cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
Ahlal.pkl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.39 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31237037     DOI : https://doi.org/10.66914/an-naba
Core Subject :
An Naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun, didedikasikan untuk mempublikasikan hasil penelitian empiris, studi kasus, dan kajian teoretis di bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada integrasi strategi pendidikan dalam upaya pengembangan masyarakat di dunia nyata, dengan tujuan mendorong kemajuan yang berkelanjutan melalui berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan sosial. Secara harfiah An Naba berasal dari bahasa Arab yang berarti berita besar atau informasi penting. Sejalan dengan makna tersebut, jurnal ini hadir sebagai wadah diseminasi gagasan inovatif, metodologi, dan praktik terbaik. An Naba bertujuan menyebarkan informasi berdampak besar yang mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan berbagai lapisan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Tantangan Peningkatan Kualitas dan Profesionalisme Guru dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia Sukari; Hudallah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4cqkw329

Abstract

Islamic education in Indonesia faces increasingly complex challenges along with the development of science, technology, and social transformation. One of the key factors determining the success of Islamic education development is the quality and professionalism of teachers as the main actors in the educational process. This study aims to analyze the challenges in improving the quality and professionalism of Islamic education teachers in Indonesia and to identify strategic efforts for strengthening teacher competencies in responding to the demands of modern education. This study employs a qualitative approach using a library research method through the analysis of relevant academic literature and educational policy documents, including regulations, scholarly books, and scientific journal articles. The data were analyzed using content analysis techniques to identify the conditions, challenges, and strategies related to the professional development of Islamic education teachers. The findings reveal that the quality and professionalism of Islamic education teachers have improved through various competency development programs; however, several challenges remain in strengthening professional, pedagogical, personal, and social competencies. The major challenges include limited instructional innovation, insufficient digital literacy, the need to develop a research culture among teachers, and the strengthening of teachers’ exemplary roles and social competencies. Therefore, strategies to enhance the quality of Islamic education require continuous professional development, improvement of digital literacy, pedagogical innovation, strengthening of professional learning communities, and character development of teachers as Islamic educators. This study highlights that teacher professionalism is a crucial factor in establishing Islamic education that is adaptive, high-quality, and capable of responding to the demands of contemporary society. Keywords: Islamic education, teacher professionalism, teacher competence, educational quality, teacher development   Abstrak Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial masyarakat. Salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pengembangan pendidikan Islam adalah kualitas dan profesionalisme guru sebagai pelaksana utama proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan peningkatan kualitas dan profesionalisme guru dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia serta mengidentifikasi strategi penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur akademik dan dokumen kebijakan yang relevan, seperti regulasi pendidikan, buku ilmiah, dan artikel jurnal. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi kondisi, tantangan, dan strategi pengembangan profesionalisme guru pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan profesionalisme guru pendidikan Islam telah mengalami perkembangan melalui berbagai program peningkatan kompetensi, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Tantangan utama meliputi keterbatasan inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan budaya penelitian, serta penguatan keteladanan dan kemampuan sosial guru. Strategi yang diperlukan untuk memperkuat mutu pendidikan Islam meliputi pengembangan profesional berkelanjutan, peningkatan literasi digital, inovasi pedagogik, penguatan komunitas profesi, serta pembinaan karakter guru sebagai pendidik Islam. Kajian ini menegaskan bahwa profesionalisme guru menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pendidikan Islam yang adaptif, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Kata kunci: pendidikan Islam, profesionalisme guru, kompetensi guru, kualitas pendidikan, pengembangan guru.
Evaluasi Implementasi SI-WARAS dalam Mendukung Pencatatan Penyakit Tidak Menular Berbasis Kader Kesehatan di Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul, DIY Rinaldi Muhammad Fauzi; Sevia Fiqta Ramadani; Abdulhalim Fr. Baso; Siti Khadija Maharani Tualeka; Abner Alvah Nabilla; Ahmad Hafidz Mustofa; Julyansyah Afandy; Muhammad Fauzan Anwar; Nafisa Anindya Kusumo; Muhammad Wildan Al-Farizi; Muhammad Zidan Awwalu Naja; M. Anang Alief Al Ikhsan Setiawan; Adelia Sania Yarista
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/2fn7dc11

Abstract

Pelaksanaan pencatatan hasil skrining PTM di posyandu masih banyak dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan data yang tidak lengkap, duplikasi, serta keterlambatan pelaporan. Pemanfaatan sistem pencatatan digital diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data kesehatan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi SI-WARAS dalam mendukung kemudahan penggunaan, kualitas pencatatan data, dan efisiensi pencatatan PTM di Posyandu Kalurahan Caturharjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 42 kader kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert setelah implementasi SI-WARAS dan dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi serta persentase. Sebagian besar kader menyatakan bahwa SI-WARAS mudah dipahami dan dioperasikan melalui telepon pintar, menghasilkan pencatatan yang lebih rapi, mempermudah penelusuran data warga, serta mempercepat proses pencatatan dan rekapitulasi dibandingkan sistem manual. Implementasi SI-WARAS mendukung digitalisasi pencatatan PTM melalui peningkatan kemudahan penggunaan, kualitas pencatatan, dan efisiensi pelaporan sehingga berpotensi memperkuat pengelolaan data kesehatan berbasis kader di tingkat posyandu. Kata Kunci : SI-WARAS, kader kesehatan, penyakit tidak menular, pencatatan digital, posyandu. Abstract At community health posts (Posyandu), NCD screening records are still predominantly paper-based, leading to incomplete records, data duplication, and delays in reporting. Digital recording systems are therefore needed to improve the quality of community health data management. This study aimed to analyze the implementation of SI-WARAS in supporting usability, data recording quality, and recording efficiency for NCD services at Posyandu in Caturharjo Village. A descriptive quantitative study was conducted involving 42 community health volunteers. Data were collected using a post-implementation Likert-scale questionnaire and analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. Most respondents reported that SI-WARAS was easy to understand and operate using smartphones, produced more organized records, facilitated retrieval of community health data, and accelerated recording and reporting processes compared with the previous manual system. SI-WARAS supports the digitalization of NCD recording by improving usability, recording quality, and reporting efficiency, thereby strengthening community-based health information management at the Posyandu level. Keywords: SI-WARAS, community health volunteers, non-communicable diseases, digital recording, Posyandu.
Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem) Sebagai Instrumen Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Amri Sawab; Hilda Kamilatul Maola; Nur Khusni Badrudin; Ma’mun Hanif
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/nv86se54

Abstract

Learning planning is a crucial aspect of effective education delivery. Teachers are required not only to master the learning material but also to develop systematic plans to optimally achieve learning objectives. The Annual Program (Prota) and Semester Program (Prosem) are learning tools that serve as guidelines for managing time allocation, material distribution, and student competency achievement. This study aims to describe the concept, objectives, development steps, and implementation of Prota and Prosem in Islamic Religious Education (PAI) learning. The method used was library research with a qualitative descriptive approach. Data were obtained from various books, scientific journals, and documents related to learning planning. The study results indicate that Prota and Prosem play a strategic role in increasing learning effectiveness by helping teachers manage time, systematically organize material, and ensure the achievement of competencies stipulated in the curriculum. With appropriate planning, the learning process can be more focused, effective, and tailored to student needs. Keywords: Annual Program, Semester Program, Learning Planning, Islamic Religious Education, Curriculum ABSTRAK Perencanaan pembelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang efektif. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menyusun perencanaan yang sistematis agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem) merupakan perangkat pembelajaran yang berfungsi sebagai pedoman dalam mengatur alokasi waktu, distribusi materi, dan pencapaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, tujuan, langkah penyusunan, serta implementasi Prota dan Prosem dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait perencanaan pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa Prota dan Prosem memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran karena membantu guru mengelola waktu, menyusun materi secara sistematis, serta memastikan ketercapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Dengan penyusunan yang tepat, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kata Kunci: Program Tahunan, Program Semester, Perencanaan Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Kurikulum
Implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 27 Semarang Aida Farah Syafitri
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/8ypch031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS di SMP N 27 Semarang.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka belum optimal karena pemahaman guru masih terbatas,pembelajaran masih berpusat pada guru,serta terdapat kendala sarana dan prasarana.meskipun demikian,guru mulai menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan asesmen formatif secara sederhana. Meskipun demikian,terdapat upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala tersebut,seperti mulai menerapkan pembelajaran berbasisi proyek (Project Based Learning) dan penggunaan asesmen formatif sederhana.Dengan demikian,implementasi Kurikulum Merdeka di SMP N 27 Semarang masih berada pada tahap adaptasi dan memerlukan dukungan berkelanjutan berupa peningkatan kompetensi guru,penyediaan sarana prasarana,serta penguatan komunitas belajar guru agar pelaksanaan kurikulum dapat berjalan lebih efektif. Kata Kunci: Kurikulum  Merdeka, IPS, Implementasi, Guru, Asesmen   Abstract This study aims to determine the implementation of the Independent Curriculum in social studies learning at SMP N 27 Semarang. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation and interviews. The results of this study indicate that the implementation of the Independent Curriculum is not optimal because teacher understanding is still limited, learning is still teacher-centered, and there are obstacles in facilities and infrastructure. However, teachers have begun to implement project-based learning and simple formative assessments. However, there are efforts made by teachers to overcome these obstacles, such as starting to implement project-based learning and the use of simple formative assessments. Thus, the implementation of the Independent Curriculum at SMP N 27 Semarang is still in the adaptation stage and requires ongoing support in the form of improving teacher competencies, providing infrastructure, and strengthening teacher learning communities so that curriculum implementation can run more effectively. Keywords: Independent Curriculum, Social Studies, Implementation, Teachers, Assessment  
Pendampingan Digitalisasi UMKM Melalui Sosialisasi, Pembuatan Google Maps, dan QRIS di Desa Planggu Annisa Nur Halimah; Friscilla Sofie Funyrosana; Hafizh Nurrafi Nugraha; Vina Aurla Putri Aziza; Faradiba Saroh; Zumrotun Nafi’ah; Ilham Karisma; Ari Budi Irmawati; Miftahul Huda; Anisa Dwi Nuraini; Syahrani Nurafiza
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/rtt8pg50

Abstract

Digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan akses pemasaran dan kemudahan transaksi. Hasil observasi awal di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM di Dusun Krasak, Klegen, Sidorejo, dan Sonodimulyo belum memanfaatkan Google Maps dan QRIS dalam kegiatan usahanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya digitalisasi sekaligus mendampingi penerapan Google Maps dan QRIS untuk mendukung aksesibilitas dan pengembangan usaha. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui identifikasi potensi, sosialisasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Sosialisasi dilaksanakan pada 19 Juli 2026 di Aula Balai Desa Planggu dengan mengundang 40 pelaku UMKM dan dihadiri 25 perwakilan. Kegiatan meliputi penyampaian materi pemasaran digital, digital branding, manajemen keuangan, praktik pembuatan poster menggunakan Artificial Intelligence (AI), serta pendampingan Google Business Profile dan QRIS. Pendampingan QRIS dilanjutkan melalui kunjungan langsung pada 20 Juli 2026. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti praktik dan adanya minat pelaku UMKM untuk memperoleh pendampingan QRIS. Kegiatan ini membantu meningkatkan literasi digital serta memberikan akses terhadap teknologi yang dapat mendukung pemasaran dan transaksi UMKM. Keberlanjutan pendampingan diperlukan agar pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara konsisten dalam pengembangan usaha.
Penguatan Moderasi Beragama Melalui Pemberdayaan Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Pentas Kreasi Anak Sholeh di Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten Amarul Wildan Ahsani; Lulu Rikha Setyanti; Asri Arista Hutama; Alya Nur Safitri; Fito Zainal Abidin; Muzaika Awalina; Intan Lailatul Luthfiyah; Muhammad Ridwan Qomaruddin; Dina Nurul Kholifah; Vembitriano Waliyyaji; Denavi Varista Putri; Pancar Lutvia Khoirunnisa; Rizky Kusumawardani
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4akp8031

Abstract

Keberagaman corak keagamaan dan karakteristik Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, merupakan potensi sekaligus tantangan dalam penguatan moderasi beragama dan ukhuwah Islamiyah. TPA Masjid Al-Ikhlas dan Mushola Al-Huda bercorak Nahdlatul Ulama, sedangkan TPA Masjid Al-Hidayah, Baitussalam, dan Al-Mubarok memiliki kecenderungan Muhammadiyah dan Salafi. Perbedaan tersebut menyebabkan aktivitas pembelajaran masing-masing TPA cenderung berlangsung secara terpisah sehingga ruang interaksi antarsantri masih terbatas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan TPA sekaligus menciptakan ruang perjumpaan antarsantri untuk menumbuhkan kepercayaan diri, kreativitas, ukhuwah Islamiyah, dan sikap saling menghargai. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 26061 UIN Raden Mas Said Surakarta dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah dan potensi, perencanaan, aksi, refleksi, serta tindak lanjut dan keberlanjutan. Aksi pengabdian diwujudkan melalui program Sahabat Qur’ani: Mengaji, Bercerita, dan Bermain dengan mendampingi pembelajaran TPA sesuai karakter masing-masing, serta Pentas Kreasi Anak Sholeh yang mempertemukan santri dari berbagai TPA dalam kegiatan mengaji, pidato, puisi, lagu Islami, dan kesenian. Hasil pelaksanaan menunjukkan meningkatnya keberanian, kreativitas, dan semangat santri mengikuti TPA serta terbentuknya ruang interaksi dan silaturahmi antarsantri, pengurus TPA, dan wali santri. Kegiatan juga menunjukkan bahwa keberagaman corak keagamaan dapat dikelola sebagai potensi untuk membangun sikap saling menghargai tanpa menghilangkan karakter masing-masing TPA. Keberlanjutan program diarahkan melalui penguatan kolaborasi antara pengurus TPA, pemuda, wali santri, dan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan pendidikan dan kreativitas santri secara berkelanjutan. Kata Kunci : Pemberdayaan TPA; Moderasi Beragama; Participatory Action Research; Ukhuwah Islamiyah; Pentas Kreasi Anak Sholeh. Abstract The diversity of religious orientations and characteristics of Qur’anic learning centers (Taman Pendidikan Al-Qur’an/TPA) in Krikilan Village, Bayat District, Klaten Regency, represents both an opportunity and a challenge in strengthening religious moderation and ukhuwah Islamiyah. The TPA of Al-Ikhlas Mosque and Al-Huda Prayer House have Nahdlatul Ulama orientations, while those of Al-Hidayah, Baitussalam, and Al-Mubarok Mosques tend to reflect Muhammadiyah and Salafi orientations. Such differences have resulted in learning activities being conducted largely within separate TPA environments, limiting opportunities for interaction among students from different religious backgrounds. This community service program aimed to empower TPA while creating spaces for interaction among students to foster confidence, creativity, ukhuwah Islamiyah, and mutual respect. The program was conducted by KKN Group 26061 of UIN Raden Mas Said Surakarta using a Participatory Action Research (PAR) approach through the stages of problem and potential identification, planning, action, reflection, and follow-up and sustainability. The activities were implemented through the Sahabat Qur’ani: Reciting, Storytelling, and Playing program, which supported TPA learning according to the characteristics of each institution, and the Pentas Kreasi Anak Sholeh (Pious Children’s Creative Performance), which brought together students from various TPA through Qur’anic recitation, speeches, poetry, Islamic songs, and cultural performances. The results indicate increased students’ confidence, creativity, and enthusiasm for participating in TPA activities, as well as strengthened interaction and social bonds among students, TPA administrators, and parents. The program also demonstrated that religious diversity can be managed as a social asset for fostering mutual respect without eliminating the distinctive characteristics of each TPA. Program sustainability is expected to be strengthened through continued collaboration among TPA administrators, youth groups, parents, and the wider community in developing educational and creative activities for TPA students. Keywords: TPA Empowerment; Religious Moderation; Participatory Action Research; Ukhuwah Islamiyah; Pious Children’s Creative Performance.
Edukasi Anti Bullying Dengan Metode Partisipatif Pada Siswa Sekolah Dasar Di SDN 1 Trucuk Kabupaten Klaten Aprina Fitri Candra; Nawang Zulfani Septiana; Fuad Hanafi; Cucud Rahmawati Delfyta S; Daffa Al Faza; Daniyah El Fitri; Muhammad Rifqi Zain; Febriana Alifia Safitri; Diah Dwi Rahmawati; Octaviana Putri Ramadhani; Ninda Dwi Lestari
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/j5a4n126

Abstract

Perundungan (bullying) di jenjang sekolah dasar perlu dilakukan pencegahan kerap tidak dikenali oleh siswa sendiri karena tumpang tindih dengan kategori “candaan”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses rekonstruksi pemahaman dan sikap siswa kelas V terhadap bullying melalui edukasi partisipatif yang diselenggarakan di SDN 1 Trucuk, Kabupaten Klaten, pada 15 Juli 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 21 siswa kelas V dan 11 mahasiswa fasilitator, dianalisis secara tematik.Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, sebelum edukasi, sebagian besar siswa memaknai ejekan, julukan merendahkan, dan pengucilan sebagai “candaan” yang wajar, dan hanya mengenali kekerasan fisik sebagai bullying. Kedua, pergeseran pemahaman terjadi melalui tiga mekanisme partisipatif yang saling melengkapi, yaitu media audio-visual, lagu edukatif, dan sesi diskusi/berbagi pengalaman, yang secara bersama-sama memindahkan pengetahuan dari tataran kognitif menuju penghayatan afektif. Ketiga, pergeseran ini termanifestasi dalam perubahan sikap dari posisi bystander pasif menjadi upstander yang aktif menegur atau melaporkan tindakan bullying kepada guru. Temuan ini memperkuat kerangka teoretis bullying sebagai fenomena relasional kelompok, sekaligus menggarisbawahi bahwa keberlanjutan program menjadi prasyarat penting agar perubahan sikap tidak berhenti pada kesadaran jangka pendek.
Pengembangan Pojok Baca Berbasis ABCD untuk Mendukung Literasi Anak di TPA Istiqomah Hanafi; Muhammad Sulthon Assidiq; Rintan Martsalia; Sani Nur Aisyah; Galuh Mutiara Anggun; Findha Riska Utami; Dwi Setiawan; Randhy Danu Atmojo; Nur Fadillah; Atikah Aqila; Iga Shelanisa; Ayu Rahmawati; Sovia Zahrianti Erika
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/wpj85z40

Abstract

TPA Istiqomah di Dukuh Turen, Desa Tambak, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten merupakan salah satu ruang pendidikan nonformal yang tidak hanya digunakan untuk kegiatan mengaji, tetapi juga bimbingan belajar dan kegiatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyediakan akses bacaan yang lebih mudah bagi anak-anak sekaligus mengembangkan ruang belajar yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Kegiatan diawali dengan observasi kondisi TPA, penggalangan donasi pada 26 Juni-11 Juli 2026, pengumpulan dan penataan buku, penyediaan rak serta fasilitas pendukung, hingga penyerahan program kepada pengelola pada 27 Juli 2026. Program menghasilkan 81 buku, satu rak buku, serta Pojok Harapan yang ditempatkan di ruang TPA Istiqomah. Respons awal dari 20 anak menunjukkan bahwa 16 anak (80%) menyatakan sangat setuju, 3 anak (15%) setuju, dan 1 anak (5%) cukup setuju terhadap keberadaan Pojok Baca. Anak-anak juga menunjukkan ketertarikan terutama terhadap buku cerita bergambar. Program selanjutnya diserahkan kepada pengelola dan relawan TPA Istiqomah agar dapat terus dimanfaatkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan aset lokal melalui pendekatan ABCD dapat digunakan untuk mengembangkan fasilitas literasi dan membuka peluang keberlanjutan program berbasis masyarakat.
Implementasi Program Pendampingan Belajar Anak Melalui Rumah Ceria Di Desa Karangjoho Kecamatan Karangdowo Muhammad Nabil Riyaldi G.; Rajesta Trimayza A.; Karen Febriana; Fairuz Adna Fika; Galuh Uzhma Lailly; Maulidya Apriliya; Muna Sri Asmahani; Najwaa Nisrina Annur; Muhammad Arif Karunia P.; Mohammad Fadhlurrohman K.; Teo Meinesa Hetira; Siti Nisrina Ma’muroh
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/m7a2ay34

Abstract

Rendahnya motivasi belajar, keterbatasan pendampingan belajar di rumah, serta kesulitan membaca dan memahami materi pelajaran masih menjadi permasalahan yang dihadapi sebagian anak di Desa Karangjoho, Kecamatan Karangdowo. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan Program Rumah CERIA (Cerdas, Edukatif, Ramah, Inovatif, dan Aktif) sebagai bentuk pendampingan belajar bagi anak-anak. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Rumah CERIA serta mengidentifikasi manfaatnya terhadap motivasi belajar, kemampuan literasi, dan pemahaman materi peserta didik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Program Rumah CERIA mampu meningkatkan motivasi belajar, kemampuan membaca dan berhitung, serta pemahaman materi pelajaran anak. Pembelajaran yang interaktif, penggunaan permainan edukatif, dan pengelompokan peserta berdasarkan tingkat kemampuan dasar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong partisipasi aktif peserta. Selain meningkatkan aspek akademik, program ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan keberanian anak dalam mengemukakan pendapat. Dengan demikian, Program Rumah CERIA dapat menjadi alternatif model pendampingan belajar berbasis masyarakat yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak di wilayah pedesaan.
Praktik Pembuatan Nugget Sehat sebagai Intervensi Gizi untuk Mencegah Stunting di Desa Krajan, Kalikotes Wahidatul Awaliyah; Hikmal Ari Prabowo; Aisya Fatma Fikian; Nisa Angel Pertiwi; Dhuha Anugerah Pakerti; Rana Dwi Sukmanigrum; Ima Nur Rodiyah; Tarisa Elfata Nanda; Nurul Hidayah; Melvin Natalia Dwianggraeni; Aura Satria Mahar Dhika
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/qe0q3917

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Permasalahan tersebut juga masih ditemukan di Desa Krajan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, dengan tercatat sebanyak 16 balita mengalami stunting pada tahun 2026. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu yang memiliki balita serta anggota PKK melalui edukasi mengenai pencegahan stunting dan praktik pengolahan nugget sehat berbahan dasar ayam, bayam, dan wortel. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode sosialisasi, demonstrasi, praktek secara langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Krajan dengan melibatkan 17 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari peserta, dengan 88,24% peserta menyatakan berminat untuk membuat nugget sehat secara mandiri di rumah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi yang disertai praktik langsung dapat menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan keterampilan masyarakat terkait penyediaan makanan bergizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting