cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENGARUH PROSES NORMALIZING TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN LAS THERMITE BAJA NP-42 Adhityo Sarwo Nugroho; Gunawan Dwi Haryadi; Agus Tri Hardjuno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.056 KB)

Abstract

Sambungan pada rel kereta api atau disebut baja NP-42 merupakan salah satu faktor penting dalam kenyamanan perjalanan kereta api. Oleh karena itu dibutuhkan metode penyambungan yang tepat untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Metode yang digunakan dalam penyambungan baja NP-42 yaitu dengan proses pengelasan thermite.Hasil pengelasan dari kedua sisi bahan baja NP-42 menghasilkan tiga daerah utama yaitu daerah logam dasar (base metal), daerah terpengaruh panas (Heat Affected Zone - HAZ), dan daerah logam las (weld metal). Dalam proses pengelasan thermite, bagian sambungan yang di las menerima panas pengelasan setempat dan selama proses berjalan suhunya terus berubah sehingga distribusi menjadi tidak merata. Karena panas tersebut, maka pada bagian terjadi pengembangan thermal, sedangkan bagian yang dingin tidak berubah sehingga terbentuk penghalang pengembangan yang menyebabkan terjadinya peregangan. Akibat peregangan ini akan timbul tegangan tetap yang disebut tegangan sisa. Dari pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa adanya penyetaraan nilai kekerasan dari base metal, HAZ, dan weld metal yang disebakan adanya pengaruh post weld heat treatment normalizing. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah base metal terletak pada temperatur 850 ˚C, kekerasan tertinggi pada daerah HAZ terletak pada temperatur 850˚C, dan kekerasan tertinggi pada daerah weld metal terletak pada temperatur 825 ˚C.
ANALISA KECEPATAN FLUTTER PADA ROTOR BLADE HELIKOPTER Adhi Kurniawan; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.381 KB)

Abstract

Flutter is dynamic aeroelastic instability characterized by sustained oscillation of structure arising from interaction between the elastic, inertial and aerodynamic forces that can acting on the rotor blade. This paper develops the equations of motion for the structural and aerodynamic forces and moments of a rotor blade Sikorsky’s UH-60 to find the flutter for several c.g position and rotor speed. The rotor blade is modeled as a uniform beam, taking the average characteristics of a real blade between 20% and 90% of its length. Natural frequencies and mode shapes are calculated using Holzer and Myklestad-Prohl method. Lagrange’s equation is applied using normal modes to find the flutter frequency and speed. Theodorsen coefficients are calculated over a range of forward velocities (input as reduced frequencies) for a specified number of elements along the blade model. P-K method is used to solve flutter equation of motion. Incorporating these coefficients into the equations of motion, a square matrix is generated from which complex eigenvalues can be derived. These eigenvalues provide the aeroelastic natural frequencies and damping coefficients for each coupled mode. The resulting flutter speed can then be determined.
SIMULASI DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF PADA RUANG STEAMER DENGAN MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Tommy Ivantoro; Eflita Yohana; M.S.K. Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.459 KB)

Abstract

Pada umumnya, pabrik teh di Indonesia masih menggunakan metode Panning, yaitu pelayuan daun teh menggunakan silinder panas berputar. Panas dihasilkan dari pembakaran kayu yang menghasilkan asap yang bersifat karsinogenik. Steamer digunakan sebagai pengganti panning, uap berasal dari Boiler bertekanan 2 bar disalurkan melalui nozzle yang berada di dalam steamer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi temperatur dan fraksi massa uap dalam steamer yang berpengaruh terhadap kualitas teh yang dihasilkan dengan kecepatan uap 43,22 m/s. Maka dari itu digunakan model matematik Computational Fluid Dynamics (CFD). Metode validasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu, membandingkan grafik kecepatan, temperatur, dan fraksi massa uap dari jurnal milik Ladislav Vyskocil dengan menggunakan metode turbulen k-epsilon realizable enhanced wall treatment, mixture, dan species transport. Hasil validasi tersebut didapatkan error maksimum pada grafikkecepatan 17,86% temperatur 6,43%, dan fraksi massa uap 16,67%. Karena error <20% maka metode tersebut dapat digunakan. Dari kontur yang diperoleh pada proses simulasi steamer berbentuk 3D dapat disimpulkan bahwa persebaran distribusi temperatur tidak begitu berbeda. Namun berbeda pada fraksi massa uap. Konsentrasi uap yang mula-mula sebesar 0,95 turun hingga konsentrasinya 0. Secara keseluruhan pengkondisian ruang dengan kecepatan masuk 43,22 m/s dapat melayukan daun teh untuk dilakukan proses pada tahap berikutnya.
PENGGUNAAN GAS PROPANA SEBAGAI BAHAN BAKAR UNTUK MESIN SEPEDA MOTOR INJEKSI DILIHAT DARI ASPEK METAL CONTENT DAN VISKOSITAS OLI Muhammad Herdiansyah Putra; Arijanto Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.315 KB)

Abstract

Hampir semua kendaraan bermotor di Indonesia menggunakan premium (Gasoline) sebagai bahan bakarnya. Premium ini merupakan hasil dari proses distilasi minyak bumi (Crude Oil). Minyak bumi merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, oleh karena itu perlu dilakukan penghematan dalam pemakaiannya. Upaya penghematan bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah penggunaan bahan bakar alternatif ataupun bahan bakar campuran. Dalam pengujian ini  digunakan mesin sepeda motor 4-langkah dimana aspek yang diuji antara lain aspek daya dan torsi, aspek gas buang, aspek temperatur, serta aspek metal content dan viskositas. Sedangkan didalam pengujian ini aspek yang diuji dikhususkan pada aspek metal content dan Viskositas dengan menggunakan bahan bakar Gas Propana sebagai alternatif bahan bakarnya, dimana prosentasenya adalah (Gas Propana 100%). Minyak pelumas yang digunakan untuk pengujian adalah Oli Mesran Super SAE 20W-50. Penelitian dilakukan dengan menguji minyak pelumas pada mesin dalam kondisi tanpa beban dengan rpm rata-rata yaitu 4500 rpm sampai 5000 rpm dengan jarak tempuh 1000 km. Adapun tujuan dari pengujian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan Gas Propana terhadap minyak pelumas dan mengetahui kelayakan serta komposisi terbaik bahan bakar alternatif ditinjau dari aspek metal content dan viskositas oli. Dari data hasil pengujian menggunakan bahan bakar gas propana menunjukan adanya kenaikan metal content minyak pelumas dari pada menggunakan bahan bakar premium. Sedangkan untuk viskositas oli yang dihasilkan masih tetap stabil dan masih cukup layak untuk digunakan
ANALISA KECEPATAN SISA PROYEKTIL BERHIDUNG LANCIP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Pujo Wahyu Utomo; Ismoyo Haryanto; Rusnaldy Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.192 KB)

Abstract

Ballistic tests are needed to determine the phenomenon that occurs due to the penetration of bullets on the target material. Nowadays the development of ballistic tests aimed to design a bullet-proof material to be able to reduce as much as possible bullets energy which generated by the firing process. 3D simulation has been performed to study the ballistic resistance of ductile target collides with projectile with conical nose at normal collision. The angle formed between the target sheet and the projectile is 90o.The first simulation used 81,06 grams 4340 aluminum steel projectile which has Caliber-Radius-Head (CRH) 3,0, with 88.9 mm long and 12.9 mm in diameter. This projectile collides with the target plate which has a 6061-T6 aluminum material with a thickness of 26.3 mm. The second simulation used Weldok 460 E steel plate as a target with a thickness of 12 mm and a diameter of 500 mm, collides with hardened Arne projectile with 20 mm in diameter and 98 mm in length. The third simulation used 608 mm aluminum plate with 608 mm length of the plate.The results of this simulation are the ballistic limit velocities, and the results are later compared with the reference journal. The simulation of aluminum plate had 233 m/s ballistic limit velocity, the simulation of Weldox 460 E plate had 227 m/s ballistic limit velocity, and the simulation of 608 mm aluminum plate had 230 m/s ballistic limit velocity. Failures that occur on the aluminum plate 608 mm is because the rear surface of the plate occurs wave reflection. For further research is expected to examine ballistic limit velocity with other firing angle
Pembuatan dan Pengujian Alat Pengukur Temperatur pada Rem Tromol Kendaraan Roda Dua dengan Remote Measuring System Hanny Widura Septriana; Gunawan Dwi Haryadi; Mochammad Ariyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.045 KB)

Abstract

Kegagalan pada sistem pengereman banyak berakibat fatal yang berujung kecelakaan, salah satu penyebabnya yaitu Brake Fade. Penyebab dari brake fade adalah temperatur pengereman yang melebihi temperatur maksimum material kampas rem tersebut, sehingga terjadi penurunan koefisien gesek (daya pengereman). Maka dari itu pada penilitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh temperatur pengereman terhadap koefisien gesek, pengurangan ketebalan, dan waktu pengereman. Jenis rem yang digunakan merupakan rem tromol dengan kampas rem dari beberapa merk diantaranya, merk AHM, merk Indopart, merk Binapart, dan kampas rem OES. Metode pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan dua metode, metode pertama adalah melakukan pengereman dari variasi RPM hingga kondisi steady, dan metode kedua yaitu melakukan pengujian braking cycle dimana pengereman dilakukan tiap 500 RPM dengan penahanan waktu 2 menit. Pengukuran temperatur pengereman dengan menggunakan infrared thermometer dan thermocouple yang menjadi rangkaian RMS-Brake. Pengukuran waktu pengereman dan ketebalan kampas rem sebelum dan setelah pengujian juga dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap temperatur pengereman. Dari hasil pengujian, merk AHM fading pada temperatur 281,4˚C dengan koefisien gesek 0,0998, merk Indopart fading pada temperatur 229,7˚C dengan koefisien gesek 0,108175, merk Binapart fading pada temperatur 218,4˚C dengan koefisien gesek 0,099842, dan kampas rem OES fading pada temperatur 250,4˚C dengan koefisien gesek 0,102478. Selain itu, terdapat pula pengaruh temperatur terhadap pengurangan ketebalan kampas rem, dimana merk OES merupakan yang paling baik karena mengalami pengurangan ketebalan paling rendah dibanding yang lain yaitu sebesar 0,25 mm untuk mencapai temperatur 179,3˚C. Dan untuk pengaruh temperatur terhadap waktu pengereman, semua merk memiliki waktu pengereman yang relatif kecil, namun didapat merk OES paling sedikit melepas panas dengan delta temperatur 0,49˚C.
DETEKSI KERUSAKAN RODA GIGI DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN BERBASIS DOMAIN FREKUENSI Gigih Pribadi; Achmad Widodo; Djoeli Satrijo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.688 KB)

Abstract

Roda gigi adalah salah satu komponen mesin yang banyak digunakan dalam sistem transmisi daya. Roda gigi meneruskan daya dari motor melalui mekanisme kontak antar gigi-gigi pada gear dengan gigi-gigi pada pinion. Dengan mekanisme ini, diharapkan tidak terjadi slip selama proses transmisi daya berlangsung. Walaupun demikian, kerusakan tetap dapat terjadi pada roda gigi yang telah dipakai dalam jangka waktu tertentu. Deteksi dini dari kerusakan roda gigi sangat diperlukan karena dapat mengurangi kerugian dalam hal waktu dan uang. Untuk deteksi dini kerusakan, kita dapat menganalisa sinyal getaran dari roda gigi. Dari masalah inilah penelitian tentang roda gigi dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sinyal spectrum getaran dan sinyal cepstrum getaran yang sesuai dengan jenis kerusakan pada roda gigi secara eksperimen. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes rig roda gigi. Tes rig ini menggunakan roda gigi lurus dengan rasio 1:2 dan 4 variasi kerusakan pada roda gigi pinion. Kondisi roda gigi 1 normal, roda gigi 2 aus,roda gigi 3 patah setengah gigi dan roda gigi 4 patah satu gigi. Data sinyal getaran diambil pada kondisi putaran poros di kecepatan 1000 rpm (16,7 Hz). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di putaran 16,7 Hz, diperoleh amplitudo GMF  pada sinyal FFT untuk roda gigi 1 = 0,003542 V, roda gigi 2 = 0,0036 V, roda gigi 3 =0,004867 V, dan roda gigi 4 = 0,0056 V. Hasil penelitian dengan sinyal cepstrum juga menunjukkan perbedaan ketinggian amplitudo pada putaran awal poros dimana untuk roda gigi 1 = 0,1142 V, roda gigi 2 = 0,1839 V, roda gigi 3 =0,2221 V, dan roda gigi 4 = 0,2435 V. Perbedaan pada ketinggian amplitudo ini menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan pada roda gigi sesuai dengan tingkat kerusakannya
PENGARUH PENAMBAHAN MOLYBDENUM (Mo) DAN NIKEL (Ni) TERHADAP STRUKTUR MIKRO, UJI KEKERASAN DAN KETAHANAN AUS BESI COR KELABU Sulistyo Endri Purwanto; Sugeng Tirta Atmadja
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.242 KB)

Abstract

Grey cast iron is kind of material that mostly used in parts and spare parts vehicle industries. One among of them is engine block. By using, engine block receive repeated frictions or dynamic load. This process takes place naturally and is not characteristic basic material. But, the material response to external systems when there are surfaces rub against each other. Resulting in increased material loss caused by the relative movement of objects. Therefore, to increase the wear endurance of grey cast iron, the addition of element molybdenum and nickel.There are three speciments tested in this experiment, base material (0,02 % Mo and 0,07% Ni), mixture 1 (0,15 Mo and 0,17 % Ni), and mixture 2 (0,12 % Mo and 0,22 % Ni). Chemical composition test by using spectrometer, testing to determine the micro structure micrographic, hardness test in Rockwell A that be conversed to Brinell, and wear test by using pin on disk tipe.The results showed that an increase in the mechanical properties of gray cast iron after the addition of molybdenum and nickel is the value of hardness are increased in series 197,14 HB, 213,33 HB, and 205,52HB. While the percentage obtained for the wear test material, base material loss of 0,0007 %, 0,0001 of mixture 1 and 0,0008 % of mixture 2.
KARAKTERISASI SIFAT KEAUSAN DAN KETAHANAN KOROSI MATERIAL DISC REFINER WHITE CAST IRON DAN STAINLESS STEEL Novi Andrianto; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.039 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi sifat keausan dan ketahanan korosi material disc refiner. Material yang digunakan dalam penelitian hanya pada material stainless steel dan white cast iron yang diperoleh dari PT. Pura Barutama PM.8. Material disc refiner dilakukan pengujian laju korosi dengan metode weight lost test dan melakukan uji keausan dengan metode reiken ogoshi. Kemudian untuk pengujian dengan metode weight lost test diberikan variasi fluida berupa HCl dengan kadar molaritasnya dari 1M, 2M, dan 3M selama 120 jam. Dan pengujian keausan yang dilakukan dengan metode ogoshi diberikan pembebanan sebesar 2,12 kg sejauh 100 m untuk kemudian dilakukan variasi pengukuran lebar keausan material. Untuk mengetahui sifat mekanis dari disc refiner dilakukan pengujian densitas, pengujian kekerasan, pengujian metalografi. Hasil dari pengujian didapat data dari kedua material yaitu stainless steel dan white cast iron sebagai berikut, nilai densitas stainless steel lebih tinggi sebsesar 1,15 % dari nilai densitas white cast iron. Nilai kekerasan sampel material stainless steel lebih rendah 28,96 % dari nilai kekerasan white cast iron. Pada pengujian laju korosi dengan metode weight lost test diketahui material stainless steel terlihat mengalami peningkatan sebesar 2,46 % dan laju korosi material white cast iron mngalami penurunan laju korosi terhadap larutan HCl dengan kadar molaritas HCl 1M, 2M, dan 3M. Selanjutnya untuk ketahanan aus spesifik untuk material stainless steel didapatkan data sebsesar 1.9946 x 10-7 mm2/kg dan untuk ketahanan aus spesifik material white cast iron sebesar 2.4754 x 10-7 mm2/kg.
PENGARUH TEMPERATUR CETAKAN PADA CACAT VISUAL PRODUK PISTON DENGAN METODE DIE CASTING Aang Kurniawan; Susilo Adi Widyanto; Yusuf Umardhani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.311 KB)

Abstract

The need of the piston is increasing with the increasing number of motorcycles. Piston are not only made by large scale producers but also by small and medium industries. Challenges faced by small and medium industries are how to compete with large industry due to limited knowledge and technology in the field of metal casting. The material used is secondhand aluminum and addition aluminum alloy ADC12 which is a composition of silicon <12%.         The research is done with making mould of die casting and making of moulding machine. Variable selected in this research is die temperatur (250°C, 320oC, 350ºC and 400 oC) and cast temperatur is 800ºC which pass trough casting process with method of die casting to know the casting defect that happen analysed visually. Preparation of casting by melting secondhand aluminum and ADC12 whice later to process casting.          Results show the casting defects that happened for example cold shut, shrinkage, rough surface and porosity. Optimum die temperatur in process casting piston product with metode of die casting is die temperatur 320ºC, because this temperatur defect that happened in the from of shrinkage happened some of just small at area below cover rough surface that happened of piston products that can still be tolerated. At die temperatur more than 320ºC the dominant shrinkage happened at the bottom of the piston cover. And the die temperatur less than 320ºC cold shut will happened primarily in the location of thin walled.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue