cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISIS PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN DAN WAKTU PENGEREMAN TERHADAP TEMPERATUR DAN KOEFISIEN GESEK PADA KAMPAS REM TROMOL (DRUM BRAKE) DENGAN ALAT UJI BERBASIS REMOTE MONITORING SYSTEM (RMS) Rhyienaldi Hardian Dhammaputra; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.449 KB)

Abstract

Kegagalan pada sistem pengereman banyak berakibat fatal yang berujung kecelakaan, salah satu penyebabnya yaitu Brake Fade. Penyebab dari brake fade adalah temperatur pengereman yang melebihi temperatur maksimum material kampas rem tersebut, sehingga terjadi penurunan koefisien gesek (daya pengereman). Maka dari itu pada penilitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh temperatur pengereman terhadap koefisien gesek, pengurangan ketebalan, dan waktu pengereman. Jenis rem yang digunakan merupakan rem tromol dengan kampas rem dari beberapa merk diantaranya, merk AHM, merk Indopart, merk Binapart, dan kampas rem OES. Metode pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan dua metode, metode pertama adalah melakukan pengereman dari variasi RPM hingga kondisi steady, dan metode kedua yaitu melakukan pengujian braking cycle dimana pengereman dilakukan tiap 500 RPM dengan penahanan waktu 2 menit. Pengukuran temperatur pengereman dengan menggunakan infrared thermometer dan thermocouple yang menjadi rangkaian RMS-Brake. Pengukuran waktu pengereman dan ketebalan kampas rem sebelum dan setelah pengujian juga dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap temperatur pengereman. Dari hasil pengujian, merk AHM fading pada temperatur 281,4˚C dengan koefisien gesek 0,0998, merk Indopart fading pada temperatur 229,7˚C dengan koefisien gesek 0,108175, merk Binapart fading pada temperatur 218,4˚C dengan koefisien gesek 0,099842, dan kampas rem OES fading pada temperatur 250,4˚C dengan koefisien gesek 0,102478. Selain itu, terdapat pula pengaruh temperatur terhadap pengurangan ketebalan kampas rem, dimana merk OES merupakan yang paling baik karena mengalami pengurangan ketebalan paling rendah dibanding yang lain yaitu sebesar 0,25 mm untuk mencapai temperatur 179,3˚C. Dan untuk pengaruh temperatur terhadap waktu pengereman, semua merk memiliki waktu pengereman yang relatif kecil, namun didapat merk OES paling sedikit melepas panas dengan delta temperatur 0,49˚C
Perancangan Suctioning dan Koefisien Gesek Roda Prototype Robot Pembersih Kaca Ermanu Hanindityo; Toni Prahasto; Munadi Munadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.358 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pusat massa dari mobil pembersih kaca pada posisi horizontal dan vertical  pada saat menempel pada dinding Mengetahui gaya hisap (Fs) yang dibutuhkan untuk menahan beban maksimum dari mobil pembersih kaca. Mengetahui koefisien gesek (µ) pada roda saat diam, maju – mundur dan naik – turun. Hasil perhitungan pusat massa pada saat posisi horizontal (x = 121,8 dan y = 47,5), dan pada posisi vertical (x = 47,5 dan y = 121,8 ). Untuk kebutuhan gaya hisap pada saat posisi horizontal dengan beban 1.090 kg membutuhkan gaya hisap sebesar 10.693 N, saat posisi vertical dengan beban 1.660 kg membutuhkan gaya hisap sebesar 16.284 N. Sedangkan nilai koefisien gesek dari tiap roda pada saat menempel pada kaca dalam keadaan horizontal diam dan vertical diam adalah µs = 0.44 dan  µs = 0.29, Adapun untuk keadaan horizontal bergerak maju dan mundur adalah µk = 0.015 dan  µk = 0.017, dan dalam keadaan vertical bergerak naik dan turun adalah µk = 0.24 dan  µk = 0.29.
DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN MAIN STEAM (LOW PRESSURE) PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT Riza Armansyah; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.207 KB)

Abstract

Dalam industri Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) sangat diperlukan sistem perpipaan untuk menyalurkan fluida dari peralatan satu ke peralatan lainnya. Untuk perancangan power plant mengacu pada code ASME B31.1 power piping. Desain dari sistem main steam (low pressure) berfungsi menyalurkan uap dari Heat Recovery Steam Generator (HRSG) menuju turbin uap dan bypass ke kondensor. Uap ini mempunyai tekanan operasi sebesar 600 KPa, temperatur 220oC, dan laju aliran massa 49.000 kg/jam. Sistem perpipaan ini didesain pada tekanan 900 KPa dan temperatur 330oC. Untuk desain dari jalur sistem perpipaan main steam (low pressure) menggunakan sofware PDMS. Dari PDMS dihasilkan gambar isometri dengan spesifikasi komponen sistem perpipaan. Selanjutnya desain sistem perpipaan dilakukan analisis menggunakan software CAESAR II. Didapatkan hasil untuk pembebanan sustain tegangan maksimumnya 48.575 KPa dengan tegangan izin 117.900 KPa. Untuk pembebanan expansion tegangan maksimumnya 82.805 KPa dengan tegangan izin 273.015 KPa. Untuk pembebanan occasional tegangan maksimumnya 53.932 KPa dengan tegangan izin 135.585 KPa. Dari hasil analisis tegangan didapat komponen perpipaan yang mengalami tegangan maksimum yaitu pada percabangan pipa (tee). Komponen tee dengan tegangan kritis pada pembebanan sustain dan occasional selanjutnya dianalisis menggunakan software ANSYS. Didapat tegangan intensity maksimum pada pembebanan sustain sebesar 167.000 KPa dan pada pembebanan occasional sebesar 175.990 KPa. Untuk analisis getaran diperoleh rasio frekuensi dari 5 modus terendah nilainya lebih besar dari  , maka getaran dapat teredam dan modus getar masih aman. Dari analisis tegangan expansion dapat memprediksi siklus kegagalan fatigue akibat naik turunnya temperatur. Dari nilai tegangan maksimum expansion dapat mencapai 671.176 siklus sebelum akhirnya lelah.
KAJI EKSPERIMENTAL PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG PADA SPARK IGNITION ENGINE DENGAN BAHAN BAKAR BENSIN Nursofyan Nursofyan; Berkah Fajar TK.
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.304 KB)

Abstract

In the national industrial policy, industrial transportation (automotive) is one of the priority sub-sectors to be developed. Development of four-wheeled motor vehicle production are energy efficient and affordable price set out in the Ministerial Decree No. 33 / M-IND / PER / 7/2013. Permenperin is a derivative of a low carbon emission car program or low emission of carbon (LEC) which has been stipulated in Government Regulation No. 41 of 2013. The development of automotive technology leads to improved engine performance and decrease harmful exhaust emissions. The purpose of this thesis is to determine the performance of spark ignition engines, knowing the exhaust emissions of spark ignition engines, manual measurement and measurement verification using data acquisition. The research method is a literature review of the literature that is tailored to the development of technology and based on national and international standards. Technically, this research begins with the study of literature and discussion of the results of research and literature that already exists. The output of this research can be used as a reference for the training and development of new and renewable energy sources and environmentally friendly transport sector.
OPTIMASI PARAMETER PROSES BUBUT PADA BERBAGAI JENIS BAJA DENGAN MEDIA PENDINGIN COOLED AIR JET COOLING Muhammad Taufik Fitriadi Febrianto; Rusnaldy Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.262 KB)

Abstract

Proses bubut merupakan proses permesinan yang digunakan untuk melakukan produksi khususnya untuk pemotongan berbagai jenis logam. Untuk meningkatkan produktivitas, maka dilakukan proses permesinan yang efisien yaitu dengan mengoptimalkan parameter-parameter proses pembubutan saat melakukan pemotongan pada beberapa jenis material logam. Beberapa parameter yang mempengaruhi proses bubut, antara lain putaran spindle, laju pemakanan dan kedalaman potong. Sampai saat ini media pendingin yang sering digunakan masih mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak ramah lingkungan. Salah satu solusi yang diterapkan saat ini adalah penggunaan media pendingin udara berkecepatan tinggi yang didinginkan (cooled air jet cooling). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan kondisi parameter permesinan yang paling optimal untuk mendapatkan hasil terbaik dari kekasaran permukaan, temperatur pahat, dan konsumsi daya listrik mesin dari proses bubut baja St 40, St 60 dan stainless steel 304. Metode penelitian yang digunakan adalah secara eksperimental dan dianalisa menggunakan metode taguchi. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa untuk menghasilkan kekasaran permukaan yang halus diperoleh pada kondisi parameter putaran spindle 850 rpm, laju pemakanan 0.125 mm/rev, kedalaman potong 1 mm dan jenis material stainless steel 304. Temperatur pahat yang paling rendah diperoleh pada kondisi parameter putaran spindle 580 rpm, laju pemakanan 0.125 mm/rev, kedalaman potong 0.25 mm dan jenis material St 40. Dan konsumsi daya listrik mesin bubut paling rendah diperoleh pada kondisi parameter putaran spindle 580 rpm, laju pemakanan 0.125 mm/rev, kedalaman potong 0.25 mm dan jenis material stainless steel 304.
KAJIAN FENOMENA SEPARASI ALIRAN PADA PIPA SUDDEN CONTRACTION MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN NUMERIK Beny Aulia Putranto; Khoiri Rozi; MSK Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.11 KB)

Abstract

Sudden contraction merupakan suatu saluran dengan bentuk terkontraksi secara tiba-tiba dari daerah upstream menuju downstream. Pada saluran tersebut terjadi penyempitan penampang secara tiba-tiba sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan yang drastis pada daerah kontraksi, hal ini dikarenakan efek nozzel pada aliran yang mengalami separasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Thermofluida Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Pada penelitian ini digunakan metode eksperimen dan simulasi secara numerik untuk mengetahui fenomena aliran yang terjadi pada pipa sudden contraction dengan memperhatikan Coefficient of Pressure dari aliran.  Analisa eksperimen dilakukan dengan menggunakan perangkat pengujian berupa wind tunnel yakni Air Flow Bench AF10. Alat uji yang digunakan adalah sebuah pipa sudden contraction dengan rasio kontraksi 10:7 dan panjang saluran 380 mm. Analisa secara numerik dilakukan dengan simulasi menggunakan software ANSYS FLUENT 14 dengan memasukkan kondisi-kondisi yang sesuai dengan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saluran sudden contraction aliran mengalami zona separasi pada rentang X/Dh -1.08 sampai X/Dh 0.12 untuk Y/Dh 0.0, pada rentang X/Dh -0.6 sampai X/Dh 0.36 untuk Y/Dh 0.032 dan pada rentang X/Dh -1.08 sampai X/Dh 0.0 untuk Y/Dh 0.48. Sedangkan untuk zona resirkulasi terjadi sesaat setelah melewati zona separasi hingga beberapa saat sebelum melewati batas aliran.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR TEMBAGA (Cu) TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS MATERIAL CHASSIS BERBAHAN DASAR LIMBAH ALUMINIUM HASIL PENGECORAN HPDC Tri Joko Sampurno; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.972 KB)

Abstract

Chassis adalah rangka yang berfungsi sebagai penopang berat kendaraan, mesin serta penumpang. Chassis dibuat dengan material Aluminium limbah melaui proses pengecoran. HPDC (High Pressure Die Casting) merupakan salah satu metode dalam proses pengecoran yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode pengecoran yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data nilai porositas, kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro sehingga dapat dibandingkan sifat mekanis antara produk chassis dengan penambahan unsur tembaga (Cu) dan tanpa penambahan unsur tembaga (Cu). Dalam penelitian ini, HPDC dilakukan pada tekanan konstan 7 MPa dan variasi penambahan unsur tembaga (Cu) 0 wt%, 2 wt%, dan 4 wt%. Uji porositas dilakukan dengan menggunakan hukum Archimedes yaitu menimbang massa basah dan kering spesimen uji. Uji tarik menggunakan Universal Testing Machine, uji kekerasan menggunakan metode Rockwell dengan skala B, dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 200X. Hasil pengujian porositas menunjukkan bahwa porositas semakin menurun, pada variasi 0% Cu porositas sebesar 7.85%, pada variasi 2% Cu sebesar 4.02%, dan pada variasi 4% Cu sebesar 3.54%. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik menurun seiring bertambahnya persentase Cu, pada variasi 0% Cu sebesar 161.4 MPa, pada variasi 2% Cu sebesar 156.9 MPa, dan pada variasi 4% sebesar 72.4 Mpa. Hal ini terjadi karena material semakin getas. Hasil struktur mikro menunjukkan bahwa semakin banyak unsur Cu semakin kecil ukuran butir
DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN PADA SISTEM OFFSHORE PIPELINE AKIBAT PENGARUH BEBAN ARUS DAN GELOMBANG LAUT DI PT. PERTAMINA (PERSERO) UNIT PENGOLAHAN VI BALONGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Felix Wahyu Utomo; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.801 KB)

Abstract

Perancangan sistem perpipaan bawah laut ini mengacu pada code ASME B31.4 Chapter IX. Sistem perpipaan ini dibagi menjadi 3 jalur, yaitu jalur pipa SPM (Single Point Mooring) ke tangki ballast water, jalur pipa tangki black oil menuju SPM, dan jalur pipa SPM menuju tangki flushing oil. Jalur pipa tangki ballast water menuju SPM memiliki tekanan operasi 980.665 KPa, temperatur 40oC, dan laju aliran 500 m3/hr. Jalur pipa tangki black oil menuju SPM memiliki tekanan operasi 196.133 KPa, temperatur 80oC, dan laju aliran 1000 m3/hr. Jalur pipa SPM menuju tangki flushing oil memiliki tekanan operasi 196.133 KPa, temperatur 60oC, dan laju aliran 500 m3/hr. Ketiga jalur perpipaan tersebut dimodelkan dengan gambar isometri menggunakan software PDMS dan dianalisa tegangannya menggunakan software Caesar II. Hasil analisa tegangan pada Caesar II didapatkan nilai tegangan tertinggi terdapat pada jalur black oil dengan besar 338995.2 KPa dan intensitas tegangan tertingginya 326198.5 KPa dengan tegangan ijinnya 358527.4 KPa. Ini terjadi pada pembebanan operation akibat berat, tekanan, temperatur pipa dan gelombang dan arus
PERBANDINGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ANTARA BUS DAN TRAVEL MINIBUS RUTE SEMARANG – SOLO SAMPAI TAHUN 2040 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Noviyanto Rahmat Zulem; MSK. Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.79 KB)

Abstract

The increasing number of vehicles with high fuel consumption and weak emission control policies negatively impact the environment. This research designed to projecting comparison of enery consumption of fuel and exaust emissions on bus and travel minibus route Semarang – Solo on 2013- 2040 using LEAP software with two scenarios, as for these scenarios is business as usual (BAU).Test results using LEAP shows the amount of fuel required bus in 2040 based on the BAU scenario amounted to 1.559.800 Gigajoules or to 43.448.467 liters of diesel fuel and 609.700 Gigajoules or 16.983.286 liters of diesel fuel based on the 2040 AFE scenario or fuel savings up to 39 % . The amount of fuel required for travel minibus based on the BAU scenario in 2040 was 1.333.000 Gigajoules or 37.130.919 liters of diesel fuel and 1.308.300 Gigajoules or 37.130.919 liters of diesel fuel based on the 2040 AFE scenario or savings up to 5  %.Carbon Dioxide Non Biogenic emissions produced by buses and travel minibus in 2040 for the AFE scenario decreased by 45 % compare to BAU scenario, but the value of  NOx and CO in scenario AFE decrease 20 % compare to BAU scenario.
ANALISIS KEGAGALAN PADA PERMUKAAN KONTAK RAIL DAN WHEEL PADA OVERHEAD TRAVELLING CRANE Mochamad Iqbal Rokhim; Deni Fajar Fitriyana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.749 KB)

Abstract

Demi  kelancaran  proses  produksi  semen,  perlu adanya pemeliharaan tiap komponen produksi. Salah satu alat yang berperan penting dalam perawatan dan produksi semen adalaha Overhead Traveling Crane, merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat digantungkan secara bebas atau dikaitkan pada crane itu sendiri. Permasalahan yang timbul pada Overhead Traveling Crane diantaranya adalah arah putaran motor yang terbalik akibat kesalahan pada koneksi motor, motor yang tidak dapat start akibat power supply terputus, terjadinya bending (melengkung) pada girder karena operasi pengangkatan yang melebihi kapasitas maksimum yang juga dapat mempercepat usia pemakaian dari girder, aus pada wheel akibat beban kerja yang tinggi saat beroperasi. Dikarenakan kebutuhan pemakaian yang sangat panjang maka dibuthkan perawatan berkala agar dapat berada dalam kondisi normal dalam waktu yang lama. Bagian utama yang menopang berat crane secara keseluruhan adalah rail dan wheel. Jurnal ini membahas tentang analisis kegagalan yang terjadi akibat kontak antara rel dan roda yang terjadi di pabrik semen. Analisis kegagalan dilakukan dengan cara menguji kekerasan baik roda amaupun relyangsudah dianggap gagal atau tidak layak pakai lagi. Lalu meninjau hasil pengamatan lapangan secara langsung dengan data hasil uji kekerasan serta studi literature yang berhubungan dengan roda dan rel. setelah itu didapatkan kesimpulan untuk dijadikan pertimbangan perusahaan untuk pengadaan rel dan roda. Kesimpulan yang didapat berupa nilai kekerasan yang ada pada rel lebih rendah dari pada roda. Mengakibatkan kegagalan pada rel sehingga rel harus diganti.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue