cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
ANALISIS ISI SIKAP MAJALAH HIJABELLA MENGENAI FENOMENA PERKEMBANGAN HIJAB Intan Maylani S.D.; Dr Sunarto; Wiwid Noor Rakhmad; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.344 KB)

Abstract

Skripsi ini melihat bagaimana sikap media dalam majalah Hijabella yang ada pada setiap informasi mengenai fenomena perkembangan hijab. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Tujuan skripsi ini adalah mendeskripsikan bagaimana sikap majalah Hijabella dan Republika mengenai fenomena perkembangan hijab. Teori yang digunakan adalah teori Agenda Setting sebagai dasar kategorisasi sikap media. Populasi penelitian ini adalah seluruh informasi dalam majalah Hijabella edisi Juli hingga Oktober 2014 dipilih informasi yang memuat tentang hijab menggunakan teknik sampel sembarang. Teknik analisis data menggunakan uji reliabilitas antarkoder.Hasil uji reliabilitas antar koder diperoleh temuan penelitian menunjukan sikap majalah Hijabella, dari 10 informasi menunjukkan adanya sikap media pada majalah Hijabella. Berdasarkan kategorisasi yang meliputi ukuran informasi, halaman penempatan informasi, pengulasan isi, bentuk informasi, data pendukung, cover both side, penulisan judul, pengungkapan isi, penulisan narasumber, penyebutan aribut penggunaan hijab, dan sudut pandang. Jadi, dalam penelitian tentang analisis isi sikap majalah Hijabella mengenai fenomena perkembangan hijab dapat disimpulkan bahwa Hijabella memiliki sikap media yang memihak. Memihak memiliki pengertian bahwa media dalam menampilkan isi informasi atau penyebutan narasumber dengan satu pihak.
Negosiasi Identitas Mahasiswa Papua Dengan Host Culture di Kota Semarang Nurul Athira Yahya; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.079 KB)

Abstract

The stereotype that has been attached to Papuan students has become a problem for them to show their identity. Negative stigma also appears to the Papuan ethnic group and the impact on Javanese society that still has anxiety to interact with Papuans. Discrimination and racism eventually evolved due to the physical differences that ethnic Papuans and Javanese ethnicity possess. This study aims to describe the experience of identity negotiation by Papuan students with host culture in the city of Semarang. The research method uses qualitative type with phenomenology approach. This research also supported by Cultural Identity Theory and Identity Negotiation Theory of Stella Ting-Toomey. Informants in this study consisted of five Papuan students who had been more than one year studying in Semarang and five host cultures who had been social interaction with Papuan students. The result of the process identity negotiation conducted by Papuan students with host culture in Semarang City showed Papuan students with their curly-hair and black-skinned appearance becoming the first identity recognized by the host culture. Furthermore, the process of identity negotiation is intertwined through interaction with the overt and mingle with the host culture. Questions from host culture is also an opportunity for Papuan students to explain about Papua and their own personal background. Language differences become one of the obstacles experienced by Papuan students to revealed their cultural identity. In addition, the sense of shame possessed by Papuan students is also become a obstacles in the disclosure of identity. As the stereotype develops in society about Papuan students, it is not the main cause that affects the interaction process with host culture. The stereotype only applies to the initial assessment when first meet, as the initial information and this does not apply to the next assessment. Therefore, the process of negotiating the identity of Papuan students with a host culture have a challenge not to the stereotype that develops but in the self-disclosure of Papuan students to revealed their cultural identity.
PENGARUH TERPAAN KOMUNIKASI PEMASARAN MENU BREAKFAST MCDONALD’S DAN CITRA PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN Martia Mutiara Tasuki; Tandiyo Pradekso; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.347 KB)

Abstract

PENGARUH TERPAAN KOMUNIKASI PEMASARAN MENU BREAKFAST MCDONALD’S DAN CITRA PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIANSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata IJurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama : Martia Mutiara TasukiNIM : D2C 005 183JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013PENGARUH TERPAAN KOMUNIKASI PEMASARAN MENU BREAKFAST MCDONALD’S DAN CITRA PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIANABSTRAKMenu breakfast merupakan inovasi varian menu terbaru dari McDonald's Indonesia. Sebagai produk baru, menu breakfast McDonald's berusaha untuk memperoleh tempat dibenak masyarakat maka McDonald’s melakukan komunikasi pemasaran melalui berbagai media diantaranya melalui iklan, brosur, kupon berhadiah dan media display di setiap gerai McDonald’s. Dengan menggunakan merek McDonald’s menu breakfast McDonald’s telah menempatkan posisinya di benak konsumen. Kemudian keputusan pembelian pun dibuat.Tujuan penelitian ini adalah utuk mengetahui pengaruh terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s dan citra produk terhadap keputusan pembelian. Dengan mengacu pada teori advertising exposure process dan teori perilaku konsumen. Tipe penelitian ini adalah eksplanatori. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode accidental sampling yaitu sebanyak 50 orang responden. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan regresi logistik.Berdasarkan hasil perhitungan, variabel terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s ( X1 ) masuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 58%, variabel citra produk (X2) masuk dalam kategori baik dengan persentase sebanyak 70%, dan variabel keputusan pembelian (Y) masuk dalam kategori “ya” atau tinggi dengan persentase sebesar 66%. Adapun hasil pengujian hipotesa menunjukkan bahwa variabel terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s (X1) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y). Sedangkan variabel citra produk (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap vaeriabel keputusan pembelian (Y) dengan nilai signifikansi 0,012 dan nilai Exp(B) dari X2 sebesar 1,346.Kata kunci : Terpaan Komunikasi Pemasaran, Citra Produk, Keputusan Pembelian.THE EFFECTS OF MCDONALD’S BREAKFAST MENU MARKETING COMMUNICATIONS EXPOSURE AND PRODUCT IMAGE TOWARDS THE PURCHASED DECISIONABSTRACTBreakfast menu is the latest variant of the innovation of McDonald's Indonesia. As a new product, McDonald's breakfast menu is trying to obtain a community then dibenak McDonald's doing marketing communications through a variety of media including advertising, brochures, through the lottery and the display in every media outlet McDonald 's. By using the brand McDonald's McDonald's breakfast menu has put his position in the minds of consumers. Then any buying decision is made. The purpose of this research is to know the influence of exposure to McDonald's breakfast menu of marketing communications and product imagery to the purchasing decision. With reference to the theory of advertising exposure process and theory of consumer behavior. This research type is eksplanatori. Sampling is performed using the method of accidental sampling that is as much as 50 people responden. While the data collection technique using observations with the questionnaire. Data processing techniques using logistic regression. Based on the results of the calculation, variable exposure to McDonald's breakfast menu of marketing communications (X 1) belongs to the category of low percentage of 58, with variable image products (x 2) belongs to the category either by percentage as much as 70, the purchase decision and variable (Y) belongs to the category 'Yes' or high with a percentage amounting to 66. As for the hypothesis test results indicating that the variable exposure to McDonald's breakfast menu of marketing communications (X 1) has no significant influence on the buying decision variable (Y). While the image of the products variable (x 2) have a significant influence on the buying decision vaeriabel (Y) with the value of the significance and value of 0.012 Exp (B) from X 2 of 1,346.Keywords: exposure to marketing communications, Product Image, purchase decisions.BAB IPENDAHULUAN Latar BelakangMcDonalds Indonesia mengadopsi menu breakfast untuk menjawab rasa bosan pelanggan dengan menu-menu yang sudah ada selama ini. Hal ini juga untuk memenuhi keinginan pelanggan agar menu McDonald’s yang terdapat di luar Indonesia kini dapat dinikmati pula di Indonesia. Menu sarapan ini disajikan sejak pukul 05.00 pagi hingga pukul 11.00 siang. Harga yang ditawarkan cukup beragam sekitar Rp 20.000,- hingga Rp 30.000,- per paket. (http://medantalk.com/may/19/2011//McD Indonesia Luncurkan Menu Baru/htm).Untuk itu McDonald’s melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan bidang pemasaran atau juga bisa disebut dengan promosi. Berbagai hal dilakukan mulai dari iklan, brosur, banner, kupon berhadiah, dan lain sebagainya. Semua ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat bahwa McDonalds memiliki varian produk baru yaitu menu breakfast atau menu sarapan pagi. Tidak hanya mengenai produk, masyarakat juga perlu diberikan informasi mengenai waktu yang ditetapkan untuk menjumpai menu breakfast.Berdasarkan data sales selama bulan April, Mei, dan Juni pencapaian penjualan menu breakfast baru menunjukkan angka 11% dari 18% yang ditargetkan. Pencapaian penjualan tidak bergerak jauh dari angka 11%. Perumusan MasalahSelama tiga bulan setelah diluncurkan persentase pembelian tidak beranjak jauh dari level 11%. Dari target sebesar 18%, angka 11% tentunya berada pada tingkatan yang rendah. Berdasarkan data talk to customer LSM (local store marketing) McDonald’s Ciputra Semarang, yang diambil melalui pendapat pelanggan (customer feedback), sebagian besar konsumen belum mengetahui keberadaan produk breakfast, menu yang terdapat di dalamnya dan promo yang sedang berlangsung. Data yang diperoleh selama tiga bulan terakhr yaitu Juni, Juli, dan Agustus 2011 menunjukkan dari 300 orang konsumen per bulan yang dimintai pendapatnya, hanya sebesar 35% konsumen yang mengetahui mengenai menu breakfast dan promosi menu breakfast yang sedang berlangsung.Namun, permasalahan di atas seperti jumlah konsumen dan pencapaian hasil penjualan bukanlah merupakan fokus dalam penelitian ini. Batasan dari penelitian ini adalah data hasil penjualan dan jumlah konsumen atau transaksi yang terjadi, digunakan sebagai tolok ukur dari sikap konsumen berupa perilaku atau tidakan pembelian. Keputusan pembelian dalam penelitian ini merupakan efek dari komunikasi yang dilakukan oleh McDonald’s Ciputra semarang kepada masyarakat. Fokus permasalahan terdapat pada efek komunikasi yang dilakukan. Efek yang dirasakan masih kurang atau masih rendah dari yang diharapkan, hal ini dapat dilihat dari datasales volume dan persentase pencapaian hasil penjualan menu breakfast yang dicapai oleh McDonald’s Ciputra Semarang. Tujuan PenelitianUntuk mengetahui pengaruh terpaan kegiatan komunikasi pemasaran mengenai menu breakfast di McDonald’s dan citra produk terhadap keputusan pembelian.BAB IIHASIL PENELITIAN Kerangka Teori1. Pengaruh Terpaan Komunikasi Pemasaran Terhadap Keputusan PembelianTeori yang digunakan dalam penelitian ini yang menghubungkan antara variabel terpaan komunikasi pemasaran terhadap keputusan pembelian adalah teori Advertising Exposure Process. Di dalam teori ini dikatakan bahwa apabila konsumen terkena terpaan iklan maka akan tercipta perasaan dan sikap tertentu terhadap merek yang kemudian akan menggerakan konsumen untuk membeli produk. Berdasarkan teori advertising exposure process tahapan pembentukan keputusan pembelian ialah pertama, terpaan iklan dapat menciptakan terjadinya brand awareness dalam benak konsumen, lalu konsumen juga akan mengetahui keuntungan dan sifat dari brand tersebut. Kedua, terpaan iklan juga dapat menciptakan citra dari brand tersebut. Ketiga, terpaan iklan dapat mengasosiasikan sesuatu dengan merek (brand association) dan keempat terpaan iklan dapat juga menciptakan kesan bahwa brand disukai oleh lingkungan sekitar kita. Semua efek ini mengakibatkan perubahan sikap tertentu yang berakhir pada terciptanya keputusan pembelian. Terpaan terhadap informasi sangat penting untuk proses interpretasi konsumen,2. Pengaruh Citra Produk terhadap keputusan pembelianTeori yang digunakan dalam penelitiaan ini yang mengaitkan antara variabel citra produk dan variabel keputusan pembelian adalah teori yang diungkapkan oleh Schiffman and Kanuk yaitu teori perilaku konsumen. Teori ini adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha dan energi). Perilaku konsumen menurut Winardi (dalam Sumartono, 2002:97) Menurut Assael (Sutisna, 2002 : 6), salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen adalah konsumen individual. Artinya pilihan untuk membeli suatu produk dengan merek tertentu dipengaruhi oleh hal-hal yang ada pada diri konsumen. Hipotesis1. Hipotesis mayorHipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast di McDonald’s dan citra produk di benak masyarakat terhadap keputusan pembelian .2. Hipotesis MinorTerdapat pengaruh terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast di McDonald’s terhadap keputusan pembelian dan terdapat pengaruh citra produk terhadap keputusan pembelian. Populasi dan SampelPopulasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengetahui mengenai Mc Donald’s atau mereka yang pernah membeli produk yang dipasarkan oleh McDonald’s dan memiliki rentang usia antara 17-50 tahun. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan teknik non probability sampling dengan cara purposive accidental sampling. MetodologiAlat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan metode survey dan teknik analisis kuantitatif. Temuan penelitian1. Berdasarkan hasil pengolahaan kuesioner, ditemukan bahwa frekuensi variabel terpaan komunikasi pemasaran berada dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran yang dilakukan McDonald’s masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari skor yang diperoleh jawaban responden mengenai komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s tergolong dalam kategori rendah.2. Melihat dari data yang ada, dapat disimpulkan bahwa variabel citra produk berada dalam kategori baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa responden menilai menu breakfast McDonald’s baik dari segi bahan, kualitas, manfaat, dan harga produk. Oleh karena itu citra yang muncul dalam benak konsumen adalah baik.3. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, responden yang memutuskan untuk membeli produk menu breakfast McDonald’s adalah sebanyak 33 responden atau 66%. Hakl tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden dapat menerima keberadaan produk dan mau membeli produk menu breakfast McDonald’s.4. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi logistic melalui SPSS. Sebelum teknik ini digunakana maka perlu dilakukan Goodness of fit untuk mengetahui apakah model ini dapat digunakan dalam penelitian ini. Pada pengolahan data dengan model Hosmer and Lemeshow test diperoleh nilai Sig = 0,394 > 0,05 yang berarti bahwa hipotesis H0 diterima sehingga dapat dipastikan bahwa terdapat minimal satu variabel independen yang berpengaruh dan model regresi logistik tersebut layak dipakai.5. Hasil uji hipotesis mayor : Berdasarkan pada Tabel Hosmer and Lemeshow dapat diketahui bahwa secara bersama-sama variabel X1 dan X2 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y. Adapun pengaruhnya yaitu sebesar 25,9 %. Hal tersebut dapat diartikan bahwa secara bersama-sama terpaan komunikasi pemasaran dan citra produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 25,9 %.6. Pada tabel Variables in the Equetion, dapat dilihat nilai Sig X1 = 0,085 > 0,05 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis H0 diterima atau dengan kata lain variabel X1 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen Y. dengan demikian dapat dikatakan variabel terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.7. Pada tabel Variables in the Equation, nilai Signifikansi X2 = 0,012 < 0,05 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis H0 ditolak atau dengan kata lain variabel X2 berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen Y. Kemudian, dengan melihat nilai Exp(B) dari X2 sebesar 1,346 memiliki arti bahwa jika citra produk terus dipertahankan atau ditingkatkan maka masyarakat yang memutuskan untuk melakukan pembelian adalah 1,346 kali lebih banyak dari yang tidak melakukan pembelian. Dengan kata lain, kenaikan nilai variabel X2 berpengaruh terhadap variabel Y. Semakin besar nilai variabel X2 maka semakin besar nilai variabel Y. dapat pula disimpulkan semakin baik citra produk dibenak masyarakat maka semakin banyak masyarakat yang memilih untuk membeli produk menu breakfast McDonald. Begitu sebaliknya jika citra produk semakin buruk maka masyarakat yang memilih membeli produk menu breakfast McDonald’s semakin sedikit.8. Hasil analisis penulis adalah melihat data mengenai terpaan komunikasi pemasaran dimana terlihat terpaan komunikasi pemasaran dalam posisi yang rendah, maka dapat dikatakan bahwa teori advertising exposure process tidak dapat diterapkan dalam penelitian ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terpaan kominikasi pemasaran tidak mempengaruhi secara signifikan keputusan masyarakat untuk membeli produk menu breakfast Mc.Donald’s. Hal ini menunjukkan bahwa yang menggerakkan konsumen untuk membeli produk tidak hanya terpaan komunikasi pemasaran. Ada unsur lain sebagai penggeraknya. Seperti yang tertuang dalam teori lingkungan informasi pembeli. Teori ini mengajarkan bahwa setiap orang dapat memutuskan membeli sesuatu atau memakai suatu produk tidak hanya berdasarkan iklan yang menerpanya. Dalam kenyataanya terdapat berbagai sumber informasi non iklan yang mungkin saja berdampak lebih luas dan positif dalam menentukan pengambilan keputusan terhadap produk, diantaranya adalah :a. Pengalaman pribadi pembelib. Komunikasi antar pribadi dalam jaringan keluargac. Berita media massa yang laind. Kredibilitas konsumene. Perusahaan saingannyaf. Kredibilitas media yang digunakan dalam masyarakatg. Lingkungan informasi yang beragam tentang produkh. Kegiatan personal selling, promotion, sales dan sejenisnyai. Informasi persaingan harga yang diperoleh dari media non massa.Berdasarkan teori tersebut, keputusan pembelian dipengaruhi oleh banyak faktor dari mulai diri si pembeli sendiri hingga lingkungan dimana si pembeli berada. Maka ketika terpaan komunikasi rendah, dalam penelitian menunjukkan bahwa pembeli atau masyarakat yang memilih untuk membeli produk jumlahnya justru diatas 50% dari jumlah responden. Namun, bagi McDonald’s hal ini tentunya menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan volume penjualan. Sebagai perusahaan tentunya McDonald’s menargetkan tingkat volume penjualan yang lebih tinggi lagi. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi McDonald’s dan teori yang telah disebutkan dapat menjadi acuan dalam menentukan kebijakan.9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara variabel citra produk dan variabel keputusan pembelian berjalan dengan berbanding lurus yaitu ketika citra produk meningkat maka keputusan pembelian akan meningkat pula. Penelitian ini sesuai dengan teori yang diungkapkan sebelumnya yaitu, teori perilaku konsumen. Teori ini adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha dan energi).BAB IIIPENUTUP Kesimpulan1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel x dan y yaitu terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonalds dan citra produk terhadap keputusan pembelian. Pengaruhnya sebesar 25,9%.2. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara variabel terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s dengan keputusan pembelian.3. Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel citra produk dengan keputusan pembelian dengan nilai Exp(B) dari X2 sebesar 1,346 Keterbatasan PenelitianKeterbatasan dalam penelitian ini adalah jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel yang belum dapat mewakili populasi secara pasti, hal ini dikarenakan populasi dalam penelitian ini tidak terhingga jumlahnya sehingga membuat peneliti kesulitan untuk menentukan secara tepat jumlah sampel yang dibutuhkan dan penggunaan teknik sampel yang digunakan. SaranBerdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut1. McDonald’s menggunakan komunikasi pemasaran untuk membentuk dan menjaga citra produk di benak masyarakat. Citra positif yang ada sangat perlu untuk dijaga. Untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang memberikan citra positif terhadap produk maka perlu dilakukan komunikasi pemasaran yang lebih intens lagi agar masyarakat semakin diterpa oleh informasi-informasi yang terkait dengan produk, kemudian memberi penilaian positif hingga akhirnya membeli produk. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilihan media baik elektronik dan cetak yang tepat. Dalam hal ini perlu diperhatikan kesesuaian segmentasi media dengan segmentasi produk. Pastikan media yang digunakan memiliki jangkauan yang luas dan mudah diakses oleh masyarakat. Media lain yang digunakan adalah brosur dan kupon berhadiah, tingkatkan penyebaran brosur dan kupon berhadiah dengan pemerataan distribusi dan penyebaran yang lebih intens. Hal ini dapat dilakukan dengan mengerahkan karyawan untuk menyebarkan brosur dan kupon berhadiah di area mall, memastikan ketersediaan brosur dan kupon berhadiah di store McDonald’s dan tenant-tenant yang bekerjasama dengan McDonald’s serta mengerahkan karyawan delivery service untuk melakukan penyebaran langsung kepada masyarakat seperti di perumahan, sekolah, kantor, maupun traffic light. Penggunaan media display dalam store juga perlu diperhatikan, menggunakan tampilan yang menarik dan informasi mengenai produk dengan singkat dan jelas akan membantu masyarakat untuk mengingat display tersebut.2. Mempertahankan kualitas produk untuk menjaga kepercayaan konsumen dalam mengkonsumsi produk juga perlu dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan bahan-bahan yang berkualitas dan tidak mengurangi takaran bahan yang diperlukan, senantiasa menjaga kebersihan baik bahan, alat, maupun karyawan, dan menjaga keamanan produk dengan tidak menggunakan zat-zat berbahaya. Menjaga kualitas produk berarti mewujudkan apa yang menjadi citra positif produk dalam benak masyarakat.DAFTAR PUSTAKAFill, Chris. 1995. Marketing Communication Frame Works. London: Prentice HallFraenkel, J. dan Wallen, N. 1993. How To Design and Evaluate Research in Education. 2nd ed. New York: McGraw-Hill Inc.Jefkins, Frank. 1995. Periklanan edisi 3. Jakarta: Erlangga.Kasali, Rhenald. 1992. Manajemen Periklanan. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.Kasali, Rhenald. 1995. Manajemen Periklanan: Konsep dan Aplikasinya diIndonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.Kotler, Philip dan Amstrong, Gary. 1997. Dasar-dasar Pemasaran Principles ofMarketing edisi ketujuh jilid 3. Jakarta: Prenhelindo.Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.Littlejohn, Stephen W, 2005, Theories of Human Communication, eighth edition,Thomson Learning Inc., Wadsworth, Belmont, USA.Mowen, John C dan Minor, Michael. 2002. Perilaku Konsumen edisi kelima jilid1. Jakarta: Erlangga.Mulyodiharjo, Sumartono. 2002. Terperangkap Dalam Iklan. Bandung: Alfabeta.Rakhmat, Jalaluddin. 1992. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.Rakhmat, Jalaludin. 1994. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi. (ed).1989. Metodologi Survey. Jakarta:LP3ESSoemirat, Soleh dan Elvinaro, Ardianto. 2008. Dasar-dasar Public Relation.Bandung: Remaja Rosdakarya.Sutisna, 2002. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran.Bandung:PT. Remaja RosdakaryaSwasta, Bayu. 1993. Manajemen Penjualan. Yogyakarta: Universitas Gajamada.Tjiptono, Fandy, dkk. 2008. Pemasaran Strategik. Yogyakarta: Andi Offset.Yamin, Sofyan dan Kurniawan, Heri. 2009. SPSS complete, Teknik AnalisisStatistik Terlengkap Dengan Software SPSS. Jakarta: Salemba Infotek.Millah, S. McD Indonesia Luncurkan Menu Baru. 2011.(http://medantalk.com/may/19/2011//McD Indonesia Luncurkan MenuBaru/htm). Diakses tanggal 12 September 2011 pukul 11.01 WIB.Harian Medan Bisnis. 2011. McDonald’s Tambah 4-5 Gerai Mandiri Baru di2011. (http//harianmedanbisnis.com//McDonald's Tambah 4-5 GeraiMandiri Baru di 2011). Diakses tanggal 9 September 2012 pukul 12.48WIB.Republika. 2011. Sarapan Pagi di Mcd.(http//republika-online.com//sarapan-pagidi-mcd//4-7-2011). Diakses tanggal 11 September 2011 pukul 07.28 WIB.Depari, Fidelia. 2011. KFC Luncurkan Menu Breakfast. (http//food.ghiboo.com/).Diakses 11 September 2011 pukul 12.00 WIB.McDonald’s. 2010. Our Company Inclision and Diversity.(http://www.aboutmcdonalds.com/mcd). Diakses 9 september 2011 pukul10.38 WIBPrayogo, Oginawa. 2011. Tepis Kabar Produk Jualannya Tidak Sehat. McdIndonesia Luncurkan Menu Baru. (http://industri.kontan.co.id/news/).Diakses tanggal 11 September pukul 07. 30 WIB.www.mcdonalds.co.id
PENGARUH PROMOSI, PUBLISITAS, DAN FREKUENSI WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT KUNJUNGAN WISATA KE KABUPATEN SEMARANG Hutabarat, Oithona Gracelia R.; Nugroho, Adi; Naryoso, Agus; Gono, Joyo NS
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.25 KB)

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia saat ini didorong untuk menjadi salah satu sektor yang memberikan andil besar dalam pengembangan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut juga menjadi prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang, di mana sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu mendukung pendapatan asli daerah.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Kab. Semarang. Pendekatan penelitian yang dilakukan mengunakan pendekatan kuatitatif untuk mengetahui pengaruh dari promosi, publisitas, dan WOM terhadap minat kunjungan wisata ke Kab. Semarang. Data didapatkan melalui penyebaran kuisioner secara merata terhadap populasi atau sampel penelitian, yaitu wisatawan dari Kota Semarang. Seluruh data dan informasi yang berhubungan dengan penelitian ini diwujudkan dalam bentuk angka dan dianalisis menggunakan statistik untuk penelitian. Dengan demikian, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah promosi, publisitas, dan WOM berpengaruh signifikan terhadap keputusan wisatawan dalam melakukan kunjungan wisata ke Kabupaten Semarang.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Promosi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan kunjungan wisata. 2) Publisitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan kunjungan wisata. 3) Word of Mouth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan kunjungan wisata. 4) Promosi, Publisitas, dan frekuensi Word of Mouth secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat kunjungan wisata ke Kab. Semarang.
Efektifitas Media Game “Handwash” dalam Meningkatkan Kemampuan Praktek Cuci Tangan Pada Anak Sekolah Dasar Wulan Septiana Putri; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.948 KB)

Abstract

This research is being conducted to find out about the effectiveness of Handwash game as a media to increase the ability of elementary students in the practice of washing hands. The connectivity theory stated that the more complex a knowledge is the more retainable and accessible it is. The sampling methods in this research is using quota sampling technique with random sampling. The population in this research is the elementary students of SD Kanigoro of the grade 4 and 5 with the total of 40 students. Based on the hypothesis test that is being conducted using statistic test of non parametric mcNemar. There is effectiveness of game Handwash on increasing the ability of elementary student to perform hand washing. This is shown by the calculation by the statistic test non parametric mcNemar to the independent variable game Handwash (X) towards the dependent variable the ability to perform hand washing (Y), it is being obtain from the test the rate of 0.002 significance number of which is less than 0.05 which means that there is an effectiveness of variable X towards variable Y. The recommendation given is that the teacher in SD Kanigoro is expected to use the result of this study as a consideration in order to get the maximum result of learning process.
Twitter sebagai Media Pertunjukan Diri Figur Publik melalui Tweet dengan Tema Isu Pemilihan Presiden 2014 (Analisis Semiotika Akun Twitter @AHMADDHANIPRAST dan @GlennFredly) Ria Rahmawati; Much. Yulianto; Triyono Lukmantoro; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.613 KB)

Abstract

Twitter merupakan media sosial yang berfungsi sebagai media komunikasi dan informasi. Kemudahan yang diberikan Twitter membuat fungsi Twitter digunakan sebagai ajang pertunjukan diri dari para penggunanya untuk menginformasikan hal-hal yang bersifat umum hingga pribadi. Figur publik atau selebritis adalah tokoh yang paling banyak memiliki followers atau pengikut dalam akun Twitter. Hal ini memberi kesempatan pada para figur publik untuk menunjukkan diri mereka. Pada tahun 2014, banyak dari beberapa figur publik yang berusaha menunjukkan diri sebagai orang yang peduli dengan masalah politik dengan memposting tweet bertema isu pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Beberapa dari mereka adalah musisi Ahmad Dhani (@AHMADDHANIPRAST) dan Glenn Freedly (@GlennFredly). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pertunjukan diri pemilik akun Twitter @GlennFredly dan @AHMADDHANIPRAST melalui isu-isu politik tentang pemilihan presiden 2014 yang mereka posting. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivistis dan tradisi semiotika untuk mengkaji dan mendeskripsikan teks tweet bertema isu Pilpres 2014 dari akun Twitter @AHMADDHANIPRAST dan @GlennFredly. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksi Sosial, Teori Dramaturgi, Teori Stratifikasi Sosial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akun Twitter @AHMADDHANIPRAST dan @GlennFredly melakukan pertunjukan diri di Twitter sebagai orang yang peduli dengan isu Pilpres 2014 yang sedang berkembang. Dhani menunjukkan diri sebagai orang yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta dengan memposting tweet isu Pilpres 2014 seperti pelanggaran HAM yang melibatkan Prabowo, Jokowi yang dinilai sebagai capres boneka, hingga ketegasan sebagai kriteria pemimpin yang baik. Sedangkan @GlennFredly menunjukkan diri sebagai orang yang mendukung pasangan Jokowi-JK dengan memposting tweet isu Pilpres 2014 seperti kekuasaan ditahun 1998, rapor merah kepemimpian SBY dengan latar belakang militer yang mempunyai sifat tegas, hingga seragam Nazi yang dipakai Ahmad Dhani dalam video klip dukungan untuk Prabowo-Hatta.Keyword: Twitter, Politik, Pertunjukan Diri
Self-conception of Local Dangdut Female Singers Nicko Besari, Adita; Naryoso, S.Sos, M.Si, Agus
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.565 KB)

Abstract

The existence of local dangdut singers in family and environment tent to cause barriers in interpersonal communication which they have done. The prejudices and negative stereotypes are what the local dangdut singers’ get that can affect the forming process of the self-conception. These phenomena have affected the trusts and attitude of local dangdut singers when doing conflict resolution. This research uses phenomenology tradition approaches for learning from the local dangdut singers’ experience when the self-conception is in forming process in conflict resolution. It is alsouses the theory of perceptual accentuation that emphasizes the self-conception of local dangdut singer that affects the trust to handle the barriers. As the effort of doing the conflict resolution, this research also uses An Attribution Theory of Conflict, which emphasizes the efforts in achieving and conflict solving. The result of the research is shows that the relationships of local dangdut singers are tent to fail and could not find familiarity and even reach the destruction state. The prejudices and negative stereotype gives influence to local dangdut singers in personal. They value their self as a negative that affect their trust and the ability to handle the barriers. These things impacts on attitude variation when doing conflict resolution and gives more output variation of conflict solving in this research.
Memahami Proses Adaptasi Individu yang Berpindah Tempat dengan Host Culture di Semarang Fitria Nur Pratiwi; Taufik Suprihatini; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar BelakangManusia adalah makhluk sosial yang selalu berpindah tempat dari satu daerah kedaerah yang lain karena berpindah tugas, transmigrasi dan imigrasi, merekamembutuhkan interaksi satu sama lain, baik itu dengan sesama, adat istiadat,norma, pengetahuan ataupun budaya di sekitarnya. Pengalaman tentangperpindahan seseorang dari satu kota ke kota lainnya memang tidak mudah untukdihadapi, mempelajari karakteristik budaya sangat menolong dalam melakukankomunikasi yang lebih baik. Hal terpenting dalam budaya meliputi bahasa, agama,tradisi, dan kebiasaan.Perasaan takut dan was-was muncul dalam diri pendatang tersebut karenasetiap hari mereka harus berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya menggunakanbahasa daerah yang juga digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pergaulansehari-hari. Proses komunikasi antarbudaya sangat dipengaruhi oleh persepsiseorang manusia mengenai lingkungan, benda dan peristiwa yang beradadisekitarnya. Bila seorang manusia telah memahami dan menghargai persepsiorang lain yang berbeda budaya, maka akan bisa melangsungkan proseskomunikasi dengan lancar dan memperoleh reaksi yang diharapkan.(http://www.anneahira.com/komunikasi-antarbudaya.htm).Dalam prosesnya, perbedaan latar belakang budaya memiliki pengaruhkuat terhadap munculnya kecemasan dan ketidakpastian yang berpotensimenimbulkan kesalahpahaman yang menjadi kendala dalam proses adaptasi dankerjasama antarbudaya tersebut. Oleh sebab itu, melakukan adaptasi dankerjasama antarbudaya tidaklah mudah dilakukan. Proses adaptasi budaya yangterjadi pada setiap suku bangsa ada beberapa model adaptasi yang dilakukan olehpendatang terhadap penduduk asli, adaptasi yang dilakukan penduduk asliterhadap pendatang dan adaptasi yang tidak dilakukan oleh pihak manapun,dimana masing-masing etnik berdiam diri tanpa melakukan adapatasi. Padaumumnya adaptasi yang paling sering terjadi adalah adaptasi yang dilakukan olehpenduduk pendatang terhadap penduduk asli.(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19439/5/Chapter%20I.pdf)3Keberadaaan pendatang di daerah yang baru merupakan hal yang menarikuntuk dicermati. Keberadaan pendatang tersebut dengan membawa budayaasalnya dengan mudah dapat ditemui dan dikenali misalnya dari logat maupunbahasa yang digunakan. Hal ini menjadikan mereka “berbeda” dengan masyarakathost culture. Keadaan “berbeda” ini akan menyebabkan suatu perasaan “asing”bagi para “perantau” ketika berada dilingkungan yang baru. Inilah yang disebutdengan gegar budaya.Ketika pertama kali berada di sebuah lingkungan yang baru berbagaimacam ketidakpastian (uncertainty) dan kecemasan (anxiety) dialami oleh hampirsemua individu. Ternasuk pendatang tersebut ketika berada di daerah baru.Ketidakpastian (uncertainty) dan kecemasan (anxiety) relative tinggi dari masingmasingindividu ketika melakukan komunikasi antar budaya pada gilirannyamenyebabkan munculnya tindakan atau perilaku yang tidak fungsional. Ekspresiperilaku yang tidak fungsional tersebut antara lain tidak memiliki kepedulianterhadap eksistensi orang lain, ketidaktulusan dalam berkomunikasi dengan oranglain, melakukan penghindaran komunikasi cenderung mennciptakan permusuhandengan orang lain (Turnomo Rahardjo, 2005: 13).II. Rumusan MasalahFaktor perbedaan budaya yaitu masalah bahasa, kebiasaan sehari-hari dan adatistiadat antara pendatang dengan masyarakat setempat (host culture) dalam hal inikeluarga pendatang menjadi masalah. Perasaan “berbeda” dari segi bahasa,kebiasaan dan adat istiadat ini berpotensi menimbulkan conflik. Perasaan“berbeda” ini juga dipengaruhi oleh persepsi dan tingginya pengharapanseseorang ketika memasuki lingkungan yang baru.Ketidakmampuan untuk memprediksi perilaku kalangan pendatang adalahbentuk ketidakpastian (uncertainty) dan kecemasan (anxiety) yang dialami olehkeluarga tersebut di lingkungan yang baru. Hal ini berpotensi menimbulkankesalahpahaman. Dalam prosesnya, ketika “perbedaan” ditonjolkan, dapatmeyebabkan munculnya konflik.4III. Tujuan Penelitian1. Untuk memahami kecemasan dalam interaksi antarabudaya bagi kalanganpendatang yang berpindah tempat.2. Untuk memahami proses adaptasi dan strategi adaptasi yang diterapkanoleh para pendatang saat memasuki daerah yang baru.3. Untuk memahami pengalaman dari host culture ketika hidupberdampingan bermasyarakat dengan kalangan pendatang.IV. Kerangka TeoriSecara konseptual ketidakpastian (uncertainty) merupakan ketidakmampuanseseorang untuk memprediksikan atau menjelaskan perilaku, perasaan, sikap ataunilai-nilai yang diyakini orang lain. Sedangkan, kecemasan (anxiety) merupakanperasaan gelisah, tegang, khawatir atau cemas tentang sesuatu yang akan terjadi.Ketidakpastian merupakan pikiran (thought) dan kecemasan merupakan perasaan(feeling). Ketidakpastian (uncertainty) dan kecemasan (anxiety) merupakanfaktor-faktor penyebab kegagalan komunikasi antar kultural. Gudykunts (dalamGudykunts, 2005:23) menjelaskan bahwa untuk menyesuaikan diri terhadapkebudayaan baru, seseorang tidak seharusnya mengurangi kecemasan danketidakpastian mereka secara total. akan tetapi, mereka tidak dapat berinteraksisecara efektif dengan host culture apabila ketidakpastian dan kecemasan merekaterlalu tinggi, sehingga mereka tidak mampu memprediksi perilaku wargasetempat.Teori negosiasi muka (Face-Negotiation Theory) adalah salah satu darisedikit teori yang secara eksplisit mengakui bahwa orang dari budaya yangberbeda memiliki bermacam-macam pemikiran mengenai “muka” orang lain.Pemikiran ini menyebabkan mereka menghadapi konflik dengan cara berbeda.Wajah merupakan perpanjangan dari konsep diri seseorang, wajah telah menjadifokus dari banyak penelitian didalam berbagai ilmu (Littlejohn & Karen A. Foss,1998 : 130).5Interaction Adaption Theory (IAT) is intended to provide a comprehensiveaccount of multiple concurrent adaptations patterns. Teori ini meningkatkanjangkauan dari model adaptasi yang lalu dengan menandai pengaruh yang kuatyang muncul dalam interaksi normal dan dengan memasukkan perilaku dan fungsikomunikasi yang lebih luas. Konsep kunci IAT adalah requirement, expectations,desires, interaction position, dan actual positions (Gudykunst, 2005: 162). Prosesadaptasi interaksi yang kompleks, yang belum ada, dan kadang-kadang takterlihat.Perasaan berbeda bahasa, adat istiadat dan budaya seketika hilang apabilakita mampu beradaptasi dengan baik di sekitar lingkungan baru kita. Perlahanlahanbudaya host culture harus dipelajari dan dimengerti apabila ingin hidupberdampingan secara harmonis dengan masyarakat setempat.V. Metodologi PenelitianTipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatanfenomenologi. Unit analisis data dalam penelitian ini terdiri dari empat orangpendatang (dua mahasiswa dan dua keluarga pendatang) sebagai subjekpenelitian, dan empat orang host culture yang menjadi informan tambahan gunacross-check data untuk memenuhi goodness criteria. Data diperoleh melaluiwawancara mendalam dengan delapan subjek penelitianVI. Kesimpulan Interaksi antarbudaya yang dilakukan oleh para informan dari luar pulau Jawadengan host culture di Semarang, mengalami kesulitan saat pertama kaliberinteraksi karena perbedaan budaya dan bahasa. Hal ini mengakibatkan parainforman mengalami kecemasan untuk berinteraksi kembali dengan hostculture serta ketidakpastian bahasa yang digunakan saat berpindah tempat diSemarang. Host culture membantu para informan yang mengalami kecemasandan ketidakpastian dengan membantu proses interaksi antarbudaya dalammelakukan adaptasi bagi para pendatang yaitu berinisiatif dahulu mengajak6para informan untuk berinteraksi dan mengajak para informan untukmengikuti kegiatan yang diadakan dilingkungannya, antara lain pengajian,arisan dan kegiatan olahraga. Proses adapatsi para informan dikatagorikan berdasarkan pengalamankomunikasi yaitu adaptasi antarbudaya yang dilakukan disekitarlingkungannya, konteks identitas dan perbedaan budaya serta bahasa parainforman, kepantasan dan keefektivitas para informan dalam berperilakusehari-hari di lingkungannya, pengetahuan para informan untuk lebihmengenal lingkungan baru, motivasi dalam melakukan interaksi dengan hostculture dan tindakan yang dilakukan para informan dilingkungannya. Prosesadaptasi para informan memakan waktu yang berbeda pada setiap informan,bergantung pada keaktifan informan terhadap kegiatan yang diadakan dilingkungannya. Semakin sering mengikuti aktivitas di lingkungannya, makaproses adaptasinya berjalan dengan cepat. Strategi adaptasi yang dipakai olehpara informan adalah strategi aktif dan strategi interaktif. Strategi aktif yaitumulai mencari tahu tentang lingkungan host culture dari orang yang sudahdahulu dikenal, strategi ini digunakan oleh informan I dan informan III yangberstatus mahasiswa. Sementara strategi interaktif yaitu berhubunganlangsung dengan host culture, seperti memulai percakapan dan interaksisehari-hari (pengajian, olahraga dan arisan), strategi ini digunakan olehinforman II dan informan IV yang merupakan keluarga pendatang. Pengalaman para host culture saat melakukan interaksi pertama kali denganpara informan berbeda-beda. Para host culture tersebut antara lain ibu kost,tetangga, teman kampus, teman kost dan teman lingkungan para informan. Ibukost para informan berinisiatif dahulu untuk melakukan pembicaraan denganinforman, karena akan menempati kost, sedangkan tetangga keluargapendatang juga lebih dahulu melakukan interaksi kepada informan agar cepatakrab dengan warga baru. Teman lingkungan kost maupun teman kampusmenunggu informan untuk melakukan interaksi terlebih dahulu karena takutberbeda bahasa dengan informan.7Gambar 4.1Bangunan Teoritik Pengalaman Proses Adaptasi Individu yang BerpindahTempat dengan Host Culture di SemarangMengalami Ketidakpastian KecemasanMembantu Proses AdatasiPENDATANGHOST CULTUREKompetensiKomunikasi:- AdaptasiAntarbudaya- Konteks- KepantasanDanEfektivitas- Pengetahuan- Motivasi- TindakanHambatan Proses Adaptasi:Internal : KarakteristikindividuExternal : Budaya danBahasaStrategi Adaptasi:- Strategi aktif- Strategi interraktif8DAFTAR PUSTAKABukuCupach, W. R., and Canary, D. J. (1997). Competence In Interpersonal Conflict.California: Waveland Press, Inc.Devito, A Joseph. (1997). Komunikasi Antar Manusia. Professional Books:Karisma Publishing.Guba, E. G. and Lincoln, Y. S. (1994a). Competing Paradigms In QualitativeResearch. London: Sage Publications.Guba, E. G. and Lincoln, Y. S. (1994b). Naturalistic Inquiry . London: SagePublications.Gudykunst, William. (2005). Theorizing About Intercultural Communication.California: Sage Publication, Inc.Liliweri, Alo. (2002). Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya.Yogyakarta: LKis.Liliweri, Alo. (2003). Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya EdisiRevisi. Yogyakarta: LKis.Liliweri, Alo. (2004). Dasar-dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Littlejohn, Stephen W, and Foss Karen A. (1998). Theories of HumanCommunication. Belmont: Thomson Learning, Inc.Lustig, Myron W. and Jolene Koester. (1996). Intercultural Competence:Interpersonal Communication Across Culture. New York: HappercollinsCollege Publisher.Lustig, Myron W. and Jolene Koester. (2006). Intercultural Competence:Interpersonal Communication Across Culture 6th Edition. New York:Happercollins College Publisher.Martin, Judith N. and Thomas K. Nakayama. (2004). InterculturalCommunication in Contexts. New York: McGraw – Hill.Moleong, Lexy J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: RemajaRosdakarya.Moleong, Lexy J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: RemajaRosdakarya.9Moleong, Lexy J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung:Remaja Rosdakarya.Moustakas, Clark. (1994). Phenomenological Research Methods. California: SagePublication, IncMulyana, Deddy. (2010). Komunikasi Lintas Budaya: Pemikiran, Perjalanan.Bandung: Remaja Rosdakarya.Mulyana, Deddy. (2006). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: RemajaRosdakarya.Rahardjo, Turnomo. (2005). Menghargai Perbedaan Kultural: KompetensiKomunikasi Antar Budaya dalam Komunikasi Antar Etnis. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Riswandi. (2009). Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.Samovar, Larry A, and Porter Richard E, Jain C Nemi. (1984). UnderstandingIntercultural Communication. Jakarta: Salemba Humanika.Samovar, Larry A, and Porter Richard E, McDaniel R Edwin. (2010). KomunikasiLintas Budaya. Jakarta: Salemba Humanika.Sukmadinata, Nana Syaodih. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung :Remaja Rosda KaryaSingarimbun M, dan Sofian E. (1995). Metode Penelitian Survey. Jakarta:Pustaka LP3ES Indonesia.Ting-Toomey, Stella. (1999). Communicating Across Cultures. California:Guilford PressYin, Robert K. (2006). Studi Kasus : Desain dan Metode. Jakarta : Raja GrafindoPersadaJurnalRahardjo, Turnomo. (2007). Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. I. Semarang: 29SkripsiFrimandona, Nike., (2007). Memahami Adaptasi dalam Komunikasi Antarbudaya(Kasus Pernikahan Antaretnis Jawa-Minang). Skripsi. UniversitasDiponegoro.Ulfah, Maria., (2009). Memahami Adaptasi Antar Budaya antara Warga Asingdengan Host Culture di Salatiga. Skripsi. Universitas Diponegoro.Khotimah, Khusnul., (2010). Adaptasi Antar Budaya Warga Korea Selatandengan Budaya Tuan Rumah di Salatiga. Skripsi. Universitas Diponegoro.10Internet(http://gatothp2000.com/2011/09/23/cross-culture-sesorang-yg-diperjalankan/).Diunduh pada tanggal 14 September 2012 pukul 19.00 WIB(http://www.anneahira.com/komunikasi-antarbudaya.htm).Diunduh pada tanggal 14 September 2012 pukul 20.30 WIB(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19439/5/Chapter%20I.pdf).Diunduh pada tanggal 16 September 2012 pukul 21.00 WIB
Produser Produksi Program Acara Berita Feature “Di Balik Nama” Di Cakra Semarang TV Imam Muttaqin; I Nyoman Winata; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.945 KB)

Abstract

Sampai saat ini, isu mengenai sejarah masih menjadi tema yang membosankan untuk diperbincangkan. Berangkat dari alasan tersebut, program acara “Di Balik Nama” mencoba memberikan informasi mengenai sejarah namun dengan konten yang lebih kreatif dan menghibur yang dikemas dengan gaya news feature. Kemasan news feature dipilih atas dasar penyajian konten inforrmasinya disampaikan secara ringan dan informasi yang disajikan tidak mudah basi. Program acara “Di Balik Nama” bercerita mengenai asal-usul terbentuknya sebuah nama baik nama dari sebuah kawasan, tradisi, maupun kuliner yang ada di kota Semarang dan sekitarnya. Penayajiannya menggunakan narasi yang efektif dengan didukung visual yang menarik. Program ini tayang setiap hari Jumat jam 19.00 WIB di stasiun televisi Cakra Semarang TV dengan durasi tayang selama 24 menit. Dalam setiap episode, program acara “Di Balik Nama” terdiri atas tiga segmen dengan tiga tema berbeda di setiap segmennya.“Di Balik Nama” merupakan sebuah karya bidang yang dikerjakan oleh empat orang mahasiswa dengan pembagian jobdesk yang berbeda, antara lain sebagai produser, program director, video editor, campers, script writer, dan pengisi suara. Pada laporan ini akan membahas mengenai tugas dan tanggung jawab posisi seorang produser, program director, video editor, dan juga campers mulai dari tahap pra-produksi hingga pasca produksi.
Peran Marketing Komunikasi Media Online wehype.id Bersama Impala Space Muhammad Aldien Priambodo; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.639 KB)

Abstract

Perkembangan industri kreatif di Semarang semakin baik, dimana semakin banyak para talenta – talenta kreatif muda bermunculan. Namun banyak talenata kreatif khususnya di kota Semarang belum ter-expose sehingga belum banyak dikenal khalayak. Salah satu penggiat industri kreatif di Semarang yaitu Impala Space menyadari bahwa dibutuhkan media yang dapat memberikan apresiasi terhadap industri kreatif di Semarang agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Impala Space adalah ruang kerja kolaboratif atau yang sering disebut sebagai co-working space. Sebuah ruang yang digunakan untuk bekerja bersama – sama dengan komunitas kreatif, Freelancers, Entreupreneurs atau bisnis Starup. Impala space akan menjadi pusat kegiatan dan pengembangan industri kreatif. Oleh karena itu tim karya bidang bekerja sama dengan Impala Space untuk membuat sebuah media online yang membahas segala hal tentang industri kreatif yang ada di Semarang. Wehype.id merupakan sebuah platform yang menjadi wadah untuk berbagi cerita tentang proses kreatif pada suatu karya. Wehype.id percaya dalam setiap penciptaan karya, selalu ada proses panjang yang melibatkan daya kreasi dan daya cipta. Untuk itu Wehype.id berkomitmen untuk menjadi corong komunikasi bagi setiap kreator untuk berbagi cerita sehingga kita dapat memahami proses dan mengapresiasi karya. Marketing komunikasi wehype.id bertanggung jawab melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai beberapa objectives yang telah ditetapkan yaitu mencapai seribu followers di Instagram dan mencapai 600 adders pada Official line@. Keseluruhan objectives tersebut telah tercapai dengan rincian, 802 adders Line@ Official dan mencapai 1.013 followers pada Instagram wehype.id. Sementara itu pada viewer website wehype.id telah mencapai 4.240 dari target 3.000 viewers. Selain itu marketing komunikasi wehype.id juga berhasil mencanangkan 2 event yaitu wehype market dan Meet the Creator.

Page 19 of 157 | Total Record : 1563