cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
KAJIAN EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI LONGITUDINAL ALIRAN DALAM SUDDEN EXPANSION CHANNEL Nurul Chomar; Khoiri Rozi; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.671 KB)

Abstract

Sudden Expansion channel merupakan bentuk saluran yang terekspansi secara tiba-tiba pada bagian downstream. penggunaan saluran ini dalam dunia industri menimbulkan masalah-masalah aliran, seperti munculnya separasi, resirkulasi, vortex, fluktuasi, dan turbulensi. Separasi aliran menjadikan blockage yang mengurangi debit. Resirkulasi dan vortex menyebabkan backflow sehingga mengganggu aliran utama. Sedangkan, fluktuasi dan turbulensi membuat vibrasi yang berdampak kebocoran. Kompleksitas aliran ini jelas berdampak negatif sehingga perlu dieliminasi dalam medan aliran. Penting mengkaji aliran dalam sudden expansion channel lebih dalam guna mendapatkan gambaran utuh dan detail Sudden Expansion channel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik aliran dalam saluran sudden expansion channel. Eksperimen pertama , mengambil data tekanan statis pada surface expansion dan stepped wall, hasil yang diperoleh dalam bentuk coefficient pressure (Cp). Percobaan kedua menggunakan metode visualisasi aliran. Percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aliran mengalami perubahan signifikan seiring perubahan bilangan Reynolds. Bilangan Reynolds tinggi menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi, sehingga koefisien tekanan (Cp) semakin kecil. Di wilayah upstram menunjukkan momentum aliran cukup kuat untuk mengatasi gaya Viscos, sehingga energi kinetik aliran mampu membawa aliran dalam kondisi favorable. Sedangkan, pada downstream tekanan mengalami kenaikan mengindikasikan terjadi pemulihan dan secara bertahap diperlambat hingga mencapai kecepatan konstan, dan diperlambat sampai keluar saluran. Hasil visualisasi skin friction line pada expansion surface semakin meningkatnya bilangan Reynold, separasi aliran mengalami penundaaan. Pada stepped wall ditemukanemukan zona resirkulasi dib.lakang wall.
ANALISA CORROTION RATE DAN REMAINING LIFE PADA HIGH SPEED DIESEL SHELL STORAGE TANK DENGAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN NON DESTRCTIVE TESTING Bintang Satria Hartadi; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.387 KB)

Abstract

Storage tank menjadi bagian yang penting dalam suatu proses industri kimia karena tidak hanya menjadi tempat penyimpanan bahan baku bagi produk tetapi juga menjaga kelancaran ketersediaan produk dan bahan baku serta dapat menjaga produk dari kontaminan. Pada umumnya produk yang terdapat pada industri kimia berupa liquid atau gas, namun tidak tertutup kemungkinan juga dalam bentuk padatan (solid). Korosi adalah kerusakan material, biasanya logam, yang hasil dari reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya. Seiring waktu, korosi tidak terkendali dapat melemahkan atau menghancurkan komponen dari sistem tangki, sehingga lubang atau mungkin kegagalan struktural, dan pelepasan produk disimpan ke lingkungan. Metode pengujian yang dilakukan pada Tugas Akhir ini yaitu dengan dua metode, metode pertama adalah dengan melakukan pengamatan visual pada storage tank yang akan diuji., dan metode kedua yaitu melakukan pengujian dengan alat ultrasonic thickness pada storage tank dengan ketentuan 8 titik pengujian pada setiap course storage tank. Dari data hasil pengujian digunakan untuk menentukan laju korosi, dan umur pakai pada titik-titik pengujian storage tank pada setiap coursenya. Dari hasil pengujian dan perhitungan, didapat bahwa laju korosi tertinggi pada storage tank terdapat pada course 1 di section 135° dengan nilai laju korosi 0,05136 mm/tahun, dan laju korosi  terendah terdapat pada course 6 di section 90° dan 315° dengan nilai laju korosi 0,00909 mm/tahun. Sedangkan untuk nilai umur pakai tertinggi terdapat pada course 6 di section 90° dengan perkiraan umur pakai 659,3 tahun, dan yang terendah terdapat pada course 1 di section 135° dengan perkiraan umur pakai 46,01 tahun
ANALISA AERODINAMIKA BODY MOBIL HEMAT BAHAN BAKAR ANTAWIRYA KONSEP 3 DENGAN MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Rizkya Laila Nursyahbani; MSK. Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.342 KB)

Abstract

Fuel oil declining from year to year since oil resources of the earth are not renewable. Hence, a fuel saving plan is something of considerable importance today. Continued development of technology has enabled automotive engineers to place an emphasis on vehicle fuel consumption by keeping the drag coefficient (Cd) value to minimum, which in turn should improve fuel efficiency. This research is aimed at effort to prouce a more aerodynamic car body design, particularly to redesign the previous Antawirya car known as Antawirya Konsep 3, to simulate and compare the results of both cars, in term of the drag coefficient values, and to learn about the air flow pattern around the car. Car aerodynamics simulation are conducted in wind tunnel set as the computing domain by Computational Fluid Dynamics (CFD). The k-epsilon turbulent realizable standard wall function method is used in this research, which is specified based on the phenomenon of validation in backward-facing step. This research also use the second order upwind as the discretization method for more accurate results. The number of each grid for previous Antawirya and Antawirya konsep 3 are 862391 and 639641. The results of the simulation show a reduction of drag coefficient on Antawirya konsep 3 compare to the previous Antawirya. Drag coefficient has shown a decrease by 24,93% at a rate of 10 km/h, a decrease by 25,20% at 20 km/h, a decrease by 26,01% at 30 km/h, a decrease by 26,02% at 40 km/h, a decrease by 26,37% at 50 km/h, and a decrease by 25,83% at 60 km/h. The separation and wake phenomenon also occurred on the back of the car body, as the separation and wake on Antawirya konsep 3 are shorter than the previous Antawirya design. This is due to the fact that the body of Antawirya konsep 3 has a more aerodynamic.
Kerentanan Retak dan Kekerasan HAZ API 5l-x65 Pipe Steel Welded Joint karena Annealing Holding Time Padang Yanuar; Yurianto Yurianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.596 KB)

Abstract

Regangan mikro daerah pengaruh panas disebabkan oleh proses pembekuan logam las, regangan ini menyebabkan retak mikro. Daerah pengaruh panas adalah penunjuk kerentanan strukturmikro terhadap retak mikro, dan kekerasannya tidak sama dibanding logam dasar dan logam las. Tujuan Penelitian ini adalah mengamati pengaruh waktu penahanan anil terhadap kerentanan retak dan kekerasan mikro daerah pengaruh panas pada lasan pipa baja API 5L X65. Metode penelitian yang digunakan adalah kaji experimental. Hasil penelitian ini adalah kerentanan retak logam dasar dan daerah pengaruh panas, dan angka kekerasan mikro berdasarkan waktu penahanan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa retak meningkat dengan meningkatnya waktu penahanan, tetapi retak terkecil pada waktu penahanan 90 menit
PENGARUH PERSENTASE BERAT SERBUK SiC TERHADAP SIFAT FISIK DAN SIFAT MEKANIK KOMPOSIT DENGAN MATRIK AlSiTiB YANG DIPERKUAT SERBUK SiC Deri Dagi Wacono; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.142 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sifat fisik dan sifat mekanik yang lebih baik dibandingkan dengan sifat sebelumnya. Teknologi ilmu bahan yang biasa digunakan dan banyak dilakukan penelitian adalah komposit. Komposit yang terdiri dari matriks dan penguat dipadukan sehingga menghasilkan material yang unggul. Penelitian ini membuat sebuah komposit berbahan matrik berupa logam atau biasa disebut dengan MMC (Metal Matrix Composites). Penggunaan matrik berupa logam aluminium dilakukan karena sifat aluminium yang ringan, mudah dibentuk, dan tahan korosi . Selain itu aluminium juga logam yang paling banyak digunakan pada bidang industri. Penelitian ini merekayasa matrik dengan penambahan dari super alloy berupa AlTiB (Aluminium Titanium Boron) yang berfungsi sebagai penghalus butir (grain refinement) agar mendapatkan material yang ulet dan memiliki kekuatan yang baik. Penguat yang digunakan berbahan keramik yaitu berupa SiC (Silicon Carbide). Pembuatan komposit dilakukan dengan metode liquid state processing dengan menggunakan stir casting. Metode ini digunakan agar terjadi pencampuran antara matrik dengan penguat pada suhu semisolid dan pada saat akan  melakukan penuangan. Dengan menggunakan variasi persentase berat SiC yang berbeda diharapkan bisa mengetahui komposisi yang tepat untuk pembuatan komposit ini. Diteliti sifat fisik maupun sifat mekaniknya dengan berbagai macam metode pengujian. Pengujian sifat fisik meliputi uji densitas, perhitungan porositas, uji mikrografi. Pengujian sifat mekanik meliputi uji kekerasan dan uji bending
PHYSICAL CHARACTERIZATION OF ALUMINA (Al2O3) BASED REFRACTORY APPLIED ON INDUCTION FURNACE LINING Ronald Sabtendra; Sri Nugroho; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.568 KB)

Abstract

The broad variety of pyro-processing applications across industry demands great diversity in the supply of refractory materials. In fact, many of these materials have been developed specifically to meet the service conditions of a particular process. The characteristic properties of each refractory class are a function of both their raw materials base and the methods used to manufacture the refractory products. This study aims to characterize alumina (Al2O3) based refractory materials applied on induction furnace lining based on its physical properties such as: the shape and grain size; chemical composition; and density of the specimens which sintered at various temperature. From the X-ray Diffraction Test compared with specification data from the manufacturer, the main composition of the base refractory material used in this study is alumina (Al2O3) with a low amount (less than 10%) of magnesia (MgO) and silica (SiO2). Alumina refractory material consists of coarse grains (with its size larger than 0,85mm) and fine grains (size is equal to 0,15mm or smaller). Grains shape of the  aggregates are mostly angular with its sharp edges. Values of density at temperature 1100C, 10000C, 13000C, 15000C in sequence are 2,92 g/cm3; 2,66 g/cm3;  2,80 g/cm3; 2,98 g/cm3. Density of the refractory will increase as the increase of sintering temperature.
PENGARUH TEMPERATUR CETAKAN PADA CACAT VISUAL PRODUK PISTON DENGAN METODE DIE CASTING Aang Kurniawan; Susilo Adi Widyanto; Yusuf Umardhani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.548 KB)

Abstract

The need of the piston is increasing with the increasing number of motorcycles. Piston are not only made by large scale producers but also by small and medium industries. Challenges faced by small and medium industries are how to compete with large industry due to limited knowledge and technology in the field of metal casting. The material used is secondhand aluminum and addition aluminum alloy ADC12 which is a composition of silicon <12%. The research is done with making mould of die casting and making of moulding machine. Variable selected in this research is die temperatur (250°C, 320oC, 350ºC and 400 oC) and cast temperatur is 800ºC which pass trough casting process with method of die casting to know the casting defect that happen analysed visually. Preparation of casting by melting secondhand aluminum and ADC12 whice later to process casting. Results show the casting defects that happened for example cold shut, shrinkage, rough surface and porosity. Optimum die temperatur in process casting piston product with metode of die casting is die temperatur 320ºC, because this temperatur defect that happened in the from of shrinkage happened some of just small at area below cover rough surface that happened of piston products that can still be tolerated. At die temperatur more than 320ºC the dominant shrinkage happened at the bottom of the piston cover. And the die temperatur less than 320ºC cold shut will happened primarily in the location of thin walled.
PENGEMBANGAN ORNITHOPTER UAV BERBASIS WIRELESS Muhamad Rizki Ibrahim Hanan; Mochammad Ariyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.31 KB)

Abstract

Pengembangan untuk menggunakan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia dalam pertempuran atau Unmanned Aerial System (UAS) ini mengalami akselerasi yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan karena kontribusi dari kemampuan teknologi ini sangat bermanfaat selain bagi lingkup militer juga untuk keperluan komersial. Keperluan militer khususnya pada lingkup seperti intelijen, pengamatan dan pengintaian atau intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR). Ornithopter merupakan Unmaned Aerial Vehicles (UAV) yang memiliki lebih banyak keuntungan daripada fixed-wing dan rotary-wing UAV, keberhasilan terbang dari UAV ini didapatkan dari penggunaan ekor untuk menstabilkan dan mengontrol arah terbang Ornithopter tersebut. Sayap yang mengepak secara umum lebih bertujuan untuk menghasilkan gaya angkat yang besar untuk terbang dengan stabil, sedangkan ekor membantu untuk menjaga wahana tetep pada jalurnya. Dalam penelitian ini, penulis memulai dengan tahapan mendesain ornithopter robot menggunakan SolidWorks 2013. Setelah melakukan analisa kinematik selanjutnya melakukan analisa eksperimental mengenai beberapa metode gerak rotasi dari sebuah robot ornithopter untuk menghasilkan pembahasan, dari pembahasan didapatkan  kesimpulan dari tujuan dari penelitian tersebut. dimana dengan menggunakan radio kontrol dapat ditampilkan menggerakan motor dan ekor dengan mengubah sudut pergerakan servo. Dari penelitian dihasilkan ornithopter dengan lebar sayap 80 cm, berat 335gr  dan didapatkan data flapping frequency sebesar 12.7 Hz pada throttle maksimal, dengan gaya angkat rata-rata maksimal 2.4447 N dan gaya dorong sebesar 1.8608 N
REDUKSI PASIR BESI PANTAI SIGANDU KABUPATEN BATANG MENJADI SPONGE IRON MENGGUNAKAN BURNER GAS ASETILIN Itsnain Aji Pangestu; Sugeng Tirta Atmadja; Yusuf Umardhani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.303 KB)

Abstract

In this experiment has been done laboratory scale processing of iron sand from Sigandu beach regency of Batang to be sponge iron by direct reduction using oxyacetylene gas burner at 1200 oC. Based on the experiments conducted through the process of making a composite pellets briquettes, and conducted trials combustion using oxyacetylene gas burner with the composition of the briquettes is 75% iron sand, wood charcoal is added as much as 20% functions as a reductant, and 5% tapioca which functions as glue. The iron sand into iron is required a long production stages, begins with the extraction or separation of magnetic minerals with non-magnetic using magnets to increase levels of Fe. From the results can be known content extraction iron sand of Sigandu beach is 62.27%. In the composition testing using AAS method (Atomic Absorption Spectrometry) iron sand composition (raw material) obtained 3.56% Si, 6.12% C, 1.42% Mg, and Fe 51.23%, after reduced to 62.13% Fe, 1.20% Mg, 0.85% C and 1.98% Si. From these data seen increase in the Fe content of 10.09%, accompanied with a decrease in content impurities in the sponge iron
Identifikasi Undulating pada Pembuatan Cn-235 Leading Edge Wing Yohanes BEN; Yurianto Yurianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2333.49 KB)

Abstract

Pada proses pembuatan leading edge, sering terjadi cacat yang menyebabkan proses produksi menjadi terhenti. Cacat yang terjadi disebut undulating, dan menyebabkan lembaran tipis menjadi bergelombang, transparent, dan mengalami contour permukaan karena tegangan sisa setelah proses pengerolan. Tujuan penelitian adalah menurunkan tegangan sisa yang terkandung dalam bahan. Manfaat penelitian untuk mencegah berhentinya proses pembuatan leading edge akibat undulating dan menurunkan scrab akibat bahan yang reject. Metoda yang digunakan adalah menurunkan kandungan tegangan sisa dengan melakukan stretching pada bahan yang digunakan yaitu: 2024 T3 Cad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa undulating timbul setelah proses chemical milling karena adanya tegangan sisa dalam bahan setelah proses rolling. Undulating berkurang jika bahan setelah rolling di temper.

Page 8 of 55 | Total Record : 549


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue