cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3: Agustus 2015" : 27 Documents clear
REPRESENTASI MARJINALISASI ORANG JAWA DALAM FTV SCTV PULANG MALU GAK PULANG RINDU Fransiska Candraditya Utami; Hedi Pudjo Santosa; Taufik Suprihartini; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.337 KB)

Abstract

Representasi orang Jawa dalam FTV di Indonesia banyak yang melenceng dari keadaan sebenarnya dan mengarah pada pembentukan stereotip negatif yang memarjinalkan orang Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi orang Jawa yang terdapat dalam FTV SCTV Pulang Malu Gak Pulang Rindu yang diindikasikan memarjinalkan orang Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika. Teknik analisis data menggunakan teori Codes of Television dari John Fiske (1987). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penggunaan dialek Jawa yang tidak semestinya sehingga terkesan kampungan; orang Jawa digambarkan sebagai kelompok yang buruk ketika berinteraksi dengan sesama orang Jawa; orang Jawa digambarkan berada di pihak yang salah dalam bermasyarakat; serta orang Jawa digambarkan mendapat posisi yang non-dominan ketika berinteraksi dengan etnis lain. Representasi yang memarjinalkan orang Jawa ini membawa ideologi Kelas kedalamnya. Motif dari adanya representasi marjinalisasi orang Jawa dalam FTV Pulang Malu Gak Pulang Rindu adalah adanya ideologi Kapitalisme dalam industri pertelevisian Indonesia sehingga lebih mementingkan keuntungan daripada kualitas.
Hubungan Terpaan Bauran Promosi Rokok Apache dengan Minat Membeli Ahmad Fauzi; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.657 KB)

Abstract

Dalam bersaing dengan kompetitor, rokok Apache menggunakan bauranpromosi sebagai alat dalam memasarkan dan mengkomunikasikan produknyakepada masyarakat. Penjualan rokok Apache sangat baik dan terus meningkatsejak pertama produksi. Empat bauran promosi yang digunakan rokok Apacheantara lain: periklanan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, penjualanperorangan. Rokok Apache hingga kini masih menggunakan keempat bentukpromosi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara terpaanperiklanan, terpaan hubungan masyarakat, terpaan promosi penjualan, terpaaanpenjualan perorangan dengan minat membeli rokok Apache. Dengan mengacu padateori Advertising Exposure, teori behavior learning dan teori komunikasi personal.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatori. Penelitianini menggunakan teknik non random sampling dengan cara purposive samplingsebagai teknik untuk menentukan sampel. Terdapat 50 responden yang menjadisampel. Alat yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah uji statistikkorelasi pearson.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa adakorelasi yang signifikan antara terpaan periklanan dengan minat membeli rokokApache . Hal ini ditunjukkan dengan angka signifikansi sebesar 0,014 dan nilaikorelasi sebesar 0,344. Hasil pengujuan hipotesis kedua menunjukkan bahwaterdapat hubungan yang sangat signifikan antara terpaan hubungan masyarakatdengan minat membeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikansi sebesar0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,540. Hipotesis ketiga menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara terpaan promosi penjualan dengan minatmembeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikasi 0,039 dan nilai korelasisebesar 0,292. Hipotesis terakhir menunjukkan terdapat hubungan yangsignifikan antara terpaan penjualan perorangan dengan minat membeli rokokApache didasarkan pada angka signifikasi sebesar 0,046 dan nilai sebesar 0,284.
MAKNA IDENTITAS FANS KLUB SEPAK BOLA (CHELSEA INDONESIA SUPPORTERS CLUB) Ika Adelia Iswari; Triyono Lukmantoro; Turnomo Rahardjo; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.857 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sekelompok orang yang memiliki kesamaan visi dan misi yang cenderung untuk bergabung ke dalam suatu lingkaran. Lingkaran tersebut diwujudkan dengan terbentuknya suatu komunitas. Komunitas fans klub sepak bola merupakan hal yang biasa ditemui di lingkungan kita. Bermulai dari kegemaran dengan olahraga sepak bola kemudian munculnya keinginan untuk mengenal lebih dalam klub sepak bola yang didukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana individu bisa memutuskan untuk bergabung ke dalam lingkungan yang baru dan bertemu dengan orang-orang baru dan bagaimana individu tersebut membentuk identitas dirinya yang pada awalnya hanya merupakan penggemar sepak bola menjadi salah satu supporter klub sepak bola tertentu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang merujuk pada paradigma interpretif dan tradisi fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sintalitas Kelompok, Teori Perbandingan Sosial, dan Teori ERG (Existence, Relatedness, Growth) dan konsep identitas diri. teknik analisis data kualitatif yang mengacu pada penelitian fenomenologi dari Clark Moustakas. Subjek penelitian ini adalah setiap orang (laki-laki dan perempuan) yang merupakan pendukung Chelsea, merupakan anggota komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan proses identitas sosial di dalam komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) yang dialami oleh setiap individu yang merupakan anggota komunitas terjadi karena banyak faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah keluarga, dan kelompok-kelompok sekunder seperti teman. Individu menginginkan adanya kesamaan visi dan misi yang menurut mereka akan memudahkan dalam berinteraksi. Proses pengambilan keputusan di dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh individu yang tergabung ke dalam komunitas Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) tidak selalu dipengaruhi oleh interaksi antar sesama individu di dalam komunitas. 
PENGARUH FREKUENSI AKSES BBM, PATH, FACEBOOK TERHADAP INTENSITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Dinda Dwimanda Wahyuningtias; Agus Naryoso; Sri Budi Lestari; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.56 KB)

Abstract

Komunikasi menjadi hal yang tidak dapat dihindari selama kita melakukan aktivitas.Semakin seringnya seseorang berkomunikasi informasi yang dipertukarkan semakin dalam dan luas.Tingginya frekuensi komunikasi melalui alat komunikasi yang disebabkan banyak faktor menjadikan orang lebih sering bertukar informasi melalui aplikasi yang tersedia, terlebih lagi kecanggihan teknologi membuat aplikasi komunikasi semakin baik hanya dengan memiliki smartphone sudah tersedia aplikasi seperti BBM, Path dan Facebook yang dijadikan sebagai media untuk bertukar cerita maupun informasi yang bersifat formal.Penelitian ini menggunakan teori CMC (Computer Mediated Communication) teori dimana program-program suatu aplikasi yang dapat menghubungkan dua orang atau lebih dengan suatu jaringan komputer atau format komputer di berbeda tempat. Sedangkan menurut Fulk dan Collins teori Computer Mediated Communication adalah teori yang dimaksudkan bukan tentang bagaimana dua atau lebih mesin saling berhubungan atau berinteraksi tetapi bagaimana dua atau lebih manusia bisa saling berubungan atau berinteraksi dengan dibantu menggunakan alat komputer pada program aplikasi tertentu yang tersedia pada komputer (Fulk dan Collins, 2001). Computer Mediated Communication juga melihat dan mempelajari cara membentuk kepribadian seseorang dengan pertukaran informasi melalui komputer khususnya pada jaringan internet pada komputer. Computer Mediated Communication memberikan dampak sosial kepada manusia. Rice dan Gattiker (2001) menyatakan bahwa Computer Mediated Communication berbeda dari komunikasi tatap muka. Computer Mediated Communication membatasi tingkat interaksi yang bisa menyebabkan penurunan aktifitas. Computer Mediated Communication dapat mengatasi masalah waktu dan keberadaan. Secara keseluruhan penggunaan Computer Mediated Communication menghasilkan beberapa perbedaan dalam komunikasi tatap muka yang dalam hal ini menjelaskan mengenai frekuensi tingginya orang menggunakan aplikasi BBM, Path, Facebook sehingga mengurangi intensitas komunikasi antar pribadi pada mahasiswa perantau yang ada di Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang.Analisis yang digunakan adalah korelasi kendalls dengan spss. Hasil uji hipotesis pertama menunjukan bahwa variabel frekuensi akses BBM berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.= 0,000) dengan koefisien korelasi -,509. Hasil uji hipotesis kedua menunjukan bahwa variabel frekuensi akses Path berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.=0,000) dengan koefisien korelasi -,403. Dan hasil uji hipotesis ketiga menunjukan bahwa variabel frekuensi akses Facebook berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.= 0,000) dengan koefisien korelasi -,536.Saran yang diberikan penelitian ini adalah menjadikan aplikasi media sosial seperti BBM, Path dan Facebook sebagai media komunikasi dengan menjaga intensitas komunikasi antar pribadi terutama komunikasi pribadi tatap muka agar mampu menghasilkan kualitas komunikasi yang jauh lebih baik.
MEMAHAMI PENGALAMAN KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL GURU DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT SISWA TUNAGRAHITA Yuanita Putri Melati; Turnomo Rahardjo; Taufik Suprihartini; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.707 KB)

Abstract

Siswa tunagrahita merupakan siswa dengan keterbatasan intelegensi. Keterbatasanintelegensi menyebabkan lemahnya kemampuan komunikasi siswa tunagrahita.Siswa tungarhita kerap dianggap “tidak berguna” dan memliki masa depan yangkelam. Namun, dengan pendidikan dan penanganan dari sekolah dan guru yangsesuai dengan kemampuan dapat melatih ketrampilan siswa tunagrahita sehinggamenjadi pribadi yang mandiri di tengah masyarakat. Keterbatasan komunikasiyang dimiliki siswa tunagrahita menjadi salah satu kendala guru dalam usahanyauntuk memberikan pengajaran kepada siswa tunagrahita.Penelitian yang bertujuan menjelaskan pengalaman komunikasiinstruksional guru dengan siswa tunagrahita ini menggunakan pendekatankualitatif yang merujuk pada paradigma interpretif dan tradisi fenomenologi.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Coordinated Management OfMeaning dariW. Barnett Pearce dan Vernon Cronen (1980), konsep mengenaikomunikasi instruksional, dan Teori Belajar Aperpesi menurut Johan F. Herbartdari abad 20. Teknik analisis yang digunakan adalah mengacu pada metodefenomenologi dari Von Eckartsberg, dan subjek penelitian adalah guru kelasketrampilan SLB Negeri Semarang yang mengampu siswa tunagrahita.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memberikanpembelajaran kepada siswa tunagrahita, guru berusaha menjalin “ikatan” agardapat memahami karakter dan latar belakang siswa. Hal ini berguna untukmenentukan pola pembelajaran yang sesuai bagi masing-masing siswa. “Ikatan”tersebut dihasilkan melalui interaksi dan sharing yang dilakukan sehari-hari olehguru di sekolah kepada siswa tunagrahita. Melalui interaksi dan sharing, gurumendapat pemahaman tentang latar belakang dan karakteristik masing-masingsiswa. Pemahaman karakter siswa berpengaruh pada pola pembelajaran yangdigunakan guru untuk mengembangakan potensi siswa. Pola pembelajaran yangdigunakan oleh guru dengan memberikan demontrasi dan mengikuti imajinasisiswa. Hal ini juga untuk melatih kemampuan komunikasinya. Guru dituntut lebihaktif dalam berinteraksi dengan siswa di kelas. Hal ini bertujuan agar siswamerasa nyaman dan semangat belajar di kelas. Kendala yang dihadapi guru dalammengembangkan minat dan bakat siswa tunagrahita adalah keadaan siswa tersebutyang memiliki disabilitas intelektual serta orang tua siswa yang kurang memberidukungan. Guru aktif berdiskusi dengan keluarga dan orang tua siswa berkaitankelas ketrampilan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa tunagrahita.
Proses Gatekeeping Pemberitaan RUU Pilkada pada Koran Tempo Dian Kurniati; Hedi Pudjo Santosa; Much Yulianto; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.201 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap proses gatekeepingyang berlangsung di redaksi media massa dalam menyeleksi berita. Mekanisme kerja mediayang memiliki fungsi sebagai alat kontrol kebijakan pemerintah akan menarik ditelititerutama saat memuat berita tentang isu yang berkaitan dengan hak-hak publik, sepertiRencana Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah di Koran Tempo.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatifdengan menggunakan teori di antaranya teori gatekeeping (Shoemaker: 1996) dan teoripolitik media massa (McNair: 2011). Untuk mengetahui proses gatekeeping pemberitaanRUU Pilkada di Koran Tempo, peneliti mewawancarai pihak yang terlibat secara langsungdalam proses penerbitan berita RUU Pilkada di Koran Tempo meliputi reporter, redaktur,redaktur pelaksana, dan pemimpin redaksi.Hasil penelitian ini menunjukkan Koran Tempo mendorong demokrasi deliberatifberjalan di Indonesia sehingga menolak RUU Pilkada. RUU Pilkada yang mewacanakanpengembalian wewenang memilih kepala daerah kepada DPRD dinilai akan mencederaisemangat demokrasi di Indonesia. Publik memiliki hak untuk berpartisipasi dalammemberikan suara politiknya melalui pemilu, sehingga pemilihan kepala daerah harusberjalan secara langsung. Koran Tempo sebagai media massa yang bertugas untukmengontrol kebijakan pemerintah merasa wajib untuk mengawal, mengkritik, danmenggagalkan pengesahan RUU Pilkada.Iklim demokrasi juga didorong di redaksi Koran Tempo dengan mempersilakan setiaporang untuk berpartisipasi dalam rapat perencanaan pemberitaan. Rapat adalah aktivitas rutindi redaksi untuk menentukan materi pemberitaan yang akan disampaikan kepada khalayak.Rapat inilah yang menjadi penentu berita mana yang layak dimuat dan ditonjolkan, termasuksudut pandang yang akan diambil saat menuliskannya. Dengan demikian, proses gatekeepingyang paling dominan di Koran Tempo adalah level rutinitas media.
KOMUNIKASI STRATEGIS UNTUK PENGELOLAAN KRISIS PUBLISITAS TENTANG PEMADAMAN LISTRIK PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JATENG DIY Putra, Beta Himawan; Nugroho, Adi; Naryoso, Agus; Gono, Joyo NS
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.636 KB)

Abstract

Pemadaman listrik merupakan sebuah permasalahan besar bagi setiap orang. Hal ini terjadi mengingat hampir semua peralatan sehari-hari menggunakan listrik sebagai sumber energi utamanya. Di Indonesia sendiri pemadaman masih menjadi permasalahan besar yang belum terselesaikan dengan baik. Terbukti dengan masih tingginya intensitas pemadaman di berbagai daerah di Indonesia. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi strategis dalam pengelolaan krisis publisitas tentang pemadaman listrik  PT.PLN (Persero) distribusi Jateng dan DIY .Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui indept Interview dengan beberapa orang atau narasumber yang memiliki wewenang dalam melaksanakan kegiatan public relations PT.PLN (Persero) distribusi Jateng dan DIY. Indept interview yang dilakukan menggunakan pedoman tidak terstruktur, yaitu dimana pertanyaan dapat berkembang jika diperlukan, sehingga tidak terpaku dengan daftar pertanyaan.Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah bahwa dalam melaksakanan kegiatan komunikasi strategis, PT.PLN distibusi Jateng dan DIY telah melaksanakan perencanaan strategis sesuai dengan  10 tahapan perencanaan strategis Anne Gregory yaitu analisis, penyusunan tujuan, identifikasi dan segmentasi sasaran, perumusan pesan, strategi, taktik, ketepatan waktu, sumberdaya dan evaluasi serta review. Review dilaksanakan melihat data dari hasil evaluasi untuk menentukan program selanjutnya. Pada periode Oktober 2014 hingga Desember 2014 tercatat terdapat 38 berita dengan kategori positif dan 8 berita berkategori negatif sehingga untuk periode akhir 2014 dapat disimpulkan bahwa PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY mencatat publisitas positif sebesar 82,6%.Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah. PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY perlu melakukan penelitian lebih dalam berkaitan dengan publisitas dan keterkaitanya dengan Reputasi PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY.

Page 3 of 3 | Total Record : 27