cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENGARUH KONDISI PEMESINAN TERHADAP TEMPERATUR DAN DAYA PEMESINAN Akbar Widyastomo; Rusnaldy Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.091 KB)

Abstract

Cutting fluid adalah komponen yang sangat penting pada proses pemesinan (metal-cutting operation), selain untuk memperpanjang umur pahat cutting fluid dalam beberapa kasus mampu menurunkan gaya potong dan memperhalus permukaan produk hasil pemesinan. Kondisi pemesinan yang digunakan pada penelitian ini adalah pemesinan kering (tidak menggunakan cutting fluid), menggunakan cutting fluid dromus dan synthetic oil. Material benda kerja yang digunakan sebagai spesimen uji dalam penelitian ini adalah baja St 40. Dan untuk material pahat yang digunakan adalah berbahan PVD coated carbide. Untuk pengukuran temperatur dan daya pemesinan dilakukan dengan variasi kecepatan spindle yaitu 580, 850 dan 1400 rpm. Untuk gerak makan (feed) sebesar 0.204 mm/rev. Dan  depth of cut sebesar 1 mm. Dari pengujian tersebut diketahui kondisi pemesinan yang paling baik terhadap temperatur adalah kondisi pemesinan menggunakan cutting fluid synthetic oil. Sedangkan kondisi pemesinan yang paling baik terhadap daya pemesinan adalah kondisi pemesinan kering (dry).
ANALISIS STRESS CORROSION CRACKING (SCC) TEMBAGA DENGAN VARIASI PEMBEBANAN PADA MEDIA KOROSI AIR Erizal Andi Setyarso; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.019 KB)

Abstract

Pengujian Stress Corrosion Cracking (SCC) dilakukan untuk mengetahui korosi retak tegang pada logam akibat gabungan antara tegangan tarik statik dengan lingkungan korosif. Pada pengujian ini menggunakan benda uji tembaga. Didalam pengujian SCC ini dilakukan dengan menciptakan suatu kondisi spesimen agar mendapatkan tegangan tarik pada lingkungan yang korosif. Tegangan yang diberikan berupa tegangan tarik yang berasal dari pembebanan statik pada sistem pengungkit dengan variasi pembebanan 15 kg, 20 kg, dan 25 kg. Sebagai media korosif menggunakan air tawar dengan ph 7,10. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa kegagalan material lebih disebabkan oleh pengaruh media korosif, hal ini ditunjukkan bahwa tegangan yang bekerja masih dibawah tegangan luluh material. Semakin besar tegangan, maka terjadinya Stress Corrosion Cracking semakin cepat. Kekerasan uji menurun seiring dengan lamanya benda uji terendam dalam media korosif. Jenis retak yang terjadi pada tembaga adalah retak intergranular
PENGARUH JENIS SPRAYER TERHADAP EFEKTIVITAS DIRECT EVAPORATIVE COOLING DENGAN COOLING PAD SERABUT KELAPA Rizky Pratama Rachman; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.915 KB)

Abstract

Teknologi evaporative cooler berawal dari konsep pendinginan udara dengan media air. Prinsipnya adalah mengontakkan udara dengan butiran air, sehingga terjadi perpindahan panas dari udara ke air yang mengakibatkan temperatur udara turun dan kelembapan naik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis sprayer terhadap efektivitas pada direct evaporative cooler. Pada evaporative cooling dilengkapi dengan cooling pad yang berbahan fiber coconut yang ekonomis, cooling pad berfungsi sebagai wetted media bagi udara yang berfungsi sebagai pendinginan awal. Variabel penelitian adalah jenis water sprayer dengan variasi 1, 5 dan 7 lubang. Penurunan temperatur bola kering (Dry Bulb Temperature) dan kenaikan kelembapan relatif (Relative Humidity) merupakan hal yang dibahas dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis water sprayer berpengaruh terhadap penurunan temperatur dan kenaikan kelembaban udara keluaran direct evaporative cooler yang mana berpengaruh terhadap efektivitasnya. Pada direct evaporative cooler pemasangan sprayer 1 lubang mempunyai  efektivitas 0,79 yaitu yang paling tinggi diantara 5 lubang sebesar 0,78 dan 7 lubang sebesar 0,74.
DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN MAIN STEAM (HIGH PRESSURE) PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT Muhammad Zainal Mahfud; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.724 KB)

Abstract

Pada pembangkit listrik untuk mengalirkan uap dari Heat Recovery Steam Generator (HRSG) menuju turbin, maka diperlukan perpipaan sebagai media penyalur uap. Melihat pentingnya peranan pipa dalam operasi pembangkit maka diperlukan suatu analisis tegangan dalam perancangan yang mengacu pada code ASME B31.1. Kondisi uap yang dialirkan bertemperatur sebesar 535 0C pada kondisi operasi maksimum dan tekanan maksimum sebesar 47 bar menuju turbin uap high pressure. Analisis yang dilakukan menggunakan software analisa tegangan pipa berbasis metode elemen hingga dengan elemen garis yaitu pada beban sustain, ekspansi termal dan occasional (akibat pengaruh aliran uap terhadap belokan dan percabangan pipa). Dari hasil analisis yang dilakukan terdapat nilai tegangan pada beban sustain sebesar 24,482 MPa dengan rasio terhadap tegangan ijin 42,9%, pada beban ekspansi termal sebesar 95,301 MPa dengan rasio terhadap tegangan ijin 48,4%, dan beban occasional sebesar 24,590 MPa dengan rasio terhadap tegangan ijin 37,4%. Tegangan tertinggi terdapat pada percabangan tee 450 akibat tekanan internal dan kombinasi gaya serta momen dari sistem perpipan, namun tegangannya masih dalam batas di bawah tegangan ijin code. Untuk menurunkan tegangan pada tee 450 bisa dilakuan dengan metode reinforcement. Didapat hasil tegangan setelah dilakukan reinforcement yaitu pada beban sustain sebesar 21,002 MPa dengan rasio 36,8% dan beban occasional sebesar 21,101 MPa dengan rasio 32,1%. Selain itu dilakuan pula pengecekan menggunakan software lain dengan elemen volume yang didapatkan hasil tegangan equivalent sebesar 55,572 MPa dari beban sustain dan 56,1 MPa dari beban occasional. Disimpulkan bahwa tegangan yang terjadi masih berada di bawah tegangan ijin code, sehingga sistem perpipaan dapat dikatakan aman. Kemudian dilakukan simulasi dinamis dengan Eigensolver untuk mengetahui modus getar dan frekuensi pribadi sistem perpipaan. Didapatkan frekuensi sebesar 48,0815 Hz pada mode ke 13 yang mendekati frekuensi turbin 50 Hz. Tampak perilaku dinamis pipa di dekat turbin yang bergerak arah vertikal sumbu Y
ANALISIS PEMBENTUKAN KERAK DI DALAM PIPA PDAM SEMARANG Titis Septianna Sari; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.257 KB)

Abstract

Pipes are important components  in a system drinking water to transport water flow. If one of the pipes experiences corrode and scaling, the potential economic losses will be high. To determine the scale formation and corrosion in the pipeline of PDAM Semarang tests was performed including: Chemical Composition Test, Hardness Test, Piping Material Microstructure, SEM-EDX Test and Test XRD. The test results show that the pipe of PDAM Semarang can be classifield as the low carbon steel according to material type "JIS G4051 Type S 09 K". The hardness test results show that the hardness value of the corroded pipe is greater than the hardness value of the new pipeline.From the test results show the chemical composition of pipe PDAM Semarang including low carbon steel with material type "JIS G4051 Type S 09 K". For the hardness test results show that the hardness value of corroded pipe is greater than the hardness value of the new pipeline. Based on the results of EDX (Energy Dispersive X-ray Spectrosopy), element of manganese (Mn) influenced  the composition of the pipe water is 0.483 Mg / l. From XRD (X-ray Diffraction), there are two phases, namely: phase birnesite syn (MnO2) and phase hydroheate rolite (Zn2Mn4 + 3O8.H2O). The results of the two phases can exhibit high levels of Mn and Zn in the water provided  formation of oxide scale on the walls of the pipe.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER DENGAN MENGADAPTASI LUARAN PERANGKAT LUNAK MASTERCAM Cipto Ulinuha; Susilo Adi Widyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.708 KB)

Abstract

Kebutuhan operator semakin meningkat dengan semakin meningkatnya persaingan antar perusahaan. Namun, hal ini masih menjadi persoalan. SMK tidak dapat menghasilkan operator yang berkompeten dikarenakan SMK belum bisa menyediakan mesin CNC (Computer Numerical Controlled) sebagai fasilitas pembelajaran untuk para siswanya. Laboratorium Proses Produksi Jurusan Teknik Mesin mencoba menyelesaikan masalah ini dengan membuat mesin milling CNC trainer. Namun, mesin ini tidak dapat beradaptasi dengan perangkat lunak CAD/CAM. Tugas akhir ini bertujuan agar mesin milling CNC trainer dapat beradaptasi dengan luaran perangkat lunak Mastercam. Operator hanya perlu menggambar benda kerja dan membuat simulasi pada perangkat lunak Mastercam. Pembuatan gambar dapat menggunakan perangkat lunak CAD ataupun CAM. Proses penelitian ini menggunakan perangkat lunak Delphi dengan menambahkan tombol START, DO IT, DONE dan INC. Masing-masing tombol mempunyai fungsi yang berbeda. Tombol-tombol dibuat dengan memilih tombol bitbtn pada menu yang tersedia. Program dibuat dengan menggunakan pernyataan kondisional (if-then-else) dan perulangan (for dan while). Penulisan program selalu memperhatikan tipe data, contohnya : integer, real, boolean, arrayofstring dan string. Luaran perangkat lunak Mastercam mempunyai standar penulisan yang berbeda dengan standar penulisan mesin milling CNC trainer. Standar penulisan mesin milling CNC trainer adalah N ... G ... X ... Y ... Z ... F ... untuk selain kode G00. Untuk kode G00 yaitu N ... G ... X ... Y ... Z .... Hasil penelitian ini adalah luaran perangkat lunak Mastercam dapat beradaptasi dengan standar penulisan mesin milling CNC trainer.
DESAIN ALAT PENUKAR KALOR JENIS SHELL AND TUBE SEBAGAI EVAPORATOR UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI SUHU RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) Andry Vega Nugraha; Berkah Fajar TK.
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.249 KB)

Abstract

Sumber energi panas suhu rendah sangat melimpah di bumi. Mengubah energi panas bumi suhu rendah tersebut menjadi sebuah kerja yang efektif adalah salah satu cara untuk menghindari krisis energi. Pada penelitian Bertani tentang perkembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di seluruh dunia menghasilkan peningkatan 2GW selama 5 tahun dari 2005 – 2010 dan jika pembangkit listrik tenaga panas bumi suhu rendah dan menengah ditingkatkan maka kapasitas instalasi pembangkit listrik tenaga panas bumi akan meningkat 8,3% dari total produksi listrik dunia 2050. Dari permasalahan tersebut telah dibuat sebuah siklus Organic Rankine Cycle (ORC) dengan menggunakan analisis manual serta modeling dan validasi oleh perangkat lunak pendukung yaitu Cycle Tempo, REFROP, dan HTRI Xchanger Suite. Adapun  fluida kerja organik yang digunakan yaitu R-123, R-134, R-32 dan n-pentane. Hasil analisis dari sistem Organic Rankine Cycle (ORC) dengan data masukan suhu reservoir 70oC, laju aliran massa 0,515 kg/s, suhu masuk turbin 60oC, suhu keluar turbin 45oC, dari semua refrigeran yang dibandingkan telah didapat jenis refrigeran yang sesuai untuk digunakan pada sistem ORC tersebut yaitu dengan fluida organik R-123. Karena refrigeran tersebut memiliki tekanan relatif kecil, daya relatif tinggi dari refrigeran lainnya, effisiensi relatif tinggi dibanding refrigeran lainnya, serta pemasangan komponen, ijin yang lebih mudah dan biaya lebih murah, dan mudah didapatkan dibanding refrigerant lain. Desain evaporator didapatkan panjang shell (l) 2 m, jumlah tube (Nt) 322, passage 2 pass, tube layout 45o triangular, jarak antar baffle 0,2096 m, diameter shell (Ds) 0,524 m, OD tube 0,01905 m, ID tube = 0,015748 m, jarak antar tube (Pt)  0,024 m, pressure drop shell dan tube .
PENINGKATAN NILAI KALOR BIOBRIKET CAMPURAN KULIT METE DAN DOMINANSI SEKAM PADI DENGAN METODE PIROLISA Resha Widya Permana Putra; Arijanto Arijanto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.591 KB)

Abstract

Biomass is an alternative fuel that can replace the role of coal, but it has not been widely used because of  low calorific value and less valuable form . Thus  briquetting and pyrolysis are answers to the problem. Pyrolysis is a thermochemical decomposition of organic material at elevated temperatures between 300 0C - 500 0C, without participation of oxygen. Biomass materials, widely available in Indonesia, are rice husks, cocoa shells, and cashew shells. The purposes of this study were to determine the effect  of  pyrolysis process, to increase the calorific value and to compare the results of biobriquette calorific composition value of 75% cashew shell - 25%  rice husk by torefaction testing and pyrolysis testing with pyrolysis of biobriquette 75% rice husk - 25% cashew shell . The biomass was then formed into biobriquette to increase the density of the mass. Biobriquette materials used in this study were rice husk and cashew shell. Mass composition between cashew shell and rice husk was 50% - 50%, 75% -25%, and 100%  glued together using PVA glue. Then they were formed into briquettes with 25-30 mm high and 25 mm in diameter with direct sunlight drying for 24 hours. Next, variations of pyrolysis temperature 325 0C, 350 0C and 375 0C were carried out within ranges of time of 15 minutes, 30 minutes, and 45 minutes. The highest increased calorific value was  at 375 0C within time duration of 45 minutes was 5401.9 cal / g. In addition, the percentage of weight loss occured at 100% biobriquette composition of rice husk weight which decreased by 57.99%. Compared to torefaction and pyrolysis testings with different variations before, both testings produced the best calorific value of 6368.54 cal / g by testing biobriquette 75% cashew shell - 25% rice husk at pyrolysis temperature of 300 0C.
PENGARUH BAHAN BAKAR GAS LPG TERHADAP EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR KARBURATOR Heri Purnadi; Arijanto Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.549 KB)

Abstract

Laju penjualan kendaraan bermotor di Indonesia semakin tahun semakin meningkat dan di dominasi oleh sepeda motor. Hal ini berdampak pada persediaan minyak bumi yang terus menipis, sehingga mendorong manusia menjadi kreatif. Berbagai cara dilakukan untuk mengefisiensikan kinerja mesin sehingga pemanfaatan minyak bumi menjadi semakin efektif. Selain menemukan teknologi untuk mengefisienkan kinerja mesin, penelitian juga dilakukan untuk mencari bahan bakar alternatif selain bahan bakar minyak.Gas LPG (Liquified Petroleum Gasses) adalah salah satu bahan bakar yang layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif. LPG adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Komponen utama LPG terdiri dari Hidrokarbon ringan berupa Propana (C3H8) dan Butana (C4H10), serta sejumlah kecil Etana (C2H6) dan Pentana (C5H12). Keuntungan penggunaan LPG yaitu emisi gas buang yang rendah. Disamping itu, persediaan gas alam di Indonesia masih cukup banyak bila dibandingkan dengan persediaan minyak bumi. Meskipun demikian beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan apabila menggunakan LPG sebagai bahan bakar yaitu LPG tidak dianjurkan pada mesin kendaraan bermotor dalam kondisi masih standar. Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor Supra X Helm In 4 langkah dengan variasi putaran mesin dan variasi bahan bakar menggunakan bahan bakar premium, pertamax plus, gas elpiji dan blue gaz. Selain itu dilakukan pengukuran emisi gas buang dengan menggunakan alat Gas Analyzer Stargas mod 898. Dari hasil pengujian bila dibandingkan dengan premium, pertamax plus mengalami penurunan kadar CO sebesar  24,18 % sampai 28,81 %. Gas elpiji mengalami penurunan kadar CO sebesar  24,37 % sampai 65,50 %. Blue gaz mengalami penurunan kadar CO sebesar  26,16 % sampai 80,92 %. Kesimpulan dari pengujian ini bahwa bahan bakar gas LPG layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif dilihat dari emisi gas buang yang dihasilkan.
KAJIAN EKSPERIMEN DAN SIMULASI NUMERIK KARAKTERISTIK PEMULIHAN TEKANAN PADA SUDDEN EXPANSION CHANNEL A. Fikry Nur Ilmi; Khoiri Rozi; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.57 KB)

Abstract

Sudden expansion adalah bentuk saluran terekspansi  secara tiba-tiba dari daerah upstream menuju downstream. Banyak sekali fenomena yang terjadi dalam sudden expansion channel meliputi resirkulasi,separasi maupun vortex yang timbul pada aliran. Pada penelitian sekarang  menggunakan pipa sudden expansion dengan ER 1:2 . Aliran pada sudden expansion merupakan turbulen dengan bilangan reynold 80000 s/d 120000. Kajian sudden expansion channel menggunakan metode eksperimental dan numerik. Penelitian secara eksperimental mengunakan  wind tunnel open circuit AIRFLOW BENCH AF10 untuk mengukur distribusi tekanan statis pada sudden expansion channel.Metode numeric dengan menggunakan paket software ANSYS 14 dengan parameter input sesuai dengan eksperimen. Didapatkan hasil semakin tinggi bilangan reynold maka kecepatan yang dihasilkan akan semakin tinggi, sehingga coefficient pressure akan semakin besar.Pada daerah ditunjukan momentum aliran cukup kuat untuk mengatasi gaya viskos, sehingga energy kinetis aliran mampu membawa aliran dalam kondisi favorable. Ketika memasuki downstream aliran tersparasi sehingga membentuk zona resirkulasi pada daerah dinding expansion. Nilai coefficient pressure meningkat seiring dengan adanya kenaikan bilangan reynold.

Page 11 of 55 | Total Record : 549


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue