cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
Ahlal.pkl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.39 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31237037     DOI : https://doi.org/10.66914/an-naba
Core Subject :
An Naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun, didedikasikan untuk mempublikasikan hasil penelitian empiris, studi kasus, dan kajian teoretis di bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada integrasi strategi pendidikan dalam upaya pengembangan masyarakat di dunia nyata, dengan tujuan mendorong kemajuan yang berkelanjutan melalui berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan sosial. Secara harfiah An Naba berasal dari bahasa Arab yang berarti berita besar atau informasi penting. Sejalan dengan makna tersebut, jurnal ini hadir sebagai wadah diseminasi gagasan inovatif, metodologi, dan praktik terbaik. An Naba bertujuan menyebarkan informasi berdampak besar yang mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan berbagai lapisan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Menabung dan Pengadaan Tempat Sampah di Desa Muara Bakti, Kabupaten Bekasi Nurul Ainni Nissa Fillayaty; Muhammad Hafidz Ramadika; Siti Arfa Lambutu; Indah Ayu Sastro; Dimas Ramadhan; Wistama Yoga Nurdiansyah; Andrey Theophyllus; Toman Andreas Fernando Sitompul; Neng Siti Komariah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/32v3z986

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RW 007 Desa Muara Bakti, Kabupaten Bekasi, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan keuangan dan kebersihan lingkungan melalui edukasi menabung sejak dini serta pengadaan sarana pilah sampah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode observasi, wawancara, dan pendekatan partisipatif. Edukasi menabung diberikan kepada anak-anak untuk meningkatkan literasi keuangan dan membangun kebiasaan menabung. Selain itu, penyediaan tempat sampah organik dan anorganik dilakukan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman anak-anak tentang pentingnya menabung serta respons positif masyarakat terhadap sarana pilah sampah yang disediakan. Kata Kunci: edukasi menabung, pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, KKN. Abstract The Community Service Program (KKN) in RW 007, Muara Bakti Village, Bekasi Regency, aims to increase community awareness of financial management and environmental cleanliness through early savings education and the provision of waste sorting facilities. The program was implemented using observation, interviews, and a participatory approach. Savings education was provided to children to improve financial literacy and develop savings habits. Furthermore, organic and inorganic waste bins were provided to support better waste management. The results of the program indicate an increased understanding of the importance of saving among children and a positive community response to the provided waste sorting facilities. Keywords: savings education, waste management, community empowerment, KKN.
Pengembangan Identitas Desa Berbasis Rebranding UMKM dan Pemasangan Penanda Batas RT di Desa Muara Bakti, Kabupaten Bekasi Daffa Dimah Hidajat; Destia Rika Purnamawati; Aulia Fadhillah; Zalfa Fhaerunnisa Ahmad; Salwa Sabilah; M. Fadli Pratama; Kashah Khoirun Nissa; Neng Siti Komariah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/2y8nem46

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. Program KKN Kelompok 57 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di Desa Muara Bakti, Kabupaten Bekasi, berfokus pada penguatan identitas desa melalui rebranding UMKM dan pemasangan penanda batas RT. Kegiatan rebranding dilakukan dengan pembuatan banner usaha untuk membantu meningkatkan identitas visual dan daya tarik UMKM. Selain itu, pemasangan penanda batas RT dilakukan untuk mempermudah identifikasi wilayah dan mendukung keteraturan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan visibilitas usaha masyarakat serta kemudahan akses informasi wilayah bagi warga dan pengunjung.   Kata kunci: KKN, UMKM, rebranding, penanda batas RT, identitas desa.   Abstract Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) is a form of community engagement that connects academic knowledge with real community needs. The KKN program conducted by Group 57 of Universitas Bhayangkara Jakarta Raya in Muara Bakti Village, Bekasi Regency, focused on strengthening village identity through MSME rebranding and the installation of neighborhood boundary signs. The rebranding activity involved designing and providing business banners to improve the visual identity and attractiveness of local enterprises. In addition, boundary signs were installed to facilitate area identification and support environmental organization. The program results showed improved business visibility and easier access to territorial information for residents and visitors.   Keywords: Community Service Program, MSMEs, rebranding, boundary signs, village identity  
Rekonstruksi Problematika Kewarisan Islam Kontemporer : Kajian Normatif Atas Penundaan Warisan, Pemerataan Hak Waris, Dan Hibah Pra-Wafat Putri Rahma; Amar Adly; Heri Firmansyah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/xngn5e35

Abstract

Contemporary inheritance issues are problems frequently found in modern society and often differ from the normative provisions of Islamic inheritance law. This study aims to analyze the problems of delaying the distribution of inheritance after the death of the deceased, equal distribution of inheritance among heirs, and the transfer of property before the deceased passes away from the perspectives of Islamic law and positive law in Indonesia. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches. The legal sources used in this study consist of the Qur’an, Hadith, the Compilation of Islamic Law (KHI), legislation, books, journals, and other scientific literature. The results of the study indicate that delays in inheritance distribution often occur due to reasons such as maintaining family harmony, customary factors, and inheritance assets that cannot yet be divided. However, prolonged delays may lead to disputes and the loss of heirs’ rights. The practice of equal inheritance distribution has developed due to considerations of social justice and gender equality, although the faraidh system in Islam has clearly regulated the shares of heirs in detail. Meanwhile, the transfer of property before death through grants (hibah) is permissible in Islam as long as it fulfills the required conditions and principles of justice. This study concludes that contemporary inheritance issues reflect the dynamic relationship between Islamic legal provisions and the social developments of modern society. Therefore, a comprehensive understanding of the law is necessary to achieve justice and public benefit in inheritance distribution.   Keywords: contemporary inheritance, faraidh, hibah, inheritance distribution, Islamic law   Abstrak  Problematika kewarisan kontemporer merupakan persoalan yang banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat modern dan sering kali berbeda dengan ketentuan normatif hukum waris Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penundaan pembagian warisan setelah pewaris meninggal, pembagian warisan secara merata antara ahli waris, serta pemberian harta sebelum pewaris meninggal dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum diperoleh dari Al-   Qur’an, hadis, Kompilasi Hukum Islam, peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan literatur ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pembagian warisan sering terjadi karena alasan menjaga keharmonisan keluarga, faktor adat, dan kondisi harta yang belum dapat dibagi, namun penundaan yang terlalu lama dapat menimbulkan sengketa dan hilangnya hak ahli waris. Pembagian warisan secara merata berkembang karena pertimbangan keadilan sosial dan kesetaraan gender, meskipun ketentuan faraidh dalam Islam telah mengatur bagian ahli waris secara rinci. Sementara itu, pemberian harta sebelum pewaris meninggal melalui hibah diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi syarat dan prinsip keadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa problematika kewarisan kontemporer menunjukkan adanya dinamika antara ketentuan hukum Islam dan perkembangan sosial masyarakat modern sehingga diperlukan pemahaman hukum yang komprehensif agar tercipta keadilan dan kemaslahatan dalam pembagian warisan.   Kata Kunci: kewarisan kontemporer, faraidh, hibah, pembagian warisan, hukum Islam
Sistem Hukum Perkawinan di Dunia (Perbandingan Antar Negara Indonesia dan Malaysia) Putri Rahma; Sukiati; Iwan
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/fp5mkq70

Abstract

Perkawinan merupakan institusi penting dalam hukum Islam yang bertujuan membentuk keluarga yang harmonis serta menjaga ketertiban sosial. Dalam negara modern, pengaturan perkawinan tidak hanya didasarkan pada ketentuan syariat, tetapi juga diatur melalui sistem hukum nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sistem hukum perkawinan di Indonesia dan Malaysia serta menelaah implementasinya dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif melalui studi kepustakaan terhadap berbagai peraturan dan literatur hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara sama-sama mendasarkan pengaturan perkawinan pada prinsip-prinsip hukum Islam, khususnya dalam rukun dan syarat perkawinan. Indonesia mengatur perkawinan melalui sistem hukum nasional yang terpusat dengan integrasi nilai-nilai Islam dalam peraturan perundang-undangan dan peradilan agama. Sebaliknya, Malaysia menerapkan sistem yang lebih desentralistik karena kewenangan hukum keluarga Islam berada pada negara bagian yang diatur melalui undang-undang keluarga Islam dan ditangani oleh mahkamah syariah. Meskipun memiliki perbedaan dalam struktur hukum dan administrasi, kedua sistem hukum tersebut menunjukkan kesesuaian dengan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta melalui pengaturan institusi perkawinan.   Kata kunci: hukum perkawinan, hukum keluarga Islam, Indonesia, Malaysia, maqāṣid al-syarī‘ah
Manajemen Kepala Sekolah dalam Mengelola Kompetensi Pedagogik Guru di SMP Tastafi Abu Lamkawe Raisul Fadhla
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/tnfeez85

Abstract

This article aims to analyze the principal’s management in developing teachers’ pedagogical competence at SMP Tastafi Abu Lamkawe. The focus of the study is directed toward the principal’s managerial strategies and the impact of school leadership on the improvement of teachers’ pedagogical competence. This research employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings show that the principal’s management was implemented through systematic planning, teacher development programs, classroom supervision, mentoring, provision of learning facilities, technology integration, and teacher participation in decision-making. The principal’s leadership also contributed positively to teacher motivation, professionalism, innovation, and the improvement of student-centered learning practices. However, the implementation faced several challenges, including limited budget, resistance to change among some teachers, and limited time for professional development activities. This article concludes that effective, communicative, participatory, and supportive principal leadership plays an important role in strengthening teachers’ pedagogical competence and improving the quality of learning in an Islamic-based school context. Keywords: principal management, school leadership, pedagogical competence, teacher professionalism, Islamic education ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kepala sekolah dalam mengelola kompetensi pedagogik guru di SMP Tastafi Abu Lamkawe. Fokus kajian diarahkan pada strategi manajemen kepala sekolah dan dampak kepemimpinan kepala sekolah terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen kepala sekolah dilakukan melalui perencanaan yang sistematis, program pengembangan guru, supervisi kelas, pembinaan, penyediaan sarana pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta pelibatan guru dalam pengambilan keputusan. Kepemimpinan kepala sekolah juga berdampak positif terhadap motivasi, profesionalisme, inovasi, dan peningkatan praktik pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran, resistensi sebagian guru terhadap perubahan, dan keterbatasan waktu pengembangan profesional. Artikel ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, komunikatif, partisipatif, dan suportif berperan penting dalam memperkuat kompetensi pedagogik guru serta meningkatkan mutu pembelajaran pada konteks sekolah berbasis nilai keislaman. Kata Kunci: manajemen kepala sekolah, kepemimpinan sekolah, kompetensi pedagogik, profesionalisme guru, pendidikan Islam
Penggunaan Bahasa Gaul pada Siswa Kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan Nurul Fadhilah; Anita Angraini Lubis
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/80bcq177

Abstract

Grade VIII students of SMP N 4 Padangsidimpuan, who are increasingly exposed to various cultural influences through digital media, tend to adopt and modify slang language as a means of expressing their personalities and lifestyles. While the use of slang facilitates communication and strengthens social relationships among students, it also raises concerns regarding its impact on local cultural identity and the preservation of regional languages. This study aims to analyze the use of slang language among Grade VIII students of SMP N 4 Padangsidimpuan and examine its positive and negative impacts on students’ social interactions and language development. This research employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation involving Grade VIII students and teachers of SMP N 4 Padangsidimpuan. The findings reveal that the use of slang language helps students become more confident, enhances communication skills, supports social adaptation, and serves as a medium for self-expression. However, excessive use of slang may lead to a decline in formal language proficiency, misunderstandings, the erosion of standard Indonesian language usage, negative stereotypes, reduced interest in learning, and miscommunication. Therefore, although slang plays an important role in students’ daily interactions, schools need to encourage the consistent use of formal Indonesian in academic settings to maintain students’ linguistic competence and support the preservation of cultural and language identity. Keywords: Analysis, Slang, SMP N 4 Padangsidimpuan. Abstrak Siswa Kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan, yang terpapar berbagai pengaruh budaya melalui media digital, cenderung mengadopsi dan memodifikasi bahasa untuk mencerminkan kepribadian dan gaya hidup. Namun,  penggunaan bahasa gaul juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap identitas budaya lokal. Padangsidimpuan, yang kaya akan keragaman etnis dan budaya, memiliki warisan bahasa dan tradisi yang unik. Ketika siswa lebih sering menggunakan bahasa gaul, ada potensi pengabaian terhadap bahasa daerah dan tradisi budaya lokal. Ini bisa mengakibatkan pergeseran nilai-nilai budaya dan identitas etnis yang menjadi ciri khas masyarakat Padangsidimpuan. Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai siswa kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan dan guru SMP N 4 Padangsidimpuan berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan bahasa gaul pada siswa kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan membuat siswa lebih akrab, percaya diri dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa gaul berperan penting dalam interaksi sosial siswa, tetapi perlu adanya pengendalian dan pembiasaan penggunaan bahasa formal di lingkungan sekolah agar tidak mengurangi kualitas keterampilan berbahasa Indonesia siswa secara akademik. Dampak penggunaan bahasa gaul di kalangan siswa kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya yaitu: 1) meningkatkan kemampuan komunikasi; 2) adaptasi sosial; dan 3) ekspresi diri. Sedangkan dampak negatifnya yaitu: 1) penurunan kemampuan berbahasa formal; 2) kesalahpahaman; 3) erosi bahasa Indonesia; 4) stereotip negative; 5) penurunan minat belajar; dan 6) miskomunikasi. Kata Kunci: Analisis, Bahasa Gaul, SMP N 4 Padangsidimpuan.
Gema Bakti Bersih: Upaya Mahasiswa KKN Kelompok 61 Ubhara Jaya Menjaga Lingkungan dan Mempererat Kebersamaan Warga Desa Muara Bakti Adli Lesmana; Akhdan Agung Pasha; Alya Nuraini; Annisa Novita Sari; Azrial Sahputra Bangun; Belfa Azalia; Fariz Iqbal Efendi; Elia Rossa
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/02nt9s22

Abstract

This article discusses three Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) activities focused on environmental and social development, namely spinach cultivation in residents’ home gardens, the provision of trash bins at locations prone to illegal waste disposal, and the revitalization of a neighborhood security post (pos kamling) that had deteriorated due to damage. All activities were carried out with the active participation of local residents through the spirit of mutual cooperation. The implementation results demonstrated positive community responses, increased awareness of environmental cleanliness, and the restoration of public facilities as a means of promoting security and social cohesion. These programs are expected to generate sustainable benefits for both the environment and the social life of Muara Bakti Village. Keywords: community service, environment, gotong royong, community empowerment, Muara Bakti Village Abstrak Artikel ini membahas tiga program kerja KKN yang berfokus pada bidang lingkungan dan sosial kemasyarakatan, yaitu penanaman bayam di pekarangan warga, pengadaan tong sampah pada objek rawan pembuangan sampah secara sembarangan, serta revitalisasi pos kamling yang telah mengalami kerusakan. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat melalui semangat gotong royong. Hasil pelaksanaan menunjukkan respons positif dari warga, peningkatan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, serta kembali berfungsinya fasilitas umum sebagai sarana keamanan dan kebersamaan. Program-program ini diharapkan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan dan kehidupan sosial Desa Muara Bakti. Kata Kunci: KKN, lingkungan, gotong royong, pemberdayaan masyarakat, Desa Muara Bakti    
Membangun Kesadaran Finansial dan Mendukung Pengembangan Usaha Mikro di Desa Muara Bakti Ghaitza Zarka Zahira Shaffa; Meisya Liana; Nadya Pandita Ratu; Regina Amanda; Vivilya Ankhsenamen Legi; Yoga Hafizh Erlangga; Elia Rossa
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/ad09hp66

Abstract

This article discusses two Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) activities, namely the "Celengan Cerita" program as an effort to improve financial literacy among children and the installation of business banners to support the promotion of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the village. The activities were carried out with the active participation of the local community. The results showed positive responses, increased children's understanding of financial management, and the expansion of promotional media for MSMEs. These programs are expected to provide sustainable benefits in supporting financial literacy and strengthening the local economy in Muara Bakti Village. Keywords: KKN, financial literacy, MSMEs, community empowerment, Muara Bakti Village. Abstrak Artikel ini membahas dua program kerja KKN, yaitu program Celengan Cerita sebagai upaya peningkatan literasi keuangan bagi anak-anak serta pemasangan banner usaha untuk mendukung promosi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif, meningkatnya pemahaman anak terhadap pengelolaan keuangan, serta bertambahnya media promosi UMKM. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dalam mendukung literasi keuangan dan penguatan ekonomi lokal di Desa Muara Bakti. Kata Kunci: KKN, literasi keuangan, UMKM, pemberdayaan masyarakat, Desa Muara Bakti.
Edukasi Bahaya Narkotika Dan Obat-Obatan Terlarang Di Desa Tambun, Kabupaten Bekasi Syalwina Fajira Salsabila; Dhea Anggraeni Simanjuntak; Galuh Azzah Luthfianti; Dhion Putra Simbolon; Ryzky Imelina Saragih; Muhammad Rafif Adhyasta; Sheva Hilmi Rahmandani
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/vhfrpq30

Abstract

Penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) merupakan masalah besar yang terus memburuk, terutama di tempat-tempat seperti Desa Tambun di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. Daerah ini berisiko karena banyak orang berpindah-pindah, dan keluarga tidak selalu mengawasi kehidupan sosial remaja dengan baik. Kelompok 39 Bhara Aksi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari program kerja nyata Universitas Bhayangkara Jakarta Raya 2026. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat mempelajari bahaya NAPZA dan cara menghindarinya. Mereka melakukan ini melalui ceramah dan kegiatan yang melibatkan narasumber dari GRANAT, sebuah kelompok anti-narkoba nasional. Mereka menggunakan metode yang menyenangkan dan interaktif seperti video dan brosur untuk mengajar. Empat belas remaja dan orang tua bergabung dalam acara tersebut. Setelahnya, semua peserta lebih memahami berbagai jenis narkoba, apa yang terjadi jika menggunakannya, dan bagaimana keluarga dapat membantu mencegah penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu menciptakan komunitas yang aman dan bebas narkoba dalam jangka panjang. Kata kunci: NAPZA; Edukasi Narkotika; KKN; Penyuluhan; Desa Tambun Abstract Drug, psychotropic, and addictive substance (NAPZA) abuse is a serious and growing problem, particularly in suburban areas such as Tambun Village, South Tambun District, Bekasi Regency. This area is vulnerable to drug circulation due to high population mobility and weak family supervision over adolescent social activities. This community service activity was carried out by Group 39 Bhara Aksi as part of the Community Work Program (KKN) at Bhayangkara University of Greater Jakarta in 2026, with the aim of increasing public knowledge and awareness of the dangers of NAPZA through participatory outreach involving resource persons from GRANAT (National Anti-Narcotics Movement). The method used was outreach based on communication, information, and education (KIE) with an interactive approach, supported by visual media and informative leaflets. The activity targeted 14 participants consisting of adolescents and parents in Tambun Village. The results showed an increase in participants' understanding of the types of narcotics, the impact of their misuse, and family-based prevention strategies. This activity is expected to be a starting point for the formation of a conducive and sustainable drug-free social environment. Keywords: NAPZA; Drug Education; KKN; Counseling; Tambun Village
Pemberdayaan Nelayan di Pelabuhan Ratu Sukabumi Melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Laut dan Strategi Pemasaran Berkelanjutan Kasful Anwar; Sri Dewi Nirmala; Riandi Marisa
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/fqy6v061

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan nelayan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, melalui pelatihan pengolahan hasil laut dan strategi pemasaran berkelanjutan. Nelayan di kawasan ini menghadapi berbagai tantangan kompleks, termasuk keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil tangkapan, ketergantungan pada pengepul, rendahnya posisi tawar dalam penetapan harga, serta lemahnya kelembagaan nelayan. Metode pelaksanaan program mencakup tiga tahapan utama: persiapan melalui identifikasi kebutuhan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan; pelaksanaan pelatihan partisipatif selama satu hari dengan materi kebijakan pemberdayaan nelayan, program bantuan pemerintah, penguatan kelembagaan, dan strategi pemasaran berkelanjutan; serta pendampingan dan evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap nelayan, yang tercermin dari kemampuan peserta menyusun langkah-langkah sinergis dalam penguatan kelembagaan serta pengembangan produk olahan hasil laut bernilai tambah seperti nugget ikan, bakso ikan, dan produk diversifikasi lainnya. Nelayan juga mulai mengadopsi strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce. Penguatan kelembagaan melalui kelompok usaha bersama dan koperasi menjadi kunci untuk meningkatkan akses permodalan dan posisi tawar nelayan. Program ini merekomendasikan keberlanjutan pendampingan intensif, pengembangan infrastruktur pendukung, penguatan akses pasar, peningkatan literasi digital, serta kolaborasi multi-pihak untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan nelayan yang berkelanjutan di Pelabuhan Ratu. Kata Kunci: Pemberdayaan Nelayan, Pengolahan Hasil Laut, Strategi Pemasaran Berkelanjutan, Pelabuhan Ratu, Kelembagaan Nelayan