cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014" : 20 Documents clear
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL SEQUENCE PADA MEKANISME PENGGANTI CD PLAYER SECARA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 328P Venesa Bagus Anandya; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.287 KB)

Abstract

Sistem otomasi merupakan suatu teknologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang berbasis komputer (mikroprosesor, PLC atau mikro). Semuanya bergabung menjadi satu untuk memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki fungsi tertentu. Adapun beberapa perangkat otomasi yaitu mikroprosesor, mikrokontroler dan PLC. Pada penelitian ini CD Changer menggunakan perangkat mikrokontroler. Mikrokontroler adalah suatu IC (Integrated Circuit) dengan kepadatan yang sangat tinggi, dimana semua bagian yang diperlukan untuk suatu kontroler sudah dikemas dalam satu keping, yang terdiri dari : CPU, RAM, ROM, Input/Output Serial dan Parallel, Timer, dan Interupt Controller. CD Changger adalah sebuah alat pengganti CD secara otomatis yang bekerja secara bertahap yang didukung oleh rangkaian komponen elektronik yang dilengkapi dengan sensor photoelektrik, motor DC dan motor servo. Kontrol yang digunakan berbasis mikrokontroler ATMega 328P, dimana mikrokontroler ini mengendalikan sistem sesuai dengan program yang diinginkan dan sudah terprogram didalamnya. Perangkat lunak didalam sistem ini dibuat menggunakan bahasa ARDUINO dengan compiler ARDUINO IDE 1.5.4. Hasil analisa diperoleh bahwa dengan penambahan osilator kristal 16MHZ kecepatan mencapai 16 MIPS (Millions of Instructions Per Second) memiliki akurasi dan stabilitas yang tinggi, sehingga pada pengujian mekanisme pada setiap step dan pengujian kehandalan sistem tidak terjadi kesalahan.
PENGARUH JENIS LAPISAN MATERIAL TERHADAP KETAHANAN BALISTIK BAJA Ahmad Zaedun; Rusnaldy Rusnaldy; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.867 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari tentang karakteristik ketahanan balistik baja dengan mengguanakan variasi tiga lapisan (triple layers). Material target yang digunakan yaitu baja dengan tebal 0,2 mm mempunyai  nilai kekerasan 481,7 VHN, serta menggunakan mika, kawat ram dan tembaga sebagai kombinasi lapisannya. Ada 4 variasi percobaan yang digunakan diantaranya baja-baja-baja, baja-mika-baja, baja-kawat ram-baja, dan baja-tembaga-baja. Pengujian menggunakan senapan angin berkompresi yang digunakan sebagai peluncur proyektil berkaliber 0,45 mm. Proyektil ini kekerasannya 82,63 VHN memiliki bentuk hidung ogival-nose  dengan 10x kokangan yang mewakili kecepatan peluru, yang melewati lintasan peluru menuju material target. Dari percobaan yang sudah dilakakukan bahwa variasi baja-baja-baja ketahanan balistikya paling bagus. Disini diketahui deformasi pelurunya paling besar dan memiliki kedalaman peluru masuk balok paling kecil yang mengindikasikan kecepatan sisa peluru tersebut. Sedangkan pada variasi baja-kawat ram-baja ketahanan balistiknya paling buruk, karena efek kerusakan crater yang sangat besar, namun memiliki deformasi peluru yang kecil sehingga tidak banyak energi peluru yang diserap oleh plat.
PENGARUH DEBIT ALIRAN AIR TERHADAP EFEKTIFITAS PENDNGINAN EVAPORASI DENGAN KONTAK LANGSUNG TANPA MENGGUNAKAN BANTALAN PENDINGIN Kharisma Syauqi Wildana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.57 KB)

Abstract

Teknologi evaporative cooler berawal dari konsep pendinginan udara dengan media air. Dimana udara di dinginkan dengan cara mengkontakkan langsung antara air dan udara, sehingga terjadi perpindahan kalor dari udara ke air yang mengakibatkan proses penguapan,sehingga temperatur udara turun dan nilai kelembabanya naik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit air  pada direct evaporative cooler. Penelitian dilakukan dengan eksperimen. Variabel penelitian adalah debit air yang dispray dengan variasi 0,8 L/m, 1,2L/m dan 1,45L/m. Data yang diambil meliputi data temperatur input , RH input, temperatur output dan RH output. Data-data tersebut digunakan untuk menentukan penurunan DBT(Dry Bulb Temperature), dan WBT(Wet Bulb Temperature). Hasilnya digunakan untuk menghitung efektifitas evaporative cooler. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pendinginan evaporative cooling ini, dapat menghasilkan temperatur hingga 25,3 oC namun efektifitasnya rendah yaitu 56%. Sedangkan efektifitas tertinggi erjadi pada pengujian 1 pukul 13.00 pada variasi debit 1,2L/menit yaitu 80% dengan T lingkungan= 34,1 oC dan T out= 27,1 oC dan TWB=25,39. Dan rata-rata efektifitas terbaik dihasilkan pada variasi debit 1,2L/menit dan rata-rata efektifitas terburuk terjadi pada debit 0,8L/menit. Dan efektifitas tertinggi antara pukul 10.00-13.00.
PENGARUH PROSES NORMALIZING TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN LAS THERMITE SIMILLAR BAJA UIC-54 (Union Internasionale des Chemins de fer -54) Adityo Ristyanto; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.863 KB)

Abstract

Salah satu penerapan metode pengelasan saat ini adalah pengelasan thermite yang merupakan pengembangan dari proses pengelasan yang umum dilakukan. Penerapannya terutama dalam bidang yang besar seperti rail crane, rel kereta api, gear yang besar, atau patahan pada komponen-komponen peralatan yang ukurannnya besar, ataupun perbaikan instalasi rel kereta api. Namun di Indonesia sendiri masih jarang digunakan. Pengelasan thermite adalah reaksi eksotermik antara alumunium dan besi oksida yang menghasilkan baja lebur yang kemudian dituangkan ke dalam suatu cetakan yang akan di-las. Dari pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa adanya penyetaraan nilai kekerasan dari base metal, HAZ (Heat Affected Zone), dan weld metal yang disebakan adanya pengaruh post weld heat treatment normalizing. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah base metal terletak pada temperatur 850 ˚C, kekerasan tertinggi pada daerah HAZ (Heat Affected Zone) terletak pada temperatur 850˚C, dan kekerasan tertinggi pada daerah weld metal terletak pada temperatur 775 ˚C. Hasil pengelasan dari kedua sisi bahan baja UIC-54 (Union Internasionale des Chemins de fer-54) menghasilkan tiga daerah utama yaitu daerah logam dasar, daerah terpengaruh panas HAZ (Heat Affected Zone), dan daerah logam las. Dalam proses pengelasan thermite, bagian sambungan yang di las menerima panas pengelasan setempat dan selama proses berjalan suhunya terus berubah sehingga distribusi menjadi tidak merata. Karena panas tersebut, maka pada bagian terjadi pengembangan thermal, sedangkan bagian yang dingin tidak berubah sehingga terbentuk penghalang pengembangan yang menyebabkan terjadinya peregangan. Akibat peregangan ini akan timbul tegangan tetap yang disebut tegangan sisa.
MAMPU BENTUK PLASTIK PADA PROSES VACUUM FORMING DENGAN VARIASI TEKANAN 0.979 bar, 0.959 bar, 0.929 bar, 0.909 bar PADA TEMPERATUR 200 ºC Abdul Ghani K; Eflita Yohana; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.498 KB)

Abstract

Plastik saat ini telah banyak menggantikan perlengkapan-perlengkapan manusia yang terbuat dari bahan logam, gelas dan kayu. Ini karena plastik mempunyai beberapa kenggulan antara lain sifatnya yang mudah dibentuk, ringan, kuat, tahan karat, sebagai isolator listrik yang baik dan tentunya mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Pada proses pengerjaannya ada beberapa metode yang digunakan, tetapi yang sering digunakan adalah metode thermo forming. Salah satu dari metode thermo forming  yang sederhana adalah vacuum forming. Pada dasarnya metode ini dilakukan dengan memberikan perlakuan panas pada lembaran plastik hingga plastik menjadi lunak (tidak mencapai titik leleh) kemudian dibentuk pada cetakan sesuai yang dikehendaki dengan memberikan tekanan vakum.Ada beberapa parameter yang menentukan kualitas dari hasil cetakan plastik pada proses vacuum forming antara lain, jenis plastik dan ketebalan plastik yang digunakan, temperatur pemanasan dan tekanan vakum yang digunakan. Pada penelitian kali ini sebagai bahan uji digunakan lembaran plastik dengan jenis polyethylene  terephthalate (PET) berukuran 30 cm x 34 cm dengan ketebalan 0,25 mm dan 0,35 mm. Untuk temperatur pemanasan diset pada temperatur konstan sebesar 200 . Dan untuk mencetak plastik dengan kualitas tebaik digunakan tekanan vakum yang divariasikan menjadi 4 variasi tekanan vakum yaitu; 0,979 bar, 0,959 bar, 0,929 bar dan 0,909 bar. Dari hasil penelitian diperoleh tekanan vakum terbaik untuk mencetak plastik dengan tebal 0,25 mm adalah 0,909 bar dan hasil yang sama juga di peroleh untuk plastik dengan ketebalan 0,35 mm yaitu untuk tekanan terbaiknya adalah 0,909 bar.
KAJI EKSPERIMENTAL ALIRAN DUA FASE WATER-CRUDE OIL MELEWATI PIPA SUDDEN EXPANSION HORISONTAL BERPENAMPANG LINGKARAN Ambangan Siregar; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.087 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik dan penurunan tekanan pada pipa Pembesaran mendadak dengan rasio diameter 16:26 mm untuk aliran campuran air-crude oil. Variasi yang diberikan berupa penambahan fraksi volume minyak dalam aliran hingga 10% serta laju aliran yang didasarkan pada putaran motor pompa 2400, 2200, 2000, 1800, 1600, dan 1400 rpm. Nilai penurunan tekanan dihitung dari data perbedaan tekanan antara pipa kecil dan besar pada daerah sudden expansion yang diukur dengan manometer U, sedangkan debit aliran diukur menggunakan flow meter. Hasil penghitungan penurunan tekanan pada daerah sudden expansion berkisar antara 250-980  Pa. sedangkan penambahan fraksi volume crude oil sangat berpengaruh terhadap debit aliran, hasil perhitungan debit aliran yang berkisar antara 0,00028 m3/s-0,00065 m3/s.
ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR KERETA API DAOP 4 SEMARANG SAMPAI TAHUN 2030 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Goris Panji Pradana; MSK Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.026 KB)

Abstract

Bahan bakar fosil merupakan sumber daya tak terbarukan yang banyak digunakan di bidang transportasi. Kajian tentang penggunaan dan efek yang ditimbulkan serta estimasi kebutuhannya perlu ditangani secara bijak. Salah satu moda transportasi yang yang membutuhkan estimasi tersebut adalah kereta api. Kereta api pada penelitian ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu kereta barang, kereta penumpang dan KRD yang didasarkan pada perbedaan konsumsi bahan bakarnya. Oleh karena itu, konsumsi bahan bakar dihitung berdasarkan jumlah kereta, jarak tempuh dan fuel economy. Jumlah kereta api akan disesuaikan dengan jumlah penumpang dan barang yang dipindahkan. Software The Long Range Energy Alternatives Planning (LEAP) digunakan pada penelitian ini untuk mengembangkan model yang memproyeksikan kebutuhan bahan bakar sampai 2030 dengan skenario yang berbeda-beda. Skenario tersebut adalah business as usual (BAU), advanced technology (AT) dan alternatives fuel replacement (AFR). Hasil yang didapat dari perencanaan energi adalah jumlah energi yang dibutuhkan sampai tahun 2030 oleh skenario BAU adalah 40.806,7 ribu SBM atau 6,5 miliar liter solar, berdasarkan skenario AT dibutuhkan 33.072,8 ribu SBM atau 5,3 miliar liter solar, berdasarkan skenario AFR 34.341,8 ribu SBM, terdiri dari 4,5 miliar liter solar, 0,85 miliar liter biodiesel dan 1.360,6 juta kWh. Emisi CO2(Non-Biogenic) yang dihasilkan pada skenario BaU sebesar 17.214,6 ribu metrik ton, N2O 142,4 metrik ton, CO 237,3 ribu metrik ton, SO2 43,589,2 metrik ton, NOx 284,7 ribu metrik ton, VOCs 47.455,8 metrik ton. Skenario advanced technology mampu mereduksi keseluruhan jenis emisi sebesar 19% kecuali VOCs sebesar 23,4% sedangkan AFR mampu mereduksi keseluruhan jenis emisi sebesar 18%.
PEMODELAN DAN ANALISA UJI PENDULUM PADA STRUKTUR RANGKA BUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Benny Ardhi Subarkah; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.972 KB)

Abstract

Bus merupakan salah satu kendaraan bermotor yang dapat membawa banyak penumpang. Oleh sebab itu, bus harus didesain agar dapat memberikan rasa aman bagi penumpang dan pengemudinya. Struktur rangka bus adalah salah satu bagian dari sebuah bus yang berfungsi sebagai rumah-rumah dari kendaraan tersebut. Dalam berbagai kasus kecelakaan, struktur rangka sangat mempengaruhi keselamatan dari pengguna bus. Salah satu diantaranya yaitu kecelakaan bus terguling (rollover), dimana kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami cedera bahkan menewaskan penumpang di dalam bus. Di Eropa, terdapat standar bus yang mengatur keamanan bus ketika terjadi kecelakaan rollover, yaitu ECE R 66. Tugas akhir ini membahas tegangan dan displacement pada struktur rangka bus ketika terjadi kecelakaan terguling untuk mengukur keamanan bus sesuai dengan standar ECE R 66. Penerapan dari ECE R 66 dilakukan dengan memberikan beban pendulum pada sisi samping bus dengan kecepatan dan sudut pendulum yang ditentukan berdasarkan dimensi bus. Penulis melakukan analisa dengan mengunakan metode elemen hingga dan dengan software bantu ANSYS / LS - Dyna. Hasil analisa berupa konsentrasi tegangan dan displacement pada bagian sisi samping struktur rangka bus. Besarnya displacement pada bagian tersebut tidak melebihi ruang batas selamat (residual space). Oleh karena itu, struktur rangka bus ini aman jika terkena beban pendulum atau kecelakaan terguling (rollover).
PENGARUH DEBIT ALIRAN AIR TERHADAP EFEKTIFITAS DIRECT EVAPORATIVE COOLING DILENGKAPI COOLING PAD SERABUT KELAPA Moh. Dzikri Amri; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.523 KB)

Abstract

Evaporative cooling merupakan sistem pengkondisian udara yang menggunakan air untuk mendinginkan dan menambah kadar air atau kelembaban pada aliran udara, sehingga temperatur bola kering menjadi lebih dingin sebelum mengalami proses penguapan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh debit aliran air pada sprayer  pada direct evaporative cooler dengan menggunakan metode eksperimen. Cooling pad serabut kelapa digunakan sebagai filter dan pendinginan awal.  Variabel penelitian adalah debit air yang dispray dengan variasi 0,8 L/m, 1,2L/m dan 1,45L/m. Data yang diambil meliputi data temperatur input , RH input, temperatur output dan RH output. Data-data tersebut digunakan untuk menentukan penurunan DBT(Dry Bulb Temperature), dan WBT(Wet Bulb Temperature). Hasilnya digunakan untuk menghitung efektifitas evaporative cooler. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pendinginan evaporative cooling ini, dapat menurunkan temperatur hingga 25,4 oC dan menaikkan kelembaban relatif hingga 88%. Selain itu debit aliran pada sprayer mempunyai pengaruh terhadap efektifitas direct evaporative cooler. Pada penelitian ini debit aliran yang menghasilkan efektifitas paling baik yaitu berturut-turut 1,45, 1,2 dan 0,8 liter/menit.
ESTIMASI PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PADA KENDARAAN ANGKUTAN UMUM BRT DI SEMARANG SAMPAI TAHUN 2030 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP M. Yusuf Ridlo; MSK Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.89 KB)

Abstract

Bahan bakar fosil merupakan sumber energi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama di bidang transportasi. Penggunaan bahan bakar fosil dan efek emisnya perlu dilakukan manajemen dan estimasi yang tepat. Salah satu sistem transportasi yang memerlukan manjemen dan estimasi adalah sistem transportasi massal (bus rapid trans/BRT). Perencanaan dilakukan dengan software LEAP dengan beberapa skenario, skenario tersebut adalah business as usual (BAU), alternative energy replacement (AER), dan advanced fuel economy (AFE). Hasil dari perencanaan energi didapat jumlah bahan bakar yang dibutuhkan BRT pada tahu 2030 berdasarkan skenario BAU adalah 296.500Gigajoule atau setara 5.930.000 liter solar, berdasarkan skenario AFE 276.400 Gigajoule atau setara 5.528.000 liter solar, berdasarkan skenario AER 103.300 Gigajoule atau setara 2.706.000 liter solar untuk armada berbahan bakar solar dan 20.400 Gigajoule atau setara 59.804,29 liter untuk armada berbahan bakar CNG. Emisi gas buang yang ditimbulkan pada tahun 2030 berdasarkan skenario BAU  adalah Carbon Dioxide Non Biogenic sebesar 21.700 metrik ton, Carbon Monoxide sebesar 100 metrik ton, Nitrogen Oxides sebesar 300 metrik ton, Non Methane Volatile Organic Compounds sebesar 100 metrik ton, dan Carbon Monoxide dan Non Methane Volatile Organic Compounds yang nilainya sangat kecil di bawah 6 metrik ton. Sedangkan untuk nilai Carbon Dioxide Non Biogenic pada skenario AFE  turun 6,5 % dibanding skenario BAU,dan 50,7% pada skenario AER, untuk Nitrogen Oxides pada skenario AFE  nilainya sama dengan BAU dan turun 66,7% pada skenario AER, sedagkan untuk senyawa lain hampir tidak mengalami perubahan

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue