cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
SIMULASI DAN ANALISA DINAMIKA REMOTELY OPERATED VEHICLE (ROV) Hujjatul Anam; Joga Dharma Setiawan
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.461 KB)

Abstract

ROV (Remotely Operated Vehicle) is a type of underwater robot that resembles a ship. The robot is controlled by a pilot who controls the remote control. In this ROV tether as a link robot using the device as a source of energy on the surface of the ocean, remote control and sensing display. This study starts from the stage of modeling the body of the ROV using SolidWorks 2012 to obtain the value of gravity and the buoyancy of the ROV. Construct equations of mathematical modeling with MATLAB SIMULINK to generate 3 DOF motion of the ROV. Creating a world in language VRML files using software V-Realm Builder 2.0 and connect it to the ROV dynamics conditions in MATLAB SIMULINK. Then simulation of the ROV using sl3d toolbox contained in MATLAB 2013b and dynamics analysis of the ROV vision of ROV thruster force is modeled as the input plots generated Signal Builder with position and velocity with respect to time.
ANALISIS MISALIGNMENT KOPLING PADA MESIN ROTARY MENGGUNAKAN SINYAL GETARAN STEADY STATE DENGAN METODE RIM AND FACE Iman Agus Raharjo; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.586 KB)

Abstract

Diantara mesin – mesin yang ada, mesin rotasi merupakan salah satu yang banyak digunakan pada pabrik–pabrik industri karena kuat, handal, perawatannya mudah dan efisiensi. Bila terjadi kerusakan pada mesin sehingga mesin berhenti bekerja, yang biasa disebut shutdown, proses produksi akan terhenti. Karena permintaan terus meningkat, kerugian finansial yang tinggi akan terjadi karena penundaan tersebut. Sekitar 70% dari penyebab kerusakan mesin rotasi dikarenakan misalignment, yang dapat menyebabkan gaya yang berlebihan pada bearing, sehingga menyebabkan kerusakan bearing sebelum waktunya. Satu hal lain yang sangat berpengaruh pada getaran yaitu penggunaan kopling pada mesin rotasi. Dari masalah ini, penelitian tentang misalignment dilakukan dengan variasi kopling love joy, roda gigi, dan beam untuk menganalisis karakteristik sinyal spektrum getaran kerusakan mesin rotasi karena misalignment. Untuk mengatasi misalignment, proses alignment dilakukan dengan menggunakan dial indikator dan seperangkat alat tes lainya dengan metode face dan rim. Data sinyal getaran diambil pada kondisi misalignment dan kondisi alignment dengan kecepatan putar poros 1200 dan 1800 rpm. Kerusakan misalignment memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran tinggi pada frekuensi 1x, 2x dan 3x amplitudonya tinggi. Pada kopling love joy amplitudo tertinggi pada frekuensi 3x yaitu sebesar 0,5204 in/s, pada kopling roda gigi frekuensi tertinggi pada frekuensi 3x amplitudo sebesar 0,03639 in/s, sedangkan pada kopling beam frekuensi tertinggi pada frekuensi 1x amplitudo sebesar 0,02525 in/s. Pada penelitian ini masing – masing kopling memiliki karakteristik dalam pendeteksian dengan sinyal getaran dan diketahui bahwa penggunaan kopling yang paling sedikit menibulkan getaran yaitu kopling beam.
ESTIMASI KONSUMSI SOLAR UNTUK TRUK MIXER DI PT JOKOTOLE TRANSPORT SUB-STATION BALI SAMPAI TAHUN 2040 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Agus Faisal Hadi; MSK Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.059 KB)

Abstract

Bahan Bakar Minyak (BBM) masih merupakan sumber energi utama dalam sektor industri dan transportasi. Penghematan energi menjadi pekerjaan rumah pemerintah, pada sektor transportasi konsumsi energi mulai dibatasi penggunaanya. Sama halnya dengan kendaraan berat, contohnya adalah truk mixer. Truk ini berfungsi membawa beton ready mix dari batching plant ke tempat dimana proyek bangunan sedang dikerjakan. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini akan dilakukan penelitian tentang estimasi konsumsi solar Truk Mixer pada PT Jokotole Transport Sub-Section Bali sampai tahun 2040. Penulis dalam meramal konsumsi bahan bakar ini menggunakan software LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System) dimana penulis menggunakan 2 skenario yaitu Business as Usual (BAU) dan Advanced Fuel Economy (AFE) serta memproyeksikan emisi dari Truk Mixer tersebut. Jumlah solar yang dibutuhkan Truk Mixer pada tahun 2040 berdasarkan skenario BAU adalah 79.171 Barrel of Oil Equivalent atau setara 12.587.199,34 liter solar. Dan berdasarkan skenario AFE, konsumsi solar yang dibutuhkan adalah 66.899 Barrel of Oil Equivalents atau setara 10.636.104,74 liter solar. Emisi gas buang yang dihasilkan truk mixer pada tahun 2040 berdasarkan skenario BAU untuk Carbon Dioxide Non Biogenic  sebesar 33.732 gramme per kilowatt-hour. Emisi gas buang yang lain seperti Carbon Monoxide sebesar 40.792.797 gramme per kilowatt-hour dan Nitrogen Oxides sebesar 86.572.801 gramme per kilowatt-hour. Sedangkan pada skenario AFE, untuk Carbon Dioxide Non Biogenic sebesar 28.504  gramme per kilowatt-hour. Emisi gas buang yang lain seperti Carbon Monoxide 34.469.696 gramme per kilowatt-hour, Nitrogen Oxides 73.153.556 gramme per kilowatt-hour. Untuk tahun 2040 nilai Carbon Dioxide Non Biogenic, Carbon Monoxide dan Nitrogen Oxides pada skenario AFE semuanya turun sebesar 15,55 % dari nilai pada skenario BAU.
PENGARUH PROSES EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING (ECAP) TERHADAP STRUKTUR MIKRO ALUMINIUM Muhammad Khairul Rais; Rusnaldy Rusnaldy; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.082 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah laluan pada proses equal channel angular pressing (ECAP) terhadap struktur mikro aluminium. Batang aluminium dengan diameter 12 mm dan panjang 50 mm diberikan perlakuan 1, 3, 5, dan 7 kali proses ECAP pada cetakan ECAP dengan sudut 120°. Rute yang digunakan adalah rute A (tidak diputar). Proses ECAP dilakukan dengan menggunakan pelumas lithium molybdenum grease. Struktur mikro aluminium sebelum dan sesudah ECAP diamati dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 1x proses ECAP, butir aluminium terlihat menjadi lebih pipih dan seperti mengikuti satu garis lurus. Setelah 3x proses ECAP butir alumunium terlihat menjadi lebih halus. Sedangkan untuk spesimen hasil 5x dan 7x proses ECAP tidak terlihat perubahan struktur mikro yang signifikan pada alumunium
PERFORMA DAN EMISI JELAGA DARI MESIN DIESEL PADA PUTARAN RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOSOLAR DAN METANOL KADAR RENDAH Kurnia Uwais Alqorni Purwatama; Syaiful Syaiful
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.913 KB)

Abstract

Semakin meningkatnya penggunaan mesin diesel menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar diesel dan peningkatan emisi. Untuk mengurangi peningkatan emisi yang ditimbulkan mesin diesel, maka dilakukan penelitian tentang penggunaan metanol kadar rendah (LPM) sebagai campuran bahan bakar biosolar. Metanol kadar rendah (LPM) memiliki kandungan O2 yang tinggi dan cooling effect dari kandungan air yang tinggi menyebabkan senyawa pembentuk soot menurun. Selain itu penggunaan metanol kadar rendah (LPM) juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar mesin diesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan bahan bakar D100 dan D85LPM15 terhadap performa dan emisi mesin diesel. Penelitian ini menggunakan sebuah  motor diesel 4 silinder, sebuah dynamometer dan sebuah Smokemeter. Motor diesel dilengkapi dengan hot EGR (Exhaust Gas Recirculation). Pengujian dilakukan dengan memvariasikan beban 25%, 50%, 75%, 100% dengan menggunakan variasi bukaan katub EGR 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan dipertahankan pada putaran mesin konstan 1500 rpm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa brake power dan brake torque menurun 0,90% ketika menggunakan bahan bakar D85LPM15. Brake specific fuel consumption dan equivalence ratio meningkat ketika menggunakan bahan bakar D85LPM15. Volumetric efficiency, exhaust gas temperature dan smoke opacity menurun masing – masing sebesar 0,62%, 1,30% dan 6,93% ketika menggunakan bahan bakar D85LPM15.
KARAKTERISASI BLADE HAMMER MILL TYPE SWING Stevanus Jati Nugroho; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.716 KB)

Abstract

Hammer mill merupakan mesin yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan proses produksi sebagai pengolah sisa-sisa hasil produksi tepung. Dalam mesin hammer, terdapat blade yang digunakan sebagai pemukul biji-bijian sampai  menjadi halus. Setiap blade akan mengalami keausan, ketika telah lama digunakan untuk mengolah biji-bijian tersebut. Efek yang dapat terjadi pada produk ketika blade hammer mill mulai aus yaitu menurunnya kuantitas dan kualitas produksi. Akibat lainnya, dapat menimbulkan kerak yang terdapat pada saluran pengisap mesin sehingga suhu ruang operasi mesin meningkat. Apabila terjadi secara terus menerus, resiko yang ditiimbulkan adalah terjadinya down time produksi, terjadinya kebakaran pada ruang produksi. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi resiko akibat keausan blade hammer mil,  maka diperlukan kualitas blade yang lebih baik. Blade yang baik selama ini diperoleh dengan cara import. Kualitas blade dalam negri yang pernah dicoba, ternyata belum memenuhi atau menyamai kualitas produk blade import. Data tentang material blade import sangat di rahasiakan. Untuk itulah, maka kami mencoba mengkarakterisasi blade import serta membandingkan performanya dengan blade lokal yang sudah ada. Dimana tujuan akhirnya bisa memproduksi blade lokal yang setara dengan blade import. Pengujian ini meliputi pengujian komposisi, uji kekerasan Rockwell untuk mengetahui nilai kekerasan, pengujian mikrografi untuk mengetahui struktur mikro dari blade hammer mill. Dari pengujian didapat nilai komposisi material dengan kandungan karbon 0,677% C. Nilai uji kekerasan dari blade hammer mill sebesar 64,65 HRC bagian permukaan sedangkan bagian dalam sebesar 29,06 HRC. Hasil dari uji mikrografi terdapat perbedaan struktur antara bagian dalam blade dan bagian permukaan blade , hal ini dikarenakan adanya perlakuan heat treatment pada blade hammer mill. Dari pengujian karakterisasi, didapat hasil bahwa blade hammer mill import termasuk pada baja karbon tinggi AISI 1070.
KAJIAN EKSPERIMENTAL DAN SIMULASI NUMERIK DISTRIBUSI TEKANAN STATIS PADA SUDDEN EXPANSION CHANNEL Sigit Prabowo; Khoiri Rozi; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.581 KB)

Abstract

Dalam sudden expansion channel banyak fenomena yang terjadi seperti resirkulasi, separasi atau vortex yang muncul dalam aliran. Pada penelitian ini menggunakan sudden expansion dengan ER 4:7. Aliran fluida adalah turbulen steadi dengan variasi Re 80000 sampai 120000. Metode eksperimen untuk mengukur distribusi tekanan statis pada expansion surface. Metode numerik dilakukan dengan memggunakan software Ansys 14 dengan input yang sama parameter eksperimen.  Semakin tinggi Re, maka coefficient pressure (Cp) akan semakin besar. Pada daerah upstream ditunjukkan bahwa momentum aliran cukup kuat untuk mengatasi gaya viskos, sehingga energi kinetis aliran meningkat cukup signifikan untuk membawa aliran dalam kondisi favorable. Pada daerah upstream, semakin menuju area ekspansi maka kecepatan meningkat, sebaliknya pada downstream semakin menuju exit saluran maka kecepatan semakin menurun, ini dikarenakan kuatnya adverse pressure gradient (APG) pada ujung akhir saluran.Hasil Visualisasi barisan skin friction line pada expansion surface menunjukan adanya penundaan separasi seiring peningkatan Re. Aliran tidak simetris tapi berbelok. Pada hasil simulasi menunjukkan kesamaan dengan hasil eksperimen.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR SILIKON MATERIAL MODEL SHAFT PROPELLER BERBAHAN DASAR AL6063 TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS HASIL PENGECORAN HPDC Arkawira Nul Salam; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.592 KB)

Abstract

Shaft propeller merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal. Shaft propeller dibuat dengan material Al6063 dengan matrix penguat Silikon melalui proses pengecoran. HPDC (High Pressure Die Casting) merupakan salah satu metode dalam proses pengecoran yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode pengecoran yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data nilai porositas, kekuatan tarik, kekerasan, struktur mikro, dan ketahanan korosi produk model shaft propeller. Dalam penelitian ini, HPDC dilakukan pada tekanan konstan 7 MPa dan variasi penambahan unsur silikon (Si) 10 wt%, 11 wt%, dan 12 wt%. Uji porositas dilakukan dengan menggunakan hukum Archimedes yaitu menimbang massa basah dan kering spesimen uji. Uji tarik menggunakan Universal Testing Machine, uji kekerasan menggunakan metode Rockwell dengan alat Rockwell Hardness Tester HR 150-A yang akan dikonversi ke satuan Brinell (HB), dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 200X. Hasil pengujian porositas menunjukkan bahwa porositas semakin menurun, pada variasi 10% Si porositas sebesar 6,07%, pada variasi 11% Si sebesar 4,96%, pada variasi 12% Si sebesar 3,25%. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa kekerasan meningkat, pada variasi 10% Si sbesar 82,05 HB, pada variasi 11% Si sebesar 82,55 HB, dan pada variasi 12% Si sebesar 85,95 HB. Hal ini terjadi karena penambahan unsur Si menghasilkan pengendapan Si yang semakin banyak pada paduan. Pengendapan ini mengakibatkan struktur mikro Al-Primer menjadi semakin kecil sehingga semakin sulit mengalami dislokasi
EVALUASI SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BIJI KAPUK RANDU BERPENGUAT RESIN POLYESTER DENGAN PEMBANDING BRAKE SHOES DAN BRAKE PAD PABRIKAN Wahyu Eko Purnomo; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.644 KB)

Abstract

Brake is a vehicle component that serves to slow or stop the vehicle comfortably. Composite is a kind of new material engineered consisting of two or more materials where each material properties different from each other both chemical and physical properties and remain separate from each other and the material. In the present study the researchers wanted to know the effect of weight percent polyester that are added to the ash kapok seed as the composite material is applied to the motor vehicle brake shoes in the review of the nature of the wear rate, flexibility, and hardness. From the test results in getting the results of the wear rate is highest in the specimen 3 with a polyester resin composition ratio of the smallest is 7: 3 between ash and polyester resin, while the lowest wear rate is the ratio of specimen 2 7: 9 between ash and polyester resin. Value flexibility composite brake shoes kapok seed is highest in the specimen 1 with the composition ratio of 3: 2 between ash and polyester resin, while the lowest flexibility is a specimen 2 in the ratio of polyester resin compositions, most notably 7: 9 between ash and polyester resin. The highest hardness value is the specimen with composition 7: 9 Abu + Polyester Resin is 78.62 HV. While most low hardness values are specimens with composition 5: 3 Abu + Polyester Resin is 67.21 HV.
Peningkatan Sifat Mekanik Kawat Anyam (Wire Mesh) Baja Melalui Proses Pelapisan Nikel Baskara Surya Widagdo; Sulistyo Sulistyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.433 KB)

Abstract

Teknologi pelapisan logam telah berkembang dengan pesat. Metode yang dikembangkan bervariasi. Salah satu tujuan teknologi pelapisan logam adalah untuk meningkatkan kualitas logam baik dari sifat ketahanan korosi maupun peningkatan ketahanan sifat mekanik seperti tahan aus maupun kekuatan tarik logam tersebut. Paper ini membahas tentang teknologi pelapisan logam berbentuk kawt anyam (wire mesh) menggunakan lapisan nikel. Kawat anyam dibersihkan dengan larutan HCl dan dicuci dengan air sabun kemudian dikeringkan dalam udara biasa. Pelapisan dilakukan dengan metode elektroplating dengan pengontrolan kuat arus dan waktu proses pelapisan. Pemeriksaan lapisan dilakukan dengan pemeriksaan struktur mikro menggunakan SEM (scaning  elektron microscopy) dan kekuatan kawat dilakukan dengan uji tarik. Hasil ketebalan pelapisan tertinggi diperoleh pada kuat arus 1,5 A dengan waktu proses pelapisan selama 180 detik dengan ketebalan lapisan sebesar 5,32 µm. Kekuatan tarik kawat diuji pada suhu 900 C keuatan kawat tanpa lapisan sebesar 22,1 MPa, sedang pada pelapisan nikel ketebalan 5,32 µm sebesar 352,1 MPa

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue