cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Produksi Program Acara Berita Feature “Di Balik Nama” di Cakra S Semarang TV (Program Director) Lintang Jati Rahina; I Nyoman Winata; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.806 KB)

Abstract

Sebagai media audio visual, televisi dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan suatu informasi mengenai sejarah karena sifat informasinya yang tidak mudah basi dan dapat menjadi media untuk bernostalgia kepada para pemirsanya dibandingkan dengan jenis media massa lainnya. Di beberapa stasiun televisi lokal di Semarang, belum ada yang menyajikan konten yang bertema sejarah yang berangkat dari sebuah kawasan, kuliner, dan tradisi. Program “Di Balik Nama” hadir untuk memuaskan pemirsanya dalam menyajikan tayangan penyampai informasi sejarah yang tidak membosankan, mengedukasi, sekaligus sebagai media untuk bernostalgia.Produksi berita feature pada karya bidang ini dibuat dengan lima posisi pekerjaan berdasarkan tugas dan tanggung jawab masing-masing, yaitu produser, program director, scriptwriter, camera person, dan editor gambar. Pada laporan ini, dijabarkan tentang job description seorang program director, camera person, produser, dan editor gambar. Program ini dibuat sebanyak 13 episode dengan menayangkan cerita sejarah yang dikemas dengan visual yang mengedepankan beauty shots, editing gambar yang sesuai alur cerita, dan konten mengenai sejarah di balik sebuah nama yang dijelaskan secara lengkap.Setelah melalui tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, “Di Balik Nama” tayang setiap hari Jumat pukul 19.00 WIB di Cakra Semarang TV. Karya ini tayang mulai 17 April sampai dengan 24 Juli 2015. Diharapkan dengan tayangan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi tentang sejarah di balik sebuah kawasan, kuliner, dan tradisi yang ada di Semarang dan sekitarnya, dapat teredukasi dengan menonton acara ini, sehingga dapat meningkatkan wawasan seputar sejarah yang ada di Semarang dan sekitarnya.
Hubungan Antara Tingkat Terpaan Promosi Penjualan Bank Syariah Mega Indonesia dan Tingkat Kepercayaan pada Bank Syariah Mega Indonesia dengan Minat Menjadi Nasabah Bank Syariah Mega Indonesia Muhammad Azizan, Tengku; Setyabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.74 KB)

Abstract

Bank Syariah Mega Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam pengaturan keuangan. Banyaknya penduduk yang memeluk agama islam di Indonesia seharusnya membuat bank syariah menjadi pilihan di Indonesia. Kenyataannya, Bank Syariah Mega Indonesia belum menjadi pilihan masyarakat Indonesia dilihat pada data topbrand.com. Tujuan melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terpaan promosi penjualan Bank Syariah Mega Indonesia dan tingkat kepercayaan pada Bank Syariah Mega Indonesia dengan minat menjadi nasabah Bank Syariah Mega Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan nonprobability sampling menggunakan sampel sebanyak 100 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Korelasi Kendall’s W dengan hasil bahwa terdapat hubungan positif di setiap variabelnya dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Nilai korelasi variabel terpaan promosi penjualan dan tingkat kepercayaan pada Bank Syariah Mega Indonesia dengan minat menjadi nasabah Bank Syariah Mega Indonesia adalah 0.137. Hasil ini sesuai dengan teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Theory of Reasoned Action. Hasil tersebut memberikan saran kepada Bank Syariah Mega Indonesia untuk memberi lebih banyak variasi dalam melakukan promosi penjualan seperti membuat pameran produk yang dimiliki dan pemberian hadiah, meningkatkan kreatifitas dalam membuat program program yang dapat memperbaiki citra merek Bank Syariah Mega Indonesia, dan memberikan saran untuk penelitian berikutnya agar meneliti Bank Syariah Mega Indonesia dalam media sosial.
PENGARUH TERPAAN PUBLISITAS HIJABERS COMMUNITY DI MEDIA MASSA DAN INTENSITAS INTERAKSI DENGAN PEER GROUP TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN HIJAB DI KALANGAN REMAJA Intan Mashitasari; Tandiyo Pradekso; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.248 KB)

Abstract

Nama : Intan MashitasariNIM : D2C009137Judul : Pengaruh Terpaan Publisitas Hijabers Community Di MediaMassa dan Intensitas Interaksi Dengan Peer GroupTerhadap Sikap Dan Perilaku Dalam PengambilanKeputusan Menggunakan Hijab Di Kalangan RemajaABSTRAKDewasa ini banyak bermunculan komunitas muslim di Indonesia, salah satunya adalah HijabersCommunity yang bertujuan mengajak muslimah untuk berhijab. Namun, meskipun HijabersCommuniy telah memberikan terpaan publisitas di media massa, masih banyak muslimah diIndonesia yang enggan memutuskan untuk berhijab. Memang tidak dapat dipungkiri bahwabanyak faktor yang melatarbelakangi seseorang dalam memutuskan untuk menggunakan hijab,salah satunya adalah faktor intensitas interaksi dengan peer group. Tujuan penelitian ini untukmengkaji seberapa besar pengaruh antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap dan perilaku dalam pengambilankeputusan menggunakan hijab di kalangan remaja. Teori yang digunakan adalah Teori NilaiEkspektasi (Expectancy-Value Theory) dari Martin Fishbein dan Teori Pemrosesan-Informasi(Information Processing Theory) dari McGuire. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah tipe penelitian explanatory (penjelasan). Sedangkan Teknik pengambilan sampelnyaadalah Non Random dengan total sampel sebanyak 45 responden. Alat yang digunakan untukanalisis data adalah uji statistik Kendall’s tau_b, Konkordasi Kendall (W), dan Multinominallogistic regression.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan terdapat pengaruh yangsignifikan antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massa dan intensitas interaksidengan peer group terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab. Ditunjukkan pada angkasignifikan sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi 0.927 dan 0,842. Lain halnya dengan hasilpengujian hipotesis kedua yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antarasikap remaja pada penggunaan hijab terhadap perilaku dalam pengambilan keputusanmenggunakan hijab di kalangan remaja. Hipotesis kedua dalam penelitian ini ditolak denganangka signifikan pada variabel sikap sebesar 0,171 atau p > 0,05. Variasi variabel dependen yangdapat dijelaskan oleh variabel independen hanya sebesar 7,5% dan sisanya sebesar 92,5%dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Artinya adalah sikap hanya mampu memberikan kontribusipada perubahan perilaku hanya sebesar 7,5%, sehingga tidak cukup kuat pengaruhnya karenaperubahan perilaku 92,5% nya justru dipengaruhi oleh faktor lain di luar sikap.Kata Kunci : Hijabers Community, Peer Group, HijabABSTRACTNowadays many of the emerging muslim community in Indonesia, one of which is the HijaberCommunity which aims to spurring muslim women to thhe use of hijab. However, despiteHijabers Communiy has given exposure to publicity in the mass media, many muslim women inIndonesia who reluctantly decide to the use of hijab. It cannot be denied that a lot of factors thataffect a person's aspect in deciding to use a hijab, one of which is the factor intensity ofinteraction with peer group. The purpose of this research was to examine the extent of theinfluence of exposure publicity to Hijabers Community in the mass media and the intensity ofthe interaction with the peer group against attitudes and behaviors in decision-making using hijabamong adolescents. Theory used is Expectancy-Value Theory from Martin Fishbein andInformation Processing Theory of Mcguire. Research type used in this research is type researchexplanatory. While the technique of making sampelnya was a Non Random sample totaling asmany as 45 of the respondents. While the tools used for data analysis is statistical tests Kendall’sTau_b, Konkordasi Kendall (W), and Multinominal logistic regression.The results of research on the testing of hypotheses first shows that there are significantinfluence between of exposure publicity to Hijabers Community in the mass media and intensityof interaction with peer group with the teenager on the use of hijab. A significant number areshown on the registration of the correlation coefficient 0.000 and 0.927 and 0.842. Another is thecase with the results of the testing of hypotheses second which indicates there is no significantinfluence between attitude teenagers on the use of hijab against behavior in decision making useof hijab among teenagers. The second hypothesis in this research rejected with the number ofsignificant on the variables of attitude of 0,171 or p > 0,05. Variation the dependent variable thatcan be described by the independent variable is only 7.5 % and the rest by 92,5 % described byother causes. That means attitude could only contributed to change behavior only 7.5 %, so notstrong enough its influence because of 92,5 % behavioral change influenced by these factorsbeyond attitude.Keywords : Hijabers Community, Peer Group, Hijab.1. Latar BelakangDewasa ini, perkembangan media komunikasi yang semakin maju berdampak padaperubahan bentuk sarana komunikasi massa yang semakin beragam. Jika adanya perkembanganmedia komunikasi biasanya berkaitan dengan media massa sebagai sarana untuk berkomunikasi,kini tidak hanya media massa saja yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan.Namun, penyampaian pesan dapat pula dilakukan dengan membentuk suatu komunitas.Komunitas menjadi salah satu media komunikasi yang dapat menciptakan kedekatantersendiri dengan khalayak. Karena komunitas dianggap sebagai wadah yang tepat untukberkumpul dan mengekspresikan diri di antara orang-orang yang memiliki kesamaan hobi,interest, serta visi dan misi. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya komunitas-komunitas yangmuncul di tengah masyarakat. Salah satunya adalah munculnya Hijabers Community yang akhirakhirini ‘happening’ di kalangan remaja muslim Indonesia.Hijabers Community merupakan komunitas wanita berhijab yang didirikan pada 27November 2010 di Jakarta. Sekitar 30 perempuan dari berbagai latar belakang dan profesiberkumpul untuk berbagi visi mereka untuk membentuk sebuah komunitas yang mengakomodasikegiatan yang terkait dengan hijab dan muslimah. Dari fashion untuk studi Islam dan dari gayahijab untuk belajar Islam.Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai visi dan misi tersebut adalah melaluikegitan publisitas. Jika dibandingkan dengan sosialisasi, iklan, maupun berita, aktivitas publisitasakan lebih mudah masuk ke benak target sasaran. Sebab, kerja publisitas sering mempromosikanapa saja, siapa saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja. Selain itu, publisitas sendirimempunyai fungsi untuk menarik perhatian dan menciptakan kesadaran dengan cara apapunyang kredibel dan relevan. Oleh karenanya, publisitas terkait dua pihak yakni pihak yangmendapatkan publisitas dan pihak yang membuat publisitas (Liliweri, 2011: 457).Sejak berdiri November 2010 lalu, dengan memanfaatkan media massa, baik itu mediatradisional, media elektroik, media luar ruangan, hingga new media, berbagai bentuk upayamewujudkan visi dan misi Hijabers Community pun telah banyak dilakukan. Sebagai bentukkegiatan terpaan publisitas di media massa tersebut, setiap Selasa berita mengenai HijabersCommunity menjadi rubik khusus di surat kabar Republika bagian Suplemen Republika yaituLeisure, dengan nama Hijabers Community Corner. Hijabers Community juga membuat bukumengenai fashion muslimah yang di dalamnya berisi ulasan cara bergaya dan berhijab stylistyang terinspirasi dari street style wanita modern di Eropa. Bahkan untuk menunjukkaneksistensinya, Hijabers Community juga membuat fans page di new media berupa blogkomunitas, Facebook, Twitter, Instagram, dan Account Youtube yang selalu mengupdateinformasi-informasi seputar hijab dan muslimah.Langkah Hijabers Community untuk mengajak muslimah di Indonesia agar tidak ragu dalamberhijab juga banyak diikuti oleh komunitas muslim di kota-kota besar di Indonesia, salahsatunya Kota Semarang yang menyebut dirinya sebagai Hijabi Community Semarang. Secaragaris besar, komunitas yang didirikan pada Juni 2011 ini memiliki fokus orientasi yang samadengan Hijabers Community. Dengan anggota kurang lebih 300 wanita muslimah di Semarangdan jumlah followers twitter yang mencapai 985 serta 3.674 orang teman di facebook, HijabiCommunity Semarang ini muncul sebagai wadah untuk menyampaikan syiar Islam dalammendorong muslimah di Semarang untuk menggunakan hijab. (http//14fo%20hs/berdirinyaforum-hijabers-fhb.html diunduh pada 13 Januari 2013 pukul 21:25 WIB).Lahirnya komunitas muslim di Semarang bukan tanpa alasan. Menurut Badan Pusat StatistikJawa Tengah, jumlah penduduk di Wilayah Semarang pada 2010 sebanyak 978.253 jiwa, dimana 873.421 jiwa (93,54 %) dari jumlah tersebut adalah pemeluk agama Islam. Hal inimenunjukkan bahwa Semarang adalah daerah yang sesuai untuk dijadikan sebagai sasaranpublisitas dari komunitas hijabers, sebab sebagian besar penduduknya adalah muslim.Publisitas yang dilakukan Hijabers Community merupakan upaya yang bisa berhasil bilamasing-masing individu dalam merespon pesan akan berperilaku seperti yang diharapkan.Keberhasilan bisa terjadi bila pesan yang disampaikan telah dapat menyentuh aspek behaviordari masing-masing individu.Secara global di awal 2010, berdasarkan Data Sensus Penduduk 2010: Badan Pusat StatistikRepublik Indonesia, tercatat jumlah penduduk Indonesia saat itu adalah 237.556.363 jiwa. Darijumlah penduduk tersebut, 207.176.162 jiwa atau sekitar 87,18% memeluk agama Islam.Sedangkan berdasarkan data dari Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) KementerianPerindustrian terkait dengan acara Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2012, menurut EuisSaidah, kurang lebih hingga 2012 hanya 20 juta penduduk Indonesia yang telah menggunakanhijab. (http://ikm.kemenperin.go.id/ diunduh pada 14 Januari 2013 pukul 10:15 WIB).Melihat minimnya pengguna hijab di Indonesia tersebut menunjukkan meskipun telahbanyak upaya strategi komunikasi yang telah dilakukan melalui kegiatan publisitas sejak 2010lalu, tidak berdampak pada perubahan perilaku muslimah dalam memutuskan untuk berhijab.Hal tersebut berarti kegiatan publisitas yang dilakukan Hijabers Community tidak efektif, sebabvisi dan misi telah dikomunikasikan, namun tetap tidak berdampak pada perubahan perilaku darimuslimah Indonesia.Memang tidak dapat dipungkiri jika banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang dalammemutuskan untuk menggunakan hijab. Tidak hanya peran media massa saja yang dapatmemberikan rangsangan seseorang untuk memutuskan menggunakan hijab, namun faktorintensitas interaksi dengan peer group pun diduga mampu memberikan dorongan tersendiri.Intensitas interaksi dengan peer group dapat menimbulkan pengaruh perubahan perilaku/kepercayaan menuju norma yang dianut dalam kedekatan hubungan mereka. Bila sejumlah orangdalam peer groupnya mengatakan atau melakukan tindakan tertentu, ada kecenderungan orangorangyang terjalin kedekatan hubungan dengan peer group ikut berinteraksi untuk mengatakandan melakukan tindakan yang sama.2. Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh antara terpaan publisitasHijabers Community di media massa dan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikapdan perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja.3. Kerangka TeoriPenelitian ini menggunakan Teori Nilai Ekspektasi (Expectancy-Value Theory) dariMartin Fishbein yang secara garis besarnya menjelaskan bahwa perubahan perilaku seseorangtidak hanya dipengaruhi oleh terpaan informasi saja, namun faktor lain di luar informasi punmemiliki pengaruh yang signifikan. Faktor lain di luar informasi tersebut adalah faktor intensitasinteraksi dengan teman. Perlu disadari bahwa setiap rangsangan yang melalui media massabukanlah satu-satunya rangsangan yang menerpa individu dalam suatu saat tertentu, melainkanmerupakan salah satu dari sekian banyak rangsangan yang ada. Dalam menerima pesan-pesankomunikasi dari media massa, orang tidak hanya memperoleh dari interaksinya dengan mediasaja, akan tetapi terkadang diperoleh melalui hubungan atau kontak sosial dengan orang lain(lingkungan). Hubungan sosial seperti itulah yang merupakan salah satu variabel yang turutmenentukan besarnya pengaruh media massa. Meskipun sesungguhnya individu yang menerimapesan, akan tetapi tidak dapat dipungkiri jika pengaruh kelompok sosial dan masyarakat melekatdan memberikan pengaruh.Meskipun asumsi dasar dalam Expectancy-Value Theory menjelaskan bahwa informasi danteman hanya mampu menyentuh aspek sikap (afektif) saja. Namun, dalam penjelasannyaFishbein mengemukakan bahwa fungsi sikap seseorang mampu mempengaruhi tujuan seseorangdalam melakukan sebuah perilaku (behavior) tertentu, karenanya perilaku seseorang seringditentukan oleh sikap mereka.Dan diperkuat dengan menggunakan Teori Pemrosesan-Informasi (InformationProcessing Theory) dari McGuire yang menjelaskan tentang adanya hubungan bahwa perubahanperilaku seseorang dapat terlihat dari sikapnya. Ketika seseorang mengalami perubahan sikapbisa jadi diikuti pula dengan perubahan perilaku. Sebab, perilaku seseorang seringkali ditentukanoleh sikap mereka. Pernyataan yang mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara sikap danperilaku sesuai dengan penjelasan di atas diperkuat oleh Teori Pemrosesan-Informasi(Information Processing Theory) dari McGuire. Teori ini menyebutkan bahwa perubahan sikapterdiri dari beberapa tahapan yang masing-masing tahapannya merupakan kejadian penting yangdijadikan patokan untuk tahap selanjutnya, yaitu tahap perubahan perilaku. Tahapan-tahapantersebut adalah sebagai berikut :1. Pesan dikomunikasikan2. Penerima pesan memperhatikan3. Muncul rasa suka atau tertarik4. Penerima memahami pesan (mempelajari sesuatu)5. Penerima terpengaruh dan yakin dengan argumen dari pesan (perubahan sikap)6. Penyimpanan informasi pesan dalam memori7. Kesepakatan dan pemunculan kembali informasi8. Pengambilan keputusan berdasarkan pemunculan kembali informasi9. Berperilaku sesuai dengan keputusan(Severin & Tankard, 2005: 204).Selain itu, mengutip dari Werner J. Severin dan James W. Tankard, yang menyebutkanbahwa sikap memiliki tiga komponen yaitu : komponen afektif (mengacu pada kesukaan atauperasaan terhadap sebuah objek), komponen kognitif (mengacu pada keyakinan terhadap sebuahobjek), dan komponen perilaku (yang mengacu pada tindakan terhadap objek) menunjukkanbahwa ketika seseorang mengalami perubahan sikap diikuti pula dengan perubahan perilakuyang nyata. Misalnya, ketika remaja memiliki sikap tertarik dengan informasi tentang hijab yangdisampaikan oleh Hijabers Community, maka : Afektif, tertarik dan menyukai informasi-informasi yang berkaitan dengan trend berhijab Kognitif, yakin bahwa informasi tentang trend hijab tersebut baik dan sesuai untuk remajadan dapat membuatnya lebih gaya dan tampak lebih alim/ muslimah Perilaku, mencari informasi tentang trend hijab yang lebih rinci di media massa misalnya,mengumpulkan tutorial hijab, dan memutuskan untuk berhijab.4. Hasil PenelitianHubungan variabel terpaan publisitas Hijabers Community (X1) dan intensitas interaksidengan peer group (X2) dengan sikap remaja (Z) diketahui dari angka taraf signifikan dankoefisien korelasi hasil pengujian uji statistik Kendall's Tau_b. Taraf signifikan pada penelitianini menunjukkan angka signifikansi sebesar 0.000. Sedangkan koefisien korelasi ditunjukkandengan angka 0.927 dan 0,842 yang artinya Ha1 (Hipotesis Alternative) dalam penelitian iniditerima yaitu terdapat hubungan antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi peer group dengan sikap remaja pada penggunaan hijab.Ketentuan pengujian hipotesis diterima atau ditolak adalah dengan melihat signifikansi dankoefisien korelasi. Nilai signifikansi yang digunakan adalah <1% dengan koefisien korelasi >0,3.Apabila signifikansi kurang dari sama dengan 1% dan koefisien korelasi lebih dari sama dengan0,3 maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Signifikansi untuk variabel terpaan publisitas danintensitas interaksi (X) adalah 0,000 berarti di bawah 0,01 dengan koefisien korelasi 0.927 dan0,842 (lebih dari 0,3) maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwavariabel terpaan publisitas Hijabers Community di media massa (X1) dan intensitas interaksidengan peer group (X2) benar-benar berhubungan dengan sikap remaja pada penggunaan hijab(Z).Hubungan variabel independen terhadap dependen ini signifikan pada taraf kepercayaanpada level 0,01 sehingga dapat dikatakan hubungan variabel terpaan publisitas HijabersCommunity di media massa (X1) dan intensitas interaksi dengan peer group (X2) dengan sikapremaja pada penggunaan hijab (Z) sangat signifikan pada taraf kepercayaan 99%.Sedangkan pada Konkordasi Kendall (W) menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar0,925 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dengan hasil tersebut dapat diinterpretasikanbahwa hipotesis pada Ha1 yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaanpublisitas Hijabers Community dan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap remajapada penggunaan hijab diterima. Artinya bahwa tingginya terpaan publisitas yang disampaikanoleh Hijabers Community di media dan tingginya intensitas berinteraksi dengan peer group dapatmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab.Pengaruh variabel sikap remaja pada penggunaan hijab (Z) terhadap perilaku dalampengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja (Y) diketahui dari angka PseudoR-Square (nilai R2), Likelihood Ratio Test (angka taraf signifikan), dan Parameter Estimates(angka persentase variabel prediktor).Perhitungan Pseudo R-Square pada penelitian ini menunjukkan anka R2 sebesar 7,5%, yangberarti variasi variabel dependen (perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab dikalangan remaja) yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor adalah hanya sebesar 7,5% dansisanya sebesar 92,5% dijelaskan oleh variasi lain di luar model. Intinya adalah semakin kecilnilai R2 berarti semakin terbatas kemampuan prediktor atau variabel independen (X) dalammenjelaskan variasi variabel dependen (Y).Sedangkan perhitungan Likelihood ratio test menunjukkan kontribusi setiap variabelprediktor terhadap model sebesar 0,171. Yang berarti bahwa variabel prediktor tersebut tidakmemberikan kontribusi pada model atau bisa dikatakan tidak memberikan pengaruh padavariabel dependen yaitu perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalanganremaja karena angka pada taraf signifikan Likelihood ratio test adalah p > 0,05 yaitu 0,171. Padaperhitungan Parameter Estimates, diperoleh hasil bahwa sikap remaja pada penggunaan hijabtidak mempengaruhi probabilitas remaja dalam memutuskan menggunakan hijab dengan nilaikoefisien -0,061 dan signifikan pada 0,691 atau p > 0,05 dengan nilai Odd Ratio 0,941.Berdasarkan semua perhitungan dalam Multinominal Logistic Regression di atas dapatdisimpulkan bahwa penelitian dalam Ha2 ini tidak signifikan sehingga Ha2 ditolak yang artinyatidak terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap remaja pada penggunaan hijab (Z) terhadapperilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja (Y).5. KesimpulanDari hasil penelitian pengaruh antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap dan perilaku dalam pengambilankeputusan menggunakan hijab di kalangan remaja dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :a. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik Kendall’s Tau_b danKonkordasi Kendall (W) didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antaraterpaan publisitas Hijabers Community (X1) dan intensitas interaksi dengan peer group (X2)terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab (Z). Yang artinya semakin tinggi terpaanpublisitas yang disampaikan oleh Hijabers Community di media massa dan semakin tinggiintensitas interaksi dengan peer group maka sikap remaja terhadap penggunaan hijab positif.b. Lain halnya dengan hasil pengujian hipotesis kedua. Berdasarkan pengujian hipotesis keduayang menguji adanya pengaruh antara variabel sikap (Z) terhadap variabel perilaku dalampengambilan keputusan (Y) didapati hasil bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikanantara sikap remaja pada penggunaan hijab terhadap perilaku dalam pengambilan keputusanmenggunakan hijab di kalangan remaja. Yang artinya meskipun sikap remaja terhadappenggunaan hijab menunjukkan sikap positif namun tidak berpengaruh pada perilaku remajadalam memutuskan untuk menggunakan hijab.6. Daftar PustakaBungin, Burhan. (2006). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan DiskurusTeknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Prenada Media Group.Fajar, Marhaeni. (2009). Ilmu Komunikasi: Tori dan Praktik. Jakarta: Graha Ilmu.Ghozali, Imam. (2009). Analisis Multivariate Lanjutan Dengan Program SPSS.Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan SepanjangRentang Kehidupan. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.Kriyantono, Rachmat. (2010). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.Liliweri, Alo. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana.Nina Winangsih Syam & Dadang Sugiana (2001). Perencanaan Pesan dan Media.Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka.Rakhmat, Jalaluddin. (2006). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Santrock, John W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja (Edisi Keenam). Jakarta:Erlangga.Slamet, Santosa. (2006). Dinamika Kelompok (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.Sutisna. (2003). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. RemajaRosdakarya Offset.Sugiyono, (2008). Statistik Non Parametris Untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung:Alfabeta.Venus, Antar. (2007). Manajemen Kampanye. Bandung: Simiosan Rekatama Mada.Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Prenada Media Group.Werner J. Severin & James W. Tankard. (2005). Teori Komunikasi : Sejarah, Metode,dan Terapan di Dalam Media Massa (edisi kelima). Jakarta: Kencana.W. Littlejohn, Stephen, & A. Foss, Karen. (2009). Teori Komunikai: Theories of HumanCommunication (Edisi 9). Jakarta: Salemba Humanika.W. Littlejohn, Stephen. (1996). Theories of Human Communication (5th edition).California: Sage Publication, Inc.Jurnal :Alfiana, Miftakhul N. (2013). Hubungan Terpaan Iklan Provider di Televisi dan InteraksiTeman Sebaya Dengan Perilaku Imitasi Bahasa Iklan Oleh Remaja. Skripsi.Universitas Diponegoro.Suhaemi, Susi. (2010). Pengaruh Intensitas Membaca Rubrik Mode Majalah Gadis danDukungan Orang Tua terhadap Perilaku Imitasi pada Penampilan Diri RemajaPutri. Skripsi. Universitas Diponegoro.Sunaryo, Ahmad. (2012). Hubungan Terpaan Iklan Produk Fashion di Majalah Remajadan Interaksi Peer Group terhadap Perilaku Konsumtif Remaja dalam Berpakaian.Skripsi. Universitas Diponegoro.Internet :http//%20hs/9747-cantik-dan-gaya-bersama-hijabers-community.html diunduh pada 13Januari 2013 pukul 21:15 WIBhttp//20hs/Hijabers%20Community%20Indonesia%20_%20Blog%20Telur.htm diunduhpada 21 Mei 2013 pukul 21:45 WIBhttp//14fo%20hs/berdirinya-forum-hijabers-fhb.html diunduh pada 13 Januari 2013 pukul21:25 WIBhttp://ikm.kemenperin.go.id/ diunduh pada 14 Januari 2013 pukul 10:15 WIBhttp://id.wikipedia.org/wiki/Jilbab diunduh pada 10 November 2013 pukul 20:37 WIB
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI PADA PASANGAN ROMANTIS PASCA PERSELINGKUHAN Arum Putri Anjaly; Agus Naryoso, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.386 KB)

Abstract

Pada usia dewasa, manusia memiliki kebutuhan intimacy yang dipenuhi melalui hubungan romantis. Hubungan romantis akan berjalan dengan baik apabila terdapat kemauan pasangan untuk mengikatkan diri dalam sebuah komitmen. Komitmen pasangan terhadap hubungannya mungkin saja berubah seiring berjalannya waktu. Kondisi inilah yang kemudian dapat mengancam kelangsungan suatu hubungan karena kehadiran orang ketiga. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada subjek penelitian. Penelitian ini melibatkan pasangan romantis, dimana salah satu pihak mengaku terlibat perselingkuhan namun pasangan tersebut tetap mempertahankan hubungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang akan dilakukan pasangan romantis pasca terjadinya perselingkuhan dan untuk mengetahui bagaimana Komunikasi Antar Pribadi pada pasangan romantis pasca terjadinya perselingkuhan. Pendekatan teori pada penelitian ini adalah Teori Segitiga Cinta, Teori Kebohongan, Teori Maintenance Relationship, Communication Cimate Theory, Share Multiple Feeling Theory, dan Attachment Theory. Hasil penelitian dari kedua pasangan romantis menunjukkan bahwa setelah adanya perselingkuhan, pasangan akan mempertahankan atau mengakhiri hubungan dengan berlandaskan tiga pertimbangan: derajat kepuasan individu pada hubungannya sebelum adanya perselingkuhan, investasi dalam hubungan atau alasan yang dapat digunakan untuk mempertahankan hubungan, dan mutu dari pasangan selingkuh. Investasi dalam hubungan bisa berupa usia hubungan romantis yang sudah terjalin lama. Keputusan untuk tetap mempertahankan hubungan juga diiringi dengan pembuatan komitmen bersama, dimana pihak yang berselingkuh mengucapkan janji untuk tidak mengulangi perselingkuhannya kembali. Hubungan pasca terjadinya perselingkuhan pasti akan berbeda. Untuk mengembangkan dan memelihara hubungan, pasangan romantis harus melakukan Komunikasi Antar Pribadi yang dilandasi sikap saling percaya (trust), sikap suportif dan terbuka. Walaupun terkadang pasangan merasa takut kembali diduakan dan juga berprasangka pada pasangannya, ia tetap berusaha untuk memberikan kepercayaan dan kesempatan pada pasangan untuk memperbaiki diri. Masing-masing pihak tidak menunjukkan perilaku defensive dan menunjukkan perilaku menerima, jujur dan berempati. Sikap suportif ditunjukkan dengan tidak mengungkit kembali kejadian perselingkuhan tersebut.
PENGELOLAAN KONFLIK PASANGAN ASMARA YANG BERKENALAN DAN BERKOMITMEN MELALUI SOSIAL MEDIA TINDER Rizky F, Annisa; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.49 KB)

Abstract

The presence of Tinder social media is seen as a solution to get partners for some of its users, the use of Tinder in Indonesia itself has sufficiently developed and becomes increasingly in demand by teenagers and adults. Survey shows that 59.3% of Tinder users are male and Tinder itself is most downloaded by those aged 25-34 years, which amounted to 51.9%. Interestingly, Indonesia is ranked 7th as the most downloaders and online dating users in the world. However, along with the many users of Tinder social media in Indonesia, there are also many conflicts that can be obtained through Tinder. Based on the data of Application Poll (Jakpat) in 2017, there were 512 respondents aged 16-45 years who said that there were 12.52% of the online dating application users that have experienced verbal and visual harassment when accessing Tinder. Besides, there are many Tinder users who increasingly suspect and experience uncertainty, due to the low level of trust as well as knowledge of the potential partner. This study aims to determine how the conflict management and uncertainty reduction are conducted by individuals when they choose to meet up and decide to date partners that they met in Tinder. This study uses a qualitative method with phenomenological approach as well as the basic theory of maintenance relationship developed by Steford and Canary and the uncertainty reduction theory developed by Charles Berger. Data collection technique used in this research is in-depth interviews with the research subjects of lovers who met in social media Tinder and often falsify their identity until they decide to continue their relationship as in dating and one female informant who use ocial media Tinder with a false identity. The results show that couples who met and committed love through social media Tinder manage conflict by being silent and distant to his or her partner. It aims to avoid undesirable things as well as emotions that continue to remain inside. In addition, couples who met through Tinder often do stalking in order to reduce uncertainties.
PEMBUATAN WEBSITE MAGAZINE “IKILHO” BEKERJASAMA DENGAN EKSPRESI SUARA REMAJA (Divisi Editor, Desainer Grafis, dan Pengelola Website) Aprillia N S; Nurist Surayya Ulfa; M Bayu Widagdo; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.57 KB)

Abstract

Website Magazine adalah bentuk online dari majalah cetak. Website magazine saat ini dinilai lebih efisien karena sudah mulai banyak orang yang meninggalkan majalah cetak. Bekerjasama dengan Ekspresi Suara Remaja yang merupakan website magzine asal Semarang dengan target nasional, dibuatlah suatu website magazine baru bernama “Ikilho”. Berita yang ada pada “Ikilho” lebih berkonsentrasi pada informasi lokal Semarang seputar gaya hidup remaja. “Ikilho” dibuat karena belum adanya media yang menyugguhkan informasi lokal Semarang seputar gaya hidup remaja, sementara ketertarikan remaja Semarang terhadap informasi seperti itu cukup tinggi. Penulis bertugas sebagai Editor, desain grafis, dan administrator dalam website magazine “Ikilho”. Editor bertugas untuk mengedit naskah berita yang sudah ditulis oleh reporter, sedangkan desain grafis bertugas untuk membuat desain website dan mengedit foto berita. Administrator bertugas untuk mengunggah berita ke website “Ikilho” kemudian memromosikannya di media sosial. Selain itu administrator juga bertugas untuk melakukan buzzing di Twitter. Selama pelaksanaan penulis mengalami beberapa hambatan, baik hambatan tekhnis maupun hambatan non tekhnis. Tapi secara keseluruhan dari hasil riset pasca pelaksanaan yang diberikan kepada beberapa pembaca “Ikilho”, konsep website “Ikilho” sudah sesuai dengan target audiens yaitu remaja Semarang. Walaupun begitu terdapat beberapa bagian yang masih harus diperbaiki agar website magazine “Ikilho” bisa lebih baik. Kata kunci : Website Magazine, Gaya Hidup Anak Muda, Editor, Desain Grafis, Administrator
Understanding The Openness of Interpersonal Communication Between Parents and Children in The Use of Smartphone for Love Relationship NUR YUMALIA HAYUNINGTYAS; Dr. Dra. Sri Budi Lestari, SU
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.332 KB)

Abstract

Smartphone is not only needed by adults, but also needed by teenagers. Smartphone has many functions and advantages such as making the process of communication easier between persons. This research aims to describe how children are open to their parents related to their relationship to special persons of them via smartphone. This research is also a qualitative research with phenomenology approach which tries to explore and understand how smartphone is used in keeping the interpersonal communication between parents and children opened and with no secret. And so, the method of this research is a direct and deep interview with the research subject. The result of this research is the first, child is still closed to parents about dating relationship they have. They tend to pick and choose what is told to parents, even one of them take advantage of the smartphone to communicate with a boyfriend without their parents knowing. The second is the closing of the child makes the parents actively communicating to children to find out any activities outside the home study, go about his personal life. Closing of the child is also triggered by the advice parents to focus on school first, so they were reluctant to talk about his personal life.
Hubungan Daya Tarik Endorser dan Citra Merek dengan Minat Beli Wardah Cosmetics Nofita Fatmawati; Hedi Pudjo Santosa; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJudul Skripsi : Hubungan Daya Tarik Endorser dan Citra Merek dengan Minat Beli Wardah CosmeticsNama : Nofita FatmawatiNim : D2C308011Jurusan : Ilmu KomunikasiMaraknya sertifikasi halal pada produk konsumsi (makanan) akhir-akhir ini mulai merambah pada produk kosmetik. Wardah Cosmetics merupakan kosmetika Indonesia yang sejak awal kemunculannya pada 1995 membawa label halal. Akan tetapi meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, Wardah Cosmetics bukan merupakan merek kosmetika yang penjualannya berada di peringkat treratas atau menjadi top brand pilihan konsumen. Iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi antara produsen dengan target market. Iklan Wardah Cosmetics yang menggunakan endorser Inneke Koesherawaty diharapkan mampu menimbulkan minat beli sekailgus menguatkan citra merek Wardah sebagai kosmetika halal dan aman.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepada pembaca tentang hubungan daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli Wardah Cosmetics. Penulis menggunakan teori respon kognitif yang menjelaskan tentang bagaimana minat beli produk didasari oleh sumber pesan (endorser) yang kemudian dapat membentuk sikap merek, dimana semakin positif sikap konsumen terhadap merek maka citra merek pun juga positif yang kemudian dapat menimbulkan minat beli terhadap produk.Uji korelasi diantara ketiga variable menunjukkan bahwa Nilai Kendall W adalah sebesar 0,980. Nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada hubungan antara Daya tarik Endorser dan Citra Merek dengan Minat Beli Produk. Dengan demikian, hal ini sesuai dengan Hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli produk Wardah Cosmetics.ABSTRACTSkripsi Title : Celebrity endorser attractiveness and Brand Image relatedto Buying Intentions of Wardah CosmeticsName : Nofita FatmawatiNIM : D2C308011Departement : Science of CommunicationsThe rise of the halal certification on consumer products (food) recently began to explore in cosmetic products. Wardah Cosmetics is a cosmetic Indonesia since its inception in 1995 to bring halal label. However, although the majority of Indonesia's population is Muslim, Wardah Cosmetics not a brand of cosmetics whose sales ranks treratas or a top brand consumer choice. Advertising is a form of communication between producers and target market. Wardah Cosmetics ads that use Inneke Koesherawaty endorser is expected to generate interest in purchasing sekailgus reinforce brand image Wardah as halal and safe cosmetics.This study aims to explain to the reader about the relationship endorser attractiveness and image of the brand by buying interest Wardah Cosmetics. The author uses the theory of cognitive response that explains how interest in buying products based on message source (endorser) which then can form brand attitudes, which increasingly positive consumer attitudes toward the brand were also positive brand image that can then lead to interest in buying the product.Correlation among the three variables showed that the value is equal to 0.980 W Kendall. Values obtained by testing the significance of 0.000 <0.05. This means that there is a connection between the endorser and the appeal of the Brand Image Buy Interests Products. Thus, it is in accordance with the hypothesis that there is a relationship between the endorser attractiveness and image of the brand with buying interest Wardah Cosmetics products. HUBUNGAN DAYA TARIK ENDORSER DAN CITRA MEREK DENGAN MINAT BELI WARDAH COSMETICSPENDAHULUANSertifikasi halal pada produk konsumsi saat ini semakin marak tidak hanya di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Di benua Eropa pun saat ini juga sudah mulai diterapkan pelabelan halal pada produk konsumsi. Produk kosmetika merupakan salah satu produk yang juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Meskipun bukan produk konsumsi yang berupa makanan, akan tetapi pemakaian kosmetik juga diserap oleh tubuh melalui kulit. Wardah Cosmetics merupakan kosmetika asli Indonesia yang sejak awal kemunculannya pada tahun 1995 sudah mencantumkan label halal dan aman dari MUI dan BPOM. Meskipun demikian, penjualan Wardah Cosmetics tidak terlalu bagus, karena tidak dapat menjadi top brand ataupun kosmetika terlaris di Indonesia, padahal mayoritas penduduk di Indonesia merupakan muslim.Pertumbuhan indoustri kosmetik di Indonesia cukup pesat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya produsen kosmetik yang muncul dipasaran. Bahkan menurut Wiyantono, selaku ketua bidang perdagangan persatuan perusahaan dan asosiasi kosmetika Indonesia (Perkosmi) proyeksi penjualan kosmetik semester I cukup baik, naik 14,9% secara tahunan, (http://www.indonesiafinancetoday.com).Wakil Direktur LPPOM MUI Bidang Auditing, Ir. Muti Arintawati, M.Si mengungkapkan, berdasarkan asalnya, kosmetika dapat dikategorikan berasal dari beberapa sumber bahan, yaitu tumbuhan, hewan, sintetik kimia, mikroba dan manusia. Dilihat dari sumber asalnya tersebut, ada beberapa bahan yang menjadi titik kritis pencemaran bahan haram dalam kosmetika, bahkan ada pula bahan-bahan kosmetika yang jelas-jelas haram, seperti plasenta, protein hewani maupun media yang digunakan untuk menghasilkan senyawa tersebut bagi sebagian besar pengguna bersifat haram. (http://www.halalmui.org).Produsen kosmetik pun kemudian seolah berlomba untuk bisa memperoleh sertifikasi halal atas produknya. Jauh sebelum banyaknya produk kosmetik yang mempunyai labelhalal, Wardah Cosmetics muncul dengan karakteristik yang berbeda, yaitu dengan label halal dan aman. Wardah Cosmetics merupakan pioneer kosmetik halal dan aman yang sudah memiliki sertifikat halal dari MUI. Wardah Cosmetics mempunyai kurang lebih 200 jenis produk kosmetik yang tercatat mempunyai label halal dan aman dikonsumsi. Setelah label halal menjadi trend, produsen-produsen kosmetik yang sebelumnya tidak mempunyai sertifikat halal mulai berusaha untuk mendapatkan sertifikasi halal. beberapa produkkosmetik yang beberapa produknya sudah mendapatkan sertifikasi halal antara lain : La Tulipe, Ristra, Sari Ayu, Caring Colours Martha Tilaar, Purbasari (lulur), Pourvous dan Kanna (krim penghalus) (http://naturafia.blogspot.com/2012/06/kosmetik-halal.htmlPasar kosmetik di Indonesia semakin meningkat, persaingan antar produsen kosmetik pun juga semakin kompetitif untuk memperebutkan pasar. Menurut Direktur Marketing Martha Tilaar Group Samuel Pranata di sela pembukaan IFW 2010 di Jakarta, saat ini sejumlah produk lokal kalah bersaing dalam merebut pasar dalam negeri. Sebagai contoh, pangsa pasar produk kosmetik dan skincare Indonesia berada di bawah produk luar negeri. jawara untuk kategori kosmetik di Indonesia adalah Oriflame. Dengan sistem penjualan multilevel marketing, merek kosmetik asal Swedia itu berhasil menguasai pasar Indonesia. Dan Martha Tilaar sendiri berada di posisi 2 atau hanya menguasai 16% atau nomer dua di pasar Indonesia, sedangkan untuk produk skincare Martha Tilaar menguasai 6% atau berada di nomor empat setelah Unilever, P n G dan L’oreal. (http://www.beritasatu.com)Perumusan masalahMaraknya tren halal akhir-akhir ini membuat banyak produsen kosmetik untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Wardah kosmetik merupakan produk kosmetik yang sejak awal kemunculannya pada tahun 1995 sudah mempunyai label halal jauh sebelum tren halal marak akhir akhir ini. Meskipun demikian merek Wardah belum bisa menguasai pasar. Hal ini dapat di lihat dari urutan kosmetika yang paling laris di Indonesia. Bahkan Wardah Cosmetics tidak berada di urutan 3 besar ataupun 10 besar.Adakah hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli produk Wardah Cosmetics?Tujuan penelitianUntuk mengetahui hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli produk Wardah cosmetics?Penelitian ini menggunakan teori respon kognitif, Cognitive Response Model (CRM) adalah sebuah teori untuk mengenali proses kognisi pada iklan, melalui tahap pengolahan informasi (kognisi), perubahan sikap terhadap merek (afeksi) yang pada akhirnya menuju pada keputusan pembelian (konasi).Fokusnya adalah untuk menentukan jenis respon yang ditimbulkan oleh sebuah pesan iklan dan bagaimana respon ini berhubungan dengan sikap terhadap iklan, sikap terhadap merek, dan minat pembelian. Gambar 1 menggambarkan tiga kategori dasar respon kognitif yang telah diidentifikasi peneliti – product/message, source oriented, dan ad execution thought – dan bagaimana ketiganya mungkin berhubungan dengan sikap dan minat (attitudes and intentions).Penelitian ini menggunakan tipe penelitian eksplanatory (penjelasan) karena peneliti ingin menjelaskan pengaruh antara tiga variable penelitian, yaitu daya tarik endorser (X1), Citra merek (X2) sebagai variable bebas dan minat beli produk (Y) sebagai variable terikat.Data yang diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner tentang daya tarik endorser, citra merek terhadap minat beli Wardah Cosmetics. Melalui wawancara survey dengan menggunakan kuesioner terhadap sampel penelitianPopulasi dari penelitian ini adalah wanita muslimah yang berstatus mahasiswi, karyawati dan ibu rumah tangga. Pemilihan objek disebabkan karena wanita merupakan sasaran produk Wardah Cosmetics. Karena tuntutan pekerjaan dan kehidupan sosial sangat penting bagi mereka. Kecenderungan itu membuat mereka mencari produk kecantikan yg cocok. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling.Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling, Merupakan metode sampling yang memilih sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau diakses. Dimana pengambilan sampel didasarkan pada pemilihan sampel yang sesuai sebagai sumber data oleh peneliti. Metode ini digunakan karena peneliti tidak mempunyai data populasi.ISIWardah Cosmetics merupakan produsen kosmetik yang pertama kali mengusung tema halal dan aman. Muncul di Indonesia pada tahun 1995, didirikan oleh Nurhayati Subakat..Awalnya Wardah dipasarkan secara door to door, multi level marketing, hingga sekarang produknya mudah dijumpai di pasar. Saat ini sudah ada lebih dari 200 produk Wardah yang sudah mempunyai sertifikat halal, mulai dari perawatan wajah hingga perawatan tubuh.Iklan Wardah pada awal kemunculannya di bintangi oleh Marissa Haque, kemudian Inneke Koesherawaty dan sekarang sudah turut menggandeng Marshanda dan seorang desainer muda baju-baju muslimah, Dian Pelangi. Bahkan di beberapa iklan, Wardah tidak hanya menampilkan sosok muslimah yang diwakilkan oleh sosok yang menggunkaan jilbab Dari pemilihan bintang iklan dan penggunaan endorser pendukung, dapat dilihat bahwa Wardah sepertinya sedang melakukan perluasan segment. Karena sebelumnya Wardah Cosmetics terkesan hanya diperuntukkan bagi wanita dewasa saja. Iklan-iklan Wardah saat ini berbeda sekali dengan iklan Wardah yang terdahulu. Iklan Wardah Cosmetics saat ini terlihat lebih fresh dan menarik bersaing dengan iklan-iklan produk kosmetik lainnya.Khalayak sasaran penelitian ini merupakan wanita yang beragama islam. Mulai dari remaja yang diwakili oleh mahasiswi hingga wanita dewasa yang diwakili oleh wanita muslimah yang bekerja hingga ibu rumah tangga. Usia mereka berkisar antara 18-50 tahun.Hasil penelitian- Diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian yang tinggi mengenai Daya Tarik Endorser yaitu sebanyak 75%, dan diikuti dengan 23%responden yang menilai sangat tinggi dan hanya 2% yang menilai bahwa Inneke Koesherawaty memiliki daya tarik yang rendah.- Kemudian sebagian besar responden memberikan penilaian yang tinggi mengenai Citra merek produk Wardah Cosmetic yaitu sebanyak 76%, dan didukung oleh 17% penilaian sangat tinggi dan hanya 7% responden yang menilai rendah.- Dan sebagian besar responden memberikan penilaian yang sangat tinggi mengenai minat beli yaitu sebanyak 87%, didukung oleh 9% menjawab memiliki minat beli yang tinggi dan hanya 1% responden yang menilai rendah dan 3% memiliki minat yang sangat rendah.Temuan penelitian- Korelasi antara Daya Tarik Endorser dengan Minat Beli Produk diperoleh sebesar 0,068. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat rendah. Nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,381 > 0,05. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara Daya Tarik Endorser dengan Minat Beli Produk. Dengan demikian H1 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik endorser dengan minat beli tidak terbukti.- Korelasi antara Citra merek dengan Minat beli produk adalah sebesar 0,379. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang relative rendah. Nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada hubungan positif antara Citra merek dengan Minat beli produk. Dengan demikian H2 dalam penelitian ini terbukti, yaitu bahwa terdapat hubungan antara citra merek dengan minat beli produk Wardah Cosmetics- Nilai Kendall W adalah sebesar 0,980. Nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada hubungan antara Daya tarik Endorser dan Citra Merek dengan Minat Beli Produk. Dengan demikian, hal ini sesuai dengan H3 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli produk Wardah Csmetics.- Berdasarkan uji statistik didapati bahwa ternyata tidak terdapat hubungan antara daya tarik endorser dengan minat beli Wardah Cosmetics. Dengan demikian, secara statistik hipotesis di awal yang menyatakan “terdapat hubungan positif antara daya tarikendorser dengan minat beli Wardah Cosmetics”. Artinya, semakin tinggi daya tarik endorser maka akan semakin tinggi pula minat beli Wardah Cosmetics tidak dapat diterima. Dan tidak sesuai dengan teori respon kognitif yang digunakan dalam penelitian ini. Padahal menurut teori respon kognitif disebutkan bahwa terdapat hubungan antara sumber pesan yang diwakili oleh Endorser dengan minat beli. Hal ini dapat dijelaskan dengan beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat beli Wardah Cosmetics yang berkaitan dengan daya tarik endorser. Antara lain seperti banyaknya responden yang menilai bahwa Inneke Koesherawaty merupakan selebritis yang jarang tampil di Indonesia, dan jarang membintangi film/sinetron dan iklan islami. Selain itu Inneke Koesherawat dianggap tidak sesuai dengan usia target market Wardah Cosmetics dan dianggap tidak dapat memberikan rekomendasi kepada target market yang usianya lebih muda dari Inneke Koesherawaty. Bagi beberapa target market Wardah Cosmetics yang berusia di bawah Inneke Koesherawaty, mereka menilai bahwa Inneke tidak sesuai dengan usia mereka dan tidak dapat memberikan rekomendasi kepada mereka. Inneke hanya dinilai cocok oleh target market Wardah Cosmetics yang berusia kurang lebih sama dengan Inneke Koesherawaty.- Sesuai dengan hasil pengujian hipotesis yang menyebutkan bahwa tidak adanya hubungan antara daya tarik endorser dengan minat beli bisa jadi juga dikarenakan pemilihan daya tarik endorser yang dinilai tidak sesuai dengan konsumen Wardah Cosmetics. Pemilihan selebriti menjadi sesuatu yang penting. Selebriti harus mempunyai pengakuan yang tinggi, pengaruh yang sangat positif dengan ketepatan produk yang tinggi pula.- Kemungkinan yang terjadi pada penelitian ini, sesuai dengan hasil penelitian di lapangan adalah karena Inneke dinilai sudah jarang tampil di Indonesia, tidak sesering dulu. Dan lagi perubahan image Inneke yang dahulu kerap membintangi film-film yang bertolak belakang dengan penampilannya sekarang. Perubahan image tersebut bagi sebagian target market Wardah Cosmetics yang berusia sama dengan Inneke Koesherawaty mungkin belum bisa diterima. Sedangkan bagi target market yang lebih muda dianggap bahwa Inneke tidak sesuai dengan usia mereka sebagai target market Wardah Cosmetics.- Setelah dilakukan pencarian dan pengolahan data diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara citra merek dengan minat beli produk Wardah Cosmetics. Dalam hipotesis disebutkan bahwa terdapat hubungan positif antara citra merek dengan minat beli Wardah Cosmetics yang artinya semakin tinggi/positif citra merek artinya semakin tinggi minat beli terhadap produk Wardah Cosmetics. Hal ini sesuai dengan temuan penelitian dan seseuai dengan teori respon kognitif yang menyebutkan bahwa sikap terhadap merek dapat memunculkan minat beli.- Jika sikap seorang konsumen terhadap suatu merek cenderung positif maka konsumen tersebut juga cenderung mempunyai citra yang positif terhadap merek tersebut, begitu pula sebaliknya. Maka sangat disayangkan ketika seorang selebritis yang sudah dipilih untuk menjadi endorser suatu produk kemudian tersangkut masalah atau tidak dapat mempertahankan citranya sehingga citra tersebut berdampak pada produk yang diiklankannya.Melalui hasil pencarian dan pengolahan data dalam penelitian ini ternyata membuktikan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik endorser dan citra merek dengan minat beli Wardah Cosmetics. Meskipun pada hasil penelitian tidak didapati hubungan antara daya tarik endorser dengan minat beli akan tetapi setelah dimunculkan faktor lain selain daya tarik endorser yaitu citra merek dapat memunculkan minat beli produk Wardah Cosmetics.- Hal ini konsisten dengan Cognitive Respons Model yang menerangkan bahwa dalam untuk menimbulkan minat beli distimuli oleh beberapa tahap pengolahan informasi (kognisi), perubahan sikap terhadap merek (afeksi) yang pada akhirnya kemudian menuju pada keputusan pembelian (konasi). Konsumen akan mempunyai kecenderungan untuk memeilih sebuah merek saat dalam dirinya terkumpul sejumlah informasi positif tentang merek. Informasi-informasi tersebut disampaikan melalui sumber pesan yang diwakili oleh endorser iklan.. dimana citra endorser tersebut diharapkan mampu untuk memperkuat citra merek dibenak konsumen sehingga dapat mempersuasi target market untuk melakukan pembelian.PENUTUPIklan merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang sering digunakan oleh produsen untuk mengenalkan produk hingga menarik minat beli konsumen. Dalam iklan, endorser lazim digunakan untuk dapat lebih mempersuasif minat beli konsumen. Penggunaan selebriti sebagai endorser sebuah produk diharapkan untuk dapat menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi konsumen., yaitu untuk menarik minat beli dan menguatkan citra produk di benak konsumen. Pemilihan endorser yang tidak sesuai dengan produk dapat berakibat pada citra produk itu sendiri, sehingga berdampak pada minat beli terhadap produk.KesimpulanDari hasil analisis data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :1. Hasil pengujian hubungan antara Daya tarik Endorser dengan Minat Beli Produk diperoleh tidak adanya hubungan yang signifikan,2. Hasil pengujian hubungan antara Citra merek dengan Minat beli produk menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan namun dalam kategori rendah3. Hasil pengujian hubungan Daya tarik Endorser dan Citra merek dengan Minat Beli Produk secara bersama-sama menunjukkan adanya hubungan yang signifikan.Saran1. Pemilihan selebriti sebaiknya dilakukan dengan terlebih dahulu mempertimbangakan faktor-faktor yang membentuk citra selebriti, latar belakang selebriti, reputasi selebriti, kesesuaian karakter selebriti dengan produk yang akan diiklankan.2. Pemilihan selebriti sebaiknya dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan survey terhadap masyarakat yang menjadi target market. Hal ini dimaksudkan agar pesan iklan tersebut nantinya sampai kepada target market.DAFTAR PUSTAKABuku :Assael, Henry, Consumer Behaviour, Houghtn Mifflin 2004Belch&Belch,2001 dalam Ardha, Ardha Berlian, Modu Manajemen Promosi, Universitas MercuBuana Jakarta 2007Kotler, Philips & Armstrong, Gary , Prinsip-Prinsip Pemasaran Edisi 12 Jilid 2 2008,Kotler, Philip,Manajemen Pemasaran Jilid 2, 2000Rangkuti, Fredy, Riset Pemasaran, Gramedia Pustaka Utama2009Royan, Frans M, Marketing Celebrities, Elex Media Komputindo 2005Setiadi, Nugroho J, Perilaku Konsumen, Kencana 2003Shimp, A Terence, Periklanan Promosi jilid 1, Erlangga 2001Tjiptono, Fandy, Strategi Pemasaran, Andy Offset 1997Widiyanto, Ibnu, Pointers Metodologi Penelitian, CV.Dikalia 2008Mowen, John C, Consumer Behaviour, Prentice Hall 1995Skripsi :Prita Ayu Nurastuti, Hubungan Daya Tarik Selebriti dan Atribut Produk terhadap Minat Beli Motor Yamaha Jupiter MX, 2009Rike Ayu Yuniar , Hubungan Daya Tarik Endorser iklan Vaseline Men dan Ekuitas MErek terhadap Minat Beli Konsumen, 2011Pengaruh Terpaan Iklan dan Citra Merek terhadap Loyalitas Knsumen Aqua, Aprilia Nur Prasiwi, 2012Hubungan Daya TArik EmosionalIklan Pond’s Flawless White dan Citra Merek terhadap Minat Beli Produk, Kurnianingrum Ayu Miranti, 2009Hubungan Daya Tarik Iklan Animasi dan Sikap Merek dengan Minat Beli Produk Molto Ultra, Rhima Sugi Prabandani, 2010Hubungan Terpaaan Iklan Televisi dan Tingkat Awareness terhadap Minat Beli Konsumen pada Produk L-Men, Elbwisza Hertanto, 2010Majalah :Majalah Medisina Edisi 4/Vo.II/Aptil-Juni2008 halaman 5Internet :http://www.indonesiafinancetoday.comhttp://naturafia.blogspot.com/2012/06/kosmetik-halal.htmlhttp://www.halalmui.orghttp://www.indonesiafinancetoday.comhttp://www.beritasatu.com
Representasi Kepahlawanan Orang Jawa dalam Film Java Heat Yudi Agung Kurniawan; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.125 KB)

Abstract

Sebuah film yang diproduksi di negara lain tentunya turut membawa budaya lokal di daerah setempat dan setiap budaya memiliki sosok pahlawan atau tipe karakter kepahlawanan yang menggambarkan nilai budayanya. Salah satu cara menggambarkan ide dari kepahlawanan adalah dengan membandingkan dua kebudayaan, maka kemudian muncul film Java Heat yang disutradarai oleh seorang warga Amerika. Film Java Heat berusaha menyuguhkan bagaimana dua budaya yang memiliki dua karakter kepahlawanan saling bekerjasama dalam menyelesaikan sebuah kasus, dimana kasus tersebut merupakan kasus terorisme yang dilakukan oleh umat Islam. Tentunya ini mencoreng salah satu tokoh utama yang memang dalam film ini diceritakan sebagai seorang muslim, dan juga tentunya membuat berdampak negatif terhadap citra Islam dan budaya Jawa.Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika dari John Fiske dengan menggunakan the codes of television, dengan fokus penelitian bagaimana representasi nilai kepahlawanan digambarkan dan juga ideologi tersembunyi yang dikonstruksikan melalui film Java Heat. Film Java Heat diuraikan secara sintagmatik melalui analisis leksia yang setiap aspeknya dijelaskan pada level realitas dan level representasi. Selanjutnya level ideologi dianalisis secara paradigmatik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Java Heat tidak sekedar memberi gambaran kepada masyarakat tentang perbedaan nilai kepahlawanan dari dua budaya yang berbeda. Lebih dari itu, film ini dibuat seakan dengan tujuan untuk “melecehkan” Islam dan budaya Jawa dengan jalan ceritanya yang menggambarkan bagaimana Islam menjadi ancaman, namun dengan ditampilkannya sosok pahlawan lokal yang membawa unsur-unsur budaya. Pembuat film ingin menujukkan kolaborasi budaya dengan menampilkan dua sosok pahlawan dengan latarbelakang budaya yang berbeda, namun jalan cerita dalam film justru hanya menonjolkan salah satu karakter, sedangkan karakter pahlawan yang lain hanya menjadi karakter pendamping. Karena itu dapat terlihat bagaimana melalui film, orang-orang dunia timur secara tidak langsung dikendalikan oleh kaum barat dan tanpa pernah menyadari bagaimana bentuk pengendalian yang dilakukan terhadap mereka.
Konstruksi Pemberitaan SMS Ancaman Hary Tanoe kepada Jaksa Yuliyanto di Media Online Sindonews.com dan Kompas.com Dika Okta Fianto, Ferdian; Noor Rakhmad, Wiwid
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulan Januari 2017 ini banyak media massa cetak maupun elektronik yang memberitakan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang juga merupakan pendiri sekaligus Ketua DPP Partai Perindo terjerat kasus SMS ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Karena memiliki pengaruh di dalam menciptakan opini publik, media online dituntut harus selalu objektif dalam memberitakan suatu peristiwa. Namun, tidak semua media bersikap objektif terhadap suatu peristiwa karena faktor ideologi, pemilik media, keberpihakan wartawan dan lain sebagainya.Hal yang sama juga pada Sindonews.com dan Kompas.com. Sindonews.com cenderung lebih memihak Hary Tanoe selaku pemilik media online di dalam penulisan berita sedangkan Kompas.com menampilkan objektifitas dari suatu peristiwa Penelitian ini menggunakan analisis framing. Objek dari penelitian ini adalahSindonews.com dan Kompas.com. Model yang digunakan yaitu framing model milik Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicky. Data yang digunakan yaitu berita dari media online Sindonews.com dan Kompas.com dari bulan Januari 2106 sampai Agustus 2017 sebanyak 10 berita dari masing-masing media online. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas.com berusaha lebih objektif di bandingkan Sindonews.com di dalam menampilkan berita. Di dalam analisis sintaksis, Kompas.com cenderung menyajikan berita yang berimbang dan tidak mengambil sikap, Kompas.com berusaha menampilkan 2 pihak yang bermasalah tanpa adanya sikap terhadap kedua belah pihak tersebut Sedangkan Sindonews.com sebagian besar dari pemberitaan yang muncul selalu melakukan pembelaan kepada Hary Tanoe. Berdasarkan analisis skrip, Kompas.com menampilkan 5W+1H secara lebih lengkap dibandingkan Sindonews.com walaupun kedua media tersebut cenderung menekankan pada what dan who di dalam pemberitaan yang diberitakan. Berdasarkan analisis tematik, tema-tema yang ditampilkan berbeda sudut pandang, Kompas.com cenderung informatif, sedangkan Sindonews.com cenderung mengarahkan opini bahwa Hary Tanoe tidak melakukan SMS ancaman. Berdasarkan analisis retoris, Kompas.com cenderung menampilkan gambar yang sesuai dengan peristiwa langsung, sedangkan Sindonews.com cenderung menggiring opini tertentu

Page 17 of 157 | Total Record : 1563