cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Pengaruh Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Baja ST 46 terhadap Uji Kekerasan, Uji Tarik, dan Uji Mikrografi Vicky Bhaskara Sardi; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.471 KB)

Abstract

Proses perlakuan panas normalizing dilakukan pada baja ST 46 yang merupakan baja tipe low carbon pada pemanasan 880ºC dengan variasi penahan panas 20 menit dan 40 menit dengan media pendingin udara. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, kekerasan dan mikrografi dari variasi penahan panas dengan menggunakan media pendinginan udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penahanan panas (holding time) berpengaruh dalam nilai tarik, nilai kekerasan dan struktur mikfografi spesimen penelitian. Pada spesimen dengan waktu tahan 20 menit didapatkan nilai tegangan maksimal 334.61 MPa, nilai tegangan luluh sebesar 238.09 dan nilai regangan 8.9%. Sedangkan pada spesimen dengan waktu tahan 40 menit didapatkan nilai tegangan maksimal 328.72 MPa, nilai tegangan luluh sebesar 235.61 dan nilai regangan 31.33%. Pada pengujian kekerasan spesimen dengan waktu tahan 20 menit mempunyai nilai kekerasan 76.11 HRB sedangkan spesimen dengan waktu tahan 40 menit mempunyai nilai kekerasan 70.22 HRB. Dari hasil pengujian tarik dan kekerasan didapatkan bahwa spesimen dengan variasi waktu tahan 20 menit memiliki nilai kekerasan dan nilai tegangan maksimal lebih besar dari variasi penahanan waktu tahan 40 menit. Pada perlakuan panas normalizing dengan variasi 40 menit struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, dibandingkan variasi waktu tahan 20 menit.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI MEMANJANG, STABILITAS DAN OLAH GERAK KAPAL KMP. LEMA Ro-Ro 750 GT UNTUK PELAYARAN SORONG - WAIGEO Resha Buddy Prakoso; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.946 KB)

Abstract

Hampir 85% distribusi barang dan personal menggunakan sarana angkutan laut, yang paling penting untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya adalah kapal penyebrangan. Kondisi eksisting kapal - kapal penyebrangan di Indonesia, terdiri dari beberapa macam ukuran. Mulai dari yang terkecil (75GT, 100GT, 150GT, 200GT, 300GT, 500GT, 600GT, 750GT, 1000GT, 1500GT, 3000GT, 5000GT). Kapal Ro-Ro Passenger kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga, sehingga disebut sebagai kapal roll on - roll off atau disingkat Ro-Ro. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan hasil analisa kekuatan konstruksi kapal, serta stabilitas dan olah gerak, hal ini dilihat dari daerah pelayaran kapal. Analisa kekuatan menggunakan  metode elemen hingga untuk mengetahui tegangan kekuatan pada lambung kapal, software ANSYS permodelan dan analisa struktur lambung, Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa stabilitas dan olah gerak. Nilai tegangan paling tinggi berada pada kondisi kapal bermuatan truck dengan hasil tengangan 67 MPa, dengan ketentuan tegangan izin BKI sebesar 181, .Nilai GZ tertinggi 2,65 m pada kondisi I. Nilai GZ terkecil yaitu 2,25 m pada kondisi IV pada criteria Angle max GZ. Kekuatan lambung pada kapal mempunya konstruksi yang kuat sehingga dapat mempunyai daya angkut bermuatan besar, kapal Ro-Ro KMP. LEMA 750 GT mempunyai stabilitas yang baik dalam VIII kondisi yang berbeda. Olah gerak  (seakeeping) pada kapal ini memenuhi syarat kriteria yang ditentukan menurut NORDFORSK (1987).
Pengaruh Posisi Pengelasan dan Bentuk Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik dan Mikrografi Sambungan Las Metal Inert Gas (MIG) Pada Aluminium 6061 Sebagai Bahan Material Kapal Ian Niko Sihombing; Sarjito Jokosiworo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.563 KB)

Abstract

Aluminium 6061 merupakan paduan antara magnesium (Mg) dan silicon (Si) yang sangat cocok digunakan untuk rangka konstruksi, khususnya konstruksi dibidang perkapalan. Pada proses penyambungan menggunakan pengelasan, variasi posisi pengelasan dan variasi kampuh las menjadi faktor penting dalam menentukan kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik, dan perubahan struktur mikro pada material aluminium 6061 setelah dilakukan pengelasan menggunakan pengelasan MIG dengan variasi posisi yang digunakan yaitu 2G (Horizontal) dan 3G (Vertical) serta variasi kampuh yang digunakan yaitu kampuh V dan kampuh U. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis posisi yang digunakan dan pemilihan kampuh yang tepat sangat berpengaruh untuk kualitas sambungan yang ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelasan paling baik adalah pengelasan MIG dengan posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh V yaitu memiliki rata-rata tegangan sebesar 164.49MPa, rata-rata regangan sebesar 0,0020 %, dan modulus elastisitas sebesar 51.94 GPa Untuk perubahan struktur mikro yang dihasilkan dari sambungan las aluminium 6061 menggunakan pengelasan MIG dengan posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh V memiliki tingkat kerapatan permukaan yang lebih halus dan lebih baik dibandingkan sambungan las dengan posisi 2G (Horizontal) menggunakan kampuh V, posisi 2G (Horizontal) menggunakan kampuh U, maupun posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh U. Kesimpulan umum yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditinjau dari posisi pengelasan, sambungan las menggunakan  posisi 3G (Vertical) menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik dari posisi 2G (Horizontal). Sedangkan ditinjau dari bentuk kampuh, sambungan las menggunakan kampuh V menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik dari kampuh U.
ANALISA KINERJA TURBIN DARRIEUS DAN TURBIN DARRIEUS-SAVONIUS SEBAGAI BANGUNAN LEPAS PANTAI UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN PENDEKATAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Simon, Gary; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin Darrieus sudah sering digunakan sebagai percobaan untuk pembangkit listrik. Sudah banyak percobaan yang melibatkan turbin ini agar bekerja lebih optimal sehingga bisa dibandingkan dengan kemampuan turbin horizontal axis. Beberapa percobaan berusaha untuk memperbaiki torsinya, beberapa lagi masalah getarannya dan ada pula yang berusaha mendapatkan output yang lebih besar. Percobaan yang akan dilakukan penulis berhubungan dengan usaha untuk meningkatkan jumlah putaran dan kemampuan start-up dari turbin. Selain itu dites pula duct yang bisa dipakai sebagai dudukan turbin yang diharapkan mampu meningkatkan kecepatan arus pada wilayah kerja turbin. Dengan membuat model 3D pada software, penulis membuat modifikasi tambahan pada turbin yang telah dites sebelumnya. Tambahan ini berupa 2 buah blade turbin Savonius yang diletakkan pada bagian tengah. Model ini kemudian akan dites menggunakan Flow-3D. Proses pengetesan duct juga dilakukan dengan cara yang hampir sama. Dengan memperhitungkan input data berupa arus laut yang terjadi dan menyediakan model 3D dari turbin maka didapat hasil bahwa turbin yang telah dimodifikasi mampu mencapai efektivitas maksimum pada kecepatan arus 0,6 m/s. Kemudian duct yang dirancang mampu menaikkan kecepatan arus pada wilayah kerja turbin hingga 240,25 % dari arus yang masuk.
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers Tipe NACA 64098 dengan Variasi Jumlah Spoiler pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan dan Nilai Wake Kapal dengan Menggunakan Metode CFD Josua Siagian; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya zaman di era globalisasi ini ikut mempengaruhi perkembangan teknologi di dunia perkapalan yang dapat meningkatkan performa kapal menjadi lebih baik, salah satunya ialah dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melalui baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal itu sendiri. Penambahan Grothues Spoilers yang diletakkan pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran turbulen menjadi aliran laminar menuju baling-baling. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan jumlah dari spoiler  tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan jumlah spoiler sebanyak 2 hingga 4 spoiler terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan jumlah 4 spoilers merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,19 dapat berkurang sebesar 11,707% dari 8,176 N menjadi 7,219 N, hambatan viskositas pada Fn 0,21 dapat berkurang sebesar 5,314% dari 6,22 N menjadi 5,889 N, dan hambatan gelombang pada Fn 0,19 berkurang dari 1,956 N menjadi 1,425N dengan perubahan sebesar 27,17%. Dan dari hasil analisa wake friction, model dengan variasi 4 spoilers juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,746% yaitu dari 0,237 menjadi 0,2104.
KOMPARASI DESAIN DAN ANALISA PERFORMA MANUVER PADA DAUN KEMUDI KOVENSIONAL DENGAN DAUN KEMUDI EKOR IKAN MENGGUNAKAN METODE CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC) Ginting, Afriandi; Yudo, Hartono; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.016 KB)

Abstract

Permodelan pada kemudi merupakan hal yang penting dilakukan untuk menciptakan kemudi yang memiliki tingkat responsibilitas bermanuver yang baik. Saat ini telah ditemukan inovasi desain kemudi baru yang dinilai mampu meningkatkan kemampuan olah gerak kapal, yaitu kemudi ekor ikan. Kemudi ekor ikan ini dilatarbelakangi atas dasar bentuk kemudi yang telah ada (berbentuk persegi panjang maupun trapesium), baik kemudi gantung maupun duduk. Seperti diketahui, kemudi pada kapal seperti sebuah ekor ikan, kita tahu bahwa ikan mempunyai kapabilitas manuver sangat baik, dan oleh karena itulah inovasi kemudi ekor ikan ini di kembangkan. Pemilihan bentuk ekor ikan yang digunakan juga berdasarkan pada prinsip aliran pada belakang propeller yang disimpulkan bahwa kecepatan aliran pada daerah atas baling-baling adalah yang paling besar dan akan menurun mendekati nol pada boss baling-baling. Bentuk ekor ikan yang digunakan ialah berbentuk forked dan lunate dan membandingkan dengan kemudi konvensioanal dengan variasi sudut 00, 100, -100, 350, -350. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belok serta nilai bermanuver pada masing-masing rudder. Peneliti menggunakan software Ansys Fluent 14 untuk mengetahui gaya belok pada rudder dan perhitungan manual untuk menentukan manuver. . Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa nilai gaya angkat tertinggi didapat pada kemudi ekor ikan bentuk lunate, sebesar 13,61 KN pada sudut 00, 68,47 KN pada sudut 100, 61,36 KN pada sudut -100, 209 KN pada sudut 350 dan 214,83 KN pada sudut -350. Nilai manuver yang baik juga didapat pada kemudi lunate dimana nilai dari Turning Diameter (STD) pada sudut 350 ialah 122,33m , nilai Tactical diameter (TD) 128,98 m, nilai Advance 118,54 m dan nilai Transfer sebesar 86,30 m sehingga dengan hasil ini, kemudi ekor ikan jenis Lunate merupakan kemudi yang paling baik digunakan karna memiliki gaya belok dan kemampuan manuver optimal dibandingkan kemudi konvensional maupun kemudi ekor ikan bentuk forked.
Analisa Pengaruh Penggunaan Chine Terhadap Performa Kapal Studi Kasus Pilot Boat 15m Dengan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) Bagus Wijaya Pratama; Parlindungan Manik ST,MT.; Ir. Kiryanto MT.
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilot Boat dikategorikan sebagai kapal cepat merupakan kapal yang berfungsi bagi petugas pandu untuk naik/turun ke/dari kapal yang dipandu di perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan di luar perairan wajib pandu saat masuk/keluar pelabuhan/sandar dan lepas ke/dari dermaga/tambatan. Dalam upaya mengetahui pengaruh penggunaan chine terhadap performa kapal, maka dilakukan variasi perubahan terhadap sudut dan dimensi chine. Dengan perubahan kecepatan yang dilakukan kelipatan 5 dari 5-30 knot. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi untuk menganalisa hambatan kapal dan olah gerak kapal menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD)pada kapal pilot boat 15m. Anlisa yang dilakukan adalah hambatan kapal dan olah gerak kapal, dalam penilitian ini hanya dilakukan analisa olah gerak kapal pitching dan rolling. Selanjutnya hasil dari simulasi CFD akan divalidasi menggunkan validasi numerik dengan menggunakan kriteria residual sebesar 10-3 untuk hambatan kapal. Untuk analisa olah gerak kapal menggunakan 2 sudut heading 900 dan 180o dengan tinggi gelombang 1m dan 2m. Dari hasil yang diperoleh model 3 memiliki hambatan total paling minimal sebesar 17908N dan model 5 memenuhi kriteria NORDFORSK untuk tinggi gelombang 1m dan 2m.
Analisa Teknis Kekuatan Mekanis Material Komposit Berpenguat Serat Tanaman Mendong (Fimbrystylis Globulosa) Ditinjau dari Kekuatan Bending dan Impak Dhony Catur Pamungkas; Sarjito Jokosisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.915 KB)

Abstract

Tanaman Mendong (Fimbrystylis Globulosa) merupakan tanaman yang tumbuh di lahan basah dan di daerah berlumpur. Hasil utama tanaman mendong adalah berupa batang serta tangkai bunga yang dikenal dengan istilah “mendong”. Mendong merupakan jenis tanaman rumput yang memiliki serat yang cukup kuat. Pemanfaatan serat mendong sebagai material penguat komposit akan mampu meningkatkan nilai tambah dari tanaman mendong. Dari pertimbangan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tarik dan kekuatan Impak dari komposit berpenguat serat tanaman mendong dengan variasi NaOH dan Tanpa NaOH dengan pola sudut 45° dan 90°.Hasil pengujian komposit berpenguat serat tanaman mendong didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 45°(Perlakuan NaOH) dengan nilai rata – rata 750 Newton,  rata-rata kekuatan tekuk sebesar 55,32 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 2983,40 N/mm2, nilai uji impak  tertinggi pada sudut 45°(Tanpa NaOH)  mempunyai  energi impak rata-rata sebesar 1,38 joule dengan nilai keuletan rata-rata  0,0158 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kuat tekan,  modulus elastisitas dari kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat tanaman mendong belum memenuhi ketentuan peraturan dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm²  dan kekuatan bending 150 N/mm².
STUDI PERANCANGAN KAPAL LAYAR KATAMARAN SEBAGAI KAPAL PARIWISATA DI KEPULAUN SERIBU Saputro, Reza Andrian; Manik, Parlindungan; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.753 KB)

Abstract

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah parisiwata laut di Indonesia bagian Barat, memiliki total luas wilayah daratan 897,71 Ha dan total luas wilayah lautan 6997,50 Km2. Dengan letak yang berdekatan dengan ibukota Negara Republik Indonesia yaitu Jakarta, tentu ini akan menjadi ha yang positif bagi wilayah Kepulauan Seribu. Oleh karena itu transportasi kapal harus dapat dimanfaatkan sebagai transportasi utamanya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama kapal, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik kapal, analisis stabilitas, dan olah gerak kapal. Perencanaan lambung yang dipilih adalah jenis Catamaran (Twin Hull). Sailling Catamaran merupakan jenis kapal yang memiliki layar sebagai salah satu alat untuk menggerakkan kapal. Dengan menggunakan metode perancangan perbandingan optimasi dari kapal pembanding, didapatkan ukuran utama kapal yaitu Loa= 24,50 m, Lwl = 23,43 B = 10,05 m, H = 3,00 m, T = 1,07 m, Displacement = 53,69 ton LWT = 14,57 ton, DWT = 39,12 ton, V = 10 knot. Dan untuk hasil perhitungan hidrostatik, kapal memiliki coeffisien block (Cb) = 0,497 coeffisien midship (Cm) = 0,821 coeffisien water plan (Cwl) = 0,762 coeffisien prismatic (Cp) = 0,608 dan letak LCB = 11,58 m atau -0,67 m (dari midship). Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 6,07 kN dan power sebesar 32,07 kW. Nilai GZ terbesar terjadi pada kondisi 4 sebesar 18,17 m. Penggunaan layar pada kapal menghasilkan gaya dorong sebesar 6,95 kN dan menghasilkan kecepatan kapal sebesar 7,93 knot.
Pengaruh Variasi Temperatur Quenching Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Dan Kekerasan Baja ST 70 Sebagai Bahan Poros Baling-Baling Kapal (Propeller Shaft) Afif Farid Diantama; Sarjito Joko Sisworo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Berdasarkan rules BKI, material untuk poros baling-baling harus memiliki kekuatan tarik antara 400-800 N/mm2 dan uji komposisi materialnya adalah C (max 0,5%), Mn (0,3-1,70%), Si (max 0,45%), P (0,0035%), S (0,0035%). Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan  kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini  dilakukan proses perlakuan panas quenching dengan variasi temperatur 800°C, dan 900°C dengan waktu penahanan 20 menit kemudian didinginkan cepat dengan menggunakan media pendingin pelumas oli Mesran SAE 20W – 50. Penelitian ini berbasis eksperimen laboratorium dan bertujuan untuk mengetahui apakah baja ST 70 setelah proses quenching memenuhi persyaratan BKI sebagai poros baling-baling kapal ditinjau dari aspek kekuatan tarik dan komposisi materialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja ST 70 proses quenching pada suhu 800°C memiliki kekuatan tarik 1833,72 Mpa, kekuatan puntir 711,01 Mpa dan kekerasan rockwell sebesar 39 HRC. Sedangkan baja ST 70 proses quenching pada suhu 900°C memiliki kekuatan tarik 1844,78 Mpa, kekuatan puntir 626,09 Mpa dan kekerasan rockwell Sebesar 49,33 HRC. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik dan kekerasan tertinggi didapatkan dari spesimen quenching pada suhu 9000C, sedangkan nilai kekuatan puntir tertinggi didapatkan dari spesimen quenching pada suhu 8000C. Berdasarkan hasil eksperimen dapat dikatakan bahwa baja ST 70 yang memenuhi syarat BKI hanya untuk uji komposisi dengan hasil C (0,3934%), Mn (0,6992%), Si (0,2497%), P (0,0113%), S (0,0021%), sedangkan untuk hasil kekuatan tarik tidak memenuhi persyaratan BKI. 

Page 11 of 80 | Total Record : 797