cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PELAPISAN STAINLESS STEEL AISI 304 MENGGUNAKAN NIKEL (Ni) MELALUI PROSES ELEKTROPLATING Yoga Setiawan Ady Nugroho; Sulistyo Sulistyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.073 KB)

Abstract

Elektroplating adalah proses pelapisan logam memanfaatkan arus listrik melalui media larutan elektrolit. Material mesh stainless steel (SS) 304 dipilih mudah diperoleh dan relatif murah dan memiliki ketahanan pada suhu relatif tinggi. Dipakai lapisan nikel (Ni) untuk meningkatkan ketahanan korosi  material SS pada rentang suhu 600-1000 °C yang dapat dipakai sebagai material alternatif interkonek solid oxide fuel cell (SOFC). Penelitian ini membahas proses elektroplating material SS 304 yang dilapisi material Ni dengan mengontrol variasi arus listrik dan waktu yang digunakan pada proses elektroplating memanfaatkan larutan Ni. Variasi arus listrik yang digunakan 0,5 ampere, 1 ampere, 1,5 ampere dan variasi waktu selama 60 detik, 120 detik, 180 detik. Pada proses elektroplating digunakan larutan elektrolit dengan komposisi: nikel sulfat 300 gr/L, nikel klorida 30 gr/L, dan asam borak 30 gr/L yang ditambahkan dengan brighteners (satu) I 15 mL dan brighteners (dua) II 1 mL. Pengukuran ketebalan menggunakan mikroskop optik dibantu perangkat lunak imageraster dan scanning electron microscope (SEM). Hasil ketebalan lapisan minimum diperoleh 0,69 µm pada arus listrik 0,5 ampere dan waktu 60 detik dan pada arus listrik 1,5 ampere dan waktu 180 detik diperoleh ketebalan maksimum  lapisan Ni sebesar  5,32 µm.
UJI PRESTASI PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT EVAPORATIVE COOLING) DENGAN VARIASI DEBIT AIR DAN KECEPATAN UDARA FAN Edy Sofyan; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.284 KB)

Abstract

Evaporative cooling merupakan sistem pengkondisian udara kuno yang menggunakan media air untuk mendinginkan dan menambah kadar air atau kelembaban pada aliran udara. Sistem kerjanya dimana udara lingkungan di dinginkan dengan cara kontak langsung antara air dan udara, sehingga terjadi perpindahan kalor dari udara ke air yang mengakibatkan proses penguapan,sehingga temperatur udara turun dan nilai kelembabanya konstan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit air dan kecepatan udara terhadap efektivitas direct-indirect evaporative cooling. Penelitian dilakukan dengan eksperimen. Variabel penelitian adalah debit air pada 0.125 L/detik dan 0.09 L/detik. Debit aliran udara pada heat exchanger dengan variasi kecepatan 2.2, 2.5 dan 2.8 m/s.. Data yang diambil meliputi data temperatur input, RH input, temperatur output dan RH output. Data-data tersebut digunakan untuk menentukan penurunan DBT (Dry Bulb Temperature), dan WBT (Wet Bulb Temperature). Hasilnya digunakan untuk menghitung efektifitas evaporative cooler. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa debit air dan kecepatan udara fan berpengaruh terhadap penurunan temperatur dan tidak meningkatkan kelembaban udara keluaran indirect evaporative cooler yang mana berpengaruh terhadap efektivitasnya. Pada indirect evaporative cooler pada debit 0.125 L/detik mempunyai efektivitas sebesar 32% lebih tinggi dibandingkan debit 0.09 L/detik yang hanya mempunyai efektivitas 30%.
PENGARUH PROSES DEHUMIDIFIKASI TERHADAP TEMPERATUR UDARA MENGGUNAKAN LARUTAN CALSIUM CHLORIDE (CaCl2) Yohanes Aditya Wisnu A; Eflita Yohana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.493 KB)

Abstract

Udara terdiri atas berbagai macam unsur dan senyawa pembentuk yang salah satunya adalah uap air (H2O). Kandungan uap air dalam udara mempengaruhi tingkat kelembaban udara. Udara lembab dapat memicu tumbuhnya bakteri yang membahayakan kesehatan manusia dan udara kering juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi manusia. Sehingga kelembaban udara berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan dan kesehatan manusia. Dehumidification merupakan proses penurunan kelembaban udara yang terjadi di dehumidifier, dimana uap air diserap saat terjadi kontak dengan udara oleh liquid dessicant sebagai fluida kerja. Penelitian ini menguji pengaruh variasi nosel dan variasi konsentrasi terhadap kelembaban udara dengan menggunakan larutan CaCl2 sebagai liquid dessicant. Di bagian atas dari dehumidifier, liquid dessicant didistribusikan menggunakan spraying nozzle dan pada waktu bersamaan udara bergerak secara counter flow masuk ke dalam dehumidifier dari bagian bawah, dengan menggunakan induced fan yang terletak di atas spraying nozzle pada jarak tertentu. Dimensi nosel bervariasi sebesar 0,2 mm, 0,3 mm, 0,4 mm, dan 0,5 mm, sedangkan variasi konsentari CaCl2 30%, 40%, dan 50%. Debit aliran udara masuk dehumidifier dijaga konstan sebesar 2,35 m3/min, temperatur masuk CaCl2 sebesar 18 OC, serta perubahan kelembaban dan temperatur akan diukur menggunakan sensor suhu dan kelembaban DHT 11. Hasil penelitian menunjukan penurunan kelembaban udara akan membuat temperatur akan naik seiring penurunan kelembabannya
ANALISA KEGAGALAN TERHADAP TUBE CRUDE OIL HEATER (FURNACE) Muhammad Miftahul Fauzie; Rusnaldy Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.792 KB)

Abstract

Terdapat pipa yang mengalami kebocoran. Kegagalan pipa ini terjadi di dalam furnace pada bagian elbow-180o yang beroperasi secara terus menerus selama 3 tahun pada suhu 454oC – 540oC. Pipa ini berfungsi untuk mengaliri minyak mentah (crude oil) menuju ke proses distilasi dalam industri pengolahan minyak. Secara visual tidak nampak keretakan diakibatkan oleh korosi, erosi dan kavitasi. Kemungkinan penyebabnya adalah creep failure atau thermal fatigue. Untuk membuktikan hal tersebut, maka dilakukan serangkaian pengujian seperti; pengujian komposisi kimia material, uji kekerasan Rockwell dan struktur mikro. Material uji sesuai dengan standar ASTM A 234 setelah dilakukan pengujian komposisi kimia material menggunakan spektrometer emisi. Retakan pada spesimen memperlihatkan retakan transgranular yang menunjukkan bahwa material ini adalah ductile yang merupakan ciri dari creep. Struktur mikro mengalami pembesaran dan perubahan fasa pada daerah retak yang menyebabkan terjadinya pelunakan. Hal ini diperkuat setelah dilakukan uji kekerasan yang menunjukkan perbedaan kekerasan yang terjadi pada daerah crack 94.25 HB dan 106.83 HB pada jarak ± 15 cm dari crack. Dapat disimpulkan bahwa material ini sesuai dengan standar ASTM A 234. Gejala retakan yang terjadi pada pipa diakibatkan oleh gejala creep pada material karena pipa beroperasi pada suhu yang tinggi dalam jangka waktu yang lama.
PEMODELAN DAN ANALISA UJI PENDULUM PADA STRUKTUR RANGKA BUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Benny Ardhi Subarkah; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.972 KB)

Abstract

Bus merupakan salah satu kendaraan bermotor yang dapat membawa banyak penumpang. Oleh sebab itu, bus harus didesain agar dapat memberikan rasa aman bagi penumpang dan pengemudinya. Struktur rangka bus adalah salah satu bagian dari sebuah bus yang berfungsi sebagai rumah-rumah dari kendaraan tersebut. Dalam berbagai kasus kecelakaan, struktur rangka sangat mempengaruhi keselamatan dari pengguna bus. Salah satu diantaranya yaitu kecelakaan bus terguling (rollover), dimana kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami cedera bahkan menewaskan penumpang di dalam bus. Di Eropa, terdapat standar bus yang mengatur keamanan bus ketika terjadi kecelakaan rollover, yaitu ECE R 66. Tugas akhir ini membahas tegangan dan displacement pada struktur rangka bus ketika terjadi kecelakaan terguling untuk mengukur keamanan bus sesuai dengan standar ECE R 66. Penerapan dari ECE R 66 dilakukan dengan memberikan beban pendulum pada sisi samping bus dengan kecepatan dan sudut pendulum yang ditentukan berdasarkan dimensi bus. Penulis melakukan analisa dengan mengunakan metode elemen hingga dan dengan software bantu ANSYS / LS - Dyna. Hasil analisa berupa konsentrasi tegangan dan displacement pada bagian sisi samping struktur rangka bus. Besarnya displacement pada bagian tersebut tidak melebihi ruang batas selamat (residual space). Oleh karena itu, struktur rangka bus ini aman jika terkena beban pendulum atau kecelakaan terguling (rollover).
ANALISIS CFD DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF PADA PROSES DEHUMIDIFIKASI SAMPLE HOUSE DENGAN KONSENTRASI LIQUID DESSICANT 60% DAN SUHU LIQUID DESSICANT 10°C Ratrya Putra Hunadika; Eflita Yohana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.761 KB)

Abstract

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengontrol kelembaban udara di dalam ruangan, salah satunya dengan sistem dehumidifikasi. Dengan memanfaatkan liquid desiccant berupa CaCl2, nilai kelembaban relatif dapat ditekan sesuai dengan variabel yang sudah ditentukan. Untuk mengetahui distribusi temperatur dan kelembaban relatif dalam ruangan diperlukan simulasi numerik menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Model ruangan yang digunakan dalam eksperimen (L = 1500 mm, W = 1000 mm, H = 1000 mm, HCave = 500mm) digunakan untuk mengetahui kemampuan liquid desiccant dalam menurunkan kelembaban. Pengujian dilakukan di pagi hari pukul 08.00 dengan konsentrasi liquid desiccant sebesar 60%, serta dimensi nozzel 0,2 mm, suhu liquid dessicant 10°C dan debit udara masuk ruangan dijaga 2,35 m3/min. Sensor DHT 11 dipasang pada lima sisi, atap, dinding, lantai, inlet, outlet, yang berfungsi untuk mencatat perubahan kelembaban dan temperatur selama pengujian berlangsung. Pada kondisi normal tanpa menyalakan alat dehumidifier, sensor mencatat temperatur rata-rata di dalam ruangan sebesar 29,9°C dan RH 58,9%. Simulasi dilakukan menggunakan software CFD Solidworks Flow Simulation 2014. Hasil simulasi menunjukkan bahwa distribusi temperatur dan kelembaban relatif di dalam ruangan dengan konsentrasi liquid desiccant 60% mengalami penurunan kelembaban relatif yang rendah, yakni RH rata-rata sebesar 52,13% dengan diikuti kenaikan temperatur udara sebesar 31,65°C
UJI PRESTASI PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT EVAPORATIVE COOLING) DENGAN VARIASI TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR Cahyo Hardanto; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.08 KB)

Abstract

Pengujian ini membahas tentang sistem pengkondisian udara yang menggunakan air untuk mendinginkan dan menambah kadar air atau kelembaban pada aliran udara. Sistem pengkondisian udara tersebut disebut evaporative cooling. Pada proses evaporative cooling ada 2 macam yaitu proses direct evaporative cooling dan proses indirect evaporative cooling. Tujuan dari pengujian ini yaitu mengetahui efektivitas dari direct-indirect evaporative cooling sebagai variasi temperatur air sprayer dan kecepatan aliran udara pada heat exchanger; serta mengetahui kelembaban dan temperatur direct-indirect evaporative cooling. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi temperatur media pendingin air dan variasi kecepatan udara heat exchanger dapat meningkatkan efisiensi indirect evaporative cooling.
PEMODELAN DAN SIMULASI FUZZY LOGIC CONTROL PADA MODEL ARM ROBOT MANIPULATOR M. Amirullah Akbar; Munadi Munadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.904 KB)

Abstract

Strategi kontrol yang paling banyak digunakan dalam industri adalah proporsional integral derivatif (PID). Kepopuleran kontrol PID yaitu mampu memberikan kinerja yang kuat dalam berbagai kondisi operasi dan sebagian memiliki kesederhanaan dalam fungsi. Salah satu aplikasinya adalah untuk mengontrol posisi arm robot manipulator dengan menggunakan motor DC servo sebagai aktuator. Akan tetapi, kontrol PID memiliki kekurangan dalam hal mencapai keakuratan dan kepresisian yang tinggi pada waktu keadaan transient yang cepat. Oleh karena itu maka dibutuhkan suatu desain kontrol baru berupa fuzzy logic control (FLC) untuk mencapai target posisi yang diinginkan.  Makalah ini menyajikan desain kontrol PID dan desain FLC. Desain kontrol PID dibuat dengan menggunakan otomatis tuning oleh sisotool dan desain FLC dibuat dengan fuzzy logic toolbox. Kedua desain kontrol tersebut selanjutnya diimplementasikan menggunakan Arduino mega 2560 dengan menggunakan potensiometer sebagai pengendali yang dihubungkan pada Simulink Support Package untuk hardware Arduino di MATLAB/Simulink. Selanjutnya, Sebuah desain kontrol yang lebih baik yaitu dengan menggunakan FLC diusulkan.  Hasil simulasi ditunjukkan. Analisis kinerja menunjukkan efektivitas yang diusulkan Fuzzy logic controller dibandingkan dengan kontrol PID
OPTIMASI PARAMETER PROSES BUBUT PADA BAJA St 60 DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Fonsa Careca; Rusnaldy Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.86 KB)

Abstract

Sampai saat ini, media pendingin yang dipakai pada proses pemesinan masih mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan operator dan tidak ramah lingkungan. Oleh sebab itu diperlukan media pendingin alternatif yang aman, ramah lingkungan, dan efisien dalam penggunaannya. Beberapa solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan cooled air jet cooling dan pendingin nitrogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pengunaan cooled air jet cooling, nitrogen, dromus pada proses permesinan dan mengoptimisasi parameter-parameter sehingga diperoleh temperatur pahat, kekasaran permukaan, dan daya permesinan yang minimum. Proses pemesinan yang digunakan adalah proses bubut dengan material St 60. Metode penelitian yang digunakan adalah secara eksperimental. Posisi penyemprotan overhead dan tekanan penyemprotan yaitu 3 bar untuk pendinginan cooled air jet cooling dan nitrogen. Berdasarkan hal tersebut, hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperoleh nilai kekasaran permukaan, suhu pahat, dan daya permesinan yang bagus dengan parameter pembubutan optimum hasil dari analisa percobaan metode Taguchi. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kondisi permesinan yang yang optimal untuk menghasilkan kekasaran permukaan paling halus pada spindle speed 1400 rpm, feed rate 0.125 mm/rev, depth of cut 1 mm, dan cutting condition dromus. Kondisi permesinan yang optimal untuk menghasilkan temperatur pahat paling rendah pada spindle speed 580 rpm, feed rate 0.113 mm/rev, depth of cut 0.25 mm, dan cutting condition nitrogen. Sedangkan kondisi permesinan yang membutuhkan daya permesinan paling kecil pada spindle speed 580 rpm, feed rate 0.136 mm/rev, depth of cut 0.25 mm, dan cutting condition dromus.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS MATERIAL MODEL CHASSIS BERBASIS Al-Si-Mg HASIL PENGECORAN HIGH PRESSURE DIE CASTING Dedas Agusta; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.547 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, model chassis dibuat dengan material ADC12 dan penambahan variasi magnesium (Mg) melaui proses HPDC (High Pressure Die Casting). Namun, masih terdapat beberapa kekurangan pada hasil pengecoran, sehingga dilakukan perlakuan panas untuk memperbaiki sifat mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data nilai porositas, kekerasan, kekuatan tarik, dan struktur mikro sehingga dapat dibandingkan sifat mekanis antara model chassis perlakuan panas dan tanpa perlakuan panas. Dalam penelitian ini, bahan baku ADC12 yang digunakan merupakan produk PT. Pinjaya Logam, Mojokerto. HPDC dilakukan pada tekanan konstan 7 MPa dan variasi (Mg) 0wt%, 3wt%, 4wt%, dan 5wt% dengan temperatur penuangan 750oC. Perlakuan panas yang dilakukan yaitu age hardening dengan solution treatment 540oC selama 60 menit dan artificial aging 150oC selama 4 jam. Uji porositas dilakukan dengan menimbang massa basah dan kering spesimen uji. Uji kekerasan menggunakan metode Rockwell skala B, uji tarik menggunakan Universal Testing Machine, dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optic perbesaran 500X. Hasil uji porositas menunjukkan bahwa nilai porositas rata-rata produk 0% Mg, 3% Mg, 4% Mg, 5% Mg perlakuan panas adalah 5,26%, 5,32%, 6,76%, 3,93%. Nilai kekerasan rata-rata produk 0% Mg, 3% Mg, 4% Mg, 5% Mg perlakuan panas adalah 59,95 HRB, 60,66 HRB, 69,50 HRB, 71,45 HRB. Nilai kekuatan tarik rata-rata produk 0% Mg, 3% Mg, 4% Mg, 5% Mg perlakuan panas berturut-turut adalah 164 MPa, 225,22 MPa, 138,5 MPa, 111,42 MPa. Pada uji struktur mikro didapatkan ukuran butir (grain size) rata-rata produk 0% Mg, 3% Mg, 4% Mg, 5% Mg perlakuan panas sebesar 53,36 µm, 48,47µm, 46,96 µm, 37,88 µm.

Page 7 of 55 | Total Record : 549


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue