cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENGARUH DEBIT ALIRAN AIR TERHADAP EFEKTIFITAS DIRECT EVAPORATIVE COOLING DILENGKAPI COOLING PAD SERABUT KELAPA Moh. Dzikri Amri; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.523 KB)

Abstract

Evaporative cooling merupakan sistem pengkondisian udara yang menggunakan air untuk mendinginkan dan menambah kadar air atau kelembaban pada aliran udara, sehingga temperatur bola kering menjadi lebih dingin sebelum mengalami proses penguapan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh debit aliran air pada sprayer  pada direct evaporative cooler dengan menggunakan metode eksperimen. Cooling pad serabut kelapa digunakan sebagai filter dan pendinginan awal.  Variabel penelitian adalah debit air yang dispray dengan variasi 0,8 L/m, 1,2L/m dan 1,45L/m. Data yang diambil meliputi data temperatur input , RH input, temperatur output dan RH output. Data-data tersebut digunakan untuk menentukan penurunan DBT(Dry Bulb Temperature), dan WBT(Wet Bulb Temperature). Hasilnya digunakan untuk menghitung efektifitas evaporative cooler. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pendinginan evaporative cooling ini, dapat menurunkan temperatur hingga 25,4 oC dan menaikkan kelembaban relatif hingga 88%. Selain itu debit aliran pada sprayer mempunyai pengaruh terhadap efektifitas direct evaporative cooler. Pada penelitian ini debit aliran yang menghasilkan efektifitas paling baik yaitu berturut-turut 1,45, 1,2 dan 0,8 liter/menit.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR SILIKON (Si) PADA SHAFT PROPELLER BERBAHAN DASAR Al-Mg-Si Ajeng Fitria Satriani; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.991 KB)

Abstract

Aluminium dan paduannya merupakan logam non ferrous yang cukup luas penggunaanya. Shaft propeller merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal. HPDC (High Pressure Die Casting) merupakan salah satu metode dalam proses pengecoran. Heat treatment dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanis dengan proses precipitation hardening . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data nilai porositas, kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro sehingga dapat dibandingkan sifat mekanis antara produk chassis dengan penambahan unsur Magnesium (Mg) dan tanpa penambahan unsur Magnesium (Mg). Dalam penelitian ini, HPDC dilakukan pada tekanan konstan 7 MPa dan variasi penambahan unsur Magnesium (Mg) 0 wt%, 10 wt%, 11wt%, dan 12 wt%. Penambahan unsur magnesium dilakukan melaui proses stirring selama 5 menit dengan kecepatan 65 rpm dengan temperatur penuangan 750oC. Uji porositas dilakukan dengan menggunakan hukum Archimedes yaitu menimbang massa basah dan kering spesimen uji. Uji tarik menggunakan Universal Testing Machine, uji kekerasan menggunakan metode Rockwell dengan skala B, dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 200X. Hasil pengujian porositas menunjukkan bahwa porositas semakin menurun, pada variasi 0% Mg porositas sebesar 7,85%, pada variasi 11% Mg sebesar 4,96%, dan pada variasi 12% Mg sebesar 3,75%. Kekerasan meningkat seiring dengan penambahan unsur Mg. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa kekerasan meningkat, pada variasi 0% Mg sebesar 62,71 HRB, pada variasi 10% Mg sebesar 70,90 HRB,  pada variasi 11% sebesar 71,95 HRB dan pada variasi 12% Mg sebesar 78,90 HRB. Hal ini terjadi karena solidifikasi terjadi lebih cepat sehingga presipitat tumbuh dengan sempurna yang menyebabkan material memiliki jarak antar butir kristal lebih rapat sehingga sulit terjadi dislokasi pada butir.
UJI PERFORMANSI CUTTING FLUID PADA PROSES PEMESINAN DRILLING PLAT BAJA Bobby Kharisma; Rusnaldy Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.115 KB)

Abstract

Cutting fluid is a very important component in the process of machining (metal-cutting operation), in addition to extend tool life cutting fluid in some cases able to reduce cutting force and refine the product surface machining results.Machining conditions used in this study are machined dry (do not use cutting fluid) and by using cutting fluid dromus and synthetic oil. Workpiece material used as test specimens in this reserches is a steel JIS G3106 SM490YA. And for material of cutting tool used is made of High Speed Steel (HSS).To know the performance of the cutting fluid can be known from measurements such as tool wear generated. Tool wear measurement is done by use spindle speed 2500 rpm and perform ingestion 150 times for each tools and variable. Also, provide load 150 kg on drilling machine handle. From the testing will be known cutting fluid which has the best performance. Good performancecutting fluid is can decrease the friction between the cutting tool with the workpiece so that hasthe smallest tool wear generated so that it can extend cutting tool lifeCutting fluid is a very important component in the process of machining (metal-cutting operation), in addition to extend tool life cutting fluid in some cases able to reduce cutting force and refine the product surface machining results.Machining conditions used in this study are machined dry (do not use cutting fluid) and by using cutting fluid dromus and synthetic oil. Workpiece material used as test specimens in this reserches is a steel JIS G3106 SM490YA. And for material of cutting tool used is made of High Speed Steel (HSS).To know the performance of the cutting fluid can be known from measurements such as tool wear generated. Tool wear measurement is done by use spindle speed 2500 rpm and perform ingestion 150 times for each tools and variable. Also, provide load 150 kg on drilling machine handle. From the testing will be known cutting fluid which has the best performance. Good performancecutting fluid is can decrease the friction between the cutting tool with the workpiece so that hasthe smallest tool wear generated so that it can extend cutting tool life.
RANCANG BANGUN PROTOTIP SNOOPER HEXAPOD ROBOT UNTUK SISTEM KEAMANAN Jalu Rahmadi Mukti; Munadi Munadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.044 KB)

Abstract

Snooper hexapod robot merupakan robot berkaki yang rancangannya terinspirasi dari serangga laba-laba. Dalam pembuatan prototype yang terdiri dari 18 dof tersebut digunakan akrilik sebagai bahan dasar material, servomotor sebagai penggerak setiap joint pada setiap kakinya dan ATmega128 sebagai mikrokontrolernya. Akrilik dipilih karena ringan, kuat dan memiliki ketahanan yang cukup. Hexapod robot adalah sebuah mobile robot yang berjalan dengan menggunakan enam kaki yang dapat dimanfaatkan untuk menjangkau tempat-tempat yang sulit atau bahkan tidak mungkin untuk dapat dijangkau oleh mobile robot beroda. Sehingga dengan kemampuannya itu hexapod robot bisa diaplikasikan sebagai robot inspeksi maupun evakuasi pada bencana alam maupun tindak terorisme, dan juga dapat memperkecil kemungkinan jumlah korban manusia akibat bahaya di daerah yang rawan konflik. Dalam tugas akhir sarjana ini, sebuah prototip hexapod robot digunakan untuk misi pengintaian sehingga disebut snoopeer hexapod akan didesain dan dibuat sehingga memenuhi kemampuan yang diperlukan sebagai robot pengintai yang mampu menjangkau medan sulit dan dapat mengirimkan informasi visual kepada operator yang mengendalikannya. Analisa dilakukan pada algoritma gerak robot pada tiga macam metode jalan dengan beberapa parameter yang ditentukan
ESTIMASI PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PADA KENDARAAN ANGKUTAN UMUM BRT DI SEMARANG SAMPAI TAHUN 2030 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP M. Yusuf Ridlo; MSK Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.89 KB)

Abstract

Bahan bakar fosil merupakan sumber energi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama di bidang transportasi. Penggunaan bahan bakar fosil dan efek emisnya perlu dilakukan manajemen dan estimasi yang tepat. Salah satu sistem transportasi yang memerlukan manjemen dan estimasi adalah sistem transportasi massal (bus rapid trans/BRT). Perencanaan dilakukan dengan software LEAP dengan beberapa skenario, skenario tersebut adalah business as usual (BAU), alternative energy replacement (AER), dan advanced fuel economy (AFE). Hasil dari perencanaan energi didapat jumlah bahan bakar yang dibutuhkan BRT pada tahu 2030 berdasarkan skenario BAU adalah 296.500Gigajoule atau setara 5.930.000 liter solar, berdasarkan skenario AFE 276.400 Gigajoule atau setara 5.528.000 liter solar, berdasarkan skenario AER 103.300 Gigajoule atau setara 2.706.000 liter solar untuk armada berbahan bakar solar dan 20.400 Gigajoule atau setara 59.804,29 liter untuk armada berbahan bakar CNG. Emisi gas buang yang ditimbulkan pada tahun 2030 berdasarkan skenario BAU  adalah Carbon Dioxide Non Biogenic sebesar 21.700 metrik ton, Carbon Monoxide sebesar 100 metrik ton, Nitrogen Oxides sebesar 300 metrik ton, Non Methane Volatile Organic Compounds sebesar 100 metrik ton, dan Carbon Monoxide dan Non Methane Volatile Organic Compounds yang nilainya sangat kecil di bawah 6 metrik ton. Sedangkan untuk nilai Carbon Dioxide Non Biogenic pada skenario AFE  turun 6,5 % dibanding skenario BAU,dan 50,7% pada skenario AER, untuk Nitrogen Oxides pada skenario AFE  nilainya sama dengan BAU dan turun 66,7% pada skenario AER, sedagkan untuk senyawa lain hampir tidak mengalami perubahan
PENGARUH KONSENTRASI NaOH PADA LARUTAN H2O DAN NaOH PENGUJIAN GENERATOR HHO DRYCELL TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PREMIUM PADA KENDARAAN DENGAN SISTEM KARBURATOR 150 CC Andi Kurnia; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.711 KB)

Abstract

Semakin menipisnya cadangan minyak bumi di dunia dan meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak tersebut dilihat dari tidak diimbanginya dengan peningkatan pembelian kendaraan di setiap tahunnya, hal ini mendorong dilakukannya berbagai upaya untuk menghemat serta optimasi penggunaannya kinerja bahan bakar minyak tersebut. Penelitian ini menggunakan sistem elektrolisis air dengan penambahan katalisator yang dapat memisahkan antara hidrogen dan oksigen yang terkandung dalam air. Generator HHO drycell menghasilkan gas HHO yang dapat membantu memaksimalkan proses pembakaran yang terjadi pada ruang bakar kendaraan. Dalam beberapa penelitian yang telah ada menunjukkan bahwa penerapannya pada kendaraan bermotor dapat meningkatkan efisiensi dan penghematan penggunaan bahan bakar. Secara keseluruhan penelitian ini dilakukan dengan variasi yaitu menggunakan dan tanpa menggunakan generator HHO drycell, variasi rpm, dan 4 variasi konsentrasi NaOH (5%, 10%, 15%, dan 20%) pada larutan H2O dan NaOH. Gas HHO dimasukan kedalam ruang bakar melalui filter udara yang nantinya akan menuju ruang bakar. Hasil penelitian dengan larutan konsentrasi 20% NaOH didapatkan penghematan bahan bakar sebesar 23,54% pada rpm 6000. Kemudian dengan larutan konsentrasi 15% NaOH didapatkan peningkatan torsi sebesar 5,56% pada rpm 3000 dan daya sebesar 5,78% pada rpm 3000. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa semakin banyak jumlah gas HHO yang diproduksi maka akan meningkatkan prosentase penghematan bahan bakar.
PENGARUH RUBBING TERHADAP KONDISI GETARAN MESIN ROTASI Zudi Zukron Amin; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.48 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, getaran pada rumah bearing yang diakibatkan gesekan rotor (rubbing) dikaji dengan mengaplikasikan seperangkat alat gesekan rotor (mechanical rub kit) pada simulator kerusakan mesin (machinery fault simulator). Pengaruh gesekan penuh (full annular rub) pada sistem mesin rotasi dengan mempertimbangkan perbedaan material gesek dan kecepatan rotasi poros dikaji secara eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan tiga variasi material gesek yaitu alumunium, akrilik dan karet. Kemudian untuk variasi kecepatan rotasinya menggunakan 1000 rpm, 2000 rpm dan 3000 rpm. Getaran dari hasil gesekan poros pada rumah bearing di analisa. Hasil menunjukkan bahwa amplitudo getaran pada rumah bearing meningkat secara signifikan diikuti dengan kecepatan rotasi yang meningkat. Spektrum untuk material gesek lunak memiliki karakteristik unik, jadi bahwa tingkat getaran pada material lunak lebih rendah daripada getaran tanpa gesekan (baseline)
PENGARUH JENIS WATER SPRAYER TERHADAP EFEKTIVITAS DIRECT EVAPORATIVE COOLING TANPA MENGGUNAKAN COOLING PAD Nugroho Epri Isnandi; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.191 KB)

Abstract

Evaporative cooler technology originated from the concept of cooling the air with water media. Where the air is cooled by means of direct contacting between water and air , resulting in heat transfer from the air to the water which resulted in the evaporation process , so that the air temperature down  and the humidity was rising value . This study aimed to determine effect of water sprayer on the direct evaporative cooler . The study was conducted with the experiment . Research variable is the type of water sprayer with a variation of 1, 5 and 7 holes. The data captured includes data input temperature , RH input , output temperature and RH output . These data are used to determine the decrease in DBT  ( Dry Bulb Temperature) , and WBT ( Wet Bulb Temperature) . The result of the calculation is shown in tables and graphs and analyzed based on existing theory. The results showed that the type of water sprayer  affect the temperature decrease and increase air humidity output direct evaporative cooler which affect the effectiveness. In direct evaporative cooler mounting holes have a water sprayer 1 effectiveness by 90% which is highest among the water sprayer which only has 5 holes effectiveness of 78% and a water sprayer 7 holes with a 74% effectiveness.
Pengujian Alat Pengolah Limbah Plastik Jenis Ps (Polystyrene) Menjadi Bahan Bakar Alternatif Zaenal Abidin; Sugeng Tirta Atmadja; Arijanto Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.291 KB)

Abstract

Plastik adalah suatu material organik sintetik atau material organik semi sintetik yang berasal dari minyak bumi dan gas alam. Dari produk plastik, dihasilkan salah satunya polistirena (PS). Semakin meningkatnya sampah plastik ini akan menjadi masalah serius bila tidak dicari penyelesaiannya. Alternatif lain penanganan sampah  plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Tujuan dari penelitian untuk  mengetahui factor kondisi, serta mengetahui densitas dan nilai kalor dari minyak sampah PS hasil proses pirolisis. Penelitian ini dilakukan dengan metode pirolisis dimana sampah palstik jenis Polystyrene, dibakar di dalam reactor. Selama proses memiliki 3 suhu diantaranya 350oC dari hasil pirolisis menghasilkan volume 340 ml, densitas 0,8640 gr/ml, nilai kalor 35,348 J/gr, kemudian suhu 500oC menghasilkan volume 365 ml, densitas 0,8888 gr/ml, nilai kalor 34,687 J/gr, dan suhu yang ketiga 700oC menghasilkan volume 375 ml, densitas 0,9170 gr/ml, nilai kalor 29,914 J/gr.
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER Mushafa Amala; Susilo A Widyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.49 KB)

Abstract

Aspek kualitas dan produktivitas merupakan alasan dasar pengembangan perangkat lunak mesin-mesin produksi berbasis komputer, salah satunya perangkat lunak CNC trainer yang digunakan sebagai sistem operasi mesin CNC. Adapun sistem pengendali mesin CNC milling trainer menggunakan sistem pengendali terbuka dimana pada sistem pengendali terbuka keluaran tidak dibandingkan dengan masukan untuk mengurangi nilai kesalahan dalam sistem operasi. Sehingga untuk setiap masukan terdapat suatu kondisi operasi tetap. Proses kalibrasi gerakan pada masing-masing fungsi kode pemrograman (G Code) G01, G02 dan G03 diperlukan untuk meningkatkan ketelitian dan ketepatan mesin CNC trainer terhadap dimensi dari hasil pemotongan benda kerja. Berdasarkan hasil kalibrasi pada masing-masing pengujian yang dilakukan dengan mengikuti standar pengujian karakteristik mesin perkakas menunjukkan adanya penyimpangan sebesar 0,01 mm lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai acuannya

Page 10 of 55 | Total Record : 549


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue