cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA PENGARUH LETAK LUNAS BILGA TERHADAP PERFORMA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN) Burhannudin Senoaji; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.503 KB)

Abstract

Kapal ikan tradisional didaerah Kragan di kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang di percaya oleh warga setempat untuk mendapatkan stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui performa kapal ikan tipe kragan seperti hambatan, stabilitas, dan olah gerak dengan melakukan variasi peletakan lunas bilga dengan patokan dari radius bilga kapal. Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan Model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa hambatan, stabilitas dan analisa olah gerak pada software perkapalan lainnya dengan tools import.. Berdasarkan hasil analisa hambatan, stabilitas, dan olah gerak kapal dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kali ini model yang di rekomendasikan untuk peletakan lunas bilga adalah model III dengan variasi model yang berada 0 derajat pada pusat radius bilga karena pada model ini kriteria hambatan dan stabilitas menunjukkan yang terbaik.
Analisa Peningkatan Thrust Akibat Penerapan Energy Saving Device pada Kapal Perintis 500 DWT Menggunakan Metode CFD (COMPUTATION FLUID DYNAMIC) IHSAN ICHWANSYAH
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 3 (2019): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya bahan bakar merupakan sumber tenaga utama bagi kapal, maka pelaku dibidang perkapalan terus menerus mencari cara untuk memperkecil kebutuhan bahan bakar, berbagai usaha dilakukan mulai dari desain Bow, penambahan instalasi alat Energy Saving Device (ESD) yang dapat meningkatkan kecepatan kapal karena menurunnya hambatan kapal sehingga mengubah system propulsi kapal.. Pada penelitian  ini analisa propeller direncanakan akan melibatkan interaksi dengan badan kapal yang dimuat secara utuh yaitu penulis akan melakukan analisa peningkatan thrust terhadap kapal perintis 500 DWT akibat penerapan energy saving device menggunakan instalasi jenis Kort Nozzle menggunakan metode CFD (Computation Fluid Dynamic. Nilai Thrust yang di dapat dari perbandingan antara kapal tidak menggunakan ESD dengan kapal yang menggunakan ESD sebesar 68,96%, sedangkan nilai Wake dari perbandingan kedua nya sebesar 93,68%. Dengan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan Energy Saving Device sangat mempengaruhi hasil dari gaya dorong dan Wake suatu kapal. 
Analisa Kekuatan Struktur Helideck Pada Kapal Landing Ship Tank (Lst) KRI.Teluk Bintuni 7000 DWT Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Alief Hidayatulloh; Imam Pujo Mulyatno; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.856 KB)

Abstract

Helideck merupakan sebuah fasilitas di atas kapal yang berfungsi sebagai area landasan pendaratan untuk helikopter yang dibuat secara permanen menyatu dengan deck pada kapal. Karena fungsinya tersebut maka ketahanan struktur pendukungnya harus benar-benar kuat dan harus mampu menahan beban yang didapat ketika terjadi beban impact. Pada tugas akhir ini dilakukan analisa yang terjadi pada konstruksi helideck kapal landing ship tank (LST) KRI Teluk Bintuni. Hasil analisa yang didapat yaitu bertujuan untuk mengetahui kekuatan pada konstruksi helideck setelah mengalami beberapa macam kondisi pembebanan. Serta letak tegangan terbesar dari struktur konstruksinya. Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, didapatkan hasil tegangan maksimum untuk helideck nilai tegangan terbesar adalah pada helikopter Airbus H255M dengan landing condition sebesar  130 N/mm2 dan deformasi 8,75 mm pada daerah yang terkena dampak langsung pembebanan helikopter di TLOF. Dari hasil analisa kekuatan dinyatakan bahwa struktur helideck pada kapal LST Teluk Bintuni tersebut masih memenuhi safety factor LR. 
PERANCANGAN KAPAL UNTUK MENUNJANG PARIWISATA DIPERAIRAN KEDUNG OMBO, GROBOGAN, JAWA TENGAH Muhamad Munir Amin; Kiryanto Kiryanto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 2 (2014): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.342 KB)

Abstract

Waduk Kedungombo merupakan waduk yang berada di wilayah Kabupaten Grobogan tepatnya di Kecamatan Geyer, Desa Rambat, yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar sebagai wahana rekreasi yang berbasis alam.  Berbagai aktivitas menarik bisa dilakukan oleh para wisatawan di waduk kedung ombo, antara lain menikmati keindahan panorama, memancing ikan, berbelanja di pasar ikan, dan berpetualang dengan perahu motor.Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal, analisis olah gerak kapal dan pemilihan peralatan kapal  dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami.  Perancangan Kapal wisata ini menggunakan metode perbandingan.Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan di dapatkan Loa: 11,16  m, B: 3,00 m, T: 0,60 m, H: 1,80 m, Cb: 0,63.  Kapal ini menggunakan sebuah mesin diesel Outboard  dengan daya yang dihasilkan sebesar 20.5 HP.  Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 3,54 KN pada Vmax 7 knot.  Pada tinjauan stabilitas, hasil analisa menunjukkan nilai GZ dan periode oleng terbesar terjadi saat kapal pada kondisi kosong, dan nilai MG terbesar terjadi pada saat kapal muatan penuh dan memiliki periode oleng  3 - 4 detik.  Pada tinjauan olah gerak, kapal ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck wetness pada gelombang slight water
Analisis Teknis Pengaruh Kerapatan Bahan Pengisi Polyurethane Sebagai Penguat Pada Konstruksi Fiberglass Dadan Hamdan Ramdani
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) merupakan suatu bahan yang menyerupai lapisan tipis dari polimer yang terdiri dari serat penguat dan resin. Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) penguatan luar dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan geser, lentur, dan tekan. Poliuretan memiliki banyak kegunaan, diantaranya digunakan sebagai busa, selebihnya sebagai bahan elastomer dan pelapis. Busa yang keras digunakan dalam panel-panel konstruksi terisolasi, serta dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk memperkuat konstruksi. Dalam penelitian ini ada 3 (tiga) macam spesimen berdasarkan variasi dari tingkat densitas atau kerapatan polyurethane yaitu ρ polyurethane = 42-45 kg/m3, ρ polyurethane = 52-56 kg/m3 dan ρ polyurethane = 74-78 kg/m3 dan spesimen tanpa bahan pengisi serta dari masing masing spesimen diambil 3 (tiga) sampel untuk diuji tekan. Untuk hasil pengujian didapatkan nilai Tegangan tekan yang ditunjukan pada variasi spesimen tanpa bahan pengisi polyurethane  memiliki nilai Tegangan tekan 0,221 Mpa, dan hasil rata – rata pada variasi dengan pengisi polyurethane kerapatan 43 Kg/m3 memiliki nilai 0,432 Mpa, hasil rata – rata pada variasi dengan pengisi polyurethane kerapatan 54 Kg/m3 memiliki nilai 0,468 Mpa. Dan yang terakhir hasil rata – rata pada variasi dengan pengisi polyurethane kerapatan 76 Kg/m3 memiliki nilai 0,665 Mpa.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI CAR DECK AKIBAT PENAMBAHAN DECK PADA RUANG MUAT KAPAL MOTOR ZAISAN STAR 411 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Aziz Mukhsin; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.58 KB)

Abstract

Vehicle vessel adalah kapal yang dioperasikan untuk menghubungkan 2(dua) Pelabuhan yang dipisahkan  oleh selat. Vehicle vessel memiliki cardeck yang merupakan suatu dek atau geladak pada kapal yang berguna untuk menampung muatan berupa kendaraan. Kapal Motor Zaisan Star merupakan tipe kapal car carries yang memiliki ruang muat berupa cardeck bertingkat. Permintaan konsumen yang tinggi akan alat transportasi menuntut produsen untuk menyediakan kendaraan bermotor. Hal ini yang memberikan peluang terhadap PT. Zaisan Citra Mandiri melakukan perubahan kapal general cargo menjadi vehicle carrier yang mengangkut kendaraan bermotor.  Maka dalam kasus ini diperlukan adanya studi analisa kekuatan konstruksi car deck pada kapal KM. Zaisan Star 411 DWT untuk mengetahui karakteristik kekuatan kontruksi car deck KM. Zaisan Star 411 DWT dalam kondisi aman/kondisi tegangan yang diijinkan. Pada daerah yang mengalami perubahan beban  modifikasi tersebut dilakukan analisa tegangan lokal dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa bertujuan untuk melihat kekuatan struktur suatu model, dimana daerah yang mengalami tegangan kritis/tegangan maksimal, yaitu dengan melihat hubungan antar komponen dan struktur pendukungnya serta bentuk deformasinya. Berdasarkan 3 variasi kondisi pembebanan terhadap beban muatan dan kondisi terhadap gelombang air laut yaitu, kondisi air tenang, kondisi sagging, dan kondisi hogging, didapatkan hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan yaitu nilai tegangan tertinggi car deck dengan kondisi pembebanan I adalah 42 N/mm2, kondisi pembebanan II adalah 16,6 N/mm2, dan kondisi pembebanan III adalah 26 N/mm2. Sedangkan kondisi hogging adalah 32,5 N/mm2, kondisi sagging adalah 42,1 N/mm2, dan kondisi air tenang adalah 37 N/mm2, dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada car deck masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan 235 N/mm2 maupun safety factor standart BKI 190 N/mm2. 
Analisa Drag Force Pada Variasi Geometri Anoda Korban Foil Shape Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic Bukhari Kusuma Alam; Ahmad Fauzan Zakki; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.373 KB)

Abstract

AbstrakPenggunaan logam yang memiliki potensial yang lebih rendah disbanding dengan lambung kapal ditempelkan sebagai anoda korban merupakan salah satu solusi dalam mengatasi laju korosi pada kapal. walaupun mengatasi laju korosi anoda korban dapat memberikan tonjolan-tonjolan pada kapal yang dapat mengakibatkan turbulensi dan axial losses pada propeller. penelitian ini di tujukan untuk dapat mengetahui perbedaan nilai drag force pada variasi geometri anoda korban foil shape. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan varian baru didunia perkapalan akan bentuk dan geometri anoda korban dan dapat memberikan nilai pasar tersendiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) yaitu dengan menggunakan software Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 4 variasi anoda korban foil shape yang di kalkulasi secara perunit, model ke-4 dapat memberikan penurunan hambatan 63.06% dari bentuk anoda korban original (konvensional) pada kecepatan 2.572 m/s atau 5 knot. Pada simulasi aliran buritan terjadi penurunan hambatan total sebesar 28%-44% pada tiap kecepatannya.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Modifikasi Desain Lambung Kapal Ikan Tradisional 30 GT Tipe Batang Bhakti Sa’ Dana; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.734 KB)

Abstract

Pembangunan kapal ikan tradisional di sepanjang pesisir pantai utara Jawa Tengah secara umum dilakukan secara turun-temurun oleh pengrajin kapal tradisional. Sebagian besar proses pembangunan dilakukan di luar teknik ilmiah seperti yang dipelajari secara akademis di sekolah maupun di perguruan tinggi. Sebagai patokan utama para pengrajin dalam mendesain kapal yaitu panjang lunas yang bervariasi antara 10 meter sampai 25 meter. Walaupun tidak menggunakan gambar desain yang tertulis, bentuk bangunan desain kapal ikan secara fisik terlihat mempunyai karakteristik yang baik dan memenuhi standar Klas BKI. Dalam penelitian ini, dimulai dengan tahapan pencarian data ukuran utama kapal dengan kapasitas 30 GT. Kemudian dilanjutkan dengan membuat model desain hullform baru untuk menghitung stabilitas, hambatan dan olah gerak kapal. Tahapan selanjutnya yaitu dengan mengestimasikan biaya investasi yang meliputi biaya pembangunan kapal, biaya operasional kapal dan biaya pendapatan kapal untuk perhitungan BEP (break event point). Untuk perhitungan stabilitas yang mengacu pada aturan IMO dengan Code A.749(18) secara keseluruhan menunjukan bahwa stabilitas dari model kapal ikan kedua model telah memenuhi standar kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Untuk analisa Olah Gerak dari kedua desain kapal tersebut yang mengalami deck wetness hanya satu yaitu pada kondisi rolling dengan sudut 900 nilai amplitudo paling besar. Untuk perhitungan ekonomis biaya investasi dalam pembuatan kapal KM. Makmur Utomo sebesar Rp 559.740.000,00 untuk desain kapal lama dan Rp 550.710.000,00 untuk desain kapal baru. Keuntungan bersih per trip setelah bagi hasil dan pajak sebesar Rp 8.754.500,00 sehingga didapatkan nilai BEP tercapai positif pada trip ke-271 atau 3 tahun 2 bulan untuk desain kapal baru dan trip ke-294 atau 3 tahun 5 bulan untuk desain kapal lama. Sehingga didapatkan nilai NPV > 0 setelah 5 tahun dengan IRR sebesar 12% dan nilai maksimum IRR 22,147 % untuk desain kapal lama dan 22,164 % untuk desain kapal baru. Dengan kata lain, investasi kapal ini layak untuk dilanjutkan. 
PERANCANGAN APLIKASI SERVICE QUALITY (SERVQUAL) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN GALANGAN PADA PEKERJAAN REPARASI KAPAL (STUDI KASUS PT. JANATA MARINA INDAH SEMARANG) Fachrurrozi Setiawan; Deddy Chrismianto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.534 KB)

Abstract

 Reparasi kapal merupakan kegiatan rutin pemilik kapal untuk memperolah kelaikan, keamanan, maupun kenyamanan saat kapal beroperasi. Hal ini, Peranangalangansangatbesardan kualitas pelayanan faktor terpenting kepuasan pelanggan. PT. JMI-Semarang sebagai penyedia jasa reparasi kapal berupaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, penilaian dilakukan untuk mengetahui keinginan pelanggan. Saat ini, penilaian masih menggunakan metode manual sehingga banyak kelemahan seperti, penumpukan berkas manual, data manual tidak terisi penuh, dan perhitungan hasil lama akibat human eror. Menghindari hal tersebut, peneliti merancang sistem informasi penilaian kepuasan berbasis Web Service Apache, dengan model analisa kepuasan pelanggan Metode Service Quality (Servqual) gap 5 antara persepsi–ekspektasi. Proses pembuatan, pengembangan aplikasi menggunakan metode air terjun meliputi analisa kubutuhan, analisa sistem, desain sistem didefinisikan Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Use Case Diagram. Implementasi, diterapkan pada lingkungan webmenggunakan pemrograman PHP, basisdata MySQL, dilanjutkan pengujian sistem metode black-box.Sistem mampu menampilkan result perhitungan servqualdengan cepat digambarkan melalui detail graph, tabel total, tabel average, dan saran alternatif automatic serta data penilaian tersimpan rapi dalam database, pengguna dapat mengakses kapanpun, dimanapun secara online,  hasil uji coba sistem, menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun telah memenuhi semua kebutuhan sistem pengguna.
Analisa Pengaruh Bentuk Geometri Skeg Terhadap Stabilitas dan Hambatan pada Kapal Ikan KM. Mino Tambah Barokah Rishwanda Alun Samudera
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KM Mino Tambah Barokah digunakan dalam industri perikanan untuk menampung hasil tangkapan ikan di tengah laut. Dalam hal untuk meningkatan stabilitas dan mengurangi hambatan pada kapal ikan tersebut dilakukan dengan cara menambahkan skeg dan bilgekeel pada lambung kapal guna meningkatan efisiensi setiap aliran air yang mengalir melewati propeller agar lebih baik. Dalam penelitian ini dilakukan analisis hambatan, wake dan stabilitas pada kapal untuk mengetahui bagaimana pengaruh bentuk geometri skeg pada bagian buritan, midship, dan haluan. Dari hasil analisis hambatan kapal didapatkan menggunakan software CFD Tdyn. Perbandingan nilai hambatan kapal yang didapat, Skeg variasi bentuk geometri Foils pakai bilgekeel lebih kecil yaitu 9,28 KN dibandingkan Skeg asli pakai bilgekeel yaitu 10,99 KN. Skeg variasi bentuk geometri Foils tanpa bilgekeel lebih kecil yaitu 9,31 KN dibandingkan Skeg asli tanpa bilgekeel yaitu 10,31 KN. Kapal yang memakai Bilgekeel nilai wake yang terkecil yaitu skeg model foils sebesar 0,198 dibandingkan skeg aslinya yaitu 0,211. Kapal yang tidak memakai Bilgekeel nilai wake yang terkecil yaitu skeg model foils sebesar 0,228 dibandingkan skeg aslinya yaitu 0,243. Dari hasil analisis stabilitas didapatkan menggunakan software maxsurf dengan menggunakan kriteria IMO A.749 (18) Chapter 3.5. Perbandingan nilai GZ yang didapat, Skeg variasi bentuk geometri Foils pakai bilgekeel saat kondisi I memiliki nilai GZ sebesar 2.055 meter lebih baik dari pada Skeg yaitu 2.024 meter, saat kondisi II skeg foils memiliki nilai GZ 0,476 meter lebih baik dari pada skeg asli yaitu 0,473 meter, Perbandingan nilai GZ yang didapat, Skeg variasi bentuk geometri Foils tanpa bilgekeel saat kondisi I memiliki nilai GZ sebesar 2.048 meter lebih baik dari pada Skeg asli yaitu 2.027 meter, saat kondisi II skeg foils memiliki nilai GZ 0,482 meter lebih baik dari pada skeg asli yaitu 0,479 meter, semua variasi yang di analisa memenuhi standar kriteria IMO A.749 (18) Chapter.3.