cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISIS KEKUATAN PAKU KELING PADA SUB- ASEMBLY KAMPAS REM BUS Ryan Patra Wirabuana; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.823 KB)

Abstract

Along with the increase of economic growth in Indonesia, the number of public transportation typed bus and freight truck also increased. The increase of buses and trucks creates problem namely increases the frequency of accidents every year. The accidents caused by brake failure that usually occurs as a result of brake oil is depleted. The quality of canvas that is not good or the release of brake lining from chassis brake (shoe brake) caused by rivets in order to fastening brake lining to the shoe brake is damaged / broken, but damaged rivets have never revealed. This happens because detail investigations about the caused of accidents rarely performed. To study the ability of rivet connection to sub-asembly of buses/ trucks brake in sustain the burden so rivet tensile test performed, brake lining sub-assembly compression test and validation of test results with FEM analysis. From the result of the test, the researcher got maximum shear of pressure of the rivet namely 4.891.753 kN, and the maximum pressure that received by each rivet on the loading conditions damaged the lining is 1,640 kN, 0.00003% of the maximum pressure of rivet. This result proves that the rivet have a greater shear strength than the brake.
PENGUJIAN PENGGUNAAN GENERATOR HHO JENIS DRYCELL TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR Heru Fitria Nugroho; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.948 KB)

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat dari waktu ke waktu mengakibatkan penurunan stok jumlah bahan bakar minyak yang ada didunia. Sehingga diperkirakan cadangan minyak dunia akan segera habis, maka diperlukan bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar minyak tersebut. Gas hidrogen adalah salah satu bahan bakar alternatif yang saat ini sedang banyak diteliti.Generator HHO adalah alat dengan prinsip kerja elektrolisis air dan digunakan untuk memproduksi gas hidrogen. Alat ini mengubah air (H2O) yang dicampur katalis menjadi gas HHO/Gas Brown. Gas HHO ini adalah gas yang ditambahkan pada pembakaran didalam mesin untuk memaksimalkan pembakaran sehingga menghemat bahan bakar minyak yang dikonsumsi. Pada penelitian ini digunakan generator dengan jenis drycell. Pada larutannya digunakan katalis NaOH dengan 4 variasi konsentrasinya yaitu, 25%, 30%, 35%, dan40%. Dengan variasi konsentrasi akan didapat konsentrasi terbaik, baik dalam penghematan bensin yang dikonsumsi ataupun performa pada mesin tersebut.Dari hasil penelitian didapatkan larutan konsentrasi 25% NaOH penghematan bahan bakar terbesar yaitu dengan prosentase sebesar 21,05%  pada rpm 6000. Kemudian dengan larutan konsentrasi 30% NaOH didapatkan peningkatan torsi sebesar 5,3% pada rpm 3000 dan torsi mesin terendah -6,44% pada RPM 8000 dengan konsentrasi 40%. Peningkatan daya mesin sebesar 5,2% pada RPM 3000 pada Konsentrasi 30% NaOH dan mengalami penurunan mesin sebesar -6,49% pada RPM 8000 pada Konsentrasi 40% NaOH.
Desain Kondensor Jenis Shell and Tube Heat Exchanger Untuk Sistem Organic Rankine Cycle M. Wildam Akbar; Berkah Fajar TK.
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.118 KB)

Abstract

Organic Rankine Cycle (ORC) merupakan modifikasi dari siklus Rankine. Pada Rankine Cycle biasanya menggunakan air bertekanan dan bertemperatur tinggi sebagai fluida kerja. Sedangkan pada ORC, titik didih dari siklus ini lebih rendah sehingga air tidak cocok digunakan sebagai fluida kerja. Oleh karena itu, digunakan fluida kerja R 123, R 134, R 32 dan n-pentane untuk mendesain sebuah sistem ORC dengan data masukkan sebagai berikut; laju aliran massa sebesar 0,515 kg/s, suhu reservoir 70 oC, suhu masuk turbin 60 oC, suhu keluar turbin 45 oC, suhu keluar evaporator 50 oC. Dari keempat fluida kerja sistem tersebut, R 123 dipilih sebagai fluida kerja yang terbaik untuk mendesain alat penukar kalor berupa kondensor, karena memiliki tekanan yang relatif kecil yaitu P1= 2 bar, P2= 1.1592 bar dan memiliki daya yang relatif tinggi yaitu 2.1 kW. Selain itu, R 123 memiliki biaya lebih murah, pemasangan lebih mudah, ijin lebih mudah, dan mudah didapatkan dibanding ketiga refrigeran tersebut. Alat penukar kalor yang digunakan ialah jenis shell and tube (a two pass tube, baffled single pass shell) dengan head load 140000 Btu/hr (41 kW/h), serta heat transfer matrix geometry; 5/8 in, OD 16 Bwg (15.9 mm OD, 1.65 mm thick) brass tube. Dari hasil perhitungan desain didapat panjang tube per pass sebesar 3 ft (914.4 mm), diameter shell 0.7 ft (213.4 mm), jarak antar tube 0.067 ft (20.62 mm) dan perpindahan panas secara keseluruhan 166 Btu/h ft oF (W/m2 C).
KAJIAN EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEKANAN PADA STEPPED WALL DALAM SUDDEN CONTRACTION CHANNEL Sriyanto Sriyanto; Khoiri Rozi; Berkah Fajar Tamtomo Kiono
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.451 KB)

Abstract

Penelitian secara eksperimental ini bertujuan memperoleh pola distribusi tekanan statis dan topologi skin friction line dalam sudden contraction channel. Hasil-hasil eksperimen pengukuran tekanan menunjukkan bahwa karakteristik aliran mengalami perubahan signifikan dengan perubahan Reynold number (Re). Pada midspan, secara umum harga koefisien tekanan menurun seiring dengan kenaikan Re. Pada daerah resirkulasi ditemukan adanya kenaikan nilai tekanan di depan stepwall. Hasil eksperimen visualisasi aliran diperoleh bahwa posisi titik separasi bergeser menuju downstream dengan kenaikan Re. Hal ini ditunjukkan adanya pergeseran daerah attachment atau high shear stress melebar ke arah downstream
PERANCANGAN SOFTWARE BILLBOARD 1.1: PERANGKAT LUNAK UNTUK MENGHITUNG KEKUATAN PAPAN REKLAME Achmad Ridwan Hakiki; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.007 KB)

Abstract

Iklan adalah media propaganda yang berfungsi menawarkan barang dagangan atau jasa kepada masyarakat. Iklan menggunakan papan reklame cukup informatif karena ditePatkan pada titik – titik sebuah sentral area. Akan tetapi, tidak sedikit kejadian papan reklame yang rusak oleh angin. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kekuatan papan reklame dengan mempertimbangkan: dimensi papan reklame, dimensi tiang penyangga, ketinggian papan reklame dan kecepatan angin. Data kecepatan angin diambil di Kota Semarang selama 10 tahun terakhir. Dari penelitian ini akan dilakukan desain rumus analitik untuk menghitung kekuatan papan reklame jenis single pole dengan dimensi 2x4 m2, 3x5 m2, 4x6 m2, 4x8 m2, dan 5x10 m2 menggunakan teori tegangan normal, kemudian dengan menggunakan bahasa C# rumus analitik didesain software. Dari survey dan pengujian tarik didapatkan data untuk penelitian berupa kecepatan angin kota Semarang sebesar 67 km/jam, kekuatan luluh material pipa galvanis dan besi hitam sebesar 379,67 x 106 Pa dan 370,86 x 106 Pa. Dari hasil penelitian konstruksi yang ada didapat hasil perhitungan menggunakan persamaan analitik yang telah dilakukan pada papan reklame dengan ukuran 2x4 m2 menghasilkan nilai kekuatan sebesar 133,98 x 106   Pa dan dinyatakan dalam kondisi tidak aman karena nilai kekuatannya melebihi nilai kekuatan yield material galvanis. Hal ini menunjukkan bahwa diameter, ketebalan dan tinggi tiang penyangga memiliki pengaruh penting dalam mendesain faktor keamanan papan reklame. Penelitian ini dikembangkan dengan software BB version 1.1.
ANALISIS KEGAGALAN CLAMP U PADA SEPEDA MOTOR 200 CC M. Aziz Fauzi; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.447 KB)

Abstract

Analisis kegagalan merupakan metode investigasi secara sistematis untuk mencari penyebab dan mekanisme kegagalan suatu komponen atau peralatan. Penelitian ini menjelaskan tentang analisis kegagalan Clamp U pada sepeda motor 200 CC di sebuah pabrikan sepeda motor (PT. X). Dari data tahun 2014, PT. X membeli Clamp U sebanyak 9228 buah. Dari jumlah tersebut yang reject 451 buah (4,9%) di mana 292 buah (3,2%) dapat direpair dan 159 buah (1,7%) mengalami patah. Perpatahan tersebut saat proses pemasangan Nut Hex M10 ke Clamp U. Clamp U memiliki dimensi panjang 150 mm, diameter luar (d) 9,000 mm, diameter efektif (d2) 8,188 mm, jarak bagi (p) 1,25 mm dan jumlah ulir 35. Torsi pengencangan mur ke Clamp U sebesar 55 Nm. Pengujian yang dilakukan antara lain pengamatan visual bentuk patahan, analisis tegangan, uji komposisi, uji metalografi, uji kekerasan dan uji tarik. Pengamatan menunjukkan Clamp U mengalami patah ulet. Bidang patah terjadi pada bidang dimana tegangan gesernya maksimum. Permukaan patah menunjukkan ciri deformasi plastis. Hasil perhitungan torsi pengencangan maksimum yang diperkenankan adalah 53 Nm. Hasil pengujian komposisi kimia, kekerasan, dan metalografi menunjukkan Clamp U terbuat dari baja AISI 1060 yang mana sesuai standar material Clamp U. Hasil metalografi menunjukkan adanya retakan di kaki ulir  yang kemungkinan terjadi saat pembuatan ulir menggunakan metode thread rolling. Dapat disimpulkan patahan disebabkan oleh adanya retakan saat proses pembuatan ulir pada Clamp U dan torsi pengencangan yang terlalu besar
PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT (PWHT) – TEMPERING PADA SAMBUNGAN MEDIUM CARBON STEEL NP-42 DENGAN LAS THERMIT TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Korna Ariesta; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.366 KB)

Abstract

Material baja high carbon merupakan material yang diaplikasikan pada suatu sistem yang memerlukan nilai kekerasan dan ketangguhan yang tinggi. Pada sarana transportasi kereta api, tentunya diperlukan rel baja yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan agar kenyamanan serta keselamatan penumpang selalu terjamin.Salah satu faktor yang harus diperhatikan pada rangkaian baja rel kereta api adalah pada sambungan las. Proses pengelasan yang tidak sesuai akan menyebabkan material menjadi getas akibat pemanasan dan pendinginan yang tidak terkontrol. Hal ini dapat menimbulkan retak pada sambungan tersebut yang dapat membahayakan bagi pengguna kereta api. Oleh sebab itu, diperlukan perlakuan proses Post Weld Heat Treatment (PWHT) untuk mengembalikan kondisi struktur material tersebut. Dalam penelitian post weld heat treatment – tempering ini bertujuan untuk memperbaiki struktur butir akibat adanya tegangan sisa saat pengelasan thermit, selain itu untuk meningkatkan nilai kekerasannya. Baja rel yang digunakan adalah baja NP-42 yang merupakan medium-carbon steel  (0,56%C). Setelah dilakukan proses tempering, didapat nilai kekerasan yang relatif turun, sebagai akibat pemanasan ulang yang diharapkan mampu menurunkan kegetasannya tetapi masih memiliki nilai kekerasan yang tinggi sesuai dengan standar yang berlaku.
ANALISIS MEKANIK SCREW CONVEYOR TUBULAR DIAMETER 200 mm DENGAN AUTODESK INVENTOR Sabardiyanto Sabardiyanto; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.382 KB)

Abstract

Di dalam industri, bahan-bahan yang digunakan kadangkala merupakan bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan alat transportasi untuk mengangkut bahan-bahan tersebut mengingat keterbatasan kemampuan tenaga manusia baik itu berupa kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari karyawan. Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah conveyor. Salah satu tipe conveyor yang sering digunakan dalam industry adalah screw conveyor. Screw conveyor yang memiliki sistem kerja utama pada putaran mesin dan poros berupa helical, sehingga kelendutan dan ketidak seimbangan mengakibatkan getaran, aus dan noise yang berlebih. Kekuatan daun screw dalam menerima gaya dorong yang disebabkan material dan putaran mesin yang sangat penting dalam memindahkan material angkut. Kelendutan yang terjadi juga berdampak pada kondisi getaran mesin, karena jika terjadi kelendutan yang berlebih berakibat gesekan antara chasing dan flighting sehingga logam hasil gesekan mengkontaminasi material angkut. Semakin besar kelendutan yang terjadi getaran juga akan semakin besar. Untuk menunjang kinerja mesin pemilihan bearing juga sangat penting sehingga memperoleh life time mesin yang panjang. Dengan menggunakan software autodesk inventor professional 2015, dengan stress analysis dapat dilakukan pemodelan mesin yang kemudian dilakukan analisis tegangan daun screw akibat gaya yang dihasilkan dan menganalisis besarnya kelendutan yang terjadi pada poros pipa dan chasing. Dengan melakukan perhitungan secara analitis dan analisa software, diperoleh hasil bahwa material yang digunakan untuk daun screw dan kelendutan yang terjadi pada chasing sebesar 0,4335 mm dan assembly as flighting sebesar 0,9934 mm masih sangat aman dari batas kritis dan mesin dapat beroperasi dengan baik
ANALISIS PENGARUH KEKENTALAN FLUIDA AIR DAN MINYAK KELAPA PADA PERFORMANSI POMPA SENTRIFUGAL Arijanto Arijanto; Eflita Yohana; Franklin T.H. Sinaga
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.757 KB)

Abstract

The current industrial world requires equipment, that working effectively and efficiently to reduce operational costs. One tool that is often encountered is the pump. This is because the pumping system is responsible for nearly 20% of the world's electrical energy demand and energy use in industrial plants. One of the most frequent problems encountered in the process of pumping is the viscosity of the fluid. This research aimed to analyze the effect of viscosity of the flow capacity, pump head, power and efficiency of the pump for pump fluid flow of water and coconut oil. Water density 996 kg/m3, oil density of 858 kg/m3, water viscosity of 0.82 mPas, the viscosity of the coconut oil 3,98 mPas. Variations that give the full aperture or100%, opening 75%, 50% and aperture openings 25%. research data calculated from the pressure, rpm, flow, and flow velocity. From the data we receive a pump head, the pump shaft and the efficiency of the performance curve obtained with the method of dimensionless. The research results show the water fluid maximum flow rate is 36 l/min, while the fluid coconut oil is 17 l/min. Value of water fluid head is 15.18 m, while the oil fluid obtained 9.18 m. The value of BHP water fluid 130.04 W, where as the oil fluid is 131.98 W. And for the value of water fluid efficiency 68.46%, while the oil fluid is 16,59%. The conclusion is the value of higher water discharge fluid from the fluid coconut oil, water fluid water head value is higher than the fluid coconut oil, water fluid efficiency values higher than coconut oil, while the value of fluid power pumps oil is higher than the fluid water.
ANALISA PERILAKU DEFLEKSI BIMETAL TEMBAGA (CU) – NIKEL (NI) AKIBAT STIMULASI VARIASI TEMPERATUR Prehatin Dwi Cahyono; Susilo Adi Widyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.727 KB)

Abstract

Pengaturan perilaku fisis dan mekanis suatu produk semakin diperlukan untuk meningkatkan aspek ekonomis dan unjuk kerjanya. Salah satu teknik aplikatif  yang dapat dikerjakan adalah penggabungan material penyusun suatu produk dengan variasi jenis maupun posisinya. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan dan menguji secara eksperimental produk bimetal. Pemodelan bimetal dengan memvariasikan posisi kombinasi blok Cu-Ni melalui lima model. Yakni model posisi Cu-Ni vertikal, model kombinasi panjang blok Cu-Ni, model kombinasi lebar blok Cu-Ni dan dua model variasi kombinasi lebar blok Cu-Ni dengan ukuran lebar blok yang berbeda. Pengujian eksperimental pada bimetal dilakukan dengan memberi beban berupa temperatur, dengan panas api dari gelas piala (bunsen), dan memvariasikan tiga posisi pemanasan material, yaitu dengan menggunakan dua pemanas (depan-belakang), satu pemanas didepan, dan satu pemanas dibelakan. Hasil pengujian eksperimental dari kelima model arah defleksi bergerak kearah material Ni. Besarnya defleksi dan sudut puntir dipengaruhi oleh: pengaruh tebal, lebar, dan panjang Cu-Ni, variasi posisi blok Cu-Ni, dan temperatur. Pengembangan penelitian ini selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pengembangan produk-produk smart material, melalui proses Multi Material Deposition Indirect Sintering (MMD-Is) yang menggunakan bahan baku serbuk sebagai material produk

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue