cover
Contact Name
Sigit Rimbatmojo
Contact Email
Sigitrimbaatmojo@gmail.com
Phone
+6285640739055
Journal Mail Official
dialektikapmat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Peradaban, Jl. Raya Pagojengan Km. 3 Paguyangan, Brebes 52276 Phone. (+62 289 432032), Fax.(+62 289 430003)
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika
Published by Universitas Peradaban
ISSN : 27977234     EISSN : 20894821     DOI : -
Core Subject :
Dialektika Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Peradaban. Penerbitan Jurnal Dialektika dimaksudkan sebagai wadah publikasi karya ilmiah berupa hasil pemikiran maupun hasil penelitian di bidang Pendidikan Matematika dan Matematika Terapan, setiap naskah yang dikirim akan ditelaah oleh mitra bestari. Jurnal Dialektika terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMK KERABAT KITA BUMIAYU: Array Anggreyani, F
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu (1) bentuk pendidikan karakter yang komprehensif di SMK Kerabat Kita Bumiyu, (2) cara guru mengintregasikan nilai pendidikan karakter pada pembelajaran matematika di SMK Kerabat Kita Bumiayu, (3) hambatan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran matematika di SMK Kerabat Kita Bumiayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif, subjek penelitiannya dalah guru matematika kelas XI ottotronik SMK Kerabat Kita Bumiayu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, untuk teknik keabsahan datanya menggunakan teknik triangulasi data, dan teknik analisis data menggunakan teknik Reduksi, Display dan Pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pendidikan karakter secara komprehensif dilakukan dalam 3 bentuk kegiatan yaitu : (a) Proses pembelajaran; (b) Manajamen sekolah; dan (c) Kegiatan pembinaan kesiswaan. Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran Matematika di SMK Kerabat Kita Bumiayu dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Adapun hambatan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran matematika adalah kurangnya pemahaman guru dalam penerapan pendidikan karakter pada pemebelajaran matematika, karakteristik siswa yang berbeda, dan waktu kurang efisien.Saran yang dapat peneliti berikan adalah Diadakannya pelatihan khusus dalam penerapan pendidikan karakter sehingga guru mampu mengembangkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Abstract The purpose of this research is to know (1) the form of comprehensive character education in SMK Kerabat Kita Bumiyu, (2) the way teachers integrate a value of character education in learning mathematics in SMK Kerabat Kita Bumiayu, (3) obstacles are faced in the implementation of character education in learning mathematics at SMK Kerabat Kita Bumiayu. This study uses a case study approach with the type of qualitative research, the subject of this research is math of teacher in class XI ottotronik SMK Kerabat Kita Bumiayu. Data collection techniques use interview, observation, and documentation techniques, for data validity techniques using data triangulation techniques, and data analysis techniques using Reduction, Display and Conclusion techniques. The results show that character education comprehensively is conducted in 3 forms of activities, namely: (a) Learning process; (b) school management; and (c) Student coaching activities. The integration of character education in the learning process of Mathematics at SMK Kerabat Kita Bumiayu is carried out from the planning, implementation, and evaluation of learning. The obstacles faced in the implementation of character education in the learning of mathematics is the lack of understanding of teachers in the application of character education in the learning of mathematics, the characteristics of different students, and less efficient time.Suggestions that researchers can provide is the implementation of special training in the application of character education so that teachers are able to develop character values in learning.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING BERBANTUAN GEOBOARD TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MATERI SEGI EMPAT: Array Lestari, W
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Probing Prompting berbantuan Geoboard terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Populasinya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ajibarang. Sampelnya yaitu kelas eksperimen VII F, kelas kontrol VII H, dan kelas uji coba VII I, dengan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengambilan datanya dengan mengunakan uji ketuntasan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa, uji proporsi ketuntasan rata-rata, uji beda rata-rata dan uji regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa melampaui 73 dengan proporsi siswa yang tuntas melebihi 75%. Nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas eksperimen adalah 82,96 lebih baik daripadanilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas kontrol yaitu 62,00. Uji regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif keterampilan proses siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa sebesar 83%. Kesimpulan dari uraian diatas adalah penggunaan model pembelajaran Probing Prompting berbantuan Geoboard efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa materi segi empat. Abstract The aim of this research was to find out Probing Prompting aided Geoboard model effective or not for the ability understanding a mathematical concept of student’s. The population in this research were students of VII grade SMP Negeri 2 Ajibarang. The sample used in this research was class VII F as an experimental class and class VII H as control class that was determined by using Simple Random Sampling technique. Data collection techniques using test completed the average, test proportion the average, test different the average,nad simple regression test. The result of this research showed that the average score of ability understanding a mathematical concept of students was 73 with students’ proportion students more than 75%. The average score the ability understanding a mathematical concept of students of experiment class was 82,96 better than the average score the ability understanding a mathematical concept of students of control class 62,00. The score of simple regression test meant that there were positive students that skill the process in the ability understanding a mathematical concept of students 83%. The concluded of the description above was the use of Probing Prompting aided Geoboard model effective in the ability of a mathematical conception understanding of student’s matter rectangular.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI DAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL: Array Prihatin, Suci; Isnani, Isnani; Utami, Wikan B
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prestasi belajar matematika: 1) peserta didik yang diajarkan menggunakan model Demonstrasi dan NHT memenuhi target KKM, 2) ada atau tidaknya perbedaan peserta didik antara yang diajarkan menggunakan model Demonstrasi, NHT dan konvensional, 3) ada atau tidaknya perbedaan peserta didik antara yang diajarkan menggunakan model Demonstrasi, NHT dan konvensional ditinjau dari kemampuan awal, 4) manakah pembelajaran yang paling efektif antara peserta didik yang diajarkan menggunakan model Demonstrasi, NHT dan konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan awal. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Tarub sebanyak 304 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling diambil empat kelas. Pengumpulan data menggunakan model dokumentasi dan tes. Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas, maka analisis data untuk penelitian ini menggunakan uji proporsi satu pihak kanan, Uji RAK dan Benferoni.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika: (1) peserta didik antara yang diajarkan menggunakan model Demonstrasi dan NHT memenuhi target KKM, (2) terdapat perbedaan peserta didik antara yang diajarkan menggunakan model Demonstrasi, NHT, dan konvesional, (3) ada perbedaan peserta didik antara yang diajarkan menggunakan model Demonstrasi, NHT dan konvensional ditinjau dari kemampuan awal. (4) model Demonstrasi, NHT dan konvensional mempunyai kemampuan yang sama. Abstract The purpose of this study is to describe the achievement of learning mathematics: 1) the learners who are taught using Demonstration model and NHT fulfil the target of KKM, 2) whether or not difference of learners between who are taught using Demonstration, NHT and conventional model 3) (4) Where is the most effective learning between learners who are taught using Demonstration, NHT and conventional models of mathematics learning achievement in terms of initial ability. The population of this study is all students of class VIII of SMP Negeri 2 Tarub as many as 304 learners. Sampling was done by cluster random sampling taken four classes. Data collection using documentation and test models. After the test of normality and homogeneity, the data analysis for this research uses the test of the right one-sided proportion, RAK and Benferoni Test. The result of the research shows that the achievement of learning mathematics: (1) the learners between who are taught using Demonstration model and NHT fulfil the target of KKM, (2) there are differences of learners between who are taught using Demonstration model, NHT, and conventional, (3) there is difference of learners between who are taught using Demonstration, NHT and conventional model in terms of initial ability. (4) Demonstration model, NHT and conventional have the same ability.
ANALISIS KEMAMPUAN IPA MELALUI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS TERHADAP PENENTUAN JURUSAN DI SMA BUSTANUL ULUM NU BUMIAYU: Array Bilqis, Elfa M
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan IPA dari setiap siswa berbeda-beda, hal ini dapat diketahui melalui tes kecerdasan logis matematis. Kemampuan IPA siswa diukur untuk menentukan jurusan di SMA, penentuan jurusan yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan kemampuan siswa dapat merugikan bagi siswa dan karirnya di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan IPA siswa kelas X dalam penentuan jurusan di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu diperoleh seluruh siswa pada jurusan IPA memiliki kecerdasan logis matematis baik, penelusuran minat pada siswa jurusan IPA sebagian besar memiliki kriteria baik, dan tes penentuan jurusan pada siswa jurusan IPA sebagian besar memiliki kriteria baik. Sedangkan pada jurusan IPS, sebagian besar siswa memiliki kecerdasan logis matematis baik, penelusuran minat pada siswa jurusan IPS sebagian besar memiliki kriteria baik, dan tes penentuan jurusan pada siswa jurusan IPS sebagian besar memiliki kriteria buruk. Penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa penentuan jurusan yang dilakukan di SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu antara siswa yang mengambil jurusan IPA dan siswa yang mengambil jurusan IPS sudah sesuai dengan tingkat kemampuan IPA, serta ditemukan fakta bahwa siswa yang memiliki kemampuan IPA memiliki kemampuan berpikir yang lebih kritis dan memiliki kemampuan berbicara yang lebih baik. Abstract Science ability of the students is different, that can be know through the mathematical logical intelligence test science ability measured to determine majors in senior high school of Bustanul Ulum NU Bumiayu. The determination of majors that are not appropriate or not in accordance with the ability of student can harm and his/her career in the future. The purpose of this study is to determine the level of ability of the science student class X in the determination of the majors in senior high school of Bustanul Ulum NU Bumiayu. Research method used is qualitative research with approach of study cusses. All students in science major have good logical mathematical intelligence and the determination test of science major the student has a good criteria whereas in social major most student have good logical intelligence and the determination test in social major the students have a bad criteria. This research result in conclusion that the determination of major conducted in senior high school of Bustanul Ulum NU Bumiayu between students who take science majors and the student who take social major are in accordance with thw level of science ability, the fact was found that the students who have science ability more critically and speaking goodly than other.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP SIKAP DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL: Array Subekti, Irfan; Kartana, Tri J; Utami, Wikan B
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Talking Stick mencapai target, (2) ada perbedaan antara sikap dan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan model pembelajaran, (3) model pembelajaran yang lebih baik antara model pembelajaran Talking Stick dan model pembelajaran ekspositori terhadap sikap dan prestasi belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun Ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel yang diambil sebanyak dua kelas sebagai kelas eksperimen, dua kelas sebagai kelas kontrol, dan satu kelas sebagai kelas uji coba. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes, dan angket. Instrumen penelitian berupa angket dan tes prestasi telah teruji validitas dan reliabilitas pada taraf signifikansi 5%. Teknik analisis data menggunakan uji proporsi satu pihak kanan, one way manova dan uji T2-Hotelling yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Talking Stick mencapai target, (2) ada perbedaan antara sikap dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick dan ekspositori, (3) model pembelajaran Talking Stick lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori terhadap sikap dan prestasi belajar matematika peserta didik. Abstract The purpose of this study to determine: (1) learning achievement of learners who are taught using learning model Talking Stick reaches the target, (2) there is difference between attitude and mathematics learners achievement of learner using Talking Stick learning model by using learning model, (3) ) a better learning model between the Talking Stick learning model and the expository learning model of mathematics learning attitudes and achievements. The population in this study is the students of class VII of SMP Negeri 2 Jatibarang Brebes District Academic Year 2016/2017. Sampling using cluster random sampling technique. Samples taken as many as two classes as an experimental class, two classes as a control class, and one class as a test class. Data collection techniques use documentation, tests, and questionnaires. The research instrument in the form of questionnaire and achievement test has been tested a validity and reliability at 5% significance level. Technique of data analysis using test of right one side proportion, one way manova and T2-Hotelling test which previously conducted prerequisite test first those are normality test and homogeneity test. The result of the research shows that: (1) mathematics learning achievement of learners using Talking Stick learning model reaches the target, (2) there is difference between attitude and mathematics learning achievement by using Talking Stick and expository learning model, (3) learning model Talking Stick is better than the expository model of learning toward the attitudes and mathematics learning achievements of learners.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN TIMBANGAN PLSV TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 02 BUMIAYU: Array Nida, A R
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah, manakah yang lebih baik antara pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) berbantuan timbangan PLSV dengan pendekatan ekspositori, dan pengaruh penelitian terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, yang artinya menguji cobakan model yang akan diteliti oleh peneliti. Hasil yang diperoleh yakni rata-rata ketuntasan kemampuan pemecahan masalah melampaui KKM dan prosentase ketuntasan melebihi dari 75%. Selain itu, rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis di kelas eksperimen lebih baik dari pada kemampuan berpikir kreatif matematis di kelas kontrol. Adanya pengaruh positif yang ditimbulkan oleh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan timbangan PLSV. AbstractThe purpose of this study was determine the average ability of students in problem solving, which is better between the Problem Based Learning (PBL) model assisted PLSV scales with expository approach, and the influence of research on the ability of mathematical creative thinking. This research uses experimental method, which means to test the model that will be examined by researchers. The results obtained are the average completeness of problem solving skills beyond the KKM and the percentage of mastery exceeds 75%. In addition, the average ability of mathematical creative thinking in the experimental class is better than the ability of mathematical creative learning in the control class. Positive influence caused by Problem Based Learning (PBL) model assisted PLSV scales.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MATH MODULE TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA: Array Rintoyo, Rintoyo
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Math Module terhadapkemampuan penalaran matematika siswa. Keefektifan dapat dilihat dari tingkat ketuntasan kemampuan penalaran matematika siswa, perbandingan kemampuan penalaran matematika siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol dan pengaruh keterampilan proses dengan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Math Module terhadapkemampuan penalaran matematika siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 90,63%; kemampuan penalaran matematika siswa kelas eksperimen adalah 78,44 lebih baik daripada kemampuan penalaran matematika siswa kelas kontrol yaitu 69,79; dan terdapat pengaruh positif keterampilan proses dengan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Math Module terhadap kemampuan penalaran matematika siswa sebesar 81,4%. AbstractThe purpose of this research was to find out Discovery Learning model by assisted Math Module in the mathematical reasoning ability of students. The effectiveness could be seen in the mathematical reasoning ability of students, the comparison between the mathematical reasoning ability of students of experimental class and control class, and influences of process skills with learning of Discovery Learning models by assisted Math Module in the mathematical reasoning ability of students.The result of this research showed that the presentage in the classical learning completeness toachieve 90,63%; mathematical reasoning ability of students in experiment class was 78,44 better than mathematical reasoning ability of students in control class was 69,79; and there is positive effect of process skill with learning Discovery Learning models by assisted Math Module in the mathematical reasoning ability of students was 81,4%.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KEMAMPUAN BAKAT MINAT BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK SISWA SMA: Array Khiyarusoleh, Ujang
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diperlukannya instrument kemampuan bakat minat berbasis kecerdasan majemuk siswa SMA diwilayah Brebes, untuk mengungkap kecerdasan yang dimiliki siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model instrument kemampuan bakat minat berbasis kecerdasan majemuk siswa SMA. Metode yang digunakan adalah 4-D (Four-Dmodel), yang digunakan hanya 3 tahap. Subjek penelitian adalah siswa SMA yang ada diwilayah Kabupaten Brebes Selatan. Hasil dari pengembangan instrumen pada tahap pendefinisian secara umum instrumen diperlukan untuk mengungkap bakat minat siswa di SMA. Tahap perencanaan peneliti membuat perencanaan instrumen sebanyak 56 item istrumen dengan ketentuan 7 item permasing- masing jenis kecerdasan dari 8 kecerdasan. Tahap pengembangan melalui uji ahli, uji validitas dan rabilitas instrumen, dari hasil uji ahli menunjukan adanya masukan bahasa dalam instrumen harus disesuiakan dengan tingkatan responden, dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Berdasarkan hasil uji validitas diperoleh bahwa uji coba Instrumen yang terdiri dari soal 65 Item, yang diberikan pada 43 siswa dari angket yang diuji cobakan diperoleh 40 angket yang valid dan 16 angket yang tidak valid. Hasil uji analisis reliabilitas Memperoleh nilai 0,938 maka instrumen angket dinyatakan reliabel dan dalam keadaan reabilitas yang baik.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI MEMBACA DAN MENULIS LAMBANG BILANGAN PADA SISWA KELAS I SEMESTER II DI SD NEGERI JEMBAYAT 02 TAHUN PELAJARAN 2015/2016: Array akhyar, khoiril; Tukini, Tukini
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian adalah Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dengan diterapkannya metode demonstrasi dengan alat peraga pada Siswa I Semester II SD Negeri Jembayat 02 Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang diambil melalui tes pada akhir siklus. Hasil Penelitian ini adalah Aktivitas siswa dalam pelaksanaan siklus I pertemuan ke-1 berada pada kriteria aktif, siklus I pertemuan ke-2 berada pada kriteria sangat aktif, siklus II pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2 berada pada kriteria sangat aktif. Hasil penelitian pada kondisi awal diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 46.9% (15 siswa), pada siklus I diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 68.8% (22 siswa), dan pada siklus II ketuntasan klasikal yang diperoleh adalah 84.4% (27 siswa). Abstract The purpose of the study is to improve the activity and learning result by applying the teaching method on Students I Semester II SD Negeri Jembayat 02 Kecamatan Margasari Tegal District in the academic years 2015/2016. This research is a type of classroom action research which conducted in two cycles, each cycle consisting of planning, implementation, observation and reflection. The data available in this study is the result of student learning which taken through the test at the end of the cycle. The results of this study are Student Activity in the implementation of the first cycle of the 1st meeting is on the active criterion, the first cycle of the second meeting is on very active criteria, the second cycle of the 1st meeting and the second meeting are on very active criteria. The result of the research on the first condition is obtained classical completeness of 46.9% (15 students), in the first cycle of classical completeness of 68.8% (22 students), and in cycle II of classical completeness is obtained 84.4% (27 students ).
METODE BUZZ GROUP DISERTAI MEDIA LIDI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II POKOK BAHASAN PERKALIAN PADA BILANGAN CACAH DI SD NEGERI JEMBAYAT 02 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015-2016: Array Sulastri, Sulastri
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan yang ditemukan kelas II SD Negeri Jembayat 02 dalam belajar matematika khususnya materi perkalian masih rendah, sehingga hasil yang dicapai juga relatif rendah. Tujuan penelitian tindakan kelas ini secara umum adalah meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Buzz Group disertai media lidi. Metode penelitian tindakan kelas ini ditempuh dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian adalah sebelum dilakukan tindakan dari 26 siswa, hanya 11 siswa tuntas belajar (sesuai SKM yaitu ≥ 72), sedangkan 15 siswa tidak tuntas belajar. Jadi prosentase ketuntasan belajar siswa di kelas II yaitu siswa yang tuntas belajar sekitar 42,3% dan yang tidak tuntas belajar sekitar 57,7%. Setelah dilakukan penelitian tindakan hasil yang diperoleh adalah keaktifan siswa menjadi lebih meningkat jika dibandingkan dengan sebelumnya. Persentase ketuntaasan belajar klasikal pada akhir siklus I mencapai 16 siswa yang nilainya rendah, menunjukkan presentasi ketuntasan belajar baru mencapai 38.5%, sehingga perlu tindakan perbaikan pada siklus II. Berdasarkan pengamatan hasil belajar siswa pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 73%, dimana terdapat 7 siswa yang memperoleh nilai kurang dari 72 sedangkan 19 siswa mendapat nilai lebih dari 72. Abstract The problems is found in class II SD Negeri Jembayat 02 in learning mathematics, especially the multiplication material is still low, so the results achieved are also relatively low. The purpose of this classroom action research in general is to improve in student learning result by using the Buzz Group method with media stick. This classroom action research method is followed in two cycles. Based on the results of the research is before the action of 26 students, only 11 students are complete learning (according to SKM is ≥ 72), while 15 students do not complete learning. So the percentage of mastery of students in class II is a the complete student in learning about 42.3% and who do not complete in learning about 57.7%. After doing the research, the result result obtained is the activity of the student becomes more increase when compared with before. The percentage of classical learning achievement at the end of cycle I reaches 16 students with low value, showing the presentation of learning mastery reaches 38.5%, so it needs improvement action in cycle II. Based on the observation of student learning outcomes in cycle II mastery learning reaches 73%, where there are 7 students who got score less than 72 while 19 students who got a value of more than 72.

Page 3 of 19 | Total Record : 184