik lokasi Google Maps. Sebanyak 6 UMKM berpartisipasi dalam EXPO UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program telah memberikan akses pengetahuan, pengalaman praktik, dan fasilitas digital dasar bagi sebagian pelaku UMKM. Namun, tingkat partisipasi belum merata dan keberlanjutan penggunaan teknologi belum dapat dipastikan karena belum dilakukan pemantauan jangka panjang.
Upaya Peningkatan Kepedulian Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah Melalui Penyediaan Kotak Sampah dan Papan Informasi Masa Penguraian Sampah di RT 01 dan RT 02 Lingkungan 3 Desa Kuripan Kecamatan Teluk Betung Barat Azzahra Nabila Pandiangan; Fikri Fayshal Chafidz; Gading Maharatu Dipa Putri; Mario Mario; Pitri Amelia; Zulfatina Azzahra; Fitri Windari Windari
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/fjmcdn17

Abstract

Pengelolaan limbah merupakan salah satu tantangan lingkungan yang masih dihadapi oleh komunitas di kawasan organisasi, disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan keterbatasan sarana pembuangan limbah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah melalui penyediaan tempat sampah dan papan informasi mengenai waktu penguraian limbah di RT 01 dan RT 02 Wilayah 3 Desa Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan ini adalah pendekatan partisipatif yang mencakup observasi, kolaborasi dengan perangkat RT dan warga, penyediaan serta instalasi tempat sampah, pemasangan papan informasi, sosialisasi tentang pengelolaan limbah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penyediaan tempat memudahkan masyarakat untuk membuang limbah pada tempat yang seharusnya, sedangkan papan informasi membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang jangka waktu penguraian berbagai macam limbah dan dampaknya terhadap lingkungan. Sosialisasi yang dilakukan juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghematan limbah serta penerapan 3R dalam prinsip keseharian. Keterlibatan aktif warga selama program berlangsung menunjukkan adanya dukungan terhadap usaha menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, program ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah dan mendorong terbentuknya lingkungan organisasi yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Literasi Masyarakat Melalui Program Pojok Baca Di Lingkungan Rt 02 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung Athiyah Asya Afwanti Afwanti; Aura Permata Putri; Erfrian Aditya; Tri Ajie Kurniawan; Siti Maimunah; Taufik Hidayat; Yuniardhana Yuniardhana; Fitri Windari
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/1y5v6v41

Abstract

Literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung terbentuknya budaya belajar di lingkungan masyarakat. Namun, keterbatasan fasilitas dan bahan bacaan yang mudah diakses dapat menjadi salah satu kendala dalam membangun kebiasaan membaca, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan literasi masyarakat melalui Program Pojok Baca di lingkungan RT 02 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan empat tahapan, yaitu observasi, sosialisasi, pelatihan dan praktik, serta evaluasi. Data kegiatan diperoleh melalui observasi, wawancara sederhana, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan Pojok Baca memberikan akses yang lebih mudah terhadap bahan bacaan dan menciptakan ruang belajar yang dekat dengan masyarakat. Anak-anak menunjukkan ketertarikan dalam memilih dan membaca buku, terutama melalui kegiatan membaca mandiri, membaca bersama, pendampingan, dan diskusi sederhana. Selain itu, masyarakat turut memberikan dukungan dalam pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas. Program Pojok Baca dapat menjadi salah satu strategi sederhana dalam pemberdayaan literasi masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan partisipasi masyarakat, pengelolaan fasilitas secara bersama, penambahan koleksi buku, dan pelaksanaan kegiatan membaca secara rutin.
Sosialisasi Kewirausahaan dan Pemasaran Digital UMKM Guna Meningkatkan Citra Merek dan Daya Saing Ekonomi Masyarakat  Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten Virgiawan Widjayanto; Dzakiyah Maisaroh Muth Mainnah; Anggraini Putri Nurrohmah; Febrian Annur Prakoso; Zulfa Nadia Kahfi; Aulia Galih Rinanto; Ngaida Risdiana; Korniya Rohma Dhoni; Ihsan Cahyandaru; Filda Tria Devita; Aurelia Afrin Zafira; Nisrina Naifa; Hakiman
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/wzvq7163

Abstract

The program covering entrepreneurship and digital marketing outreach for MSMEs along with activities ranging from setup to the implementation of QRIS in Dukuh Village (specifically for Mranggen residents) serves to enhance brand image and economic competitiveness through the use of digital technology. The outreach encompassed various activities, such as strategies to strengthen product image, the use of social media for product promotion, and guidance on the QRIS setup process. The methodology employed was Asset-Based Community Development (ABCD), utilizing five key stages (discovery, dream, design, define, and destiny) that focused on optimizing residents' internal assets and smartphones. The results indicate a shift in residents' entrepreneurial mindset from conventional to progressive, improved skills in creating product catalogs on WhatsApp Business and Facebook, and enhanced product visual identity through basic photography training. The initiative also facilitated the on-the-spot creation of cashless payment accounts, addressing the initial situation where 80% of MSME transactions were cash-based. However, full digital adoption still faces obstacles, including limited digital literacy, cash-based transaction habits among certain market segments, and business owners' concerns regarding production capacity in the event of a surge in orders (over-demand).
Implementasi Program Pengabdian Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karang Satria, Kabupaten Bekasi Muhammad Rizky Fitrananda Ramadhana; Dodo Sugendro; Anas Nasrullah; Muthi’ah Rohman; Fadzell Auraffa Ahmad; Mufid Akbar Gibran; Pratiwi Ardani Hutajulu; Muhammad Abdullah Husain; Tesalonika Saragi; Hawa Minriyadhil Jannah; Dewi Nur Fauzihania; Adinda Aisyah Putri Ramadhani; Vahistha Al Wafiqa Himawan; Iqbal Wahyu Ardian
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/d96nng13

Abstract

Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) is one of the forms of student community engagement as part of the implementation of the Three Pillars of Higher Education (Tri Dharma Perguruan Tinggi). Through this program, students are given the opportunity to apply the knowledge and skills acquired during their academic studies while also contributing to addressing various issues within the community. This KKN program was conducted in RW 014, Perumahan Mustika Karang Satria, Bekasi Regency, focusing on several issues related to health, environmental conditions, legal protection, and public facilities.The activities were carried out using several approaches, including observation, interviews, socialization, demonstrations, hands-on practice, and community participation. Based on the observations and identification of community needs, six main programs were implemented: group exercise activities with PKK women, socialization on the legal protection of women and children, training on utilizing used cooking oil to produce aromatherapy candles, establishment of a family medicinal plant garden (TOGA), provision of separate organic and non-organic waste bins, and the construction of a signboard for the RW 014 Secretariat.The results of the activities showed that the community responded positively and actively participated throughout the implementation of the programs. In addition to increasing residents’ knowledge and awareness of healthy lifestyles, the protection of women and children, household waste management, the utilization of medicinal plants, and waste separation, the activities also provided practical skills and facilities that can be utilized by the community. Overall, the KKN program made a positive contribution to community empowerment and strengthened collaboration among students, local community administrators, and residents in creating a healthier, cleaner, safer, and more organized environment. Keywords: Community Service Program, community empowerment, community engagement, health, environment.   Abstrak Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan sekaligus ikut berperan dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang terdapat di lingkungan masyarakat. Kegiatan KKN ini dilaksanakan di RW 014 Perumahan Mustika Karang Satria, Kabupaten Bekasi, dengan fokus pada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, perlindungan hukum, serta fasilitas umum.Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan beberapa pendekatan, yaitu observasi, wawancara, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil pengamatan dan identifikasi kebutuhan warga, terdapat enam program kerja yang dilaksanakan, yaitu senam bersama ibu-ibu PKK, sosialisasi mengenai perlindungan perempuan dan anak dari perspektif hukum, pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, pembuatan apotek hidup atau tanaman obat keluarga (TOGA), penyediaan tempat sampah organik dan nonorganik, serta pembuatan plang Sekretariat RW 014.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons dan partisipasi yang baik selama program berlangsung. Selain meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai pola hidup sehat, perlindungan perempuan dan anak, pengelolaan limbah rumah tangga, pemanfaatan tanaman obat, serta pemilahan sampah, kegiatan ini juga memberikan keterampilan dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Secara keseluruhan, pelaksanaan KKN memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan memperkuat kerja sama antara mahasiswa, perangkat wilayah, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, aman, dan tertata. Kata Kunci: Kuliah Kerja Nyata, pemberdayaan masyarakat, pengabdian masyarakat, kesehatan, lingkungan.
Implementasi Program Kerajinan Tangan Ibu Rumah Tangga di Kampung Pelangi Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang Chintya Dzulfiani Safitri; Ilyas
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4v50d113

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya limbah anorganik di Kampung Pelangi dan terbatasnya keterlibatan ekonomi ibu rumah tangga. Program Kerajinan Tangan Ibu Rumah Tangga (Kreta Bunga) hadir sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemberdayaan ekonomi dan partisipasi ibu rumah tangga dalam pelaksanaan Program Kreta Bunga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode field research. Subjek penelitian terdiri atas Ketua Program Kreta Bunga, Ketua RW/Pokdarwis, dan peserta aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji melalui triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dalam Program Kreta Bunga dilakukan melalui enabling berupa penyebaran informasi, empowering melalui peningkatan keterampilan mengolah limbah menjadi kerajinan, dan protecting melalui pemberian kesempatan serta waktu kegiatan yang fleksibel. Partisipasi ibu rumah tangga meliputi pengambilan keputusan, pelaksanaan produksi, pemanfaatan hasil berupa peningkatan pendapatan dan kemandirian usaha, serta evaluasi dan pengawasan program. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Kerajinan Tangan, Ibu Rumah Tangga, Partisipasi Masyarakat, Kampung PelangiAbstractThis research was motivated by the high amount of inorganic waste in Kampung Pelangi and the limited economic involvement of housewives. The Housewives’ Handicraft Program (Kreta Bunga) was established as a community empowerment initiative through the processing of waste into economically valuable products. This research aimed to describe the economic empowerment and participation of housewives in the implementation of the Kreta Bunga Program. This study employed a descriptive qualitative approach using field research methods. The research subjects consisted of the Head of the Kreta Bunga Program, the Head of the Neighborhood Association (RW)/Pokdarwis, and active participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were validated using triangulation. Data analysis employed the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that empowerment in the Kreta Bunga Program was implemented through enabling, which involved disseminating information about the program; empowering, through improving participants’ skills in processing waste into handicraft products; and protecting, through providing equal opportunities and flexible activity schedules.The participation of housewives included participation in decision-making, production activities, utilization of program outcomes in the form of increased income and business independence, as well as program evaluation and supervision. Keywords : Community Empowerment, Handicrafts, Housewives, Community Participation, Kampung Pelangi