cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PROSES PEMBUATAN PRODUK BIMETAL Cu DAN Ni DENGAN PROSES MULTI MATERIAL DEPOSITION INDIRECT SINTERING (MMD-IS) Nugrahono Adi Prabowo; Susilo Adi Widyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.582 KB)

Abstract

Penelitian dan pengembangan pembuatan produk dengan proses multi material deposition indirect sintering (MMD-Is) masih terus dilakukan. Hal tersebut didasarkan pada berbagai kelebihan yang dimilikinya seperti kemampuan untuk menghasilkan produk dengan geometri kompleks, kemudahan proses pengoperasian dan peluang untuk dapat dihasilkannya produk multi material. Seiring dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses MMD-Is dalam pembuatan produk berbahan serbuk tembaga dan nikel. Penelitian dilakukan dengan mengikuti metodologi: proses rancang bangun konstruksi build part dan konstruksi rel, penyiapan serbuk penyangga berbahan pasir silika dengan ukuran partikel 75-100 μm dan 100-150 μm, optimasi massa alir serbuk produk (serbuk tembaga ukuran 53-63 μm dan nikel ukuran 10 μm) dan pengujian lintasan deposisi dan percobaan pembuatan produk dengan proses MMD-Is. Hasil eksperimen menghasilkan bentuk yang mengalami cacat penyusutan karena setelah produk selesai diproses sintering, produk harus dibersihkan menggunakan kuas untuk membersihkan pasir yang menempel pada produk dan produk juga di amplas sedikit, maka produk kelihatan sesuai dengan ukuran pada rancangan.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR TEMBAGA (Cu) TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS MATERIAL CHASSIS BERBAHAN DASAR LIMBAH ALUMINIUM HASIL PENGECORAN HPDC YANG DISERTAI PERLAKUAN PANAS (HEAT TREATMENT) Pandhu Madyantoro Ardi; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.445 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data nilai porositas, kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro sehingga dapat dibandingkan sifat mekanis antara produk chassis dengan penambahan unsur tembaga (Cu) dan tanpa penambahan unsur tembaga (Cu) juga membandingkan nilai kekerasan, kekuatan tarik, dan struktur mikro spesimen yang melalui proses perlakuan panas (heat treatment) dengan spesimen tanpa perlakuan panas.  Dalam penelitian ini, HPDC dilakukan pada tekanan konstan 7 MPa dan variasi penambahan unsur tembaga (Cu) 0 wt%, 2 wt%, dan 4 wt%. Uji porositas dilakukan dengan menggunakan hukum archimedes yaitu menimbang massa basah dan kering spesimen uji. Uji tarik menggunakan Universal Testing Machine, uji kekerasan menggunakan metode Rockwell dengan skala B, dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 200X. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa spesimen dengan perlakuan panas meningkatkan kekerasannya, spesimen tanpa perlakuan panas dengan variasi 0% Cu nilai kekerasan sebesar 62,71 HRB pada variasi 2% Cu sebesar 53,05 HRB dan pada variasi 4% Cu sebesar 69,88 HRB. Spesimen perlakuan panas dengan variasi 0% Cu nilai kekerasan sebesar 66,31 HRB pada variasi 2% Cu sebesar 77,30 HRB dan pada variasi 4% Cu sebesar 53,95 HRB. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik spesimen dengan perlakuan panas meningkat seiring bertambahnya persentase Cu, pada variasi 0% Cu sebesar 157,3 MPa, pada variasi 2% Cu sebesar 56,09 MPa, dan pada variasi 4% sebesar 190,3 MPa, hal ini terjadi karena spesimen menjadi semakin ulet. Hasil struktur mikro menunjukkan bahwa semakin banyak unsur tembaga semakin kecil ukuran butirnya
STUDI KLASIFIKASI TUJUH GERAKAN TANGAN SINYAL ELECTROMYOGRAPHY (EMG) MENGGUNAKAN METODE PATTERN RECOGNITION Mohamad Irfan; Wahyu Caesarendra; Mochammad Ariyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.432 KB)

Abstract

Pada studi ini, sinyal EMG diproses menggunakan 16 features extraction domain – waktu untuk mengklasifikasikan gerakan tangan seperti tripod, power, precision closed, finger point, mouse, hand open, dan hand close. 16 fitur dari masing – masing sinyal EMG dari gerakan tangan tersebut direduksi menggunkan principal component analysis (PCA) untuk mendapatkan satu set fitur baru yang memberikan informasi yang lebih kompek. Pattern recognition dari fitur baru tersebut diklasifikasikan menggunkan support vector machine (SVM). Pattern recognition digunakan pada masing – masing subjek dan menghasilkan persentase training  dan testing. Berdasarkan SVM training dan testing yang dihasilkan, sinyal EMG dari gerakan tangan sukses diklasifikasikan dan akurasi dari klasifikasi mencapai 80% - 86%.
UJI KARAKTERISTIK SPONGE IRON HASIL REDUKSI MENGGUNAKAN BURNER LAS ASITELIN DARI PASIR BESI PANTAI ASEMDOYONG PEMALANG Yugo Pranoto; Sugeng Tirta Atmadja; Yusuf Umardhani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.357 KB)

Abstract

Iron sand is sand deposits containing particles of iron ore (magnetite) found along the coast. Sponge iron is obtained from direct reduction of iron ore at a temperature below its melting point, using natural gas or gas reductant of coal or solid reductant such as coal. Sponge is also known as DRI (Directly reduced Iron) or substitute scrap (scrap substitute) in accordance with its function substitute scrap-iron in the steel industry. Sponge is some product manufacture of steel through a direct reduction process, the steel-making process flow of sponge through the burner welding asitelin. In this study is made of sponge iron from iron sand beaches raw materials Asemdoyong, Pemalang. This process uses the raw material composite pellets are made from a mixture of fine iron ore, coal, slag-forming materials and adhesives. From sampling 15 kg of sand, iron sand obtained 3.5634 kg, the percentage 23.75%. Sieving 100 mesh, obtained 2.3630 kg, the percentage of 15.75%. Briquettes are made as much as 3 kg, with a composition of 75% iron sand as 2.25 kg, 20% charcoal as much as 0.6 kg, and aci 5% as much as 0.15 kg. Briquettes produced weighing 44.47 grams per briquette. Carbon is used charcoal which serves as a reductant. Reduction of welding burner asitelin obtained sponge iron with varying weight, 12.16 g, 15.15 g and 16.61 g. Results of testing the composition of the AAS method, the composition of the raw materials obtained 52.12% Fe, 8.10% C, 1.94% Si, and 2.18% Mg. While the sponge iron is composed of 62.46% Fe, 2.70% C, 0.85% Si, and 1.43% Mg. From the data shown a significant increase in Fe content of 10.34%, and is accompanied by a decrease in the levels of impurities in the iron sand.
Simulasi Persebaran Gas Buang Dan Partikulat Dari Cerobong Asap Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Pltu) Di Jepara Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) Dengan Variasi Kecepatan Udara Kusman Kusman; M.S.K. Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.878 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara selain memberikan keuntungan berupa ketersediaan listrik, juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar karena kandungan dari gas buangnya. Sulfur oksida (SOx), Nitrogen oksida (NOx), Karbon Monoksida (CO)  serta partikulat merupakan polutan dari PLTU yang akan menyebar ke lingkungan dan bersifat bahaya bagi lingkungan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daerah persebaran dari gas buang dan partikulat yang dihasilkan oleh cerobong asap PLTU dengan melakukan simulasi melalui variasi kecepatan udara dari 20 km/j sampai 70 km/j dengan interval 10 km/j. Maka dari itu digunakan model matematik Computational Fluid Dynamics (CFD). Metode validasi yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu membandingkan grafik kecepatan pada jurnal milik Xiaoguang Wang dengan menggunakan metode turbulen k-epsilon standard dengan Standard  wall funtions dan multiphase mixture. Hasil validasi tersebut didapatkan error maksimum sebesar 12,19 %. Karena error < 20 % maka metode tersebut dapat digunakan. Dari kontur penyebaran gas buang yang diperoleh pada proses simulasi dapat disimpulkan bahwa pada kecepatan udara rendah gas buang lebih pekat dan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya kecepatan udara, namun nilai maksimum konsentrasi gas buang sama disetiap variasi kecepatan udara yaitu CO 56 mg/Nm3, NOx 360 mg/Nm3 dan SOx 154.5 mg/Nm3. Untuk kontur penyebaran partikulat juga dapat disimpulkan bahwa jarak penyebaran partikulat dipengaruhi oleh kecepatan udara, semakin tinggi kecepatan udara semakin jauh juga daerah penyebaran partikulat. Jarak maksimum persebaran partikulat dari kecepatan udara 20 km/j sampai 70 km/j berturut-turut adalah 265 m, 380 m, 515 m, 650 m, 730 m, dan 870 m. Akan tetapi kadar maksimum dari partikulatnya semakin berkurang seiring bertambahnya kecepatan udara.
PENGARUH SiC TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT MATRIK ALUMINIUM YANG DIPERKUAT SERBUK SiC Chasby Assidiq; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.724 KB)

Abstract

Dari sekian banyak logam, aluminium merupakan salah satu logam paling diminati pada dalam industry.Aluminium memiliki sifat ringan, tahan terhadap korosi dan mudah dibentuk.Akan tetapi, jika ditinjau dari sifat mekaniknya aluminium memiliki kekerasan yang rendah. Metode Metal Matrix Composite (MMC) merupakan metode yang sering digunakan untuk meningkatkan sifat mekanik suatu logam dan SiC digunakan sebagai penguat. SiC memiliki kelebihan diantara material keramik lainnya, yaitu mudah berikatan dengan aluminium dan tidak menyebabkan oksidasi pada logam aluminium. Metode pengolahan logam yang sering digunakan adalah stir casting, metode ini cukup mudah dan murah yaitu paduan (matrik) dilebur dan diaduk kemudian ditambahkan bahan penguat hingga bahan penguat tersebar secara merata. Dan untuk meningkatkan wetabillity pada paduan logam dengan penguatnya, teknik yang digunakan, yaitu dengan cara pengadukan pada saat logam cair berada pada fasa semisolid. Penelitian ini difokuskan pada variasi persen berat serbuk SiC 0%, 5%, 7,5%, dan 10%. Untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis pada komposit Al-SiC dilakukan beberapa pengujian, yaitu uji densitas, porositas, kekerasan, bending dan struktur mikro. Hasil dari pengujian menunjukkan nilai densitas tertinggi terdapat pada persen berat SiC 0% sebesar 2,69 gr/cm3, terendah pada SiC 10% sebesar 2,64 gr/cm3. Perhitungan porositas menunjukkan nilai porositas tertinggi terdapat pada persen berat SiC 10% sebesar 3,7%. Hasil uji kekerasan tertinggi pada persen berat SiC 10% sebesar 72,3 HRB dan hasil uji bending dengan nilai kekerasan tertinggi pada persen berat SiC 10% sebesar 370,5 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sifat mekanis meningkat seiring dengan peningkatan persentase serbuk SiC sampai 10%
ANALISA TURBIN DARRIEUS SUDU LURUS DENGAN HYDROFOIL NACA 0018 PADA VARIASI KECEPATAN ALIRAN MELALUI PEMODELAN CFD DAN PERHITUNGAN NUMERIK Budi Cahyo Hutomo; Sudargana Sudargana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.084 KB)

Abstract

Bahan bakar fosil telah dieksplorasi secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan energi di dunia. Bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang tidak bisa diperbaharui. Hal ini menyebabkan ketersediaan bahan bakar fosil sangat terbatas dan terus mengalami penurunan. Proses alam memerlukan waktu yang sangat lama untuk dapat kembali menyediakan energi fosil ini. Untuk mengatasinya diperlukan sumber energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan dan salah satunya adalah energi arus air. Saat ini telah dikembangkan turbin arus air Darrieus yang dapat mengambil energi dari arus air tanpa memakai bendungan. Pemodelan dilakukan dengan menentukan paramater konstruksi turbin Darrieus dengan hidrofoil NACA 0018. Pemodelan dengan komputer dibuat untuk perhitungan prestasi sudu turbin dalam konteks koefisien lift dan koefisien drag. Model ini dapat dipakai untuk meneliti efek dari variasi sudut serang dan bilangan Reynolds pada prestasi sudu turbin. Hasil perhitungan torsi dan daya dipakai untuk menentukan koefisien torsi. Koefisien torsi maksimum yang dicapai turbin Darrieus dengan nilai 0.47 didapat pada kecepatan aliran 5 m/s dengan daya yang dihasilkan 5 kw dan terendah pada 0.35 didapat pada kecepatan aliran 0.7 m/s dengan daya yang dihasilkan sebesar 10 watt. Daya tersebut dikonversi ke energi listrik setelah turbin tersambung ke generator. Hasil analisa dari penelian dapat dipakai sebagai salah satu faktor pertimbangan dalam pemilihan hydrofoil sebagai sudu turbin sehingga turbin dapat beroperasi secara optimal.
SIMULASI NUMERIK PERHITUNGAN TEGANGAN GESER DAN MOMEN PADA FUEL FLOWMETER JENIS POSITIVE DISPLACEMENT DENGAN VARIASI DEBIT ALIRAN PADA BERBAGAI SUDUT PUTAR ROTOR Nazaruddin Sinaga; Abdul Zahri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.39 KB)

Abstract

Peningkatan kebutuhan bahan bakar dan terbatasnya sumber daya alam menyebabkan berkurangnya jumlah minyak yang tersedia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan alat untuk mengukur konsumsi bahan bakar dari kendaraan yang dinamakan fuel flowmeter. Fuel flowmeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui aliran bahan bakar dalam suatu lintasan seperti debit, kecepatan aliran, dan total massa dalam jangka waktu tertentu. Di lab EECL (Efficiency and Energy Conservation Laboratory) Universitas Diponeoro mempunyai fuel flowmeter jenis positive displacement yang mempunyai banyak keunggulan. Tujuan penelitian ini menggunakan perhitungan numerik untuk mengetahui fenomena aliran fluida di dalam fuel flowmeter dengan simulasi CFD (computational fluid dynamic). Simulasi CFD ini berdasarkaan bilangan Reynold dan persamaan navier-stokes pada geometri 3D dengan kondisi batas. Kondisi batas pada aliran fluida ini memiliki tipe kondisi batas yang berbeda yaitu inlet, outlet dan moving wall. Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa nilai momen dan wall shear stress terhadap variasi debit aliran. Dari hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan meningkatnya nilai debit fluida pada tiap-tiap domain geometri sudut putar rotor maka nilai momen dan wall shear stress akan meningkat. Nilai momen terbesar terjadi pada 2200 sudut putar rotor dengan debit 50 ltr/jam dengan nilai 0.05 N.m. Pada sudut putar rotor 200, 2000, dan 3600 sebenarnya mengalami peningkatan nilai momen, tetapi karena nilainya sangat kecil yaitu dibawah 0.0003 N.m maka tidak terlihat peningkatanya pada grafik. Untuk nilai wall shear stress terbesar terjadi pada 2400 sudut putar rotor dengan debit 50 ltr/jam yaitu 30 Pa
ANALISIS RETAKAN KOROSI TEGANGAN PADA ALUMINIUM DENGAN VARIASI PEMBEBANAN DALAM MEDIA KOROSI HCL 1M Dewi Handayani; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.404 KB)

Abstract

Stress corrosion cracking [SCC] merupakan kegagalan logam korosi hasil peretakan intergranular atau transgranular dibawah pengaruh antara tegangan tarik dan lingkungan korosif. Bentuk korosi ini lazim sekali dijumpai di lingkungan industri seperti : industri perkapalan, perminyakan, dan industri – industri kontruksi logam. Dalam tugas akhir ini dimaksudkan untuk memahami fenomena Stress Corrosion Cracking secara teoritis dalam aluminium dengan mengkaji pengaruh variasi pembebanan didalam media korosi terhadap pertambahan panjang, lamanya waktu patah dan jenis retak. Pada penelitian ini pengujian menggunakan alat uji Stress Corrosion Cracking, untuk menciptakan suatu kondisi spesimen agar mendapatkan tegangan  tarik pada lingkungan yang korosif. Tegangan yang diberikan berupa tegangan tarik yang berasal dari pembebanan statik pada sistem pengungkit. Kondisi korosif dapat dihasilkan dari bak yang diisi dengan larutan HCl. Analisa metalografi dimaksudkan untuk mengamati struktur mikro spesimen uji dan bentuk retak yang terjadi pada spesimen uji setelah dilakukan proses pengujian.
PENGARUH PERSENTASE BERAT SERBUK SiC TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK PADA KOMPOSIT AlSiMgTiB-SiC PRODUK HPDC Syamsul Sigit Adisetiaji; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.025 KB)

Abstract

Metal Matrix Composites (MMC) banyak digunakan dalam beberapa aplikasi pesawat terbang dan industri otomotif dan memungkinkan insinyur untuk mengatasi kendala ketika menggunakan bahan individual. Bahan penyusun komposit mempertahankan identitas mereka dalam komposit dan tidak larut atau bergabung sepenuhnya satu sama lain. Dalam studi ini, AlSiMgTiB-SiC adalah komposit dengan paduan alumunium seri A356 sebagai matriks dan SiC (silikon karbida) yang merupakan bahan keramik sebagai reinforcement. Aluminium memiliki beberapa sifat yaitu ringan, tahan korosi, dan mudah dibentuk. Namun, aluminium memiliki kekuatan mekanik dan kekerasan yang kurang baik, SiC merupakan bahan keramik yang menguntungkan dimana mudah berikatan dengan alumunium dan tidak menyebabkan oksidasi. Komposit AlSiMgTiB-SiC ditambahkan TiB 1,5% yang bertujuan untuk penghalusan butir dan menambahkan 1% Mg untuk meningkatkan wettability. Pembuatan komposit menggunakan proses stirr casting dan dibentuk dengan menggunakan cetakan HPDC (high pressure die casting) dengan penambahan SiC yang berbeda yaitu (0%, 5%, 7,5%, 10%). Uji tarik dan uji impak digunakan untuk mengetahui kekuatan tarik dan ketangguhan impak komposit AlSiMgTiB-SiC. Meningkatnya persentase berat serbuk SiC menyebabkan peningkatan kekuatan tarik komposit. Nilai kekuatan tarik tertinggi terdapat pada AlSiMgTiB dengan persentase berat SiC 10% yang mempunyai nilai 186,77 MPa. Hasil lain menunjukkan bahwa peningkatan atau penambahan persentase berat serbuk SiC menyebabkan ketangguhan impak semakin kecil karena material semakin getas. Nilai ketangguhan impak tertinggi adalah 9.67 J/cm2 yang terdapat pada AlSiMgTiB-SiC dengan 0% SiC

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue