cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
KAJIAN FENOMENA SEPARASI PADA PIPA SUDDEN CONTRACTION DENGAN KONTRAKSI RASIO 5:3 Hijrah Anjar Nugroho; Khoiri Rozi; MSK. Tony Surya Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.781 KB)

Abstract

Sudden contraction adalah bentuk saluran terkontraksi secara tiba-tiba dari daerah upstream menuju downstream. Penyempitan secara tiba-tiba ini akan mengakibatkan penuran tekan dan terjadinya secondary flow. Dalam penelitian ini kita menggunakan pipa sudden contraction CR 5:3 dengan panjang pipa 380 mm. untuk mengtahui koefisien tekanan pada permukaan pipa, kita menggunakan analisa secara eksperimental dan Numerik. Untuk analisa eksperimental kita menggunaka Air Flow Banch AF 10 dan inclinable manometer sebagai peralatan utama untuk mengambil data tekanan pada pipa. Sedangkan analisa numerik menggunakan ANSYST FLUENT 14.0 untuk menyimulasikan aliran fluida yang mengalir di dalam pipa sudden contraction. Pipa sudden contraction dengan CR 5:3 mempunyai CP pada pengukuran awal antara 0.6 – 0.71. Aliran mengalir  dengan kecepatan konstant dan kemudian mengalami sedikit penurunan tekanan ketika mendekati sudden. Kemudian aliran mengalami penurunan tekanan yang tajam saat memasuki sudden. Hal ini disebabkan karena efek nozzle yang dialami aliran pada pipa sudden contraction. Kemudian aliran mengalami recovery aliran dan kemudian ter separasi.
ANALISA EFISIENSI EXERGI PADA HRSG (HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR) DI PLTGU Yongki Afrianto; M.S.K. Tony Suryo Utomo; Berkah Fajar Tamtomo Kiono
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.799 KB)

Abstract

HRSG (Heat Recovery Steam Generator) adalah suatu komponen kesatuan antara turbin gas dan turbin uap pada system siklus kombinasi (combine cycle) power plant. HRSG berfungsi sebagai alat yang memanfaatkan gas buang dari turbin gas. Gas buang ini memiliki temperature cukup tinggi sehingga dapat dipakai untuk mengubah air menjadi uap kering. Uap kering tersebut dipakai untuk memutar turbin uap yang digunakan untuk memanaskan air pada pipa-pipa dalam HRSG. Hinga menjadi uap kering yang kemudian digunakan untuk memutar turbin uap. Pada paper ini membahas termodinamika pada HRSG yang terdapat didalam aspek analisa exergi. Analisa exergi berguna untuk mengindentifikasi penggunaan energi atau kualitas terhadap konsumsi energi aktual dan kehilangan energi akibat ireversibilitas proses. Exergi dapat mengalami destruksi melalui sifat ireversibilitas proses dan perpindahan kalor ke lingkungan.Tujuan penelitian adalah menganalisa efisiensi exergi, efisiensi energi dan exergi destruksi pada HRSG. Dari hasil perhitungan analisa efisiensi exergi adalah sebesar  60.28 %, efisiensi energi 47.6799 % dan exergi destruksi sebesar 38.603 MW. Poin penting lainya, temperature lingkungan atau ambient temperature, tekanan pada lingkungan serta laju aliran massa pada masing-masing komponen HRSG merupakan faktor yang mempengaruhi nilai efisiensi exergi, efisiensi energi dan laju destruksi
Kaji Eksperimental Pengaruh Aliran Dua Fase Crude Oil-Water dalam Pipa Horisontal Terhadap Performansi Pompa Sentrifugal dengan Variasi Impeller Adi Kurnia Muktabar; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.699 KB)

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan salah satu mesin turbo yang umum digunakan dalam sektor perminyakan, industri kimia maupun pembangkit listrik karena beberapa keuntungan antara lain laju aliran yang tinggi dan konsisten, biaya rendah, kemudahan pemeliharaan dan stabilitas operasional yang lebih baik. Pada dasarnya, pompa dirancang oleh pabrik untuk mengalirkan fluida satu fasa dimana pompa tersebut telah memiliki karakteristik masing-masing sesuai kegunaannya. Demikian juga dengan performansi yang dihasilkan oleh suatu pompa akan maksimal sesuai dengan spesifikasi desain apabila digunakan sesuai ketentuan. Namun demikian, dalam pengoperasiannya seringkali industri menggunakan pompa untuk mengalirkan fluida multiphase. Memahami pengaruh minyak dalam emulsi air terhadap performansi pompa sangatlah penting untuk mengoptimasi pemilihan sistem pemompaan yang efisien dan untuk menekan biaya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui perubahan performansi pompa ketika menggunakan fluida dua fasa crude oil-water. Performansi pompa sentrifugal diuji menggunakan dua jenis fluida yaitu air dan campuran. Fluida campuran dua fasa adalah campuran air yang ditambahkan crude oil dengan variasi viskositas. Crude oil yang digunakan berasal dari Pertamina RU VI Cilacap. Setelah dilakukan pengujian, densitas dan viskositas dinamik crude oil tersebut berurutan memiliki nilai 0,806 g/cm3 dan 9.33 mPa.s. Tipe pompa yang digunakan adalah tipe sentrifugal dengan satu sisi hisap dan satu sisi keluar. Impeller yang digunakan dalam pengujian ini terdapat dua jenis, yaitu impeller tertutup dengan enam sudu, kemudian impeller setengah terbukadengan jumlah enam sudu dan delapan sudu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa head, kapasitas, dan efisiensi pompa menurun seiring bertambahnya fraksi volume crude oil. Sedangkan daya poros pompa akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh peningkatan viskositas yang menyebabkan factor gesekan di impeller maupun kerugian hidrolis sepanjang saluran pipa.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS T6 TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS MATERIAL MODEL PROPELLER SHAFT BERBAHAN DASAR ALUMINIUM SERI 6063 HASIL PENGECORAN HPDC Farid Abdul Rahman; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.337 KB)

Abstract

Propeller shaft merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal. Model propeller shaft dibuat dengan material dasar paduan aluminium 6063 melalui proses pengecoran. HPDC (High Pressure Die Casting) merupakan salah satu metode dalam proses pengecoran yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan metode pengecoran yang lain. Heat treatment dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanis dengan proses precipitation hardening. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data nilai porositas, kekuatan tarik, kekerasan, struktur mikro, dan ketahanan korosi sehingga dapat dibandingkan sifat mekanis antara produk model propeller shaft perlakuan panas dan tanpa perlakuan panas. Dalam penelitian ini, HPDC dilakukan pada tekanan konstan 7 MPa dan variasi penambahan unsur silikon (Si) 0 wt%, 1 wt%, 2 wt%, dan 3 wt%. Perlakuan panas yang dilakukan yaitu age hardening dengan solution treatment 525oC selama 3 jam dan artificial aging 195oC selama 3 jam. Uji porositas dilakukan dengan menimbang massa basah dan kering spesimen uji. Uji tarik menggunakan Universal Testing Machine, uji kekerasan menggunakan Rockwell Hardness Tester, dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 200X. Hasil pengujian menunjukkan sifat mekanis material hasil penelitian sudah memenuhi standar BKI dalam penggunaan material sebagai propeller shaft kapal laut yaitu untuk kekuatan tarik. Nilai porositas terendah ditunjukkan pada penambahan 3 wt% Si yaitu sebesar 1,15%. Nilai kekuatan tarik tertinggi didapatkan pada penambahan 3 wt% Si perlakuan panas yaitu 163,613 MPa. Nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada penambahan 3% Si perlakuan panas, yaitu 77,35 HB. Pada uji mikrografi didapatkan ukuran butir (grain size) terendah pada penambahan 3% Si perlakuan panas, yaitu 33,78 µm. Laju korosi terendah ditunjukkan pada penambahan 0 wt% Si, yaitu sebesar 2,49 mm/y.
ANALISIS CFD DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF PADA PROSES DEHUMIDIFIKASI SAMPLE HOUSE DENGAN KONSENTRASI LIQUID DESSICANT 30% Bondantio Putro; Eflita Yohana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.427 KB)

Abstract

There are various methods used to control the humidity in the room, one of them with a dehumidification system. By utilizing a liquid desiccant such as CaCl 2, relative humidity values can be suppressed in accordance with the specified variable. To determine the distribution of temperature and relative humidity in the room needed numerical simulations using Computational Fluid Dynamics (CFD). The model used in the experiment room (L = 1500 mm, W = 1000 mm, H = 1500 mm) is used to determine the ability of liquid desiccant in reducing humidity. Tests carried out in the morning at 08.00 with liquid desiccant concentration of 30%, as well as the dimensions of 0.2 mm nozzel, and discharge air to enter the room guarded by 2.35 m3 / min. At the inlet and outlet sides of the room fitted DHT sensor 11, which serves to record the changes in humidity and temperature during the test. In normal conditions without turning tool dehumidifier, sensors record the average temperature in the room at 28°C and 68% RH. The simulation was performed using CFD software Solidworks Flow Simulation 2014. Simulation results show that the distribution of temperature and relative humidity in the room with liquid desiccant concentration 30% runs into a  poor relative humidity, the RH average of 67.5% followed by the increase in air temperature 28.5 ° C and it  also contains not maximum temperature distribution and RH.
ANALISA KOMPARASI PERILAKU DEFLEKSI BIMETAL CU - NI SECARA EKSPERIMENTAL DAN SIMULASI Teguh Dwi Nugroho; Susilo Adi Widyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1279.706 KB)

Abstract

Pengaturan perilaku fisis dan mekanis suatu produk semakin diperlukan untuk meningkatkan aspek ekonomis dan unjuk kerjanya. Salah satu teknik aplikatif yang dapat dikerjakan adalah penggabungan material penyusun suatu produk dengan variasi jenis maupun posisinya. Penelitian ini bertujuan memodelkan dan membandingkan hasil simulasi FEM (Fenite Elemen Methode) dengan pengujian secara eksperimental produk bimetal. Pemodelan bimetal dengan memvariasikan posisi kombinasi blok Cu-Ni melalui lima model. Yakni model posisi Cu-Ni vertikal, model kombinasi panjang blok Cu-Ni, dan model variasi potongan diagonal blok Cu-Ni dengan tiga variasi panjang potongan diagoanl yang berbeda. Simulasi menggunakan Finite Element Method (FEM) diawali dengan pembuatan geometri, pemberian kondisi batas, memasukkan sifat-sifat material, dan pembebanan. Kemudian setelah simulasi dijalankan maka akan diperoleh hasil simulasi yang berupa defleksi dan sudut puntir, setelah didapat nilai defleksi dan sudut puntir secara simulasi maka proses berikut dengan melakukan pengujian material bimetal secara eksperimen, pada proses ini material bimetal dipanaskan dengan panas api dari gelas piala (busen), dan juga memvariasikan tiga posisi pemanasan material, yaitu dengan menggunakan dua pemanas (depan - belakang), satu pemanas didepan, dan satu pemanas dibelakang. Besarnya defleksi dan sudut puntir dipengaruhi oleh: pengaruh tebal, lebar, dan panjang Cu-Ni, variasi posisi blok Cu-Ni, dan temperatur. Pengembangan penelitian ini selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pengembangan produk-produk smart material,  melalui proses Multi Material Deposition Indirect Sintering (MMD-Is) yang menggunakan bahan baku serbuk sebagai material produk
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PENUANGAN Al-Si / Al2O3 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO MATERIAL SEPATU REM MENGGUNAKAN PENGECORAN HPDC Kusumaning R. Putri; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.31 KB)

Abstract

In this research, the raw material used Al-Si is a product of PT. Pinjaya Metals, Mojokerto. HPDC performed at a constant pressure of 7 MPa and variation of pouring temperature at 700°C, 750oC, and 800oC. The heat treatment process used is age hardening with solution treatment at 490oC for 15 minutes, then artificial aging at 150oC for 4 hours.  Porosity test performed using the Archimedes law that use mass of wet and dry specimen. Hardness test using Rockwell method with the scale of B, and test the microstructure using an optical microscope with a magnification of 1000X. The results of porosity test show that the density at pouring temperature 700°C is 1,613 g/cm3, at 750oC is 1,642 g/cm3, and at 800oC is 1,622 g/cm3. On the hardness testing increased hardness values was obtained at pouring temperature 700°C is 38 HRB. While at pouring temperature 750oC is 43,67 HRB and 800oC is 46,06 HRB. On themicrostucture, at pouring temperature 750oC and 800oC shows that the value of the grain size is lower than the size of a grain of pouring temperature on 700oC. Further results on testing was able to show that there is value in flow ability that the higher when the temperature increasing in 700°C is 580,67 mm, 750°C is 682,33 mm and then 800°C is 965,33 mm.
ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR KAPAL PENUMPANG PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG SAMPAI TAHUN 2040 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Rifki Firdaus; M.S.K Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang bergantung pada transportasi laut. Kapal laut memegang peranan penting dalam berjalannya moda transportasi ini. Pelabuhan Tanjung Mas adalah salah satu pelabuhan yang berpengaruh di Indonesia. Pertumbuhan arus penumpang sebesar 18% tiap tahunnya menjadikan pelabuhan Tanjung Mas menjadi salah satu dari 24 pelabuhan pendukung berjalannya tol laut. Peningkatan jumlah penumpang ini mengharuskan penambahan armada dan trayek perjalanan yang tentunya berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar, biaya maupun emisi yang dihasilkan. Perlu adanya manajemen dan estimasi yang baik untuk menghasilkan perencanaan pengelolaan energi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi jumlah kebutuhan bahan bakar kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas sampai tahun 2040 menggunakan software LEAP, mengetahui emisi gas yang dihasilkan menurut TED LEAP dan merencanakan alternatif penghematan bahan bakar yang dapat dilaksanakan. Metode penelitian yang dilakukan berupa studi pustaka dan observasi. Perencanaan energi dilakukan dengan menggunakan beberapa skenario yaitu Business as Usual (BaU), Additional Ships (AS), Advanced Technology (AT) dan Alternative Fuel Replacement (AFR). Hasil simulasi didapat bahwa konsumsi bahan bakar pada tahun 2040 pada skenario BaU adalah 1.650,6 ribu SBM solar, AS adalah 1.033,1 ribu SBM solar, AT adalah 1.568,3 ribu SBM solar dan AFR adalah 1.647,6 ribu SBM solar dengan rincian 1.155,4 ribu SBM solar dan 492,2 ribu SBM biodiesel. Emisi yang dihasilkan secara keseluruhan pada skenario BaU sebesar 722.091,39 metrik ton. Skenario AS mampu mereduksi emisi secara keseluruhan sebesar 32,1%, AT mampu mereduksi emisi secara keseluruhan sebesar 4,1% dan AFR mampu mereduksi emisi secara keseluruhan sebesar 0,1%. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan skenario yang paling banyak konsumsi bahan bakarnya adalah BaU, AFR, AT dan AS.
Penggunaan Gas LPG Sebagai Bahan Bakar Untuk Mesin Sepeda Motor Injeksi Dilihat dari Aspek Metal Content dan Viskositas Oli Dimas Harvindyo; Arijanto Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.414 KB)

Abstract

Penggunaan gas LPG sebagai bahan bakar alternatif pada gasolin tentu akan mempengaruhi performa dan kinerja dari mesin. Salah satunya adalah terhadap ketahanan dari mesin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan viskositas minyak pelumas dari mesin sepeda motor yang menggunakan bahan bakar premium murni dengan bahan bakar gas LPG pada mesin dengan  kondisi standar dan mengetahui dan membandingkan metal content yang terdapat pada minyak pelumas yang digunakan dari mesin berbahan bakar premium murni dengan bahan bakar gas LPG pada mesin kondisi standar. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan mesin sepeda motor 4 langkah 150 cc ini, hasilnya lebih ditekankan perbandingan metal content dan viskositas minyak pelumas pada mesin yang menggunakan bahan bakar premium dan gas LPG yang di jual dipasaran. Pada pengujian ini dilakukan dengan putaran mesin rata-rata 4.500 rpm yang menghasilkan putaran poros roda belakang sebesar 449.9 rpm. Kemudian dikonversikan pada putaran roda belakang dan menghasilkan kecepatan sebesar 49.67 km/jam (~50 km/jam). Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor Honda yang dilengkapi dengan beberapa alat ukur. Pada pengoperasiannya, mesin diuji selama 24 jam dengan menempuh jarak lebih dari 1000 km kemudian diambil sampel pelumasnya. Berdasarkan analisa hasil pengujian didapatkan bahwa penggunaan gas LPG sebagai bahan bakar menurunkan nilai viskositas minyak pelumas dibanding dengan menggunakan bahan bakar premium. Metal content minyak pelumas dengan menggunakan gas LPG logam yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah Natrium (Na), Timbal (Pb) dan Magnesium (Mg)
PENGUJIAN BAHAN BAKAR GAS PADA MESIN SEPEDA MOTOR KARBURATOR DITINJAU DARI ASPEK TORSI DAN DAYA Topan Frans Saputra; Arijanto Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.157 KB)

Abstract

Fossil fuels are a very important source of energy in everyday life, especially in the field of transport and are non-renewable energy sources, while existing data obtained when these vehicles circulating in Indonesia reached 80 million units, of which 85 per cent of this amount is a motorcycle with a majority using the engine carburetor. This experiment aimed to test alternative fuels fuel oil fuel is fuel gas. After testing it was found that the best torque produced fuel LPG gas is 8.20 Nm 7.82 Nm and blue gas at 4000 rpm rotation. The best power generated fuel gas is 2.10 kW and blue gas was 2.06 at 5000 rpm rotation. For the rate of fuel consumption pertamax more fuel efficient than the gas at any rpm the test. As for the fuel efficiency of LPG gas reached 43.94%, pertamax 61.26% at 5000 rpm rotation, and 43.12% blue gas at 4000 rpm rotation

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue