cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Kembang Soca Paranggani Kembang Soca Paranggani; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.636 KB)

Abstract

Nama : Kembang Soca ParangganiNIM : D2C009086Judul : Pengaruh Intensitas Mengkonsumsi Program Televisi bermuatanJurnalisme Warga dan Partisipasi Coaching Citizen Journalism terhadapMinat Mahasiswa menjadi Jurnalis WargaABSTRAKLatar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat masyarakat termasukmahasiswa untuk menjadi jurnalis warga. Hal tersebut diperoleh dari sedikitnya partisipasimasyarakat yang mengirimkan karya jurnalis warga pada program televisi bermuatanjurnalisme warga. Padahal, kemajuan teknologi seperti keberadaan alat komunikasi yangsemakin canggih seharusnya mempermudah masyarakat untuk saling berbagi informasi. Olehkarenanya, media televisi seperti Metro TV dan SCTV membuat program on air seperti WideShot dan Citizen6 maupun program off air bermuatan jurnalisme warga yakni coachingcitizen journalism. Oleh karenanya, ketika seseorang mengkonsumsi program tersebut danberpartisipasi dalam coaching diharapkan dapat mempengaruhi minatnya untuk menjadijurnalis warga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas mengkonsumsiprogram televisi bermuatan jurnalisme warga dan partisipasi coaching citizen journalismterhadap minat mahasiswa menjadi jurnalis warga. Teori yang digunakan pada penelitian iniadalah teori Powerfull Effect dan Teori Pembelajaran Sosial dari Albert Bandura. Penelitianini merupakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, dan menggunakanparadigma positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di kota Semarangyang pernah menjadi peserta dalam SCTV Goes to Campus 2012 yang digelar di kampusFISIP Undip. Sampel yang digunakan adalah random sampling atau probability samplingdengan tekhnik simple random sampling maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 67responden. Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan analisis regresisederhana, maka diperoleh pengaruh yang sangat signifikan. Variabel intensitasmengkonsumsi program televisi bermuatan jurnalisme warga (X1) memiliki pengaruhsebesar 0,112 terhadap minat mahasiswa menjadi jurnalis warga (Y) dengan nilai signifikansisebesar 0,003 < 0,01 maka H0 ditolak dengan koefisien regresi sebesar 0,017. Dapatdisimpulkan bahwa variabel intensitas mengkonsumsi program televisi bermuatan jurnalismewarga berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa menjadi jurnalis warga. Selanjutnya,partisipasi coaching citizen journalism (X2) memiliki pengaruh sebesar 0,204 terhadap minatmahasiswa menjadi jurnalis warga (Y) dengan nilai signifikansi 0,000 <0,01 maka H0 ditolakdengan koefisien regresi sebesar 0,086. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel partisipasicoaching citizen journalism berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa menjadi jurnaliswarga.Kata kunci: Intensitas, Partisipasi dan MinatNama : Kembang Soca ParangganiNIM : D2C009086Judul : The Influence Intensity of Consuming Television Program containingCitizen Journalism and The Participation of Coaching CitizenJournalism towards The College Student Interest to be a CitizenJournalist.ABSTRACTThe background of the research was based on the lack of public interest including students tobe a citizen journalist. It is derived from the least participation of citizen journalists whosubmit their video or news on television program countaining citizen journalism. In fact, thetechnology is becoming more sophisticated and easier for people to share information.Therefore, the television media such as Metro TV and SCTV made an on air program (WideShot and Citizen6) and also made an off air pogram that is coaching citizen journalism foreducating people. The media expected to affect people’s interest to be a citizen journalistwhen they consume the program and participate in coaching citizen journalism.The purpose of this research is to find out the influence intensity of consumingtelevision program containing citizen journalism and the participation of coaching citizenjournalism towards the college student interest to be a citizen journalist. The theory used inthis research is the theory Powerful Effect and Social Learning Theory of Albert Bandura.This reaserch is type of explanatory with a quantitative, and uses paradigm of positivisme.The reaserch's subjects were the college students in Semarang who had participated in SCTVGoes to Campus 2012 held at the Faculty of Political and Social Science, Undip. The usedsample is random sampling or probability sampling with simple random sampling techniquewith 67 respondents. Based on the statistic computation with Simple Regression Analysis,then there is known a significant result. Variable the influence intensity of consumingtelevision program containing citizen journalism (X1) has the effect of 0.112 on the collegestudent interest to be a citizen journalist (Y) with a significance value of 0.003 <0.01 then H0is rejected with koefisien regression of 0,017. It can be concluded that the influence intensityof consuming television program containing citizen journalism has a positive effect on on thecollege student interest to be a citizen journalist. Furthermore, the participation of coachingcitizen journalism (X2) has the effect of 0.204 on the college student interest to be a citizenjournalist (Y) with a significance value of 0.000 <0.01 then H0 is rejected with koefisienregression of 0,086. It can be concluded that the participation of coaching citizen journalismhas a positive effect on on the college student interest to be a citizen journalist.Keywords: Intensity, Participation and InterestsPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangFenomena jurnalisme warga semakin berkembang berkat kemajuan teknologi komunikasiyang begitu pesat. Kemajuan teknologi alat rekam, internet, dan streaming turutmembuka akses masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menghadirkan informasisemakin cepat dan terbuka. Meskipun kemajuan teknologi komunikasi telah memberikanruang gerak yang luas bagi perkembangan jurnalisme warga di Indonesia, akan tetapipada kenyataanya animo masyarakat untuk berpartisipasi menjadi jurnalis warga masihtergolong rendah. Hal tersebut diungkapkan oleh oleh Syaifudin, produser Wide ShotMetro TV, Imam Suwandi, produser Wide Shot Metro TV divisi jurnalisme warga, danTria Maulida Putri selaku ketua panitia seminar dan talkshow dengan tema “EnchanchingNational Economic Journalism.Oleh karenanya, sebagai program televisi bermuatan jurnalis warga, Metro TVmelalui program Wide Shot dan SCTV melalui program online Citizen6 melakukanberagam upaya untuk mendorong minat mahasiswa menjadi jurnalis warga. Metro TVdan SCTV mengadakan pelatihan atau coaching citizen journalism di berbagaiuniversitas di Indonesia. Oleh karenanya, masalah dalam penelitian ini apakah terdapatpengaruh intensitas mengkonsumsi program televisi bermuatan jurnalisme warga danpartisipasi coaching citizen journalism terhadap minat mahasiswa menjadi jurnaliswarga?1.2 TujuanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas mengkonsumsi programtelevisi bermuatan jurnalisme warga dan partisipasi coaching citizen journalism terhadapminat mahasiswa menjadi jurnalis warga1.3 Kerangka Teori- Powerfull Effects Theory : Teori ini mengasumsikan bahwa media massa dapatmenyuntikkan informasi ide, dan bahkan propaganda ke public.- Teori Pembelajaran Sosial : Teori hasil penelitian Albert Bandura ini memandangbahwa seseorang dapat belajar, baik dengan cara mengamati, diberikan cerita tentangsesuatu, atau melalui pengalaman langsung.Bagan geometri :1.4 HipotesisHipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut :1. Intensitas mengkonsumsi program televisi bermuatan jurnalisme warga berpengaruhpositif terhadap minat mahasiswa menjadi jurnalis warga2. Partisipasi coaching citizen journalism berpengaruh positif terhadap minat mahasiswamenjadi jurnalis warga.1.5 Metode Penelitian- Tipe Penelitian : penelitian eksplanatif (explanatory)- Sampel : peserta coaching SCTV Goes to Campus 2012 sebanyak 67 responden.- Teknik penarikan sampel : teknik Simple Random Sampling- Teknik analisis data : kuantitatif dengan mengganakan uji analisis Simple Regression.Sebelum melakukan penyebaran kuesioner diakukan uji validitas dan reliabilitas.Kemudian sebelum melakukan pengolahan data dilakukan uji Asumsi Klasik.Intensitas mengkonsumsi Program Televisibermuatan Jurnalisme Warga ( X1)Partisipasi Coaching Citizen Journalism (X2)Minat Mahasiwa menjadiJurnalis Warga (Y)PEMBAHASAN2.1 Pengaruh Intensitas Mengkonsumsi Program Televisi Bermuatan JurnalismeWarga terhadap Minat Mahasiswa menjadi Jurnalis WargaBerdasarkan hasil pengujian uji regresi sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar0,003 dengan koefisien regresi sebesar 0,017. Oleh karena sig sebesar 0,003 < 0,01 makaH0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi variabel intensitasmengkonsumsi program televisi bermuatan jurnalisme warga berpengaruh positifterhadap minat mahasiswa menjadi jurnalis warga.Selanjutnya, nilai Adjusted R Square sebesar 0,112. Nilai tersebut menunjukkanbahwa minat mahasiswa menjadi jurnalis warga dipengaruhi oleh intensitasmegkonsumsi program televisi bermuatan jurnalisme warga sebesar 11,2% sedangkansisanya dipengaruhi oleh faktor –faktor lain.Televise sebagai media massa dapat memberikan pengaruh kepada audiensnyamelalui program-program acara yang ditayangkan. Secara langsung program televisibermuatan jurnalisme warga menjadi referensi bagi para pemirsa yang aware terhadaplingkungan untuk berbagi informasi terhadap sesama.2.2 Pengaruh Partisipasi Coaching Citizen Journalism terhadap Minat Mahasiswamenjadi Jurnalis Warga.Berdasarkan hasil pengujian uji regresi sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar0,000 dengan koefisien regresi sebesar 0,086. Oleh karena sig sebesar 0,000 <0,01 makaH0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi variabel partisipasi coachingcitizen journalism berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa menjadi jurnalis wargaNilai Adjusted R Square sebesar 0,204. Nilai tersebut menunjukkan bahwa minatmahasiswa menjadi jurnalis warga dipengaruhi oleh partisipasi coaching citizenjournalism sebesar 20,4% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor –faktor lain.Dengan demikian, apa yang dialami langsung oleh peserta coaching citizenjournalism sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Albert Bandura mengenai tahapanbelajar sosial yakni dimulai pada tahapan memperhatikan hingga mengarahkan dorongansesuai pengalaman.PENUTUP3.1 Kesimpulan- Intensitas mengkonsumsi program televisi bermuatan jurnalisme warga berpengaruhpositif terhadap minat mahasiswa menjadi jurnalis warga. Semakin tinggi intensitasmengkonsumsi program televisi bermuatan jurnalisme warga maka semakin tinggipula pengaruhnya terhadap minat mahasiswa menjadi jurnalis warga. Begitu puladengan keadaan sebaliknya.- Partisipasi coaching citizen journalism berpengaruh positif terhadap minat mahasiswamenjadi jurnalis warga. Tingginya partisipasi coaching citizen journalism akanberpengaruh pada tingginya minat mahasiswa menjadi jurnalis warga. Begitu puladengan keadaan sebaliknya.3.2 Saran- Sebagai upaya untuk meningkatkan minat mahasiswa menjadi jurnalis warga,sebaiknya media televisi juga meningkatkan frekuensi pengadaan coaching citizenjournalism dan memperluas jangkauan wilayah pengadaan coaching.DAFTAR PUSTAKABuku :Ardianto, Elvinaro dan Lukiati K. Edinaya. (2004). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar.Bandung: Simbiosa Rekatama Media.Bungin, Burhan. (2007). Sosiologi Komunikasi: Teori Paradigma, dan Diskursus TeknologiKomunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.Ghozali, Imam. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Hazim, Nurkholif.(2005). Teknologi Pembelajaran. Jakarta: UT Pustekom IPTPIKuswandi, Wawan. (1996). Komunikasi Massa: Sebuah Analisis Media Televisi. Jakarta: PTRineka Cipta.Kusumaningati, Imam FR (2012). Jadi Jurnalis Itu Gampang!. Jakarta: PT Elex MediaKomputindo.Kriyantoro, Rahmat. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana PrenadaMedia Group.Liliweri, Alo. (1991). Memahami Peran Komunikasi Massa Dalam Masyarakat. Bandung:PT. Citra Aditya Bakti.Mulyasa, E. (2004). Implementasi Kurikulum 2004 panduan pembelajaran KBK. Bandung:PT. Remaja Rosda KaryaMcQuail, Dennis. (1996). Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi Kedua. Jakarta:Erlangga.Nurudin. (2007). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Prasetyo, Bambang dan Miftahul Jannah.(2012). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.Rahmat, Jalaludin. (2006). Psikologi Komunikasi Edisi Revisi. Bandung: P.T RemajaRosdakarya.Romli, Asep S. (2012).Jurnalistik Online. Bandung: Nuansa Cendekia.Santoso, Singgih. (2000). SPSS Mengolah Data Statistik Secara Profesional Versi 7.5.Jakarta: PT Elex Media KomputindoSarwono, Sarlito Wirawan. (1997). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Simamora, Bilson. (2002). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia PustakaUtama.Syarif, Rusli. (1987). Teknik Manajemen Latihan dan Pembinaan. Bandung: Angkasa.Soekanto, Soerjono. (1993). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: CV Rajawali.Soetrisno dan Rita, Hanafi. (2007). Filasafat Imu dan Metodologi Penelitian edisi ketujuh.Jakarta: CV Andi OffsetSuwandi, Imam. (2012). Langkah Otomatis Jadi Citizen Journalist. Jakarta: Dian Rakyat.Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa edisi Kedelapan. Jakarta: Kencana PrenadaMedia Group.Skripsi:Pricilia P.(2012). Pengaruh Terpaan Program Acara Stand Up Comedy Show di Metro TVterhadap Minat Menonton (Studi Kasus Terhadap Pengunjung Comedy CafeKemang). Skripsi. Universitas Bina Nusantara.Nurul Inayah S. (2007). Hubungan Intensitas Menonton Program Acara Pencarian Bakat diTelevisi dan Dukungan Orang Tua dan Teman dengan Minat Remaja dalammengembangkan Bakat di Dunia Musik. Skripsi. Universitas Diponegoro.Arsita Pitriawanti. (2010). Pengaruh Intensitas Menonton Televisi dan Komunikasi Orang tua– Anak terhadap Kedisiplinan Anak dalam Menaati Waktu Belajar. Skripsi.Universitas Diponegoro.Internet:Universitas Pamulang Coaching Jurnalistik. (2013). Dalam http:/ /lentera berita.com/index.php/tagsel/339-universitas-pamulang-coaching-jurnalistik. html.Diunduh pada tanggal 15 Juni 2013 pukul 20:18 WIB.Ratusan Mahasiswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik Metro TV. (2013). Dalam http://www.metrotvnews.com /metronews/read/2013/05 /13 /3/153081/ Ratusan-Mahasiswa-Ikuti-Pelatihan-Jurnalistik-Metro-TV. Diunduh pada 20 Juni 2013 pukul 12:07 WIB.Wide Shot.(2012). Dalam http://wideshot. metrotvnews.com /news . php?id=14. Diunduhpada 15 Juni 2013, pukul 20:22 WIB.Wide Shot.(2012). Dalam http://wideshot. metrotvnews.com /news . php?id=20. Diunduhpada 15 November 2013, pukul 20:18 WIB.Wide Shot.(2012). Dalam http://wideshot.metrotvnews.com/news. php ?id=18. Diunduh pada28 Oktober 2013, pukul 14:43 WIB.Wide Shot. (2013). Dalam http://wideshotmetrotv.blogspot.com/search?updated-max = 2013-02-26T18:52:00-08:00&max-results=7. Diunduh diakses pada 28 Oktober 2013,pukul 14:27 WIB.Jadwal Tayang Wide Shot. (2012). Dalam http://wideshotmetrotv.blogspot.com/. Diunduhpada 28 Oktober 2013, pukul 14:22 WIB.Konten Wide Shot. (2012). Dalam http://wideshotmetrotv.blogspot.com/. Diunduh pada 28Oktober 2013, pukul 14:26 WIB.Pelatihan Jurnalisme Warga di Semarang. (2012). Dalam http:/ /www. metro tvnews.com/detail /2012/ 10/03/ 19580/695/ Pelatihan-Jurnalisme-Warga-di-Semarang/Wideshot, Diunduh pada 28 Oktober 2013, pukul 10:40Pewarta Warga asal Solo Raih CJC Metro TV.(2012). Dalam http://www .solopos.com/2012/ 11/23/cjc-2012-2 pewarta -warga-asal-solo-raih-cjc-metro-tv-350266,Diunduh pada 28 Oktober 2013, pukul 09:30 WIB.Jadilah Citizen Journalist di Wide Shot. (2012). Dalam http://www.ediginting. com/ 2012/02/jadilah-citizen-journalist-di-wide-shot.html. Diunduh pada 28 Oktober 2013, pukul14:10 WIB.Yuk Jadi Pewarta Warga di Citizen6. (2012). Dalam http ://m.liputan6 .com/ news/ read/52781/yuk-jadi-pewarta-warga-di-citizen6. Diunduh pada 28 Oktober 2013, pukul10:37 WIB.Ajang Cari Bakat SCTV Goes to Campus (2012). Dalam http://blujer. blogspot.com/2012/03/ajang-cari-bakat-sctv-goes-tocampus.html. Diunduh pada 28 Oktober2013, pukul 10:40 WIB.Arvinda Pemenang SGTC Semarang 2012. (2012). Dalam http:// berita. plasa.msn.com/nasional/sctv/arvinda-pemenang-sgtc-semarang-2012. Diunduh pada 28Oktober 2013, pukul 10:47 WIB.
The Influence of Parental Mediation to Perception of Television Negative Effect On Childrens Awita Setyaningrum .; Drs. Hj. Sri Widowati H., MS
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.27 KB)

Abstract

Watching television still being one habits child who can give the effect of negative to the progress starting from increase the nature of passive to increase of knowledge and experience sexual in a premature manner. Although, the child gets actively for watching television a pertaining to programs even the impact of watching television, but children still need their parents to help well understand about it. Parental mediation when watching television is one of strategy used parents to reducing the negative impact of television and children's perception of the television. As an agent on the first, the parents have an important role in a period of growth children. One of which is in the formation of perception. This research aims to understand the influence of parental mediation against perception the negative effects of television on children. To answer these problems used parental mediation theory. This type of research is explanatory research. The population in this research was children aged 10 to 12 years in the city of Semarang is within 1 month of the last television in parental mediation, either actively, restrictive and co-viewing mediation. Respondents who taken are number of 120 respondents using non-probability techniques sampling. The first hypothesis test results in this study indicate that the variable restrictive mediation (X1) does not significantly affect the perception variable negative effect on children's television (Y), while the significance of the results shows the value of 0.523. The second hypothesis test showed that the active mediation variables (X2) did not significantly influence the perception variable negative effect on children's television (Y), with the results showing the significance value of 0.274. And the third hypothesis test shows that coviewing mediation variable (X3) does not significantly influential the perception of television positive effect on children (Y), with the results indicated the value of 0.184.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS BERMAIN GAME MOBILE LEGEND DAN PENGAWASAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU AGRESIF VERBAL PADA ANAK REMAJA Wibisono, Andika; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.83 KB)

Abstract

The development of technology is growing rapidly, especially in online video games and has an impact on the players, especially in adolescents. With the supervision of parents, it becomes the basis for reducing negative impacts such as aggressive created by violent video games. The purpose of this study was to determine the relationship between the intensity of playing mobile legend and parental supervision with verbal aggressive behavior in adolescents. In determining the hypothesis to be used, this study uses the theory of General Aggression model (GAM) and parental mediation with the Interaction Restrictions model. The study population was teenagers aged 16-18 years in the city of Semarang who played the Mobile Legend game. Based on the results of hypothesis testing carried out using Kendall's Tau b, the results show that: the significance value and correlation (H1) generated from Kendall's Tau b test results using SPSS obtained a significance value of 0.001 (where the significance level is smaller than 0.01 (≤ 1 %)) and the correlation coefficient value is 0.771 which shows that the relationship between variables has a positive correlation, and the level of the relationship is proven to be positively strong. Thus indicating that these results can be concluded. While the significance value and correlation (H2) generated from the results of testing Kendall's Tau b using SPSS obtained a significance value of 0,000 (where the significance level is smaller than 0.01 (≤ 1%)) and the correlation coefficient value is 0.782 which indicates that the relationship between variables have a positive correlation, and the level of the relationship is positive and strong. Thus indicating that these results can be concluded.
LAPORAN EVENT MARCOMM TOURING MERDEKA YZF R-25 (JABATAN PROJECT OFFICER) Yunita Indriyaswari; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.182 KB)

Abstract

PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), yang merupakan perusahaan otomotif asal Jepang meluncurkan produk terbaru yaitu YZFR-25. Sebagai salah satu wujud apresiasi YIMM terhadap konsumennya, YIMM membuat rangkaian event berupa touring dan launching yang bernama Touring Merdeka YZF R-25. Event ini melibatkan 20 konsumen indent online terpilih untuk touring dari Bali ke Solo dengan YZF R-25 secara gratis. Tujuan diselenggarakan rangkaian event tersebut adalah untuk menjaga konsistensi komunikasi dengan para konsumen dan memberi pengalaman langsung kepada masyarakat terhadap YZF R-25.Tujuan dari event ini tercapai karena rangkaian acara “Touring Merdeka YZF R-25” merupakan alat marketing yang efektif karena fokus pada pengalaman konsumen (experimental) dan mendorong terjadinya proses konsumsi secara emosional dan rasional.Di dalam rangkaian acara “Touring Merdeka YZF R-25” keterlibatan konsumen indent online yang merupakan ridersselama touring sangat berpengaruh, karena kesan dan penilaian mereka terhadap acara dan YZF R-25 dapat mempengaruhi pandangan dari calon konsumen mengenai YZF R-25. Selain itu, adanya test ride di area launching YZF R-25 juga sangat efektif untuk mendorong calon konsumen untuk memutuskan pembelian. Tak sekedar mendapatkan pengetahuan produk darisales promotion, tetapi melalui test ride calon konsumen juga dapat merasakan langsung performa dari YZF R-25 sehingga dapat meyakinkan calon konsumen untuk memutuskan pembelian.Kata kunci : Event, Marketing , Promotion
THE EVALUATION OF STRATEGIC COMMUNICATION UTILIZATION OF MOBILE PHONE CAMPAIGN FOR TIDAL FLOOD DISASTER MANAGEMENT IN NORTH JAKARTA Ainurizaq Putri Aria Santi; Agus Naryoso, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.037 KB)

Abstract

Indonesia is an archipelago country which located in ring of fire zone. It means, the potency of natural disaster is huge in this region. Flood is one of the most common disaster that happen in Indonesia, especially in DKI Jakarta province. Based on data from WHO, flood that happen in February 2007 and hit 80 districts in Jakarta caused traffic chaos and disabling the city. More than 73.000 houses flooded with 10 cm untill 5 m water level. This research aim to doing evaluation towards strategic communication that conducted by the official of Ministry of Communication and Information Technology Republic of Indonesia in terms of utilization of mobile phone campaign for tidal flood disaster management in North Jakarta. This research using descriptive qualitative method with case study approach. This research using Information Processing Theory Mc Guire, Systematic-Heuristic Model, and Ellaboration Likelihood Model. This research was conducted with six informants, consist of two informants that comes from Ministry of Communication and Information Technology, two informants from local people in North Jakarta, one informant from BMKG (Meteorological, Climatological, and Geophysical Agency) and one informant from BPBD (Regional Board for Disaster Management). The result of this research is strategic communication since planning until evaluating of the campaign is very important to do, to achieve the goals. While conducting mobile phone campaign, Ministry of Communication and Information Technology was doing analysis, set the standards and targets, set the strategy and tactics, time allocation, resources, and also doing evaluation.
VIDEO REPORTASE INVESTIGASI: “Mengungkap Penyalahgunaan Wi-Fi Kampus untuk Mengakses dan Mengunduh Konten Porno” Muhammad Akbar Nugroho; Nurul Hasfi; Muchammad Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

iVIDEO REPORTASE INVESTIGASI: “MENGUNGKAP PENYALAHGUNAAN WI-FI KAMPUS UNTUK MENGAKSES DAN MENGUNDUH KONTEN PORNO”ABSTRAKInternet telah menjadi kebutuhan dan bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini. Masyarakat semakin dimudahkan dengan adanya teknologi jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity). Teknologi ini dimanfaatkan oleh universitas-universitas di Semarang, sebagai fasilitas gratis yang menunjang pendidikan. Dengan akses internet lewat jaringan Wi-Fi, mahasiswa dengan mudah mencari berbagai informasi di dunia maya. Sayangnya, ada mahasiswa di beberapa kampus tersebut yang jutsru melakukan penyalahgunaan. Akses internet gratis justru dimanfaatkan untuk mengakses situs-situs bermuatan pornografi dan mengunduh video porno.Untuk membuktikan bahwa penyalahgunaan tersebut benar-benar terjadi, maka diperlukan penelusuran lebih lanjut. Penelusuran dilakukan dengan menerapkan cara-cara jurnalisme investigasi menurut Sheila Coroner. Meliputi dua bagian, dan tujuh rincian pelaksanaan kerja. Cara-cara tersebut digabungkan dengan metode pembuatan program televisi, yang terdiri dari 3 tahap; pra produksi, produksi, serta paska produksi. Hal tersebut karena karya dibuat dalam format audio-visual, dan akan ditayangkan di stasiun televisi. Selain itu, juga dilakukan negosiasi penayangan dengan stasiun-stasiun televisi lokal yang ada di Semarang, diantaranya yakni Pro TV, TV Borobudur, Cakra Semarang TV, dan TVRI Jawa Tengah. Pada akhirnya, didapatkan kesepakatan penayangan dengan pihak Cakra Semarang TV. Karya Bidang dapat ditayangkan dengan mengisi spot program yang telah ada. Dari dua pilihan program berita, yakni “Seputar Jawa Tengah” dan „Target Investigasi”, diputuskan bahwa program yang disebut terakhirlah yang dinilai lebih cocok dengan tema penyalahgunaan Wi-Fi kampus.Dan setelah keseluruhan proses kerja dilaksanakan, dapat dibuktikan bahwa memang ada mahasiswa di berbagai kampus di Semarang, yang melakukan penyalahgunaan jaringan Wi-Fi di kampusnya. Sistem otentifikasi jaringan dan filter situs porno, ternyata tidak membuat mahasiswa jera untuk mengakses situs porno. Bahkan mereka memiliki cara-cara khusus untuk dapat menembus sistem kemanan tersebut. Seluruh hasil penelusuran dirangkai dalam sebuah tayangan berita investigasi berdurasi ± 30 menit. Untuk dapat ditayangkan, pihak Cakra TV melakukan editing ulang, yakni dengan mengganti bumper dan title “Suar Investigasi”, menjadi “Target Investigasi”. Beberapa bagian video diubah urutannya, naskah narasi presenter juga disesuaikan. Bagian presenter dihilangkan, diisi dengan shoot presenter Cakra TV yang diambil secara live (siaran langsung). Karya Bidang ini tayang pada Senin, 9 Juli 2012 di Cakra Semarang TV.Kata Kunci : Wi-Fi, Pornografi, Investigasi, TelevisiiiINVESTIGATIVE REPORTING VIDEO: “REVEAL MISAPPLICATION OF WI-FI IN CAMPUS FOR ACCESS AND DOWNLOAD PORNOGRAPHY CONTENT”ABSTRACTThe Internet has become part of the needs and lifestyles of today's society. The public is increasingly facilitated by the presence of Wi-Fi (Wireless Fidelity). This technology is used by universities in Semarang, as a free facilities that support education. With Internet access via Wi-Fi network, students easily find a variety of information in cyberspace. Unfortunately, there are some misapplication on that utilization. Some student at several university have used the free internet facility for access pornography websites, and download porn videos.To prove that the abuse actually occurred, it would require a further search. Search carried out by applying methods of investigative journalism by Sheila Coroner. Includes two parts, and seven working implementation details. These methods are combined with a method of making a television program, which consists of three stages: pre-production, production, and post-production. This is because the work is created in the audio-visual format, and will be aired on television stations. In addition, there are negotiations with local television stations in Semarang, such as Pro TV, TV Borobudur, Cakra Semarang TV, and TVRI Jawa Tengah. In the end, obtained an agreement with the Cakra Semarang TV. The Project can be screened by filling the existing programs. There are two news program, "Seputar Jawa Tengah" and "Target Investigasi", that may suitable for the Project. But it was decided that “Target Investigasi” was more suitable for the theme of misapplication of Wi-Fi in campus.Indeed, after the whole process of work carried out, it can be proven that there are students at various campus in Semarang, who were doing misapplication of Wi-Fi facility. Network authentication system and filter porn sites doesn‟t make a deterrent for students to access porn sites. They even have special ways to be able to penetrate the security system. The throughout video of the project have arranged in ± 30 minutes of an investigative news program. To be ready to be aired, the TV station should have the extra editing, by replacing the bumper and the title of "Suar Investigasi", changed to "Target of Investigasi". There are also some video sequence that have be modified. The script narration for the host have been also modified. The part for the former host have been removed, filled with the shoot of TV‟s host that have been taken in live broadcast. The Project hasve been aired on Monday, July 9th, 2012 at Cakra Semarang TV.Keyword: Wi-Fi, Pornography, Investigation, TelevisioniiiVIDEO REPORTASE INVESTIGASI:“Mengungkap Penyalahgunaan Wi-Fi Kampus untuk Mengakses dan Mengunduh Konten Porno”Resume Laporan Karya BidangDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusun:Nama: Muhammad Akbar NugrohoNIM: D2C007058FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2012ivBAB IPENDAHULUANTeknologi Wi-Fi telah banyak dimanfaatkan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Dengan adanya area Wi-Fi di kampus, maka akan memudahkan mereka dalam mengakses internet pada tempat dan waktu itu juga. Apalagi bagi sebagian besar mahasiswa saat ini, laptop sudah tidak menjadi barang mahal.Fasilitas Wi-Fi gratis yang disediakan oleh kampus, idealnya digunakan untuk kepentingan pendidikan. Namun kenyataannya ditemukan fakta bahwa ada oknum-oknum mahasiswa yang tidak menggunakan fasiltas itu dengan semestinya. Berdasarkan hasil pra-riset, telah ditemukan di empat buah universitas di Semarang, dimana ada oknum mahasiswanya yang pernah mengakses dan mengunduh konten porno di area Wi-Fi kampus. Beberapa dari kampus tersebut memiliki sistem filter / keamanan yang lemah terhadap situs porno.Gambar 1.1. Seorang mahasiswa di kampus A sedang mengakses internet di area Wi-Fi kampusnyavDiberlakukannya Undang-undang no.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-undang no.44 tahun 2008 tentang Pornografi, membuat kegiatan mengakses, mengunduh, dan mendistribusikan konten porno kegiatan tersebut telah menjadi sebuah tindak pidana. Namun, akibat kurangnya pengawasan dan kesadaran pribadi mahasiswa, hal itu tidak membuat mereka jera. Apalagi, belum ada aturan yang jelas dari kampus tentang perbuatan tersebut.Berdasarkan penemuan tersebut, maka dibuatlah Karya Bidang berupa video reportase investigasi, yang bertujuan untuk mengungkapkan fakta bahwa jaringan Wi-Fi di beberapa universitas di Semarang, telah disalahgunakan untuk mengakses dan mengunduh konten porno. Pembuatannya dilakukan dengan berlandaskan teori-teori jurnalistik, khususnya mekanisme jurnalisme investigasi menurut Sheila CoronerPara wartawan investigasi memaparkan kebenaran yang mereka temukan, melaporkan adanya kesalahan-kesalahan, dan menyentuh masyarakat untuk serius terhadap soal yang dikemukakan, mengafeksi masyarakat dengan bacaan moral yang dikumpulkannya (Santana. K, 2003; 97). Untuk menelusuri fakta, paraGambar 1.2. Sebuah situs porno yang sedang diaksesviwartawan investigasi melakukan kegiatan investigative reporting. Kegiatan nvestigative reporting merupakan kegiatan peliputan yang mencari, menemukan, dan menyampaikan fakta-fakta adanya pelanggaran, kesalahan, atau kejahatan yang merugikan kepentingan umum dan masyarakat (Santana. K, 2003; 135).Karya Bidang akan ditayangkan di salah satu program yang adadi Cakra Semarang TV, dengan mempertimbangkan segmentasi penonton. Segmentasi penonton didapatkan stelah diketahui nilai berita (news value), yang diantaranya: konsekuensi peliputan dan penayangan, diharapkan bisa mempengaruhi kebijakan beberapa universitas terkait fasilitas Wi-Fi, kedekatan dengan aspek-aspek dunia pendidikan, kemasyuran karena melibatkan institusi pendidikan tinggi ternama di Semarang, serta sifatnya yang baru (tindakan penyalahgunaan Wi-Fi dilakukan baru-baru ini).BAB IIGAMBARAN UMUMUntuk mencegah pengaksesan situs-situs bermuatan pornografi di area kampus, pihak pengelola Wi-Fi telah melakukan beberapa upaya. Dari hasil penelusuran di kampus-kampus yang terdapat di kota Semarang, kami menemukan bahwa hampir semua kampus tersebut telah menerapkan sistem otentifikasi dan filter situs porno.Sistem otentifikasi digunakan untuk membatasi pengguna hanya sebatas mahasiswa universitas bersangkutan. Setiap mahasiswa diberikan username dan password tertentu. Menurut dosen dan praktisi teknologi informasi, Dr. RidwanviiSanjaya, setiap akses internet dapat dilacak. Dengan sistem tersebut,diharapkan mahasiswa akan berpikir dua kali jika akan mencoba membuka situs-situs porno.Selain otentifikasi, juga dterapkan sistem filter. Sistem filter yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Nawala dari Yayasan Nawala Nusantara (http://www.nawala.org). Nawala akan membantu menepis jenis situs-situs negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian.Daftar situs-situs yang dinilai mengandung unsur-unsur tersebut terus diperbarui, sehingga akan mengurangi kemungkinan pengguna internet yang bisa mengaksesnya. Jika ada pengguna yang mencoba membuka situs-situs yang ada dalam sistem database, maka akses akan ditolak.BAB IIIPELAKSANAAN, EVALUASI DAN ANALISIS KERJA3.1 Pelaksana Kerja Tahap Produksi3.1.1 ProduserProduser adalah orang yang memegang pimpinan dalam sebuah produksi program siaran televisi, tugasnya melaporkan kepada produser eksekutif, yang bertanggung jawab pada pelaksanaan produksi. (Darwanto, 2007; 161).viii3.1.2 ReporterSesuai dengan proses kerja investigasi yang diuraikan Sheila Coroner (Santana. K, 2003; 170-177), maka reporter melakukan tugas-tugasnya sebagai berikut:1. Pencarian petunjuk awal (first lead).Reporter mencoba melakukan akses internet di area-area Wi-Fi kampus yang diinformasikan oleh narasumber.2. Investigasi pendahuluan (initial investigation).Reporter berkeliling ke lima buah kampus yang ada di kota Semarang, untuk mengetahui bagaimana para mahasiswanya memanfaatkan fasilitas Wi-Fi.3. Pembentukan hipotesis (forming an investigative hypotesis).Ada mahasiswa dari beberapa kampus di Semarang yang bisa mengakses konten porno melalui jaringan Wi-Fi kampusnya. Mereka sengaja memanfaatkan kelonggaran sistem keamanan jaringan Wi-Fi yang ada di kampusnya.4. Pencarian dan pendalaman literatur (literature search).Reporter menelusuri berita-berita terkait penyalahgunaan internet untuk akses situs porno, data-data pelanggaran, serta ada tidaknya peraturan yang mengatur pemanfaatan internet dan akses pornografi.5. Wawancara dengan pakar dan sumber ahli (interviewing experts).Wawancara dengan Adian Fathurrahman, Ketua Bidang Jaringan dan Insfrastruktur, Puskom IT Undip.ix6. Penjejakan dokumen-dokumen (finding a paper trail).Reporter mempelajari undang-undang mengenai teknologi informasi dan pornografi. Didapatkan Undang-undang no.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta UU no.44/2008 tentang Pornografi.7. Wawancara dengan sumber kunci dan saksi (interviewing key informants and sources).Reporter melakukan wawancara dengan beberapa mahasiswa yang diduga pernah mengakses situs porno di area Wi-Fi kampus.8. Pengamatan langsung di lapangan (first hand observation).Reporter kembali melakukan penelusuran di kampus-kampus di kota Semarang. Pada tahap kegiatan ini, reporter berhasil menemukan seorang mahasiswa oknum pelaku yang kedapatan sedang mengakses situs porno di kampus A.9. Pengorganisasian file (organizing file).Berbagai keterangan dan data yang sudah didapatkan telah ditulis serta direkam secara audio-visual. Selain itu, juga ditentukan daftar narasumber yang akan diwawancarai.10. Wawancara lebih lanjut (more intreviews).Reporter melakukan wawancara dengan praktisi teknologi informasi, tokoh pendidikan, serta psikolog sosial di Kota Semarang.11. Analisis dan pengorganisasian data (analyzing and organizing data).Ada lima orang mahasiswa pelaku yang bersedia diwawancarai. Sebagian besar dari mereka tidak mengetahui adanya UU Pornografi dan ITE. Sedangkan pihak kampus sendiri, belum membuat aturan dengan sanksi yang jelas. Selamaxini, kampus lebih berperan dalam memberikan anjuran-anjuran, seperti melalui dosen-dosen di kelas, serta peraturan akademik.3.1.3 Penulis Naskah (Scriptwriter)Naskah dibuat dalam beberapa segmen dengan rincian garis besar tema yang akan dibahas (Darwanto, 2007; 165): 1. Segmen I: Pengenalan tema dan kasus yang dibahas, 2. Segmen II: Jembatan penghubung antara kasus dengan pihak-pihak yang berhubungan dengannya, 3. Segmen III: Rangkaian pendapat narasumber dan kesimpulan.3.2 Pelaksana Kerja Tahap Produksi3.2.1 ProduserDalam tahap produksi, produser melakukan beberapa tugas, yaitu perijinan pemakaian tempat, perijinan peminjaman alat dan tanggungjawab terhadap kru.3.2.2 ReporterDalam tahap produksi, reporter bekerja sama dengan kamerawan untuk melakukan wawancara. Wawancara dilakukan dengan lebih mempertimbangkan kepentingan pengambilan gambar.3.2.3 Pengarah ProduksiTugas-tugas yang dilakukan pengarah acara adalah: menentukan lokasi-lokasi pengambilan gambar sesuai panduan naskah, menyiapkan storyboard untuk pengambilan gambar presenter, menyiapkan dan mengarahkan prompter,ximenyiapkan baju presenter saat pengambilan gambar presenter, menjadi asisten kamerawan, mengatur tata artistik gambar, mengatur pencahayaan gambar.3.2.4 KamerawanPengambilan gambar wawancara narasumber dilakukan dengan menggunakan bantuan tripod. Tujuannya adalah menjaga stabilitas gambar, agar tidak goyang. Ada tiga hal yang diperhatikan dalam pengambilan gambar ini. Yakni latar belakang gambar, bahasa gambar, serta komposisi gambar.Sedangkan pengambilan gambar-gambar yang mendukung naskah dan narasi, lebih banyakdilakukan tanpa bantuan tripod. Yang diperhatikan dalam pengambilan gambar ini adalah bahasa gambar, bahasa kamera dan komposisi gambar. Kamerawan juga melakukan pengambilan gambar secara terselubung atau sembunyi-sembunyi (hidden camera). Pengambilan gambar tersebut dilakukan saat merekam aktifitas oknum mahasiswa di kampus A. Kamerawan merekam dari kejauhan, serta melindungi kamera dengan tas, agar tidak mencolok.3.3 Pelaksana Kerja Tahap Paska Produksi3.3.1 Editor GambarEditor gambar bertugas untuk melakukan penyuntingan dan penyusunan gambar sesuai dengan naskah editing (Darwanto, 2007; 177). Sebelumnya, editor video melakukan pemindahan data-data gambar dan suara. Data-data tersebutxiidipindahkan dari media kaset mini DV menuju hard disk komputer dan hard disk eksternal.3.3 Evaluasi KerjaEvaluasi dilakukan oleh produser eksekutif dari Cakra TV, Purnomo Awari. Terdapat beberapa hal yang menjadi catatan beliau dalam evaluasi ini. Ada beberapa masukan, seperti kurangnya tingkat kedalaman naskah investigasi, pengambilan gambar untuk dua buah wawancara yang kurang baik, serta beberapa gambar dinilai kurang pencahayaan3.4 Analisis KerjaDari keseluruhan evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa ketrampilan untuk membuat sebuah karya investigasi yang baik. Ketrampilan dalam merencanakan sebuah program televisi yang dikuti dengan ketrampilan membuat dan mengolah audio dan video. Ketrampilan tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan dan wawasan yang luas, agar menghasilkan kedalaman dalam penulisan naskah investigasi.Seperti yang dikatakan Rosihan Anwar, terdapat dua tipe wartawan, yakni yang wartawan yang mahir menggunakan keahlian teknik kerja (The Common Garden Journalist), dan ada wartawan yang selalu berpikir bagaimana membuat suatu informasi yang efektif (The Thinker Journalist). (Kuswandi, 1996; 52). Oleh karena itu, untuk membuat suatu karya jurnalistik yang baik, diperlukan kemampuan berpikir mendalam, yang ditunjang pula dengan ketrampilan praktis.xiiiBAB IVPENUTUP4.1 Simpulan1. Ada mahasiswa dari kampus-kampus di Semarang yang mengakses dan mengunduh konten porno lewat jaringan Wi-Fi kampusnya.2. Ada mahasiswa yang bisa menggunakan cara-cara khusus untuk menembus sistem filter situs porno4.2 Saran4.2.1 Bagi Tim:1. Tema investigasi sebaiknya diangkat dari suatu kontroversi yang dikuatkan oleh pendapat narasumber-narasumber berpengaruh.2. Standar ukuran video untuk tayangan di Cakra Semaramg TV adalah gambar dengan format .avi dengan dimensi 720x576, serta kualitas suara stereo.4.2.2 Bagi Perguruan Tinggi:Bagi perguruan tinggi, perlu menerapkan sistem otentifikasi dan filter yang merata di setiap titik akses. Perlu juga untuk mulai menerapkan aturan yang tegas bagi tindakan penyalahgunaan jaringan Wi-Fi.4.2.3 Bagi Mahasiswa:Disarankan kepada mahasiswa agar memanfaatkan Wi-Fi gratis di kampus untuk kepentingan-kepentingan seperti akses jurnal ilmiah, berita, informasi dan referensi. Porsi pemanfaatan untuk hal-hal tersebut sebaiknya lebih besar dibandingkan untuk akses situs-situs hiburan.xivDAFTAR PUSTAKABuku:Darwanto. (2007). Televisi sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.Gaines, William.C. (2007). Laporan Investigasi untuk Media Cetak dan Siaran. Jakarta: ISAI.Ishwara, Luwi. (2007). Catatan-catatan Jurnalisme Dasar (3th ed.). Jakarta: Penerbit Buku Kompas.Kovach, Bill., dan Rosenstiel, Tom. (2006). Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: Yayasan Pantau.Kusumaningrat, Hikmat., dan Kusumaningrat, Purnama. (2005). Jurnalistik: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.Kuswandi, Wawan. (1996). Komunikasi Massa: Sebuah Analisis Media Televisi. Jakarta: Rineka Cipta.Muda, Deddy Iskandar. (2003). Jurnalistik Televisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.Santana.K, Septiawan. (2003). Jurnalisme Investigatif. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.Santana.K, Septiawan. (2005). Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.Subroto, Darwanto. S. (1994). Produksi Acara Televisi. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.Wahyudi, J.B. (1994). Dasar-dasar Manajemen Penyiaran. Jakarta: Gramedia.Wibowo, Fred. (1997). Dasar-dasar Produksi Program Televisi. Jakarta: Grasindo.Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa (8th ed.). Jakarta: Kencana.xvE-book:De Burgh, Hugo. (2008). Investigative Journalism (2nd ed.). New York: Routledge.Hill, David.T and Sen, Krishna. (2005). Internet in Indonesia New Democracy. New York: Routledge.Internet:Diakses pada 20 November 2011, pukul 22.00-22.15 WIB:http://anggara.org/2008/03/26/uu-informasi-dan-transaksi-eletronik-uu-ite-adalah-ancaman-serius-bagi-bloger-indonesia/http://anggara.files.wordpress.com/2008/03/uu-ite.pdfhttp://blanov.blogspot.com/2009/03/pengenalan-Wi-Fi.htmlhttp://ebookbrowse.com/makalah-seminar-keamanan-Wi-Fi-uny-josua-m-sinambela-pdf-d27203760http://www.4shared.com/document/U4tIsU0F/konfigurasi-jaringan-hotspot.htmlDiakses pada 22 November 2011, pukul 13.11-13.45 WIB:http://www.batan.go.id/prod_hukum/extern/uu-ite-11-2008.pdfhttp://www.lipi.go.id/intra/informasi/1250035982.pdfhttp://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronikhttp://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/11/11/17/luszsf-uu-ite-digunakan-untuk-kepentingan-orang-berduithttp://www.bloggerceria.com/2009/06/cara-pasang-Wi-Fi-router-murah.htmlhttp://blog.fastncheap.com/cara-mudah-mencari-driver-komputer-dan-laptop/22 nov 11http://elesmana23.blogspot.com/2011/06/jumlah-pc-notebook-dan-netbook-di.htmlDiakses pada 27 November 2011, pukul 12.50-13.15 WIB:http://tekno.kompas.com/read/2010/07/30/1338421/Prospek.Pasar.Laptop.Semakin.Topxvihttp://rinismanca.blogspot.com/2008/04/penyalahgunaan-internet-di-kalangan.htmlhttp://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/Diakses pada 1 Januari 2012, pukul 19.00-20.00 WIB:http://budiawan-hutasoit.blogspot.com/2011/01/ini-dia-statistik-situs-porno-di.htmlhttp://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/04/23/ratusan-situs-porno-muncul-tiap-harihttp://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/fakta-menyedihkan-ternyata-indonesia-pengakses-situs-porno-terbesar-dunia-dampak-perkembangan-teknologi-informasihttp://www.catatanteknisi.com/2011/11/pengertian-definisi-jaringan-wifi.htmlhttp://www.catatanteknisi.com/2011/11/wireless-access-point.htmlhttp://www.inherent-dikti.nethttp://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/04/10/8420/Pengguna- Terbanyak-Kata-Kunci-Porno-di-InternetDiakses pada 10 Januari 2012, pukul 19.00-21.00http://habibimustafa.wordpress.com/2010/02/18/mengenal-wi-fi-wireless-fidelity/http://www.inherent-dikti.nethttp://www.goenawanb.com/it/pengertian-bandwidth/18oktober2011http://www.agungsulistyo.wordpress.com/2007/06/06/apakah-malware-itu/http://www.isi-dps.ac.id/berita/televisi-sebagai-konstruksi-realita-bagian-iiDiakses pada 17 Juli 2012, pukul 07.00 WIBhttp://asiaaudiovisualexc09adibganteng.wordpress.com/investigative-reporting-peran-media-dalam-membongkar-kejahatan/
AUDIT BRANDING GRAND CANDI HOTEL SEMARANG DALAM MEMPERTAHANKAN OKUPANSI Rony Kristanto Setiawan; Agus Naryoso; Lintang Ratri Rahmiaji; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.604 KB)

Abstract

Grand Candi Hotel merupakan salah satu independent hotel bintang limayang berdiri di Kota Semarang. Okupansi Grand Candi Hotel pada awal tahun2015 sangat rendah, di bawah 60%. Okupansi awal tahun 2015 lebih rendahdibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Rendahnya okupansi disebabkan olehbeberapa faktor, diantaranya: melemahnya kondisi ekonomi Indonesia di tahun2015 yang berdampak krisis pada semua sektor usaha, diterbitkannya surat edaranMen-PAN RB No. 10/2014, dan persaingan bisnis perhotelan yang sangat tinggidengan dibangunnya hotel-hotel baru di Semarang.Dalam menghadapi situasi tersebut, Departemen Marketing KomunikasiGrand Candi Hotel merencanakan berbagai program untuk mempertahankan danmeningkatkan okupansi. Grand Candi Hotel menetapkan konsep branding sebagaithe galery hotel sebagai unique selling propostion (USP), yaitu sebagai satusatunyahotel di Kota Semarang dengan konsep the galery hotel .Peneliti menggunakan audit branding untuk mengevaluasi danmenganalisis branding yang dilakukan oleh Grand Candi Hotel Semarang padatahun 2015. Teori yang dipakai adalah teori branding, teori positioning, dan teorikomunikasi pemasaran terpadu. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatifdengan tipe penelitian audit komunikasi. Teknik pengumpulan data yangdigunakan berupa berupa wawancara dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa Grand Candi Hotel sejak tahun 2000telah menggunakan konsep branding “the galery hotel” untuk mempertahankandan meningkatkan pendapatan hotel. Konsep tersebut diimplementasikan kedalam berbagai program yang ditentukan bersama-sama oleh seluruh HOD danGM. Program-program tersebut berupa kegiatan marketing komunikasi untukmembangun brand value, price value, brand association, brand experience,business to business branding, dan online branding. Dalam pelaksanaanya,ditemukan kekurangan pada pelaksanaan media relations, community relations,pemanfaatan website, pemanfaatan social media, mengukur media coverage,program membership, dan pengurangan pada anggaran branding.Saran peneliti bagi akademis yaitu: bagi penelitian selanjutnyadiharapkan tidak menggunakan indikator keberhasilan branding pada hotel darimeningkatnya okupansi saja, tetapi juga dapat menggunakan indikatorpeningkatan pada jumlah member hotel, peningkatan penjualan pada foods andbaverages, dan penggunaan fasilitas ruangan untuk MICE (Meeting, Incentive,Conference, Exibition).Saran praktis bagi Grand Candi Hotel yaitu: mengadakan programgathering dan media visit, mengelola dan mengayomi suatu forum komunitas,merubah website ke dalam bentuk yang lebih dinamis dan menarik, membuatperencanaan yang matang dalam melakukan online branding, melakukan mediacoverage, meningkatkan jumlah pengguna Priviledge Card Membership,mempertahankan dan meningkatkan service quality pada tamu hotel, sertamelakukan renovasi untuk memperluas fasilitas Grand Sport.
PENGARUH TERPAAN IKLAN KOSMETIK MAYBELLINE DI TELEVISI DAN INTENSITAS KOMUNIKASI WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK MAYBELLINE Nugrahini Tri Kusumaningrum, Dwi; Widowati Herieningsih, Sri
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.462 KB)

Abstract

Advertising is one of the sales promotion tools used by companies to market their products to the wider community. Advertisements are made as attractive as possible with the aim to attract the attention of the public to have the decision to buy a product. In addition, word of mouth / mouth to mouth communication is a strong factor to influence consumers in choosing products. The purpose of this study was to determine the effect of exposure to Maybelline cosmetic advertisements on television and the intensity of word of mouth communication on purchasing decisions of Maybelline cosmetic products. The theory used is Advertising Exposure Theory (Batra, Myers, and Aaaker, 2009) and Buyer Information Environment Theory (Liliweri, 1992). The sample technique used is non-probability sampling with a sampling method that is purposive sampling. The number of samples in this study were 100 respondents with special criteria, namely women aged 18-25 years, domiciled in the city of Semarang, had seen Maybelline advertisements on television, and had talked offline / face to face or online about Maybelline cosmetic products. The data analysis used is simple linear regression. The results of the study indicate that the significance value for the variable Maybelline cosmetic ad exposure on television is 0,000, which means very significant. This shows that there is an influence between exposure to Maybelline cosmetic advertisements on television (X1) to the purchase decision of Maybelline (Y) cosmetic products to be exact at 51.8 percent. Furthermore, the variable intensity of word of mouth communication found a significance value of 0,000, which means very significant. Then there is the effect of the intensity of word of mouth communication (X2) on the purchase decision of Maybelline (Y) cosmetic products precisely at 53.2 percent. The conclusion of this study is the variable exposure to Maybelline cosmetic advertisements on television and the intensity of word of mouth communication affect the purchasing decisions of Maybelline cosmetic products. But with these results, it is suggested to Maybelline Indonesia to be able to create a tagline that is easier for consumers to remember, and to hold creative campaigns on interactive social media by including hastag (#) or making interesting quizzes to further improve consumer purchasing decisions.
INTERPRETASI KHALAYAK TERHADAP GAYA BERHUMOR SENTILAN SENTILUN Kevin Devanda Sudjarwo; Hedi Pudjo Santosa; Adi Nugroho; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.089 KB)

Abstract

Humor telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari manusia, bisa dibilang sebagai bentuk paling dasar, sederhana, dan tua dari hiburan. Humor telah mewarnai aktivitas kita sehari-hari, mulai dari interaksi sosial hingga mewarnai media massa. Humor menjadi produk dari televisi dalam kemasan komedi, Sentilan Sentilun salah satunya. Acara yang ditayangkan oleh Metro TV ini merupakan talk show dengan genre politainment. Dipandu oleh Slamet Rahardjo dan Butet Kertaradjasa, acara ini membahas kondisi sosial dan politik Indonesia dari sudut pandang humor. Sentilan Sentilun mengajak khalayaknya untuk menertawakan keganjilan kondisi sosial dan politik. Mereka bergunjing mengenai pembesar-pembesar negara yang korup, mewakili uneg-uneg dan ketidakpuasan yang ada pada masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interpretasi khalayak terhadap gaya berhumor Sentilan Sentilun. Bagaimana mereka memaknai pesan yang diberikan berdasar kerangka pikirnya masing-masing, gaya berhumor yang seperti apa yang kemudian membuat mereka tertawa. Berangkat dari hal-hal tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan analisis resepsi dari Stuart Hall. Data diperoleh dari studi kepustakaan dan teknik indepth interview. Yang menjadi subyek penelitian ini adalah empat narasumber dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda, guru, seniman, dan mahasiswa dengan latar belakang budaya Jawa, dan seorang fresh graduated dengan latar belakang budaya Minang. Yang diharapkan dari keempat narasumber tersebut adalah keragaman jawaban dan pendapat yang kemudian dapat ditarik kesimpulan berdasar teori Stuart Hall.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan keempat narasumber sebagai khalayak Sentilan Sentilun benar dipengaruhi oleh kerangka pikir mereka masing-masing. Narasumber menyadari bahwa apa yang dilakukan Sentilan Sentilun merupakan bentuk representasi dari apa yang mereka juga lakukan dalam kehidupan sehari-hari, menggunjingkan para pembesar negara dengan humor. Dan bagaimana pada dasarnya mereka menunjukkan sikap suportif terhadap apa yang dilakukan Sentilan Sentilun tersebut. Dalam hal mengapa Sentilan Sentilun memilih untuk menggunakan humor terdapat perbedaan pendapat tetapi juga mereka menunjukkan kesetujuan bahwa humor dipakai untuk membuat topik yang sensitif dan tabu menjadi lebih sopan, tidak terlalu “menusuk”, dan mendatamgkan penerimaan. Maka dari itu, humor pada akhirnya menjadi semacam bentuk kontrol sosial bagi siapa saja khususnya para pelaku dunia sosial dan politik Indonesia. Keywords: humor, interpretasi, media, Sentilan-Sentilun.
Haters Phenomena in Social Media Angga Pradipta; Nuriyatul Lailiyah, S.Sos, M.I.Kom
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.567 KB)

Abstract

Social media is internet-basic media, functioned as interaction media room based on multimedia technology. And social media created some effects. One of the negative effects of social media is haters phenomena. Haters are a person who easily said dirty words, harass, and humiliate to others. This phenomena causes anxiety—especially in Indonesia, even the Government issued public policy and letter of regulation about this phenomena, through Paragraph 27 verse (3) IT Constitution, Paragraph 45 verse (1) IT Constitution and Kapolri Letter SE/6/X/2015. Haters phenomena increasingly uncontrolled even many public figure affected by this phenomena. Goals of this research are to understand the impact of social media for haters phenomena and to understand haters attitude in social media and in their real life. Methodology of this research is combination of quantitative and qualitative method with case study approach. The theories are Social Media Effect, Verbal Aggressive, and Impression Management. The result of this research shows: (1) High frequencies of social media usage make haters feel addict. (2) Someone who online more than other, tend to open their selves easily. (3) The haters think if verbal aggressive that they do is positive way to criticize something. (4) The haters’ attitude in social media and in their real life is similar. (5) Characteristics of verbal aggressive are shown by all haters. (6) The haters think that their attitudes in social media are the way to show their positive-face to the public. Whereas their attitudes are tend to aggressive communication. The conclusions of this research are social media cause addiction effect that construct haters’ mind and attitude. What they already show to us through social media is their real-life attitude. Aggressive communication is a form to criticize something as their effort to show their positive-face. The suggestion are, surveillance to social media usage, activate the regulations for haters’ phenomena, and socialization the effect of social media in the schools.

Page 53 of 157 | Total Record : 1563